<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Tari Minang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/tari-minang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/tari-minang/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Nov 2021 03:21:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Tari Minang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/tari-minang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Tari Ziarah Surau Kota Hujan, Kisahkan Sejarah Padang Panjang</title>
		<link>https://langgam.id/tari-ziarah-surau-kota-hujan-kisahkan-sejarah-padang-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2021 03:18:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ISI Padang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[MTQ Padang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=138018</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak 200 orang penari dari berbagai sanggar yang ada di Kota Padang Panjang termasuk dari kampus ISI Padang Panjang, menghadirkan tari &#8220;Ziarah Surau Kota Hujan,&#8221; dalam pembukaan MTQ Nasional XXXIX Nasional Tingkat Provinsi Sumatra Barat, Sabtu (13/11) malam. Tarian ini mengisahkan sejarah Kota Padang Panjang. Tari ini dikonsep langsung Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran. Menceritakan sebuah momentum penting dalam perjalanan Padang Panjang sebagai suatu organisme yang lahir, tumbuh dan berkembang. Bermula dari sebuah Pakan Jumat, Padang Panjang telah tumbuh sedemikian rupa menjadi kota dengan wajahnya dimasa kini. Sepanjang riwayat itu pula, Padang Panjang telah melahirkan manusia-manusia unggul</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tari-ziarah-surau-kota-hujan-kisahkan-sejarah-padang-panjang/">Tari Ziarah Surau Kota Hujan, Kisahkan Sejarah Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="kvgmc6g5 cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q"></div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto"><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Sebanyak 200 orang penari dari berbagai sanggar yang ada di Kota Padang Panjang termasuk dari kampus ISI Padang Panjang, menghadirkan tari &#8220;Ziarah Surau Kota Hujan,&#8221; dalam pembukaan MTQ Nasional XXXIX Nasional Tingkat Provinsi Sumatra Barat, Sabtu (13/11) malam. Tarian ini mengisahkan sejarah Kota Padang Panjang.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Tari ini dikonsep langsung Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran. Menceritakan sebuah momentum penting dalam perjalanan Padang Panjang sebagai suatu organisme yang lahir, tumbuh dan berkembang.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Bermula dari sebuah Pakan Jumat, Padang Panjang telah tumbuh sedemikian rupa menjadi kota dengan wajahnya dimasa kini.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Sepanjang riwayat itu pula, Padang Panjang telah melahirkan manusia-manusia unggul di berbagai bidang. Manusia yang berguna bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara, bahkan dunia. Mereka lahir dari pemikiran ala surau.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Salah seorang penari yang ikut di dalamnya, Syahrial merasa sangat bangga. Karena bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan MTQ Nasional ke-39 ini.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">&#8220;Rasanya deg-degan. Takut sama cemas, bercampur aduk hingga tarian ini berakhir. Namun dengan berjalannya waktu dan iringan music, akhirnya kami bisa melewatkan tarian ini dengan baik,&#8221; katanya, sebagaimana dicuplik dari <em>Kominfo Padang Panjang.</em></div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Disebutkannya, “Tidak sia-sia latihan yang teman-teman lakukan hingga sampai puncaknya malam ini. Sungguh suatu hal yang luar biasa telah teman-teman lalui malam ini”.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">&#8220;Semoga dengan penampilan kami ,ini semua masyarakat terhibur dan MTQ di Padang Panjang berlangsung sukses hingga penutupan nanti,&#8221; harapnya.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Tari ini sekaligus menutup kegiatan malam pembukaan MTQ Nasional Tingkat Sumbar ke-39 di Padang Panjang.</div>
</div>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tari-ziarah-surau-kota-hujan-kisahkan-sejarah-padang-panjang/">Tari Ziarah Surau Kota Hujan, Kisahkan Sejarah Padang Panjang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">138018</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tari Piring Turut Diperkenalkan Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai</title>
		<link>https://langgam.id/tari-piring-turut-diperkenalkan-paviliun-indonesia-di-expo-2020-dubai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2021 13:08:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=133451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai telah dihadiri lebih dari 50 ribu orang sejak pertama kali resmi dibuka oleh Mentri Perdagangan Muhammad Luthfi pada awal Oktober 2021. Dubai Expo 2020 diselenggarakan pada 1 Oktober 2021 hingga 31 Maret 2022 mendatang. Tahun ini, tema yang diusung bertajuk “Creating the Future, From Indonesia to The World”, Dalam kegiatan ini Paviliun Indonesia hadir untuk mempresentasikan potensi serta mempromosikan inovasi dan kemajuan ragam Indonesia melalui rangkaian tema mingguan dan juga beragam forum bisnis agar semakin dikenal oleh dunia. Paviliun milik Indonesia memiliki luas hingga mencapai 2.000 meter. Desain pada paviliun berkaca pada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tari-piring-turut-diperkenalkan-paviliun-indonesia-di-expo-2020-dubai/">Tari Piring Turut Diperkenalkan Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai telah dihadiri lebih dari 50 ribu orang sejak pertama kali resmi dibuka oleh Mentri Perdagangan Muhammad Luthfi pada awal Oktober 2021.<br /><br />Dubai Expo 2020 diselenggarakan pada 1 Oktober 2021 hingga 31 Maret 2022 mendatang. Tahun ini, tema yang diusung bertajuk “Creating the Future, From Indonesia to The World”, Dalam kegiatan ini Paviliun Indonesia hadir untuk mempresentasikan potensi serta mempromosikan inovasi dan kemajuan ragam Indonesia melalui rangkaian tema mingguan dan juga beragam forum bisnis agar semakin dikenal oleh dunia.<br /><br />Paviliun milik Indonesia memiliki luas hingga mencapai 2.000 meter. Desain pada paviliun berkaca pada kebudayaan negeri ibu pertiwi.</p>
<p>Setiap harinya, lagu-lagu daerah dari beragam wilayah di Indonesia beserta tari-tarian seperti tari piring dari Sumatra Barat, serta Tari Gandrung dan Tari Ngremo dari Jawa Timur turut diperkenalkan kepada para pengunjung.<br /><br />“Antusiasme pengunjung untuk melihat Paviliun Indonesia begitu besar. Saat ini baru dua minggu, Paviliun Indonesia telah dikunjungi oleh lebih dari 50 ribu pengunjung,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional sekaligus Komisioner Jenderal Paviliun Indonesia, Didi Sumedi, dilansir dari infopublik.id, Minggu (17/10/2021).<br /><br />Di lokasi ini lebih dari 300 produk UMKM siap ekspor juga dipertontonkan. Dalam kesempatan ini hadir pula 75 forum bisnis, yang ditujukan unutk menarik pasar dan investor dari Uni Emirat Arab.<br /><br />Selanjutnya Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai juga akan memperkenalkan kekayaan budaya dan seni nusantara kepada dunia melalui kegiatan National Day Indonesia pada 4 November 2021 mendatang. Dalam kegiatan itu akan digelar pertunjukkan seni dan budaya yang menyoroti keragaman budaya, kekayaan rempah-rempah, hingga sumber daya Tanah Air. (Mg Winda)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tari-piring-turut-diperkenalkan-paviliun-indonesia-di-expo-2020-dubai/">Tari Piring Turut Diperkenalkan Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133451</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival MenTARI, Mengeksplorasi Gagasan Koreografer Muda Sumatra Barat</title>
		<link>https://langgam.id/festival-mentari-mengeksplorasi-gagasan-koreografer-muda-sumatra-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Esha Tegar Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2021 01:35:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=97754</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jejak koreografi tari dari koreografer asal Sumatra Barat dengan basis kebudayaan Minangkabau hingga hari ini terus dapat dibaca. Keterbacaan terhadap koreografi tersebut, meskipun terkadang sulit untuk melihat bagaimana model dan hasil koreografinya, dapat dilacak secara kesejarahan. Namun hari ini satu hal paling merisaukan bagi para pelaku tari, bagaimana faktor kesejarahan tersebut tidak membuat koreografi muda hari ini terstimulus dan dapat menguarkan gagasan baru untuk terus melakukan eskplorasi, supaya pembacaan terhadap kesejarahan tari (kontemporer) dari Sumatra Barat terus berlanjut. Persoalan keberlanjutan tersebut, menjaga ritme proses penciptaan tari bagi koreografer muda, lalu membangun sebuah festival sebagai ruang untuk menguji hasil proses penciptaa,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-mentari-mengeksplorasi-gagasan-koreografer-muda-sumatra-barat/">Festival MenTARI, Mengeksplorasi Gagasan Koreografer Muda Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcap " style="background-color: #ffffff; color: #000000; border-color: #ffffff;">J</span>ejak koreografi tari dari koreografer asal Sumatra Barat dengan basis kebudayaan Minangkabau hingga hari ini terus dapat dibaca. Keterbacaan terhadap koreografi tersebut, meskipun terkadang sulit untuk melihat bagaimana model dan hasil koreografinya, dapat dilacak secara kesejarahan.</p>
<p>Namun hari ini satu hal paling merisaukan bagi para pelaku tari, bagaimana faktor kesejarahan tersebut tidak membuat koreografi muda hari ini terstimulus dan dapat menguarkan gagasan baru untuk terus melakukan eskplorasi, supaya pembacaan terhadap kesejarahan tari (kontemporer) dari Sumatra Barat terus berlanjut.</p>
<p>Persoalan keberlanjutan tersebut, menjaga ritme proses penciptaan tari bagi koreografer muda, lalu membangun sebuah festival sebagai ruang untuk menguji hasil proses penciptaa, barangkali perihal utama yang ingin dituju oleh Festival MenTARI yang akan dilaksanakan tanggal 6-8 April 2021 di Universitas Negeri Padang.</p>
<p>Secara gagasan dan konsep, festival ini dapat dikatakan kuat dan matang meskipun kita belum dapat melihat bagaimana gagasan dan konsep tersebut digarap, dipertontonkan pada publik, dan bagaimana publik merespon nantinya.</p>
<p>Tidak hanya itu, sesuai dengan tujuan dari Festival MenTARI sebagai platform untuk membangkitkan potensi tari di Sumatera Barat dengan basis proses penciptaan, kita dapat melihat ketahanan sepuluh (10) koreografer muda terpilih nantinya. Tidak hanya dalam proses festival hingga pertunjukan berlangsung, tapi setelah proses festival berakhir.</p>
<p>Festival MenTARI tidak hadir dari kekosongan akan sebuah persoalan. Festival ini merupakan kelanjutan atau salah satu luaran setelah dibentuknya Sekoci (Serikat Koreografer Cahaya Indonesia) dalam format komunitas.</p>
<p>Serikat ini didirikan oleh para koreografer, praktisi, dan pelaku tari dari Sumatera Barat dan tanah rantau dengan kerisauan yang sama dan kesadaran untuk mendorong perkembangan tari yang lebih baik dari Sumatera Barat dan Indonesia. Mereka adalah Indra Yuda, Susas Rita Loravianti, Joni Andra, Herlinda Mansyur, Ali Sukri, dan Hartati.</p>
<p>Festival ini secara gagasan juga merupakan ruang rekacipta untuk mengisi kekosongan atau upaya regenerasi pelaku tari di Sumatera Barat. Karena hampir 15 tahun belakangan, menurut pandangan pelaksana festival, jarang sekali terdengar nama dan karya koreografer muda yang muncul dan konsisten berkarya dari Sumatera Barat, baik di ajang nasional apalagi internasional.</p>
<p>Beberapa nama koreografer muda muncul-tenggelam, terdengar samar. Penyelenggara agaknya berharap dapat mengisi kekosongan karya koreografer Sumatera Barat beberapa tahun belakangan dalam berbagai iven melalui Festival MenTARI.</p>
<p>Juga dapat menelisik kembali potensi penciptaan tari di Sumatera Barat yang selama ini terabaikan.</p>
<p><strong>Membuat Ruang Menantang</strong></p>
<p>Sekoci memandang terputusnya generasi tari Sumatera Barat salah satunya karena tidak adanya ruang yang menantang bagi mereka untuk menciptakan karya. Kalaupun ada hanya dalam bentuk lomba yang sifatnya tidak memberikan rangkaian proses penciptaanyang matang.</p>
<p>Lomba yang dibuat alakadarnya sudah dapat dipastikan tidak membuat para koreografer berkembang dengan baik dan menemukan karakter mereka masing-masing. Akhirnya mereka seperti tertinggal dari kemajuan, atau tidak melihat perkembangan tari yang ada.</p>
<p>Untuk itulah Sekoci melalui Festival MenTARI menganggap sebuah fondasi festival dengan basis prose penciptaan tari penting kehadirannya di tengah krisis regenerasi koreografer Sumatra Barat. Dalam hal ini, festival MenTARI menggunakan metoda mentoring selama tiga bulan belakangan sebelum para koreografer muda terpilih tersebut menghadirkan karya mereka ke hadapan publik.</p>
<p>Koreografer muda potensial ditunjuk oleh board festival berdasarkan potensi, perkembangan selama ini, dan potensi-potensi yang patut diperlihatkan kepada dunia tari Indonesia.</p>
<p>Materi mentoring terdiri dibangun dari lima aspek; koreografi, gagasan, musik tari, artistik dan dramaturg. Metoda ini dan festival ini dilaksanakan dengan harapan, selain para koreografer dapat mengembangkan kemampuan dan wawasan tari, juga dapat mengkomunikasikan gagasannya dengan baik serta dapat bersaing dengan koreografer lainnya di Indonesia.</p>
<p>Tentu saja mereka akan diminta mengembangkan pengetahuannya tentang akar budaya sendiri dan dapat bicara persoalan global melalui budayanya.</p>
<p>Melalui postingan di media sosial Festival MenTARI @festival_men_tari kita dapat melihat prosedur mentoring bagi para koreografer muda tersebut berlangsung. Mulai dari kegiatan yang diistilahkan dengan “Ruang Reka” kita dapat melihat bagaimana penyelenggara festival mendampingi para koreografer muda terpilih belajar untuk menyampaikan gagasan mereka terhadap penciptaan tari hingga mengasah visi artistik mereka dalam sebuah pertunjukan.</p>
<p>Para koreografer muda terpilih pun didampingi oleh beberapa orang mentor yang diistilahkan dengan “Teman Berproses”, di mana mereka intens melakukan diskusi dan menggali lebih dalam kehendak yang ingin dihadirkan para koreografer muda di atas panggung pertunjukan.</p>
<p>Teman Berproses dalam mentoring ini terdiri dari lima orang yang masing-masing mereka mempunyai kapasitas dan kemampuan berbeda dalam melihat tari. Mereka adalah Hanafi, Adinda Luthvianti, Taufiq Adam, Heru Joni Putra, dan Hartati—dari perupa hingga koreografer.</p>
<p>Selama Januari hingga Maret kelima Teman Berproses ini medampingi sepuluh koreografer terpilih dalam Festival MenTARI untuk menguatkan dan memberi pandangan terhadap ide-ide yang ingin dihadirkan dalam bentuk tari.</p>
<p>Proses mentoring yang lebih serupa laboratorium bersama ini diistilahkan dengan “Belakang Layar” yang kemudian juga menjadi tema besar dalam festival. Tema ini dianggap sebagai kunci bagaimana program dijalankan dan berkaitan dengan latar belakang penyelenggaraan festival.</p>
<p>Penyelenggara menganggap kerja-kerja belakang layar menjadi penting ketika hendak membangun ekosistem koreografer dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kekaryaan.</p>
<p>Penyelenggara juga membangun kerja-kerja antar disiplin, pengalaman manajerial pertunjukan, proses membangun jaringan dan membangun jejaring ekosistem pentonton.</p>
<p>Dalam catatan penyelenggara, lima aspek (koreografi, gagasan karya, dramaturgi tari, musik tari, artistik) merupakan aspek-aspek yang diberikan pada koreografer muda sekaligus menghubungkannya dengan ide atau gagasan mereka hingga menjadi sebuah konsep karya tari.</p>
<p>Dengan artian, lima orang “teman berproses” merupakan seniman sekaligus mentor yang kapabilitas mereka sesuai dengan lima aspek tersebut dan mendampingi proses penciptaan selama tiga bulan. Sejauh ini, mentoring dilakukan secara daring dalam satu minggu dengan 5 materi.</p>
<p>Koreografer hadir dikelas mentoring dengan membawa ide/gagasan mereka membongkar dan mendiskusikan dengan mentor terkait. Dalam satu bulan pertama materi konsep karya sudah harus selesai, bulan kedua mentoring sudah dalam bentuk presentasi dengan pertemuan bersama mentor dua minggu sekali, karena koreografer telah bekerja dengan penari.</p>
<p>Pada bulan ke tiga pertemuan dua minggu sekali dengan bahasan lebih kepada hal-hal artistik pendukung atau menentukan keputusan terakhir yang berkaitan dengan artistik atau pemanggungan.</p>
<p>Tujuan metoda mentoring ini dianggap agar setiap koreografer dengan ide dan gagasannya betul-betul digiring ke proses penciptaannya masing-masing.</p>
<p>Sehingga fungsi mentor tidak hanya untuk membuka cakrawala mereka tapi juga membantu mengurai proses dan teman diskusi para koreografer. Dengan harapan, metoda ini langsung menjadi praktik berkarya yang intensif, efisien, dan sistimatis.</p>
<p>Dan akhirnya, 6-9 April ini kita akan melihat garapan dari 10 koreografer muda Sumatra Barat. Mereka adalah: Afrizal, David Putra Yudha, Muthia Ranti, Hendri, Ipraganis, Denny Maiyosta, Nurima Sari, Marya Danche, Safrini, Yesriva Nursyam.</p>
<p>Dengan harapan semoga proses pertunjukan tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Sekoci melalui Festival MenTARI: menjaga iklim regenerasi koreografer tari Sumatra Barat.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-mentari-mengeksplorasi-gagasan-koreografer-muda-sumatra-barat/">Festival MenTARI, Mengeksplorasi Gagasan Koreografer Muda Sumatra Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97754</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melirik Makna Tersirat Tarian Tradisional Minang</title>
		<link>https://langgam.id/melirik-makna-tersirat-tarian-tradisional-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 07:21:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=93387</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kekayaan budaya Sumatra Barat (Sumbar) memang bikin bangga. Mulai dari bahasa, kuliner, dan adat. Ada saja hal unik dan asyik untuk kita telusuri. Salah satunya adalah kekayaan budaya dalam bentuk tarian tradisional. Selain sebagai wujud hiburan, tarian ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan dianggap sakral. Mau tahu apa saja makna dari tarian-tarian di Sumbar, ini dia penjelasannya 1. Tari Payung Tari Payung melambangkan kasih sayang antara sepasang kekasih yang sedang membina rumah tangga. Penari dari tarian ini berjumlah 4 sampai 8 orang penari secara berpasang-pasangan. Biasanya gerakan dari penari laki-laki seolah-olah sedang melindungi kepala dari si penari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/melirik-makna-tersirat-tarian-tradisional-minang/">Melirik Makna Tersirat Tarian Tradisional Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Kekayaan budaya Sumatra Barat (Sumbar) memang bikin bangga. Mulai dari bahasa, kuliner, dan adat. Ada saja hal unik dan asyik untuk kita telusuri.</p>
<p>Salah satunya adalah kekayaan budaya dalam bentuk tarian tradisional. Selain sebagai wujud hiburan, tarian ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan dianggap sakral. Mau tahu apa saja makna dari tarian-tarian di Sumbar, ini dia penjelasannya</p>
<p><strong>1. Tari Payung</strong><br />
Tari Payung melambangkan kasih sayang antara sepasang kekasih yang sedang membina rumah tangga. Penari dari tarian ini berjumlah 4 sampai 8 orang penari secara berpasang-pasangan. Biasanya gerakan dari penari laki-laki seolah-olah sedang melindungi kepala dari si penari wanita. Sedangkan kain selendang dari penari wanita melambangkan sebuah ikatan cinta suci yang sedang terjalin.</p>
<p><strong>2. Tari Piring</strong><br />
Tari piring biasanya dimainkan oleh 3 sampai tujuh orang.Tarian ini melambangkan ucapan terima kasih atas hasil panen yang melimpah. Setiap penari memiliki piring di kedua telapak tangannya. Tapi tarian ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang audah ahli ya karena ini cukup berbahaya.</p>
<p><strong>3. Tari Indang</strong><br />
Tarian ini di ditarikan oleh sekitar 7 orang. Dulu tarian ini hanya khusus dilakukan oleh kaum pria. Namun seiring berkembangnya zaman tarian ini bisa ditarikan oleh wanita juga.</p>
<p>Tarian ini menyimpan makna yang sangat dalam soal kebesaran Islam dan Allah SWT dalam gerakan serta nyanyiannya. Unsur-unsur nada dan irama yang bersifat pujian dimasukkan ke dalam tarian ini. Secara umum, jika diikuti dari awal sampai akhir lalu dibedah, isi tarian ini adalah kisah kedatangan awal agama Islam di Minangkabau, yang banyak membentuk corak budaya di daerah ini hingga sekarang.</p>
<p><strong>4. Tari Pasambahan</strong><br />
Tarian ini dapat ditarikan oleh pria maupun wanita. Alat musik yang dipakai untuk mengiringi tarian ini antara lain telempong, bansi, serunai,dll. Sedangkan kostum yang dipakai dipilih dari warna-warna seperti hitam, merah, dan hijau.</p>
<p>Tari pasambahan biasanya bertujuan untuk menyambut tamu dalam sebuah acara.Selain itu juga sebagai ungkapan hormat kepada tamu yang sudah diundang. Gerakan dari Tari Pasambahan Minang meliputi gerakan silat, berserak serta membungkuk. Seiring berkembangnya zaman, tarian ini selalu ada dalam pementasan seni dan bersifat untuk hiburan saja.<strong>(Mg-Dona/Ela)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/melirik-makna-tersirat-tarian-tradisional-minang/">Melirik Makna Tersirat Tarian Tradisional Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93387</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketika Tari Indang Pukau Hadirin di The State Kremlin Palace Rusia</title>
		<link>https://langgam.id/ketika-tari-indang-pukau-hadirin-di-the-state-kremlin-palace-rusia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2020 02:40:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=27063</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Setelah melewati seleksi dan audisi panjang, belasan mahasiswa University of Russia (RUDN University) asal Indonesia bisa membawakan Tari Indang, di The State Kremlin Palace, Rusia. Penampilan para mahasiswa yang merupakan calon-calon dokter, ekonom, insinyur dan ahli berbagai ilmu itu memukau hadirin ruang konser yang berkapasitas 6000 penonton tersebut. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow di situs resmi Kementerian Luar Negeri pada Selasa (11/2/2020) melaporkan, penampilan pada Sabtu (8/2/2020) itu dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-60 People&#8217;s Friendship University of Russia. Tari Indang dibawakan sambil duduk, diiringi Lagu &#8220;Badindin&#8221; yang populer dibawakan oleh penyanyi legenda Minang Tiar Ramon</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketika-tari-indang-pukau-hadirin-di-the-state-kremlin-palace-rusia/">Ketika Tari Indang Pukau Hadirin di The State Kremlin Palace Rusia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Setelah melewati seleksi dan audisi panjang, belasan mahasiswa University of Russia (RUDN University) asal Indonesia bisa membawakan Tari Indang, di The State Kremlin Palace, Rusia. Penampilan para mahasiswa yang merupakan calon-calon dokter, ekonom, insinyur dan ahli berbagai ilmu itu memukau hadirin ruang konser yang berkapasitas 6000 penonton tersebut.</p>
<p>Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow di situs resmi Kementerian Luar Negeri pada Selasa (11/2/2020) melaporkan, penampilan pada Sabtu (8/2/2020) itu dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-60 People&#8217;s Friendship University of Russia.</p>
<p>Tari Indang dibawakan sambil duduk, diiringi Lagu &#8220;Badindin&#8221; yang populer dibawakan oleh penyanyi legenda Minang Tiar Ramon (alm) dan Elly Kasim.</p>
<p>“Sangat senang dapat berkontribusi bukan hanya untuk universitas. Tapi, mempresentasikan negara kita di hadapan para pejabat tinggi dan masyarakat Rusia serta tamu undangan dari berbagai negara lainnya,&#8221; kata Willy, mahasiswa fakultas kedokteran RUDN University yang menjadi bagian dari para penari. Willy merupakan salah satu dari 31 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di RUDN.​</p>
<p>Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Surpiyadi mengapresiasi para mahasiswa. “Kita sama-sama promosikan Indonesia di Rusia dengan berbagai upaya, termasuk melalui peran aktif mahasiswa untuk lebih mendekatkan hubungan kedua bangsa,&#8221; katanya.</p>
<p>Setiap WNI yang berada di luar negeri, menurutnya, adalah duta bangsa yang memberikan gambaran Indonesia bagi warga-warga lain di sekitarnya. &#8220;Oleh sebab itu, peran aktif masyarakat Indonesia di luar negeri merupakan hal yang berharga bagi diplomasi, khususnya dalam peningkatan people-to-people connection.&#8221; (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ketika-tari-indang-pukau-hadirin-di-the-state-kremlin-palace-rusia/">Ketika Tari Indang Pukau Hadirin di The State Kremlin Palace Rusia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27063</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemko Pariaman Siapkan Tari Indang dengan Seribu Penari untuk Raih Rekor Muri</title>
		<link>https://langgam.id/pemko-pariaman-siapkan-tari-indang-dengan-seribu-penari-untuk-raih-rekor-muri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2020 02:47:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=26911</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota Pariaman mempersiapkan penampilan tari indang yang dibawakan oleh seribu pelajar. Tari akan ditampilkan dalam pembukaan acara Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang diadakan di Pariaman pada Maret 2020. Sekaligus untuk meraih rekor di museum rekor Indonesia (Muri). Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerja sama menyiapkannya. Latihan perdana pagelaran tersebut digelar di GOR Rajo Bujang, Kelurahan Karan Aur, Pariaman, Senin (10/2/2020). Kepala Seksi Kurikulum dan Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Pariaman Elfadri dan Kasubbid Fasilitasi Kerjasama dan Hak Kekayaan Intelektul (HAKI) Disbudpar Surya meninjau latihan tersebut, Senin. “Kami optimis penampilan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-pariaman-siapkan-tari-indang-dengan-seribu-penari-untuk-raih-rekor-muri/">Pemko Pariaman Siapkan Tari Indang dengan Seribu Penari untuk Raih Rekor Muri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://www.pariamankota.go.id/">Pemerintah Kota</a></span> Pariaman mempersiapkan penampilan tari indang yang dibawakan oleh seribu pelajar. Tari akan ditampilkan dalam pembukaan acara Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang diadakan di Pariaman pada Maret 2020. Sekaligus untuk meraih rekor di museum rekor Indonesia (Muri).</p>
<p>Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerja sama menyiapkannya. Latihan perdana pagelaran tersebut digelar di GOR Rajo Bujang, Kelurahan Karan Aur, Pariaman, Senin (10/2/2020).</p>
<p>Kepala Seksi Kurikulum dan Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Pariaman Elfadri dan Kasubbid Fasilitasi Kerjasama dan Hak Kekayaan Intelektul (HAKI) Disbudpar Surya meninjau latihan tersebut, Senin.</p>
<p>“Kami optimis penampilan indang dengan jumlah peserta 1000 lebih pelajar se Kota Pariaman bisa pecahkan rekor muri. Indang yang akan ditampilkan adalah indang tradisional. Ini sekaligus memperkenalkan kepada seluruh kepada daerah yang hadir pada acara Apeksi nanti, bahwa Kota Pariaman masih menjaga kesenian tradisional dengan tidak mengurangi nilainya,&#8221; kata Elfadri, sebagaimana dilansir Diskominfo di situs resmi Pemko.</p>
<p>Menurutnya, seluruh pemain tari indang adalah siswa dan siswi SD/MI serta SMP/MTSN/MTSS se Kota Pariaman. &#8220;Kami sengaja melibatkan sekolah negeri dan swasta agar mereka semua dapat berpartisipas memeriahkan pembukaan APEKSI nanti. Hari ini untuk latihan perdana kita mulai dari sekolah yang di Kecamatan Pariaman Tengah.&#8221;</p>
<p>Saat ini, Kota Pariaman memiliki 81 SD/MI dan 19 SMP/MTS negeri ataupun swasta. Semua sekolah turut berpartisipasi dalam memeriahkan permainan indang. Latihan dijadwalkan selama 9 hari yang dimulai pukul 14.00 WIB di Gor Rajo Bujang Kota Pariaman.</p>
<p>Syafrizal Nazar yang dipercaya Pemko sebagai pelatih yang akan membimbing para penari mengatakan, ini merupakan suatu tantangan yang harus diselesaikan sebaik mungkin. Meskipun banyak yang mengatakan susah, namun dia yakin dengan kerja sama yang baik antara pelatih, guru pembimbing dan penari, semuanya bisa diselesaikan.</p>
<p>“Kami latihan dengan cara berkelompok, perkecamatan. Jadi hari pertama misalnya Kecamatan Pariaman Tengah, hari kedua <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/kecamatan-pariaman-utara-kota-pariaman/">Kecamatan Pariaman Utara</a></span> begitu selanjutnya. Setelah semuanya mantap, latihan akan kami gabung sehingga kita dapat melihat di mana kekurangannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Setelah latihan perkecamatan, selanjutnya akan digabungkan 2 kecamatan. &#8220;Untuk latihan gabungan se-Kota Pariaman telah kita jadwalkan pada Kamis (12/2/2020) dan Senin (16/2/2002).&#8221;</p>
<p>Ia berharap penampilan ini, akan membua indang tradisonal akan tetap dikenal dan lestari. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-pariaman-siapkan-tari-indang-dengan-seribu-penari-untuk-raih-rekor-muri/">Pemko Pariaman Siapkan Tari Indang dengan Seribu Penari untuk Raih Rekor Muri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26911</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Saat Tari Piring dan Tari Payung Sita Perhatian Publik Internasional di Jepang</title>
		<link>https://langgam.id/saat-tari-piring-dan-tari-payung-sita-perhatian-publik-internasional-di-jepang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2020 00:12:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kemlu]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=25659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tari Piring dan Tari Payung, dua tari tradisional Minangkabau menyita perhatian publik internasional di Okayama, Jepang. Tepuk tangan sekitar 200 ratus penonton dalam &#8220;Cross-Cultural Understanding Event&#8221; menggema, saat kedua tari selesai ditampilkan. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka dalam rilisnya di situs resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis (30/1/2020) menyebut, dua tarian tersebut ditampilkan oleh tim kesenian yang datang secara langsung dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Sumatra Barat. Kedua tari tersebut tampil pada acara yang diselenggarakan oleh Conference of Okayama International NGO Network (COINN) itu pada Sabtu (25/1/2020). Kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan kebudayaan dari negara-negara selain Jepang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/saat-tari-piring-dan-tari-payung-sita-perhatian-publik-internasional-di-jepang/">Saat Tari Piring dan Tari Payung Sita Perhatian Publik Internasional di Jepang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Tari Piring dan Tari Payung, dua tari tradisional Minangkabau menyita perhatian publik internasional di Okayama, Jepang. Tepuk tangan sekitar 200 ratus penonton dalam &#8220;Cross-Cultural Understanding Event&#8221; menggema, saat kedua tari selesai ditampilkan.</p>
<p>Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka dalam rilisnya di situs resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis (30/1/2020) menyebut, dua tarian tersebut ditampilkan oleh tim kesenian yang datang secara langsung dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Sumatra Barat.</p>
<p>Kedua tari tersebut tampil pada acara yang diselenggarakan oleh Conference of Okayama International NGO Network (COINN) itu pada Sabtu (25/1/2020).</p>
<p>Kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan kebudayaan dari negara-negara selain Jepang kepada masyarakat Jepang yang tinggal di Okayama. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan bagi masyarakat internasional yang tinggal di Okayama untuk memastikan smooth settlement bagi warga negara asing termasuk para WNI di Okayama.</p>
<p>Selain pertunjukan tarian, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Komsat Okayama juga membuka booth untuk menampilkan berbagai informasi tentang Indonesia. Khususnya informasi mengenai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Tidak ketinggalan mie goreng, bakwan goreng, risoles, dan beberapa makanan Indonesia lainnya untuk hadirin yang ingin mencicipi kuliner Indonesia. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/saat-tari-piring-dan-tari-payung-sita-perhatian-publik-internasional-di-jepang/">Saat Tari Piring dan Tari Payung Sita Perhatian Publik Internasional di Jepang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25659</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berbekal Utang, Sanggar Asal Garegeh Bukittinggi Pentas di Paris</title>
		<link>https://langgam.id/berbekal-utang-sanggar-asal-garegeh-bukittinggi-pentas-di-paris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 03:04:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[seni minang]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Pertunjukan]]></category>
		<category><![CDATA[Tari Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=14721</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sanggar Tari Nusantara Minangkabau (Gastarana) asal Kelurahan Garegeh, Kota Bukittinggi, tampil dalam &#8220;Bulan Indonesia&#8221;, Kamis (19/9/2019) di Paris, Prancis. Grup ini tampil di Prancis atas undangan KBRI Prancis dan KWRI UNESCO. Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI UNESCO, Surya Rosa Putra menyebutkan, &#8220;Bulan Indonesia&#8221; adalah kegiatan untuk mempromosikan keragaman warisan budaya Indonesia. &#8220;Selain itu, juga jadi kampanye beberapa nominasi budaya tak benda (intangible cultural heritage) Indonesia oleh UNESCO,&#8221; terang Surya. Hal itu disebutkannya dalam surat undangan yang dilayang ke Sanggar Gastarana tertanggal 22 Juli 2019 lalu. Selain tari, dalam acara tersebut, juga ada pameran seni rupa, musik, pantun serta festival kuliner</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berbekal-utang-sanggar-asal-garegeh-bukittinggi-pentas-di-paris/">Berbekal Utang, Sanggar Asal Garegeh Bukittinggi Pentas di Paris</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://langgam.id/tag/seni/">Langgam.id</a> &#8211; </strong>Sanggar Tari Nusantara Minangkabau (Gastarana) asal Kelurahan Garegeh, Kota Bukittinggi, tampil dalam &#8220;Bulan Indonesia&#8221;, Kamis (19/9/2019) di Paris, Prancis. Grup ini tampil di Prancis atas undangan KBRI Prancis dan KWRI UNESCO.</p>
<p>Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI UNESCO, Surya Rosa Putra menyebutkan, &#8220;Bulan Indonesia&#8221; adalah kegiatan untuk mempromosikan keragaman warisan budaya Indonesia.</p>
<p>&#8220;Selain itu, juga jadi kampanye beberapa nominasi budaya tak benda (<em>intangible cultural heritage</em>) Indonesia oleh UNESCO,&#8221; terang Surya. Hal itu disebutkannya dalam surat undangan yang dilayang ke Sanggar Gastarana tertanggal 22 Juli 2019 lalu.</p>
<p>Selain tari, dalam acara tersebut, juga ada pameran seni rupa, musik, pantun serta festival kuliner nusantara.</p>
<p>Pimpinan Sanggar Gastarana Zami Sofa yang dihubungi via layanan percakapan Whatsapp mengucapkan berterima kasih atas undangan Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI UNESCO, Surya Rosa Putra.</p>
<p>&#8220;Dapat undangan dan berkesempatan untuk mengisi acara kesenian bertaraf internasional, merupakan kebanggaan dan kehormatan besar bagi kami. Bahkan, setiba kami di Paris, kami langsung dijamu dan diundang nginap di rumah Pak Dubes,&#8221; kata Alumni ASKI Padang Panjang angkatan 93 ini.</p>
<p>Menurut pria yang akrab dipanggil Da Oz ini, undangan tersebut membuat sanggar kecil dari Garegeh itu bisa tampil di pentas internasional. Hal yang membuat Gastarana bisa memperkenalkan dan mengembangkan budaya Minangkabau di pentas internasional.</p>
<p>&#8220;Pada <a href="https://langgam.id/tag/seni-pertunjukan/">pementasan</a> di Paris, sanggar Gastarana menampilkan Tari Rantak yang berkalaborasi dengan Ibu Dubes. Penampilan kedua adalah <a href="https://langgam.id/tari-piring-menghentak-panggung-luxor-mesir/">Tari Piring</a> Tigo Sapilin. Dan, Insya Allah pada tahun 2020 nanti, Sanggar Gastaran akan diundang lagi dengan karya-karya tarian yang baru. semoga tahun depan, kita bisa didampingi oleh Pemda Sumbar ataupun Pemko Bukittinggi,&#8221; harap Da Oz, Jumat (20/9/2019).</p>
<p>&#8220;Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sanggar Gastarana baik bantuan secara moril maupun materil,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Rombongan sanggar Gastarana berangkat dari Bukittinggi ke Paris sebanyak sembilan orang. Untuk biaya keberangkatan, Oz mengaku harus berutang &#8220;Untuk berangkat ke sini, kami harus berutang pada seseorang,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia berharap, setiba di Indonesia, ada dermawan baik pejabat pemerintah maupun swasta yang mau membatu dalam membayar utang biaya perjalanan mereka ke Paris.</p>
<p>Ramdalel, salah satu pemerhati budaya di Bukittinggi,  mengapresiasi dan ikut bangga hati atas diundang serta tampilnya Sanggar Gastarana di Paris.</p>
<p>&#8220;Kami, dari sekumpulan pemerhati budaya, tentunya amat berbangga atas prestasi Sanggar Gastarana. Apalagi, ini murni sebuah undangan,&#8221; katanya dalam siaran pers Sanggar Gastarana yang diterima langgam.id.</p>
<p>Tokoh generasi muda Bukittinggi, Yofialdi M Jufri juga mengaku bangga. &#8220;Sanggar ini aset berharga bagi kita semua,&#8221; tutur Yofialdfialdi.</p>
<p>Sanggar Gastarana dan <a href="https://langgam.id/menjaga-tradisi-melalui-pentas-seni-anak-nagari/">sanggar-sanggar lain</a>, menurutnya, patut diberi perhatian lebih oleh Pemko Bukittinggi untuk membantu <a href="https://langgam.id/karya-seniman-asal-bukittinggi-dipamerkan-di-venice-art-biennale/">kemajuan</a> serta perkembangan terhadap sanggar seni di Bukittinggi. (Rilis/Osh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berbekal-utang-sanggar-asal-garegeh-bukittinggi-pentas-di-paris/">Berbekal Utang, Sanggar Asal Garegeh Bukittinggi Pentas di Paris</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14721</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/70 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-03 15:19:11 by W3 Total Cache
-->