Langgam.id — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengusulkan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Padang Raya kepada Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat. Proyek tersebut direncanakan dibangun di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aia Dingin, Lubuk Minturun, Kota Padang.
Usulan itu disampaikan Mahyeldi saat bertemu Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta, Selasa (26/5/2026), sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumbar memperkuat sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di daerah.
Menurut Mahyeldi, PSEL Padang Raya dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah di bawah 1.000 ton per hari dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah perkotaan di Sumbar.
“Semua rencana itu telah kita sampaikan kepada Bapak Menteri. Mudah-mudahan kita dapat dibantu, baik melalui APBN maupun melalui skema investasi swasta,” ujar Mahyeldi usai pertemuan.
Ia menjelaskan, untuk mendukung keberlangsungan operasional PSEL, Pemprov Sumbar telah menandatangani nota kesepahaman dengan empat pemerintah daerah, yakni Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, dan Solok. Kerja sama tersebut terkait penyediaan bahan baku sampah untuk fasilitas pengolahan energi listrik itu.
Menurut Mahyeldi, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.
Selain pembangunan PSEL, Pemprov Sumbar juga mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu berbasis Refuse Derived Fuel (TPST-RDF) di Kota Padang dengan kapasitas pengolahan mencapai 200 ton sampah per hari.
Usulan penanganan TPA Regional Payakumbuh turut dibahas dalam pertemuan tersebut sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah regional di Sumatera Barat.
Mahyeldi menilai berbagai proyek tersebut penting untuk mengurangi praktik penimbunan sampah terbuka atau open dumping, sekaligus mendukung target nasional pengelolaan sampah berbasis energi dan pengembangan ekonomi hijau.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga mengundang Menteri Lingkungan Hidup untuk berkunjung ke Sumbar guna melihat langsung potensi dan kebutuhan pengembangan sektor lingkungan hidup di daerah. (HER)






