<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita takjil ramadan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/takjil-ramadan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/takjil-ramadan/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Mar 2025 09:17:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita takjil ramadan Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/takjil-ramadan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>BBPOM Padang Pastikan Takjil di Pasar Pabukoan Aman Dikonsumsi</title>
		<link>https://langgam.id/bbpom-padang-pastikan-takjil-di-pasar-pabukoan-aman-dikonsumsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2025 11:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[takjil ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=223494</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang melakukan inspeksi langsung terhadap berbagai takjil yang dijual di Pasar Pabukoan kawasan RTH Imam Bonjol, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, beberapa waktu lalu. Hasilnya, seluruh produk yang diperiksa dinyatakan bebas dari bahan berbahaya dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Pengujian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mie goreng, es cendol, hingga es rumput laut yang menjadi favorit masyarakat saat berbuka puasa. Para petugas BBPOM mengambil sampel langsung di lokasi dan melakukan uji cepat untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan zat berbahaya. &#8220;Pengujian ini bertujuan memastikan takjil yang dijual aman dikonsumsi masyarakat dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bbpom-padang-pastikan-takjil-di-pasar-pabukoan-aman-dikonsumsi/">BBPOM Padang Pastikan Takjil di Pasar Pabukoan Aman Dikonsumsi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang melakukan inspeksi langsung terhadap berbagai takjil yang dijual di Pasar Pabukoan kawasan RTH Imam Bonjol, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, beberapa waktu lalu. Hasilnya, seluruh produk yang diperiksa dinyatakan bebas dari bahan berbahaya dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.</p>



<p>Pengujian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mie goreng, es cendol, hingga es rumput laut yang menjadi favorit masyarakat saat berbuka puasa. Para petugas BBPOM mengambil sampel langsung di lokasi dan melakukan uji cepat untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan zat berbahaya.</p>



<p>&#8220;Pengujian ini bertujuan memastikan takjil yang dijual aman dikonsumsi masyarakat dan tidak mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan,&#8221; ujar Kepala BBPOM di Padang, Hilda Murni, dilansir dari <em>InfoPubllik Padang, </em>Minggu (9/3/2025).</p>



<p>Tidak hanya di RTH Imam Bonjol, BBPOM Padang juga memperluas pengawasan ke delapan pasar pabukoan lainnya di Kota Padang. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan pangan selama bulan Ramadan, mengingat tingginya antusiasme masyarakat dalam membeli takjil.</p>



<p>Selain melakukan pengujian sampel, BBPOM juga aktif memberikan sosialisasi kepada para pedagang. Hilda menegaskan pentingnya menjaga kualitas produk yang dijual agar aman bagi konsumen.<br>&#8220;Kami terus mengimbau kepada pedagang takjil agar bahan makanan dan minuman yang dijual benar-benar aman dikonsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya,&#8221; tambah Hilda.</p>



<p>BBPOM Padang menegaskan akan terus melakukan pengawasan rutin selama bulan Ramadan. Hal ini demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan berbuka puasa tanpa khawatir akan kandungan berbahaya.</p>



<p>&#8220;Kami ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat saat membeli makanan berbuka puasa. Oleh karena itu, pengawasan ini akan kami lakukan secara berkala,&#8221; tutup Hilda.</p>



<p>Dengan adanya pengawasan ketat dari BBPOM, masyarakat Kota Padang dapat lebih tenang dalam membeli takjil untuk berbuka puasa. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bbpom-padang-pastikan-takjil-di-pasar-pabukoan-aman-dikonsumsi/">BBPOM Padang Pastikan Takjil di Pasar Pabukoan Aman Dikonsumsi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223494</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berburu Takjil Antaragama</title>
		<link>https://langgam.id/berburu-takjil-antaragama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Faisal Zaini Dahlan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2024 08:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Zaini Dahlan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2024]]></category>
		<category><![CDATA[takjil ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=200877</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ruang perjumpaan baru yang mempertemukan umat berbeda agama dalam sebuah even, muncul di Ramadhan tahun ini. Seperti viral di media sosial, di banyak kota -termasuk Padang-, takjil (pabukoan) yang sejatinya identik dengan ritual puasa umat Islam, ternyata telah mengalami perluasan makna. Takjil kini juga “diburu” oleh umat agama lain, bahkan tanpa risih ikut serta membagi-bagikannya secara gratis menjelang waktu berbuka. Fenomena sosial keagamaan yang dijuluki secara dramatisir oleh warganet sebagai “war takjil” atau “perang” takjil ini, baik di media maupun di lapangan berlangsung dalam suasana penuh ceria, cair, hangat, toleran, dan rukun. Meski begitu, bisa jadi juga disikapi secara berbeda,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berburu-takjil-antaragama/">Berburu Takjil Antaragama</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ruang perjumpaan baru yang mempertemukan umat berbeda agama dalam sebuah even, muncul di Ramadhan tahun ini. Seperti viral di media sosial, di banyak kota -termasuk Padang-, takjil (<em>pabukoan</em>) yang sejatinya identik dengan ritual puasa umat Islam, ternyata telah mengalami perluasan makna. Takjil kini juga “diburu” oleh umat agama lain, bahkan tanpa risih ikut serta membagi-bagikannya secara gratis menjelang waktu berbuka. Fenomena sosial keagamaan yang dijuluki secara dramatisir oleh warganet sebagai “<em>war</em> takjil” atau “perang” takjil ini, baik di media maupun di lapangan berlangsung dalam suasana penuh ceria, cair, hangat, toleran, dan rukun. Meski begitu, bisa jadi juga disikapi secara berbeda, pro maupun &nbsp;kontra. Karenanya, takjil lintas agama ini mesti dilihat secara multi perspektif, tidak semata teologis, tetapi juga sosiologis, fenomenologis, maupun antropologis.</p>



<p><strong>Berburu dan Berbagi Takjil, dari Umat Hingga Pendeta</strong></p>



<p>Adalah Steve Marcel alias Marcel Saerang, Pendeta Gereja Tiberias Indonesia, dalam khotbahnya secara “kocak” menyebut bahwa meski agama (Kristen) toleran, tetapi soal takjil mereka duluan (<a href="http://www.viva.co.id/18/3/24">www.viva.co.id/18/3/24</a>). Statemen pendeta mantan <em>boyband</em> berdarah Manado ini menjadi gambaran riil keterlibatan umat Kristiani dalam “<em>war”</em> takjil, “perang” takjil, tepatnya berburu atau berebut takjil. Di banyak tempat, di antara riuhnya para pencari takjil yang mengabuburit, ditemukan umat lintas agama yang juga ikut berburu takjil. Bahkan lebih dari itu, para tokoh lintas agama pun dengan gembira penuh kerukunan dan kekeluargaan, turut serta membagi-bagikan takjil gratis kepada masyarakat.</p>



<p>Fenomena sosial keberagamaan ini tidak saja ditemukan di kota-kota besar dengan masyarakat sangat plural, tetapi juga di kawasan yang relatif homogen seperti Kota Padang. Selasa kemaren (11/4/24) misalnya, Danrem 032/Wirabraja bersama tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turun ke jalan membagikan lebih 2500 paket takjil gratis. Even ini ingin membangun kebersamaan dan menghilangkan sekat-sekat pemisah. Bagi-bagi takjil lintas etnis lintas iman ini diikuti tokoh Muslim, Pendeta, Pastor, tokoh Konghucu, tokoh Hindu, dan tokoh Buddha (<a href="https://korem032wbr.mil.id/2023/04/12">https://korem032wbr.mil.id/2023/04/12</a>).</p>



<p>Secara kelembagaan agama pun tak kalah menariknya. Misalnya saja di sejumlah tempat, PGI (Persatuan Gereja-gereja Indonesia) ikut menggelar even berbagi takjil. Tak terkecuali PGIW Sumbar pada Kamis (4/4/2024) lalu, membagikan 300 paket takjil gratis di kawasan Imam Bonjol Kota Padang. Ketua PGIW Sumbar Pendeta Daniel Marpaung menegaskan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan terhadap umat Islam yang sedang berpuasa. Umat Kristen di wilayah ini menurutnya merasa aman dan nyaman berada di tengah-tengah umat muslim yang sangat toleran (TVRI Sumbar/5/4/2024). Menurut Marulitua Siringoringo, Sekum PGIW Sumbar yang juga Penatua Gereja HKBP, takjil tersebut dipesan kepada kelompok ibu-ibu majelis taklim yang juga sekaligus ikut serta membagi-bagikannya.</p>



<p><strong>Takjil, dari FOMO ke Kerukunan</strong></p>



<p>Cukup menarik riset Arum&nbsp;dkk (2024) yang melihat takjil lintas agama dari perspektif psikologis sebagai fenomena FOMO (<em>Fear Of Missing Out). </em>Sederhananya istilah ini dimaknai sebagai rasa takut atau cemas merasa “tertinggal” karena tidak mengikuti aktivitas tertentu yang sedang baru atau tren, sementara orang lain sedang bersenang-senang mengikutinya. Seperti tren buka bersama yang juga sudah melintasi sekat agama, maka bagi sebagian orang bisa jadi pula tren berburu dan berbagi takjil merupakan ekspresi FOMO. Namun, terlepas dari itu dampak positifnya cukup signifikan dalam konteks relasi antarumat beragama.</p>



<p>Jika selama ini isu-isu agama yang melibatkan umat berbeda agama sering direspon secara sensitif, emosional, bahkan konfrontatif, maka fenomena “perang” takjil lintas agama menjadi titik balik yang kondusif dan persuasif. Betapa tidak, di tengah situasi berpuasa, “perang” berburu takjil dengan mereka yang tidak berpuasa justru disikapi dengan canda, senang, dan jauh dari aroma konflik. Alih-alih disikapi dengan sinis, even tersebut malah menjadi kegembiraan tersendiri oleh umat lintas agama. Dari perspektif komunikasi media, isu “<em>war</em> takjil” ini menjadi <em>platform</em> digital yang ampuh dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Dari sisi sosiologi agama, ia menjadi kekuatan positif yang menjembatani bahkan berhasil mencairkan dan meretas sekat-sekat yang selama ini dengan sangat kaku berada di antara umat berbeda agama. Ke depan, modal sosial ini sangat potensial untuk menambah lebih banyak lagi ruang-ruang publik yang mewadahi pertemuan umat lintas agama.</p>



<p>Secara teologis, menurut Qaem Aulassyahied dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, menerima takjil diperbolehkan dari nonmuslim. Menurutnya saling berbagi tersebut sebagai bentuk <em>muamalah bain an-naas</em>, bukan dalam konteks <em>al-musyarakah fi tanfidz al-ibadah</em> (Muhammadiyah.or.id/14/03/24). Fatwa Tarjih Muhammadiyah menegaskan kebolehan interaksi secara baik dengan nonmuslim dalam ruang lingkup sosial, termasuk menyantap makanan yang diberi sepanjang bukan diharamkan atau mengandung keharaman. Nabi Muhammad Saw pernah menerima berbagai macam hadiah dari raja-raja nonnmuslim. Bahkan dalam acara-acara tertentu di Madinah, Beliau tidak risih makan bersama nonmuslim. Al-Qur’an (QS. Al-Mumtahanah 8-9) menegaskan sepanjang nonmuslim tidak memerangi dan berlaku kasar terhadap umat Islam, maka hubungan sosial kemasyarakatan harus berlangsung secara damai. Ini relevan dengan misi agama yang sejatinya menjadi rahmat bagi sekalian alam. <em>Wallahu a’lam.</em><br><p><em><strong>Dr. Faisal Zaini Dahlan, M.Ag adalah <span style="background-color: rgba(0, 0, 0, 0.2); font-size: revert; color: initial;">Dosen Studi Agama-Agama UIN IB Padang</span> a<span style="font-size: revert; color: initial;">nggota FKUB Sumbar</span></strong></em></p><br></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berburu-takjil-antaragama/">Berburu Takjil Antaragama</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200877</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BBPOM Padang Temukan Produk Kedaluwarsa dan Tanpa Izin Edar Jelang Ramadan</title>
		<link>https://langgam.id/bbpom-padang-temukan-produk-kedaluwarsa-dan-tanpa-izin-edar-jelang-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Apr 2024 05:33:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[takjil ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=200525</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang menemukan 19 produk kedaluwarsa dan 8 produk tanpa izin edar, serta 10 sarana distribusi pangan yang tidak memenuhi ketentuan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjelang Ramadan. Kepala BBPOM di Padang, Abdul Rahim, menyampaikan bahwa temuan tersebut didapatkan dari hasil intensifikasi pengawasan terhadap 69 sarana distribusi pangan di berbagai daerah di Sumbar. &#8220;Dari 69 sarana yang diawasi, 10 sarana ditemukan tidak memenuhi ketentuan,&#8221; ujar Abdul Rahim. Pelanggaran yang ditemukan di antaranya produk makanan dan minuman kedaluwarsa, tanpa izin edar, dan kemasan rusak. Lebih lanjut, Abdul Rahim menjelaskan bahwa BBPOM telah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bbpom-padang-temukan-produk-kedaluwarsa-dan-tanpa-izin-edar-jelang-ramadan/">BBPOM Padang Temukan Produk Kedaluwarsa dan Tanpa Izin Edar Jelang Ramadan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang menemukan 19 produk kedaluwarsa dan 8 produk tanpa izin edar, serta 10 sarana distribusi pangan yang tidak memenuhi ketentuan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjelang Ramadan.</p>



<p>Kepala BBPOM di Padang, Abdul Rahim, menyampaikan bahwa temuan tersebut didapatkan dari hasil intensifikasi pengawasan terhadap 69 sarana distribusi pangan di berbagai daerah di Sumbar.</p>



<p>&#8220;Dari 69 sarana yang diawasi, 10 sarana ditemukan tidak memenuhi ketentuan,&#8221; ujar Abdul Rahim.</p>



<p>Pelanggaran yang ditemukan di antaranya produk makanan dan minuman kedaluwarsa, tanpa izin edar, dan kemasan rusak.</p>



<p>Lebih lanjut, Abdul Rahim menjelaskan bahwa BBPOM telah memusnahkan produk tanpa izin edar dan kedaluwarsa yang ditemukan. Pedagang yang terbukti menjual bahan berbahaya juga diberikan edukasi tentang penggunaan bahan yang dilarang pada pangan.</p>



<p>BBPOM Padang juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan pangan selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Upaya ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari produk pangan yang tidak aman.</p>



<p>Lebih lanjut ia mengatakan, untuk Kota Padang sendiri, terdapat sebanyak 17 sarana distribusi pangan yang diawasi, yang mana hasilnya sebanyak 15 sarana distribusi pangan yang memenuhi ketentuan dan dua sarana distribusi pangan yang tidak memenuhi ketentuan.</p>



<p>“Yang dimaksud dengan tidak memenuhi ketentuan itu adalah ditemukan produk makanan atau minuman yang kedaluwarsa, tanpa izin edar, atau produk yang kemasannya rusak,” katanya.</p>



<p>“Dari hasil intensifikasi pengawasan itu, total yang kami temukan ada sebanyak 8 item tanpa izin edar, 19 item makanan dan minuman yang kedaluwarsa, dan 4 item makanan dan minuman yang rusak,” jelasnya.</p>



<p>Sementara untuk pengawasan di pasar pabukoan di Kota Padang Abdul Rahim menyebut, dari 22 pasar pabukoan yang diawasi dan diambil sampel oleh pihaknya, tidak ditemukan makanan atau minuman yang mengandung bahan-bahan berbahaya.</p>



<p>Lebih lanjut Abdul menyampaikan, tindaklanjut dari penemuan di lapangan tersebut, BBPOM di Padang memusnahkan produk tanpa izin edar yang disaksikan langsung oleh pemilik barang. Hal itu juga dilakukan pada produk kedaluwarsa.</p>



<p>“Kemudian bagi pedagang yang menjual bahan berbahaya, diberikan edukasi penggunaan bahan yang dilarang pada pangan yang sesuai dengan ketentuan,” ungkapnya.</p>



<p>Abdul menyebut, dalam pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan selama ramadan dan jelang Lebaran, BBPOM di Padang melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, dan kota. Koordinasi itu selalu ditingkatkan sebagai wujud perlindungan terhadap masyarakat.</p>



<p>“Kami juga selalu berusaha meningkatkan edukasi yang bersinergi terhadap pelaku usaha, konsumen dan lintas sektor terkait. Hal itu agar semua makanan dan minuman yang dijual di pasaran aman dikonsumsi oleh masyarakat,” pungkasnya. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bbpom-padang-temukan-produk-kedaluwarsa-dan-tanpa-izin-edar-jelang-ramadan/">BBPOM Padang Temukan Produk Kedaluwarsa dan Tanpa Izin Edar Jelang Ramadan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BBPOM di Padang Periksa Sampel Takjil di 3 Pasar Pabukoan, Ini Hasilnya</title>
		<link>https://langgam.id/bb-pom-di-padang-periksa-sanpel-takjil-di-3-pasar-pabukoan-ini-hasilnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 07:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar pabukoan]]></category>
		<category><![CDATA[takjil ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=199429</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Besar Pengawas Obat Makanan (BBPOM) di Padang telah melakukan pemeriksaan terhadap jajanan buka puasa (takjil) di tiga lokasi pasar pabukoan. Yaitu di pasar pabukoan Pasar Raya Kota Padang, Pasar Kota Padang Panjang dan Pasar Nanggalo Kota Padang. Kepala BBPOM di Padang Abdul Rahim pun membeberkan hasil penguji cepat pada Laboratorium Mobil Keliling BPOM di Padang di tiga lokasi pemeriksaan pabukoan tersebut. &#8220;Hasil penguji cepat pada Laboratorium Mobil Keliling BPOM di Padang pada tiga lokasi tersebut, tidak ditemukan adanya bahan berbahaya pada takjil maupun menu berbuka lainnya,&#8221; ujar Abdul dikutip dari infopublik.id, Selasa (19/3/2024). Abdul menjelaskan bahwa pemeriksaan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bb-pom-di-padang-periksa-sanpel-takjil-di-3-pasar-pabukoan-ini-hasilnya/">BBPOM di Padang Periksa Sampel Takjil di 3 Pasar Pabukoan, Ini Hasilnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Besar Pengawas Obat Makanan (BBPOM) di Padang telah melakukan pemeriksaan terhadap jajanan buka puasa (takjil) di tiga lokasi pasar pabukoan. </p>



<p>Yaitu di pasar pabukoan Pasar Raya Kota Padang, Pasar Kota Padang Panjang dan Pasar Nanggalo Kota Padang. </p>



<p>Kepala BBPOM di Padang Abdul Rahim pun membeberkan hasil penguji cepat pada Laboratorium Mobil Keliling BPOM di Padang di tiga lokasi pemeriksaan pabukoan tersebut.</p>



<p>&#8220;Hasil penguji cepat pada Laboratorium Mobil Keliling BPOM di Padang pada tiga lokasi tersebut, tidak ditemukan adanya bahan berbahaya pada takjil maupun menu berbuka lainnya,&#8221; ujar Abdul dikutip dari infopublik.id, Selasa (19/3/2024).</p>



<p>Abdul menjelaskan bahwa pemeriksaan secara intensif ini dilakukan dalam rangka memastikan jajanan buka puasa (pabukoan) yang dijual aman. Intensifikasi pengawasan dilakukan melalui sampling pabukoan.</p>



<p>&#8220;Kemudian dilanjutkan dengan penguji cepat pada Laboratorium Mobil Keliling terhadap Boraks, Formalin, Metanil Yellow dan Rhodamin B,&#8221; bebernya.</p>



<p>Ia menambahkan, pada kesempatan itu juga dilakukan komunikasi informasi dan edukasi kepada pedagang untuk membuat pabukoan yang bebas dari penyalahgunaan bahan berbahaya. Seperti, boraks, formalin, Metanil Yellow dan Rhodamin B) dan bebas dari cemaran (cemaran biologis, cemaran kimia dan cemaran fisika).</p>



<p>&#8220;Selain memberikan sosialisasi kepada pedagang tentang keamanan pabukoan yang dibuat, BBPOM di Padang juga mensosialisasikan kepada masyarakat agar cerdas memilih pabukoan yang akan dibeli,&#8221; ucapnya.<strong> (*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bb-pom-di-padang-periksa-sanpel-takjil-di-3-pasar-pabukoan-ini-hasilnya/">BBPOM di Padang Periksa Sampel Takjil di 3 Pasar Pabukoan, Ini Hasilnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199429</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ramadan Penuh Berkah, Pedagang Takjil Raup Omzet Ratusan Ribu Sehari</title>
		<link>https://langgam.id/ramadan-penuh-berkah-pedagang-takjil-raup-omzet-ratusan-ribu-sehari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2024 09:35:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 2024]]></category>
		<category><![CDATA[takjil ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=199233</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Bulan Ramadan mendatangkan berkah tersendiri bagi penjual takjil. Dalam sehari bisa raih omzet ratusan ribu rupiah. Seperti yang dirasakan Kartini (46), salah seorang pedagang bahan baku takjil di Pasar Serikat Lubuk Basung Garagahan. Ia mengaku tak mau menyia-nyiakan momen Ramadan yang menurutnya bisa mendatangkan keberkahan. Sehingga, ia sengaja menjual bahan -bahan baku untuk membuat panganan berbuka puasa. Di lapaknya terdapat aneka bahan baku takjil seperti kolang-kaling alias buah atap, cendol dalimo, bongko hingga cincau.&#160; Ia mengaku tidak mematok harga spesifik untuk barang dagangannya. Harga di lapaknya menyesuaikan permintaan pembeli. “Misal cincau ini, saya jual Rp5 ribu per potong.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ramadan-penuh-berkah-pedagang-takjil-raup-omzet-ratusan-ribu-sehari/">Ramadan Penuh Berkah, Pedagang Takjil Raup Omzet Ratusan Ribu Sehari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Bulan Ramadan mendatangkan berkah tersendiri bagi penjual takjil. Dalam sehari bisa raih omzet ratusan ribu rupiah.</p>



<p>Seperti yang dirasakan Kartini (46), salah seorang pedagang bahan baku takjil di Pasar Serikat Lubuk Basung Garagahan.</p>



<p>Ia mengaku tak mau menyia-nyiakan momen Ramadan yang menurutnya bisa mendatangkan keberkahan. Sehingga, ia sengaja menjual bahan -bahan baku untuk membuat panganan berbuka puasa.</p>



<p>Di lapaknya terdapat aneka bahan baku takjil seperti kolang-kaling alias buah atap, cendol dalimo, bongko hingga cincau.&nbsp;</p>



<p>Ia mengaku tidak mematok harga spesifik untuk barang dagangannya. Harga di lapaknya menyesuaikan permintaan pembeli.</p>



<p>“Misal cincau ini, saya jual Rp5 ribu per potong. Tapi kalau ada yang minta Rp3 ribu maka saya sesuaikan ukurannya. Cendol dalimo ini juga begitu, ada Rp15 ribu pergelas, bisa pula dipesan Rp10 ribu saja,” katanya, Jumat,(15/3).</p>



<p>Dengan harga yang tidak dipatok katanya lagi, membuat barang dagangannya cepat laku. Bahkan, sebelum siang bahan baku untuk takjil ini telah ludes.</p>



<p>“Penghasilan lumayan, bisa bawa beras 10 kilo, cabai sekilo, ikan dan lain-lain. Itu perumpamaannya. Kalau nilainya paling antara Rp200-Rp300 per hari,” sebutnya, dicuplik dari <em>AMCNews,</em> Sabtu (16/3/2024).</p>



<p>Cerita lainnya juga datang dari seorang penjual takjil di Padang Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Muslim (35).&nbsp;</p>



<p>Setiap Ramadan tiba, dia selalu menjajakan aneka makanan untuk buka puasa di kawasan terminal Pasar Serikat Lubuk Basung Garagahan.</p>



<p>Muslim telah berjualan aneka takjil di kawasan tersebut selama 7 tahun terakhir, sejak memutuskan menetap di kampung halaman.</p>



<p>Muslim menjejerkan dagangannya di atas meja berukuran dua meter persegi. Dagangan dimasukan ke dalam wadah toples, ada juga dimasukan ke dalam plastik.</p>



<p>Ada beberapa takjil yang disediakan, seperti aneka cendol, kolak, es campur, sop buah, bakwan, mie goreng hingga onde-onde. Dagangannya dipatok harga mulai Rp1000 hingga Rp10.000.</p>



<p>Muslim dibantu anak gadisnya yang masih SMP. Ia mulai menjajakan aneka takjik sejak pukul 16.00 sore hingga menjelang Isya.</p>



<p>“Dari dulu sudah jualan, sejak pulang kampung tujuh tahun lalu. Macam-macam menu buka puasa. Jualan dibantu anak bungsu,” katanya.</p>



<p>Selama Ramadan imbuhnya, dalam sehari ia bisa menghabiskan belasan kilo bahan baku pembuatan panganan untuk takjil.&nbsp;</p>



<p>Sejauh pengalaman katanya, jarang dagangannya yang tidak laku. Hampir habis semua. Kalau pun berlebih, ia menyedekahkan ke kerabat atau orang yang kebetulan lewat.</p>



<p>“Penghasilan tak menentu. Tapi bisa dirata-ratakan Rp600 ribu sehari,” pungkasnya. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ramadan-penuh-berkah-pedagang-takjil-raup-omzet-ratusan-ribu-sehari/">Ramadan Penuh Berkah, Pedagang Takjil Raup Omzet Ratusan Ribu Sehari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sepi Pembeli, Pedagang Keranjang Parcel di Padang Mengeluh</title>
		<link>https://langgam.id/sepi-pembeli-pedagang-keranjang-parcel-di-padang-mengeluh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2019 08:07:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri 1440 hijriah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[takjil ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=7262</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Usaha pembuatan keranjang parcel termasuk bisnis yang ramai pembeli di bulan Ramadan. Sebab, parcel identik diberikan pimpinan kepada pegawai maupun kolega bisnis jelang Idul Fitri. Salah seorang pembuat keranjang parcel di Lubuk Begalung, Kota Padang, Budi (41) justru mengeluhkan kondisi penjualan pada Ramadan 2019 ini. Hingga 15 hari puasa berlalu, belum juga ada peningkatan penjualan. &#8220;Belum ada peningkatan permintaan. Mudah-mudahan ramainya sekitar 10 hari jelang lebaran,&#8221; kata pemilik sentra kerajinan rotan &#8220;FIRA&#8221; di jalan Raya Pitameh, Lubuk Begalung itu, Rabu (22/5/2019). Setiap Ramadan, Budi selalu membuat keranjang parcel. Namun tahun ini, ia memperkirakan pembelian keranjang parcel menurun dibandingkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sepi-pembeli-pedagang-keranjang-parcel-di-padang-mengeluh/">Sepi Pembeli, Pedagang Keranjang Parcel di Padang Mengeluh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Usaha pembuatan keranjang parcel termasuk bisnis yang ramai pembeli di bulan Ramadan. Sebab, parcel identik diberikan pimpinan kepada pegawai maupun kolega bisnis jelang Idul Fitri.</p>
<p>Salah seorang pembuat keranjang parcel di Lubuk Begalung, Kota Padang, Budi (41) justru mengeluhkan kondisi penjualan pada Ramadan 2019 ini. Hingga 15 hari puasa berlalu, belum juga ada peningkatan penjualan.</p>
<p>&#8220;Belum ada peningkatan permintaan. Mudah-mudahan ramainya sekitar 10 hari jelang lebaran,&#8221; kata pemilik sentra kerajinan rotan &#8220;FIRA&#8221; di jalan Raya Pitameh, Lubuk Begalung itu, Rabu (22/5/2019).</p>
<p>Setiap Ramadan, Budi selalu membuat keranjang parcel. Namun tahun ini, ia memperkirakan pembelian keranjang parcel menurun dibandingkan Ramadan sebelumnya.</p>
<p>Keranjang parcel yang dijual Budi beragam bentuk dan harga. Ada yang bertingkat satu, dua sampai tiga. Harganya mulai dari Rp25 ribu hingga Rp55 ribu. Keranjang parcel buatan Budi berbahan dasar rotan mawi yang dipesannya dari Jambi dan daerah Bungus.</p>
<p>&#8220;Permintaan biasanya dari luar daerah. Seperti Silungkang, Bukittinggi, Sungai Penuh Kerinci. Banyak juga yang di Padang,&#8221; katanya.</p>
<p>Senada dengan itu, pengrajin keranjang parcel lainnya, Indra (36) mengeluhkan hal yang sama. Bahkan, dia membuat keranjang parcel lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Sekarang ngasih parcel itu katanya gratifikasi. Jadi, banyak yang ndak mau beli keranjang. Tren parcel sepertinya menurun tahun ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Tidak mau menanggung risiko alias rugi, Indra pun membuat keranjang parcel sesuai permintaan pelanggan. &#8220;Nggak dilebihkan. Sesuai pesanann saja. Paling sehari sepuluh keranjang,&#8221; tutupnya. <strong>(*RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sepi-pembeli-pedagang-keranjang-parcel-di-padang-mengeluh/">Sepi Pembeli, Pedagang Keranjang Parcel di Padang Mengeluh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7262</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Menjamur, Dinas Perdagangan Kota Padang Bakal Sidak Pasar Pabukoan</title>
		<link>https://langgam.id/menjamur-dinas-perdagangan-kota-padang-bakal-sidak-pasar-pabukoan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2019 10:28:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[dinas perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar pabukoan]]></category>
		<category><![CDATA[takjil ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=6400</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Masyarakat Kota Padang yang masih kebingungan mencari menu berbuka puasa kini tidak perlu repot-repot berkeliling. Pasalnya, Pemerintah Kota Padang telah menetapkan satu lokasi yang disulap menjadi pasar pabukoan Ramadan 1440 Hijriah. Gudang santapan berbuka puasa itu berada di depan Pasar Inpres Blok III, Pasar Raya Padang. Sedikitnya, 60 pedagang direncanakan akan berjualan di pasar pabukoan tersebut. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal. Menurutnya, pedagang yang terdaftar berjualan di lokasi tersebut merupakan penjual bermacam aneka kuliner takjil berbuka puasa. Pasar pabukoan itu sendiri mulai beroperasi hari ini, Senin (6/5/2019) hingga sehari jelang Idul Fitri. Pasar pabukoan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menjamur-dinas-perdagangan-kota-padang-bakal-sidak-pasar-pabukoan/">Menjamur, Dinas Perdagangan Kota Padang Bakal Sidak Pasar Pabukoan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Masyarakat Kota Padang yang masih kebingungan mencari menu berbuka puasa kini tidak perlu repot-repot berkeliling. Pasalnya, Pemerintah Kota Padang telah menetapkan satu lokasi yang disulap menjadi pasar pabukoan Ramadan 1440 Hijriah.</p>
<p>Gudang santapan berbuka puasa itu berada di depan Pasar Inpres Blok III, Pasar Raya Padang. Sedikitnya, 60 pedagang direncanakan akan berjualan di pasar pabukoan tersebut. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal. Menurutnya, pedagang yang terdaftar berjualan di lokasi tersebut merupakan penjual bermacam aneka kuliner takjil berbuka puasa.</p>
<p>Pasar pabukoan itu sendiri mulai beroperasi hari ini, Senin (6/5/2019) hingga sehari jelang Idul Fitri. Pasar pabukoan mulai dibuka pukul 16.00 WIB dan akan berakhir pukul 19:00 WIB.</p>
<p>&#8220;Lokasinya cuma satu dan dikelola langsung Dinas Perdagangan Kota Padang. Rencananya memang 60 pedagang. Sampai kemarin baru terdata 40 pedagang,&#8221; kata Endrizal saat dikonfirmasi Langgam.id, Senin (6/5/2019).</p>
<p>Selain yang dikelola Dinas Pasar, kata Endrizal, banyak lokasi lain di sepanjang jalan Kota Padang yang juga berjualan kuliner berbuka puasa. Seperti di pasar Lubuk Buaya, Bandar Buat dan sebagainya. Apalagi, memang sudah menjadi kebiasaan setiap kali Ramadan, pedagang pabukoan menjamur di setiap daerah.</p>
<p>Untuk mengawasi kebersihan makanan yang dijual pedagang pabukoan, pihaknya juga bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang.</p>
<p>&#8220;Tentu kami awasi semua makanan yang dijual oleh pedagang. Pengawasan dilakukan dengan melakukan sidak pengecekan langsung. Rabu depan, kami langsung sidak,&#8221; katanya. <strong>(Rahmadi/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/menjamur-dinas-perdagangan-kota-padang-bakal-sidak-pasar-pabukoan/">Menjamur, Dinas Perdagangan Kota Padang Bakal Sidak Pasar Pabukoan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6400</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/73 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-08-11 10:16:17 by W3 Total Cache
-->