Langgam.id — Pemerintah Kabupaten Agam bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp11,7 miliar kepada 8.308 jiwa terdampak bencana hidrometeorologi.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Jumat (3/4/2026), dan terhubung secara daring dengan pusat di Jakarta.
Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar berupa sembako untuk seluruh korban terdampak, jaminan hidup bagi 8.195 jiwa sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, santunan ahli waris tahap II untuk delapan korban meninggal dunia, serta santunan bagi 105 korban luka.
Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada 100 perwakilan penerima, sementara sisanya didistribusikan melalui Pos Indonesia guna memastikan penyaluran tepat sasaran.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Masryani Mansyur, bersama Bupati Agam, Benni Warlis Dt. Tan Batuah, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah, camat di wilayah terdampak, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Benni Warlis menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam meringankan beban keluarga korban,” ujarnya dikutip dari Kominfo.
Ia menambahkan, meskipun bantuan tersebut tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat, dukungan ini diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi ekonomi warga pascabencana.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dalam proses pemulihan pascabencana,” katanya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan bantuan secara bijak serta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga April.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan serta memastikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam.






