Langgam.id – Semen Padang FC pulang dari Bandar Lampung dengan luka yang dalam. Kabau Sirah dipermak Bhayangkara Presisi Lampung FC empat gol tanpa balas pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Selasa (24/2/2026) malam WIB.
Sejak awal laga, tuan rumah tampil agresif. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah penalti pada menit ke-28 yang dieksekusi dingin oleh Moussa Sidibe. Gol itu membuka kran petaka bagi Semen Padang.
Situasi semakin sulit bagi tim tamu ketika harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-36. Gelandang Boubakary Diarra diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-35. Kehilangan satu pemain di laga tandang membuat Kabau Sirah kian tertekan.
Memasuki babak kedua, Bhayangkara tak mengendurkan serangan. Ryo Matsumura menggandakan keunggulan lewat titik putih pada menit ke-50. Tiga menit berselang, Sidibe kembali mencatatkan namanya di papan skor, membawa tuan rumah menjauh 3-0.
Penderitaan Semen Padang ditutup gol Bernard Doumbia pada menit ke-74. Skor 4-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Bhayangkara, kemenangan ini menjadi rekor produktivitas terbaik mereka musim ini. Sebelumnya, margin kemenangan terbesar mereka hanya dua gol. Tambahan tiga poin mengangkat Bhayangkara ke posisi lima klasemen sementara dengan 35 poin dari 23 laga, menggeser Persebaya Surabaya, meski posisi itu masih bisa berubah tergantung hasil pertandingan Persebaya melawan PSM Makassar.
Sebaliknya, kekalahan telak ini membuat Semen Padang makin terbenam di zona merah. Kabau Sirah tertahan di peringkat ke-17 dengan koleksi 16 poin dari 23 pertandingan.
Kekalahan di Lampung bukan sekadar kehilangan tiga poin. Bagi Semen Padang, ini menjadi alarm keras di tengah perjuangan keluar dari jerat degradasi. Jika tak segera bangkit, ancaman turun kasta semakin nyata di depan mata. (*/Yh)




