Langgam.id — Berbeda dari kebanyakan kegiatan sekolah di bulan Ramadan yang identik dengan pembagian takjil, OSIS di SMP Negeri 2 Pariaman justru menghadirkan kegiatan berbagi yang lebih luas dengan menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat sekitar.
Tak hanya sembako, pembagian takjil yang juga sudah digelar tahun ke tahun menambah khidmat dan semaraknya acara penutupan Pesantren Ramadan ini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan penutupan Pesantren Ramadan di sekolah tersebut. Sebanyak 116 paket sembako dibagikan kepada keluarga siswa, penjaga sekolah, pedagang kantin, serta warga di sekitar lingkungan sekolah.
Sebagian besar bantuan berasal dari donasi alumni OSIS SMPN 2 Pariaman angkatan 1998. Ketua OSIS SMPN 2 Pariaman, Hafidzah Zhafira Indra, mengatakan para alumni turut berkontribusi memberikan bantuan sembako untuk mendukung kegiatan berbagi tersebut.
“Sebanyak 65 paket sembako berasal dari donasi alumni OSIS angkatan 1998. Isinya berupa beras, minyak goreng, gula, teh, dan telur,” ujarnya.
Selain itu, bantuan tambahan juga diberikan oleh Wali Kota Pariaman berupa beras 5 kilogram sebanyak 50 paket sehingga total bantuan yang disalurkan kepada masyarakat mencapai 116 paket.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian penutupan Pesantren Ramadan yang juga diisi dengan berbagai kegiatan dan lomba antar kelas.
Beberapa lomba yang digelar selama kegiatan tersebut di antaranya lomba cerdas cermat Al-Qur’an, lomba adzan, lomba tahfiz, serta lomba puisi dakwah. Pada kesempatan itu, panitia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba.
Kegiatan penutupan Pesantren Ramadan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman Hertati Taher, Kepala SMPN 2 Pariaman Epi Erniyanti, serta perwakilan alumni Dr. Els esmita, Sp.P.
Dalam sambutannya, Yota Balad menekankan pentingnya disiplin bagi para pelajar dalam meraih kesuksesan.
Menurutnya, kepintaran saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan kedisiplinan.
“Orang pintar tanpa disiplin akan sulit meraih kesuksesan. Sebaliknya, disiplin bisa membawa seseorang menuju keberhasilan, apalagi jika dibarengi dengan kepintaran,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan alumni SMPN 2 Pariaman, Elsesmita, menyampaikan bahwa sekolah merupakan tempat terbaik bagi generasi muda untuk menuntut ilmu.
Ia juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan masa belajar di sekolah sebagai kesempatan untuk mengejar cita-cita dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.






