Langgam.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak mempercepat pemulihan infrastruktur guna mendukung kembali aktivitas masyarakat terdampak pascabencana yang melanda Sumatra Barat (Sumbar).
Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, penanganan difokuskan pada pembersihan dan pemulihan fasilitas sosial, pendidikan, kesehatan dan keagamaan agar dapat kembali berfungsi secara aman dan bertahap.
Dilansir dari laman Instagram Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, bahwa berdasarkan data Satker Pelaksana Prasarana Strategis (PPS) Sumatra Barat per 14 Januari 2026, tercatat 664 unit infrastruktur terdampak yang tersebar di 18 kabupaten/kota.
Kerusakan meliputi 428 sekolah, 67 madrasah, 73 fasilitas kesehatan, 18 pondok pesantren, 59 rumah ibadah, 15 kantor pemerintahan serta empat pasar.
“Proses penanganan dilaksanakan secara bertahap dan diawasi langsung di lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan efektif, tepat sasaran, serta sesuai standar keselamatan dan teknis,” tulis Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Adapun tiga wilayah paling terdampak yaitu Pesisir Selatan dengan 134 unit, Padang Pariaman 90 unit dan Padang sebanyak 81 unit infrastruktur terdampak.
“Dengan langkah pemulihan yang cepat, terkoordinasi dan berkelanjutan, Kementerian PU berkomitmen menghadirkan kembali layanan dasar masyarakat serta mendukung percepatan pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi di Sumatra Barat,” tulis Direktorat Jenderal Prasarana Strategis lagi. (*/y)






