Langgam.id — Laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Momentum libur Lebaran disebut menjadi salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini terjadi hampir di seluruh lapangan usaha, kecuali sektor pengadaan listrik dan gas yang mengalami kontraksi sebesar 0,42 persen.
“Secara umum ekonomi Sumbar tumbuh 5,02 persen. Salah satu pendorongnya adalah meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode Lebaran, yang berdampak pada konsumsi dan kunjungan wisata,” ujar Nurul, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan paling signifikan terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh hingga 17,77 persen. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur Hari Raya Idul Fitri.
Selain itu, sektor jasa lainnya tumbuh 9,10 persen dan jasa keuangan 7,94 persen. Sementara sektor dengan kontribusi besar seperti pertambangan dan penggalian tumbuh 7,57 persen serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib tumbuh 6,31 persen.
Menurut Nurul, peningkatan aktivitas pariwisata selama libur Lebaran juga berdampak luas terhadap sektor-sektor terkait, termasuk transportasi, perdagangan, serta usaha mikro kecil di sektor kuliner.
“Selama libur Lebaran, kunjungan wisata meningkat cukup signifikan. Ini mendorong konsumsi masyarakat, baik di sektor perhotelan, restoran, maupun transportasi, sehingga ikut mengangkat pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dari sisi struktur ekonomi, perekonomian Sumatera Barat masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 22,03 persen. Disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 16,84 persen, transportasi dan pergudangan 10,69 persen, konstruksi 9,18 persen, serta industri pengolahan 8,51 persen.
Kelima sektor tersebut secara kumulatif menyumbang 67,24 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh ekspor barang dan jasa yang tumbuh 15,24 persen, diikuti konsumsi pemerintah sebesar 14,77 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 7,64 persen. Konsumsi rumah tangga juga tetap tumbuh sebesar 3,11 persen, seiring meningkatnya belanja masyarakat selama periode Lebaran.
Nurul menambahkan, meningkatnya berbagai kegiatan seperti pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) di Sumbar turut memperkuat kinerja sektor pariwisata pada triwulan pertama tahun ini.
Dengan capaian tersebut, momentum Lebaran dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan konsumsi jangka pendek, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap berbagai sektor ekonomi di Sumatera Barat.





