Langgam.id – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat masih bertahan pada level yang cukup tinggi. Berdasarkan pemantauan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Pasaman Barat per Minggu (14/6/2026), harga rata-rata TBS mencapai Rp 3.424,77 per kilogram.
Meski demikian, disparitas harga antar perusahaan pengolahan kelapa sawit masih terlihat cukup lebar. Harga tertinggi tercatat sebesar Rp 3.684,78 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di level Rp 3.150 per kilogram. Dengan demikian, terdapat selisih harga mencapai Rp 534,78 per kilogram.
Sejumlah perusahaan mitra yang memberikan harga tertinggi antara lain PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM), PT Agrowiratama, PT Andalas Agro Industri, PT Gunung Sawit Abadi, dan PT Laras Internusa dengan harga Rp 3.684,78 per kilogram.
Sementara itu, harga terendah tercatat di PT Bina Tani Nusantara (BTN) kategori nonmitra yang membeli TBS petani seharga Rp 3.150 per kilogram.
Selain itu, harga brondolan sawit tercatat sebesar Rp 3.600 per kilogram yang dibeli oleh PT Rimbo Panjang Sumber Makmur.
Kondisi harga tersebut menunjukkan pasar TBS sawit di Pasaman Barat masih relatif stabil, meskipun terdapat perbedaan harga yang cukup signifikan antar pabrik. Perbedaan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari status kemitraan, kualitas buah, hingga kebijakan masing-masing perusahaan pengolahan.
Pasaman Barat sendiri merupakan salah satu sentra produksi kelapa sawit terbesar di Sumatera Barat. Karena itu, fluktuasi harga TBS menjadi perhatian utama ribuan petani yang menggantungkan pendapatan dari sektor perkebunan sawit.
Sebelumnya, Bupati Pasaman Barat Yulianto meminta perusahaan kelapa sawit agar tidak menurunkan harga pembelian TBS secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Ia menegaskan harga sawit harus tetap berpihak kepada petani dan mengikuti kondisi pasar yang objektif.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga terus melakukan pemantauan harga harian TBS di seluruh perusahaan pengolahan kelapa sawit sebagai upaya menjaga transparansi informasi dan memberikan kepastian bagi petani dalam menjual hasil panennya.
Dengan harga rata-rata yang masih berada di atas Rp 3.400 per kilogram, petani sawit di Pasaman Barat diharapkan tetap memperoleh pendapatan yang baik, terutama di tengah tingginya biaya perawatan kebun dan kebutuhan operasional perkebunan. (HER)





