Kementan Mulai Rehabilitasi Lahan Sawah di Sumbar Terdampak Bencana

Kementan mulai bergerak memulihkan sektor pertanian di wilayah terdampak bencana, salah satunya di Sumatra Barat (Sumbar).

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian saat groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Kabupaten Solok. [foto: Irwanda Saputra]

Langgam.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai bergerak memulihkan sektor pertanian di wilayah terdampak bencana, salah satunya di Sumatra Barat (Sumbar). Fokus awal rehabilitasi diarahkan pada sawah dengan kategori rusak ringan dan sedang.

Khusus di Sumbar, sawah terdampak bencana kategori rusak sedang dan ringan seluas 3.624 hektare (ha). Dengan langkah rehabilitasi ini, sehingga aktivitas produksi petani bisa segera berjalan kembali.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengatakan, program rehabilitasi akan dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar yang mengalami kerusakan lahan pertanian.

Untuk tahap awal, groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Sumbar dilakukan di Kabupaten Solok karena merupakan daerah dengan dampak terluas.

“Setelah seluruh proses administrasi selesai, rehabilitasi lahan pertanian akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah terdampak di Sumbar,” ujar Sam di Kabupaten Solok, Kamis (15/1/2026).

Sam mengungkapkan, Kementan memprioritaskan penanganan lahan dengan kategori kerusakan ringan dan sedang. Adapun lahan dengan tingkat kerusakan berat akan dikoordinasikan penanganannya bersama Kementerian Pekerjaan Umum.

“Untuk yang ringan dan sedang, akan kami tangani langsung. Sedangkan yang berat, akan kami minta dukungan dari Kementerian PU. Selain rehabilitasi sawah, bantuan yang kami salurkan meliputi alat dan mesin pertanian, pupuk, benih, serta sarana pendukung lainnya,” kata dia.

Sam menjelaskan, teknis rehabilitasi diawali dengan pengangkatan endapan pasir setebal sekitar 50 sentimeter yang menutupi area persawahan. Setelah itu, lahan akan diperbaiki kembali dengan penambahan tanah serta campuran pupuk agar kembali subur dan siap ditanami.

Selain perbaikan lahan, lanjutnya, Kementan juga berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk memperbaiki jaringan irigasi yang rusak akibat bencana.

“Kami meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait di seluruh kabupaten dan kota segera mengusulkan kebutuhan penanganan sesuai dengan tingkat kerusakan lahan,” jelasnya.

Sam juga menyampaikan arahan Menteri Pertanian agar petani pemilik lahan dapat dilibatkan secara langsung dalam proses rehabilitasi melalui skema padat karya. Dalam skema tersebut, petani akan mengerjakan lahan miliknya sendiri dan memperoleh upah dari Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yusvandi, mengapresiasi langkah cepat Kementan dalam memulai rehabilitasi sektor pertanian di daerahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memulai rehabilitasi sektor pertanian di Sumatra Barat. Dengan bantuan ini, kami berharap para petani dapat kembali bangkit dan perekonomian masyarakat berangsur membaik,” kata Arry. (y)

Baca Juga

Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengumpulkan kepala daerah se-Sumatra Barat pada Selasa (13/1/2026) di Auditorium Gubernur Sumbar.
4 Daerah di Sumbar Masih Butuh Perhatian Lebih dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana
Silaturrahmi Perantau Minang Kumpulkan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana Sumbar
Silaturrahmi Perantau Minang Kumpulkan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana Sumbar
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa fenomena amblesan (sinkhole) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua,
Air Dalam Sinkhole di Limapuluh Kota Semakin Meluap, DPRD Minta BPBD Surati Kementerian ESDM
World Assembly of Muslim Youth Turun Langsung Bantu Korban Bencana Sumbar
World Assembly of Muslim Youth Turun Langsung Bantu Korban Bencana Sumbar
Tim gabungan pencari korban banjir bandang atau galado masih terkendala dengan medan yang masih ditimbun lumpur yang cukup tinggi.
Data Terbaru BNPB: Jumlah Korban Meninggal Bencana Sumbar 261 Orang, 10 Ribu Mengungsi
BUMN Bangun 15 Ribu Unit Rumah, Dony Oskaria Pastikan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatra
BUMN Bangun 15 Ribu Unit Rumah, Dony Oskaria Pastikan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatra