Potensi Karhutla di Sumbar Masih Tinggi, Ini Kata Dinas Kehutanan

Kabut Asap di Padang

Proses pemadaman kebakaran hutan di Pesisir Selatan dengan mengunakan alat seadanya (Foto : Dok. Kodim 0311 Pesisir Selatan)

Langgam.id – Dinas Kehutanan Sumatra Barat (Sumbar) terus melakukan pemantauan di sejumlah titik yang terpantau rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan dilakukan dengan berpatroli mengerahkan Polisi Hutan (Polhut) bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Selain itu, patroli juga melibatkan Brigade dan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai perpanjagan tangan di lapangan. “Jika terjadi kebakaran, unit ini akan langsung bergerak melakukan penanganan pertama serta memberikan laporan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, Selasa (10/9/2019).

Yozarwardi mengungkapkan, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, melarang warga membuat api unggun serta tidak membuang puntungan rokok sembarangan yang dapat memicu karhutla.

“Setiap hari terus kami pantau melalui hotspot di wilayah Sumbar melalui Sipongi (KLHK), Satelit NOAA20, dan Terra Aqua Modis,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Erman Rahman mengatakan, telah terjadi karhutla pada tanggal 5 September 2019. Kebakaran lahan terjadi di Jorong Koto Tinggi blok C Nagari Koto Besar Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dhamasraya dengan luas 4 hektar.

“Di Kota Solok kebakaran lahan pada tanggal 6 September 2018 pada pukul 13.15 WIB akibat musim kemarau terjadi di Solok dengan lokasi bencana kebakaran lahan di Laiang, dekat PT Wing, dekat gedung DPRD Kota Solok, depan Puskesmas Nan Balimo dan Jalan Lingkar,” katanya.

Di sisi lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan ada berapa wilayah di Indonesia yang mengalami peningkatan potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam lima hari kedepan yakni tanggal 9 hingga 12 September.

Wilayah yang berpotensi karhutal itu termasuk di Sumbar. Selainnya ada diwilayah Sumatera Utara bagian selatan, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. (*/Irwanda/RC)

Baca Juga

Disbud Sumbar Perkuat Pelestarian Budaya Lewat Nagari Creative Hub
Disbud Sumbar Perkuat Pelestarian Budaya Lewat Nagari Creative Hub
Pemprov Sumbar Dorong Nagari Creative Hub Jadi Ruang Kreativitas dan Penggerak Ekonomi
Pemprov Sumbar Dorong Nagari Creative Hub Jadi Ruang Kreativitas dan Penggerak Ekonomi
Tinjau Galodo Solok, Mahyeldi Dorong Percepatan Pemulihan dan Pendataan Kerusakan
Tinjau Galodo Solok, Mahyeldi Dorong Percepatan Pemulihan dan Pendataan Kerusakan
Sumbar–Jeonbuk Perkuat Kerja Sama, Padang Didorong Jajaki Sister City
Sumbar–Jeonbuk Perkuat Kerja Sama, Padang Didorong Jajaki Sister City
Bangunan hotel dan rest area milik PT Hidayah Syariah Hotel (HSH) di kawasan Lembah Anai. (Dok. Istimewa)
Sengketa Bangunan PT HSH di Lembah Anai Berlanjut, Pemprov Sumbar Resmi Ajukan Kasasi
Persoalan Lahan Tuntas, Fly Over Sitinjau Lauik Ditarget Rampung Mei 2028
Persoalan Lahan Tuntas, Fly Over Sitinjau Lauik Ditarget Rampung Mei 2028