<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Wirausaha Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/wirausaha/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/wirausaha/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Jul 2022 10:21:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Wirausaha Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/wirausaha/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Sumbar Miliki 580.000 Unit Usaha, Wagub: Harus Go Digital</title>
		<link>https://langgam.id/sumbar-miliki-580-000-unit-usaha-wagub-harus-go-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2022 10:21:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sumatra Barat (Sumbar) memiliki 580.000 unit usaha mikro dan kecil. Agar mampu menghadapi tantangan dunia usaha, Wagub Sumbar Audy Joinaldy mengingatkan, usaha yang ada harus go digital. &#8220;UMKM dituntut mampu menangani berbagai permasalahan dan tantangan dunia usaha. Salah satunya melalui digitalisasi,&#8221; kata Audy keynote speaker pada diseminasi Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumbar, Sabtu (16/7/2022). Menurutnya, digitalisasi membuka pasar yang besar dan menjadi salah satu strategi memasarkan produk. Ditambah, sejak pandemi banyak kegiatan masyarakat yang bisa dilakukan secara daring dari rumah. Sekarang hampir 74 persen penduduk Indonesia menggunakan internet. Jadi digitalisasi harus menjadi salah satu strategi UMKM untuk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-miliki-580-000-unit-usaha-wagub-harus-go-digital/">Sumbar Miliki 580.000 Unit Usaha, Wagub: Harus Go Digital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sumatra Barat (Sumbar) memiliki 580.000 unit usaha mikro dan kecil. Agar mampu menghadapi tantangan dunia usaha, Wagub Sumbar Audy Joinaldy mengingatkan, usaha yang ada harus go digital.</p>
<p>&#8220;UMKM dituntut mampu menangani berbagai permasalahan dan tantangan dunia usaha. Salah satunya melalui digitalisasi,&#8221; kata Audy keynote speaker pada diseminasi Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumbar, Sabtu (16/7/2022).</p>
<p>Menurutnya, digitalisasi membuka pasar yang besar dan menjadi salah satu strategi memasarkan produk. Ditambah, sejak pandemi banyak kegiatan masyarakat yang bisa dilakukan secara daring dari rumah.</p>
<p>Sekarang hampir 74 persen penduduk Indonesia menggunakan internet. Jadi digitalisasi harus menjadi salah satu strategi UMKM untuk memasarkan produk, melalui marketplace atau platform-platform e-commerce.</p>
<p>Sumbar saat ini memiliki 580 ribu unit usaha mikro dan kecil. Dari jumlah itu, 98,8 persen berasal dari usaha non pertanian dan mampu menyerap 1,29 juta tenaga kerja.</p>
<p>Jumlah yang besar tentu menyimpan potensi yang besar pula. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar secara kontiniu terus melakukan upaya-upaya peningkatan kapasitas pengusaha, maupun kapasitas usaha UMKM yang dimiliki masyarakat.</p>
<p>&#8220;UMKM merupakan sektor yang strategis dan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional, tak terkecuali di Sumatera Barat,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/kuliah-umum-di-unand-teten-mau-umkm-naik-level-berbasis-inovasi/">Kuliah Umum di Unand, Teten Mau UMKM Naik Level Berbasis Inovasi</a></strong></p>
<p>Posisi strategis UMKM di Sumbar didorong oleh eksistensinya yang dominan. Baik dari segi jumlah, lanjut Wagub, serta serapan tenaga kerja yang juga cukup besar.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumatra Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-miliki-580-000-unit-usaha-wagub-harus-go-digital/">Sumbar Miliki 580.000 Unit Usaha, Wagub: Harus Go Digital</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159042</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wagub Audy: Orang Sukses Punya Sifat Jujur, Disiplin, dan Kerja Keras</title>
		<link>https://langgam.id/wagub-audy-orang-sukses-punya-sifat-jujur-disiplin-dan-kerja-keras/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2021 01:19:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=141008</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id-Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy menjelaskan tiga kunci kesuksesan dalam hidup yaitu kejujuran, disiplin, dan kerja keras. Nilai itu harus ditanamkan sejak dini karena sebagian besar orang yang sukses memiliki tiga sifat itu. Dia menyampaikan itusaat menjadi pemateri pada acara diskusi publik dengan tema implementasi kebijakan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dalam peningkatkan mutu perguruan tinggi, di STKIP PGRI Convention Center (SCC), Sabtu (11/11/2021). &#8220;Ini tidak saja berdasarkan survey tetapi juga berdasarkan pengalaman pribadi. Mereka yang berhasil mendapatkan sesuatu, sukses adalah yang memiliki tiga sikap ini,&#8221; katanya lewat keterangan tertulis. Ia menyebut banyak orang mengira kuliah di perguruan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wagub-audy-orang-sukses-punya-sifat-jujur-disiplin-dan-kerja-keras/">Wagub Audy: Orang Sukses Punya Sifat Jujur, Disiplin, dan Kerja Keras</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong>-Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy menjelaskan tiga kunci kesuksesan dalam hidup yaitu kejujuran, disiplin, dan kerja keras. Nilai itu harus ditanamkan sejak dini karena sebagian besar orang yang sukses memiliki tiga sifat itu.</p>
<p>Dia menyampaikan itusaat menjadi pemateri pada acara diskusi publik dengan tema implementasi kebijakan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) dalam peningkatkan mutu perguruan tinggi, di STKIP PGRI Convention Center (SCC), Sabtu (11/11/2021).</p>
<p>&#8220;Ini tidak saja berdasarkan survey tetapi juga berdasarkan pengalaman pribadi. Mereka yang berhasil mendapatkan sesuatu, sukses adalah yang memiliki tiga sikap ini,&#8221; katanya lewat keterangan tertulis.</p>
<p>Ia menyebut banyak orang mengira kuliah di perguruan tinggi ternama, menjadi lulusan terbaik adalah salah satu faktor kesuksesan. Pendapat itu tidak salah, tetapi dua hal itu menurut survey, berada di luar sepuluh besar faktor kesuksesan.</p>
<p>Bukan berarti pendidikan tidak penting. Pendidikan, kuliah adalah untuk mendapatkan ilmu dan memperluas pengetahuan. Namun selama kuliah perlu diterapkan tiga sikap yaitu jujur, disiplin dan bekerja keras.</p>
<p>Universitas PGRI juga memiliki program studi kewirausahaan dan mewajibkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah enterpreneur. Terkait itu, Audy menyarankan mahasiswa untuk ikut dalam berbagai organisasi.</p>
<p>&#8220;Organisasi adalah awal untuk membangun jejaring yang diperlukan untuk membangun usaha. Jejaring lebih diperlukan dari pada uang karena dengan jejaring akses untuk semua bisa didapatkan, termasuk modal,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain itu, satu hal lagi yang perlu dipahami adalah perubahan teknologi yang teramat cepat. Adabtasi terhadap perubahan itu sangat dibutuhkan oleh generasi muda karena nanti pekerjaan yang akan digeluti kemungkinan besar akan berbeda dengan pekerjaan generasi sebelumnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Sumbar Darmalis mengatakan sebagai lembaga yang baru saja alih status dari STKIP menjadi Universitas PGRI, program kewirausaan menjadi salah satu prodi yang diunggulkan untuk dapat mencetak enterpreneur di Sumbar.</p>
<p>Hal itu sejalan dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur Sumbar untuk menciptakan 100 ribu enterpreneur.</p>
<p>&#8220;Universitas PGRI akan menjadi salah satu penunjang bagi upaya positif menciptakan para entrepreneur ini,&#8221; katanya. (*/Rhm)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/wagub-audy-orang-sukses-punya-sifat-jujur-disiplin-dan-kerja-keras/">Wagub Audy: Orang Sukses Punya Sifat Jujur, Disiplin, dan Kerja Keras</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141008</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seribu Lapangan Pekerjaan, Program Unggulan Tanah Datar yang Terus Dikebut</title>
		<link>https://langgam.id/seribu-lapangan-pekerjaan-program-unggulan-tanah-datar-yang-terus-dikebut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2021 00:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=128214</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mengebut percepatan program unggulan yakni 1000 lapangan pekerjaan dan wirausahawan. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA). DEA digagas oleh Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, diperuntukkan bagi 100 UMKM di Tanah Datar yang telah dimulai dari tanggal 23-24 September 2021 itu, di Aula Hotel Emersia and Resort, Batusangkar, Kamis (23/9). ”Melalui penyelenggaraan DEA kita harapkan terwujud angkatan kerja yang mampu mengisi lapangan kerja yang tersedia, karena kedepan Kabupaten Tanah Datar akan terus mengalami kemajuan sejalan dengan misi kedua, tertuang di RPJMD tahun 2021-2026 yakni Meningkatkan Ekonomi Masyarakat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seribu-lapangan-pekerjaan-program-unggulan-tanah-datar-yang-terus-dikebut/">Seribu Lapangan Pekerjaan, Program Unggulan Tanah Datar yang Terus Dikebut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="kvgmc6g5 cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q"><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mengebut percepatan program unggulan yakni 1000 lapangan pekerjaan dan wirausahawan. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA).</div>
<div></div>
<div class="kvgmc6g5 cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">DEA digagas oleh Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, diperuntukkan bagi 100 UMKM di Tanah Datar yang telah dimulai dari tanggal 23-24 September 2021 itu, di Aula Hotel Emersia and Resort, Batusangkar, Kamis (23/9).</div>
<div></div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">”Melalui penyelenggaraan DEA kita harapkan terwujud angkatan kerja yang mampu mengisi lapangan kerja yang tersedia, karena kedepan Kabupaten Tanah Datar akan terus mengalami kemajuan sejalan dengan misi kedua, tertuang di RPJMD tahun 2021-2026 yakni Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Dan Perluasan Lapangan Kerja Yang Berbasis Pertanian dan UMKM dengan progulnya menciptakan usahawan baru dan lapangan pekerjaan,” ujar Bupati Tanah Datar Eka Putra.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Tak hanya itu, Bupati Eka juga harapkan UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Tanah Datar memanfaatkan digitalisasi dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan mutu dari produk yang dihasilkan serta perluasan jangkauan dan wilayah pemasaran, sehingga mampu menghadapi ketatnya persaingan, seiring dengan diberlakukannya pasar bebas ASEAN.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">“Kepada BBPSDMP Kominfo Medan, kita berharap agar program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan kalau bisa diperluas lagi ke sektor lainnya. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan ini, dapat menginspirasi pihak lainnya untuk melakukan hal serupa,” harap Bupati Eka.</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Bupati Eka tambahkan, akan melakukan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah diantaranya dengan memberi dukungan fasilitas pembiayaan yang berasal dari perbankan berupa alokasi anggaran pemberian jaminan kredit dalam bentuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun dalam bentuk dana bergulir yang alokasi anggarannya meningkat dari tahun ke tahun.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">“Tujuan akhirnya tidak lain agar usaha kecil dan menengah mampu tampil sebagai penyangga perekonomian nasional melalui sumbangsihnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, peningkatan produk domestik bruto, pertumbuhan investasi, dan percepatan pembangunan ekonomi daerah,” ujar Bupati Eka.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Sementara, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan Irbar Samekto mengatakan DEA terselenggara atas kerjasama BBPSDMP KOMINFO Medan Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Kepala Dinas Koperindag Tanah Datar serta Diskominfo Tanah Datar.</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">“Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika meyakini penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini, dapat mendorong peningkatan kualitas pengembangan SDM khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meraih tingkat daya saing bangsa Indonesia yang lebih baik.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">“Secara spesifik, pelatihan DEA ini diharap mampu menumbuhkan kompetensi di Bidang TIK yang dapat mengoptimalkan kehadiran finansial inklusif TIK, sehingga pemanfaatan TIK dapat memberikan hasil bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Irbar saat pembukaan Pelatihan Program Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang juga dihadiri Kepala Dinas Koperindag Tanah Datar Dafrizal dan Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar Abrar.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Irbar Samekto juga mengatakan program ini merupakan peruntukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) pelaku UMKM untuk menyiapkan talenta digital di bidang pemasaran agar kapasitas pelaku UMKM meningkat. Pelatihan ini juga merupakan fasilitasi kepada pelaku UMKM atau yang akan memulai usaha, agar bisa memanfaatkan TIK untuk keberlangsungan dan pengembangan usaha.</div>
</div>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seribu-lapangan-pekerjaan-program-unggulan-tanah-datar-yang-terus-dikebut/">Seribu Lapangan Pekerjaan, Program Unggulan Tanah Datar yang Terus Dikebut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">128214</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Inovator Bisnis Terbaik di Econovation 2021, Gerak Kaum Muda Membangkitkan Ekonomi Bangsa</title>
		<link>https://langgam.id/tiga-inovator-bisnis-terbaik-di-econovation-2021-gerak-kaum-muda-membangkitkan-ekonomi-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 12:04:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=127406</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tiga inovator bisnis terbaik yang mendapatkan penghargaan dalam program Econovation 2021, Jumat (17/9/2021), merepresentasikan gerakan kaum muda dalam kebangkitan ekonomi bangsa di masa pandemi. Penghargaan yang diterima dalam bentuk dukungan usaha pengembangan bisnis tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional khususnya selama pandemi Covid-19 serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan, edukasi dan kesehatan berbasis masyarakat. Turut hadir secara online dalam acara penghargaan ini Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa, dan Riri</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiga-inovator-bisnis-terbaik-di-econovation-2021-gerak-kaum-muda-membangkitkan-ekonomi-bangsa/">Tiga Inovator Bisnis Terbaik di Econovation 2021, Gerak Kaum Muda Membangkitkan Ekonomi Bangsa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Tiga inovator bisnis terbaik yang mendapatkan penghargaan dalam program Econovation 2021, Jumat (17/9/2021), merepresentasikan gerakan kaum muda dalam kebangkitan ekonomi bangsa di masa pandemi.</p>
<p>Penghargaan yang diterima dalam bentuk dukungan usaha pengembangan bisnis tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi nasional khususnya selama pandemi Covid-19 serta tetap menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, khususnya di sektor ketahanan pangan, edukasi dan kesehatan berbasis masyarakat.</p>
<p>Turut hadir secara online dalam acara penghargaan ini Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa, dan Riri Muktamar, Founder RM. Inkubasi.</p>
<p>Selain penghargaan, juga diadakan Diskusi Bersama dengan narasumber Tulus dan Farli Sukanto, Inisiator Bantu Guru Belajar Lagi.Econovation 2021 yang diinisiasi oleh Yayasan EcoNusa bermitra dengan RM Inkubasi sebagai pelaksana teknis merupakan kompetisi bisnis nasional yang pertama kali diadakan tahun ini.</p>
<p>Dan ketiga penerima penghargaan Econovation 2021 mewakili tiga tema utama Econovation 2021 yakni ketahanan pangan, kesehatan berbasis komunitas, dan solusi pendidikan.</p>
<p>Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia Teten Masduki, dalam sambutannya memberikan selamat kepada para finalis dengan pencapaian yang sangat baik.</p>
<p>Ia berharap agar kegiatan seperti kompetisi bisnis Econovation 2021 terus berlanjut, untuk melahirkan bisnis yang inovatif, dan melahirkan ide-ide yang bisa menjadi solusi untuk situasi saat ini dan juga pasca pandemik Covid-19.</p>
<p>Teten menutup dengan harapan agar kerjasama antar pihak terjalin lebih erat lagi untuk membangkitkan UMKM dan ekonomi Indonesia.</p>
<p>CEO Yayasan EcoNusa Bustar Maitar, menyatakan kebanggaannya karena kompetisi bisnis Econovation 2021 ini tidak hanya melahirkan banyak wirausaha muda yang kreatif dan inovatif, tapi para peserta juga tetap memikirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.</p>
<p>“Semua peserta dan finalis merupakan inovator hebat serta memiliki potensi yang luar biasa untuk kebangkitan ekonomi Indonesia. Dari kegiatan ini kita bisa belajar bahwa kaum muda jika diberikan kesempatan dan ruang, bisa memberikan dampak besar bagi negara ini,“ ujar Bustar.</p>
<p>Riri Muktamar, founderRM. Inkubasi &amp; RM. Synergy memberikan pesan kepada semua peserta yang telah mengikuti Econovation 2021, bahwa perjalanan wirausaha adalah perjalanan seumur hidup.</p>
<p>“Kepada seluruh peserta Econovation 2021, terlepas dari menang dan kalah dalam proses kompetisi ini, fokuslah pada hal-hal baik yang bisa teman-teman dapatkan dari kompetisi ini,” katanya.</p>
<p>Riri juga menambahkan bahwa pihaknya merasa senang dapat ikut ambil bagian dalam sebuah pengalaman berharga merencanakan dan menyelenggarakan Econovation 2021.</p>
<p>Tiga inovator terbaik yang berhasil mendapatkan penghargaan Econovation 2021 adalah Shaany Collagen Drink,Yant Sorghumdan Edubox. Shaany Collagen Drinkmerupakan inovator pada Kategori Ketahanan Pangan yang bergerak di bidang pengolahan limbah sisik ikan menjadi produk kolagen.</p>
<p>Saat ini Shaany sedang fokus mengembangkan minuman kolagen yang dipadukan dengan ekstrak buah. Dalam proses produksinya, Shaany memberdayakan petani lokal dan ibu rumah tangga yang berasal dari keluarga tidak mampu.</p>
<p>“Econovation ini atmosfernya bukan sekadar kompetisi, tapi lebih pada ajang kolaborasi, membangun networkingyg lebih luas, dan menjadi tempat inkubasi yang pas untuk bisnis.</p>
<p>“Saya berharap melalui Econovation 2021 ini, Shanny Collagen Drink makin dikenal masyarakat luas, dan bisnisnya bisa berkembang sehinggapara petani lokal dan ibu rumah tangga yang kami berdayakan juga bisa lebih sejahtera,” ujar Siti Nur Seha dari Shanny Collagen Drink.</p>
<p>Inovator terbaik lain dari Kategori Ketahanan Pangan adalah Yant Sorghum, yakni usaha pengembangan dan pengelolaan tanaman sorghum yang menggunakan konsep korporasi petani dimana model bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.</p>
<p>Yant Sorghum berharap dapat memberikan nilai tambah bagi produk pertanian, dan meningkatkan nilai tawar produk di pasar. Mereka membina dan bermitra dengan 200 petani sorghum dan menggarap 50 Ha lahan pertanian dan menghadirkan produk-produk nutrisi sehat untuk keluarga Indonesia.</p>
<p>“Melalui mentoring Econovation 2021 ini, kami dari Yant Sorghum bisa memperoleh kemampuan, pengembangan, belajar, bekerja sama, berkolaborasi bersama para mentor dan finalis lainnya. Menurut saya, mengikuti Econovation sangat bermanfaat untuk lebih melatih <em>soft skill</em> yang jarang diperoleh saat mentoring selama ini,” kata Nur Rahmi Yanti dari Yant Sorghum.</p>
<p>Edubox merupakan inovator pada Kategori Solusi Edukasi. Edubox mengembangkan solusi untuk sekolah yang berada di daerah minim internet.</p>
<p>Dengan Edubox, guru dan siswa bisa belajar tanpa internet. Guru bisa mengunggah materi belajar dan penilaian di Edubox dan siswa bisa mengaksesnya tanpa internet.</p>
<p>Hal ini sangat bermanfaat di masa pandemi ketika ada banyak siswa tidak bisa mendapatkan pembelajaran jarak jauh karena keterbatasan internet.</p>
<p>“Mengikuti Econovation tidak berasa seperti sebuah kompetisi. Disini saya bertemu keluarga baru. Keluarga yang saling mendukung, saling berbagi dan siap berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi. Terus terang tidak menyangka akan hasil ini, karena bisnis teman-teman peserta banyak yang lebih keren. Terimakasih atas kepercayaannya, ini adalah pelecut semangat bagi kami untuk bisa berbenah dan berusaha lebih baik lagi demi pendidikan Indonesia yang lebih baik,” tutup Danang Rahadi dari Edubox.</p>
<p>Dalam acara puncak Econovation 2021 tersebut juga diberikan penghargaan hiburan dengan 12 kategori, berdasarkan desain kemasan, keberlanjutan bisnis, perkembangan dan kemajuan bisnis, dampak bisnis bagi masyarakat, adaptasi teknologi dalam bisnis, riset dan pengembangan dalam bisnis, inovasi produk serta inklusivitas produk dan lini bisnis.</p>
<p>Sejak dibuka pendaftaran Econovation pada 16 April 2021, sebanyak 241 pendaftar antusias mengikuti kompetisi dan terpilih 15 finalis yang meliputi 8 finalis bidang ketahanan pangan, 5 finalis solusi pendidikan, dan 2 finalis kesehatan berbasis komunitas.</p>
<p>Kelima belas finalis tersebut berkesempatan mendapatkan mentoring dari para praktisi bisnis serta dipertemukan dengan investor potensial untuk pengembangan ide bisnis yang berlangsung secara daring pada 13-15 September 2021.</p>
<p>“Yayasan EcoNusa mengucapkan terima kasih kepada para sponsor, mitra pelaksana, mitra lokal, serta kepada seluruh peserta yang mendaftar pada Econovation 2021, atas dukungan, kerja sama baik, dan partisipasinya. Semoga kegiatan Econovation ini bisa berlanjut di masa depansehingga lebih banyak lagi innovator muda yang bisa bertemu, bertukar ide, menjadi ekosistem baru, dan saling membantu serta membangun kekuatan bersama untuk membangkitkan ekonomi Indonesia,” tandas Bustar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tiga-inovator-bisnis-terbaik-di-econovation-2021-gerak-kaum-muda-membangkitkan-ekonomi-bangsa/">Tiga Inovator Bisnis Terbaik di Econovation 2021, Gerak Kaum Muda Membangkitkan Ekonomi Bangsa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127406</post-id>	</item>
		<item>
		<title>6 Cara Menghasilkan Uang dari Instagram dengan Mudah</title>
		<link>https://langgam.id/6-cara-menghasilkan-uang-dari-instagram-dengan-mudah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2021 10:35:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=108424</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Selain untuk pamer foto dan video, Instagram juga bisa mencari teman bahkan uang. Untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah dari Instagram diperlukan trik dan strategi khusus. Dalam setiap usaha selalu ada hasil yang setimpal. Karena itu harus konsisten dan juga selalu menikmati prosesnya jika ingin mendapatkan uang dari Instagram. Tidak heran, karena kreativitas dan juga konsistensi para selebgram bisa menghasilkan uang yang fantastis dari sebuah konten. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan uang dari Instagram dilansir dari Tempo.co Personal branding Langkah yang paling awal adalah bangun personal branding di Instagram. Personal branding sendiri adalah impresi tentang akun instagram anda</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/6-cara-menghasilkan-uang-dari-instagram-dengan-mudah/">6 Cara Menghasilkan Uang dari Instagram dengan Mudah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Selain untuk pamer foto dan video, Instagram juga bisa mencari teman bahkan uang. Untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah dari Instagram diperlukan trik dan strategi khusus.</p>
<p>Dalam setiap usaha selalu ada hasil yang setimpal. Karena itu harus konsisten dan juga selalu menikmati prosesnya jika ingin mendapatkan uang dari Instagram. Tidak heran, karena kreativitas dan juga konsistensi para selebgram bisa menghasilkan uang yang fantastis dari sebuah konten.</p>
<p>Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan uang dari Instagram dilansir dari <a href="http://tempo.co">Tempo.co</a></p>
<p><strong>Personal branding</strong><br />
Langkah yang paling awal adalah bangun personal branding di Instagram. Personal branding sendiri adalah impresi tentang akun instagram anda dan ingin menunjukkan apa pada pengikut.</p>
<p><strong>Tata tampilan</strong><br />
Karena Instagram menampilkan visual, maka tampilan galeri pribadi harus yang menarik mata orang lain. Agar banyak menampilkan konten yang menarik maka akan semakin menarik minat pengikut. Rapikan segala konten di galeri, mulai dari foto, video, bio, profil, dan highlight stories. Pilih foto profil terbaik dan respresentasikan personal branding.</p>
<p><strong>Cari pengikut aktif</strong><br />
Saat ini sudah banyak yang menawarkan jasa jual beli penambahan jumlah pengikut. Untuk langkah instan, langkah itu sering diambil oleh para pembuat konten. Namun, justru hal tersebut tidak tepat untuk pemula. Pengikut yang didapat dengan cara tidak organik biasanya pemilik akunnya fiktif.</p>
<p>Biasanya jasa penjual pengikut akan membuat banyak akun palsu untuk mengikuti akun anda. Akun palsu adalah akun tanpa pemilik sehingga mereka tidak aktif. Semakin banyak akun-akun kosong seperti itu justru akan menurunkan performa akun Instagram anda karena mereka hanya akan mengikuti tanpa berinteraksi dengan memberikan komentar atau suka.</p>
<p><strong>Jalin ikatan pengikut</strong><br />
Meskipun pengikut sudah banyak, Instagram akan sepi tanpa adanya interaksi. Oleh karena itu, harus ada keterikatan dengan pengikut yang disebut keterikatan. Untuk itu, selalu aktif dan responsif. Balas segera pesan atau komentar yang masuk, kemudian berikan tanda suka pada unggahan para pengikut.</p>
<p><strong>Konten sponsor</strong><br />
Salah satu cara yang efektif untuk mendapatkan uang dari Instagram dengan berjualan. Jika tidak memiliki barang produksi sendiri, anda bisa menjadi perantara penjualan. Dalam menjual produk, anda nantinya akan diminta untuk mengunggah barang-barang tertentu. Anda akan mendapatkan komisi karena sudah mempromosikan.</p>
<p><strong>Rutin unggah konten</strong><br />
Saat bingung ingin mengunggah konten apa, anda bisa membagikan pengalaman yang dimiliki kepada pengikut atau membahas topik ringan seperti hal terkait isu yang sedang terjadi. Bisa pula bagikan konten berisik tips dan trik. Buatlah konten apapun agar Instagram selalu aktif untuk menarik reaksi pengikut.<strong>(Tempo/Ela)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/6-cara-menghasilkan-uang-dari-instagram-dengan-mudah/">6 Cara Menghasilkan Uang dari Instagram dengan Mudah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108424</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Geliat Bisnis Tanaman Hias di Batusangkar, Omzet Bisa Rp2 Juta per Hari</title>
		<link>https://langgam.id/geliat-bisnis-tanaman-hias-di-batusangkar-omzet-bisa-rp2-juta-per-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2021 06:27:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=96160</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Penjual tanaman hias di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar meraup omzet Rp 2 juta per hari hasil dari jualan berbagai jenis bunga hias miliknya. &#8220;Karena banyak waktu di rumah itulah mulanya merawat dan berkebun bunga. Karena dinilai ada peluang bisnisnya kami mencoba menjadikannya sebagai ladang usaha,&#8221; kata penjual tanaman hias Jonel Eka Putra. Padahal berjualan tanaman hias tersebut baru ditekuni Jonel semenjak beberapa bulan belakangan atau semenjak mewabahnya virus covid-19 di daerah itu. Pandemi menyebabkan semua aktivitas dibatasi sehingga banyak waktu yang dimiliki masyarakat untuk tetap berada di rumah. Ia mengatakan meski awalnya hanya sekedar hobi untuk merawat bunga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/geliat-bisnis-tanaman-hias-di-batusangkar-omzet-bisa-rp2-juta-per-hari/">Geliat Bisnis Tanaman Hias di Batusangkar, Omzet Bisa Rp2 Juta per Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Penjual tanaman hias di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar meraup omzet Rp 2 juta per hari hasil dari jualan berbagai jenis bunga hias miliknya.</p>
<p>&#8220;Karena banyak waktu di rumah itulah mulanya merawat dan berkebun bunga. Karena dinilai ada peluang bisnisnya kami mencoba menjadikannya sebagai ladang usaha,&#8221; kata penjual tanaman hias <a href="https://bisnis.tempo.co/read/1411828/penjual-tanaman-hias-raup-omzet-rp-2-juta-per-hari/full&amp;view=ok">Jonel Eka Putra</a>.</p>
<p>Padahal berjualan tanaman hias tersebut baru ditekuni Jonel semenjak beberapa bulan belakangan atau semenjak mewabahnya virus covid-19 di daerah itu. Pandemi menyebabkan semua aktivitas dibatasi sehingga banyak waktu yang dimiliki masyarakat untuk tetap berada di rumah.</p>
<p>Ia mengatakan meski awalnya hanya sekedar hobi untuk merawat bunga di pekarangan rumah miliknya, kini usaha itu sudah menjadi prioritas utama bagi dia.</p>
<p>Tidak saja jenis tanaman hias, usaha yang dinamai &#8220;Street Golden MJ&#8221; itu juga menyediakan media tanam atau pot serta bibit buah-buahan.</p>
<p><a href="https://langgam.id/sukses-budidaya-cupang-eks-guru-di-padang-raup-penghasilan-rp40-juta-sebulan/"><strong>Baca juga: Sukses Budidaya Cupang, Eks Guru di Padang Raup Penghasilan Rp40 Juta Sebulan</strong></a></p>
<p>&#8220;Kalau jualan utamanya memang tanaman hias, tapi bertahap kami menyediakan bibit buah-buahan. Kendalanya kalau bibit buah ini tidak bisa diangkat dibawa ke sana ke mari dan dimasukkan ke dalam kotak seperti bunga ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menyebut, hingga saat ini tanaman hias miliknya sudah mulai banyak permintaan dari masyarakat, baik yang datang langsung ke lapak miliknya di kawasan lapangan Cindua Mato Batusangkar ataupun permintaan secara online.</p>
<p>Untuk jenis tanaman yang paling banyak pemesanan adalah tanam hias jenis kaladium. Menurut dia, tanaman itu cukup populer dan banyak dicari empat bulan terakhir.</p>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan pasar, dia mendapatkan pasokan bunga jenis itu dari luar daerah seperti Aceh dan Jambi dengan cara online. &#8220;Ya karena banyak permintaan itu kami harus memasok bunga dari daerah lain yang dibeli secara online untuk menutupi kebutuhan permintaan pasar,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara untuk harga jual bunga, ia menjual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung ukuran dan jenis bunga tersebut. Dalam kondisi ramai pembeli biasanya ia bisa meraup omzet hingga Rp 2 juta per hari.<strong>(Tempo/Ela)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/geliat-bisnis-tanaman-hias-di-batusangkar-omzet-bisa-rp2-juta-per-hari/">Geliat Bisnis Tanaman Hias di Batusangkar, Omzet Bisa Rp2 Juta per Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">96160</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Katik Sulaiman, Pak Tua yang Masih Setia Jualan Cendol Keliling di Padang Panjang</title>
		<link>https://langgam.id/katik-sulaiman-pak-tua-yang-masih-setia-jualan-cendol-keliling-di-padang-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2020 07:08:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batipuh]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=70431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Terik yang cukup menyengat di Kota Padang Panjang, suatu siang, tak mengendorkan semangat Katik Sulaiman menjajakan dagangannya es cendol. Bermodalkan sendal jepit, kaki si tua ini terus melangkah mengarak gerobak es cendol keliling kota sejuk itu. Ia hanya berhenti kala ada pembeli yang memanggil. Dengan ramah dan cekatan, ia melayani para pembeli. Pria berumur 83 tahun itu adalah warga Batang Arau, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Beliau menuturkan dirinya telah menjalani profesi sebagai pedagang es cendol keliling sejak dua puluh tahun lalu. Berbagai suka duka telah ia alami dalam berjualan minuman yang menyegarkan, penghilang dahaga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/katik-sulaiman-pak-tua-yang-masih-setia-jualan-cendol-keliling-di-padang-panjang/">Katik Sulaiman, Pak Tua yang Masih Setia Jualan Cendol Keliling di Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Terik yang cukup menyengat di Kota Padang Panjang, suatu siang, tak mengendorkan semangat Katik Sulaiman menjajakan dagangannya es cendol.</p>
<p>Bermodalkan sendal jepit, kaki si tua ini terus melangkah mengarak gerobak es cendol keliling kota sejuk itu. Ia hanya berhenti kala ada pembeli yang memanggil.</p>
<p>Dengan ramah dan cekatan, ia melayani para pembeli. Pria berumur 83 tahun itu adalah warga Batang Arau, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>Beliau menuturkan dirinya telah menjalani profesi sebagai pedagang es cendol keliling sejak dua puluh tahun lalu.</p>
<p>Berbagai suka duka telah ia alami dalam berjualan minuman yang menyegarkan, penghilang dahaga saat cuaca panas tersebut.</p>
<p>&#8220;Dukanya kalau musim hujan jarang laku alias sepi pembeli, kadang modal juga enggak kembali. Sukanya, kalau ada acara hajatan atau kegiatan pemerintah di lapangan, jualan es cendol laris,&#8221; jelas pak tua yang jamak dipanggil Babe.</p>
<p>Rata-rata kalau lagi mujur, mendapat penghasilan kotor Rp150 ribu per hari dengan keuntungan yang ia dapat sekitar Rp50 ribu.</p>
<p>&#8220;Namun kalau pembelinya sedikit, pendapatannya belum bisa menutupi modalnya,&#8221; kata Babe, sebagaimana dicuplik dari rilis <em>Kominfo Padang Panjang</em>.</p>
<p>Kondisi demikian adalah hal biasa yang sering dialaminya. Meski begitu, tak terpatri keluhan dari dirinya, malah senyuman selalu mengambang di wajahnya.</p>
<p>Radius berdagang keliling setiap harinya sekitar lima kilometer dari tempat tinggalnya yaitu perbatasan Tanah Datar, Depan RSUD, Simpang Serambi Mekkah.</p>
<p>Meski sudah di usia senja, Babe tidak pantang menyerah. Ia tetap berjualan meski terkadang merasa lelah di tengah jalan.</p>
<p>Bagi Babe, selagi masih sanggup dia akan terus berusaha. Karena dalam hidupnya, tidak ada kata menyerah. Babe percaya bahwa Allah telah mengatur rezki setiap hamba. <strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/katik-sulaiman-pak-tua-yang-masih-setia-jualan-cendol-keliling-di-padang-panjang/">Katik Sulaiman, Pak Tua yang Masih Setia Jualan Cendol Keliling di Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70431</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banang Sahalai, Merajut Kehidupan di Masa Pandemi</title>
		<link>https://langgam.id/banang-sahalai-merajut-kehidupan-di-masa-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2020 05:25:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=69833</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tak begitu jauh dari Pasar Pagi Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, di sebuah gazebo rumah kontrakan, jemari Restu Liani Gusnely, begitu cekatan merajut helai demi helai benang. Suatu siang bermandikan air hujan itu, Restu tengah membuat tas rajutan macaron. Di tengah jari jemarinya menari mengebat benang rajut berjenis yarn dengan bantuan jarum, kelompokan perempuan yang terbilang muda, menghampiri kediaman Restu. Mereka langsung menuju ke gazebo, di mana Restu tengah mengerjakan tas rajutan. Tampaknya mereka sudah begitu akrab, suasana langsung cair begitu saja. Dan memang onggokan benang rajut yang tergeletak di lantai gazebo serta jarum yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/banang-sahalai-merajut-kehidupan-di-masa-pandemi/">Banang Sahalai, Merajut Kehidupan di Masa Pandemi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Tak begitu jauh dari Pasar Pagi Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, di sebuah gazebo rumah kontrakan, jemari Restu Liani Gusnely, begitu cekatan merajut helai demi helai benang. Suatu siang bermandikan air hujan itu, Restu tengah membuat tas rajutan <em>macaron</em>.</p>
<p>Di tengah jari jemarinya menari mengebat benang rajut berjenis <em>yarn</em> dengan bantuan jarum, kelompokan perempuan yang terbilang muda, menghampiri kediaman Restu. Mereka langsung menuju ke gazebo, di mana Restu tengah mengerjakan tas rajutan.</p>
<p>Tampaknya mereka sudah begitu akrab, suasana langsung cair begitu saja. Dan memang onggokan benang rajut yang tergeletak di lantai gazebo serta jarum yang di sisinya, langsung diambil mereka.</p>
<p>Sebelum mereka memulai merajutnya, Restu memberi pengarahan. Menjelaskan pola dan teknis pengerjaannya.</p>
<p>Perempuan muda yang dating ke rumah Restu ini adalah anggota komunitas Banang Sahalai yang digagas oleh Restu, dan dibantu oleh sang suami, Rahman A. Syasli.</p>
<p>Restu mengatakan, awal mula Banang Sahalai ini didirikan, karena hobi yang dilakukan di rumah dengan kegiatan merajut, menghasilkan beberapa produk.</p>
<p>Setelah menghasilkan beberapa produk tersebut, dia mengaku sangat ingin rasanya berbagi ilmu dengan teman-teman teutama kepada ibuk-ibuk yang di rumah yang tak ada kegiatan atau ibu rumah tangga.</p>
<p>“Jadi akhirnya saya informasikan kepada teman-teman untuk ibu-ibu sekitar rumah awalnya itu ada dua sampai tiga orang, karena awalnya itu menggunakan benang kecil dan penyelesaiannya agak lama akhirnya saya rubah ke menggunakan benang tian yang sekarang kita utamakan di banang sahalai. Tenyata dalam waktu satu bulan anggota yang terkumpul sudah banyak akhirnya kita sepakati untuk membentuk nama dari komunitas ini menjadi Banang Sahalai,” bebernya.</p>
<p>Komunitas Banang Sahalai resmi terbentuk pada 21 september 2019. Komunitas ini terbentuk berdasarkan kesepakatan 9 orang teman yang belajar merajut kepada Restu sebelumnya.</p>
<p>“Yang sekarang 9 orang terlibat dalam pembentukan, juga terlibat dalam kepengurusan Komunitas Banang Sahalai,” ungkap Restu.</p>
<p>Komunitas Banang Sahalai punya filosofi bagaimana sehelai benang yang menggulung itu, bisa dirajut sebuah hasil karya bernilai tinggi yang bisa punya nilai jual dan bisa menjadi sebuah penghasilan utama bagi ibu-ibu rumah tangga.</p>
<p>Menyambung cita-cita untuk menebar ilmu merajut secara gratis, Restu dan kawan-kawan mulai membuat jadwal belajar setiap Selasa &amp; Sabtu dengan menginformasikan kepada semua orang di sekitar (rumah Restu) secara luring (<em>offline</em>), dan secara daring (<em>online</em>) dengan memposting semua info.</p>
<p>“Dan hasil karya disebar melalui Instagram Banang Sahalai dan sosmed setiap anggota/pengurus,” tukasnya.</p>
<p>Restu menambahkan, bagi yang di luar Kota Padang juga bisa tetap ikut bergabung untuk belajar merajut gratis melalui grup WA.</p>
<p>“Banang Sahalai juga sudah mempunyai kanal <em>YouTube</em> untuk bisa berbagi ilmu rajutan (tutorial) rajutan agar bisa bermanfaat bagi teman-teman jika memang masih terkendala dengan belajar tatap muka,” tandas Restu.</p>
<p>Dia mengatakan, sejak dibuka pelatihan belajar merajut gratis, kini telah terkumpul anggota sebanyak 37 orang. Dan sekarang juga telah membuka cabang kelompok belajar merajut gratis di kelurahan Anduriang di bawah pimpinan mentor dari pengurus Banang Sahalai.</p>
<p>Untuk kelompok belajar merajut gratis cabang Anduriang diresmikan langsung oleh Lurah Anduriang Ricky January Alexander. Kini sudah ada 30 orang anggota merajut di sana.</p>
<p>Untuk ke depannya, bilang Restu, Banang Sahalai juga akan membuka kelompok belajar merajut gratis di beberapa wilayah di Kota Padang.</p>
<p>“Ini agar semua perempuan terutama ibu-ibu rumah tangga tetap produktif dan mempunyai penghasilan sendiri meski mereka hanya di rumah saja,” kata Restu.</p>
<p><strong>Berani Keluar dari Perusahaan Mapan</strong></p>
<p>Jalan Raya Tunggul Hitam yang menyambungkan Jalan Prof. Buya Hamka, jalan utama di Kota Padang, menuju Dadok Tunggul Hitam, sebuah kedai Rajutan Qanata berdiri. Lokasinya sekitar 1 km dari rumah Restu.</p>
<p>Sehari-hari Restu ada di sini. Kedai ini didirikan seiring dengan karya-karya yang ia lahirkan, dan menjadi tempat pemasaran bagi komunitas Banang Sahalai juga.</p>
<p>Di kedai itu, deretan benang terpajang rapi, begitu juga dengan karya rajutan seperti tas, dompet, bahkan sepatu dan sandal.</p>
<p>Restu memulai semuanya di tahun 2015, tatkala ia memutuskan keluar dari perusahaan terbilang mapan, bermain di arena konstruksi.</p>
<p>Ia berani keluar dari perusahaan konstruksi dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Sejak itu, ia mulai belajar merajut.</p>
<p>“Saya mulai belajar merajut ketika saya menjadi ibu rumah tangga setelah resign dari sebuah perusahaan konstruksi pada Januari 2015,” bilang Restu.</p>
<p>Hasil karya rajutan pertamanya adalah dompet rajutan dengan benang jenis poly. Kemudian beberapa minggu kemudian, setalah melihat postingan guru SMA-nya dulu, Restu pun membuat sepatu cover rajutan.</p>
<p>Untuk memperkaya kemahirannya dalam dunia rajut merajut benang, Restu belajar secara otodidak, meluangkan waktu belajar dari tutorial orang luar negeri yang beredar di Youtube.</p>
<p>Dia menyadari, pola dan teknis merajut harus terus dikembangkan, dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya adalah penting. Di lain hal, ia menyadari keterbatasan anggota untuk belajar dari tutorial yang bukan bahasa Indonesia.</p>
<p>“Saya belajar sendiri kesulitan dari teman-teman belajar secara online di youtube-youtube lain itu karena kebanyakan untuk benang tian ini informasinya kebanyakan tutorial dari orang-orang luar negeri dengan bahasanya yang kurang dimengerti. Jadi saya coba pahami kemudian setelah saya bisa pahami saya bikin pola, baru saya berbagi ke teman-teman yang ada di komunitas ,” tandasnya.</p>
<p>“Saya penasaran ingin mencoba dan Alhamdulillah Saya bisa belajar membuat sendiri serta berkreasi dengan pola, paduan warna dan model Sepatu rajutan, mulai dari Sepatu rajutan anak, hingga dewasa baik wanita maupun sepatu dewasa pria. Alhamdulillah rajutan sepatu berjalan hingga saat sekarang telah menghasilkan orderan lebih dari 250 pcs,” papar Restu</p>
<p>Kemudian bulan Agustus 2017, Restu mengajak teman-teman wali murid di sekolah Paud anaknya untuk belajar merajut. Namun dikarenakan saat itu masih menggunakan benang kecil (sejenis poly), hanya beberapa dari mereka yang bertahan untuk merajut.</p>
<p>Dan saat awal tahun 2019, ia mengenalkan kepada teman-teman untuk menggunakan benang besar sejenis tyarn (benang kaos). Dengan menggunakan benang tersebut, bisa lebih cepat menyelesaikan hasil rajutan.</p>
<p>Sementara bagi pemula, tidak gampang putus asa dalam belajar menggunakan benang tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/banang-sahalai-merajut-kehidupan-di-masa-pandemi/">Banang Sahalai, Merajut Kehidupan di Masa Pandemi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69833</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UMKM Roti Srimadona di Simpang Apar, Berusaha Bertahan di Tengah Pandemi</title>
		<link>https://langgam.id/umkm-roti-srimadona-di-simpang-apar-berusaha-bertahan-di-tengah-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2020 02:20:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=67332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) menghadapi berbagai masalah di masa pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya, penurunan angka penjualan yang juga disebabkan rendahnya daya beli masyarakat karena pandemi ini. Kondisi pandemi ini, rupanya tak mempengaruhi pabrik roti Srimadona yang berlamat di Simpang Apar, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Provinsi Sunbar. Dalam sebulan, pemilik pabrik roti bernama Amrizal itu bisa memproduksi sekitar 100.000 buah roti. &#8220;Alhamdulillah, usaha roti kami tetap bertahan. Omset penjualan sebulan sekitar Rp50 juta,&#8221; kata Amrizal yang merupakan pelaku UMKM binaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Jumat (2/10/2020). Amrizal menuturkan bahwa usaha roti</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/umkm-roti-srimadona-di-simpang-apar-berusaha-bertahan-di-tengah-pandemi/">UMKM Roti Srimadona di Simpang Apar, Berusaha Bertahan di Tengah Pandemi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) menghadapi berbagai masalah di masa pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya, penurunan angka penjualan yang juga disebabkan rendahnya daya beli masyarakat karena pandemi ini.</p>
<p>Kondisi pandemi ini, rupanya tak mempengaruhi pabrik roti Srimadona yang berlamat di Simpang Apar, Pariaman Utara, Kota Pariaman, Provinsi Sunbar. Dalam sebulan, pemilik pabrik roti bernama Amrizal itu bisa memproduksi sekitar 100.000 buah roti.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, usaha roti kami tetap bertahan. Omset penjualan sebulan sekitar Rp50 juta,&#8221; kata Amrizal yang merupakan pelaku UMKM binaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Jumat (2/10/2020).</p>
<p>Amrizal menuturkan bahwa usaha roti Srimadona ini memproduksi aneka roti malabar yang terdiri dari lima varian rasa, yaitu malabar mentega, malabar coklat, malabar kelapa, malabar stroberi dan malabar nenas. Kemudian, juga ada roti kering.</p>
<p>Dalam sehari, kata dia, sebanyak 5.000 roti diproduksi dari dapur roti Srimadona. Untuk satu roti, dijual seharga Rp750. Dan tentunya, dengan produksi yang begitu besar, Ia pun dapat membantu sanak saudara dan masyarakat sekitar untuk bekerja membuat roti di pabrik roti Srimadona.</p>
<p>&#8220;Saat ini ada 6 orang karyawan saya. Karyawan sayamini masih keluarga saya, dan mereka selain membantu saya memproduksi roti, juga ikut membantu pemasaran roti. Pasar roti Srimadona ini tidak hanya di Kota Pariaman , tapi juga di sekitar Padang Pariaman dan Lubuk Basung,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Usaha roti Srimadona ini dimulai pada tahun 1975 dan didirikan oleh Akirman (90) dan Nusiar (almh) yang merupakan orangtua Amrizal. Sejak tahun1988, usaha roti Srimadona kemudian dikelola oleh Amrizal, yang merupakan anak pertama dari 12 bersaudara.</p>
<p>Sebelum mengelola usaha roti Srimadona, Amrizal menyebut bahwa dirinya punya usaha bengkel sepeda motor. Namun karena amanat orangtua untuk mempercayakan dirinya melanjutkan usaha roti Srimadona, Ia pun menjalankan amanat tersebut.</p>
<p>Meski begitu, tidak mudah untuk mengembangkan usaha roti Srimadona. Bahkan, pada era reformasi tahun 1998, usaha roti Srimadona bangkrut karena krisis moneter yang berdampak kepada melonjaknya harga bahan baku seperti tepung yang mencapai lebih dari 100 persen, sementara harga roti di pasaran tidak naik.</p>
<p>Tidak hanya bangkrut, Amrizal juga mengatakan dampak dari krisis moneter tersebut, Ia lun terpaksa menutup usaha roti Srimadona. Usaha roti Srimadona baru kembali dibuka pada 2008, setelah ekonomi mulai stabil pasca-reformasi. &#8220;Selama 10 tahun Srimadona tutup, saya fokus ke usaha bengkel sepeda motor,&#8221; bebernya.</p>
<p>&#8220;Jadi, di samping saya meneruskan usaha orangtua saya, saya tetap pengelola bengkel. Karena itu merupakan usaha yang saya rintis sejak nol. Alhamdulillah, sampai sekarang bengkel sepeda motor saya yang berada di Simpang Apar itu masih eksis,&#8221; imbuh pria 60 tahun tersebut.</p>
<p><strong>UMKM Binaan CSR Semen Padang</strong></p>
<p>Sebelum dilanda badai krisis moneter, Amrizal mengatakan bahwa usaha roti Srimadona cukup berkembang. Bahkan dalam sehari, pabrik roti Srimadona bisa memproduksi sekitar 2000 roti. Perkembangan usaha roti itu tidak terlepas dari dukungan CSR PT Semen Padang yang memberikan pinjaman modal usaha sebesar Rp6,5 juta pada tahun 1996.</p>
<p>Uang sebesar Rp6,5 juta yang nilainya cukup besar ketika itu, dimanfaatkan untuk memperbesar tungku pembakaran roti, seiring meningkatnya permintaan roti di pasaran.</p>
<p>Namun sayang, belum sampai dua tahun menjadi binaan CSR Semen Padang, krisis moneter melanda usahanya.</p>
<p>&#8220;Saya kesulitan membayar cicilan pinjaman ke CSR Semen Padang. Cicilan baru saya lunasi pada awal tahun 2000-an. Setelah pabrik roti Srimadona kembali dibuka pada 2008, saya pun harus berjuang keras untuk membuat usaha roti Srimadona kembali eksist seperti sebelumnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Perlahan-lahan namun pasti, pabrik roti Srimadona milik ayah enam orang anak itu kembali bangkit. Pada tahun 2013, Amrizal kembali mengajukan pinjaman ke CSR Semen Padang sebesar Rp30 juta. Permohonan pinjamannya disetujui dan dimanfaatkan unuk membeli bahan baku dan kebutuhan pabrik roti Srimadona.</p>
<p>&#8220;Terhitung sejak 1996 hingga sekarang, sudah empat kali saya dapat pinjaman modal usaha dari Semen Padang. Terakhir tahun 2018, saya dapat pinjaman modal sebesar Rp70 juta. Alhamdulillah, saya bersyukur sekali bisa menjadi bagian dari UMKM binaan CSR Semen Padang,&#8221; ungkap suami dari Nursida (60) itu.</p>
<p>Sejak menjadi UMKM binaan CSR Semen Padang, tambah Amrizal, tidak hanya pinjaman modal usaha yang didapat, tapi dirinya juga mendapat pembekalan tentang pengelolaan manajemen usaha, termasuk manajemen keuangan. Dan berkat dari pembekalan tersebut, kemajuan usahanya sejalan dengan peningkatan asetnya.</p>
<p>&#8220;Alhamdullah, berkat jadi binaan CSR Semen Padang, usaha saya berkembang. Bahkan, saya sudah punya aset berupa dua bidang tanah di kawasan Simpang Apar dan Tanjung Saba, Kota Pariaman. Kemudian di samping itu, saya juga berhasil menyekolahkan semua anak saya sampai sarjana,&#8221; pungkas Amrizal. <strong>(r/HFS)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/umkm-roti-srimadona-di-simpang-apar-berusaha-bertahan-di-tengah-pandemi/">UMKM Roti Srimadona di Simpang Apar, Berusaha Bertahan di Tengah Pandemi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">67332</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Sukses Pemilik Konveksi Tas Baceno, Berkali-kali Gagal Hingga Punya Aset di Mana-mana</title>
		<link>https://langgam.id/kisah-sukses-pemilik-konveksi-tas-baceno-berkali-kali-gagal-hingga-punya-aset-di-mana-mana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2020 15:31:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=67066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; &#8220;Kegagalan adalah keberhasilan tertunda&#8221;. Pribahasa itulah yang pas disematkan kepada Anasrizal, pemilik usaha konveksi tas Baceno, hingga bisa sukses seperti sekarang. Dengan modal usaha dari tabungan sebesar Rp175.000, hingga dibantu pinjaman lunak lewat program kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang sukses melakoni usaha konveksi tas di Kota Padang. Meski berulang kali gagal memajukan usaha konveksinya, namun pria asal Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat itu tak kenal kata menyerah. Kini, pemilik usaha konveksi dengan nama Tas Baceno itu, telah memiliki aset hingga mencapai miliaran rupiah yang terdiri dari sejumlah bidang tanah dan bangunan, termasuk sejumlah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kisah-sukses-pemilik-konveksi-tas-baceno-berkali-kali-gagal-hingga-punya-aset-di-mana-mana/">Kisah Sukses Pemilik Konveksi Tas Baceno, Berkali-kali Gagal Hingga Punya Aset di Mana-mana</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; &#8220;Kegagalan adalah keberhasilan tertunda&#8221;. Pribahasa itulah yang pas disematkan kepada Anasrizal, pemilik usaha konveksi tas Baceno, hingga bisa sukses seperti sekarang.</p>
<p>Dengan modal usaha dari tabungan sebesar Rp175.000, hingga dibantu pinjaman lunak lewat program kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang sukses melakoni usaha konveksi tas di Kota Padang.</p>
<p>Meski berulang kali gagal memajukan usaha konveksinya, namun pria asal Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat itu tak kenal kata menyerah. Kini, pemilik usaha konveksi dengan nama Tas Baceno itu, telah memiliki aset hingga mencapai miliaran rupiah yang terdiri dari sejumlah bidang tanah dan bangunan, termasuk sejumlah tempat usaha.</p>
<p>&#8220;Semua aset saya itu merupakan buah dari kerja keras saya selama 32 tahun. Tak mudah untuk mendapatkannya, berbagai cobaan saya lalui. Jatuh bangun saya memulai usaha konveksi tas ini,&#8221; kata Anasrizal ketika ditemui di tempat usaha konveksinya, Jalan Ir. H. Juanda No. 51 Padang, Rabu (30/9/2020) lalu.</p>
<p><strong>Jatuh Bangun Kembangkan Usaha</strong></p>
<p>Sebelum menjadi pengusaha yang terbilang cukup sukses di bidang konveksi, suami dari Yusni Mardalena (57) itu sempat bekerja dengan kakak kandungnya yang juga pengusaha konveksi di kawasan Ulak Karang selama 10 tahun, yaitu sejak 1978-1988.</p>
<p>Waktu satu dekade bekerja menjadi anak buah dari saudaranya sendiri, kemampuan Anasrizal membuat tas kian terasah, hingga akhirnya di penghujung 1989, timbulah keinginan untuk merintis usaha konveksi sendiri.</p>
<p>&#8220;Keinginan itu juga didorong oleh sang kakak yang menjadi inspirasi bagi dirinya untuk maju dan mandiri, termasuk istri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain dorongan dari sang kakak dan istri, keinginan untuk mandiri juga tak lepas dari semakin tingginya kebutuhan ekonomi, apalagi ketika itu dirinya sudah berkeluarga dan punya tiga orang anak. Tentunya, Ia pun membutuhkan pendapatan yang lebih. Untuk itu, ia pun mulai menyisihkan pendapatannya sedikit demi sedikit hingga akhirnya di pertengahan 1990, tabungannya pun mencapai Rp175.000.</p>
<p>Uang sebesar itu, kata Anasrizal, nilainya cukup besar ketika itu dan cukup untuk memulai usaha konveksi dengan skala kecil. Dia pun kemudian menyewa sepetak rumah di Jalan Bahari, Kampuang Tangah, Ulak Karang, yang dijadikan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat usaha konveksi. Selain uang tersebut digunakan untuk menyewa rumah kontrakan, sebagian uang itu juga dipergunakan untuk membeli bahan baku pembuatan tas seperti terpal.</p>
<p>&#8220;Untuk mesin jahit ketika itu saya sudah punya. Saya beli ketika masih bekerja di tempat konveksi kakak saya. Untuk tipe mesinnya masih &#8220;dangdut&#8221;, yaitu digerakkan dengan menggoyangkan kaki,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Meski sudah memproduksi tas sendiri, ternyata tak mudah untuk memasarkannya. Bahkan ketika dijual ke Pasar Raya Padang, tak satu pun ada toko tas yang berminat. Berbagai alasan secara halus, diungkapkan pemilik toko untuk menolak tas yang diproduksinya. &#8220;Pemilik toko gak mau beli tas saya. Katanya sudah punya langganan konveksi,&#8221; ujar Anasrizal.</p>
<p>Kendati semua toko tas menolak, Anasrizal tak langsung menyerah. Saban hari Ia pun terus mendatangi satu persatu toko tas yang ada di kawasan Pasar Raya Padang. Namun sayangnya, hasilnya di luar dugaan. Semua toko menolak membeli tas yang Ia produksi, termasuk beberapa toko langganan kakaknya.</p>
<p>Keesokan harinya, Anasrizal pun kembali mendatangi beberapa toko tas di Pasar Raya Padang. Salah satunya, toko tas di Pasar Fase VII yang berada di kompleks pertokoan Padang Teater. Kedatangannya kala itu, katanya mengenang, penuh dengan harapan, apalagi saat itu Ia butuh uang untuk biaya makan keluarga.</p>
<p>&#8220;Karena butuh biaya untuk makan, saya tawarkan dengan harga murah, satu lusin itu Rp50.000 dan ada lima lusin yang saya punya. Pemilik toko berminat. Dari Rp50.000 per lusin itu, saya hanya dapat Rp2.000 saja untuk satu tas. Itu hanya upah dan bukan untung,&#8221; kata bapak tujuh orang anak itu mengenang.</p>
<p>Setelah semua tas habis dijual, dia pun pulang ke rumah dengan langkah penuh lunglai. Sepanjang perjalanan dari pasar ke rumah, Ia pun terus merenung nasib yang tak kunjung berubah, meskipun sudah memulai usaha konveksi sendiri.</p>
<p>Setiba di rumah, Ia pun mengatakan kepada istrinya untuk kembali bekerja di tempat usaha konveksi kakaknya, karena merintis usaha sendiri itu sangat susah dan butuh perjuangan yang begitu sulit dilalui. Namun istrinya menolak dan meminta dirinya untuk terus lebih berusaha lagi.</p>
<p>Tak hanya itu, bahkan istrinya juga marah mendengar adanya keinginan untuk kembali menjadi anak buah di tempat konveksi, meskipun konveksi tersebut milik kakaknya. &#8220;Mendengar saya ingin kembali jadi anak buah kakak saya, Istri saya marah dan bilang &#8220;Bapak harus semangat, karena anak-anak sudah mulai besar. Kita harus bangkit Pak. Biaya kebutuhan besar dan kita harus maju Pak&#8221;</p>
<p>&#8220;Mendengar apa yang disampaikan istri saya, saya pun kembali bangkit, apalagi ketika itu istri saya juga ikut membantu mencarikan langganan tas di Pasar Raya Padang,&#8221; bebernya.</p>
<p>Usaha istri mencari langganan pun membuahkan hasil. Usaha konveksinya pun perlahan-lahan mulai bangkit. Meski tak berkembang, tapi sebagian dari hasil usaha tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Namun di pertengahan 1989, usaha yang baru mulai bangkit itu kembali diterpa persoalan pendapatan yang tak sesuai dengan kebutuhan, hingga akhirnya Anasrizal pun terpaksa menjadi pelaku usaha konveksi musiman.</p>
<p>&#8220;Maksudnya, saya buat tas hanya ketika tahun ajaran baru sekolah. Di luar itu, saya kembali bekerja dengan kakak saya. Maklum, ketika itu saya masih gamang untuk mandiri, meskipun istri sudah memotivasi dan juga ikut membantu saya untuk mencari toko tas langganan yang menampung tas yang saya produksi. Istri pun ketika itu juga mengerti kenapa saya kembali bekerja dengan kakak saya,&#8221; ucap Anasrizal.</p>
<p>Sebelum usaha konveksinya besar seperti sekarang ini, Anasrizal pun mengatakan bahwa dia sudah empat kali jatuh bangun. Penyebabnya, selain tidak punya modal yang cukup besar, persaingan pasar ketika itu juga sulit. Bahkan tak mudah untuk meraih simpati pemilik toko yang mau menampung tas yang diproduksi.</p>
<p>&#8220;Saya rasa tak hanya saya yang mengalami hal seperti itu, pelaku usaha lainnya juga demikian. Namun saya terus sabar dan tak mau menyerah,&#8221; katanya. Merasa tak ada kemajuan, akhir 1997 ia pun pindah ke Jalan Veteran. Aura usaha pun mulai bersinar di tempat yang baru. Bahkan, satu persatu pelanggan pun didapat.</p>
<p>Kendati begitu, keuntungan yang didapat hanya cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari, dan belum bisa digunakan untuk menambah modal usaha. Tak sampai satu tahun lamanya di tempat yang baru, tawaran dari sebuah distributor tas di Pasar Raya Padang pun datang dan mereka siap mendukung semua kebutuhan bahan baku untuk membuat tas, asalkan semua tas yang diproduksi harus dijual kepada distributor tersebut.</p>
<p>Tawaran tersebut dengan senang hati langsung diterima Anasrizal. &#8220;Tapi untungnya kecil, karena semua kebutuhan seperti bahan baku untuk tas itu harganya naik 5 persen untuk 1 bulan. Meski begitu, saya gak pikir panjang menerima tawaran tersebut. Namanya merintis harus seperti itu,&#8221; bebernya.</p>
<p><strong>Jadi Binaan Semen Padang</strong></p>
<p>Usaha Anasrizal untuk merintis konveksi tas terus menampakkan hasil. Bahkan, Ia pun terus intens mencari pinjaman modal usaha kepada berbagai bank. Namun karena prosesnya cukup rumit, keinginan untuk mendapatkan pinjaman dari bank gagal, hingga akhirnya di tahun 2003, dirinya mendapat informasi adanya pinjaman lunak dari Semen Padang.</p>
<p>Namun ketika itu, Ia pun tidak tahu bagaimana carannya, dan gak tahu kemana dan kepada siapa bertanya tentang pinjaman lunak dari Semen Padang tersebut. Bahkan beberapa pelaku usaha yang mengaku mendapat pinjaman modal dari Semen Padang, juga enggan menunjukkan bagaimana proses peminjamannya. &#8220;Begitulah sulitnya, minta tunjuk ajar pun orang tak mau ketika itu,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Meski tak ada yang mau memberitahu, yang namanya rezeki sudah ada yang mengatur. Di awal tahun 2004, Anasrizal bertemu denan seorang karyawan PT Semen Padang yang sudah pensiun beberapa tahun lalu. Namanya Syafrizal, dan dia merupakan teman sekolah adiknya.</p>
<p>&#8220;Saya bertemu Syafrizal saat dia hendak makan siang di rumah makan samping tempat usaha saya ini. Kemudian saya disapanya dan diajak makan. Saya menolak ketika itu. Setelah usai makan, didatangi saya dan ngobrol-ngobrol. Awalnya saya lupa dengan Safrizal, tapi setelah disebut dia teman adik saya Aziz, saya jadi ingat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Anasrizal kemudian menanyakan kepada Syafrizal kerjanya di mana. Kemudian dia jawab di Semen Padang, sehingga dirinya langsung menanyakan soal program pinjaman lunak di Semen Padang. Gayung pun bersambut, ternyata Syafrizal merupakan orang yang tepat di saat dirinya sedang membutuhkan bantuan pinjaman lunak untuk memodali usahanya.</p>
<p>&#8220;Pinjaman lunak di Semen Padang itu ternyata bagian dari pekerjaan Syafrizal. Dengan senang hati, Syafrizal langsung membantu saya, termasuk membantu membuatkan surat permohonan pinjaman modal usaha ke Semen Padang,&#8221; katanya.</p>
<p>Sejak 2004 hingga sekarang, sudah lima kali Anasrizal mendapatkan pinjaman modal usaha dari CSR Semen Padang. Pada pinjaman pertama tahun 2004, yaitu sebesar Rp7 juta dengan lama cicilannya 2 tahun. Semua pinjaman itu dimanfaatkannya untuk beli bahan tas. Begitu modal usaha sudah ada, hubungan Anasrizal dengan distributor tas di Pasar Raya pun juga berakhir.</p>
<p>Namun di balik itu, pesanan pembuatan tas untuk seminar dari berbagai instansi pun mulai meningkat dan sejalan dengan pendapatannya, sehingga tak butuh waktu 2 tahun bagi Anasrizal untuk melunasi pinjaman ke CSR Semen Padang.</p>
<p>&#8220;Hanya dalam waktu 19 bulan saya bisa melunasinya. Begitu lunas, saya pun kembali mengajukan pinjaman untuk periode kedua dengan besar modal yang dipinjaman CSR Semen Padang lebih dari dua kali lipat dengan pinjaman pertama, yaitu sebesar Rp15 juta. Kata pihak CSR Semen Padang ketika itu, saya bisa dapat pinjaman modal Rp15 juta, karena grafik usaha saya cukup bagus. Saya pun senang ketika itu,&#8221; bebernya.</p>
<p>Seiring pendapatan meningkat dan bertambahnya jumlah pinjaman, usahanya kian berkembang dan pesanan dari berbagai intansi dan toko tas pun juga meningkat. Bahkan, ketika itu Ia pun sudah bisa mempekerjakan tiga orang karyawan dengan keuntungan bersih Rp3 juta sebulan.</p>
<p>Padahal sebelum dapat pinjaman dari CSR semen Padang, rata-rata keuntungan hanya cukup untuk makan, yaitu di kisaran Rp1,5 juta per bulan. Tak puas dengan perkembangan usahanya yang terus menanjak, Anasrizal kemudian kembali mengajukan pinjaman ke CSR Semen Padang untuk ketiga kalinya.</p>
<p>Pada pinjaman ke tiga tersebut, jumlahnya mencapai Rp30 juta. Setelah lunas, Ia pun kembali mengajukan pinjaman sebesar Rp40 juta, dan Rp50 juta untuk tahap kelima. Uang dari pinjaman itu dibelikannya ke mesin jahit sebanyak tiga unit dengan merek Brader dan Tipical yang merupakan mesin jahit kualitas bagus. Sedangkan sisanya, digunakan untuk membeli bahan tas.</p>
<p>&#8220;Semua pinjaman saya gunakan untuk mengembangkan usaha. Bahkan tak ada satu persen pun yang digunakan untuk biaya makan,&#8221; bebernya. Sering bertambahnya pinjaman, jumlah pekerja pun juga ikut bertambah. Bahkan saat ini jumlah tenaga kerja di konveski milik Anasrizal itu berjumlah 10 orang.</p>
<p>Semua pekerjanya merupakan orang kampungnya di Sungai Limau. Untuk pendapatan bersih dari usaha konveksi ini, rata-rata Rp10 juta per bulan. &#8220;Alhamdulillah, berkat usaha konveksi ini saya pun juga bisa memberikan pendidikan yang tinggi untuk anak-anak saya,&#8221; bebernya.</p>
<p><strong>Ekspansi ke Kuliner</strong></p>
<p>Tinggal dan berusaha di Jalan Veteran yang merupakan jalur lintas yang cukup padat, ternyata menjadi peluang bagi Anasrizal dan keluarganya untuk terus maju dan berkembang. Bahkan seiring perkembangnya usaha konveksi Tas Baceno, Ia pun perlahan-lahan namun pasti, juga melakukan ekspansi ke usaha lainnya, yaitu kuliner.</p>
<p>Bahkan, saat ini Anasrizal sudah punya rumah makan Mak Yuih yang lokasinya berada di samping kiri tempat usaha konveksi Tas Baceno. &#8220;Rumah makan itu dikelola oleh istri dan anak saya. Semua karyawan di Rumah Makan Mak Yuih juga orang kampung saya,&#8221; ungkap Anasrizal.</p>
<p><strong>Bertahan di tengan pandemi</strong></p>
<p>Di tengah pandemi saat ini, usaha konveksi Tas baceno, Anasrizal memang tak begitu mulus, namun untuk bisa tetap survive, Ia pun terpaksa merumahkan beberapa orang karyawannya. Namun begitu pandemi ini berakhir, Ia pun akan kembali mempekerjakan karyawan yang telah dirumahkan tersebut.</p>
<p>&#8220;Selama ini, konveksi Tas Baceno hanya melayani pesanan instansi, seperti tas untuk seminar, pertemuan dan lainnya. jadi karena pandemi, hampir semua intansi tidak ada lagi mengadakan seminar, dan tentunya berdampak kepada usaha saya. Makanya untuk sementara, karyawan saya rumah kan dulu,&#8221; katanya.</p>
<p>Namun begitu, Ia masih bersyukur, karena masih ada usaha rumah makan yang bisa menopang kebutuhannya sekeluarga. &#8220;Rumah Makan Mak Yuih ini siag hingga sore saya manfaatkan untuk jualan nasi, malamnya saya manfaatkan untuk jual lontong malam. Ini dilakukan, agar ekonomi saya tetap survive di tengah pandemi saat ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, istri Anasrizal bernama Yusni Mardalena, menyebut selain rumah makan, Ia pun juga mempunyai sejumlah aset berupa satu unit rumah di Muaro Kasang, dan satu bidang tanah di Jalan Bypass Pariaman dan di Ketaping. Untuk luas bidang tanah tersebut, masing-masing 300 meter persegi.</p>
<p>&#8220;Apa yang ada saat ini merupakan buah dari kerja keras suami saya yang selama tiga dekade, terus berusaha untuk maju dan berkembang. Dan tentu semuanya itu juga dibarengi dengan doa kepada Allah SWT. Alhamdulillah, doa yang kami panjatkan kepada Yang maha Kuasa itu dijabahNya. Alhamdulillah,&#8221; kata Yusni.<strong>(rls/HFS)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kisah-sukses-pemilik-konveksi-tas-baceno-berkali-kali-gagal-hingga-punya-aset-di-mana-mana/">Kisah Sukses Pemilik Konveksi Tas Baceno, Berkali-kali Gagal Hingga Punya Aset di Mana-mana</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">67066</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 25/88 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 2/4 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-15 15:32:07 by W3 Total Cache
-->