<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Tarekat Naqsabandiyah Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/tarekat-naqsabandiyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/tarekat-naqsabandiyah/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2026 00:04:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Tarekat Naqsabandiyah Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/tarekat-naqsabandiyah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Khusyuk Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Padang Tarawih Perdana Malam Ini</title>
		<link>https://langgam.id/khusyuk-jemaah-tarekat-naqsyabandiyah-di-padang-tarawih-perdana-malam-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[naqsabandiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Salat Tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=243410</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), telah melangsungkan salat tarawih pada Senin (16/2/2026) malam. Salat tarawih perdana jemaah Tarekat Naqsyabandiyah ini dilaksanakan di Surau Baru dan Musala Baitul Ma&#8217;mur, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Jemaah Tarekat Naqsabandiyah bakal lebih dulu menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah, yakni Selasa (17/2/2026). Penetapan ini berbeda dengan pemerintah yang akan menggelar sidang isbat di hari tersebut. Pantauan langgam.id di Musala Baitul Ma&#8217;mur, terdapat puluhan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah memenuhi musala. Mereka terlihat serius mendengarkan kultum yang disampaikan khatib sebelum salat tarawih dimulai. Selanjutnya, sekitar pukul 20.55 WIB, salat tarawih dimulai, jemaah tampak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/khusyuk-jemaah-tarekat-naqsyabandiyah-di-padang-tarawih-perdana-malam-ini/">Khusyuk Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Padang Tarawih Perdana Malam Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), telah melangsungkan salat tarawih pada Senin (16/2/2026) malam.</p>



<p>Salat tarawih perdana jemaah Tarekat Naqsyabandiyah ini dilaksanakan di Surau Baru dan Musala Baitul Ma&#8217;mur, Kecamatan Pauh, Kota Padang.</p>



<p>Jemaah Tarekat Naqsabandiyah bakal lebih dulu menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah, yakni Selasa (17/2/2026). Penetapan ini berbeda dengan pemerintah yang akan menggelar sidang isbat di hari tersebut.</p>



<p>Pantauan langgam.id di Musala Baitul Ma&#8217;mur, terdapat puluhan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah memenuhi musala. Mereka terlihat serius mendengarkan kultum yang disampaikan khatib sebelum salat tarawih dimulai.</p>



<p>Selanjutnya, sekitar pukul 20.55 WIB, salat tarawih dimulai, jemaah tampak khusyuk. Salat tarawih yang dilaksanakan sebanyak 23 rakaat berikut degan witir, selesai pukul 22.10 WIB.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah pelaksanaan tarawih malam ini serentak di beberapa titik untuk jemaah Tarekat Naqsyabandiyah,&#8221; ujar Imam Musala Baitul Ma&#8217;mur, Alfitman diwawancarai usai salat tarawih.</p>



<p>Alfitman mengungkap, para Jemaah Tarekat Naqsabandiyah mulai menjalankan puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026). Penetapan ini berdasarkan penuh perhitungan.</p>



<p>&#8220;Kami berdasarkan hisab, rukyat, dan dalil kias. Kami punya kalender. Sehingga besok puasa, dan malam ini sudah mulai tarawih,&#8221; kata dia. </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/khusyuk-jemaah-tarekat-naqsyabandiyah-di-padang-tarawih-perdana-malam-ini/">Khusyuk Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Padang Tarawih Perdana Malam Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">243410</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jemaah Naqsabandiyah di Padang Mulai Puasa Besok, Malam Ini Tarawih</title>
		<link>https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-di-padang-mulai-puasa-besok-malam-ini-tarawih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 09:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=243403</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai berpuasa Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026). Penetapan ini lebih dulu dibandingkan pemerintah yang baru akan menggelar sidang isbat di hari yang sama. Dengan demikian, jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang pada Senin (16/2/2026) malam sudah melangsungkan salat tarawih. Salah satu lokasinya, berada di Surau Baru di Kecamatan Pauh, Kota Padang. Imam Tarekat Naqsabandiyah Surau Baru, Buya Zahar, mengatakan berdasarkan hisab rukyat dalil kias, ibadah puasa jatuh pada Selasa (17/2/2026) 1 Ramadan 1447 Hijriah. &#8220;Memang terdapat perbedaan 2 hingga 3 hari dengan penetapan awal Ramadan oleh pemerintah. Namun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-di-padang-mulai-puasa-besok-malam-ini-tarawih/">Jemaah Naqsabandiyah di Padang Mulai Puasa Besok, Malam Ini Tarawih</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai berpuasa Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026). Penetapan ini lebih dulu dibandingkan pemerintah yang baru akan menggelar sidang isbat di hari yang sama.</p>



<p>Dengan demikian, jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang pada Senin (16/2/2026) malam sudah melangsungkan salat tarawih. Salah satu lokasinya, berada di Surau Baru di Kecamatan Pauh, Kota Padang.</p>



<p>Imam Tarekat Naqsabandiyah Surau Baru, Buya Zahar, mengatakan berdasarkan hisab rukyat dalil kias, ibadah puasa jatuh pada Selasa (17/2/2026) 1 Ramadan 1447 Hijriah.</p>



<p>&#8220;Memang terdapat perbedaan 2 hingga 3 hari dengan penetapan awal Ramadan oleh pemerintah. Namun hal ini bukan menjadi masalah karena disebabkan oleh perbedaan metode penghitungan,&#8221; kata Buya Zahar, Senin (16/2/2026).</p>



<p>Ia menambahkan, penetapan awal Ramadan ini juga merupakan hasil rapat internal jemaah Tarekat Naqsabandiyah yang diselenggarakan di Surau Baru.</p>



<p>Dalam rapat tersebut, jadwal pelaksanaan ibadah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang konstan dan telah disepakati bersama.</p>



<p><em>Jemaah dari Luar Kota</em></p>



<p>Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jemaah yang hadir di Surau Baru untuk melangsungkan salat tarawih sebagian besar berasal dari Kota Padang, terutama dari kawasan Kecamatan Pauh dan Kecamatan Lubuk Kilangan.</p>



<p>Meskipun demikian, Buya Zahar mengungkapkan, juga terdapat jemaah dari luar Kota Padang untuk salat tarawih.</p>



<p>&#8220;Jumlahnya tidak kami hitung, namun didominasi jamaah dari luar Padang, seperti Kabupaten Solok dan Kabupaten Pesisir Selatan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-di-padang-mulai-puasa-besok-malam-ini-tarawih/">Jemaah Naqsabandiyah di Padang Mulai Puasa Besok, Malam Ini Tarawih</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">243403</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jemaah Naqsabandiyah di Padang Rayakan Idul Adha Hari Ini</title>
		<link>https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-di-padang-rayakan-idul-adha-hari-ini-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2022 07:09:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=158659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) telah menggelar Salat Idul Adha 1443 Hijriah hari ini, Jumat (8/7/2022). Mereka merayakan Idul Adha lebih cepat dua hari dari penetapan pemerintah. Pantauan langgam.id, puluhan jemaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan salat Idul Adha yang dipusatkan di Mushalla Baitul Makmur di Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Perayaan tersebut juga berbeda dengan penetapan Hari Raya Idul Adha oleh PP Muhammadiyah, yakni Sabtu (9/7/2022), atau yang ditetapkan pemerintah, Minggu (10/7/2022). Setelah melaksanakan salat Idul Adha, para jemaah melanjutkan kegiatan dengan makan bersama. Makan bersama ini untuk melepaskan puasa sebelum Idul</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-di-padang-rayakan-idul-adha-hari-ini-2/">Jemaah Naqsabandiyah di Padang Rayakan Idul Adha Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) telah menggelar Salat Idul Adha 1443 Hijriah hari ini, Jumat (8/7/2022). Mereka merayakan Idul Adha lebih cepat dua hari dari penetapan pemerintah.</p>
<p dir="ltr">Pantauan <em>langgam.id</em>, puluhan jemaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan salat Idul Adha yang dipusatkan di Mushalla Baitul Makmur di Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang.</p>
<p>Perayaan tersebut juga berbeda dengan penetapan Hari Raya Idul Adha oleh PP Muhammadiyah, yakni Sabtu (9/7/2022), atau yang ditetapkan pemerintah, Minggu (10/7/2022).</p>
<p dir="ltr">Setelah melaksanakan salat Idul Adha, para jemaah melanjutkan kegiatan dengan makan bersama. Makan bersama ini untuk melepaskan puasa sebelum Idul Adha 1443 Hijriah.</p>
<p>Juru Bicara Jemaah Tarekat Mushalla Baitul Ma&#8217;mur, Alfitman mengatakan, Salat Idul Adha telah dilaksanakan secara bersama-sama oleh jemaah.</p>
<p>Dia mengakui, dengan telah dilaksanakannya salat Idul Adha pada pagi hari ini, maka perayaan memiliki perbedaan dua hari dengan yang ditetapkan pemerintah Indonesia. &#8220;Menurut keyakinan kami, berdasarkan kalender, dan kita uji melihat peredaran bulan. Kami berkeyakinan pada hari ini Hari Raya Idul Adha,&#8221; ujar Alfitman.</p>
<p>Dia mengaku, memang Hari Raya Idul Adha berbeda dari Tarekat Syattariyah dan pemerintah Indonesia.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, dia menyebutkan, pada hari raya Idul Adha kali ini, Jemaah Tarekat Naqsabandiyah juga melakukan kurban satu ekor sapi dan tiga ekor kambing.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah untuk hewan kurban tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu seekor sapi dan tiga ekor kambing,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Alfitman menjelaskan, pengambilan daging kurban menggunakan kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Untuk kupon yang dicetak ada sekitar 300 lembar, tapi kemungkinan nantinya banyak yang tidak memakai kupon tersebut.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-rayakan-idul-adha-8-juli-2022/">Jemaah Naqsabandiyah Rayakan Idul Adha 8 Juli 2022</a></strong></p>
<p>Ia meminta panitia pembagian daging kurban bisa membagikan kepada masyarakat secara merata, terutama yang tidak mendapat daging kurban.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-di-padang-rayakan-idul-adha-hari-ini-2/">Jemaah Naqsabandiyah di Padang Rayakan Idul Adha Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158659</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jemaah Naqsabandiyah Rayakan Idul Adha 8 Juli 2022</title>
		<link>https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-rayakan-idul-adha-8-juli-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2022 09:38:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Naqsabandiyah Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=158427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang menetapkan Hari Raya Idul Adha dua hari lebih cepat dari keputusan pemerintah. Hari Raya Kurban itu telah dipastikan jatuh pada tanggal 8 Juli 2022. Hal tersebut juga berbeda dengan penetapan Hari Raya Idul Adha yang ditetapkan Muhammadiyah, Sabtu (9/7/2022). Imam Surau Baru yang merupakan basis jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Zahar Malin Parmato mengatakan, penetapan Hari Raya Idul Adha itu berdasarkan hitungan awal pertama puasa Ramadan, yaitu 1 April 2022. &#8220;Untuk penetapan hari raya, jemaah Tarekat Naqsabandiyah menggunakan lima metode perhitungan waktu,&#8221; Zahar di Padang, Jumat (1/7/2022). Dijelaskan Zahar,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-rayakan-idul-adha-8-juli-2022/">Jemaah Naqsabandiyah Rayakan Idul Adha 8 Juli 2022</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang menetapkan Hari Raya Idul Adha dua hari lebih cepat dari keputusan pemerintah. Hari Raya Kurban itu telah dipastikan jatuh pada tanggal 8 Juli 2022.</p>
<p dir="ltr">Hal tersebut juga berbeda dengan penetapan Hari Raya Idul Adha yang ditetapkan Muhammadiyah, Sabtu (9/7/2022).</p>
<p dir="ltr">Imam Surau Baru yang merupakan basis jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Zahar Malin Parmato mengatakan, penetapan Hari Raya Idul Adha itu berdasarkan hitungan awal pertama puasa Ramadan, yaitu 1 April 2022.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Untuk penetapan hari raya, jemaah Tarekat Naqsabandiyah menggunakan lima metode perhitungan waktu,&#8221; Zahar di Padang, Jumat (1/7/2022).</p>
<p dir="ltr">Dijelaskan Zahar, metode hisab yang digunakan yaitu dengan berpedoman pada awal Ramadan sebelumnya. Jika awal Ramadan Senin, maka Idul Adha 360 hari setelah itu.</p>
<p dir="ltr">Metode selanjutnya, kata Zahar, Rahiyah, dengan cara memusyawarahkan bersama jemaah lain yang sama-sama Tarekat Naqsabandiyah, untuk disepakati tanggal hari raya secara bersama-sama.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita berkumpul bersama-sama dan akhirnya kita tentukan tanggal berapa jatuhnya hari-hari besar tersebut. Misalnya hari Senin atau bagaimana. Kalau telah sama kesepakatannya, maka itulah hari yang sah,&#8221; jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Metode selanjutnya, kata Zahar, menetapkan Idul Adha dengan logika. Metode kali ini,  jemaah memperhatikan bulan secara langsung dengan mata telanjang dan melihat apakah ada persatuan antara bulan dan matahari ketika tenggelam di ufuk barat.</p>
<p dir="ltr">Kemudian, metode Ijma&#8217; Deng an menghitung hari. Berdasarkan metode sebelumnya, yaitu menghitung berapa menit tenggelamnya bulan pada malam hari.</p>
<p dir="ltr">Terakhir, metode Qiyas dengan  memperhatikan kondisi alam, seperti gelombang laut yang besar diakibatkan perubahan bulan, atau dilihat dari gelombang yang besar.</p>
<p dir="ltr">Kalau gelombang di laut besar, itu tandanya bulan sudah berganti. Pukul berapa gelombang besar terjadi, dan tanggal berapa nelayan tidak pergi melaut karena ombak yang besar, maka di situlah penentuan tanggal dilakukan.</p>
<p dir="ltr">Sementara, untuk hewan kurban, tahun ini Jemaah Naqsabandiayah di Padang tidak menyembelih hewan kurban seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, mungkin karena tidak adanya dana. Pihaknya juga tak ingin memaksakan jemaah untuk berkurban.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: </strong><strong><a href="https://langgam.id/7-fakta-menarik-dari-momen-idul-adha-yang-harus-diketahui/">7 Fakta Menarik dari Momen Idul Adha yang Harus Diketahui</a></strong></p>
<p dir="ltr">&#8220;Pada tahun ini, jemaah Tarekat Naqsabandiyah tidak kurban, karena tidak ada dana dari jemaah untuk membeli hewan ternak,&#8221; katanya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-naqsabandiyah-rayakan-idul-adha-8-juli-2022/">Jemaah Naqsabandiyah Rayakan Idul Adha 8 Juli 2022</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158427</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lebih Cepat, Tarekat Naqsabandiyah Padang Gelar Salat Id Hari Minggu</title>
		<link>https://langgam.id/lebih-cepat-tarekat-naqsabandiyah-padang-gelar-salat-id-hari-minggu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2022 06:13:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Naqsabandiyah Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155054</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang akan menggelar Salat Id atau Salat Idul Fitri besok, Minggu 1 Mei 2022. Pelaksanaan ini lebih cepat dari penetapan pemerintah yang baru menggelar sidang isbat pada Minggu (1/5/2022). Sekretaris Tarekat Naqsabandiyah Padang Edizon Revindo mengatakan jemaah Naqsabandiyah sudah selesai melaksanakan salat tarwih kemaren malam, Jumat (30/2/202). Mereka telah berpuasa selama 30 hari sejak mulai pada 1 April 2022. &#8220;Kita Minggu besok menggelar salat Id, nanti malam kita takbiran, ini sudah kita tetapkan sejak awal Ramadan, puasa kita hitung sudah cukup 30 hari,&#8221; katanya, Sabtu (30/4/2022). Dia menyebutkan pelaksanaan ibadah puasa yang lebih</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lebih-cepat-tarekat-naqsabandiyah-padang-gelar-salat-id-hari-minggu/">Lebih Cepat, Tarekat Naqsabandiyah Padang Gelar Salat Id Hari Minggu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang akan menggelar Salat Id atau Salat Idul Fitri besok, Minggu 1 Mei 2022. Pelaksanaan ini lebih cepat dari penetapan pemerintah yang baru menggelar sidang isbat pada Minggu (1/5/2022).</p>
<p dir="ltr">Sekretaris Tarekat Naqsabandiyah Padang Edizon Revindo mengatakan jemaah Naqsabandiyah sudah selesai melaksanakan salat tarwih kemaren malam, Jumat (30/2/202). Mereka telah berpuasa selama 30 hari sejak mulai pada 1 April 2022.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita Minggu besok menggelar salat Id, nanti malam kita takbiran, ini sudah kita tetapkan sejak awal Ramadan, puasa kita hitung sudah cukup 30 hari,&#8221; katanya, Sabtu (30/4/2022).</p>
<p dir="ltr">Dia menyebutkan pelaksanaan ibadah puasa yang lebih awal dari pemerintah tersebut berdasarkan hitungan Hisab Qomariyah dalam Kitab Munjid, yang salah satunya adalah penghitungan permulaan puasa dihitung lima hari setelah awal puasa pada tahun sebelumnya.</p>
<p dir="ltr">Berdasarkan kitab tersebut, jemaah Naqsabandiyah menurut dia akan selalu berpuasa selama 30 hari setiap harinya dan tidak mengenal berpuasa 29 hari. Jadwal ini biasanya berbeda dan lebih cepat dari penetapan pemerintah.</p>
<p dir="ltr">Salat Id akan dilaksanakan di tempat masing-masing jemaah Naqsabandiyah yang tersebar di Kota Padang dan daerah lainnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara pusat jemaah berada di Mushalla Baitul Makmur, yang terletak di Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Lokasi salatnya banyak, setiap musala yang alirannya Naqsabandiyah maka akan melaksanakan salat Idul Fitri, kalau pusatnya di Pauh itu,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Sementara dia sendiri akan melaksanakan salat Id di dekat rumahnya di Kecamatan Lubuk Kilangan. Menurut dia jemaah Naqsabandiyah di Kota Padang cukup banyak di Lubuk Kilangan karena hampir setiap kelurahan ada musala yang beraliran Naqsabandiyah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jumlah jemaah sekarang sekitar 2 ribu orang, paling banyak ada di Kecamatan Lubuk Kilangan, ada juga di luar Padang seperti di Kabupaten Solok dan Pesisir Selatan yang juga cukup banyak disana,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Diketahui, pemerintah lewat Kemenag RI belum menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah. Sementara sidang isbat penetapan 1 Syawal akan digelar besok Minggu (1/5/2022). (Rahmadi/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lebih-cepat-tarekat-naqsabandiyah-padang-gelar-salat-id-hari-minggu/">Lebih Cepat, Tarekat Naqsabandiyah Padang Gelar Salat Id Hari Minggu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155054</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengenang Buya Piri, Sepenggal Kisah Jamaah Naqsabandiyah di Pauh Kota Padang</title>
		<link>https://langgam.id/mengenang-buya-piri-sepenggal-kisah-jamaah-naqsabandiyah-di-pauh-kota-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2022 13:04:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Naqsabandiyah Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=152460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Sepenggal kisah Jamaah Naqsabandiyah di Pauh Kota Padang usai ditinggal Buya Piri. Langgam.id &#8211; Buya Syafri Malin Mudo yang merupakan Mursyid Tarekat Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) kini telah tiada. Kenangan demi kenangan Mursyid yang akrab disapa Buya Piri itu masih membekas bagi jamaah di setiap sudut Musala Baitul Makmur. Menjelang Ramadan, ingatan para jamaah bersama Buya Piri juga semakin nyata, apalagi soal tradisi &#8220;Basuluak&#8221; yang biasa dipimpin almarhum. Dulu, &#8220;Basuluak&#8221; di musala itu tak hanya orang sekitar, banyak yang datang dari luar, seperti Solok, Pesisir</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengenang-buya-piri-sepenggal-kisah-jamaah-naqsabandiyah-di-pauh-kota-padang/">Mengenang Buya Piri, Sepenggal Kisah Jamaah Naqsabandiyah di Pauh Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Sepenggal kisah Jamaah Naqsabandiyah di Pauh Kota Padang usai ditinggal Buya Piri.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Buya Syafri Malin Mudo yang merupakan Mursyid Tarekat Naqsabandiyah di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) kini telah tiada. Kenangan demi kenangan Mursyid yang akrab disapa Buya Piri itu masih membekas bagi jamaah di setiap sudut Musala Baitul Makmur.</p>
<p>Menjelang Ramadan, ingatan para jamaah bersama Buya Piri juga semakin nyata, apalagi soal tradisi &#8220;Basuluak&#8221; yang biasa dipimpin almarhum.</p>
<p>Dulu, &#8220;Basuluak&#8221; di musala itu tak hanya orang sekitar, banyak yang datang dari luar, seperti Solok, Pesisir Selatan, Tanah Datar dan lainnya. Meninggalnya Buya Piri, &#8220;Basuluak&#8221; juga tak lagi digelar, belum ada pengganti, belum ada sosok bak Buya Piri.</p>
<p>Bagi Jamaah Naqsabandiayah, &#8220;Basuluak&#8221; merupakan tradisi yang telah dilaksanakan secara turun temurun, selama 40 hari, para jamaah akan berdiam diri di musala, berzikir, mendekatkan diri pada Ilahi.</p>
<p>Istri Almarhum Buya Piri, Mariana (75) mengatakan, sejak Buya Piri meninggal dunia tahun 2020, &#8220;Basuluak&#8221; juga tak ada lagi di musala yang berada di  Kelurahan Binuang Kampung Dalam, Kecamatan Pauh, Kota Padang itu.</p>
<p>Menurut Mariana, Ramadan tahun ini merupakan Ramadan kedua tanpa &#8220;Basuluak&#8221;. &#8220;Sejak buya meninggal tak ada lagi <em>Basuluak</em>, ini tahun kedua tidak ada <em>Basuluak</em>,&#8221; ujar Mariana kepada <em>langgam.id</em> saat menunggu jadwal Salat Zuhur di Musala Baitul Makmur, Kamis (32/3/2022).</p>
<p><div id="attachment_152467" style="width: 857px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-152467" class="wp-image-152467 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Tempat-Basuluak-Naqsabandiyah.jpg?resize=847%2C607&#038;ssl=1" alt="Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Kisah Jamaah Naqsabandiyah di Pauh Kota Padang usai ditinggal Buya Piri." width="847" height="607" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Tempat-Basuluak-Naqsabandiyah.jpg?w=847&amp;ssl=1 847w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Tempat-Basuluak-Naqsabandiyah.jpg?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Tempat-Basuluak-Naqsabandiyah.jpg?resize=768%2C550&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Tempat-Basuluak-Naqsabandiyah.jpg?resize=120%2C86&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Tempat-Basuluak-Naqsabandiyah.jpg?resize=350%2C250&amp;ssl=1 350w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Tempat-Basuluak-Naqsabandiyah.jpg?resize=750%2C537&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 847px) 100vw, 847px" /><p id="caption-attachment-152467" class="wp-caption-text">Tempat &#8220;Basuluak&#8221; Jamaah Naqsabandiyah di Musala Baitul Makmur, Pauh Kota Padang. (Foto: Nandito/Langgam.id)</p></div></p>
<p>Hingga saat ini, kata Mariana, belum ada pengganti Buya Piri untuk memimpin tradisi &#8220;Basuluak&#8221;. Sebab, dalam ibadah &#8220;Basuluak&#8221; juga harus dibimbing seorang guru.</p>
<p>Diceritakan Mariana, ketika suaminya masih hidup, ia dan sejumlah jamaah yang bermukim di Kecamatan Pauh, Kota Padang sibuk melayani jamaah yang datang dari berbagai daerah untuk basuluak.</p>
<p>&#8220;Seperti menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur. Kalau ada <em>Basuluak</em>, kita memasak sendiri, ada juga yang dibawakan bekal oleh keluarga,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dijelaskan Mariana, Musala Baitul Makmur terdiri dari dua lantai, bagian atas atau lantau dua digunakan untuk tempat &#8220;Basuluak&#8221;.</p>
<p>&#8220;Di lantai dua itu jamaah menyendiri di dalam sekat-sekat yang dibuat dengan kain, sekat itu berjejer di sisi kanan dan kiri ruangan,&#8221; kenang Mariana.</p>
<p>Lantau dua musala itu, lanjut Mariana, lantainya terbuat dari kayu. Jamaah laki-laki juga ada kamar yang berada dan terpisah dengan ruang utama.</p>
<p>Musala Baitul Makmur, sebut Marian, merupakan salah satu musala atau <em>surau</em> sebagai pusat Tarekat Naqsabandiyah di Kota Padang.</p>
<p>Musala Baitul Makmur bisa dikatakan cukup luas untuk ukuran sebuah musala. Selain ruangan utama untuk beribadah, musala ini memiliki sejumlah ruang lain di bagian belakang.</p>
<p><div id="attachment_152468" style="width: 857px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-152468" class="wp-image-152468 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Naqsabandiyah-Pauh-Padang.jpg?resize=847%2C607&#038;ssl=1" alt="Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Kisah Jamaah Naqsabandiyah di Pauh Kota Padang usai ditinggal Buya Piri." width="847" height="607" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Naqsabandiyah-Pauh-Padang.jpg?w=847&amp;ssl=1 847w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Naqsabandiyah-Pauh-Padang.jpg?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Naqsabandiyah-Pauh-Padang.jpg?resize=768%2C550&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Naqsabandiyah-Pauh-Padang.jpg?resize=120%2C86&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Naqsabandiyah-Pauh-Padang.jpg?resize=350%2C250&amp;ssl=1 350w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Naqsabandiyah-Pauh-Padang.jpg?resize=750%2C537&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 847px) 100vw, 847px" /><p id="caption-attachment-152468" class="wp-caption-text">Tempat &#8220;Basuluak&#8221; Jamaah Naqsabandiyah di Musala Baitul Makmur, Pauh Kota Padang. (Foto: Nandito/Langgam.id)</p></div></p>
<p>Ruangan yang berada di bagian belakang itu digunakan sebagai tempat makan dan bercengkrama. Di samping kirinya, juga terdapat dapur seukuran 3&#215;3 meter dan kamar mandi.</p>
<p>Selain difungsikan sebagai tempat beribadah, saat Ramadan, jamaah Tarekat Naqsabandiyah juga tinggal di musala atau <em>surau</em> itu.</p>
<p>Untuk &#8220;Basuluak&#8221; para jamaah akan peralatan tidur seperti kasur, bantal dan selimut. Sementara, untuk kebutuhan makan, kata Mariana, jamaah hanya membawa beras.</p>
<h2>Mencari Sosok Bak Buya Piri</h2>
<p>Sementara itu, Alfitman, salah seorang anak Almarhum Buya Syafri Malin Mudo mengatakan, saat ini memang belum ada pengganti ayahnya untuk memimpin jamaah tarekat naqsabandiyah di musala itu.</p>
<p>Menurut Alfitman, untuk bisa menjadi mursyid, seseorang harus mendapat titah dari seorang guru. &#8220;Harus naik <em>suluak</em> dulu, dan didelegasikan oleh guru. Jadi tidak sembarangan, ada tahap-tahap dalam tarekat yang mesti dipenuhi,&#8221; ujar Alfitman.</p>
<p>Sebenarnya, kata Alfitman, dia sudah bisa untuk menjadi mursyid. Namun, aktifitasnya sebagai dosen di Fakultas Ekonomi, Universitas Andalas, tidak memungkinkan untuk memimpin <em>Basuluak</em> selama 40 hari penuh.</p>
<p><div id="attachment_152469" style="width: 857px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-152469" class="wp-image-152469 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Buya-Piri.jpg?resize=847%2C607&#038;ssl=1" alt="Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Kisah Jamaah Naqsabandiyah di Pauh Kota Padang usai ditinggal Buya Piri." width="847" height="607" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Buya-Piri.jpg?w=847&amp;ssl=1 847w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Buya-Piri.jpg?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Buya-Piri.jpg?resize=768%2C550&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Buya-Piri.jpg?resize=120%2C86&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Buya-Piri.jpg?resize=350%2C250&amp;ssl=1 350w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Buya-Piri.jpg?resize=750%2C537&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 847px) 100vw, 847px" /><p id="caption-attachment-152469" class="wp-caption-text">Mariana melihat foto bersama almarhum suaminya, Buya Piri. (Foto: Nandito/Langgam.id)</p></div></p>
<p>&#8220;Kesulitannya lebih kepada mencari waktu, karena saya juga harus mengajar dan ada kegiatan lain,&#8221; ucap anak kedua dan juga satu-satunya anak Buya Piri yang aktif di musala itu, dan kerap jadi imam untuk salat tarawih.</p>
<p>Menurut Alfitman, sulit untuk mencari mursyid baru pengganti ayahnya. Alasannya, seorang mursyid dalam tarekat naqsabandiyah cenderung akan mengabdi di suraunya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Banyak jamaah dari luar yang bertanya apakah ada mengadakan <em>Basuluak</em>, dan saya arahkan untuk ke Indarung,&#8221; paparnya.</p>
<h2>Jamaah Naqsabandiyah yang Semakin Berkurang</h2>
<p>Selain di Musala Baitul Makmur, di Surau Baru yang lokasinya tidak jauh dari musala itu atau berada di seberang jalan musala juga tak menggelar <em>Basuluak</em> tahun ini. Alasannya sama, tak ada guru yang membimbing.</p>
<p>Biasanya, di Surau Baru juga melaksanakan Basualuak seperti di Musala Baitul Makmur, Basuluak di surau itu juga di bawah bimbingan Almarhum Buya Piri.</p>
<p>Surau Baru merupakan pusat Tarekat Naqsabandiyah pertama di Kota Padang, didirikan 1919 silam.</p>
<p><div id="attachment_152470" style="width: 857px" class="wp-caption aligncenter"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-152470" class="wp-image-152470 size-full" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Surau-Baru-Naqsabandiyah-Kota-Padang.jpg?resize=847%2C607&#038;ssl=1" alt="Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Kisah Jamaah Naqsabandiyah di Pauh Kota Padang usai ditinggal Buya Piri." width="847" height="607" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Surau-Baru-Naqsabandiyah-Kota-Padang.jpg?w=847&amp;ssl=1 847w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Surau-Baru-Naqsabandiyah-Kota-Padang.jpg?resize=300%2C215&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Surau-Baru-Naqsabandiyah-Kota-Padang.jpg?resize=768%2C550&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Surau-Baru-Naqsabandiyah-Kota-Padang.jpg?resize=120%2C86&amp;ssl=1 120w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Surau-Baru-Naqsabandiyah-Kota-Padang.jpg?resize=350%2C250&amp;ssl=1 350w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2022/03/Surau-Baru-Naqsabandiyah-Kota-Padang.jpg?resize=750%2C537&amp;ssl=1 750w" sizes="auto, (max-width: 847px) 100vw, 847px" /><p id="caption-attachment-152470" class="wp-caption-text">Surau Baru, pusat Tarekat Naqsabandiyah pertama di Kota Padang, didirikan 1919 silam. (Foto: Nandito/Langgam.id)</p></div></p>
<p>Zahar (65), kemenakan Buya Piri mengatakan, meski tak menggelar <em>Basuluak</em>, Salat Tarawih berjamaah tetap digelar di Surau Baru. Bahkan, kata Zahar, Jamaah Naqsabandiyah di lokasi itu juga semkain berkurang, dan tak ada regenerasi dari orang tua ke anak-anak mereka.</p>
<p>&#8220;Kalau meninggal ayah atau ibunya, tidak ada yang ma</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/imam-tarekat-naqsabandiyah-di-padang-tutup-usia/">Imam Tarekat Naqsabandiyah di Padang Tutup Usia</a></strong></p>
<p>Bahkan, sebut Zahar, setiap tahun Jamaah Tarekat Naqsabandiyah semakin berkurang. &#8220;Yang namanya bertambah, tidak ada,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengenang-buya-piri-sepenggal-kisah-jamaah-naqsabandiyah-di-pauh-kota-padang/">Mengenang Buya Piri, Sepenggal Kisah Jamaah Naqsabandiyah di Pauh Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152460</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Mulai Puasa Ramadan Besok, Malam Ini Tarawih Pertama</title>
		<link>https://langgam.id/jemaah-tarekat-naqsabandiyah-mulai-puasa-ramadan-besok-malam-ini-tarawih-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Mar 2022 08:25:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Salat Tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=152440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Jemaah Tarekat Naqsabandiyah mulai puasa Ramadan besok. Malam ini merupakan pelaksanaan shalat tarawih pertama. Langgam.id &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatra Barat akan memulai puasa Ramadan pada Jumat (1/4/2022) besok. Hal itu dibenarkan oleh jemaah Tarekat Naqsabandiyah yang ada di Kecamatan Pauh, Kota Padang. &#8220;Malam nanti kita akan tarawih,&#8221; kata Zahar, pengurus Suaru Baru di Kecamatan Pauh, Kamis (30/3/2022). Surau Baru merupakan salah satu tempat beribadah jemaah Tarekat Naqsabandiyah yang ada di Kecamatan Pauh, Kota Padang. Zahar mengatakan, selain di Surau Baru, salat tarawih juga akan dilangsungkan di Musala Baitul</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-tarekat-naqsabandiyah-mulai-puasa-ramadan-besok-malam-ini-tarawih-pertama/">Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Mulai Puasa Ramadan Besok, Malam Ini Tarawih Pertama</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Jemaah Tarekat Naqsabandiyah mulai puasa Ramadan besok. Malam ini merupakan pelaksanaan shalat tarawih pertama.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Sumatra Barat akan memulai puasa Ramadan pada Jumat (1/4/2022) besok. Hal itu dibenarkan oleh jemaah Tarekat Naqsabandiyah yang ada di Kecamatan Pauh, Kota Padang.</p>
<p>&#8220;Malam nanti kita akan tarawih,&#8221; kata Zahar, pengurus Suaru Baru di Kecamatan Pauh, Kamis (30/3/2022).</p>
<p>Surau Baru merupakan salah satu tempat beribadah jemaah Tarekat Naqsabandiyah yang ada di Kecamatan Pauh, Kota Padang.</p>
<p>Zahar mengatakan, selain di Surau Baru, salat tarawih juga akan dilangsungkan di Musala Baitul Makmur yang juga berada di Kecamatan Pauh.</p>
<p>Ia mengatakan, Tarekat Naqsabandiyah menetapkan jadwal Ramadan dengan melihat hilal yang dilakukan sejak bulan Rajab, atau dua bulan lalu.</p>
<p>Zahar mengungkapkan, penetapan Ramadan tersebut menggunakan metod hisab munjid. Adapun puasa Ramadan, kata dia, akan dilaksanakan selama 30 hari penuh.</p>
<p>Dalam pelaksanaan salat tarawih, Zahar mengatakan, bahwa tidak ada perbedaan dengan tarekat lain. Ia mengatakan tarawih akan dilaksanakan dalam 23 rakaat dengan 12 kali salam.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/tentukan-1-ramadan-1443-h-jemaah-syattariyah-melihat-bulan-3-april-mendatang/">Tentukan 1 Ramadan 1443 H, Jemaah Syattariyah Melihat Bulan 3 April Mendatang</a></strong></p>
<p>Saat ini, Zahar dan sejumlah jemaah lainnya juga sudah membersihkan surau dan memasang lampu. &#8220;Seminggu lalu kita sudah bersih-bersih, tikar juga sudah dikembangkan,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-tarekat-naqsabandiyah-mulai-puasa-ramadan-besok-malam-ini-tarawih-pertama/">Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Mulai Puasa Ramadan Besok, Malam Ini Tarawih Pertama</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">152440</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Gelar Idul Adha Hari Ini</title>
		<link>https://langgam.id/jemaah-tarekat-naqsabandiyah-padang-gelar-idul-adha-hari-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2021 02:51:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=117996</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatra Barat (Sumbar), menggelar Salat Hari Raya Idul Adha, Senin (19/7/2021) pagi. Mereka merayakan Idul Adha lebih cepat satu hari dari yang ditetapkan pemerintah 20 Juli. Sebelumnya jemaah sudah mulai melaksanakan takbiran pada Minggu (18/7/2021) malam. Kemudian jemaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Pauh, Kota Padang paginya. Usai salat Idul Adha berjemaah, puluhan jemaah di Masjid Baitul Makmur mengadakan makan bersama yang telah dihidangkan oleh pengurus musala. Sekretaris Tarekat Naqsyabandiyah Padang, Edizon Revindo mengatakan, penentuan hari Raya Idul Adha bagi Tarekat Naqsabandiyah dihitung 100 hari setelah awal</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-tarekat-naqsabandiyah-padang-gelar-idul-adha-hari-ini/">Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Gelar Idul Adha Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatra Barat (Sumbar), menggelar Salat Hari Raya Idul Adha, Senin (19/7/2021) pagi. Mereka merayakan Idul Adha lebih cepat satu hari dari yang ditetapkan pemerintah 20 Juli.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya jemaah sudah mulai melaksanakan takbiran pada Minggu (18/7/2021) malam. Kemudian jemaah Tarekat Naqsabandiyah melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Pauh, Kota Padang paginya.</p>
<p dir="ltr">Usai salat Idul Adha berjemaah, puluhan jemaah di Masjid Baitul Makmur mengadakan makan bersama yang telah dihidangkan oleh pengurus musala.</p>
<p dir="ltr">Sekretaris Tarekat Naqsyabandiyah Padang, Edizon Revindo mengatakan, penentuan hari Raya Idul Adha bagi Tarekat Naqsabandiyah dihitung 100 hari setelah awal Ramadan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga:<a href="https://langgam.id/niat-dan-keutamaan-puasa-arafah-sebelum-hari-raya-idul-adha/"> Niat dan Keutamaan Puasa Arafah Sebelum Hari Raya Idul Adha</a></strong></p>
<p dir="ltr">Menurutnya, Ramadan tahun 2021 lalu dimulai pada hari Senin. Biasanya pelaksanaan Idul Adha sama hari pelaksanaannya dengan hari awal Ramadan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kemaren malam kita sudah mulai  takbiran, hari ini kita laksanakan salat Idul Adha,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, secara pelaksanaan tetap sama dengan Idul Fitri, salat sunah dua rakaat seperti muslim biasanya.</p>
<p dir="ltr">Setelah pelaksanaan salat Idul Adha, panitia melakukan penyembelihan satu ekor sapi di sekitar Musala Baitul Makmur. Daging kurban nantinya dibagikan kepada jemaah sekitar musala.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jemaah-tarekat-naqsabandiyah-padang-gelar-idul-adha-hari-ini/">Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Padang Gelar Idul Adha Hari Ini</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tarekat Naqsyabandiyah di Padang Tetapkan Idul Fitri 12 Mei 2021</title>
		<link>https://langgam.id/tarekat-naqsyabandiyah-di-padang-tetapkan-idul-fitri-12-mei-2021/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 May 2021 06:47:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2021]]></category>
		<category><![CDATA[Salat Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=104147</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tarekat Naqsyabandiyah di Sumatra Barat (Sumbar) menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada 12 Mei 2021. Keputusan ini sesuai dengan perhitungan bahwasanya puasa yang dilaksanakan telah genap 30 hari. &#8220;Besok kami menetapkan Idul Fitri. Puasa yang telah kami laksanakan sejak awal sudah genap 30 hari,&#8221; kata Sekretaris Tarekat Naqsyabandiyah, Edizon Refindo dihubungi langgam.id, Selasa (11/5/2021). Edizon memastikan pelaksanaan salat Idul Fitri tetap akan dilaksanakan di masjid dan musala. Meskipun pemerintah sudah meniadakan agar ibadah salat Idul Fitri dilaksanakan di rumah. &#8220;Kami akan tetap melaksanakan salat Idul Fitri di musala dan masjid. Kami belum mendapatkan surat (imbauan). Kalau sudah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tarekat-naqsyabandiyah-di-padang-tetapkan-idul-fitri-12-mei-2021/">Tarekat Naqsyabandiyah di Padang Tetapkan Idul Fitri 12 Mei 2021</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://langgam.id">Langgam.id</a> &#8211;</strong> Tarekat Naqsyabandiyah di Sumatra Barat (Sumbar) menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada 12 Mei 2021. Keputusan ini sesuai dengan perhitungan bahwasanya puasa yang dilaksanakan telah genap 30 hari.</p>
<p>&#8220;Besok kami menetapkan Idul Fitri. Puasa yang telah kami laksanakan sejak awal sudah genap 30 hari,&#8221; kata Sekretaris Tarekat Naqsyabandiyah, Edizon Refindo dihubungi <strong>langgam.id</strong>, Selasa (11/5/2021).</p>
<p>Edizon memastikan pelaksanaan salat Idul Fitri tetap akan dilaksanakan di masjid dan musala. Meskipun pemerintah sudah meniadakan agar ibadah salat Idul Fitri dilaksanakan di rumah.</p>
<p>&#8220;Kami akan tetap melaksanakan salat Idul Fitri di musala dan masjid. Kami belum mendapatkan surat (imbauan). Kalau sudah dapat surat, ya kami bagaimana pula melarang jika jamaah datang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Edizon menyebutkan, total jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Sumbar mencapai sekitar 2.500 orang. Sedangkan khusus di Padang, terdapat 1.500 orang yang terbanyak berada di Kecamatan Lubuk Kilangan.</p>
<p>&#8220;Kami akan melaksanakan salat Idul Fitri di masjid dan musala. Itu terbesar cukup banyak kalau dihitung, itu khusus di Padang saja,&#8221; tuturnya. <strong>(Irwanda/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tarekat-naqsyabandiyah-di-padang-tetapkan-idul-fitri-12-mei-2021/">Tarekat Naqsyabandiyah di Padang Tetapkan Idul Fitri 12 Mei 2021</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104147</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Mulai Puasa Ramadan 12 April</title>
		<link>https://langgam.id/tarekat-naqsabandiyah-sumbar-mulai-puasa-ramadan-12-april/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2021 09:03:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2021]]></category>
		<category><![CDATA[Tarekat Naqsabandiyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=98204</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Sumatra Barat (Sumbar), khususnya Kota Padang akan memulai puasa Bulan Ramadhan Senin 12 April 2021. Penetapan tanggal 1 Ramadan jemaah Naqsabandiyah tidak menunggu penetapan dari pemerintah. Menurut Sekretaris Tarekat Naqsyabandiyah Padang, Edizon Revindo, puasa jemaah Tarekat Naqsabandiyah sudah mempunyai hitungan kalender tersendiri sejak dahulunya. Biasanya awal Ramadan setiap tahun akan lebih cepat 5 hari dari puasa tahun sebelumnya. &#8220;Kalau tahun kemaren di 2020 kita mulai puasa hari Kamis, maka untuk tahun kini naik lima hari yang dihitung sejak hari Kamis itu, menjadi hari Senin, berarti hari Senin (12/4/2021) depan kita puasa,&#8221; katanya, Kamis (8/4/2021). Menurutnya,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tarekat-naqsabandiyah-sumbar-mulai-puasa-ramadan-12-april/">Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Mulai Puasa Ramadan 12 April</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Sumatra Barat (Sumbar), khususnya Kota Padang akan memulai puasa Bulan Ramadhan Senin 12 April 2021. Penetapan tanggal 1 Ramadan jemaah Naqsabandiyah tidak menunggu penetapan dari pemerintah.</p>
<p dir="ltr">Menurut Sekretaris Tarekat Naqsyabandiyah Padang, Edizon Revindo, puasa jemaah Tarekat Naqsabandiyah sudah mempunyai hitungan kalender tersendiri sejak dahulunya. Biasanya awal Ramadan setiap tahun akan lebih cepat 5 hari dari puasa tahun sebelumnya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kalau tahun kemaren di 2020 kita mulai puasa hari Kamis, maka untuk tahun kini naik lima hari yang dihitung sejak hari Kamis itu, menjadi hari Senin, berarti hari Senin (12/4/2021) depan kita puasa,&#8221; katanya, Kamis (8/4/2021).</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, penetapan awal Ramadan tidak menunggu ketetapan pemerintah. Pada hari Senin itu pemerintah juga baru akan melihat hilal terlebih dahulu. Awal Ramadan Tarekat Naqsabandiyah juga lebih cepat dari Muhammadiyah yang telah menetapkan puasa pada hari Selasa 13 April 2021.</p>
<p dir="ltr">Sementara untuk pelaksanaa salat tarawih akan dimulai pada hari Minggu (11/4/2021) malam. Meski masih pandemi Covid-19, pelaksanaan salat tarawih akan dilaksanakan di masjid-masjid yang biasa digunakan oleh jemaah Tarekat Naqsabandiyah, seperti di Surau Baitul Makmur, Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Apalagi pemerintah sudah mengeluarkan pengumuman bahwa boleh melaksanakan salat tarawih di masjid dan musala, asalkan pakai masker, boleh juga tidak berjarak cuma harus pakai masker,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya sekarang ini ada sekitar 2.500 jemaah Tarekat Naqsabandiyah yang tersebar di berbagai daerah di Sumbar. Jumlah itu tersebar di Padang, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Payakumbuh dan lainnya.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, menurutnya jika awal Ramadhan dimulai pada Senin, maka hari raya Idul Adha nantinya juga jatuh pada hari Senin.</p>
<p dir="ltr">Kemudian jemaah tareqat Naqsabandiyah juga mulai melaksanakan kegiatan basuluk. Kegiatan itu dilakukan pada 10 hari bulan Ramadan dan hingga hari Raya Idul Fitri. <strong>(Rahmadi/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tarekat-naqsabandiyah-sumbar-mulai-puasa-ramadan-12-april/">Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Mulai Puasa Ramadan 12 April</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98204</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/94 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-26 12:32:49 by W3 Total Cache
-->