Langgam.id – Kepolisian Daerah Sumatar Barat atau Polda Sumbar mengungkapkan ada empat bom rakitan yang ditemukan pada insiden ledakan bom di MAN 3 Padang. Satu bom meledak, sedangkan tiga bom lainnya disita oleh Tim Gegana Polda Sumbar.
Bom rakitan tersebut diketahui milik salah seorang siswa inisial R (18). Bom rakitan tersebut ia ledakan pada Selasa siang (14/7/2026). Bom tersebut sempat mengeluarkan bunyi ledakan dan kepulan asap di dalam lingkungan sekolah. Suara ledakan terdengar oleh warga setempat.
“Bom yang dibawanya empat buah yang diletak di dalam tasnya. Pas kejadian satu bom yang meledak dan tiga lagi sudah diamankan,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya.
Ia menjelaskan, ledakan tersebut tergolong dalam kategori low explosive, hanya sempat memunculkan asap tebal di ruang kelas. Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa.
Susmelawati menambahkan pihak kepolisian juga telah memeriksa R yang merakit bom tersebut. Kepada penyidik R mengaku belajar otodidak dari internet dalam merakit empat bom itu.
Rosya mengatakan bahan peledak rakitan itu dibuat menggunakan material yang mudah diperoleh, seperti mesiu, kelereng, dan bahan yang biasa digunakan untuk membuat petasan.
“Siswa itu belajar rakit bom sejak bulan puasa kemarin,” katanya.
Rosya menjelaskan, dugaan sementara tindakan siswa tersebut dipengaruhi kondisi psikologis akibat menjadi korban perundungan dalam beberapa waktu terakhir.
“Dugaan sementara dipicu persoalan psikologis karena yang bersangkutan mengalami bullying. Karena itu fokus kami bukan hanya proses pemeriksaan, tetapi juga pemulihan kondisi anak tersebut,” ujarnya.
Polda Sumbar juga memastikan tidak ada korban jiwa serta luka dari insiden ledakan bom rakitan itu. Tim gegana juga sudah mengamankan bom rakitan milik siswa itu. (fix)






