Rekap Bencana Sumbar: 9 Meninggal, Belasan Orang Hilang

AMSI menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda berbagai wilayah

Banjir Badang atau Galodo menerjang Malalak, Kabupaten Agam Rabu (26/11/2025).

LANGGAM.ID– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 9 orang meninggal dunia akibat banjir bandang atau galodo serta longsor di sejumlah titik di Sumbar beberapa hari terakhir.

Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab menyebutkan, hasil rekapitulasi data bencana banjir dan longsor di Sumbar telah menyebabkan 9 korban jiwa meninggal. “Ini data total selama bencana banjir dan longsor melanda Sumbar sejak beberapa hari terakhir,” ujarnya Kamis (27/11/2025).

Ia merinci, lima korban meninggal dilaporkan akibat banjir bandang di Lubuk Minturun Padang pada Kamis (27/11/2025). Kemudian banjir bandang di Agam tiga orang meninggal dan satu korban jiwa akibat tertimbun longsor di Pasaman Barat.

Selain itu, Ilham mengatakan, sebanyak 12 orang hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. “Kemungkinan data ini akan terus berkembang karena ada 12 orang masih dinyatakan hilang,” ujar Ilham.

Termasuk juga sambung Ilham bencana banjir bandang atau galodo di Jembatan Kembar Padang Panjang. “Di Padang Panjang petugas masih di lokasi, belum ada data korban dari kejadian itu,” ujarnya.

Ilham menyebutkan, pada hari ini dilaporkan ada tiga kejadian banjir bandang atau galodo, yaitu di Kota Padang, Kabupaten Agam serta di Kota Padang Panjang. BPBD mengimbau masyarakat untuk terus waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih melanda wilayah Sumbar. (fx)

Baca Juga

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memimpin patroli ke sejumlah titik rawan tawuran dan balap liar di Kota Padang pada Jumat
Kasus VCS Bupati Limapuluh Kota Safni, Kapolda Sumbar: Kita Bakal Gelar Perkara
Ribuan Warga Agam Salat Id di Halaman Kantor Bupati
Ribuan Warga Agam Salat Id di Halaman Kantor Bupati
Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan