Langgam.id — Pengurus Provinsi Tarung Derajat Sumatera Barat mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 dengan menggelar coaching clinic bagi pelatih, wasit, dan juri di Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (16/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan jangka panjang Tarung Derajat Sumbar untuk mengembalikan kejayaan cabang olahraga itu di tingkat nasional, setelah pernah meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1985.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, mengatakan Tarung Derajat Sumbar memiliki sejarah prestasi yang patut dibanggakan dan harus kembali dihidupkan melalui pembinaan berkelanjutan.
“Tarung Derajat Sumbar pernah meraih medali emas pada PON 1985. Tentu kita berharap kejayaan itu bisa kembali terulang,” ujarnya.
Menurut Hamdanus, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkesinambungan mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Karena itu, Porprov 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk menyiapkan atlet-atlet potensial menuju ajang yang lebih tinggi.
Ia menyebut capaian Tarung Derajat Sumbar dalam sejumlah kejuaraan nasional belakangan ini juga menunjukkan perkembangan positif. Pada ajang PON Bela Diri di Kudus, atlet Sumbar berhasil meraih tiga medali perak, sementara pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) mampu menyumbangkan medali emas.
“Medali ini menjadi modal untuk PON NTT nanti. Kita akan berkolaborasi mulai dari Porprov, Porwil, Pra-PON hingga PON,” katanya.
Kegiatan coaching clinic tersebut turut dihadiri Ketua Pengprov Tarung Derajat Sumbar, Ganefri, serta tokoh olahraga Sumbar Alnedral.
Ganefri berharap Tarung Derajat Sumbar mampu tampil lebih baik pada Porprov mendatang yang akan digelar di Kabupaten Padang Pariaman.
Menurut dia, evaluasi terhadap capaian sebelumnya menjadi bagian penting untuk memperbaiki prestasi atlet ke depan.
“Di event sebelumnya tiga atlet kita masuk final, tetapi belum mampu meraih emas. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan kualitas pembinaan,” ujarnya.
Sementara itu, Alnedral yang juga menjabat Ketua Harian Pengprov Tarung Derajat Sumbar sekaligus Ketua Pelaksana coaching clinic, menegaskan persiapan menuju PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat harus mulai dipersiapkan sejak sekarang.
“Hasil kejuaraan sebelumnya bisa menjadi patokan untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat pembinaan atlet,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pengprov Tarung Derajat Sumbar berharap kualitas pelatih, wasit, dan juri semakin meningkat sehingga mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (HER)






