Pemerintah Agam Setop Pencarian Korban Galodo

Personil kepolisian membawa jenazah korban galodo di Nagari Salareh Aia Timur.

Personil kepolisian membawa jenazah korban galodo di Nagari Salareh Aia Timur.

LANGGAM.ID– Pemerintah Kabupaten Agam memutuskan untuk menghentikan pencarian korban banjir bandang atau galodo serta longsor yang masih belum ditemukan. Sementara itu BPBD mencatat 38 korban yang masih belum ditemukan.

Bupati Agam Benni Warlis mengatakan terkait kegiatan pencarian korban bencana resmi telah dihentikan. Keputusan itu diambil pada rapat evaluasi tanggap darurat pada 22 Desember 2025 kemarin.

“Berdasarkan surat dan persetujuan dari para ahli waris, pencarian korban hari ini resmi kita hentikan dan hal tersebut telah diikhlaskan oleh pihak keluarga,” ujar Benni dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (24/12/2025).

Data BPBD Kabupaten Agam per 23 Desember 2025 mencatat 38 orang belum ditemukan akibat banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah titik. Seperti di Kecamatan Palembayan 32 orang masih belum ditemukan, Malalak 3 orang, di Tanjung Raya 2 orang dan di Maninjau 1 orang.

Sedangkan untuk jumlah korban meninggal sudah mencapai 163 orang. Dan 3.191 orang tercatat masih mengungsi akibat banjir dan longsor tersebut.

Rapat koordinasi evaluasi tanggap darurat bencana, pemerintah Kabupaten Agam kembali memperpanjang masa tanggap darurat. “Mengingat masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan di lapangan, maka melalui kesepakatan bersama dalam rapat ini, masa tanggap darurat kita perpanjang selama 14 hari ke depan,” ujar Benni Warlis.

Ia menegaskan, masa perpanjangan tersebut juga menjadi fase penting untuk memastikan kesiapan data dan perencanaan rehabilitasi serta rekonstruksi.

“Selama 14 hari ini, rehabilitasi dan rekonstruksi juga kita persiapkan. Tidak boleh ada satu pun data pekerjaan yang tertinggal, karena data inilah yang nantinya akan kita sampaikan kepada Pemerintah Pusat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Benni menjelaskan bahwa fokus utama selama masa perpanjangan mencakup pembersihan material longsor dan banjir yang menutup akses jalan, perbaikan infrastruktur darurat, pembangunan jembatan sementara, serta percepatan penyediaan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak.

Ia juga meminta seluruh OPD terkait untuk melakukan pencatatan dan validasi data secara akurat dan terintegrasi. “Seluruh data harus lengkap dan valid, sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan tepat sasaran,” jelasnya. (fx)

Baca Juga

Disdikbud menginteruksikan siswa memakai masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.
Kualitas Udara Memburuk, Kota Padang Kembali Terapkan PJJ
Banjir Berulang di Padang, BNPB Kaji Relokasi Warga Bantaran Sungai
Banjir Berulang di Padang, BNPB Kaji Relokasi Warga Bantaran Sungai
BNPB Pastikan Dukungan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Tapan
BNPB Pastikan Dukungan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Tapan
Potret dari udara banjir menerjang perumahan Lumin Park, Kota Padang, Sabtu (10/10/2026). IST
Banjir Berulang Kota Padang, Tata Ruang Lumin Park Dinilai Bermasalah
BNPB Siapkan Pengolahan Air Sungai untuk Kebutuhan Pengungsi Banjir Lapau Munggu
BNPB Siapkan Pengolahan Air Sungai untuk Kebutuhan Pengungsi Banjir Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Empat Kali Dilanda Banjir, Warga Lapau Munggu Desak Pemda Keruk Sungai yang Kian Dangkal