Pemprov Sumbar Targetkan Investasi Rp13,3 Triliun pada 2027

Pemprov Sumbar Targetkan Investasi Rp13,3 Triliun pada 2027

Uang rupiah. [Foto: pixabay]

Langgam.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan realisasi investasi sebesar Rp13,3 triliun pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengatakan target tersebut merupakan kelanjutan dari tren peningkatan investasi daerah yang diproyeksikan mencapai Rp11,9 triliun pada 2026 dan terus tumbuh hingga Rp18,8 triliun pada 2030.

“Investasi yang kita dorong bukan sekadar angka, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal,” ujar Vasko dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumbar 2027 di Padang, Rabu (8/4/2026).

Menurut dia, arah kebijakan investasi Sumbar difokuskan pada sektor-sektor strategis yang memiliki daya ungkit tinggi, seperti hilirisasi pertanian, pengembangan pariwisata unggulan, energi terbarukan, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi distribusi barang dan jasa. Sejumlah proyek strategis yang terus didorong antara lain pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, Fly Over Sitinjau Lauik, serta peningkatan jalur Bukittinggi–Payakumbuh.

Pemprov Sumbar juga menempatkan pengembangan sektor maritim dan energi terbarukan sebagai bagian penting dari strategi investasi. Optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang serta pengembangan potensi panas bumi di sejumlah wilayah dinilai mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.

Vasko menegaskan, keberhasilan menarik investasi tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya, tetapi juga pada kepastian regulasi dan kemudahan perizinan.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah terus melakukan transformasi birokrasi melalui sistem perizinan berbasis digital, seperti Online Single Submission (OSS), guna menciptakan layanan yang cepat, transparan, dan terintegrasi.

“Investor membutuhkan kepastian. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan solusi dan memastikan proses investasi berjalan lancar,” kata dia.

Lebih lanjut, pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar didorong untuk berperan aktif dalam menarik investasi dengan menyiapkan lahan, mempercepat perizinan, serta memberikan pendampingan kepada investor.

Di tengah keterbatasan fiskal dan tantangan risiko bencana, Pemprov Sumbar optimistis target investasi tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kita optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan,” ujar Vasko.

Baca Juga

Langgam.id - Berdasarkan hasil survei Google dengan 100 persen WFH selama tiga bulan pertama Pandemi Civid-19, 30 persen ASN tidak bekerja.
Pemprov Sumbar Terapkan Skema Kerja Kombinasi, ASN WFH Setiap Jumat
Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan 2026
Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan 2026
Pemprov Sumbar Bakal Genjot Penerimaan Pajak Air Permukaan untuk Maksimalkan PAD
Pemprov Sumbar Bakal Genjot Penerimaan Pajak Air Permukaan untuk Maksimalkan PAD
Belajar dari Banjir Bandang 2025, Sumbar Perkuat Kesiapsiagaan Lewat Rencana Kontingensi
Belajar dari Banjir Bandang 2025, Sumbar Perkuat Kesiapsiagaan Lewat Rencana Kontingensi
Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Gubernur Sumbar Audiensi dengan Menko Polkam
Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Gubernur Sumbar Audiensi dengan Menko Polkam
Pemprov Sumbar Tunjuk PIC di Setiap Daerah, Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan
Pemprov Sumbar Tunjuk PIC di Setiap Daerah, Perkuat Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan