Langgam.id – PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) mengklaim proses pengadaan lahan untuk proyek Flyover Panorama I Sitinjau Lauik telah tuntas 100 persen. Penyelesaian seluruh kebutuhan lahan tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk mempercepat pelaksanaan konstruksi proyek yang digadang-gadang meningkatkan keselamatan transportasi di jalur Padang-Solok.
Informasi itu disampaikan HPSL saat menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris bersama sejumlah kementerian dan lembaga ke lokasi proyek pada Jumat (5/6/2026).
Dalam pemaparan kepada rombongan, HPSL menyebutkan bahwa selain pengadaan lahan yang telah selesai seluruhnya, progres fisik pembangunan Flyover Panorama I hingga 25 Mei 2026 juga telah mencapai 18,75 persen.
Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik Michael Arthur Paulus Rumenser mengatakan, rampungnya proses pembebasan lahan menjadi modal penting dalam menjaga kelancaran pembangunan proyek pada tahap konstruksi berikutnya.
Menurut dia, Flyover Panorama I merupakan langkah awal untuk menghadirkan koridor transportasi yang lebih aman dan andal di kawasan Sitinjau Lauik yang selama ini dikenal memiliki medan jalan ekstrem dengan tingkat risiko kecelakaan yang cukup tinggi.
“Kehadiran proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan dan efisiensi perjalanan, tetapi juga menjadi pengungkit bagi pengembangan koridor Sitinjau Lauik secara bertahap dan terintegrasi,” kata Michael.
Ia menambahkan, proyek tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung rencana pengembangan Flyover Panorama II pada masa mendatang sehingga konektivitas transportasi di Sumatera Barat dapat semakin kuat.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan proyek agar berjalan sesuai target. Menurut dia, Flyover Panorama I memiliki peran strategis dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
“Flyover Panorama I memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada koridor Padang-Solok sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujar Abdul Malik.
Jalur Sitinjau Lauik selama ini menjadi salah satu akses utama penghubung Kota Padang dengan Solok dan wilayah hinterland Sumatera Barat. Namun, kondisi jalan yang dipenuhi tanjakan, turunan curam, dan tikungan tajam membuat koridor tersebut kerap menjadi lokasi kecelakaan, terutama bagi kendaraan angkutan barang.
Karena itu, pembangunan flyover dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan standar keselamatan sekaligus memperlancar arus mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Dengan tuntasnya pengadaan lahan, HPSL optimistis pembangunan Flyover Panorama I dapat terus dipercepat sehingga manfaat proyek dapat segera dirasakan masyarakat Sumatera Barat. (HER)






