BPBD Sebut Rusaknya Bendungan Sikayan Sebabkan Banjir di Koto Tangah Padang

Langgam.id-bendungan sikayan

Tim BPBD Padang menelusuri penyebab banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Salah satunya meninjau kondisi bendungan irigasi Kasang II Sikayan Balai Gadang. [foto: infopublik.id]

Langgam.id – Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang Sutan Hendra mengatakan, banjir yang terjadi di Kecamatan Koto Tangah pada 18 Agustus 2021 lalu disebabkan karena adanya penyumbatan dan kerusakan di bendungan irigasi Kasang II Sikayan Balai Gadang.

Menurut Sutan Hendra, penyumbatan dan kerusakan bendungan ini menyebabkan terganggunya aliran sungai di daerah itu.

Ia menjelaskan, penyebab banjir ini terungkap setelah tim telusur BPBD Padang melakukan penelusuran mencari penyebab banjir di kawasan Koto Tangah pada Rabu (1/9/2021).

“Ya, kita sudah melakukan penyisiran mencari penyebab banjir tanggal 18 Agustus di daerah Koto Tangah. Tim ini beranggotakan 10 orang,” ujar Sutan Hendra seperti dilansir infopublik, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: BPBD Turunkan Personel Telusuri Penyebab Banjir di Padang

Ia mengungkapkan, setelah dilakukan peninjauan ke lapangan, salah satu penyebab banjir karena rusaknya bendungan Sikayan yang meninggalkan material beton.

“Sehingga aliran sungai Batang Kandis mengalami hambatan dan mengakibatkan air mencari jalur yang menuju arah ke pemukiman masyarakat,” tuturnya.

Selain itu terang Sutan Hendra, tim juga menyelusuri beberapa titik aliran sungai yang terdapat di Sungai Lareh, Sungai Sapih, Gunung Sarik dan Air Pacah.

Saat penelusuran sungai ini sebutnya, tim menemukan terjadinya pendangkalan atau penyempitan lebar sungai. Hal ini katanya, juga salah satu penyebab banjir, karena curah hujan yang tinggi sehingga tidak tertampung oleh luasnya sungai.

Temuan di lapangan ini ungkapnya, pimpinan akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Hal ini untuk mencari solusi dalam pencegahan bahaya banjir agar tidak kembali terulang.

 

Baca Juga

Semangkuk Warisan Bapak: Daging Garing yang Menjaga Rasa Soto Roda Jaya Sejak 1968, Berawal dari Jualan Gerobak
Semangkuk Warisan Bapak: Daging Garing yang Menjaga Rasa Soto Roda Jaya Sejak 1968, Berawal dari Jualan Gerobak
Cuaca Ekstrem Mengintai Sumbar, BPBD Perkuat Mitigasi Banjir hingga Longsor
Cuaca Ekstrem Mengintai Sumbar, BPBD Perkuat Mitigasi Banjir hingga Longsor
Sedapnya Rendang Pak Gole, Setia Menjaga Rasa Sejak 1950 hingga Digemari Pelanggan Mancanegara
Sedapnya Rendang Pak Gole, Setia Menjaga Rasa Sejak 1950 hingga Digemari Pelanggan Mancanegara
Banjir menerjang Simpang Tonang, Kabupaten Pasaman. (Dok. Istimewa)
Hari Ketiga, Korban Terseret Arus Galodo di Pasaman Masih Dicari
Hari Kedua Pencarian, Korban Banjir Bandang Pasaman Masih Belum Ditemukan
Hari Kedua Pencarian, Korban Banjir Bandang Pasaman Masih Belum Ditemukan
Viral Warga di Maninjau Lewati Arus Sungai Akibat Jembatan Rusak
Viral Warga di Maninjau Lewati Arus Sungai Akibat Jembatan Rusak