<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/universitas-muhammadiyah-sumatera-barat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/universitas-muhammadiyah-sumatera-barat/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 May 2026 03:36:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/universitas-muhammadiyah-sumatera-barat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Membunuh Ilmu atas Nama Lapangan Kerja: Negara Gagal, Prodi yang Ditutup?</title>
		<link>https://langgam.id/membunuh-ilmu-atas-nama-lapangan-kerja-negara-gagal-prodi-yang-ditutup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riki Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 00:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah wacana baru belakangan ini muncul dari Badri Munir Sukoco, Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), bahwa program studi (prodi) yang tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja atau industri di masa depan akan ditutup,salah satunya prodi pendidikan atau keguruan. Pernyataan ini, yang tampak pragmatis dan solutif di permukaan, sesungguhnya menyimpan ketegangan epistemik yang dalam sebuah perdebatan tentang hakikat ilmu pengetahuan, fungsi pendidikan tinggi, dan tanggung jawab negara terhadap warganya. Pertanyaan yang perlu diajukan bukan sekadar mana prodi yang relevan atau tidak. Pertanyaan yang jauh lebih fundamental adalah, relevan menurut siapa, dan untuk kepentingan apa? Apakah ilmu pengetahuan memang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/membunuh-ilmu-atas-nama-lapangan-kerja-negara-gagal-prodi-yang-ditutup/">Membunuh Ilmu atas Nama Lapangan Kerja: Negara Gagal, Prodi yang Ditutup?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sebuah</strong> wacana baru belakangan ini muncul dari Badri Munir Sukoco, Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), bahwa program studi (prodi) yang tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja atau industri di masa depan akan ditutup,<br>salah satunya prodi pendidikan atau keguruan.</p>



<p>Pernyataan ini, yang tampak pragmatis dan solutif di permukaan, sesungguhnya menyimpan ketegangan epistemik yang dalam sebuah perdebatan tentang hakikat ilmu pengetahuan, fungsi pendidikan tinggi, dan tanggung jawab negara terhadap warganya. Pertanyaan yang perlu diajukan bukan sekadar mana prodi yang relevan atau tidak.</p>



<p>Pertanyaan yang jauh lebih fundamental adalah, relevan menurut siapa, dan untuk kepentingan apa? Apakah ilmu pengetahuan memang tidak relevan, ataukah negaralah yang gagal menyiapkan ekosistem ekonomi dan lapangan kerja yang mampu menyerap lulusan dari berbagai disiplin ilmu?<br>Inilah yang menjadi gugatan intelektual tulisan ini.</p>



<p>Tulisan ini ditulis bukan untuk membela prodi yang memang tidak produktif, melainkan untuk menggugat logika instrumental yang menjadi dasar kebijakan tersebut logika yang mereduksi ilmu pengetahuan menjadi alat produksi, dan mereduksi manusia terdidik menjadi sekadar tenaga kerja terlatih. Dalam tradisi filsafat pendidikan, ini bukan soal relevansi, melainkan soal siapa yang berhak mendefinisikan relevansi itu sendiri.</p>



<p>Memahami Logika di Balik Kebijakan</p>



<p>Kebijakan penutupan prodi tidak relevan lahir dari satu premis utama, pendidikan tinggi harus menghasilkan lulusan yang siap kerja. Secara kasar, ini adalah visi pendidikan yang berpusat pada market demand, permintaan pasar tenaga kerja menjadi acuan utama dalam merancang<br>kurikulum dan menentukan keberlangsungan sebuah program studi. Dalam terminologi filsafat<br>pendidikan, ini merupakan manifestasi dari instrumentalisme pandangan bahwa pendidikan semata-mata berfungsi sebagai instrumen pencapaian tujuan eksternal (Dewey, 1916).</p>



<p>Pada konteks kebijakan Indonesia kontemporer, tujuan eksternal itu adalah daya serap tenaga kerja di sektor industri. Masalahnya, instrumentalisme yang terlalu dominan berpotensi menghancurkan nilai intrinsik ilmu pengetahuan itu sendiri. Ilmuwan seperti Wilhelm von Humboldt, pendiri Universitas Berlin yang menjadi model universitas modern, berargumen bahwa universitas bukan sekolah kejuruan (Mayer, 2021).</p>



<p>Universitas adalah tempat di mana ilmu pengetahuan dalam arti seluas-luasnya dikembangkan secara bebas, tanpa tekanan pasar. Ketika universitas mulai tunduk pada logika pasar secara mutlak, ia berhenti menjadi universitas dalam pengertian yang sesungguhnya.</p>



<p>&#8220;Pendidikan bukan persiapan untuk hidup, pendidikan adalah hidup itu sendiri.&#8221; John<br>Dewey, Democracy and Education (1916).<br>Apakah kebijakan Kemendikbudristek secara sadar menolak warisan intelektual ini? Tidak ada yang tahu pasti. Namun yang jelas, ketika sebuah kementerian menggunakan &#8220;tidak relevan dengan dunia kerja&#8221; sebagai satu-satunya kriteria penutupan prodi, mereka secara implisit<br>menerima pasar sebagai hakim tertinggi bagi ilmu pengetahuan dan itu adalah pilihan ideologis yang perlu dikritisi.</p>



<p>Dua Diagnosis yang Berbeda atas Satu Gejala</p>



<p>Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia memang merupakan fakta yang tidak bisa diabaikan. Badan Pusat Statistik (2024) mencatat bahwa tingkat<br>pengangguran terbuka di kalangan lulusan diploma dan universitas masih berada di angka yang mengkhawatirkan sekitar 5,2 persen dari total angkatan kerja terdidik pada Februari 2024.</p>



<p>Pertanyaannya bukan apakah masalah ini nyata, melainkan, apa akar penyebabnya? Ada dua narasi besar yang bersaing dalam menjawab pertanyaan ini. Narasi pertama, yang dianut kebijakan Kemendikbudristek, adalah narasi mismatch, lulusan perguruan tinggi tidak terserap karena<br>kompetensi yang mereka miliki tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Jika prodi ditata ulang, maka mismatch berkurang, dan pengangguran menurun.</p>



<p>Narasi kedua, yang lebih jarang didengar namun sama kuatnya secara empiris, adalah narasi kegagalan structural, pengangguran terjadi bukan karena lulusan tidak kompeten, melainkan<br>karena struktur ekonomi Indonesia belum mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dalam jumlah yang memadai. Indonesia masih sangat bergantung pada sektor informal (59,11 persen tenaga kerja berada di sektor informal per Agustus 2023, menurut BPS), dan sektor formal berbasis pengetahuan yang mampu menyerap sarjana belum berkembang cukup signifikan (BPS, 2023).</p>



<p>World Bank (2023) dalam laporannya tentang ketenagakerjaan di Indonesia menegaskan bahwa masalah utama bukan kualitas lulusan, melainkan ketidaksiapan sektor di Indonesia untuk<br>menyerap tenaga kerja terdidik dalam skala besar. Ini adalah persoalan investasi, industrialisasi, dan kebijakan ekonomi makro, bukan persoalan kurikulum perguruan tinggi semata.</p>



<p>&#8220;Indonesia menghadapi tantangan struktural, perekonomiannya belum menghasilkan cukup lapangan kerja formal berkualitas tinggi untuk menyerap jumlah pekerja terdidik yang terus bertambah.&#8221; World Bank, Indonesia Jobs Report (2023). Dengan kata lain, jika memang ada masalah, maka solusinya seharusnya bukan menutup prodi, melainkan membangun ekosistem industri yang lebih kompleks dan mampu<br>mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu termasuk prodi Pendidikan, filsafat, sejarah, sastra, dan seni dalam rantai nilai ekonomi modern.</p>



<p>“Kerangka analitis di atas menunjukkan bahwa adanya ketegangan antara prodi yang tidak relevan dan negara gagal menyiapkan lapanga kerja, bukan hanya perdebatan teknis, melainkan pertarungan ideologis tentang siapa yang bertanggung jawab atas masalah pengangguran terdidik di Indonesia.</p>



<p>Siapa yang Berhak Mendefinisikan &#8216;Relevansi&#8217;?</p>



<p>Ini adalah pertanyaan paling fundamental yang perlu dijawab secara filosofis. Dalam episteme Foucauldian, definisi tentang prodi apa yang &#8216;relevan&#8217; atau &#8216;tidak relevan&#8217; adalah ekspresi dari relasi kuasa (Foucault, 1972). Ketika negara melalui kementerian memposisikan dirinya<br>sebagai otoritas tunggal yang menentukan relevansi ilmu, ia sedang melakukan apa yang oleh Bourdieu disebut sebagai kekerasan simbolik, memaksakan definisi tertentu tentang nilai pengetahuan kepada seluruh komunitas akademik tanpa proses deliberasi yang memadai (Bourdieu, 1998). Relevansi adalah konsep yang kontekstual, historis, dan politis.</p>



<p>Sejarah menunjukkan bahwa prodi-prodi yang pernah dianggap tidak relevan seringkali menjadi fondasi bagi kemajuan yang paling revolusioner. Teori relativitas Einstein tidak langsung relevan dengan<br>industri saat ia dirumuskan. Kajian Mendel tentang genetika kacang polong selama bertahun-tahun dianggap esoteric hingga menjadi fondasi seluruh bioteknologi modern. Penelitian tentang cahaya<br>ultraviolet yang dianggap &#8220;tidak berguna&#8221; pada abad ke-19 akhirnya melahirkan teknologi laser, WiFi, dan perawatan kanker.</p>



<p>Relevansi sejati prodi bukan sesuatu yang bisa diramalkan oleh birokrasi, apalagi dalam horizon jangka pendek. Ilmu yang tampak abstrak atau tidak relevan hari ini mungkin adalah kunci teknologi yang akan mengubah dunia dua puluh tahun mendatang. &#8220;Semua prodi adalah relevan” yang tidak relevan adalah sistem ekonomi yang terlalu sempit untuk mengakomodasinya” John Henry Newman (1852).</p>



<p>Wacana Sekjen kemdiktisaintek untuk menutup prodi yang tidak relevan bukan semata kebijakan teknis administrasi pendidikan. Ia adalah sebuah pernyataan ideologis tentang bagaimana negara memandang ilmu pengetahuan, manusia, dan masa depan. Ketika &#8220;relevansi&#8221;<br>didefinisikan secara sepihak oleh negara berdasarkan ketersediaan lapangan kerja saat ini, yang sesungguhnya terjadi adalah privatisasi makna ilmu pengetahuan oleh pasar. Namun justru di sinilah beban tanggung jawab negara yang paling berat, bukan hanya menyiapkan lulusan yang<br>siap kerja, melainkan menciptakan kondisi di mana berbagai bentuk kecerdasan manusia termasuk yang tidak mudah dikuantifikasi dalam tabel kompetensi industri dapat menemukan tempatnya<br>yang bermartabat.</p>



<p>Ada tiga hal yang perlu dipertegas. Pertama, masalah pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia adalah masalah struktural ekonomi, bukan semata persoalan tidak relevannya<br>sebuah prodi. Solusi yang tepat adalah investasi masif dalam ekosistem industri berbasis pengetahuan, bukan penutupan prodi.</p>



<p>Kedua, ilmu-ilmu Pendidikan bukanlah sebuah beban dalam sistem Pendidikan, mereka adalah infrastruktur peradaban. Menutupnya atas nama relevansi pasar<br>adalah tindakan yang dalam jangka panjang, justru akan melemahkan kapasitas bangsa untuk berpikir kritis dan beradaptasi dengan perubahan. Ketiga, negara memiliki tanggung jawab<br>konstitusional untuk menciptakan lapangan kerja yang layak, bukan sebaliknya menyalahkan prodi-prodi yang ada atas kegagalan dalam memenuhi kewajiban tersebut. Pendidikan atau ilmu keguruan adalah baagian dari ladang ilmu pengetahuan, membunuh ilmu atas nama lapangan kerja bukanlah solusi. Tetapi hal ini secara tidak langsung adalah bentuk<br>pengakuan dari pemerintah atas kegagalan bahwa negara menyerah atau tidak mampu lagi menyediakan lapangan kerja untuk rakyatnya dan membangun ekonomi yang cukup kaya dan beragam untuk menampung segala bentuk kecerdasan warganya. Hal ini adalah kemunduran yang tidak perlu kita terima. (*)</p>



<p>Penulis: <strong><em>Riki Saputra (Dosen Filsafat Program Doktor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat)</em></strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/membunuh-ilmu-atas-nama-lapangan-kerja-negara-gagal-prodi-yang-ditutup/">Membunuh Ilmu atas Nama Lapangan Kerja: Negara Gagal, Prodi yang Ditutup?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246546</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UM Sumatera Barat Gelar Hari Bermuhammadiyah, Gali Spirit Syukur dan Muhasabah</title>
		<link>https://langgam.id/um-sumatera-barat-gelar-hari-bermuhammadiyah-gali-spirit-syukur-dan-muhasabah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 11:04:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=219786</guid>

					<description><![CDATA[<p>InfoLanggam – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat gelar Hari Bermuhammadiyah, Jumat (10/1/2025) di Convention Hall Prof Dr H Ahmad Syafi’i Ma’arif, MA kampus I Padang. Turut hadir pada kesempatan tersebut Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), Dr Syaflin Halim MA, Kaprodi Hukum Keluarga Dr Desi Asmaret MAg, Kaprodi S2 Pendidikan Agama Islam Dr Rahmi MA, Civitas Akademika, dan stakeholder terkait lainnya. Mengangkat tema “Spirit Syukur dan Muhasabah”, Hari Bermuhammadiyah kali ini menghadirkan narasumber yakni Dosen Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) yang juga Kepala Pusat Layanan BK UNP, Prof Dr Yarmis Syukur MPd Kons. Dalam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/um-sumatera-barat-gelar-hari-bermuhammadiyah-gali-spirit-syukur-dan-muhasabah/">UM Sumatera Barat Gelar Hari Bermuhammadiyah, Gali Spirit Syukur dan Muhasabah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>InfoLanggam –</strong> Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat gelar Hari Bermuhammadiyah, Jumat (10/1/2025) di Convention Hall Prof Dr H Ahmad Syafi’i Ma’arif, MA kampus I Padang. </p>



<p>Turut hadir pada kesempatan tersebut Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), Dr Syaflin Halim MA, Kaprodi Hukum Keluarga Dr Desi Asmaret MAg, Kaprodi S2 Pendidikan Agama Islam Dr Rahmi MA, Civitas Akademika, dan stakeholder terkait lainnya.</p>



<p>Mengangkat tema “Spirit Syukur dan Muhasabah”, Hari Bermuhammadiyah kali ini menghadirkan narasumber yakni Dosen Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) yang juga Kepala Pusat Layanan BK UNP, Prof Dr Yarmis Syukur MPd Kons.</p>



<p>Dalam pemaparannya, Yarmis Syukur menjelaskan hadist Rasulullah SAW bahwa ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu olehnya, yaitu kesehatan dan uang. </p>



<p>“Bukan bahagia yang menjadikan kita bersyukur, tetapi dengan bersyukur akan menjadikan kita bahagia,” ujarnya.</p>



<p>Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya muhasabah ketika waktu luang sebagai proses introspeksi diri atau evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan di masa lalu dan saat ini. </p>



<p>Karena menurutnya, dengan adanya muhasabah akan menghadirkan rasa syukur sehingga bakal memberikan dampak positif bagi kehidupan spiritual, psikologis dan kesehatan.</p>



<p>Yasmir menjelaskan bahwa muhasabah dalam spirit syukur bagi beliau ada dua, yakni self evaluation dan self assessment. Di mana self evaluation secara kritis menilai kemampuan, keterampilan, prestasi dan area yang perlu diperbaiki (fokus refleksi diri). </p>



<p>Sedangkan self assessment yakni proses menilai kualitas atau tingkat keterampilan, pengetahuan, atau karakteristik pribadinya (menggunakan alat atau metode objektif).</p>



<p>Yasmir mengungkapkan bahwa implementasi spirit syukur dan muhasabah, seperti menghargai apa yang sudah ada, antara lain apa yang sudah dimiliki, dicapai, diperoleh dan dirasakan. </p>



<p>“Menghargai di sini berupa mensyukuri apa yang sudah dimiliki, menghargai hubungan, merayakan keberhasilan, refleksi diri, menghindari perbandingan negatif, umpan balik positif, berbagi dengan orang lain, melatih kesadaran, mensyukuri pemberian serta mencari kebahagiaan,” bebernya. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/um-sumatera-barat-gelar-hari-bermuhammadiyah-gali-spirit-syukur-dan-muhasabah/">UM Sumatera Barat Gelar Hari Bermuhammadiyah, Gali Spirit Syukur dan Muhasabah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219786</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fakultas Kesehatan UM Sumatera Barat Gelar Capping Day dan Kepaniteraan</title>
		<link>https://langgam.id/fakultas-kesehatan-um-sumatera-barat-gelar-capping-day-dan-kepaniteraan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=219789</guid>

					<description><![CDATA[<p>InfoLanggam – Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat mengadakan Capping Day dan Kepaniteraan Tahun Akademik 2024/2025, Selasa (7/1/2025). Capping Day yang diikuti oleh program studi D-III Kebidanan dan S-1 Keperawatan ini dilaksanakan di Convention Hall Prof Dr Yunahar Ilyas Lc MAg Kampus III UM Sumatera Barat Bukittinggi. Turut hadir pada kesempatan tersebut Dekan Fakultas Kesehatan UM Sumatera Barat Yuliza Anggraini, SST, MKeb, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bukittinggi, Ketua PPNI Kota Bukittinggi Ns. Aldo Yuliano, SKep, MM, Kaprodi Fakultas Kesehatan UM Sumatera Barat, civitas akademika, tamu undangan dan stakeholder terkait lainnya. Capping day atau biasanya dikenal dengan seremonial</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakultas-kesehatan-um-sumatera-barat-gelar-capping-day-dan-kepaniteraan/">Fakultas Kesehatan UM Sumatera Barat Gelar Capping Day dan Kepaniteraan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>InfoLanggam –</strong> Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat mengadakan Capping Day dan Kepaniteraan Tahun Akademik 2024/2025, Selasa (7/1/2025). </p>



<p>Capping Day yang diikuti oleh program studi D-III Kebidanan dan S-1 Keperawatan ini dilaksanakan di Convention Hall Prof Dr Yunahar Ilyas Lc MAg Kampus III UM Sumatera Barat Bukittinggi.</p>



<p>Turut hadir pada kesempatan tersebut Dekan Fakultas Kesehatan UM Sumatera Barat Yuliza Anggraini, SST, MKeb, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bukittinggi, Ketua PPNI Kota Bukittinggi Ns. Aldo Yuliano, SKep, MM, Kaprodi Fakultas Kesehatan UM Sumatera Barat, civitas akademika, tamu undangan dan stakeholder terkait lainnya.</p>



<p>Capping day atau biasanya dikenal dengan seremonial pemasangan kap dan pengucapan janji bagi mahasiswa mahasiswa kebidanan ini merupakan agenda rutin tahunan.</p>



<p>Kegiatan ini sebagai titik awal mahasiswa sudah layak turun praktek ke lapangan untuk mengabdi kepada masyarakat karena mahasiswa tersebut sudah menyelesaikan kegiatan belajar baik teori maupun praktik.</p>



<p>Dekan Fakultas Kesehatan UM Sumatera Barat Yuliza Anggraini, SST, MKeb menyampaikan terima kasih kepada para orang tua mahasiswa yang telah memilih dan menitipkan anaknya berkuliah di UM Sumatera Barat. </p>



<p>Ia mengungkapkan bahwa capping day ini merupakan awal dari langkah mewujudkan mimpi-mimpi para mahasiswa dan orang tua. Ia berharap semoga mahasiswa yang turun praktik nanti mendapatkan ilmu sebanyaknya.</p>



<p>“Kami berikan ilmu dan pengalaman lapangan agar ketika mereka tamat nanti sudah siap membantu dan berkontribusi dalam masyarakat sebagai tenaga kesehatan,” harapnya.</p>



<p>Sementara Ketua PPNI Kota Bukittinggi Ns. Aldo Yuliano, SKep MM menyampaikan bahwa dengan pengucapan janji tersebut berarti mahasiswa akan melayani pasien secara langsung. </p>



<p>Oleh karena itu katanya, akan ada banyak hal yang mesti diperhatikan secara holistic karena janji yang sudah diucapkan bakal dipertanggungjawabkan.</p>



<p>Ia juga berpesan agar bisa melaksanakan janji yang telah diikrarkan selama praktek nanti, dengan tujuan utama menjadi tenaga kesehatan yang kompeten sesuai undang-undang. </p>



<p>“Sangat penting mencapai kompetensi saat praktik, terapkan ilmu yang sudah didapat di kampus,” bebernya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua IBI Kota Bukittinggi mengucapkan selamat kepada mahasiswa kebidanan dan keperawatan yang telah dipasangi kap dan mengucap janji untuk terjun ke lapangan berpraktek. </p>



<p>“Secara teori mungkin sudah didapat di kampus, tapi secara praktek mungkin ada perbedaan yang akan dilihat di lapangan. Nantinya akan menyesuaikan kondisi pasien yang ditemukan,” ucapnya.</p>



<p>Ia berharap saat praktek nanti mahasiswa dapat bekerja sesuai SOP serta meningkatkan ilmu dan menjaga attitude karena di lapangan nantinya akan bertemu dengan lapisan masyarakat dengan berbagai pangkat dan jabatan. </p>



<p>Oleh karena itu, ia berpesan jangan membedakan pasien, tetaplah beratitude untuk semua usia.</p>



<p>“Semoga saat praktik nanti mendapatkan ilmu yang nantinya dibutuhkan untuk terjun di lapangan. Karena 1000 pasien yang kita temui tidak akan sama penanganannya,” ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakultas-kesehatan-um-sumatera-barat-gelar-capping-day-dan-kepaniteraan/">Fakultas Kesehatan UM Sumatera Barat Gelar Capping Day dan Kepaniteraan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219789</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UM Sumatera Barat Masuk Klaster Utama dalam Klasterisasi Perguruan Tinggi</title>
		<link>https://langgam.id/um-sumatera-barat-masuk-klaster-utama-dalam-klasterisasi-perguruan-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 09:17:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=219148</guid>

					<description><![CDATA[<p>InfoLanggam – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat masuk ke dalam klaster utama dalam klasterisasi perguruan tinggi. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi UM Sumatera Barat. Raihan prestasi gemilang di kancah pendidikan nasional ini diakui dan tertuang berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dengan Nomor: 1548/E5/AL.04/2024. Berdasarkan hasil evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, UM Sumatera Barat dinobatkan sebagai perguruan tinggi dalam klaster utama untuk kategori penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Prestasi ini sebagai bukti nyata atas dedikasi universitas atas dorongan inovasi serta peran aktif dalam menyelesaikan tantangan masyarakat melalui kegiatan penelitian yang relevan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/um-sumatera-barat-masuk-klaster-utama-dalam-klasterisasi-perguruan-tinggi/">UM Sumatera Barat Masuk Klaster Utama dalam Klasterisasi Perguruan Tinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>InfoLanggam –</strong> Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat masuk ke dalam klaster utama dalam klasterisasi perguruan tinggi. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi UM Sumatera Barat.</p>



<p>Raihan prestasi gemilang di kancah pendidikan nasional ini diakui dan tertuang berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dengan Nomor: 1548/E5/AL.04/2024.</p>



<p>Berdasarkan hasil evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, UM Sumatera Barat dinobatkan sebagai perguruan tinggi dalam klaster utama untuk kategori penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. </p>



<p>Prestasi ini sebagai bukti nyata atas dedikasi universitas atas dorongan inovasi serta peran aktif dalam menyelesaikan tantangan masyarakat melalui kegiatan penelitian yang relevan.</p>



<p>Rektor UM Sumatera Barat, Dr Riki Saputra MA menyampaikan rasa bangga dan syukur atas pencapaian ini. </p>



<p>&#8220;Kami sangat bangga mendapatkan pengakuan ini sebagai bukti dari upaya keras dan konsisten dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ini juga merupakan motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja penelitian dan pengabdian,&#8221; ucap Riki.</p>



<p>Diketahui, klasterisasi perguruan tinggi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengelompokkan perguruan tinggi berdasarkan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.</p>



<p>Klaster utama merupakan salah satu klaster tertinggi yang menunjukkan kinerja yang sangat baik dan berkontribusi signifikan dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/um-sumatera-barat-masuk-klaster-utama-dalam-klasterisasi-perguruan-tinggi/">UM Sumatera Barat Masuk Klaster Utama dalam Klasterisasi Perguruan Tinggi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219148</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat Jalin Kerjasama dengan Kandis Green Farm Pekanbaru</title>
		<link>https://langgam.id/fakultas-pertanian-um-sumatera-barat-jalin-kerjasama-dengan-kandis-green-farm-pekanbaru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2024 06:51:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=216151</guid>

					<description><![CDATA[<p>InfoLanggam &#8211; Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat melakukan kerjasama dengan Kandis Green Farm Pekanbaru. Penandatangan kerjasama dalam bentuk Memorandum of Agreement (MOA) tersebut dilaksanakan di kantor Kandis Green Farm Pekanbaru, Kamis (7/11/2024) lalu. Pengelola Kandis Green Farm, Richard Kellen menjelaskan, Kandis Green Farm yang dikelola pihaknya di Pekanbaru telah dikelola secara professional. Di mana Kandis Green Farm melakukan penanaman untuk beberapa komoditas pertanian hidroponik, seperti pakchoi, selada, juga beberapa komoditas lainnya dengan jumlah lubang tanam mencapai ribuan batang. Untuk aktifitas panen hariannya sebut Richard, tergolong besar yakni mencapai 500-600 kemasan per hari. “Kandis Green Farm merupakan satu-satunya yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakultas-pertanian-um-sumatera-barat-jalin-kerjasama-dengan-kandis-green-farm-pekanbaru/">Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat Jalin Kerjasama dengan Kandis Green Farm Pekanbaru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>InfoLanggam &#8211;</strong> Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat melakukan kerjasama dengan Kandis Green Farm Pekanbaru. Penandatangan kerjasama dalam bentuk Memorandum of Agreement (MOA) tersebut dilaksanakan di kantor Kandis Green Farm Pekanbaru, Kamis (7/11/2024) lalu.</p>



<p>Pengelola Kandis Green Farm, Richard Kellen menjelaskan, Kandis Green Farm yang dikelola pihaknya di Pekanbaru telah dikelola secara professional. Di mana Kandis Green Farm melakukan penanaman untuk beberapa komoditas pertanian hidroponik, seperti pakchoi, selada, juga beberapa komoditas lainnya dengan jumlah lubang tanam mencapai ribuan batang.</p>



<p>Untuk aktifitas panen hariannya sebut Richard, tergolong besar yakni mencapai 500-600 kemasan per hari. “Kandis Green Farm merupakan satu-satunya yang menggunakan metode smart farming, di mana pengaturan suhu, air, nutrisi bahkan pemantauan hama dilakukan menggunakan sistem yang terhubung ke smartphone,” tuturnya.</p>



<p>Disebutkannya, implementasi dari kerjasama dengan UM Sumatera Barat nantinya bakal dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan, antara lain praktek kerja lapangan/magang mahasiswa. Dimana mahasiswa Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat berkesempatan belajar dan praktek di Kandis Green Farm.</p>



<p>Selanjutnya implementasi kerjasama dalam bentuk kuliah umum, di mana Owner Kandis Green Farm akan berbagi dan menyampaikan tentang prospek dan pengembangan bisnis hidroponik dalam bentuk kuliah umum. Kemudian kegiatan penelitian bersama, yang dilaksanakan oleh dosen pertanian UM Sumatera Barat dengan Kandis Green Farm dalam hal hidroponik.</p>



<p>Kemudian implementasi kerjasama juga bakal dilakukan dalam bentuk pembangunan green house bersama. Terkait green house ini, dirinya selaku pihak Kandis Green Farm menyambut baik pembangunan green house di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Serta diharapkan pembangunan green house tersebut bakal terealisasi di tahun 2025.</p>



<p>Terkait kerjasama tersebut, Dekan Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat, Rizqha Sepriyanti Burano, ST, MSi mengapresiasi komitmen Kandis Green Farm dalam mendukung pendidikan dan penelitian di bidang pertanian. </p>



<p>Rizqha berharap semoga kerjasama yang dijalin tersebut dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakultas-pertanian-um-sumatera-barat-jalin-kerjasama-dengan-kandis-green-farm-pekanbaru/">Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat Jalin Kerjasama dengan Kandis Green Farm Pekanbaru</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216151</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat Jalin Kerjasama Internasional dengan UiTM Malaysia</title>
		<link>https://langgam.id/fakultas-pertanian-um-sumatera-barat-jalin-kerjasama-internasional-dengan-uitm-malaysia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 04:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=215500</guid>

					<description><![CDATA[<p>InfoLanggam – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi akademik dan jejaring internasional. Salah satunya Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat yang menjalin implementasi kerjasama dengan Fakulti Perladangan dan Agroteknologi UiTM Malaysia. Program kerjasama ini dilaksanakan dalam bentuk penelitian bersama dosen yang berjudul Utilization of Processing Technology and Farmer Income dan juga sebagai dosen tamu di mata kuliah Case Study in Agribusiness. Penelitian ini akan dilakukan di dua wilayah, di Indonesia dan Malaysia. Dari hasil penelitian ini diharapkan nantinya dapat terlihat perbandingan penggunaan teknologi oleh petani di Indonesia dan Malaysia. Dijelaskan bahwa masalah yang akan dijawab dalam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakultas-pertanian-um-sumatera-barat-jalin-kerjasama-internasional-dengan-uitm-malaysia/">Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat Jalin Kerjasama Internasional dengan UiTM Malaysia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>InfoLanggam –</strong> Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi akademik dan jejaring internasional. </p>



<p>Salah satunya Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat yang menjalin implementasi kerjasama dengan Fakulti Perladangan dan Agroteknologi UiTM Malaysia.</p>



<p>Program kerjasama ini dilaksanakan dalam bentuk penelitian bersama dosen yang berjudul Utilization of Processing Technology and Farmer Income dan juga sebagai dosen tamu di mata kuliah Case Study in Agribusiness.</p>



<p>Penelitian ini akan dilakukan di dua wilayah, di Indonesia dan Malaysia. Dari hasil penelitian ini diharapkan nantinya dapat terlihat perbandingan penggunaan teknologi oleh petani di Indonesia dan Malaysia.</p>



<p>Dijelaskan bahwa masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini yakni apakah penggunaan teknologi pertanian akan mempengaruhi pendapatan petani.</p>



<p>Dekan Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat, Rizqha Sepriyanti Burano mengatakan, bahwa kolaborasi riset ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin kerjasama kedua fakultas. </p>



<p>Begitu juga dengan kegiatan &#8220;guest lecture&#8221; sebut beliau, tidak berhenti di sini namun dapat dilaksanakan setiap semester. Tidak hanya dosen Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat yang mengajar di Fakulti Perladangan dan Agroteknologi UiTM Malaysia, namun juga sebaliknya.</p>



<p>“Semoga kebersamaan ini terus terjalin dengan baik, sehingga dengan kerjasama ini menghasilkan kolaborasi yang bermanfaat untuk masing-masing kampus,” harap Rizqha. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fakultas-pertanian-um-sumatera-barat-jalin-kerjasama-internasional-dengan-uitm-malaysia/">Fakultas Pertanian UM Sumatera Barat Jalin Kerjasama Internasional dengan UiTM Malaysia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215500</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatan Kualitas Guru di Era Globalisasi, FKIP UM Sumatera Barat Gelar Kuliah Umum</title>
		<link>https://langgam.id/tingkatan-kualitas-guru-di-era-globalisasi-fkip-um-sumatera-barat-gelar-kuliah-umum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2024 08:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=214743</guid>

					<description><![CDATA[<p>InfoLanggam – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menggelar kuliah umum dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Convention Hall Prof Dr Yunahar Ilyas Lc MA, Kampus III UM Sumatera Barat, Bukittinggi. Kuliah Umum bertema “Meningkatkan Kualitas Guru melalui Pengembangan Intelektual, Emosional dan Moral Sebagai Kunci Pengembangan Pendidikan Keguruan di Era Global” ini menghadirkan tiga orang narasumber. Yaitu, Koordinator Program Studi Doktor Pendidikan Dasar Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Sarwi MSi. Kemudian Tenaga Ahli Bupati Agam Bidang Pendidikan/Dosen FKIP UM Sumatera Barat Efri Yoni Baikoeni</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tingkatan-kualitas-guru-di-era-globalisasi-fkip-um-sumatera-barat-gelar-kuliah-umum/">Tingkatan Kualitas Guru di Era Globalisasi, FKIP UM Sumatera Barat Gelar Kuliah Umum</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>InfoLanggam –</strong> Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat menggelar kuliah umum dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2024.</p>



<p>Kegiatan ini dilaksanakan di Convention Hall Prof Dr Yunahar Ilyas Lc MA, Kampus III UM Sumatera Barat, Bukittinggi.</p>



<p>Kuliah Umum bertema “Meningkatkan Kualitas Guru melalui Pengembangan Intelektual, Emosional dan Moral Sebagai Kunci Pengembangan Pendidikan Keguruan di Era Global” ini menghadirkan tiga orang narasumber.</p>



<p>Yaitu, Koordinator Program Studi Doktor Pendidikan Dasar Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Sarwi MSi. Kemudian Tenaga Ahli Bupati Agam Bidang Pendidikan/Dosen FKIP UM Sumatera Barat Efri Yoni Baikoeni MA dan Dosen UM Sumatera Barat Dr Ismail Syakban MPdI.</p>



<p>Kuliah umum ini dilaksanakan juga secara hybrid dan diikuti oleh tiga program studi FKIP di antaranya Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Matematika. </p>



<p>Kemudian juga mengundang mahasiswa Program Pendidikan Guru (PPG) khususnya Guru Tertentu yang berjumlah 1.311 terdiri dari mahasiswa tahap ke-2 dan tahap ke-3.</p>



<p>Dekan FKIP UM Sumatera Barat, Dr Gusmaizal Syandri MPd mengatakan, kuliah umum ini sangat penting guna membuka wawasan mahasiswa sebagai calon guru maupun dosen FKIP yang dituntut mencari inovasi dalam bidang pengajaran. </p>



<p>Menurut Gusmaizal, tantangan yang dihadapi guru di era global selain perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat dan mendasar, juga terjadinya krisis moral yang melanda bangsa dan negara dan krisis sosial dan krisis identitas sebagai bangsa.</p>



<p>“Selain itu, kuliah umum ini juga akan menjadi refleksi bagi FKIP UM Sumatera Barat dalam melihat sejauh mana proses Pendidikan guru yang dilakukan selama ini berkontribusi dalam menciptakan guru yang berkualitas yang mengembangkan tiga intelegensi dasar siswa yaitu, intelektual, emosional dan moral,”  ujarnya.</p>



<p>Narasumber kuliah umum, Prof Dr Sarwi MSi, yang juga guru besar Pendidikan Sains FMIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada kesempatan tersebut menyampaikan cara membentuk guru profesional berkarakter integrasi sains Islam era global. </p>



<p>Di mana era pembelajaran saat ini, terang Sarwi, sudah mengalami adaptasi gaya hidup dan perkembangan teknologi signifikan. Di era global sebut beliau, pendidikan dan pekerjaan seiring perkembangan IPTEK, tetap memperhatikan perilaku humanis. Untuk itu jelas beliau, pasar kerja saat ini memerlukan kombinasi berbagai skill variatif.</p>



<p>Guna menghadapi era digital saat ini, Ia memberikan arahan agar guru memiliki semangat juang dan etos kerja tinggi disertai keimanan dan ketakwaan.</p>



<p>&#8220;Kemudian, mampu memanfaatkan IPTEK sesuai tuntutan lingkungan sosial dan budaya, berperilaku professional tinggi dalam mengemban tugas, keteladanan moral, serta mengembangkan prinsip kerja dan wawasan luas dalam memandang permasalahan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu Tenaga Ahli Bupati Agam Bidang Pendidikan yang juga Dosen FKIP UM Sumatera Barat Efri Yoni Baikoeni, MA memaparkan tentang kebijakan Pemda Agam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyusunan moto Pendidikan Agam “CAKAP”. </p>



<p>Ia menjelaskan, bahwa moto CAKAP diartikan cerdas, aktif, Kreatif, Adat dan Perilaku. Moto tersebut dihasilkan melalui olah otak, olah olah rasa, olah hati dan olah raga.</p>



<p>Hal tersebut dilihat dari proses pendidikan yang berkaitan dengan pemenuhan multitalenta dari peserta didik, penguasaan basic skills, kemampuan membaca, pendalaman dari praktek agama dan penguatan sisi budaya serta adat. </p>



<p>Rumusan tersebut jelasnya, didapat dari meraba masa depan anak Agam yang ideal sesuai dengan kebutuhan kompetensi global dan juga evaluasi serta analisis peraturan perundangan terkait implementasi attitude. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tingkatan-kualitas-guru-di-era-globalisasi-fkip-um-sumatera-barat-gelar-kuliah-umum/">Tingkatan Kualitas Guru di Era Globalisasi, FKIP UM Sumatera Barat Gelar Kuliah Umum</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Empat Dosen Prodi Hukum Keluarga UM Sumatera Barat Ikuti Sumpah Profesi Mediator</title>
		<link>https://langgam.id/empat-dosen-prodi-hukum-keluarga-um-sumatera-barat-ikuti-sumpah-profesi-mediator/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 07:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=214462</guid>

					<description><![CDATA[<p>InfoLanggam &#8211; Sebanyak empat dosen dari Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Agama Islam, UM Sumatera Barat, yakni Dr Mursal MAg CPM, Dr Syaflin Halim MA CPM, Dr Desminar MA CPM dan Dr Romi Saputra SHI MH CPM telah mengikuti upacara sumpah profesi mediator yang dilaksanakan di Hotel Ibis Padang, Senin (21/10/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi dosen dalam bidang mediasi yang semakin penting dalam penyelesaian sengketa di ranah hukum keluarga dan syariah. Keempat dosen tersebut telah menyelesaikan serangkaian pelatihan profesional sebagai mediator yang dilaksanakan Dewan Sengketa Indonesia. Setelah melalui proses pelatihan dan evaluasi yang ketat, mereka dinyatakan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-dosen-prodi-hukum-keluarga-um-sumatera-barat-ikuti-sumpah-profesi-mediator/">Empat Dosen Prodi Hukum Keluarga UM Sumatera Barat Ikuti Sumpah Profesi Mediator</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>InfoLanggam &#8211; </strong>Sebanyak empat dosen dari Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Agama Islam, UM Sumatera Barat, yakni Dr Mursal MAg CPM, Dr Syaflin Halim MA CPM, Dr Desminar MA CPM dan Dr Romi Saputra SHI MH CPM telah mengikuti upacara sumpah profesi mediator yang dilaksanakan di Hotel Ibis Padang, Senin (21/10/2024). </p>



<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi dosen dalam bidang mediasi yang semakin penting dalam penyelesaian sengketa di ranah hukum keluarga dan syariah.</p>



<p>Keempat dosen tersebut telah menyelesaikan serangkaian pelatihan profesional sebagai mediator yang dilaksanakan Dewan Sengketa Indonesia. Setelah melalui proses pelatihan dan evaluasi yang ketat, mereka dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk dilantik sebagai mediator resmi.</p>



<p>Sumpah profesi mediator ini menandakan langkah penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Fakultas Agama Islam, khususnya dalam program studi Hukum Keluarga. </p>



<p>Kompetensi dosen yang lebih luas akan memberikan manfaat besar, tidak hanya dalam pengajaran, tetapi juga dalam memberikan layanan hukum yang lebih baik bagi masyarakat.</p>



<p>Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Presiden Dewan Sengketa Indonesia Prof Sabela Gayo SH MH PhD yang memberikan arahan mengenai pentingnya peran mediator dalam penyelesaian konflik secara damai dan berkeadilan. </p>



<p>Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa mediator tidak hanya berfungsi sebagai penengah dalam sengketa, tetapi juga sebagai pendorong terciptanya harmoni sosial, terutama dalam urusan keluarga dan masyarakat.</p>



<p>&#8220;Dengan sumpah ini, diharapkan para dosen yang telah resmi menjadi mediator dapat berkontribusi lebih dalam bidang akademik maupun praktik. Serta memberikan pengabdian kepada masyarakat dengan menjadi bagian dari solusi dalam sengketa hukum keluarga,&#8221; ujar Sabela Gayo.</p>



<p>Fakultas Agama Islam UM Sumatera Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi para dosennya dan mendukung pengembangan profesionalisme yang dibutuhkan di era modern ini. Sumpah profesi ini menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/empat-dosen-prodi-hukum-keluarga-um-sumatera-barat-ikuti-sumpah-profesi-mediator/">Empat Dosen Prodi Hukum Keluarga UM Sumatera Barat Ikuti Sumpah Profesi Mediator</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214462</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gandeng BTPN Syariah, UM Sumatera Barat Gelar Career Workshop Bagi Wisudawan</title>
		<link>https://langgam.id/gandeng-btpn-syariah-um-sumatera-barat-gelar-career-workshop-bagi-wisudawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Oct 2024 06:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=214307</guid>

					<description><![CDATA[<p>InfoLanggam – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat mengadakan Career Workshop Wisudawan-Wisudawati angkatan ke-75 Periode 2023-2024, Selasa (22/10/2024) di Convention Hall Prof Dr H Yunahar Ilyas MA, kampus III Bukittinggi. Kegiatan yang mengangkat tema “Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Tips dan Trik Mencari Kerja atau Membangun Lapangan Kerja” ini, turut menghadirkan narasumber yakni Resourching Officer, Stephani Silfianingsih, SPsi dari Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) Syariah Tbk Kantor Cabang Padang. Ketua PPKTS UM Sumatera Barat, Rifana Wahdi MPd menyampaikan kabar gembira bahwasanya workshop career yang diadakan di kampus III UM Sumatera Barat kali ini membuka peluang bagi calon wisudawan yang ingin langsung</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gandeng-btpn-syariah-um-sumatera-barat-gelar-career-workshop-bagi-wisudawan/">Gandeng BTPN Syariah, UM Sumatera Barat Gelar Career Workshop Bagi Wisudawan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>InfoLanggam –</strong> Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat mengadakan Career Workshop Wisudawan-Wisudawati angkatan ke-75 Periode 2023-2024, Selasa (22/10/2024) di Convention Hall Prof Dr H Yunahar Ilyas MA, kampus III Bukittinggi.</p>



<p>Kegiatan yang mengangkat tema “Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Tips dan Trik Mencari Kerja atau Membangun Lapangan Kerja” ini, turut menghadirkan narasumber yakni Resourching Officer, Stephani Silfianingsih, SPsi dari Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) Syariah Tbk Kantor Cabang Padang.</p>



<p>Ketua PPKTS UM Sumatera Barat, Rifana Wahdi MPd menyampaikan kabar gembira bahwasanya workshop career yang diadakan di kampus III UM Sumatera Barat kali ini membuka peluang bagi calon wisudawan yang ingin langsung bekerja di BTPN Syariah</p>



<p>Hal ini karena usai workshop akan ada sesi wawancara kerja. Untuk itu ia berharap agar peserta workshop mengikuti acara dengan sebaiknya.</p>



<p>Sementara itu Resourching Officer BTPN Syariah, Stephani Silfianingsih berharap kehadirannya sebagai pemateri kali ini dapat menyampaikan ilmu yang bermanfaat bagi calon wisudawan yang akan meniti karier. </p>



<p>Ia menyampaikan hal-hal yang mesti dipersiapkan sebelum melamar pekerjaan. Seperti persiapan berkas, cara berpakaian hingga sedikit gambaran tentang interview.</p>



<p>“Beauty, behaviour dan brain jadi faktor utama penilaian dalam melamar kerja,” ujarnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, ia juga berpesan, diharapkan para wisudawan-wisudawati yang akan melaksanakan interview kerja agar menjauhkan diri dari segala bentuk pinjaman online karena bakal mempengaruhi hasil seleksi karena tercatat di Otoritas Jasa Keuangan.</p>



<p>Usai career workshop tersebut peserta foto bersama dengan narasumber, kemudian dilanjutkan dengan sesi wawancara bagi yang ingin bekerja di BTPN Syariah. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gandeng-btpn-syariah-um-sumatera-barat-gelar-career-workshop-bagi-wisudawan/">Gandeng BTPN Syariah, UM Sumatera Barat Gelar Career Workshop Bagi Wisudawan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214307</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ikuti VR2ISEP 2024, UM Sumatera Barat Harap Generasi Muda Berkolaborasi Memajukan Minangkabau</title>
		<link>https://langgam.id/ikuti-vr2isep-2024-um-sumatera-barat-harap-generasi-muda-berkolaborasi-memajukan-minangkabau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2024 09:17:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[UM Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=214246</guid>

					<description><![CDATA[<p>InfoLanggam &#8211; Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat melalui Lembaga Kerjasama dan Urusan Luar Negeri (LKUI) kembali melaksanakan Virtual Ranah-Rantau International Student Exchange Program (VR2ISEP) 2024. Setelah sukses dalam program ini dua tahun berturut-turut, tahun ini VR2ISEP 2024 Third Generation mengusung tema “Saciok Bak Ayam, Sadanciang Bak Basi” resmi dibuka pada Sabtu (19/10/2024) secara virtual pada pukul 07.00-08.25 WIB bertepatan dengan Jumat, 18 Oktober 2023 pukul 19.00-20.25 CST (waktu Amerika). VR2ISEP Generasi ke-3 ini diikuti oleh mahasiswa Sumatera Barat, generasi minang di bawah naungan Minang in America (MIA) serta siswa SMA Negeri 2 Padang. Head of VR2ISEP, Isral Naska mengatakan bahwa tahun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ikuti-vr2isep-2024-um-sumatera-barat-harap-generasi-muda-berkolaborasi-memajukan-minangkabau/">Ikuti VR2ISEP 2024, UM Sumatera Barat Harap Generasi Muda Berkolaborasi Memajukan Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>InfoLanggam &#8211;</strong> Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat melalui Lembaga Kerjasama dan Urusan Luar Negeri (LKUI) kembali melaksanakan Virtual Ranah-Rantau International Student Exchange Program (VR2ISEP) 2024. </p>



<p>Setelah sukses dalam program ini dua tahun berturut-turut, tahun ini VR2ISEP 2024 Third Generation mengusung tema “Saciok Bak Ayam, Sadanciang Bak Basi” resmi dibuka pada Sabtu (19/10/2024) secara virtual pada pukul 07.00-08.25 WIB bertepatan dengan Jumat, 18 Oktober 2023 pukul 19.00-20.25 CST (waktu Amerika). </p>



<p>VR2ISEP Generasi ke-3 ini diikuti oleh mahasiswa Sumatera Barat, generasi minang di bawah naungan Minang in America (MIA) serta siswa SMA Negeri 2 Padang.</p>



<p>Head of VR2ISEP, Isral Naska mengatakan bahwa tahun ini pesertanya berjumlah 38 orang terdiri dari 10 orang mahasiswa UM Sumatera Barat, 10 orang mahasiswa dan pelajar dari Amerika serta 18 orang dari siswa SMA Negeri 2 Padang. Sedikit lebih banyak dibandingkan peserta tahun lalu.</p>



<p>Hari pertama VR2ISEP 2024 membahas tentang “Minangkabau Culture Then and Now”, materi ini disampaikan oleh alumni Deakin University Australia, PhD in Cultural Linguistics dengan tesis “Rundiang, Minangkabau Ritual Speech: Methapor, meaning and cultural cognition”, Dr Nofel Nofiadri, Dosen Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. </p>



<p>Di hari kedua, Anesia Noviliza, PhD menyampaikan materi dengan tema Minangkabau Youth Between Local and Global. Setelah penyampaian materi peserta dibagi ke dalam beberapa breakout room untuk mendiskusikan materi yang telah disampaikan. Para peserta terlihat antusias berdiskusi satu antara lainnya.</p>



<p>Selain tema di atas VR2ISEP tahun ini juga membicarakan tentang Living as Minangkabau in the U.S serta Technology and Etic yang disampaikan oleh a MIA Speaker dan Dr Ridwan Sakidja a lecturer of Missouri State University.</p>



<p>UM Sumatera Barat berharap melalui program ini, generasi muda Minang baik yang di ranah maupun di rantau dapat untuk menjalin silaturrahmi, bertukar pikiran tentang Minangkabau.</p>



<p>Kemudian memperoleh wawasan baru, menjaga kekompakan serta kesempatan berkolaborasi untuk memajukan Minangkabau sesuai dengan tema saciok bak ayam, sadanciang bak basi.</p>



<p>Kegiatan ini dilaksanakan setiap Sabtu-Minggu dan akan berlangsung hingga 27 Oktober 2024 di waktu pelaksanaan yang sama. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ikuti-vr2isep-2024-um-sumatera-barat-harap-generasi-muda-berkolaborasi-memajukan-minangkabau/">Ikuti VR2ISEP 2024, UM Sumatera Barat Harap Generasi Muda Berkolaborasi Memajukan Minangkabau</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214246</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/88 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-29 00:36:03 by W3 Total Cache
-->