Bangkit dari Banjir, Petani Padang Pariaman Deklarasikan Kawasan Daulat Pangan

Langgam.id – Luka akibat banjir bandang yang melanda wilayah ini pada November 2025 lalu belum sepenuhnya pulih. Namun di tengah keterpurukan itu, semangat bangkit justru menguat dari para petani di Kampung Sakayan Jauah dan Bukit Tangah, Korong Balah Aia, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam.

Pada Rabu, 30 April 2026, para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) mendeklarasikan Kawasan Daulat Pangan sebagai simbol kebangkitan sekaligus strategi bertahan pascabencana.

Wilayah ini termasuk yang terdampak cukup parah. Dari total lahan sawah yang ada, sekitar 30 hektare mengalami kerusakan akibat banjir, sementara 45 hektare lainnya masih bisa dimanfaatkan. Di wilayah Korong Sipisang dan Sipinang, tersisa sekitar 30 hektare lahan produktif yang kini menjadi harapan baru petani.

Deklarasi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Petani Internasional yang jatuh setiap 20 April, merujuk pada pengesahan United Nations Declaration on the Rights of Peasants and Other People Working in Rural Areas (UNDROP) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Mengusung tema “Petani Bangkit, Wujudkan Kedaulatan Pangan”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Sebelumnya, para petani telah mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan agroekologi pada 23–25 April 2026, yang melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Pariaman.

Ketua DPW SPI Sumatra Barat, Rustam Efendi, menegaskan bahwa deklarasi ini merupakan bentuk perlawanan sekaligus langkah strategis petani untuk keluar dari krisis.

“Ini bukan sekadar deklarasi, tapi gerakan nyata petani untuk bangkit dari dampak bencana. Kita ingin memastikan petani tidak hanya pulih, tapi juga berdaulat atas tanah, benih, dan sistem pertanian mereka,” ujar Rustam.

Menurutnya, kedaulatan pangan hanya bisa terwujud jika petani memiliki kendali penuh terhadap seluruh rantai produksi, mulai dari penguasaan lahan, benih, hingga distribusi hasil panen.

“Petani harus mandiri. Kita dorong penggunaan input lokal, pemanfaatan bahan organik, dan penguatan kearifan lokal. Ini bukan hanya soal produksi, tapi soal keberlanjutan,” tambahnya.

Konsep Kawasan Daulat Pangan yang diusung SPI menitikberatkan pada sistem pertanian berbasis agroekologi, dengan dukungan kelembagaan koperasi produsen sebagai penguat ekonomi petani.

Deklarasi ini dihadiri oleh petani dari berbagai basis SPI di Kecamatan Lubuak Aluang, seperti Sipisang, Sipinang, Padang Galapuang, Ladang Padi, dan Pasia Laweh, serta perwakilan dari Sungai Layah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Hadir pula jajaran SPI Cabang Padang Pariaman, UPTD PPL Pertanian Kayu Tanam, Babinkamtibmas, dan Babinsa.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa petani merupakan pilar utama kedaulatan bangsa. Dampak bencana tidak hanya merusak lahan, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi keluarga petani.

“Kalau petani tidak berdaulat, maka negara juga tidak akan berdaulat dalam pangan. Karena itu, perjuangan kedaulatan pangan harus menjadi agenda bersama,” tegas Rustam.

Di tengah ancaman krisis iklim dan bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi, langkah petani di Nagari Anduriang ini menjadi contoh bahwa pemulihan tidak hanya soal bantuan, tetapi tentang membangun sistem yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (*/Yh)

Baca Juga

Bakti SPI Hadir di Tengah Galodo Sumbar: Dari Solidaritas Kemanusiaan hingga Perjuangan Kedaulatan Petani
Bakti SPI Hadir di Tengah Galodo Sumbar: Dari Solidaritas Kemanusiaan hingga Perjuangan Kedaulatan Petani
Kedaulatan Pangan Harus Dimulai dari Kedaulatan Petani
Kedaulatan Pangan Harus Dimulai dari Kedaulatan Petani
Petani dan Nelayan Jadi Penopang Ekonomi Padang, Wawako Ajak Generasi Muda Jadi Motor Inovasi
Petani dan Nelayan Jadi Penopang Ekonomi Padang, Wawako Ajak Generasi Muda Jadi Motor Inovasi
Muswil V SPI Sumbar Menyatukan Tekad Petani untuk Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan: Tagakan Marwah Sako, Pertahankan Pusako!
Muswil V SPI Sumbar Menyatukan Tekad Petani untuk Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan: Tagakan Marwah Sako, Pertahankan Pusako!
Petani Kumbang Jantan Galakkan Pembuatan Ecoenzyme dan MOL: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan
Petani Kumbang Jantan Galakkan Pembuatan Ecoenzyme dan MOL: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan
Petani di Padang Panjang Kini Dapat Perlindungan Asuransi dari Risiko Gagal Panen
Petani di Padang Panjang Kini Dapat Perlindungan Asuransi dari Risiko Gagal Panen