<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Tuberkulosis Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/tuberkulosis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/tuberkulosis/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jul 2024 12:11:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Tuberkulosis Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/tuberkulosis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>2.122 Kasus TBC Ditemukan di Padang hingga Juni 2024, Terbanyak di Koto Tangah</title>
		<link>https://langgam.id/2-122-kasus-tbc-ditemukan-di-padang-hingga-juni-2024-terbanyak-di-koto-tangah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2024 12:11:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=207252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak 2.122 kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan di Kota Padang hingga Juni 2024. Hal itu diungkapkan Pj Sekda Padang, Yosefriawan saat pertemuan koordinasi dan revitalisasi tim percepatan penanggulangan TBC, Selasa (9/7/2024), di salah satu hotel di Kota Padang. Yosefriawan mengungkapkan bahwa pada 2024 ini, Kota Padang diestimasikan terdapat 4.838 kasus TBC. Namun yang ditemukan sebanyak 2.122 kasus TBC. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, terang Yosefriawan, 16,4 persen berasal dari luar Kota Padang. Sementara itu 83,6 persen (1.773 kasus) berasal dari Kota Padang yang tersebar di 11 kecamatan. &#8220;Kasus TBC menurut kelompok umur, 20 persen pada anak usia 0-14 tahun, 80</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-122-kasus-tbc-ditemukan-di-padang-hingga-juni-2024-terbanyak-di-koto-tangah/">2.122 Kasus TBC Ditemukan di Padang hingga Juni 2024, Terbanyak di Koto Tangah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Sebanyak 2.122 kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan di Kota Padang hingga Juni 2024. Hal itu diungkapkan Pj Sekda Padang, Yosefriawan saat pertemuan koordinasi dan revitalisasi tim percepatan penanggulangan TBC, Selasa (9/7/2024), di salah satu hotel di Kota Padang.</p>



<p>Yosefriawan mengungkapkan bahwa pada 2024 ini, Kota Padang diestimasikan terdapat 4.838 kasus TBC.  Namun yang ditemukan sebanyak 2.122 kasus TBC.</p>



<p>Berdasarkan data Dinas Kesehatan, terang Yosefriawan, 16,4 persen berasal dari luar Kota Padang. Sementara itu 83,6 persen (1.773 kasus) berasal dari Kota Padang yang tersebar di 11 kecamatan. </p>



<p>&#8220;Kasus TBC menurut kelompok umur, 20 persen pada anak usia 0-14 tahun, 80 persen pada usia 15 tahun ke atas,&#8221; ujar Yosefriawan.</p>



<p>Ia mengatakan, untuk keberhasilan pengobatan pasien TBC pada tahun 2023, pasien yang menyelesaikan pengobatan sebanyak 90,4 persen, putus berobat 5,4 persen, meninggal 3,5 persen, pindah 0,5 persen dan gagal pengobatan 0,2 persen.</p>



<p>&#8220;Upaya yang dilakukan untuk menangani kasus TBC, dengan pembentukan tim percepatan penanggulangan tuberkulosis di Padang untuk melaksanakan penjaringan kasus TBC di sekolah, pesantren, tempat kerja dan rutan serta faskes dan masyarakat Kota Padang,&#8221; bebernya.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Padang, Srikurnia Yati mengatakan, kasus TBC paling banyak berada di Kecamatan Koto Tangah. Dimana merupakan daerah yang luas dan mempunyai penduduk yang padat. </p>



<p>Di wilayah Kecamatan Koto Tangah ini terang Srikurnia, terdapat lima puskesmas yang siap melakukan skrining </p>



<p>&#8220;2.122 kasus ini harus dilakukan pengobatan selama 6 bulan, harapan kita semua pasien yang sudah positif itu dapat disembuhkan, sehingga tingkat persentase kesembuhan untuk Kota Padang mencapai 100 persen,&#8221; harapnya dilansir dari laman Facebook Diskominfo Kota Padang.</p>



<p>Menurut Srikurnia, untuk skrining, TBC tidak memandang usia. Selagi ditemukan keluhan lebih dari dua minggu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap sampel dahaknya.</p>



<p>&#8220;Dibanding tahun lalu tercatat sekitar 3.800 temuan kasus TBC selama 2023. Jika dibandingkan dengan rentang waktu hingga Juni 2024 memang ada peningkatan. Skrining juga dilakukan di sekolah, pesantren, perusahaan, dan instansi pemerintah,&#8221; tuturnya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/2-122-kasus-tbc-ditemukan-di-padang-hingga-juni-2024-terbanyak-di-koto-tangah/">2.122 Kasus TBC Ditemukan di Padang hingga Juni 2024, Terbanyak di Koto Tangah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207252</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Tuberkulosis Sedunia, Penyakit Mematikan yang  Mengancam Indonesia</title>
		<link>https://langgam.id/hari-tuberkulosis-sedunia-penyakit-mematikan-yang-mengancam-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2020 00:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=32875</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Hari ini, Selasa, 24 Maret 2020, bertepatan dengan Hari Tuberkulosis Internasional. Hari Tuberkulosis ini diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahun, ditujukan untuk membangun kesadaran umum tentang wabah tuberkulosis serta usaha-usaha untuk mengurangi penyebaran wabah tersebut. Saat ini tuberkulosis menyebabkan kematian sekitar 1,7 juta jiwa. Tuberkulosis (TB) atau juga dikenal dengan TBC merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia. Tanggal 24 Maret 1882 merupakan tanggal dimana Robert Koch, seorang ilmuwan mengumumkan bahwa ia telah menemukan penyebab dari penyakit tuberkulosis, yakni mycobacterium tuberculosis. Pada saat itu, wabah ini sedang menyebar di Eropa dan Amerika, yang menyebabkan kematian</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-tuberkulosis-sedunia-penyakit-mematikan-yang-mengancam-indonesia/">Hari Tuberkulosis Sedunia, Penyakit Mematikan yang  Mengancam Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Hari ini, Selasa, 24 Maret 2020, bertepatan dengan Hari Tuberkulosis Internasional.</p>
<p>Hari Tuberkulosis ini diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahun, ditujukan untuk membangun kesadaran umum tentang wabah tuberkulosis serta usaha-usaha untuk mengurangi penyebaran wabah tersebut. Saat ini tuberkulosis menyebabkan kematian sekitar 1,7 juta jiwa.</p>
<p>Tuberkulosis (TB) atau juga dikenal dengan TBC merupakan salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia. Tanggal 24 Maret 1882 merupakan tanggal dimana Robert Koch, seorang ilmuwan mengumumkan bahwa ia telah menemukan penyebab dari penyakit tuberkulosis, yakni <em>mycobacterium tuberculosis</em>.</p>
<p>Pada saat itu, wabah ini sedang menyebar di Eropa dan Amerika, yang menyebabkan kematian satu dari tujuh orang. Untuk mengenang jasanya inilah sehingga tanggal 24 Maret ditetapkan sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia.</p>
<p>Di Indonesia, tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor satu di antara penyakit lainnya. Bakteri TBC keluar dari udara melalui droplet atau percikan dahak dan liur pada saat penderita batuk, bersin, atau ketika berbicara.</p>
<p>Jika bakteri TBC terhirup oleh orang lain yang sedang dalam kondisi atau punya daya tahan lemah, maka mereka akan tertular sakit TBC. TBC tidak dapat ditularkan melalui sentuhan kulit.</p>
<p>Pelaksanaan Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tahun 2018 dapat dijadikan sebagai momentum dimana kesadaran masyarakat tentang bahaya TBC meningkat dan dilakukan melalui aksi Gerakan Temukan TBC Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC) yang merupakan kegiatan penemuan kasus secara aktif dan pasif sekaligus mendorong pasien TBC untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan sampai tuntas.</p>
<p>Upaya pencegahan dan Pengendalian TBC tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, tetapi perlu komitmen multisektoral karena permasalahan Tuberkulosis terbesarnya adalah masalah non teknis.</p>
<p>Penyebarluasan informasi tentang TBC kepada masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan TBC.</p>
<p>WHO mengajak seluruh negara di dunia untuk meningkatkan akses pada pencegahan dan perawatan TB, memastikan pembiayaan yang cukup dan berkelanjutan termasuk untuk penelitian, mendorong tanggapan TB yang adil, berbasis hak, dan berpusat pada orang, mempromosikan diakhirinya stigma dan diskriminasi terhadap penderita TB, serta membangun akuntabilitas masyarakat.</p>
<p>Berikut ini adalah berbagai kegiatan yang dapat dilakukan guna membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap TB :</p>
<ol>
<li><strong>Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Tuberculosis</strong></li>
</ol>
<p>Menginformasikan berbagai hal terkait TB kepada semua orang tentang Tuberculosis. Karena semakin banyak orang yang tahu, maka akan semakin banyak pula kesadaran untuk mencegah dan mengatasi TB.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Mengadvokasi pemimpin komunitas dan perwakilan politik</strong></li>
</ol>
<p>Tekankan komitmen mereka untuk mengakhiri TB di masyarakat. Ingatkan untuk jangan membuang waktu untuk mengatasi TB.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Merangsang kepemimpinan dan tindakan dengan mengorganisir suatu tindakan</strong></li>
</ol>
<p>Forum diskusi, acara olahraga, lokakarya untuk aktivis dan media, kompetisi seni , konser, serta kegiatan yang disponsori dapat dilakukan untuk menyoroti TB dan dampaknya yang menghancurkan. Hal ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan TB dengan cara yang tidak biasa.</p>
<ol start="4">
<li><strong>Gunakan dan sesuaikan materi kampanye yang dilakukan WHO</strong></li>
</ol>
<p>Lakukan kampanye pencegahan TB dengan menggunakan materi milik WHO melalui media apapun yang dimiliki termasuk sosial media, situs web, dan</p>
<p>lain-lain.</p>
<ol start="5">
<li><strong>Buat informasi untuk mengakhiri TB secara terus menerus di media sosial</strong></li>
</ol>
<p>Facebook, Twitter, Instagram, dan Snapchat menawarkan banyak peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait TB.<strong>        </strong></p>
<p><strong>*Mahasiswa Sastra Minangkabau, FIB, Universitas Andalas                                                                 </strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-tuberkulosis-sedunia-penyakit-mematikan-yang-mengancam-indonesia/">Hari Tuberkulosis Sedunia, Penyakit Mematikan yang  Mengancam Indonesia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">32875</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Januari-Agustus, 3.442 Warga Sumbar Sembuh dari Tuberkolosis</title>
		<link>https://langgam.id/januari-agustus-3-442-warga-sumbar-sembuh-dari-tuberkolosis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2019 11:30:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=13170</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sepanjang Januari hingga 16 Agustus 2019, sebanyak 3.442 penderita Tuberkulosis (TB) diklaim sembuh dari penyakitnya. Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) Merry Yuliesday. Dari catatan Dinkes Sumbar, penderita penyakit TB di Sumbar mencapai 4.665 orang. Namun, baru 3.442 orang yang berhasil diobati hingga sembuh. Setidaknya, keberhasilan penyembuhan tersebut mencapai 70 persen dari 90 persen target yang dicanangkan Dinkes tersebut. Mery Yuliesday menyebutkan, penderita TB yang berhasil sembuh itu tersebar di 19 kabupaten dan kota. Paling banyak diobati dan sembuh berada di Padang. “Gejala TB itu mulai dari batuk berdahak selama dua minggu ditambah dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/januari-agustus-3-442-warga-sumbar-sembuh-dari-tuberkolosis/">Januari-Agustus, 3.442 Warga Sumbar Sembuh dari Tuberkolosis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong><strong> &#8211; </strong>Sepanjang Januari hingga 16 Agustus 2019, sebanyak 3.442 penderita Tuberkulosis (TB) diklaim sembuh dari penyakitnya. Hal itu dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Barat (Sumbar) Merry Yuliesday.</p>
<p>Dari catatan Dinkes Sumbar, penderita penyakit TB di Sumbar mencapai 4.665 orang. Namun, baru 3.442 orang yang berhasil diobati hingga sembuh. Setidaknya, keberhasilan penyembuhan tersebut mencapai 70 persen dari 90 persen target yang dicanangkan Dinkes tersebut.</p>
<p>Mery Yuliesday menyebutkan, penderita TB yang berhasil sembuh itu tersebar di 19 kabupaten dan kota. Paling banyak diobati dan sembuh berada di Padang.</p>
<p>“Gejala TB itu mulai dari batuk berdahak selama dua minggu ditambah dengan beberapa gejala lain. Seperti sesak nafas, lemah, lesu, nafsu makan menurun, berat badan menurun dan nyeri dada. Kemudian malam-malam juga berkeringat, orang tidak kepanasan, penderita ini kepanasan,” kata Merry saat dihubungi <strong>langgam.id, </strong>Jumat (30/8/2019).</p>
<p>Dia mengatakan, cukup sulit mengobati TB secara tuntas. Sebab, banyak penderita yang tidak disiplin. Padahal, seorang penderita bisa mendapatkan obat di semua Puskesmas dengan gratis.</p>
<p>Penderita TB harus menjalani perawatan selama 6 hingga 9 bulan. Namun, banyak yang berhenti di tengah jalan karena sudah sembuh. Padahal pengobatannya belum tuntas.</p>
<p>“Jika terputus sebelum sampai 6 bulan, pengobatan harus kembali diulang dari awal,” katanya.</p>
<p>“Orang yang terkena TB ini juga tidak mau pakai masker. Nah, virusnya menyebar ke orang lain lewat udara. Penderita TB ini harus minum obat teratur selama 6 bulan, tidak boleh putus,” sambung Merry.</p>
<p>Selain itu, kata Merry, masyarakat kadang menganggap TB hanya penyakit batuk biasa. “Kita ingin, media ikut mensosialisasikan soal TB ini, sehingga masyarakat mengetahui apa itu TB,” bebernya.</p>
<p>Menurut Merry, cara mencegah TB adalah dengan meningkatkan konsumsi gizi. Sebab, gizi meningkatkan daya tahan tubuh. “Di mana saja dan di udara juga banyak virus. Kita tidak tahu siapa yang kena TB. Kalau gizinya baik, tentu daya tahan dan kekebalan tubuhnya akan baik,” ujarnya.</p>
<p><strong>Rincian daerah dan jumlah kasus TB yang berhasil sembuh sejak Januari hingga 16 Agustus 2019:</strong></p>
<ol>
<li>Padang 780 kasus</li>
<li>Agam 354 kasus</li>
<li>Dharmasraya 143 kasus</li>
<li>Mentawai 74 kasus</li>
<li>Bukittinggi 251 kasus</li>
<li>Padang Panjang 70 kasus</li>
<li>Pariaman 70 kasus</li>
<li>Payakumbuh 37 kasus</li>
<li>Sawahlunto 29 kasus</li>
<li>Kota Solok 72 kasus</li>
<li>Limapuluh Kota 113 kasus</li>
<li>Padang Pariaman 249 kasus</li>
<li>Pasaman 81 kasus</li>
<li>Pasaman Barat 334 kasus</li>
<li>Pesisir Selatan 356 kasus</li>
<li>Sijunjung 122 kasus</li>
<li>Kabupaten Solok 68 kasus</li>
<li>Solok Selatan 79 kasus</li>
<li>Tanah Datar 160 kasus</li>
</ol>
<p><strong>(Rahmadi/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/januari-agustus-3-442-warga-sumbar-sembuh-dari-tuberkolosis/">Januari-Agustus, 3.442 Warga Sumbar Sembuh dari Tuberkolosis</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13170</post-id>	</item>
		<item>
		<title>5.043 Warga Sumbar Derita Tuberkulosis Selama 2019</title>
		<link>https://langgam.id/4-980-warga-sumbar-derita-tuberkulosis-selama-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2019 04:54:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=13151</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan Provinsi mencatat sebanyak 5.403 kasus penyakit Tuberkulosis (TB) di Sumatra Barat (Sumbar) selama tahun 2019. Hal tersebut berdasarkan data sampai 16 Agustus 2019 di semua kabupaten dan kota. Dari data Dinkes tercatat Kota Padang paling banyak di temukan kasus TB mencapai 1.116 orang. Kemudian, diikuti oleh Kabupaten Pesisir Selatan 535 kasus, Padangpariaman 406 kasus, Pasaman Barat 374 kasus, Agam 367 kasus, Dharmasraya dan Pasaman 248 kasus, Tanah Datar 221 kasus. Kemudian Limapuluh Kota 220 kasus, Solok 212 kasus, Bukittinggi 189 kasus, Sijunjung 164 kasus, Mentawai 139 kasus, Kota Solok 115 kasus, Pariaman 86 kasus, Padang Panjang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/4-980-warga-sumbar-derita-tuberkulosis-selama-2019/">5.043 Warga Sumbar Derita Tuberkulosis Selama 2019</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Kesehatan Provinsi mencatat sebanyak 5.403 kasus penyakit Tuberkulosis (TB) di Sumatra Barat (Sumbar) selama tahun 2019. Hal tersebut berdasarkan data sampai 16 Agustus 2019 di semua kabupaten dan kota.</p>
<p>Dari data Dinkes tercatat Kota Padang paling banyak di temukan kasus TB mencapai 1.116 orang. Kemudian, diikuti oleh Kabupaten Pesisir Selatan 535 kasus, Padangpariaman 406 kasus, Pasaman Barat 374 kasus, Agam 367 kasus, Dharmasraya dan Pasaman 248 kasus, Tanah Datar 221 kasus.</p>
<p>Kemudian Limapuluh Kota 220 kasus, Solok 212 kasus, Bukittinggi 189 kasus, Sijunjung 164 kasus, Mentawai 139 kasus, Kota Solok 115 kasus, Pariaman 86 kasus, Padang Panjang 84 kasus, Sawahlunto 47 kasus. Lalu, Solok Selatan 156 kasus dan Payakumbuh 116 kasus.</p>
<p>Data tersebut merupakan kasus yang diobati. Tingkat deteksi kasus adalah 22 persen dari target 65 persen.</p>
<p>&#8220;Memang angkanya segitu untuk Sumatra Barat. Satu orang bisa menularkan 10 orang. Nanti ditularkan lagi masing-masing 10 kalau kumannya sudah produktif. Jadi menuntaskannya memang harus serentak begitu,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Mery Yuliesday saat dihubungi, Jumat, (30/8/2019).</p>
<p>Ia mengatakan pasien TB, mulai dari batuk berdahak selama dua minggu ditambah dengan beberapa gejala lain seperti sesak nafas, lemah, lesu, nafsu makan menurun, berat badan menurun dan nyeri dada.</p>
<p>&#8220;Kemudian malam-malam juga keringat, orang tidak kepanasan kita malah kepanasan,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan dari sejak dahulu TB tidak tuntas untuk diobati. Hal tersebut karena banyaknya penularan yang terjadi secara berantai. Ia dapat disebarkan melalui udara, batuk, flu dan pilek penderitanya bersin, dengan cipratan sedikit ludah pun dari penderita TB bisa terkena virus tersebut.</p>
<p>&#8220;Orang bisa terkena TB karena air ludahnya keluar saat berbicara sehingga orang lain tertular, harusnya orang yang sudah terkena ia memakai masker agar tidak terus menyebar,&#8221; katanya.</p>
<p>TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium. Sebagian besar kuman ini memang menyerang paru, tetapi juga mengenai bagian tubuh lainnya.</p>
<p>&#8220;Pengobatan TB adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6 bulan dengan obat yang ada di puskesmas, bisa didapatkan gratis,&#8221; tuturnya. <strong>(Rahmadi/HM)</strong></p>
<p>(perubahan judul karena terjadi kekeliruan dalam penghitungan jumlah)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/4-980-warga-sumbar-derita-tuberkulosis-selama-2019/">5.043 Warga Sumbar Derita Tuberkulosis Selama 2019</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">13151</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/57 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-11 23:09:59 by W3 Total Cache
-->