<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Usmar Ismail Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/usmar-ismail/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/usmar-ismail/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Apr 2025 09:38:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Usmar Ismail Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/usmar-ismail/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Pahlawan Nasional Usmar Ismail Diabadikan Jadi Nama Jalan di Bukittinggi</title>
		<link>https://langgam.id/pahlawan-nasional-usmar-ismail-diabadikan-jadi-nama-jalan-di-bukittinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2025 09:38:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=225791</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kota Bukittinggi resmi mengabadikan nama Haji Usmar Ismail sebagai nama jalan di pusat kota, kemarin. Peresmian itu dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Selain itu juga ada rangkaian acara yang menampilkan pertunjukan budaya Minangkabau. Usmar Ismail, yang lahir di Bukittinggi pada 20 Maret 1921, dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia dan telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2021. Penamaan jalan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya terhadap dunia seni dan budaya Indonesia. “Bagi kami pribadi dan masyarakat Bukittinggi, sosok Usmar Ismail yang berasal dari keluarga terdidik dan memiliki ragam talenta, patut menjadi teladan bagi generasi muda. Ini</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pahlawan-nasional-usmar-ismail-diabadikan-jadi-nama-jalan-di-bukittinggi/">Pahlawan Nasional Usmar Ismail Diabadikan Jadi Nama Jalan di Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kota Bukittinggi resmi mengabadikan nama Haji Usmar Ismail sebagai nama jalan di pusat kota, kemarin. Peresmian itu dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Selain itu juga ada rangkaian acara yang menampilkan pertunjukan budaya Minangkabau.</p>



<p>Usmar Ismail, yang lahir di Bukittinggi pada 20 Maret 1921, dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia dan telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2021. Penamaan jalan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya terhadap dunia seni dan budaya Indonesia.</p>



<p>“Bagi kami pribadi dan masyarakat Bukittinggi, sosok Usmar Ismail yang berasal dari keluarga terdidik dan memiliki ragam talenta, patut menjadi teladan bagi generasi muda. Ini sejalan dengan misi pengembangan SDM kota Bukittinggi yang berdaya saing global, berakhlak, dan berbudaya,” ujar Wali Kota Bukittinggi, H. M. Ramlan Nurmatias.</p>



<p>Inisiatif penamaan jalan ini diajukan oleh sutradara film asal Bukittinggi, Arief Malinmudo, melalui surat resmi kepada Pemkot Bukittinggi pada 7 Maret 2025. Usulan tersebut disambut baik oleh Wali Kota Ramlan Nurmatias yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Proses penetapan nama Jalan Haji Usmar Ismail dituangkan dalam Surat Keputusan Wali Kota Nomor 188.45.68-2025 tanggal 18 Maret 2025, setelah melalui serangkaian kajian lintas dinas dan disetujui DPRD Bukittinggi.</p>



<p>Lokasi jalan yang diresmikan berada di jantung kota dan dapat diakses dengan berjalan kaki dari ikon kota, Jam Gadang.</p>



<p>Mewakili keluarga, Heidy Hermia Ismail, anak keempat Usmar Ismail, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas penghormatan ini.</p>



<p>“Peresmian nama jalan ini adalah peristiwa yang sangat berharga bagi keluarga besar Usmar Ismail. Apalagi Bukittinggi menjadi kota pertama yang mengabadikan nama beliau sebagai nama jalan secara santun dan melalui persetujuan keluarga,” kata Heidy.</p>



<p>Sutradara Riri Riza yang juga menjadi kurator Pameran 100 Tahun Usmar Ismail menyatakan bahwa penghargaan ini bukan hanya simbolik, tetapi juga berdampak pada kesadaran kolektif bangsa terhadap nilai sejarah dan budaya.</p>



<p>“Usmar Ismail adalah tokoh penting dalam perjalanan kebudayaan Indonesia. Dengan mengabadikan namanya sebagai nama jalan, kota Bukittinggi memberi contoh konkret bagaimana sejarah lokal terhubung dengan identitas nasional,” ujar Riri.</p>



<p>Arief Malinmudo menambahkan, “Percakapan tentang idealisme Usmar Ismail tidak akan pernah habis dikupas. Ke depan, kami berharap di Bukittinggi berdiri Museum Film Usmar Ismail sebagai pusat studi literasi dan budaya perfilman.”</p>



<h3 class="wp-block-heading" id="h-warisan-usmar-ismail-dan-jejak-di-bukittinggi"><strong>Warisan Usmar Ismail dan Jejak di Bukittinggi</strong></h3>



<p>Usmar Ismail adalah sutradara film <em>Darah dan Doa</em> (1950), film pertama yang diakui sebagai film nasional Indonesia. Tanggal 30 Maret, hari dimulainya produksi film tersebut, kini diperingati sebagai Hari Film Nasional. Karya-karya penting lainnya meliputi <em>Lewat Jam Malam</em>, <em>Tiga Dara</em>, <em>Harimau Tjampa</em>, <em>Tamu Agung</em>, dan <em>Enam Jam di Jogja</em>.</p>



<p>Usmar menempuh pendidikan di HIS Batusangkar, MULO Padang, AMS Yogyakarta, dan kemudian studi lanjut di UCLA, Amerika Serikat. Warisan intelektual dan karyanya tetap hidup dan terus dikenang, terutama sejak peringatan 100 Tahun Usmar Ismail di tahun 2021.</p>



<p>Sejumlah inisiatif telah digelar sejak itu, termasuk Pameran 100 Tahun Usmar Ismail di Bukittinggi (20–30 Maret 2021), yang disusun oleh Riri Riza, Arief Malinmudo, dan arsiparis film Lisa Bona Rahman. Pameran ini memamerkan arsip-arsip pribadi, naskah, puisi, dan analisis film oleh tokoh perfilman Indonesia seperti Dian Sastro, Riri Riza, dan Arief Malinmudo.</p>



<p>Pameran tersebut juga menampilkan mural di Janjang 40 dan tikungan jalan depan Museum Perjuangan Tri Daya Eka Dharma, serta disusul dengan seminar nasional bersama Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pahlawan-nasional-usmar-ismail-diabadikan-jadi-nama-jalan-di-bukittinggi/">Pahlawan Nasional Usmar Ismail Diabadikan Jadi Nama Jalan di Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usmar Ismail di Mata Arief Malinmudo: Dia Punya Sepak Terjang Dunia</title>
		<link>https://langgam.id/usmar-ismail-di-mata-arief-malinmudo-dia-punya-sepak-terjang-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Afdal Afrianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2021 00:29:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=137681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211;  Penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Bapak Perfilman Usmar Ismail harus menunggu cukup lama. Antrean tersebut karena banyaknya tokoh Indonesia yang diajukan jadi pahlawan nasional. &#8220;Ketika kita bicara pahlawan nasional di Sumbar, sangat banyak nama yang bisa diajukan menjadi pahlawan. Tapi yang terjadi di Indonesia, dalam pemberian gelar pahlawan harus merata di setiap daerah,&#8221; ujar Sineas Muda Indonesia, Arief Malinmudo saat pembukaan Pameran 100 Tahun Usmar Ismail di Segeh Koffiehuis, Rabu (10/11/2021). Aries menambahkan, Usmar Ismail sendiri memiliki sepak terjang dunia. Hal ini ia contohkan dalam film Lewat Jam Malam yang diputar di Amerika Serikat. &#8220;Sebelumnya kami sudah meriset</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/usmar-ismail-di-mata-arief-malinmudo-dia-punya-sepak-terjang-dunia/">Usmar Ismail di Mata Arief Malinmudo: Dia Punya Sepak Terjang Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211;  Penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Bapak Perfilman Usmar Ismail harus menunggu cukup lama. Antrean tersebut karena banyaknya tokoh Indonesia yang diajukan jadi pahlawan nasional.</p>
<p>&#8220;Ketika kita bicara pahlawan nasional di Sumbar, sangat banyak nama yang bisa diajukan menjadi pahlawan. Tapi yang terjadi di Indonesia, dalam pemberian gelar pahlawan harus merata di setiap daerah,&#8221; ujar Sineas Muda Indonesia, Arief Malinmudo saat pembukaan Pameran 100 Tahun Usmar Ismail di Segeh Koffiehuis, Rabu (10/11/2021).</p>
<p>Aries menambahkan, Usmar Ismail sendiri memiliki sepak terjang dunia. Hal ini ia contohkan dalam film Lewat Jam Malam yang diputar di Amerika Serikat.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya kami sudah meriset mengenai karya Usmar Ismail dan beberapa hal otentik yang masih di simpan keluarga. Mulai dari skenario yang diketik oleh Usmar Ismail yang berbentuk arsip, saat ini masih dijaga keluarga,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&#8220;Lewat pameran ini kita ingin mengembalikan nama Usmar Ismail di tanah kelahiranya. Dan ini didukung dengan karya-karya Usmar Ismail yang sudah bisa diakses setelah resorpsi ulang,&#8221; kata Arief.</p>
<p>Ia menambahkan, keluarga Usmar Ismail juga akan mendirikan yayasan Usmar Ismail Sosialti.</p>
<p>&#8220;Keluargarnya sendiri juga serius untuk mencoba mempermuda masyarakat untuk mengakses karya Usmar Ismail. Dan kita juga bisa melihat secara langsung karya film pahlawan ini, lokasinya di gedung pusat perfilman Usmar Ismail Kuningan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/usmar-ismail-di-mata-arief-malinmudo-dia-punya-sepak-terjang-dunia/">Usmar Ismail di Mata Arief Malinmudo: Dia Punya Sepak Terjang Dunia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137681</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rayakan Kepahlawanan Nasional Usmar Ismail, Pameran Seabad Umurnya Dihelat di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/rayakan-kepahlawanan-nasional-usmar-ismail-pameran-seabad-umurnya-dihelat-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2021 22:55:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=137553</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sako Academy dan Langgam.id menggelar Pameran 100 Tahun Usmar Ismail di Segeh Koffiehuis Kota Padang mulai besok, Rabu 10 November 2021 hingga Jumat 10 Desember 2021. Pemeran ini dalam rangka merayakan Hari Pahlawan 2021 dan penganugerahan Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional. Direktur Saco Academy Arief Malinmudo mengatakan, Pameran 100 tahun Usmar Ismail pernah digelar di Bukittinggi, tepat saat usia almarhum 100 tahun pada 20 Maret 2021 lalu. &#8220;Senang sekali bisa melanjutkan pameran 100 tahun Usmar Ismail di Kota Padang. Sekarang tepat di hari negara secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawanan Nasional untuk almarhum Haji Usmar Ismail,&#8221; ujar sutradara Film</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rayakan-kepahlawanan-nasional-usmar-ismail-pameran-seabad-umurnya-dihelat-di-padang/">Rayakan Kepahlawanan Nasional Usmar Ismail, Pameran Seabad Umurnya Dihelat di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Sako Academy dan Langgam.id menggelar Pameran 100 Tahun Usmar Ismail di Segeh Koffiehuis Kota Padang mulai besok, Rabu 10 November 2021 hingga Jumat 10 Desember 2021. Pemeran ini dalam rangka merayakan Hari Pahlawan 2021 dan penganugerahan Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional.</p>
<p>Direktur Saco Academy Arief Malinmudo mengatakan, Pameran 100 tahun Usmar Ismail pernah digelar di Bukittinggi, tepat saat usia almarhum 100 tahun pada 20 Maret 2021 lalu.</p>
<p>&#8220;Senang sekali bisa melanjutkan pameran 100 tahun Usmar Ismail di Kota Padang. Sekarang tepat di hari negara secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawanan Nasional untuk almarhum Haji Usmar Ismail,&#8221; ujar sutradara Film Surau dan Silek dan Film Liam dan Laila itu Selasa 9 November 2021.</p>
<p>Kata Arief, Sako Academy bersama Langgam.id menghadirkan kembali pameran di Kota Padang. Usmar pernah menghabiskan masa masa remajanya bersekolah MULO di kota ini.</p>
<p>&#8220;Di kota inilah hobi menonton film Usmar tersalurkan, tak dapat disangkal mungkin dari sini juga benang benang imaginasinya mulai terajut,&#8221; ujar Arief.</p>
<p>Materi Pameran 100 Tahun Usmar Ismail ini dikuratori sineas Riri Riza, Arief Malinmudo dan Lisabana Rahman. Pameran ini berkolaborasi dengan Rumata, SEAScreen Academy, Kinosaurus, Kineforum DKJ serta didukung Bank Nagari dan Semen Padang.</p>
<p>Direktur Langgam.id Andri El Faruqi mengatakan, Pameran 100 Tahun Usmar Ismail ini digelar dalam rangka merayakan Hari Pahlawan 2021 dan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Usmar Ismail.</p>
<p>&#8220;Insya Allah Bapak Presiden akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuk Usmar Ismail pada 10 November 2021. Momentum ini kita jadikan sebagai bentuk syukuran atas penganugerahan Pahlawan Nasional terhadap salah satu putra terbaik dari Ranah Minang ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Usmar lahir di Bukittinggi pada 20 Maret 1921. Usmar telah mencatatkan kiprah besarnya untuk bangsa ini. Film pertama yang disutradarainya &#8220;Darah dan Doa&#8221; diproduksi pada 1950 merupakan film nasional pertama.</p>
<p>Hari pengambilan gambar pertama film ini pada 30 Maret 1950, dijadikan para insan film sebagai Hari Film Nasional. Usmar diangkat jadi Bapak Perfilman Nasional.</p>
<p>Selama karirnya, Usmar telah memproduksi 33 film. Beberapa karya filmnya mendapatkan penghargaan. Salah satunya, film Pedjoang (1960) yang meraih penghargaan Festival Film International Moscow pada 1961.</p>
<p>Tak hanya berkiprah di perfilman, Usmar yang usianya tak sampai 50 tahun, juga dikenal sebagai seorang sastrawan, tokoh teater, wartawan, pejuang kemerdekaan berpangkat mayor dan pernah juga duduk di lembaga legislatif.</p>
<p>&#8220;Para pengunjung nanti bisa melihat lini masa Usmar beserta karya-karyanya melalui pameran ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Andri mengatakan, pameran ini juga di isi dengan orasi budaya Arief Malinmudo, lomba video baca puisi yang memperebutkan piala Wali Kota Padang, dan lomba vlog on the spot di lokasi pameran 100 Tahun Usmar Ismail.</p>
<p>Selain itu, akan ada diskusi series dengan sineas, sejarawan dan sastrawan. Di antaranya dengan sutradara, produser film dan penulis skenario Riri Riza, sejarawan dan penulis Hasril Chaniago, serta sastrawan S Metron Masdison.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rayakan-kepahlawanan-nasional-usmar-ismail-pameran-seabad-umurnya-dihelat-di-padang/">Rayakan Kepahlawanan Nasional Usmar Ismail, Pameran Seabad Umurnya Dihelat di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">137553</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Usmar Ismail, Pahlawan Nasional Ke-16 dari Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/usmar-ismail-pahlawan-nasional-ke-16-dari-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2021 04:40:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=135890</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengumumkan, pemerintah akan memberi anugerah pahlawan nasional untuk empat tokoh bangsa, pada peringatan hari pahlawan, 10 November 2021 ini. Empat tokoh tersebut, menurut Mahfud, adalah Tombolatutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Raden Ayra Wangsakara dari Banten dan Bapak Film Nasional Usmar Ismail. Mahfud MD yang juga anggota Dewan Kehormatan Gelar mengatakan, anugerah tersebut akan diserahkan kepada keluarga para almarhum di Istana Bogor. &#8220;Kalau tidak berubah persis pada hari Pahlawan 10 November 2021,&#8221; ujarnya, sebagaimana dikutip dari tempo. Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/usmar-ismail-pahlawan-nasional-ke-16-dari-sumbar/">Usmar Ismail, Pahlawan Nasional Ke-16 dari Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengumumkan, pemerintah akan memberi anugerah pahlawan nasional untuk empat tokoh bangsa, pada peringatan hari pahlawan, 10 November 2021 ini.</p>
<p>Empat tokoh tersebut, menurut Mahfud, adalah Tombolatutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Raden Ayra Wangsakara dari Banten dan Bapak Film Nasional Usmar Ismail.</p>
<p>Mahfud MD yang juga anggota Dewan Kehormatan Gelar mengatakan, anugerah tersebut akan diserahkan kepada keluarga para almarhum di Istana Bogor. &#8220;Kalau tidak berubah persis pada hari Pahlawan 10 November 2021,&#8221; ujarnya, sebagaimana dikutip dari tempo.</p>
<p>Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat pada 20 Maret 1921, atau sekitar seabad yang lalu. Ia adalah tokoh ketiga kelahiran Bukittinggi yang diangkat sebagai pahlawan nasional setelah Bung Hatta dan Prof. Hazairin. Untuk kelahiran Sumatra Barat (Sumbar), Usmar Ismail adalah tokoh ke-16 yang jadi pahlawan nasional.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://langgam.id/hari-ini-pada-1921-bapak-film-nasional-usmar-ismail-lahir-di-bukittinggi/"><strong>Hari Ini pada 1921, Bapak Film Nasional Usmar Ismail Lahir di Bukittinggi</strong></a></p>
<p>Sebelumnya, 15 tokoh kelahiran Sumbar lainnya yang telah jadi pahlawan nasional adalah Bung Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, H. Agus Salim, Abdul Muis, Tuanku Imam Bonjol, Muhammad Yamin, Rasuna Said, Ilyas Ya&#8217;kub, Hazairin, Bagindo Aziz Chan, Adnan Kapau Gani, Mohammad Natsir, Buya Hamka, dan Ruhana Kuddus.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://langgam.id/15-pahlawan-nasional-dari-sumatra-barat/"><strong>15 Pahlawan Nasional dari Sumatra Barat</strong></a></p>
<p>Film sebenarnya hanya salah satu kiprah Usmar Ismail. Ia adalah tokoh yang hampir lengkap. Usmar juga adalah seorang sastrawan, tokoh teater, wartawan, pejuang kemerdekaan berpangkat mayor dan pernah juga duduk di lembaga legislatif.</p>
<p>Wartawan Senior Indonesia Rosihan Anwar dalam &#8220;Sejarah Kecil &#8216;Petite Histoire&#8217; Indonesia, Volume 2&#8221; (2009) menulis, Usmar Ismail punya kemampuan menulis aneka ragam secara mengagumkan. Usmar merupakan anak bungsu dari enam putra dan putri Ismail Datuk Manggung dan Fatimah zahra. Kakak tertuanya adalah Dr. Abu Hanifah yang juga seorang sastrawan. Bakat menulis Usmar dan Abu Hanifah turun dari ayahanda mereka.</p>
<p>Lahir di Bukittinggi, Usmar masuk sekolah rendah dan kemudian HIS di Batusangkar. Ia kemudian melanjutkan ke MULO di Padang. Di MULO ini Rosihan mulai bersahabat dengan Usmar. Keduanya, sama-sama melanjutkan sekolah ke Algemeen Midelbare School (AMS) di Yogyakarta. Saat belajar di sekolah ini, Usmar menyutradarai teater pertama kali.</p>
<p>Ia kemudian banyak menghasilkan karya besama Teater Maya. Pemainnya, selain Rosihan, juga HB Jassin yang kelak terkenal dengan julukan &#8216;Paus Satra Indonesia&#8217;. Usmar juga di Pusat Kebudayaan yang didirikan Jepang pada 1943 di Jakarta. Usmar juga menulis sajak. Sajak-sajak Usmar Ismail dikumpulkan dalam &#8220;Puntung Berasap&#8221; dan naskah sandiwaranya dalam &#8220;Sedih dan Gembira&#8221;.</p>
<p>Saat revolusi antara 1945-1949, Usmar lebih banyak beraktivitas di Yogyakarta. Saat itu, ia melebarkan sayap dengan menjadi jurnalis dan mendirikan media. Ia memimpin Harian Patriot dan Majalah Arena. Aktivitas ini pula yang mengantarkan Usman sempat jadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946-1947.</p>
<p>Mardanas Safwan dalam &#8220;H. Usmar Ismail: Hasil Karya dan Pengabdiannya&#8221; (1983) menulis, pada saat itu Kolonel Zulkifli Lubis merekrutnya masuk intelijen TNI. Usmar kemudian diberi pangkat Mayor, dan berada langsung di bawah Zulkifli. Aktivitas ini yang kemudian membuat ia ditangkap polisi NICA-Belanda yang menjebloskannya ke Penjara Cipinang.</p>
<p>Film pertama yang disutradainya &#8220;Darah dan Doa&#8221;, diproduksi pada 1950, merupakan film nasional pertama. Hari pengambilan gambar pertama film ini pada 30 Maret 1950 dijadikan para insan film sebagai Hari Film Nasional. Usmar kelak kemudian diangkat jadi Bapak Perfilman Nasional.</p>
<p>Bukan karena yang pertama saja. Tapi, juga karena dedikasi Usmar pada film. Ia memproduksi 33 film selama karirnya, mengkader banyak aktor, aktris, penulis skenario dan sutradara.</p>
<p>Beberapa karya Usmar mendapat penghargaan. Salah satunya, film Pedjoang (1960) meraih penghargaan Festival Film International Moscow tahun 1961.</p>
<p>Selama berkarya tersebut, Usmar dinilai membawa pembaruan pada film Indonesia. Antara lain, membuat dialog film lebih wajar dan mengeluarkannya dari gaya sandiwara panggung.</p>
<p>Usmar juga meletakkan dasar filosofi yang kuat bagi karakter perfilman nasional. Baginya, film tidak harus selalu bersifat komersil, tetapi merupakan hasil karya seni yang bebas dan harus bisa mencerminkan kepribadian nasional.</p>
<p>Bersama Djamaludin Malik dan Asrul Sani, Usmar mendirikan Lesbumi, lembaga seniman budayawan yang berafiliasi dengan Partai NU. Karena aktivitas di Lesbumi pula, Usmar sempat menjadi anggota DPR mewakili NU pada 1966-1969.</p>
<p>Ia wafat di Jakarta pada 2 Januari 1971. Seumur hidupnya yang tak sampai 50 tahun, Usmar Ismail telah mencatatkan kiprah besar untuk bangsanya. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/usmar-ismail-pahlawan-nasional-ke-16-dari-sumbar/">Usmar Ismail, Pahlawan Nasional Ke-16 dari Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135890</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UMSB Dukung Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://langgam.id/umsb-dukung-usmar-ismail-jadi-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2021 09:48:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=95900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dukungan usulan Usmar Ismail menjadi pahlawan nasional terus mengalir. Kali ini dukungan berasal dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB). Rektor UMSB, Riki Saputra mengatakan, salah satu kewajiban perguruan tinggi sebagai lembaga akademik yaitu merekomendasikan seseorang menjadi pahlawan nasional. Rekomendasi itu, kata dia, tentu ada pertimbangkan substansial dan filosofis termasuk karena Usmar Ismail adalah putra asli Bukittinggi. &#8220;Kita juga melihat dari sisi intelektual, beliau juga seorang sastrawan yang mempuni. Sebagaimana kita ketahui, begitu banyak peran beliau dalam memajukan Indonesia, baik di kancah nasional, Asia dan internasional,&#8221; kata Riki, Senin (22/3/2021). Lanjut Riki, pihaknya langsung merespon, karena keluarga juga meminta</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/umsb-dukung-usmar-ismail-jadi-pahlawan-nasional/">UMSB Dukung Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dukungan usulan Usmar Ismail menjadi pahlawan nasional terus mengalir. Kali ini dukungan berasal dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB).</p>
<p>Rektor UMSB, Riki Saputra mengatakan, salah satu kewajiban perguruan tinggi sebagai lembaga akademik yaitu merekomendasikan seseorang menjadi pahlawan nasional. Rekomendasi itu, kata dia, tentu ada pertimbangkan substansial dan filosofis termasuk karena Usmar Ismail adalah putra asli Bukittinggi.</p>
<p>&#8220;Kita juga melihat dari sisi intelektual, beliau juga seorang sastrawan yang mempuni. Sebagaimana kita ketahui, begitu banyak peran beliau dalam memajukan Indonesia, baik di kancah nasional, Asia dan internasional,&#8221; kata Riki, Senin (22/3/2021).</p>
<p>Lanjut Riki, pihaknya langsung merespon, karena keluarga juga meminta dukungan dan rekomendasi. &#8220;Kalau itu sangat baik dan substansi, kenapa tidak kita dukung,&#8221;jelasnya.</p>
<p>Riki melanjutkan, pihaknya akan melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan salah satunya lokal karya untuk memperkokoh eksistensi Usmar Ismail jadi pahlawan nasional.</p>
<p>&#8220;Tentu ini akan kita bawa atau secara umum dan secara formal kepada organisasi Muhammadiyah, kalau bisa nanti ke pusat rekomendasinya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurut Riki, UMSB kini jadi satu-satunya perguruan tinggi yang merekomendasikan Usmar Ismail jadi pahlawan nasional. Dia berharap langkah itu akan diikuti oleh perguruan tinggi lainnya.</p>
<p>&#8220;Ini adalah bentuk pancingan, bagaimana nantinya bersama kawan-kawan perguruan tinggi lain, bisa kita mensupport ini kedepannya,&#8221; tambahnya. <strong>(KW/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/umsb-dukung-usmar-ismail-jadi-pahlawan-nasional/">UMSB Dukung Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95900</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berperan Penting di Industri Perfilman Indonesia, Keluarga Dukung Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://langgam.id/berperan-penting-di-industri-perfilman-indonesia-keluarga-dukung-usmar-ismail-jadi-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2021 11:29:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=95707</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Memiliki peran penting pada industri perfilman di Indonesia, pihak keluarga mendukung Usmar Ismail ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Anak Usmar Ismail, Heidy Hernia mengatakan, pihaknya dan tim pengusul sudah tiga tahun lalu menyerahkan sederet bukti dan berkas untuk Usmar Ismail menjadi pahlawan ke Kementerian Sosial RI. &#8220;Berkas-berkasnya sudah kirimkan dan pada November 2021 besok pengumumannya,&#8221; katanya pada acara 100 tahun Usmar Ismail, Sabtu (20/3/2021). Heidy menambahkan, jika Usmar Ismail ditetapkan menjadi pahlawan Indonesia, ini merupakan yang pertama pahlawan dari seni budaya dan film. &#8220;Kami sangat mendukung dan mensupport penetapan Usmar Ismail jadi pahlawan nasional,&#8221; ucapnya. Baca juga: Pameran 100</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berperan-penting-di-industri-perfilman-indonesia-keluarga-dukung-usmar-ismail-jadi-pahlawan-nasional/">Berperan Penting di Industri Perfilman Indonesia, Keluarga Dukung Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://langgam.id">Langgam.id</a> &#8211;</strong> Memiliki peran penting pada industri perfilman di Indonesia, pihak keluarga mendukung Usmar Ismail ditetapkan menjadi pahlawan nasional.</p>
<p>Anak Usmar Ismail, Heidy Hernia mengatakan, pihaknya dan tim pengusul sudah tiga tahun lalu menyerahkan sederet bukti dan berkas untuk Usmar Ismail menjadi pahlawan ke Kementerian Sosial RI.</p>
<p>&#8220;Berkas-berkasnya sudah kirimkan dan pada November 2021 besok pengumumannya,&#8221; katanya pada acara 100 tahun Usmar Ismail, Sabtu (20/3/2021).</p>
<p>Heidy menambahkan, jika Usmar Ismail ditetapkan menjadi pahlawan Indonesia, ini merupakan yang pertama pahlawan dari seni budaya dan film.</p>
<p>&#8220;Kami sangat mendukung dan mensupport penetapan Usmar Ismail jadi pahlawan nasional,&#8221; ucapnya.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://langgam.id/pemeran-100-tahun-usmar-ismail-di-bukittinggi-mengenang-bapak-perfilman-indonesia/">Pameran 100 Tahun Usmar Ismail di Bukittinggi, Mengenang Bapak Perfilman Indonesia dan Tokoh Sandiwara</a></p>
<p>Sebelumnya, sejumlah kurator mengadakan pameran kilas balik sosok dan maha karya bapak perfilman Indonesia, Usmar Ismail. Pameran ini menjadi momentum mengenang 100 tahun Usmar Ismail yang lahir pada 20 Maret 1921 di Kota Bukittinggi hingga akhir hayatnya di Jakarta 2 Januari 1971.</p>
<p><div id="attachment_95712" style="width: 534px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-95712" class=" wp-image-95712" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/03/anak-usmar-ismail.jpg?resize=524%2C295&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="524" height="295" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/03/anak-usmar-ismail.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/03/anak-usmar-ismail.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/03/anak-usmar-ismail.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/03/anak-usmar-ismail.jpg?resize=750%2C422&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/03/anak-usmar-ismail.jpg?w=1040&amp;ssl=1 1040w" sizes="(max-width: 524px) 100vw, 524px" /><p id="caption-attachment-95712" class="wp-caption-text">Kedua anak Usmar Ismail. (foto: KW/langgam.id)</p></div></p>
<p>Pameran tersebut diinisiasi tiga kurator Indonesia terdiri dari Lisabona Rahman, Riri Riza dan Arief Malinmudo yang merupakan para sutradara dan produser film ternama di Indonesia. Dijadwalkan, perayaan 100 tahun Usmar Ismail ini akan berlangsung di tiga kota di Indonesia.</p>
<p>Seperti di Kota Makassar, Jakarta dan tanah kelahiran Usmar Ismail yaitu di Kota Bukittinggi. Pameran ini berlangsung selama 10 hari yang dimulai pada Sabtu (20/3/2021).</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://langgam.id/potret-bapak-perfilman-usmar-ismail-tampil-di-janjang-40-dan-panorama-bukittinggi/">Potret Bapak Perfilman Usmar Ismail Tampil di Janjang 40 dan Panorama Bukittinggi</a></p>
<p>Khusus di Kota Bukittinggi, pameran diadakan di Parakoffie dihadiri 2 orang anak Usmar Ismail, yaitu Heidy Ismail dan Neredin Ismail. Bentuk pameran di antaranya penampilan arsip dan kekaryaan Usmar Ismail dari 3 fase.</p>
<p>Salah seorang kurator, Arief Malinmudo mengungkapkan, sosok Usmar Ismail tak hanya dikenal sebagai sutradara dan produser, almarhum juga merupakan sastrawan dan tokoh sandiwara.</p>
<p>“Karena banyak orang tidak tahu itu, maka kami menghadirkan karya atau buah pikir Usmar Ismail yang mungkin jarang diketahui masyarakat. Seperti karya sastra dan representasi dari karya sandiwara beliau,” kata Arief, Jumat (19/3/2021).</p>
<p>Dengan adanya pameran ini, kata Arief, masyarakat bisa mengetahui lebih dekat sosok Usmar Ismail dan bisa menjadi panutan bagi generasi muda. Karena sumbangsih pemikirannya turut menciptakan dan membangun identitas bangsa lewat film yang cukup berhasil. <strong>(KW/yki)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berperan-penting-di-industri-perfilman-indonesia-keluarga-dukung-usmar-ismail-jadi-pahlawan-nasional/">Berperan Penting di Industri Perfilman Indonesia, Keluarga Dukung Usmar Ismail Jadi Pahlawan Nasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95707</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pameran 100 Tahun Usmar Ismail di Bukittinggi, Mengenang Bapak Perfilman Indonesia dan Tokoh Sandiwara</title>
		<link>https://langgam.id/pemeran-100-tahun-usmar-ismail-di-bukittinggi-mengenang-bapak-perfilman-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2021 04:36:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=95531</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sejumlah kurator mengadakan pameran kilas balik sosok dan maha karya bapak perfilman Indonesia, Usmar Ismail. Pameran ini menjadi momentum mengenang 100 tahun Usmar Ismail yang lahir pada 20 Maret 1921 di Kota Bukittinggi hingga akhir hayatnya di Jakarta 2 Januari 1971. Pameran tersebut diinisiasi tiga kurator Indonesia terdiri dari Lisabona Rahman, Riri Riza dan Arief Malinmudo yang merupakan para sutradara dan produser film ternama di Indonesia. Dijadwalkan, perayaan 100 tahun Usmar Ismail ini akan berlangsung di tiga kota di Indonesia. Seperti di Kota Makassar, Jakarta dan tanah kelahiran Usmar Ismail yaitu di Kota Bukittinggi. Pameran ini berlangsung selama</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemeran-100-tahun-usmar-ismail-di-bukittinggi-mengenang-bapak-perfilman-indonesia/">Pameran 100 Tahun Usmar Ismail di Bukittinggi, Mengenang Bapak Perfilman Indonesia dan Tokoh Sandiwara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://langgam.id">Langgam.id</a> &#8211;</strong> Sejumlah kurator mengadakan pameran kilas balik sosok dan maha karya bapak perfilman Indonesia, Usmar Ismail. Pameran ini menjadi momentum mengenang 100 tahun Usmar Ismail yang lahir pada 20 Maret 1921 di Kota Bukittinggi hingga akhir hayatnya di Jakarta 2 Januari 1971.</p>
<p>Pameran tersebut diinisiasi tiga kurator Indonesia terdiri dari Lisabona Rahman, Riri Riza dan Arief Malinmudo yang merupakan para sutradara dan produser film ternama di Indonesia. Dijadwalkan, perayaan 100 tahun Usmar Ismail ini akan berlangsung di tiga kota di Indonesia.</p>
<p>Seperti di Kota Makassar, Jakarta dan tanah kelahiran Usmar Ismail yaitu di Kota Bukittinggi. Pameran ini berlangsung selama 10 hari yang dimulai pada Sabtu (20/3/2021).</p>
<p>Khusus di Kota Bukittinggi, pameran diadakan di Parakoffie yang akan dihadiri 2 orang anak Usmar Ismail, yaitu Heidy Ismail dan Neredin Ismail. Bentuk pameran di antaranya penampilan arsip dan kekaryaan Usmar Ismail dari 3 fase.</p>
<p>Salah seorang kurator, Arief Malinmudo mengungkapkan, sosok Usmar Ismail tak hanya dikenal sebagai sutradara dan produser, almarhum juga merupakan sastrawan dan tokoh sandiwara.</p>
<p>&#8220;Karena banyak orang tidak tahu itu, maka kami menghadirkan karya atau buah pikir Usmar Ismail yang mungkin jarang diketahui masyarakat. Seperti karya sastra dan representasi dari karya sandiwara beliau,&#8221; kata Arief dihubungi <strong>langgam.id</strong>, Jumat (19/3/2021).</p>
<p>Dengan adanya pameran ini, kata Arief, masyarakat bisa mengetahui lebih dekat sosok Usmar Ismail dan bisa menjadi panutan bagi generasi muda. Karena sumbangsih pemikirannya turut menciptakan dan membangun identitas bangsa lewat film yang cukup berhasil.</p>
<p>&#8220;Karena memang film yang dirilis sangat sarat nilai nasionalisme yang sangat dibutuhkan bangsa yang baru merdeka. Beliau menjadikan kebudayaan tidak hanya sekadar pakaian luar, beliau menjadikan kebudayaan sebagai media komunikasi antar bangsa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, beberapa film yang dirilis Usmar Ismail yang bertemakan nasionalisme seperti berjudul Lewat Djam Malam, Darah dan Doa, Pedjuang serta masih banyak film lainnya. Tak hanya itu, film bertemakan ciri khas daerah juga ada yang berjudul Harimau Tjampa dan Tjambuk Api.</p>
<p>Menurut Arief, pemikiran Usmar Ismail sebagai tokoh muda pada masanya itu sangat pioner dan penting bagi generasi penerus khususnya di Sumbar untuk meneladani.</p>
<p>&#8220;Bagaimana orang Minang merantau dan di perantauan mewarnai sebuah kondisi bangsa yang baru saja merdeka dengan energi positif. Apalagi ini pas 100 tahun momentum,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Dan beliau lahir di Bukittinggi dan harusnya generasi milenial yang butuh sosok dan figur, ini salah satunya. Saatnya generasi milenial menghormati jasa para pahlawan dari tanah kelahirannya,&#8221; sambung Arief.</p>
<p>Ia mengatakan, pameran yang diadakan di Kota Bukittinggi ini tidak ada seremonial pembukaan dan diadakan sederhana. Meskipun demikian, dikemas menarik karena akan ada diskusi kecil bersama kedua anak Usmar Ismail.</p>
<p>Dan tidak lupa tentunya pameran ini sangat mematuhi segala peraturan protokol kesehatan. Panitia menyediakan hand sanitizer hingga masker gratis serta menjaga jarak.</p>
<p>Afief mengungkapkan, pameran cukup merespon partisipasi masyarakat. Untuk yang ingin lebih mengenal sosok tokoh sandiwara ini, pameran 100 tahun Usmar Ismail tidak salahnya untuk hadir.</p>
<p>&#8220;Konsep kam memperkenalkan kembali sosok Usmar Ismail ke masyarakat Sumbar dan Bukittinggi. Karena konsepnya adalah memperkenalkan ke rakyat, jadi kami memilih secara konseptual mengadakan bukan di tempat mewah atau formal seperti di gedung hotel,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Maka itu terangnya, pameran ini diadakan di kedai kopi. Tujuannya, memberikan kesan yang sederhana karena kedai kopi tempat berkumpul dari segala lini pendidikan dan latar belakang.</p>
<p>&#8220;Untuk di Kota Makassar juga mengadakan diskusi panel tentang pemikiran Usmar Ismail dan di Jakarta pemutar film dan diskusi tentang pemikiran Usmar Ismail,&#8221; ucapnya. <strong>(Irwanda/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemeran-100-tahun-usmar-ismail-di-bukittinggi-mengenang-bapak-perfilman-indonesia/">Pameran 100 Tahun Usmar Ismail di Bukittinggi, Mengenang Bapak Perfilman Indonesia dan Tokoh Sandiwara</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95531</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Ini pada 1921, Bapak Film Nasional Usmar Ismail Lahir di Bukittinggi</title>
		<link>https://langgam.id/hari-ini-pada-1921-bapak-film-nasional-usmar-ismail-lahir-di-bukittinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hendra Makmur]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2019 13:37:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khas]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Hari ini di Masa Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Usmar Ismail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=4235</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; &#8220;Usmar Ismail adalah manusia yang sedari muda hidup bercita-cita, seorang idealis.&#8221; Demikian Rosihan Anwar menggambarkan sosok sahabatnya, Usmar Ismail, bapak film nasional. Hal tersebut disampaikan wartawan senior itu, dalam peringatan 30 tahun wafat Usmar Ismail pada 2001. Pidato Rosihan saat peringatan tersebut, ia terbitkan dalam Buku &#8216;Sejarah Kecil Petite Histoire&#8221; Indonesia, Volume 2 (2009). Acara tersebut untuk mengenang wafat Usmar pada 1971 setelah terserang stroke. Kurang dari 50 tahun sebelumnya, Usmar lahir di Bukittinggi pada 20 Maret 1921, atau tepat 98 tahun yang lalu dari hari ini, Rabu (20/3/2019). Menurut Rosihan, Usmar merupakan anak bungsu dari enam putra</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-ini-pada-1921-bapak-film-nasional-usmar-ismail-lahir-di-bukittinggi/">Hari Ini pada 1921, Bapak Film Nasional Usmar Ismail Lahir di Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; &#8220;Usmar Ismail adalah manusia yang sedari muda hidup bercita-cita, seorang idealis.&#8221; Demikian Rosihan Anwar menggambarkan sosok sahabatnya, Usmar Ismail, bapak film nasional.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan wartawan senior itu, dalam peringatan 30 tahun wafat Usmar Ismail pada 2001. Pidato Rosihan saat peringatan tersebut, ia terbitkan dalam Buku &#8216;Sejarah Kecil Petite Histoire&#8221; Indonesia, Volume 2 (2009).</p>
<p>Acara tersebut untuk mengenang wafat Usmar pada 1971 setelah terserang stroke. Kurang dari 50 tahun sebelumnya, Usmar lahir di Bukittinggi pada 20 Maret 1921, atau tepat 98 tahun yang lalu dari hari ini, Rabu (20/3/2019).</p>
<p>Menurut Rosihan, Usmar merupakan anak bungsu dari enam putra dan putri Ismail Datuk Manggung dan Fatimah zahra. Kakak tertuanya adalah Dr. Abu Hanifah yang juga seorang sastrawan dengan nama pena El Hakim.</p>
<p>Choirotun Chisaan dakam Buku &#8216;Lesbumi: Strategi Politik Kebudayaan&#8217; menulis, pendidikannya bermula dari sekolah rendah dan kemudian HIS di Batusangkar.</p>
<p>Ia kemudian melanjutkan ke MULO di Padang. Rosihan Anwar dalam “Di Balik manusia Komunikasi,” tulisan persembahan untuk 75 Tahun M. Alwi Dahlan, kemenakan Usmar Ismail, menulis, sudah berteman dengan Usmar sejak di bangku MULO ini.</p>
<p>Rosihan menulis, Ismail, ayahanda Usmar merupakan guru pensiunan yang mengajar Bahasa Melayu di Middelbaar Onderwijs voor Indlandsche Ambtenaren (Mosvia) Bukittinggi. Ia menulis artikel untuk majalah Pandji Pustaka dan juga menulis buku kumpulan peribahasa &#8216;Bidal Melajoe&#8217;,</p>
<p>Kebiasaan menulis itu, menurut Rosihan, turun kepada anak-anaknya termasuk Abu Hanifah dan juga Usmar. &#8220;Dan, Usmar Ismail memperlihatkan suatu versatility, kemampuan menulis aneka ragam secara mengagumkan,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Sebagaimana halnya Rosihan, Usmar kemudian melanjutkan sekolah ke Algemeen Midelbare School (AMS) di Yogyakarta. Di sekolah ini, keduanya mulai tertarik pada dunia teater.</p>
<p>&#8220;Satu hal menarik ialah kegiatan di dunia teater bersama teman sekelas saya di AMS Yogya, Usmar Ismail. Sekolah itu tiap tahun mengadakan pertunjukan tonil di Societeit Mataram,&#8221; tulisnya.</p>
<p>Menurut Rosihan, saat sekolah di AMS inilah pertama kali Usmar menyutradari teater. &#8220;Sebagai sutradara sandiwara Maya, Usmar tidak terlalu banyak memberikan instruksi dan pengarahan kepada pemainnya. Karena pemeran utama grup teater Maya adalah Rosihan Anwar, sahabat dekat dan teman sekelas di AMS,&#8221; tulisnya di Buku &#8216;Sejarah kecil&#8217;.</p>
<p>Namun, ia mengakui Usmar sangat jeli dan detail dalam mengoreksi pemain lain dalam teater tersebut.</p>
<p>Dunia teater terus berlanjut saat Usmar bekerja pada Pusat Kebudayaan yang didirikan Jepang pada 1943 di Jakarta. Saat itu, pergaulan kedua sahabat sudah makin intens dengan para sastrawan dan penyair angkatan Pujangga Baru seperi Sanusi Pane, Armijn Pane dan Sutomo Djauhar Arifin.</p>
<p>Teater Maya saat itu, terus tampil membawakan karya yang ditulis usmar. Pemainnya, selain Rosihan, juga HB Jassin yang kelak terkenal dengan julukan &#8216;Paus Satra Indonesia&#8217;. Usmar juga terus menulis sajak. Laman Ensiklopedia Kemendikbud mencatat, sajak-sajak Usmar Ismail dikumpulkan dalam Puntung Berasap dan naskah sandiwaranya dalam Sedih dan Gembira (Jakarta: Balai Pustaka, 1948).</p>
<p>Pada masa Jepang itu pula, Usmar dan Rosihan berkenalan dengan dua putri Betawi kakak beradik, Sonya Hermien Sanawi dan Siti Zuraida Sanawi. Usmar menikahi Mien pada 1944. Kedua sahabat itu langsung menjadi saudara ipar, saat Rosihan menikahi Ida pada 1947.</p>
<p>Saat revolusi antara 1945-1949, Usmar lebih banyak beraktivitas di Yogyakarta. Saat itu, ia melebarkan sayap dengan menjadi jurnalis dan mendirikan media. Ia memimpin Harian Patriot dan Majalah Arena. Aktivitas ini pula yang mengantarkan Usman sempat jadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946-1947.</p>
<p>Mardanas Safwan dalam &#8216;H. Usmar Ismail: Hasil Karya dan Pengabdiannya&#8217; (1983) menulis, pada saat itu Kolonel Zulkifli Lubis merekrutnya masuk intelijen TNI. Usmar kemudian diberi pangkat Mayor, dan berada langsung di bawah Zulkifli.</p>
<p>Aktivitas ini yang kemudian membuat ia ditangkap polisi NICA-Belanda yang menjebloskannya ke Penjara Cipinang. &#8220;Waktu itu Usmar berada di Jakarta sebagai wartawan kantor berita Antara. Tetapi intel Belanda tahu, Usmar pernah jadi perwira intel di Yogyakarta,&#8221; tulis Rosihan.</p>
<p>Usmar baru dilepaskan oleh Belanda dari penjara, kata Rosihan, setelah perkembangan politik berubah dan sedang menuju penyelesaian konflik Indonesia di KMB Den Haag.</p>
<p>Rosihan menulis, keluar dari tahanan, Andjar Asmara yang sedang membuat film Gadis Desa di studio Jatinegara, mengajak Usmar menjadi asisten sutradara. Itulah persentuhan pertamanya dengan film.</p>
<p>Pada 1950, usmar memulai debut pertamanya sebagai sutradara lewat film &#8216;Darah dan Doa&#8217;. Film ini di bawah perusahaan film Perfini yang didirikan Usmar.</p>
<p>Film yang mengangkat kisah long march Divisi Siliwangi tersebut dikenal sebagai film nasional pertama.</p>
<p>Laman ensiklopedia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat, bagi Usmar sebuah film seharusnya tidak bergantung pada dana. Film tidak harus selalu bersifat komersil, tetapi merupakan hasil karya seni yang bebas dan harus bisa mencerminkan kepribadian nasional.</p>
<p>Karena itu, pengambilan gambar pertama film ini pada 30 Maret 1950 di kemudian hari dijadikan sebagai Hari Film Nasional.</p>
<p>Pada 1952, Usmar mendapat beasiswa dari Yayasan Rockelfeller untuk belajar sinematografi di University of California Los Angeles.</p>
<p>Film-film Usmar sepulang sekolah ini, menurut Rosihan, lebih memperkuat karakter lakonnya. Seperti, Kafedo (1953), Krisis (1953), Lewat Djam Malam (1954), dan Tamu Agung (1955).</p>
<p>Berkarya selama 20 tahun, menurut Rosihan, Usmar menghasilkan 33 karya film layar lebar. Film-fim tersebut antara lain, berbentuk drama, komedi/satire, action serta musikal/entertainmen.</p>
<p>Beberapa karya Usmar mendapat penghargaan. Salah satunya, film Pedjoang (1960) meraih penghargaan Festival Film International Moscow tahun 1961 untuk peran utama, yang dimainkan oleh Bambang Hermanto.</p>
<p>Selama berkarya tersebut, Usmar dinilai membawa pembaruan pada film Indonesia. Antara lain, membuatdialog film lebih wajar dan mengeluarkannya dari gaya sandiwara panggung.</p>
<p>Selama berkarya itu pula ia mengkader banyak sutradara, penulis skenario, aktor dan aktris film Indonesia.</p>
<p>Selain Usmar, para sutradara yang berasal dari Perfini adalah Djadoek Djajakusuma, Nya Abas Akup dan Wahyu Sihombing. Penulis skenario, selain Usmar, di antaranya Gayus Siagian, Suryo Sumanto, Asrul Sani, MD Alif dan keluarga dekat usmar seperti Nursiah, Alwi Dahlan dan Abu Bakar Dahlan.</p>
<p>Aktor yang sempat diorbitkan Perfini, di antaranya, Bambang Hermanto, Bambang Irawan, Galeb Hussein, Teguh Karya dan Rachmat Hidayat. Juga, para aktris seperti Mikeke Widjaya, Chitra Dewi, Indriati Iskak, Nurbaini Jusuf, Suzanna, Aminah Tjendrakasih, Rima Melati, Widyawati dan Lenny Marlina.</p>
<p>Namun, ia tak mulus saja berkarya. Saat dunia politik memanas, Usmar sempat jadi bulan-bulanan diserang di media-media PKI karena beberapa filmya. Menurut Rosihan, hanya karena membuat film &#8216;Perawan di Sarang Penyamun&#8217; (1962) yang tidak bertendensi apapun, ia sempat dituduh PKI kontrarevolusioner dan antek Amerika.</p>
<p>Padahal, sejak 1950-an, Usmar termasuk yang berjuang keras melawan dominasi film-film Amerika di jaringan bioskop di Indonesia.</p>
<p>Serangan PKI juga yang agaknya membuat Usmar bersama Djamaludin Malik dan Asrul Sani merapat ke Nahdatul Ulama. Dipimpin Djamaludin Malik, ketiganya mendirikan Lesbumi, lembaga seniman budayawan yang berafiliasi denganPartai NU.</p>
<p>Karena aktivitas di Lesbumi pula, Usmar sempat menjadi anggota DPR mewakili NU pada 1966-1969.</p>
<p>Setelah menghasilkan karya terakhir pada 1970, Usmar banyak menghadapi masalah keuangan Perfini. Pada awal tahun 1971, secara mendadak ia pingsan dan mengalami pendarahan di otak. Tak genap 50 tahun, Usmar tutup usia pada 2 Januari 1971.</p>
<p>Perjuangannya sebagai perintis membuat ia kemudian dikenal sebagai Bapak Film Nasional. Ia menerima banyak penghargaan setelah meninggal. Antara lain, pusat perfilman yang didirikan Pemerintah DKI Jakarta dinamakan dengan namanya: Pusat Perfilman Usmar Ismail, yang masih ada hingga kini. (HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-ini-pada-1921-bapak-film-nasional-usmar-ismail-lahir-di-bukittinggi/">Hari Ini pada 1921, Bapak Film Nasional Usmar Ismail Lahir di Bukittinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4235</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/78 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-20 06:31:00 by W3 Total Cache
-->