Bupati Tanah Datar Kirim Bantuan Logistik untuk Pengungsi Gunung Marapi

Bupati Tanah Datar Kirim Bantuan Logistik untuk Pengungsi Gunung Marapi

Bantuan untuk pengungsi Gunung Marapi. (Foto: Prokopim Tanah Datar)

Langgam.id – Sebanyak 24 Kepala Keluarga (KK) terdiri 68 Jiwa, 30 Perempuan, 20 Laki-laki dan 18 anak-anak, yang bertempat tinggal dekat Gunung Marapi mengungsi ke Mushalla Al-Ikhlas, Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, sejak Rabu (10/1/2024) lalu.

Masyarakat yang mengungsi tersebut karena merasa takut setelah akhir-akhir ini, frekuensi erupsi Gunung Marapi meningkat diiringi dengan suara dentuman dan gemuruh yang cukup keras.

Terkait hal itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra, diwakili Kepala Dinas (Kadis) Sosial PPPA Afrizon, menyerahkan bantuan logistik, berupa Beras 100 Kg, Mie Instan 15 Dus, Minyak Goreng 20 Liter dan Telur 14 Krat, dilokasi pengungsian setempat, Kamis (11/1/2024).

Kadis Afrizon mengatakan bantuan logistik bagi pengungsi yang telah diserahkan tersebut, diinisiasi Bupati Eka Putra, untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama berada dipengungsian.

“Sesuai arahan Pimpinan Daerah tadi malam, pagi ini kami menyerahkan bantuan berupa bahan pokok. Mudah-mudahan ini bisa membantu. Insya Allah, kita akan menyiapkan dapur umum dari Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Sosial PPPA Tanah Datar,” ujar Afrizon.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi kondisi erupsi Gunung Marapi, “Insya Allah, Pemda selalu bersama masyarakat dan akan berupaya dengan segala kemungkinan. Kita menyampaikan pesan pak Bupati Eka Putra, agar Masyarakat tidak mudah percaya dengan berita yang tidak jelas sumbernya. Dan, tetap waspada dan selalu sabar,” ujarnya.

Sementara itu, Camat X Koto Mukhlis mengatakan melanjutkan masyarakat yang mengungsi bertempat tinggal disekitaran tower jalur pendakian Gunung Marapi.

“Alhamdulillah, untuk kondisi masyarakat yang mengungsi dalam keadaan sehat. Dan, benar sekali ada dentuman keras, membuat masyarakat tidak nyaman dan mengungsi ke Mushalla Al-Ikhlas,” ujar Mukhlis.

Camat Mukhlis menambahkan, bahwa jangka waktu untuk masyarakat yang mengungsi akan dilakukan koordinasi bersama pihak terkait, menyangkut status dan ancaman erupsi Gunung Marapi.

“Sebagian besar pengungsi adalah Masyarakat yang ditinggal di lereng Gunung Marapi. Untuk berapa lama kondisi ini, kita akan koordinasikan dulu ke pihak berwenang, kalau dinyatakan aman, maka Masyarakat bisa kembali kerumah masing masing, mudah-mudahan ini segera berakhir,” ujarnya. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Polres Padang Panjang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang melibatkan kerugian laptop dan handphone dari sebuah
Pelaku Pencurian Kotak Amal di Palembayan Agam Ditangkap Saat Tidur di Rumah Orang Tua
Cabai keriting di salah satu toko pedagang. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Harga Cabai Keriting Lokal Tembus Rp55 Ribu/Kg Jelang Idul Adha di Padang
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan 
Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan 
Idul Adha, Semen Padang Salurkan 36 Sapi untuk Masyarakat Sekitar Perusahaan
Idul Adha, Semen Padang Salurkan 36 Sapi untuk Masyarakat Sekitar Perusahaan
Nagari Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam enam bulan pascabencana galodo.
Potret Nagari Salareh Aia Setelah Enam Bulan Dilanda Galodo
Pemko Padang Terima Sapi Kurban dari Telkomsel untuk Warga Huntara Pauh
Pemko Padang Terima Sapi Kurban dari Telkomsel untuk Warga Huntara Pauh