Langgam.id — Pemerintah Kota Padang mulai melakukan pembenahan dua destinasi unggulan, yakni Pantai Padang dan kawasan Muaro atau Kota Tua, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing pariwisata daerah. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan wisata yang lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.
Sebagai tahap awal, Dinas Pariwisata Kota Padang melakukan sosialisasi langsung kepada para pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di area yang akan menjadi lokasi pembangunan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pihak memahami rencana penataan sekaligus meminimalkan dampak sosial selama proses pengerjaan berlangsung.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang melalui Kepala Bidang Destinasi dan Daya Tarik Pariwisata, Zahirwan, mengatakan proyek penataan akan mencakup pembangunan taman, pelataran parkir, rehabilitasi trotoar, serta peningkatan kualitas jalan di kawasan wisata.
“Penataan dilakukan mulai dari kawasan Masjid Al-Hakim hingga Tugu Elo Pukek di Pantai Padang. Selain itu, peningkatan jalan juga akan dilakukan di kawasan Muaro atau Kota Tua yang menjadi salah satu destinasi sejarah Kota Padang,” ujar Zahirwan, dikutip Selasa (23/6/2026).
Menurut dia, pengerjaan proyek dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juni hingga Desember 2026. Karena itu, pemerintah memilih mengedepankan pendekatan persuasif dengan turun langsung menemui para pedagang yang terdampak.
Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Pariwisata tidak bekerja sendiri. Proses penyampaian informasi melibatkan unsur Kecamatan Padang Barat, pemerintah kelurahan, serta Dubalang yang selama ini berperan menjaga ketertiban dan nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan informasi ini tersampaikan dengan baik dan para pedagang tidak terkejut ketika pekerjaan fisik dimulai. Karena itu, pendekatan yang dilakukan mengedepankan komunikasi dan kekeluargaan,” kata Zahirwan.
Berdasarkan surat pemberitahuan yang disampaikan kepada pedagang, para PKL yang berada di area proyek diminta menghentikan aktivitas berjualan untuk sementara serta memindahkan sarana usaha sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
Pemerintah menilai langkah tersebut diperlukan demi menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memperlancar proses pembangunan.
Menurut Zahirwan, penataan kawasan wisata akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kawasan yang lebih rapi, ramah pejalan kaki, dan memiliki fasilitas yang lebih baik diyakini dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami berharap para pedagang dapat memahami bahwa tujuan utama pembangunan ini adalah menciptakan kawasan wisata yang lebih berkualitas. Ketika kunjungan wisatawan meningkat, manfaat ekonominya juga akan dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pantai Padang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di ibu kota Provinsi Sumatera Barat. Sementara kawasan Muaro atau Kota Tua menyimpan berbagai bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan Kota Padang sebagai kota pelabuhan penting di pantai barat Sumatera.
Melalui penataan kedua kawasan tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap citra pariwisata kota semakin meningkat dan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, unsur kewilayahan, dan tokoh masyarakat dalam proses sosialisasi juga dinilai menjadi bagian penting agar pembangunan berjalan lancar serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan di kawasan wisata tersebut. (HER)






