Langgam.id — Di balik susunan tim kepelatihan baru Semen Padang FC untuk menghadapi Liga 2 musim 2026/2027, terdapat sosok berpengalaman yang dipercaya menangani para penjaga gawang Kabau Sirah.
Ia adalah Erick Ibrahim, mantan kiper Timnas Indonesia dan salah satu figur yang cukup disegani dalam dunia kepelatihan kiper nasional.
Manajemen Semen Padang FC menunjuk Erick Ibrahim sebagai pelatih kiper dalam jajaran staf yang dipimpin pelatih kepala Nil Maizar. Penunjukan itu diumumkan langsung oleh Presiden Semen Padang FC Andre Rosiade, Senin (8/6/2026) malam.
Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas sektor penjaga gawang yang menjadi salah satu elemen penting dalam upaya Kabau Sirah kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bagi generasi muda pencinta sepak bola, nama Erick Ibrahim mungkin tidak sepopuler para pemain era sekarang. Namun bagi penggemar sepak bola Indonesia pada era 1980-an hingga 1990-an, Erick merupakan salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Lahir di Bandung pada 29 Mei 1967, Erick Ibrahim mengawali karier sebagai penjaga gawang dan dikenal sebagai salah satu legenda Persib Bandung. Namanya semakin dikenal ketika menjadi bagian dari Timnas Indonesia yang meraih medali emas cabang sepak bola pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya sebagai pemain.
Selain memperkuat tim nasional, Erick juga pernah merasakan pengalaman berhadapan dengan klub-klub internasional. Salah satu momen yang paling dikenang adalah ketika Persib Bandung menghadapi klub raksasa Belanda, PSV Eindhoven, dalam laga persahabatan internasional pada 1987.
Setelah pensiun sebagai pemain, Erick memilih menekuni dunia kepelatihan, khususnya sebagai pelatih kiper. Pengalamannya membina penjaga gawang terbentang panjang di berbagai klub Indonesia.
Karier kepelatihannya mencakup sejumlah klub besar, mulai dari Persipura Jayapura pada 2016-2017, Persela Lamongan pada periode 2017-2021, Dewa United pada 2021-2023, kembali ke Persela pada 2023-2024, hingga PSKC Cimahi sebelum akhirnya bergabung dengan Semen Padang FC. Ia juga mengantongi Lisensi B Nasional sebagai bekal dalam karier kepelatihannya.
Di Persela Lamongan, Erick dikenal sebagai sosok yang fokus pada pengembangan kiper muda. Ia beberapa kali mendapat pujian karena keberhasilannya membina penjaga gawang potensial yang kemudian mendapat kesempatan tampil di level profesional.
Menariknya, perjalanan Erick di dunia kepelatihan juga mempertemukannya dengan Nil Maizar. Keduanya pernah bekerja sama saat berada di Dewa United. Pengalaman tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang membuat Nil Maizar kembali mempercayakan posisi pelatih kiper kepada Erick di Semen Padang FC.
Kini, di usia yang mendekati enam dekade, Erick Ibrahim masih aktif mengabdikan diri untuk sepak bola Indonesia. Pengalaman sebagai mantan kiper tim nasional, peraih medali emas SEA Games, hingga pelatih di berbagai klub elite menjadi modal berharga untuk membentuk lini pertahanan terakhir Semen Padang FC.
Bagi Kabau Sirah yang tengah berupaya bangkit dan kembali ke Liga 1, kehadiran Erick Ibrahim bukan sekadar pelatih kiper. Ia membawa warisan pengalaman, mental juara, dan pemahaman mendalam tentang bagaimana membentuk penjaga gawang yang tangguh di bawah mistar gawang. (HER)






