Mahasiswa KKN UNAND Ikuti Posyandu ILP dan Layani Pengobatan Gratis Warga Kampung Duri

Langgam.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non Reguler Kebencanaan Kapalo Koto 8 Universitas Andalas turut ambil bagian dalam kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pengobatan gratis bagi warga Kampung Duri, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Kegiatan tersebut digelar di Surau Jabal Rahmah, Selasa (13/1/2026), bekerja sama dengan Puskesmas Pauh serta kader RT 03 dan RT 04.

Sejak pagi, warga mulai memadati lokasi kegiatan. Ibu-ibu membawa anak balita untuk mengikuti layanan posyandu dan pemantauan tumbuh kembang, sementara warga dewasa dan lanjut usia memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Surau Jabal Rahmah yang biasanya digunakan untuk kegiatan ibadah pun disulap menjadi ruang layanan kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga. Mahasiswa KKN menyampaikan materi seputar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, kebiasaan mencuci tangan yang benar, serta pemantauan kesehatan keluarga secara rutin. Edukasi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Usai edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan Posyandu ILP. Balita mendapatkan layanan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan lingkar kepala sebagai upaya deteksi dini gangguan pertumbuhan. Sementara itu, warga dewasa menjalani pemeriksaan tekanan darah, lingkar perut, serta pemeriksaan gula darah sewaktu untuk mendeteksi risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus.

Tenaga kesehatan dari Puskesmas Pauh juga membuka layanan konsultasi dan pengobatan gratis bagi warga yang memiliki keluhan kesehatan. Kehadiran layanan kesehatan langsung di lingkungan warga dinilai sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana dan memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN dari berbagai jurusan terlibat aktif, mulai dari pengelolaan data peserta, pengaturan alur pelayanan, hingga pendampingan warga selama proses pemeriksaan, khususnya anak-anak dan lansia. Keterlibatan lintas disiplin tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Selain memberi manfaat bagi warga, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Interaksi langsung dengan masyarakat melatih kepekaan sosial, kemampuan komunikasi, serta pemahaman nyata tentang persoalan kesehatan di tingkat akar rumput.

Mahasiswa KKN Non Reguler Kebencanaan Kapalo Koto 8 menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Pauh dan para kader yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga berjalan tertib dan lancar.

Mereka berharap, kegiatan Posyandu ILP dan pengobatan gratis ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan. (Gilda)

Tag:

Baca Juga

Lewat Workshop, UNAND Perkuat Peran Kehumasan sebagai Pilar Strategis Institusi
Lewat Workshop, UNAND Perkuat Peran Kehumasan sebagai Pilar Strategis Institusi
Isi Kuliah Inspirasi di UNAND, Kepala BPOM Dorong Riset Berbasis Sains
Isi Kuliah Inspirasi di UNAND, Kepala BPOM Dorong Riset Berbasis Sains
Trauma Healing Warga Cupak Tangah, Mahasiswa KKN UNAND Adakan Lomba Mewarnai dan Pentas Seni
Trauma Healing Warga Cupak Tangah, Mahasiswa KKN UNAND Adakan Lomba Mewarnai dan Pentas Seni
UNAND Fokus Perkuat Kualitas Pendidikan, Riset, Serta Reputasi Internasional
UNAND Fokus Perkuat Kualitas Pendidikan, Riset, Serta Reputasi Internasional
Potret Program Sitiung Mengajar yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Reguler 1 di Dharmasraya. (FOTO: Istimewa)
Sitiung Mengajar, Cara Mahasiswa KKN Unand 2026 Edukasi Kesehatan Sejak Dini di Dharmasraya
UNAND jadi Penerima, CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa 5.000 Euro untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra
UNAND jadi Penerima, CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa 5.000 Euro untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra