Hingga Awal September 2025, Realisasi PAD Padang Capai 67,9 Persen

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang hingga awal September 2025 sudah mencapai Rp609 miliar atau 67,9 persen dari target

Kepala Bapenda Kota Padang, Yosefriawan.(Foto: Prokopim Padang)

Langgam.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang hingga awal September 2025 sudah mencapai Rp609 miliar atau 67,9 persen dari target sebesar Rp897,6 miliar.

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Yosefriawan, pencapaian ini menunjukkan tren positif dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, target PAD ditetapkan sebesar Rp706 miliar dengan capaian 95 persen.

“Untuk tahun ini target PAD naik signifikan menjadi Rp897,6 miliar. Dengan strategi optimalisasi dan dukungan wajib pajak, kami optimis bisa mencapai 100 persen hingga akhir tahun,” ujar Yosefriawan dilansir dari infopublik.id, Kamis (11/9/2025).

Yosefriawan mengungkapkan bahwa pihaknya optimis realisasi bica tercapai 100 persen didasari kerja keras petugas Bapenda dalam penagihan pajak. Ekstensifikasi dilakukan dengan memperluas basis pajak, sementara intensifikasi diarahkan pada peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Kemudian, kata Yosefriawan, Bapenda semakin gencar melakukan sosialisasi dan edukasi pajak agar kesadaran masyarakat meningkat.

“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak hanya taat pajak, tapi juga merasa memiliki terhadap pembangunan kota,” tutur Yosefriawan.

Ia mengatakan, bahwa tahun ini, target Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), sebesar Rp75 miliar. Hingga awal September, sudah terealisasi Rp53,3 miliar atau 72,42 persen.

Ia optimistis target tersebut akan tercapai, apalagi Pemko Padang telah mengeluarkan kebijakan penghapusan denda PBB-P2 hingga akhir Desember 2025. “Kebijakan ini diharapkan mendorong masyarakat lebih aktif melunasi kewajibannya,” sebutnya.

Yosefriawan menyebutkan bahwa PAD merupakan instrumen penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Dana yang dihimpun dari pajak dan retribusi akan kembali ke masyarakat dalam bentuk peningkatan layanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga program-program strategis Pemko Padang.

“Dengan PAD yang kuat, Pemko Padang bisa lebih leluasa membiayai program pembangunan tanpa ketergantungan penuh pada transfer pusat,” beber Yosefriawan. (*/y)

Baca Juga

Padang Tuan Rumah Open Tournament Tinju Piala Pangdam XX/TIB, Diikuti Peserta dari 10 Provinsi dan Malaysia
Padang Tuan Rumah Open Tournament Tinju Piala Pangdam XX/TIB, Diikuti Peserta dari 10 Provinsi dan Malaysia
Perkuat Pencegahan Rabies, Pemko Padang Siapkan 1.400 Dosis Vaksin Gratis
Perkuat Pencegahan Rabies, Pemko Padang Siapkan 1.400 Dosis Vaksin Gratis
Evaluasi MTQ Nasional, LPTQ Padang Ubah Pola Pembinaan Kafilah Jadi Sistem Berjenjang
Evaluasi MTQ Nasional, LPTQ Padang Ubah Pola Pembinaan Kafilah Jadi Sistem Berjenjang
Cegah Hoaks, Pemko Padang Dorong Sekolah Lebih Terbuka Sampaikan Informasi Publik
Cegah Hoaks, Pemko Padang Dorong Sekolah Lebih Terbuka Sampaikan Informasi Publik
Dari Biopori hingga Bayar PBB, Bank Sampah Pondok Permai Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan
Dari Biopori hingga Bayar PBB, Bank Sampah Pondok Permai Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan
BPBD Padang Kerahkan Personel dan Relawan Bantu Penanganan Banjir Bandang Solok
BPBD Padang Kerahkan Personel dan Relawan Bantu Penanganan Banjir Bandang Solok