Langgam.id — Semen Padang FC memastikan mempertahankan tiga pemain dalam skuad yang akan mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Ketiganya adalah Iqbal Bachtiar, Firman Juliansyah, dan Ikram Al Ghiffari.
Manajer Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengatakan keputusan mempertahankan ketiga pemain tersebut merupakan bagian dari proses penyusunan skuad yang dilakukan berdasarkan kebutuhan tim dan strategi yang disiapkan pelatih untuk musim depan.
“Untuk pemain yang dipertahankan, Iqbal Bachtiar, Firman Juliansyah, dan Ikram Al-Ghiffari,” kata Braditi, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, manajemen bersama tim pelatih tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi pemain guna membentuk tim yang kompetitif pada musim mendatang. Karena itu, sejumlah pemain dipertahankan, sementara sebagian lainnya tidak lagi masuk dalam rencana tim.
Dalam proses tersebut, Semen Padang FC juga memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan tiga pemain asal Sumatera Barat, yakni Irsyad Maulana, Rendy Oscario, dan Rosad Setiawan.
Braditi menjelaskan keputusan itu diambil karena ketiga pemain tersebut tidak masuk dalam skema permainan yang disusun pelatih untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Selain mempertahankan sejumlah pemain lama, manajemen juga masih aktif berburu pemain baru untuk memperkuat beberapa sektor yang dinilai membutuhkan tambahan tenaga.
Saat ini, negosiasi tengah dilakukan dengan sejumlah pemain lokal maupun pemain asing. Semen Padang FC disebut membidik tiga pemain asing yang diproyeksikan mengisi posisi bek, gelandang, serta penyerang atau pemain sayap.
Menurut Braditi, proses pembentukan skuad masih terus berjalan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan tim di lapangan.
“Kepastian pemain asing akan diumumkan pada pertengahan Juni setelah seluruh proses kontrak rampung,” ujarnya.
Semen Padang FC tengah melakukan pembenahan kekuatan setelah terdegradasi dari Liga 1 musim lalu. Dengan mempertahankan sejumlah pemain yang dianggap sesuai kebutuhan tim dan menambah amunisi baru, Kabau Sirah berharap dapat membangun skuad yang kompetitif untuk bersaing di Liga 2 sekaligus membuka peluang kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (HER)






