Seekor Binturung Masuk Perangkap Babi di Tanah Datar, Begini Kondisinya Kini

Seekor Binturung terjebak dalam perangkap babi yang dipasang oleh masyarakat di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar) pada Selasa .

Tim SKW II melakukan evakuasi binturung secara manual. [foto: BKSDA Sumbar]

Langgam.id – Seekor Binturung terjebak dalam perangkap babi yang dipasang oleh masyarakat di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar) pada Selasa (16/4/2024) pukul 15.00 WIB.

Dilansir dari laman Facebook BKSDA Sumbar pada Rabu (17/4/2024), bahwa perangkap tersebut dipasang untuk mengantisipasi hama kera.

“Petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Balai KSDA Sumatra Barat menerima informasi dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tanah Datar tentang kejadian tersebut,” tulis BKSDA Sumbar.

Usai menerima informasi tersebut, ungkap BKSDA Sumbar, tim SKW II langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi binturung secara manual. Binturung berhasil diamankan di kantor SKW II pada pukul 20.00 WIB.

“Tim SKW II kemudian melakukan identifikasi dan penanganan binturung dengan bantuan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tanah Datar. Kondisi binturung saat ini dilaporkan stabil,” tulis BKSDA Sumbar. (*/yki)

Baca Juga

Proses evakuasi Harimau Sumatra yang masuk kandang jebak di Palupuah, Kabuapten Agam. (Dok. BKSDA Sumbar)
5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto
Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit
Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit
BKSDA Sumbar menurunkan tim penanganan dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) II Maninjau menindaklanjuti laporan adanya kemunculan harimau
Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan
Tim gabungan BKSDA Sumatra Barat dan Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus perdagangan puluhan kilogram sisik trenggiling
BKSDA dan Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Puluhan Kilogram Sisik Trenggiling di Padang
BKSDA Sumatra Barat (Sumbar) menyebut konflik satwa dengan manusia meningkat lantaran jumlah pakan di habitatnya berkurang.
BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang
Masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung atau wisatawan diimbau untuk tidak mendekati dan bermalam di sekitar kawah Gunung Talang
Gunung Marapi Ditutup, BKSDA Sumbar Bakal Buka Jalur Pendakian 3 Gunung Lainnya Tahun Ini