Langgam.id – Sejumlah pedagang di pusat jajanan serba ada atau pujasera GOR Haji Agus Salim Padang, mulai menepati lapangan panjat tebing. Mereka membangun lapak baru usai relokasi mandiri karena pusat olahraga bakal ditutup untuk revitalisasi stadion.
Berdasarkan pantauan Langgam.id sekitar pukul 14.30 WIB, aktivitas pembangunan lapak semi permanen mulai dilakukan pedagang. Mereka tampak mengangkut bahan bangunan, memasang rangka, hingga menata lokasi yang akan digunakan untuk berjualan dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara, untuk sepanjang trotoar jalan di kawasan GOR Haji Agus Salim, terlihat sudah bersih dari gerai pedagang yang sebelumnya memenuhi area tersebut.
Beberapa pedagang masih terlihat membereskan barang dagangan dan membongkar perlengkapan usaha sebelum dipindahkan ke lokasi baru.
Seorang pedagang pujasera, Nirawati, mengatakan dirinya sudah mulai menyiapkan tempat usaha baru di lokasi relokasi sejak dua hari lalu.
“Kami telah membangun tempat jualan dua hari sebelum penertiban,” katanya, Rabu (17/6/2026).
Ia menyebutkan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun lapak baru cukup besar. Karena seluruh fasilitas harus disiapkan kembali dari awal.
“Biayanya lumayan, bisa sampai sekitar Rp7 juta, tergantung ukuran dan kebutuhan bangunannya,” ungkapnya.
Nirawati mengaku masih kwatir dengan keadaan lokasi berjualan yang baru, mulai soal harga sewa, pembeli dan keamanan barang dagangan.
“Kami belum tau soal pendapatan di sini. Terutama apa ada bayar sewa ke pihak Dispora nanti,” imbuhnya.
Sebelumnya, Satpol PP Kota Padang telah melakukan penertiban di kawasan GOR Haji Agus Salim. Terutama kepada pedagang kaki lima atau PKL.
Kasat Pol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, menyebutkan, penertiban dilakukan secara persuasif guna memastikan proses revitalisasi berjalan lancar.
“Untuk itu, Satpol PP Kota Padang mengawal proses penataan kawasan, termasuk melakukan pemetaan dan penertiban PKL, secara humanis serta mengedepankan pendekatan persuasif kepada seluruh pihak yang terdampak,” katanya. (WAN)






