<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita transportasi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/transportasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/transportasi/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Jul 2024 12:14:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita transportasi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/transportasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Pemkab Solsel Usulkan Trayek Damri Sampai ke Kawasan Saribu Rumah Gadang</title>
		<link>https://langgam.id/pemkab-solsel-usulkan-trayek-damri-sampai-ke-kawasan-saribu-rumah-gadang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jul 2024 09:09:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Damri]]></category>
		<category><![CDATA[Solsel]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=208369</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengusulkan trayek Damri sampai ke kawasan wisata Saribu Rumah Gadang guna mendorong percepatan pengembangan pariwisata setempat. Angkutan bus Damri selama ini telah menjadi andalan para wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke beberapa wilayah di Indonesia dengan menyediakan trayek khusus bandara. Salah satu layanan angkutan menuju bandara yang disediakan oleh Damri adalah rute dari Bandara Minangkabau, Padang Pariaman ke sejumlah daerah di Sumatra Barat. Selain itu angkutan bus Damri juga memiliki manfaat ekonomis, dan sangat membantu masyakarat mendapatkan layanan transportasi umum yang murah dan nyaman. Hal ini kemudian coba di optimalkan oleh Pemerintahan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-solsel-usulkan-trayek-damri-sampai-ke-kawasan-saribu-rumah-gadang/">Pemkab Solsel Usulkan Trayek Damri Sampai ke Kawasan Saribu Rumah Gadang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengusulkan trayek Damri sampai ke kawasan wisata Saribu Rumah Gadang guna mendorong percepatan pengembangan pariwisata setempat.</p>



<p>Angkutan bus Damri selama ini telah menjadi andalan para wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke beberapa wilayah di Indonesia dengan menyediakan trayek khusus bandara. </p>



<p>Salah satu layanan angkutan menuju bandara yang disediakan oleh Damri adalah rute dari Bandara Minangkabau, Padang Pariaman ke sejumlah daerah di Sumatra Barat.</p>



<p>Selain itu angkutan bus Damri juga memiliki manfaat ekonomis, dan sangat membantu masyakarat mendapatkan layanan transportasi umum yang murah dan nyaman. </p>



<p>Hal ini kemudian coba di optimalkan oleh Pemerintahan Kabupaten Solok Selatan (Pemkab Solsel) untuk menyediakan jasa angkutan umum tersebut bagi masyarakatnya.</p>



<p>Tak hanya sebagai angkutan umum antar daerah, Pemkab Solsel menargetkan jasa tranportasi tersebut bisa memfasilitasi wisatawan dan masyarakatnya dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumatra Barat.</p>



<p>Untuk itu Pemkab Solsel melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Lingkungan hidup dan Perhubungan (Perkim-LH dan Perhubungan) Solok Selatan mengajukan usulan tranportasi Damri yang mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (DAMRI KSPN), dan juga Damri untuk transportasi umum (DAMRI Perintis).</p>



<p>Usai pengusulan ke Perusahan Damri, Kepala Dinas Perkim-LH dan Perhubungan Solok Selatan, Mimi Ariesma Putri mengatakan pihak Damri menyambut baik usulan tersebut. Adapun jawaban dari usulan tersebut akan ditentukan setelah melewati proses survei lapangan.</p>



<p>&#8220;Mereka (pihak DAMRI), menyambut baik usulan kita ini, di tandai dengan akan menurunkan tim survei pada minggu depan ke Solok Selatan, setelah di survei akan ada berita acara yang menjadi lampiran usulan kita untuk tahun 2025 nantinya,&#8221; kata Mimi, dikutip Minggu (28/7/2024).(*/Fs)</p>



<p>&#x2935;&#xfe0f;&#x2935;&#xfe0f;&#x2935;&#xfe0f;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-solsel-usulkan-trayek-damri-sampai-ke-kawasan-saribu-rumah-gadang/">Pemkab Solsel Usulkan Trayek Damri Sampai ke Kawasan Saribu Rumah Gadang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208369</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Geger Budaya</title>
		<link>https://langgam.id/geger-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 04:14:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183594</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuliah di luar negeri bagi banyak mahasiswa Indonesia memang menyuguhkan pengalaman sangat menarik dan sekaligus menegangkan. Studi di luar negeri memberi para mahasiswa Indonesia kesempatan fantastis untuk mempelajari keterampilan baru dan kemajuan secara akademis, tapi pada saat yang sama juga membuat mereka mengalami geger budaya (cultural shock) yang serius. Dalam artikel ini, saya membahas secuil wawasan dan pengalaman yang banyak dialami anak-anak Indonesia yang berkesempatan melanjutkan studi mereka di Australia. Salah satu hal pertama yang saya perhatikan adalah manajemen waktu dan bagaimana orang-orang tepat waktu di Australia. Di Indonesia, orang lebih fleksibel dengan waktu dan ketepatan waktu: mahasiswa datang terlambat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/geger-budaya/">Geger Budaya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kuliah di luar negeri bagi banyak mahasiswa Indonesia memang menyuguhkan pengalaman sangat menarik dan sekaligus menegangkan. Studi di luar negeri memberi para mahasiswa Indonesia kesempatan fantastis untuk mempelajari keterampilan baru dan kemajuan secara akademis, tapi pada saat yang sama juga membuat mereka mengalami geger budaya (<em>cultural shock</em>) yang serius. </p>



<p>Dalam artikel ini, saya membahas secuil wawasan dan pengalaman yang banyak dialami anak-anak Indonesia yang berkesempatan melanjutkan studi mereka di Australia.</p>



<p>Salah satu hal pertama yang saya perhatikan adalah manajemen waktu dan bagaimana orang-orang tepat waktu di Australia. Di Indonesia, orang lebih fleksibel dengan waktu dan ketepatan waktu: mahasiswa datang terlambat masuk kelas atau menghadiri rapat, dan acara sering dimulai lebih lambat dari yang dijadwalkan. Misalnya, mahasiswa datang ke kelas 10-20 menit terlambat atau bahkan dosen telat 10-15 menit terlambat. </p>



<p>Ironisnya, saya dulu juga seperti ini. Namun, di Australia sikap tepat waktu sangat dihargai. Sangat menantang untuk menyesuaikan diri dengan cara berpikir dan kerja yang baru ini. Tetapi ini memungkinkan mahasiswa Indonesia untuk menghargai manfaat mengelola waktu dengan benar, tepat waktu, dan menyelesaikan sesuatu juga tepat waktu.</p>



<p>Lingkungan sosial di Australia juga sangat berbeda dari apa yang biasa mahasiswa Indonesia lakukan di Tanah Air. Di Australia, terlepas dari dosen di kampus, orang-orang umumnya lebih pendiam atau tampak sibuk sepanjang waktu dengan pekerjaan atau urusan masing-masing. Ini menjadikan relatif sulit untuk memulai percakapan dengan orang asing.</p>



<p>Sewaktu saya kuliah di Canberra beberapa tahun silam, saya bertemu dengan beberapa orang yang ramah di sekitar Civic (pusat kota), di CityWalk dan Bunda Street, dan di semua toko tempat saya berbelanja. </p>



<p>Namun, di Indonesia, orang umumnya lebih ramah dan heboh. Kita biasa melihat orang-orang duduk berjam-jam tanpa melakukan apa-apa, bercanda atau bercerita, membahas sepak bola dan hal-hal lainnya. Perbedaan ini membukakan mata banyak mahasiwa Indonesia guna memahami bagaimana orang-orang dapat berinteraksi dan berhubungan satu sama lain.</p>



<p>Mereka yang usai studi di Australia, sebagai misal, dapat mencoba mengembangkan sistem yang akan menggabungkan cara-cara positif Australia yang dipelajari dengan cara hidup komunal masyarakat Indonesia. Canberra adalah kota yang tenang dan terorganisir dibandingkan dengan Jakarta, di mana hampir semua pemerintah dan aktivitas bisnis penuh sesak di sini. </p>



<p>Sebagai ibukota negara, penduduk Canberra tidak mencapai 500.000 jiwa. Canberra betul-betul murni sebagai pusat pemerintahan. Ini berbeda dengan Sydney dan Melbourne sebagai pusat bisnis dan perdagangan.</p>



<p>Jalan-jalan di Canberra lebih terorganisir dan sistem transportasi umum sangat efisien. Di Melbourne, moda transportasi publik sangat terintegral antara bus, trem dan kereta api. Anda tidak banyak lagi melihat kereta api  melintasi jalan sehingga mobil, truk dan motor harus berhenti dulu saat kereta api lewat. </p>



<p>Pemerintah negara bagian Victoria sejak beberapa tahun silam menggelontorkan dana miliaran dolar Australia untuk proyek <em>&#8216;level crossing removal</em>&#8216; hingga tahun 2030, yakni menghapus rel-rel kereta api yang melintasi jalan dan membangun rel baru di atas jalan sehingga mengurangi arus kemacetan yang disebabkan lalu lintas kereta api.</p>



<p>Sebaliknya, kota Padang adalah kota kecil dengan lalu lintas kacau dan sistem transportasi umum yang tidak memadai dan tidak terorganisir. Syukur sekarang sudah ada Trans Padang dan taksi atau ojek online. Selama ini angkot di kota Padang (bahkan sampai sekarang) berhenti di mana saja sehingga menyebabkan kemacetan dan gangguan lalu lintas yang tidak perlu.</p>



<p>Kuliah di Australia memberi mahasiswa Indonesia apresiasi yang lebih besar untuk menghadapi tantangan begitu pulang ke Tanah Air , dan kebutuhan untuk pembangunan berkelanjutan dan perbaikan infrastruktur, termasuk untuk upaya bergerak menuju kota terdesentralisasi di banyak kota di Tanah Air. </p>



<p>Standar pendidikan di Australia jauh lebih tinggi daripada di Indonesia. Fasilitas, sumber daya, dan metode pengajaran mereka kelas dunia. Terus terang saya kagum pada kedalaman pengetahuan yang dimiliki dosen di sini dan tingkat keterlibatan mereka dengan para mahasiswa berbilang bangsa.</p>



<p>Kuliah di Australia memberikan perubahan dan pengalaman yang menyegarkan dari apa yang biasa mahasiswa Indonesia lakukan; pergi ke kampus, duduk di kelas, mendengarkan kuliah dan setelah kuliah selesai pulang. Pengalaman di kampus Australia akan memotivasi mahasiswa kita untuk berjuang demi keunggulan dalam pendidikan di Indonesia dan untuk mencari peluang untuk studi lebih lanjut, pertumbuhan karier dan pengembangan diri.</p>



<p>Indonesia dan Australia memiliki perbedaan budaya yang mencolok. Orang berpakaian, menyapa, dan berinteraksi dengan berbagai cara. Individualisme sangat dihargai di Australia, sedangkan Indonesia memiliki budaya yang lebih beragam namun komunal. Sangat menarik untuk menyaksikan dan belajar tentang perbedaan -perbedaan ini, serta mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang beragam nilai dan kepercayaan budaya.</p>



<p>Saya ingin menyebut sedikit peta kampus di Australia. Universitas Melbourne dikenal sebagai kampus dengan pemegang hadial Nobel (<em>Noble Prize</em>) terbanyak. Bagi yang ingin kuliah bisnis, bisa memilih kuliah di kampus UNSW—The University of New South Wales. Kampus ini terkenal menghasilkan banyak konglomerat, termasuk di Indonesia. </p>



<p>Universitas Nasional Australian (ANU) dikenal sebagai kampus negeri terbaik di Australia. Banyak perdana menteri Australia jebolan ini. Di Tanah Air, Chatib Basri, Marie Pangestu dan Burhanuddin Muhtadi juga pernah kuliah di ANU. Adapun kampus terbesar adalah Monash University, cabangnya tersebar di seluruh dunia, termasuk cabang di Indonesia yang beberapa tahun lalu mulai dibuka.</p>



<p>Terlepas dari kejutan atau geger budaya tersebut, mahasiswa Indonesia sebetulnya dapat menghargai keindahan dan keragaman alam Australia selama kuliah di sana. Sydney tidak dapat disangkal adalah kota yang menakjubkan, tetapi pantai dan garis pantai Indonesia sebetulnya tidak tertandingi dalam hal keindahan alam dan keragaman budaya kita. </p>



<p>Perbandingan ini seharusnya memotivasi mahasiswa Indonesia untuk mempromosikan potensi Indonesia sebagai tujuan wisata dan menyoroti keindahan khas negara kita, dari garis pantai hingga dataran tinggi serta pengalaman tradisional dan budaya otentik yang ditawarkannya, bukan hanya Bali. </p>



<p>Mahasiswa Indonesia yang merasakan geger budaya sebetulnya mengalami perluasan wawasan dan membuat mereka lebih sadar akan keragaman di seluruh dunia. Mereka pada akhirnya juga memiliki apresiasi baru untuk Tanah Air sendiri, keindahkan dan potensi Indonesia.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/geger-budaya/">Geger Budaya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183594</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cincu, Sebuah Profesi Yang Hilang di Formasi Kru Bus Lintas Sumatra</title>
		<link>https://langgam.id/cincu-sebuah-profesi-yang-hilang-di-formasi-kru-bus-lintas-sumatra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 May 2023 01:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yoss Fitrayadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182079</guid>

					<description><![CDATA[<p>GENERASI awal yang melakukan perjalanan jauh menggunakan bus, pasti familiar dengan kata Cincu. Generasi yang mulai meninggalkan perjalanan dengan Kapal Laut. Cincu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti, wakil pemilik perusahaan kapal. Nampaknya, istilah cincu pertama digunakan di Kapal Laut. Penelusuran penulis di dunia maya, cincu berasal dari Bahasa Mandarin: chuanzhu, yang artinya adalah pemilik kapal. Kata ini diadopsi oleh pelaku pelayaran negeri ini menjadi cincu, berbarengan dengan istilah tekong dan kuanca. Sampai hari ini pun, di kapal laut profesi cincu masih ada. Tapi di Bus antar kota, sepertinya sudah lama hilang. Ketika saya kecil, ada seorang ayah teman</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cincu-sebuah-profesi-yang-hilang-di-formasi-kru-bus-lintas-sumatra/">Cincu, Sebuah Profesi Yang Hilang di Formasi Kru Bus Lintas Sumatra</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>GENERASI awal yang melakukan perjalanan jauh menggunakan bus, pasti familiar dengan kata Cincu. Generasi yang mulai meninggalkan perjalanan dengan Kapal Laut. Cincu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti, wakil pemilik perusahaan kapal. Nampaknya, istilah cincu pertama digunakan di Kapal Laut. Penelusuran penulis di dunia maya, cincu berasal dari Bahasa Mandarin: chuanzhu, yang artinya adalah pemilik kapal. Kata ini diadopsi oleh pelaku pelayaran negeri ini menjadi cincu, berbarengan dengan istilah tekong dan kuanca. Sampai hari ini pun, di kapal laut profesi cincu masih ada. Tapi di Bus antar kota, sepertinya sudah lama hilang.</p>



<p>Ketika saya kecil, ada seorang ayah teman berprofesi ini. Ia sering meninggalkan rumah untuk beberapa lama sebelum kembali lagi untuk beristirahat selama beberapa minggu. Kata kawan ini, ayahnya bekerja sebagai seorang Cincu di sebuah perusahaan Otobus lintas Sumatra. Akhirnya, saya pun mengenal dan menaruh perhatian pada profesi ini.</p>



<p>Sesuai dengan definisi KBBI, Cincu adalah perwakilan pemilik kapal. Dalam hal bus lintas Sumatra, Cincu berarti perwakilan pemilik bus. Dan saya mengembangkannya berdasarkan diskusi dengan ayah kawan ini, Cincu adalah pemimpin perjalanan non pengemudi di formasi bus jarak jauh jaman dulu. Ketika itu perjalanan lintas Sumatra, terutama rute Padang – Jakarta belum lah selancar sekarang. Butuh berhari-hari perjalanan. Melewati banyak “pelayangan” untuk menyeberang sungai. Pun system pembelian tiket belum sebaik sekarang, komunikasi antar kota masih sulit. Fungsi Cincu menajdi sangat penting menghadapi situasi seperti ini.</p>



<p>Sebagai perwakilan pemilik bus, Cincu harus memastikan perjalanan bus berjalan lancer. Segala pendapatan dan pengeluaran tercatat dengan baik. Pendapatan dari penjualan tiket penumpang di agen-agen sepanjang jalan, termasuk jika ada penumpang operan dari bus lain anggota Sanutra. Sementara pengeluaran yang harus dikelola dan dicatat oleh Cincu adalah pengeluaran bahan bakar, membayar pelayangan, retribus terminal atau kapal penyeberangan. Belum pengeluaran tak terduga semisalnya bus mengalami kendala di tengah perjalanan. Ketika kondisi jalan sekedarnya saja, resiko kerusakan ini sangat besar. Ditambah belum tersedianya jaringan bengkel yang mumpung di setiap kota yang dilewati, Cincu harus pandai memutar akal menghadapi kondisi seperti ini, agar perjalanan tetap menguntungkan untuk pemilik bus. Pun ketika menghadapi kondisi force majeure lain, semisal kecelakaan atau bencana alam.</p>



<p>Cincu biasanya adalah orang paling parlente di dalam bus. Standar penampilan mereka ketika itu adalah kemeja berlengan panjang dimasukan ke celana bahan. Rambut disisir klimis. Sepatu kulit selalu dalam keadaan tersemir mengkilat. Biasanya cincu ini jarang bicara yang tak perlu. Becanda dengan kru lain seperti ke sopir atau knek pun jarang. Posisi duduknya pun di bangku depan, orang minang biasanya menyebutnya kursi sese dari singkatan cc. Sebagian cincu ada yang bisa memainkan klakson. Klakson ketika itu memiliki tuts layaknya piano. Bisa memainkan nada-nada dengan kerumitan menengah. Klakson adalah sarana hiburan penumpang ketika itu, layaknya audio mobil yang kita kenal sekarang.</p>



<p>Relasi cincu dan kru biasanya netral saja. Mereka bicara sekedarnya. Bahkan tak sedikit cincu “berkonflik” dengan sopir satu. Ada persaingan tentang posisi siapa yang paling berkuasa di atas bus. Tak jarang pula, kru lain merasa Cincu ini adalah musuh bersama mereka. Karena mereka merasa selalu dimata-matai cincu. Mulai dari perilaku mengemudikan bus bagi sopir, atau tingkat kerajinan bagi kondektur. Dengan relasi seperti ini, cincu bisa jadi orang yang paling kesepian dalam perjalanan jauh ini.</p>



<p>Saat ini tak ada lagi Bus dari Sumbar yang memiliki Cincu di formasi krunya. Pemimpin perjalanan dan penanggung jawab bus langsung dipegang Sopir Satu. Di Jawa lebih dikenal sebagai sopir Batangan. Uang kas sekarang dipegang oleh kondektur. Koordinasi penjualan tiket dari agen ke kantor pusat sudah membaik berkat jaringan komunikasi yang sudah merata di seluruh kota. Cincu mulai pelan-pelan lenyap di era 90an awal, ketika jaringan telepon kabel sudah rata. Pengeluaran di perjalanan sudah terprediksi dengan baik. Fungsi penanganan force majeure sudah diwakilkan ke pengelola Rumah Makan tempat bus rutin berhenti. Cincu pun tinggal masa lalu. Beberapa mereka berpindah profesi menjadi agen tiket. Beberapa masih ada yang dipanggil cincu. Atau disingkat, ‘Ncu!.</p>



<p>Saat ini para Cincu di masa jayanya mungkin sudah banyak yang meninggalkan kita. Yang masih ada, tentu saat ini sudah di usia sepuhnya. Semoga mereka senantiasa sehat selalu dan diberikan umur yang panjang. Teriring harapan mereka masih mau bercerita kepada yang muda-muda ini, tentang kejayaan profesinya di masa lalu. Amin… (*)</p>



<p><strong><em>Yoss Fitrayadi</em></strong> adalah <em>Praktisi Digital Marketing, Pemerhati Budaya dan Transportasi</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cincu-sebuah-profesi-yang-hilang-di-formasi-kru-bus-lintas-sumatra/">Cincu, Sebuah Profesi Yang Hilang di Formasi Kru Bus Lintas Sumatra</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182079</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pakar Transportasi Unand: 3 Sisi Utama Operasional Ketersediaan Angkutan Umum Perkotaan</title>
		<link>https://langgam.id/pakar-transportasi-unand-3-sisi-utama-operasional-ketersediaan-angkutan-umum-perkotaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2023 08:04:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=179910</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211;  Pakar Transportasi Universitas Andalas (Unand) Yossyafra, ST, M. Eng, Sc, Ph. D menuturkan ada tiga sisi utama dalam operasional penyediaan angkutan umum di suatu kota, user (pengguna), operator (pengusaha) dan regulator (pemerintah). “Regulator ini berperan sebagai pihak pengontrol antara operator dan user, mengkaji performance sistem, serta memberikan spesifikasi bagi sistem pelayanan sistem angkutan umum,” katanya, dikutip langgam, Selasa (7/3/2023). Disampaikannya, ketersediaan angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau barang; baik itu antar kota, antar provinsi, wilayah kabupaten/kota, itu merupakan suatu kewajiban pemerintah daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Lebih lanjut ia menyampaikan ketika pemerintah tidak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pakar-transportasi-unand-3-sisi-utama-operasional-ketersediaan-angkutan-umum-perkotaan/">Pakar Transportasi Unand: 3 Sisi Utama Operasional Ketersediaan Angkutan Umum Perkotaan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211;  Pakar Transportasi Universitas Andalas (Unand) Yossyafra, ST, M. Eng, Sc, Ph. D menuturkan ada tiga sisi utama dalam operasional penyediaan angkutan umum di suatu kota, user (pengguna), operator (pengusaha) dan regulator (pemerintah).</p>



<p>“Regulator ini berperan sebagai pihak pengontrol antara operator dan user, mengkaji performance sistem, serta memberikan spesifikasi bagi sistem pelayanan sistem angkutan umum,” katanya, dikutip langgam, Selasa (7/3/2023).</p>



<p>Disampaikannya, ketersediaan angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau barang; baik itu antar kota, antar provinsi, wilayah kabupaten/kota, itu merupakan suatu kewajiban pemerintah daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.</p>



<p>Lebih lanjut ia menyampaikan ketika pemerintah tidak mampu dan swasta tidak terlibat dalam memberikan layanan transportasi kepada masyarakat, maka masyarakat akan mencari jalannya sendiri-sendiri.</p>



<p>“Dan jalan keluar masyarakat adalah membeli kendaraan baik itu sepeda motor atau roda empat,” sambungnya yang juga merupakan Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas.</p>



<p>Yossyafra menilai kenapa mobil dan sepeda motor banyak dijalanan karena masyarakat butuh moda untuk membawa mereka dari suatu tempat ke tempat lain baik itu ke sekolah, kerja, tempat perbelanjaan maupun tempat rekreasi.</p>



<p>Bagaimana pemerintah dalam memberikan layanan, disampaikannya bisa saja dalam bentuk adanya jaringan trayek yang menyebar dan itu harus berdasarkan kajian sehingga berapa banyak setiap hari kendaraan di jalanan itu sudah terpetakan oleh Dinas Perhubungan sebagai penanggung jawab penyediaan pelayanan angkutan kepada masyarakat.</p>



<p>Masyarakat membutuhkan kepastian pelayanan angkotan umum, masyarakat umum menginginkan suatu angkutan yang nyaman, aman dan tersedia kapan saja, bahkan masyarakat bisa melihat jadwal – jadwal keberangkatannya.</p>



<p>“Disinilah peran pemerintah memenuhi keinginan tersebut, disisi lain ada juga keinginan pengusaha dengan adanya profit, tentu inilah yang harus dijembatani oleh pemerintah memenuhi keinginan masyarakat dan pengusaha,” tuturnya.</p>



<p>Selain itu, ia juga melihat kehadiran Bus Trans Padang sebagai transportasi umum masyarakat dengan sudah tersedianya enam koridor. “Menariknya meskipun sudah ada enam koridor tetapi yang beroperasi baru empat koridor yakni koridor I (Lubuk Buaya-Pasar Raya), IV (Teluk Bayur-Anak Air), V (Indarung-Pasar Raya) dan VI (Pasar Raya-Limau Manis), sedangkan koridor II (Bungus-Pasar Raya) dan III (Air Pacah-Pasar Raya) belum beroperasi,” ujarnya.</p>



<p>Yossyafra menilai kehadiran Trans Padang ini cukup terlambat jika dibandingkan dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia. “Terlambatnya sampai delapan tahun, sedangkan kota-kota lain itu di tahun 2005, 2006, dan 2007 sudah ada, kita baru terealisasikan di tahun 2014 melalui bantuan Direktorat Bina Sarana Transprortasi Perkotaan ” pungkasnya.</p>



<p>Ia mengajak pemerintah atau unit terkait untuk melihat best praktis pengelolaan transportasi perkotaan baik yang ada di Indonesia seperti Jakarta maupun di luar negeri seperti di Singapura dan Malaysia.</p>



<p>“Tidak ada salahnya kita bercermin ke sesuatu yang lebih baik, atau belajar sesuatu yang lebih baik dari pada kita hanya melihat ini lebih baik dari pada yang dahulu, namun percepatan perubahan tidak secepat yang terjadi,” ujarnya.</p>



<p>Sekarang digitalisasi suatu keharusan. Pengusaha, masyarakat kemudian pemerintah harus mengikuti perkembangan zaman dalam penyediaan angkutan umum kepada masyarakat,” pungkasnya. (*/FS)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pakar-transportasi-unand-3-sisi-utama-operasional-ketersediaan-angkutan-umum-perkotaan/">Pakar Transportasi Unand: 3 Sisi Utama Operasional Ketersediaan Angkutan Umum Perkotaan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179910</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penumpang Pesawat di BIM Naik 60 Persen pada 2022, Belum Sebanyak Masa Pra-Pandemi</title>
		<link>https://langgam.id/penumpang-pesawat-di-bim-naik-60-persen-pada-2022-belum-sebanyak-masa-pra-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2023 03:47:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BIM]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=177697</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Penumpang pesawat yang berangkat dan datang via Bandara Internasional Minangkabau naik sekitar 60 persen selama 2022, bila dibandingkan tahun 2021. Namun, total jumlah penumpang belum sebanyak masa sebelum atau pra-pandemi, pada 2019. Demikian data yang terlihat dari Berita Resmi Statistik tanggal 2 Januari 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat pada Senin (2/1/2023) di situs resminya. Dalam data tersebut, BPS merilis, jumlah penumpang yang berangkat dan yang datang via BIM tiap bulan, sejak Januari hingga Desember pada 2020 dan 2021. Sementara, data pada 2022 yang dirilis baru hingga November 2022 (belum termasuk Desember 2022). Mengutip data</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penumpang-pesawat-di-bim-naik-60-persen-pada-2022-belum-sebanyak-masa-pra-pandemi/">Penumpang Pesawat di BIM Naik 60 Persen pada 2022, Belum Sebanyak Masa Pra-Pandemi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Penumpang pesawat yang berangkat dan datang via Bandara Internasional Minangkabau naik sekitar 60 persen selama 2022, bila dibandingkan tahun 2021. Namun, total jumlah penumpang belum sebanyak masa sebelum atau pra-pandemi, pada 2019.</p>
<p>Demikian data yang terlihat dari Berita Resmi Statistik tanggal 2 Januari 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Barat pada Senin (2/1/2023) di situs resminya.</p>
<p>Dalam data tersebut, BPS merilis, jumlah penumpang yang berangkat dan yang datang via BIM tiap bulan, sejak Januari hingga Desember pada 2020 dan 2021. Sementara, data pada 2022 yang dirilis baru hingga November 2022 (belum termasuk Desember 2022).</p>
<p>Mengutip data tersebut, penumpang via BIM pada Januari-November 2022 (minus Desember 2022) adalah sebanyak 1.706.500 orang, terdiri dari 869.100 orang berangkat dan 837.400 orang datang.</p>
<p>Jumlah tersebut naik 58,47 persen (hampir 60 persen) dari total 1.076.870 penumpang pada 2021, saat pandemi masih tinggi. Jumlah itu juga lebih banyak ketimbang penumpang pada 2020 atau tahun awal pandemi, sebanyak 1.203.400 penumpang.</p>
<p>Namun, jumlah penumpang pesawat di BIM pada 2022 belum sebanyak masa sebelum pandemi (pra-pandemi). Masih berdasar data BPS, pada 2019, jumlah penumpang di BIM mencapai lebih dari 3 juta penumpang.</p>
<p>Jumlah penumpang pesawat via BIM pada 2019 itu tepatnya, 3.014.850 orang yang terdiri dari 1.516.860 orang berangkat dan 1.497.990 orang datang.</p>
<p>Total penumpang via BIM pada 2018 bahkan lebih 4 juta orang, yakni 4.052.970 yang terdiri dari 2.039.950 berangkat dan 2.013.020 datang. (*/SS)</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em>Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan <a href="https://t.me/langgamid" target="_blank" rel="noopener">https://t.me/langgamid</a> atau mengikuti Langgam.id di Google News pada <a href="https://news.google.com/publications/CAAiEOFfL6UhA3p22pJaSaYeHlsqFAgKIhDhXy-lIQN6dtqSWkmmHh5b?ceid=ID:id&amp;oc=3" target="_blank" rel="noopener">tautan ini</a>.</em></p>


<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/penumpang-pesawat-di-bim-naik-60-persen-pada-2022-belum-sebanyak-masa-pra-pandemi/">Penumpang Pesawat di BIM Naik 60 Persen pada 2022, Belum Sebanyak Masa Pra-Pandemi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177697</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jumlah Kendaraan Bermotor di Sumbar 2,5 Juta Unit, Kurang Separuh yang Bayar Pajak</title>
		<link>https://langgam.id/jumlah-kendaraan-bermotor-di-sumbar-25-juta-unit-kurang-separuh-yang-bayar-pajak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2022 09:55:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak Kendaraan Bermotor]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar di Sumatra Barat lebih dari 2,5 juta unit atau tepatnya 2.536.335 unit. Namun tak sampai separuh dari jumlah tersebut yang membayar pajak. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar merilis data tersebut dalam publikasi tranportasi pada Rabu (21/12/2022) lalu. Kepala BPS Provinsi Sumbar Herum Fajarwati dalam pengantar tertulisnya menyatakan, publikasi yang disampaikan pada Desember 2022 ini merupakan data statistik transportasi Sumbar pada 2021. Menurutnya, dalam publikasi tersebut antara lain disajikan data pokok tentang keadaan transportasi angkutan darat, yang mencakup: data panjang jalan dan kendaraan bermotor. Data tersebut menyebutkan, total jumlah kendaraan bermotor di Sumatera Barat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jumlah-kendaraan-bermotor-di-sumbar-25-juta-unit-kurang-separuh-yang-bayar-pajak/">Jumlah Kendaraan Bermotor di Sumbar 2,5 Juta Unit, Kurang Separuh yang Bayar Pajak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar di Sumatra Barat lebih dari 2,5 juta unit atau tepatnya 2.536.335 unit. Namun tak sampai separuh dari jumlah tersebut yang membayar pajak.</p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar merilis data tersebut dalam publikasi tranportasi pada Rabu (21/12/2022) lalu.</p>
<p>Kepala BPS Provinsi Sumbar Herum Fajarwati dalam pengantar tertulisnya menyatakan, publikasi yang disampaikan pada Desember 2022 ini merupakan data statistik transportasi Sumbar pada 2021.</p>
<p>Menurutnya, dalam publikasi tersebut antara lain disajikan data pokok tentang keadaan transportasi angkutan darat, yang mencakup: data panjang jalan dan kendaraan bermotor.</p>
<p>Data tersebut menyebutkan, total jumlah kendaraan bermotor di Sumatera Barat pada 2021 adalah 2.536.335 unit, naik 4,73 persen dari tahun 2020 sebanyak 2.421.828 unit.</p>
<p>Dari lebih 2,5 juta itu, sebagian besarnya adalah sepeda motor, yakni sebanyak 2.118.305 (83,52 persen). Kemudian, mobil penumpang sebanyak 278.705 unit (10,99 persen) dan mobil barang 135.086 unit (5,33 persen). Jenis kendaraan yang paling sedikit adalah mobil bus 4.239 unit (0,17 persen).</p>
<p>Yang mengejutkan, dari data Badan Keuangan Daerah Provinsi Sumatera Barat yang dikutip BPS, hanya 966.900 unit kendaraan bermotor di Sumatra Barat yang membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Itu artinya, pada 2021, hanya 38,12 persen yang membayar pajak dibanding 2.536.335 kendaraan yang terdaftar.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://langgam.id/panjang-jalan-di-sumbar-mencapai-226-ribu-km-terpanjang-di-pessel/">Panjang Jalan di Sumbar Mencapai 22,6 Ribu Km, Terpanjang di Pessel</a></strong></p>
<p>Selama lima tahun terakhir (2017-2021), menurut data BPS itu, secara umum jumlah kendaraan yang membayar pajak berfluktuasi. Pada tahun 2018 dibanding tahun 2017 terjadi peningkatan pembayaran pajak kendaraan sebesar 2,13 persen.</p>
<p>Kemudian tahun 2019 terjadi kenaikan jumlah kendaraan yang membayar pajak sebesar 3,02 persen. Namun pada tahun 2020 terjadi penurunan jumlah kendaraan yang membayar pajak sebesar 7,36 persen. Kemudian tahun 2021 kembali mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen. (*/SS)</p>
<p><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-166988 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/jumlah-kendaraan.png?resize=907%2C475&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="907" height="475" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/jumlah-kendaraan.png?w=907&amp;ssl=1 907w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/jumlah-kendaraan.png?resize=300%2C157&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/jumlah-kendaraan.png?resize=768%2C402&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/jumlah-kendaraan.png?resize=750%2C393&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 907px) 100vw, 907px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img data-recalc-dims="1" decoding="async" class="aligncenter wp-image-166989 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/kendaraan-bayar-pajak.png?resize=908%2C595&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="908" height="595" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/kendaraan-bayar-pajak.png?w=908&amp;ssl=1 908w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/kendaraan-bayar-pajak.png?resize=300%2C197&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/kendaraan-bayar-pajak.png?resize=768%2C503&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/12/kendaraan-bayar-pajak.png?resize=750%2C491&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 908px) 100vw, 908px" /></p>
<p>—</p>
<h4>Ikuti berita Sumbar terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update </strong>di tautan <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a> atau mengikuti Langgam.id di Google News pada <a href="https://news.google.com/publications/CAAiEOFfL6UhA3p22pJaSaYeHlsqFAgKIhDhXy-lIQN6dtqSWkmmHh5b?ceid=ID:id&amp;oc=3">tautan ini</a>.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jumlah-kendaraan-bermotor-di-sumbar-25-juta-unit-kurang-separuh-yang-bayar-pajak/">Jumlah Kendaraan Bermotor di Sumbar 2,5 Juta Unit, Kurang Separuh yang Bayar Pajak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166983</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Panjang Jalan di Sumbar Mencapai 22,6 Ribu Km, Terpanjang di Pessel</title>
		<link>https://langgam.id/panjang-jalan-di-sumbar-mencapai-226-ribu-km-terpanjang-di-pessel/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2022 05:53:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166964</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Panjang jalan di Sumatra Barat (Sumbar) mencapai 22,6 ribu kilometer (km) atau tepatnya 22.648,89 km. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar merilis data tersebut dalam publikasi tranportasi pada Rabu (21/12/2022) lalu. Kepala BPS Provinsi Sumbar Herum Fajarwati dalam pengantar tertulisnya menyatakan, publikasi yang disampaikan pada Desember 2022 ini merupakan data statistik transportasi Sumbar pada 2021. Menurutnya, dalam publikasi tersebut antara lain disajikan data pokok tentang keadaan transportasi angkutan darat, yang mencakup: data panjang jalan dan kendaraan bermotor. Berdasar data itu, dari total 22.648,89 km panjang jalan di Sumbar, terbagi tiga berdasar tingkat kewenangan, yakni jalan kabupaten/ kota, jalan provinsi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/panjang-jalan-di-sumbar-mencapai-226-ribu-km-terpanjang-di-pessel/">Panjang Jalan di Sumbar Mencapai 22,6 Ribu Km, Terpanjang di Pessel</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Panjang jalan di Sumatra Barat (Sumbar) mencapai 22,6 ribu kilometer (km) atau tepatnya 22.648,89 km. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar merilis data tersebut dalam publikasi tranportasi pada Rabu (21/12/2022) lalu.</p>
<p>Kepala BPS Provinsi Sumbar Herum Fajarwati dalam pengantar tertulisnya menyatakan, publikasi yang disampaikan pada Desember 2022 ini merupakan data statistik transportasi Sumbar pada 2021.</p>
<p>Menurutnya, dalam publikasi tersebut antara lain disajikan data pokok tentang keadaan transportasi angkutan darat, yang mencakup: data panjang jalan dan kendaraan bermotor.</p>
<p>Berdasar data itu, dari total 22.648,89 km panjang jalan di Sumbar, terbagi tiga berdasar tingkat kewenangan, yakni jalan kabupaten/ kota, jalan provinsi dan jalan negara.</p>
<p>Jalan milik kabupaten/kota mencapai 86,87 persen dari total panjang jalan di Sumatera Barat, yakni sepanjang 19.674,88 km. Kemudian, jalan provinsi sepanjang 1.525,20 km (6,73 persen) dan jalan negara 1.448,81 km (6,40 persen).</p>
<p>Pesisir Selatan memiliki jalan terpanjang dibanding kabupaten/kota lain yakni sekitar 2.712,18 km (11,97 persen) dari seluruh panjang jalan. Kemudian diikuti Padang Pariaman 2.268,70 kilometer (10,02 persen), Kota Padang 2.202,06 kilometer (9,72 persen) dan Agam 2.006,63 kilometer (8,86 persen).</p>
<p>Sementara daerah yang mempunyai jalan yang paling pendek adalah Padang Panjang 125,58 kilometer (0,55 persen), diikuti Bukittinggi 167,43 kilometer (0,74 persen).</p>
<p>Berikut rincian jalan per kabupaten/kota di Sumbar sebagaimana dikutip BPS Sumbar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumbar:</p>
<p>1. Pesisir Selatan 2.712,18 km (273,30 km jalan negara, 105,85 km jalan provinsi dan 2.333,18 km jalan kabupaten)</p>
<p>2. Padang Pariaman 2.268,70 km (91,76 km jalan negara, 104,54 km jalan provinsi dan 2.072,40 km jalan kabupaten)</p>
<p>3. Kota Padang 2.202,06 km (68,19 km jalan negara, 37,00 km jalan provinsi dan 2.096,87 km jalan kota)</p>
<p>4. Agam 2.006,63 km (101,91 km jalan negara, 210,42 km jalan provinsi, 1.694,30 km jalan kabupaten)</p>
<p>5. Tanah datar 1.684,85 km (45,35 km jalan negara, 136,03 km jalan provinsi, 1.503,22 km jalan kabupaten)</p>
<p>6. Solok Selatan 1.454,15 km (161,80 km jalan negara, 114,22 jalan provinsi, 1.178,13 jalan kabupaten)</p>
<p>7. Kabupaten Solok 1.390,83 km (51,67 km jalan negara, 167,11 km jalan provinsi, 1.172,51 jalan kabupaten)</p>
<p>8. Limapuluh Kota 1.317,08 km (72,93 km jalan negara, 142,95 km jalan provinsi, 1.101,20 km jalan kabupaten)</p>
<p>9. Sijunjung 1.254,90 km (108,69 km jalan negara, 81,85 jalan provinsi, 1.064,00 jalan kabupaten)</p>
<p>10. Kepulauan Mentawai 1.230,69 km (89,49 km jalan negara, 11,00 km jalan provinsi, 1.130,20 km jalan kabupaten)</p>
<p>11. Dharmasraya 1.157,25 km (58,72 km jalan negara, 55,68 km jalan provinsi, 1.042,85 km jalan kabupaten)</p>
<p>12. Pasaman 1.122,86 km (92,81 km jalan negara, 164,00 km jalan provinsi, 866,05 km jalan kabupaten)</p>
<p>13. Pasaman Barat 1.090,43 km (135,30 km jalan negara, 130,53 jalan provinsi, 824,60 jalan kabupaten)</p>
<p>14. Sawahlunto 499,27 km (12,20 km jalan negara, 32,20 jalan provinsi, 454,87 jalan kota)</p>
<p>15. Kota Pariaman 422,68 km (5,20 km jalan negara, 3,50 km jalan provinsi, 413,98 jalan kota)</p>
<p>16. Payakumbuh 312,28 km (30,58 km jalan negara, 27,02 jalan provinsi, 254,68 jalan kota)</p>
<p>17. Kota Solok 229,04 km (6,04 km jalan negara, 1,30 km jalan provinsi dan 221,70 km jalan kota)</p>
<p>18. Bukittinggi 167,43 km (11,75 km jalan negara, 0,00 km jalan provinsi dan 155,68 km jalan kota)</p>
<p>19. Padang Panjang 125,58 km (31,12 km jalan negara, 0,00 km jalan provinsi, 94,46 km jalan kota)</p>
<p>(*/SS)</p>
<p>—</p>
<h4>Ikuti berita Sumbar terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update </strong>di tautan <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a> atau mengikuti Langgam.id di Google News pada <a href="https://news.google.com/publications/CAAiEOFfL6UhA3p22pJaSaYeHlsqFAgKIhDhXy-lIQN6dtqSWkmmHh5b?ceid=ID:id&amp;oc=3">tautan ini</a>.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/panjang-jalan-di-sumbar-mencapai-226-ribu-km-terpanjang-di-pessel/">Panjang Jalan di Sumbar Mencapai 22,6 Ribu Km, Terpanjang di Pessel</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166964</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jumat Besok, 10 Bus Trans Padang Koridor V Dioperasikan</title>
		<link>https://langgam.id/jumat-besok-10-bus-trans-padang-koridor-v-dioperasikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2022 12:11:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Koridor V]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Trans Padang]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=158545</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pengembangan jalur transportasi masal Trans Padang terus berlanjut. Bahkan, Perusahaan Umum (Perumda) Padang Sejahtera Mandiri (PSM) segera mengoperasikan bus untuk Koridor V dengan rute Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol-Indaruang. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perumda PSM, Rico Rahmadian Albert mengatakan, pihaknya akan segera meluncurkan koridor V Trans Padang dengan jumlah bus 10 unit. Peluncuran, kata Rico, digelar di GSG PT Semen Padang, Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung disediakan bus yang akan dioperasikan di Koridor V itu. &#8220;Kami menyediakan 10 unit Bus Trans Padang di koridor V. Sementara, halte bus Trans Padang di jalur</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jumat-besok-10-bus-trans-padang-koridor-v-dioperasikan/">Jumat Besok, 10 Bus Trans Padang Koridor V Dioperasikan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pengembangan jalur transportasi masal Trans Padang terus berlanjut. Bahkan, Perusahaan Umum (Perumda) Padang Sejahtera Mandiri (PSM) segera mengoperasikan bus untuk Koridor V dengan rute Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol-Indaruang.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perumda PSM, Rico Rahmadian Albert mengatakan, pihaknya akan segera meluncurkan koridor V Trans Padang dengan jumlah bus 10 unit.</p>
<p>Peluncuran, kata Rico, digelar di GSG PT Semen Padang, Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung disediakan bus yang akan dioperasikan di Koridor V itu.</p>
<p>&#8220;Kami menyediakan 10 unit Bus Trans Padang di koridor V. Sementara, halte bus Trans Padang di jalur ini diperkirakan berjumlah 60 unit,&#8221; ujar Rico kepada <em>langgam.id</em>, Rabu (6/7/2022).</p>
<p>Armada Trans Padang Koridor V tersebut, lanjut Rico, beroperasi setiap Senin-Minggu dari pukul 06.00 hingga 19.00 WIB.</p>
<p>Ia melanjutkan, kehadiran Trans Padang itu bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kemudahan dalam aksesibilitas. Selain itu, setiap angkot yang dilalui Koridor V akan mendapat kompensasi.</p>
<p>&#8220;Ini disebut Biaya Kompensasi Peremajaan, angkot ini telah diatur dalam BOK dengan nilai yang sama dengan angkot di koridor lain,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/trans-padang-koridor-v-dan-vi-segera-dioperasikan/">Trans Padang Koridor V dan VI Segera Dioperasikan</a></strong></p>
<p>Menurut Rico, acara peluncuran nanti akan dihadiri oleh Wali Kota Padang, Hendri Septa, Direktur Blue Bird, beberapa rekanan dari Jakarta, Pimpinan Cabang BNI dan pejabat di lingkungan Pemko Padang.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jumat-besok-10-bus-trans-padang-koridor-v-dioperasikan/">Jumat Besok, 10 Bus Trans Padang Koridor V Dioperasikan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158545</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengupas Filosofi Nama Palala dan Motif Batik di Bus Pendatang Baru Rute Sumbar-Jakarta</title>
		<link>https://langgam.id/mengupas-filosofi-nama-palala-dan-motif-batik-di-bus-pendatang-baru-rute-sumbar-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2022 08:44:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bus Palala]]></category>
		<category><![CDATA[PO Palala]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=147267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Perusahaan otobus Palala merupakan pendatang baru dalam dunia transportasi darat antar pulau Sumatra-Jawa. Langgam.id &#8211; Perusahaan otobus Palala segera beroperasi pasca merilis unit bus barunya Karoseri Laksana Legacy SR2 Single Glass Panorama. Bus ini sebagai pendatang baru dalam dunia transportasi darat antar pulau Sumatra-Jawa. Perusahaan otobus Palala berada di bawah naungan PT Putra Transindo Mulya. Egi Syafride, seorang anak muda asal Solok dibalik munculnya bus dengan ciri khas berwarna silver itu. Dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube @Laksanabus, Egi membeberkan arti Palala untuk pemberian nama busnya. Ia mengungkapkan, bahwa kata Palala merupakan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengupas-filosofi-nama-palala-dan-motif-batik-di-bus-pendatang-baru-rute-sumbar-jakarta/">Mengupas Filosofi Nama Palala dan Motif Batik di Bus Pendatang Baru Rute Sumbar-Jakarta</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Perusahaan otobus Palala merupakan pendatang baru dalam dunia transportasi darat antar pulau Sumatra-Jawa.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Perusahaan otobus Palala segera beroperasi pasca merilis unit bus barunya Karoseri Laksana Legacy SR2 Single Glass Panorama. Bus ini sebagai pendatang baru dalam dunia transportasi darat antar pulau Sumatra-Jawa.</p>
<p>Perusahaan otobus Palala berada di bawah naungan PT Putra Transindo Mulya. Egi Syafride, seorang anak muda asal Solok dibalik munculnya bus dengan ciri khas berwarna silver itu.</p>
<p>Dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube @Laksanabus, Egi membeberkan arti Palala untuk pemberian nama busnya. Ia mengungkapkan, bahwa kata Palala merupakan bahasa Minang.</p>
<p>&#8220;Palala itu lebih ke bahasa daerah, bahasa Sumbar, bahasa Minang. Jadi Palala itu sama dengan kita hobi jalan-jalan, kita hobi berpergian. Kita tidak pernah bisa tenang di zona nyaman kita sendiri,&#8221; kata Egi saat diwawancarai kru @Laksanabus seperti dilihat <em>langgam.id</em>, Jumat (4/2/2022).</p>
<p>&#8220;Nah di sini, kenapa kita usung pakai nama Palala, karena di sini kita ingin mendoktrin bagaimana masyarakat itu bisa memahami. Ini lho PO Palala,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Menurut Egi, kata Palala merupakan kosakata yang cukup gampang diingat dan diucapkan masyarakat. Selain itu, tulisan Palala juga cukup memenuhi dinding bodi bus.</p>
<p>&#8220;Terkait font juga ada makna juga. Pada huruf &#8220;A&#8221; terdapat tanda runcing seperti rumah adat, Rumah Gadang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Terkait pemilih warna, Egi menyebutkan sengaja mengambil warna silver. Sebab pihaknya ingin tetap unit bus tetap tampil bersih dan elegan walaupun menempuh perjalanan jauh.</p>
<p>&#8220;Karena di lapangan unit itu berjalan cukup jauh dan cukup banyak debu dan kotoran yang akan melekat di bus. Tapi ingin mengusung mobil ini tetap bersih dan elegan. Makanya gunakan silver,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jika dilihat di bagian samping belakang dinding mobil, terdapat paduan warna biru dicampur dengan motif batik. Egi mengatakan, gambar tersebut merupakan hampir sama dengan motif batik silungkang.</p>
<p>&#8220;Hampir sama dengan batik. Khas Silungkang. Silungkang bersebelahan dengan Solok, lebih dekatnya ke Solok. Songket Silungkang selama ini cukup melekat di hati masyarakat Sumbar,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara terkait huruf P yang dibalut padi menjadi logo PT Putra Transindo Mulya, Egi mengungkapkan bahwa itu memiliki makna tersendiri. Terdapat dua tujuan dipilihnya gambar logo tersebut.</p>
<p>&#8220;Pertama karena Solok digelar dengan sebutan kota beras. Dan kedua kita ingin memiliki konsep seperti ilmu padi. Semakin tinggi semakin merunduk. Karena kita hadir di sini bukan untuk bersaing. Kita hanya memberikan pelayanan untuk masyarakat dan ikut andil di transportasi,&#8221; kata dia.</p>
<p>Perlu diketahui, interior di dalam kabin bus Palala terkesan sangat mewah. Di bagian sopir dan kru, tampak dasbor bus sangat bagus.</p>
<p>Persis di dekat setir sopir terdapat LCD monitor untuk memantau CCTV di beberapa bagian, di antaranya 2 kamera di ruang kemudi, satu minibar dan di penumpang.</p>
<p>Beranjak di bagian lain, antara ruang kemudi dan penumpang disekat. Menurut YouTuber satu ini, hal ini tentunya membuat sang sopir fokus dalam mengemudi.</p>
<p>Di bagian penumpang, PO Palala memiliki kursi sebanyak 30 seat dengan konfigurasi seat 2+2 yang dilengkapi leg rest hingga fasilitas dispenser.</p>
<p>Kursi penumpang juga termasuk yang terbaik. Bahkan penumpang disediakan selimut atau bed cover sekaligus bantal yang empuk.</p>
<p>Tak hanya itu, di setiap bangku PO Palala memfasilitasi AVOD (Audio Video On Demand), USB charger, serta dua unit televisi di setiap kursi.</p>
<p>Tentunya penumpang dapat menikmati perjalanan dengan menonton atau pun mendengar lagu. Di bagian belakang bus terdapat minibar, smoking area dan toilet.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/segera-jajal-rute-sumbar-jakarta-berikut-5-foto-bus-baru-po-palala/">Segera Jajal Rute Sumbar-Jakarta. Berikut 5 Foto Bus Baru PO Palala</a></strong></p>
<p>Untuk tahap awal, rute yang akan dilewati bus Palala yakni Payakumbuh menuju Jakarta hingga Karawang.</p>
<p>Harga tiket, perusahaan mematok harga sebesar Rp575 ribu. Untuk sementara waktu, pool Palala berada di Kota Bukittinggi.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengupas-filosofi-nama-palala-dan-motif-batik-di-bus-pendatang-baru-rute-sumbar-jakarta/">Mengupas Filosofi Nama Palala dan Motif Batik di Bus Pendatang Baru Rute Sumbar-Jakarta</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KKP BIM Wajibkan Penumpang Pesawat Terbang Vaksin 2 Kali</title>
		<link>https://langgam.id/kkp-bim-wajibkan-penumpang-pesawat-terbang-vaksin-2-kali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Dec 2021 02:10:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Covid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=141685</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id-Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman mewajibkan penumpang pesawat terbang mengikuti vaksinasi Covid-19 lengkap dua kali. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan BIM Ahmad Hidayat menjelaskan pihaknya akan menerapkan peraturan itu sebagai syarat wajib bagi penumpang pesawat terbang. Hal itu merupakan aturan pembatasan bagi para pelaku perjalanan dengan menggunakan transportasi udara. Peraturan itu diterapkan terhitung dari tanggal 17 Desember 2021 hingga 04 Januari 2022. Seluruh penumpang yang akan bepergian harus sudah mendapatkan vaksin lengkap dosis pertama dan dosis kedua. Hal tersebut disampaikannya seusai apel pembukaan Posko Natal dan Tahun Baru di Selasar BIM, Kamis (16/12/2021). &#8220;Kita melakukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kkp-bim-wajibkan-penumpang-pesawat-terbang-vaksin-2-kali/">KKP BIM Wajibkan Penumpang Pesawat Terbang Vaksin 2 Kali</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id-</strong>Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman mewajibkan penumpang pesawat terbang mengikuti vaksinasi Covid-19 lengkap dua kali.</p>
<p>Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan BIM Ahmad Hidayat menjelaskan pihaknya akan menerapkan peraturan itu sebagai syarat wajib bagi penumpang pesawat terbang. Hal itu merupakan aturan pembatasan bagi para pelaku perjalanan dengan menggunakan transportasi udara.</p>
<p>Peraturan itu diterapkan terhitung dari tanggal 17 Desember 2021 hingga 04 Januari 2022. Seluruh penumpang yang akan bepergian harus sudah mendapatkan vaksin lengkap dosis pertama dan dosis kedua.</p>
<p>Hal tersebut disampaikannya seusai apel pembukaan Posko Natal dan Tahun Baru di Selasar BIM, Kamis (16/12/2021).</p>
<p>&#8220;Kita melakukan pembatasan pada penumpang angkutan udara yang ingin bepergian pada tanggal tersebut, jadi bagi yang belum divaksin lengkap kami minta untuk menunda dulu perjalanan,&#8221; katanya dikutip dari infopublik.id, Jumat (17/12/2021).</p>
<p>Sedangkan untuk anak usia di bawah 12 tahun wajib menjalani PCR. Kemudian untuk pasien yang akan bepergian menggunakan angkutan udara guna pengobatan atau tindakan medis harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.</p>
<p>Menurutnya, seluruh pelaku perjalanan wajib mengisi riwayat perjalanan melalui Electronik Health Alert Card (EHAC), yang terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi.</p>
<p>Untuk mempermudah masyarakat, pihak KKP juga membuka layanan vaksinasi di Bandara bagi calon penumpang yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap, sebagai syarat untuk dapat melakukan perjalanan udara.</p>
<p>Diketahui dalam aturan sebelumnya, syarat penerbangan penumpang hanya mewajibkan vaksin satu kali dan mengikuti tes PCR. Sementara bagi yang sudah vaksin dua kali ditambah dengan tes swab antigen.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kkp-bim-wajibkan-penumpang-pesawat-terbang-vaksin-2-kali/">KKP BIM Wajibkan Penumpang Pesawat Terbang Vaksin 2 Kali</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">141685</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 28/42 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-07 03:21:14 by W3 Total Cache
-->