Langgam.id — Di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan pertumbuhan nasional sepanjang 2025, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari mencatatkan kinerja impresif. Penyaluran pembiayaan syariah tumbuh 14,66 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp4,63 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan tersebut melampaui laju pertumbuhan aset syariah yang mencapai Rp6,49 triliun atau naik 6,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut turut mendorong laba UUS Bank Nagari meningkat 15,43 persen menjadi Rp224,62 miliar.
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra menyampaikan, pertumbuhan pembiayaan syariah menjadi salah satu penopang utama kinerja perseroan di tengah dinamika ekonomi yang tidak mudah.
“Di tengah tantangan ekonomi global, kami tetap berupaya menjaga ekspansi pembiayaan secara selektif dan prudent. Pertumbuhan UUS ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah Bank Nagari,” ujar Gusti dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (11/2/2026).
Menurut dia, peningkatan pembiayaan syariah tidak hanya mencerminkan permintaan pasar yang terus tumbuh, tetapi juga strategi perseroan dalam memperkuat penetrasi ke sektor-sektor produktif, termasuk pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Secara keseluruhan, pada tahun buku 2025 Bank Nagari membukukan aset sebesar Rp33,61 triliun, dengan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp26,84 triliun dan laba bersih Rp493,74 miliar. Rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) tercatat 23,72 persen, sementara rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di level 2,40 persen, mencerminkan kondisi keuangan yang sehat.
Pertumbuhan UUS dinilai menjadi salah satu motor penggerak kinerja perseroan. Selain ekspansi pembiayaan, Bank Nagari juga memperkuat layanan digital melalui platform Ollin by Nagari serta memperluas jangkauan layanan di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Gusti menegaskan, pengembangan perbankan syariah akan terus menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan. “Kami berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang adaptif, sehat, dan berkelanjutan, termasuk melalui penguatan ekosistem syariah di Sumatera Barat,” katanya.
Dengan capaian tersebut, UUS Bank Nagari menunjukkan daya tahan dan prospek pertumbuhan yang tetap terjaga, sekaligus memperkuat peran perbankan daerah dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.




