<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Sungai Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/sungai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/sungai/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jul 2023 02:30:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Sungai Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/sungai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Air Tanah dan Upaya Preventif untuk Ketersinambungannya</title>
		<link>https://langgam.id/air-tanah-dan-upaya-preventif-untuk-ketersinambungannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2023 02:25:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Air]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183506</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nurmala Sari* Air menjadi salah satu sumber kehidupan yang selalu dimanfaatkan oleh manusia dalam segala aktivitas. Termasuk aktivitas rumah tangga, industri, kesehatan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan lain sebagainya. Sebagian orang melihat bawha sumber air yang digunakan dalam memenuhi aktivitas tersebut adalah sumber air yang tampak pada permukaan, yang bersumber dari air sungai, air laut, air danau, maupun air hujan. Sumber air ini dapat dimanfaatkan secara langsung dan berada dalam jumlah yang tidak terbatas. Namun ada sumber air lain yang tidak tampak di permukaan yaitu sumber air dari dalam tanah yang biasa disebut dengan Air Tanah. Air tanah berada pada lapisan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/air-tanah-dan-upaya-preventif-untuk-ketersinambungannya/">Air Tanah dan Upaya Preventif untuk Ketersinambungannya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Nurmala Sari*</strong></p>



<p>Air menjadi salah satu sumber kehidupan yang selalu dimanfaatkan oleh manusia dalam segala aktivitas. Termasuk aktivitas rumah tangga, industri, kesehatan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan lain sebagainya. </p>



<p>Sebagian orang melihat bawha sumber air yang digunakan dalam memenuhi aktivitas tersebut adalah sumber air yang tampak pada permukaan, yang bersumber dari air sungai, air laut, air danau, maupun air hujan. </p>



<p>Sumber air ini dapat dimanfaatkan secara langsung dan berada dalam jumlah yang tidak terbatas. Namun ada sumber air lain yang tidak tampak di permukaan yaitu sumber air dari dalam tanah yang biasa disebut dengan Air Tanah. </p>



<p>Air tanah berada pada lapisan bebatuan di bawah tanah dan tidak terlihat sebagai air permukaan (Rejekiningrum, 2009).Tidak seperti air permukaan yang jumlah nya tidak terbatas, air tanah justru berada pada jumlah terbatas karena pada asalnya air tanah ini terbentuk dari air yang mengalir dan masuk ke dalam lapisan tanah sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk terkumpul dalam jumlah tertentu dan menjadi sumber air tanah. </p>



<p>Air tanah yang berada dalam jumlah tertentu berkumpul pada sebuah akifer, “wadah” di mana air tanah ini berada.</p>



<p>Oleh karena air tanah tersimpan dalam tanah, maka kemampuan aliran air ini berbeda tergantung jenis tanah yang dilewatinya. Pada tanah liat, air tanah sangat sulit untuk lolos dari agregat tanah dan menyebabkan air tanah pada jenis tanah ini tidak tersedia bagi aktivitas manusia. Berbeda dengan kondisi air tanah yang melalui jenis tanah berpasir. </p>



<p>Tanah berpasir memiliki porositas yang tinggi, di mana kemampuan tanah untuk meloloskan air sangatlah besar, sehingga air tanah dalam jenis tanah berpasir ini cukup tersedia untuk dimanfaatkan untuk aktivitas manusia (Rejekinungrum, 2009).</p>



<p><strong><em><strong><em>Kondisi air tanah secara umum</em></strong></em></strong><strong><em><strong><em></em></strong></em></strong></p>



<p>Mengutip dari data Direktorat Geologi Tata Lingkungan pada tahun 2003, bahwa potensi air tanah di Indonesia cukup besar yaitu 4,7 x 10<sup>9</sup> m<sup>3</sup>/tahun (4,7 miliar kubik per tahun) yang tersebar di 224 Cekungan Air Tanah (CAT). Penyebaran potensi air tanah tersebut secara berurutan terdapat sebanyak 24,9 % di Pulau Jawa dan Madura, 21,3 % di Pulau Sumatera, 17,7 % di Pulau Kalimantan, 7,6 % di Pulau Sulawesi, dan 4,6 % di Pulau Papua. </p>



<p>Secara khusus untuk wilayah Sumatera Barat tahun 2021, CAT tersebar di 11 area dengan total jumlah air tanah bebas per tahun nya sejumlah 21,75 juta m<sup>3</sup>/tahun (sumber : Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Barat, 2021).</p>



<p><strong><em><strong><em>Masalah air tanah </em></strong></em></strong><strong><em><strong><em></em></strong></em></strong></p>



<p>Potensi air tanah seperti yang telah dipaparkan di atas dalam penggunaan nya jika tidak disertai dengan perilaku yang baik dari masyarakat serta pengelolaan lingkungan yang baik, maka potensi ini perlahan akan menghilang. </p>



<p>Pada tahun 2003, Dirjen Sumber Daya Air Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Rustam menyatakan bahwa pemakaian air tanah untuk kebutuhan rumah tangga dan aktivitas perkotaan mengalami peningkatan, dibuktikan dengan mulai adanya intrusi air laut dan amblesan tanah yang terlihat pada beberapa titik di wilayah Indonesia. </p>



<p>Begitu juga dengan aktivitas industri di mana penggunaan air tanah tidak dibarengi dengan upaya pengisian kembali air tanah yang digunakan sehingga lama kelamaan cadangan air tanah akan berkurang.</p>



<p><strong><em><strong><em>Langkah preventif dalam ketersinambungan sumber air tanah </em></strong></em></strong><strong><em><strong><em></em></strong></em></strong></p>



<p>Dikutip dari laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) tahun 2009, Menteri ESDM berujar bahwa untuk mencegah dampak negatif yang timbul akibat eksploitasi air tanah secara meluas ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu melindungi daerah imbuhan air tanah untuk mencegah terjadinya penurunan pembentukan air tanah. </p>



<p>Imbuhan air tanah yang dimaksud adalah area resapan pengisian air tanah pada akuifer dalam cekungan air tanah. Perlindungan ini dapat dilakukan dengan membuat imbuhan buatan dalam bentuk sumur resapan, parit resapan, dan/atau kolam resapan. </p>



<p>Langkah kedua dengan tidak melakukan pengeboran, penggalian atau kegiatan lain yang terlalu dekat dengan lokasi pemunculan mata air. </p>



<p>Ketiga, menggunakan air tanah seefektif dan seefisien mungkin dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik, serta mengelola kualitas air dan pengendalian pencemaran air secara terpadu.</p>



<p><strong>*Dosen Fateta Univesitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/air-tanah-dan-upaya-preventif-untuk-ketersinambungannya/">Air Tanah dan Upaya Preventif untuk Ketersinambungannya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183506</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konservasi DAS</title>
		<link>https://langgam.id/konservasi-das/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmi Awalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 May 2023 15:14:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Aliran Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182289</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengaruh perkembangan zaman dan kebutuhan akan sumberdaya alam semakin meningkat, Daerah Aliran Sungai (DAS) mengalami penurunan fungsi. Penurunan fungsi tersebut disebabkan oleh banyak faktor diantaranya, meningkatnya kegiatan deforestasi, maraknya penebangan hutan secara liar, sistem pertanian yang tidak ramah lingkungan, pengerukan material pada dasar DAS dan lain sebagainya. Penurunan fungsi DAS tidak boleh terus dibiarkan, mengingat fungsi DAS sangat penting dan berguna bagi kehidupan masyarakat banyak. DAS memiliki peran yang sangat krusial dalam hal menjaga lingkungan dan menyuplai kebutuhan air bagi masyarakat. Selain itu, DAS juga memiliki peran menjaga kualitas air, mencegah terjadinya banjir dan kekeringan saat musim hujan dan kemarau,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/konservasi-das/">Konservasi DAS</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pengaruh perkembangan zaman dan kebutuhan akan sumberdaya alam semakin meningkat, Daerah Aliran Sungai (DAS) mengalami penurunan fungsi. Penurunan fungsi tersebut disebabkan oleh banyak faktor diantaranya, meningkatnya kegiatan deforestasi, maraknya penebangan hutan secara liar, sistem pertanian yang tidak ramah lingkungan,  pengerukan material pada dasar DAS dan lain sebagainya.</p>



<p>Penurunan fungsi DAS tidak boleh terus dibiarkan, mengingat fungsi DAS sangat penting dan berguna bagi kehidupan masyarakat banyak. DAS memiliki peran yang sangat krusial dalam hal menjaga lingkungan dan menyuplai kebutuhan air bagi masyarakat. </p>



<p>Selain itu, DAS juga memiliki peran menjaga kualitas air, mencegah terjadinya banjir dan kekeringan saat musim hujan dan kemarau, serta mengurangi aliran massa tanah dari hulu ke hilir. Agar tidak terjadinya penurunan fungsi DAS secara terus menerus perlu dilakukan upaya untuk menjaga dan melestarikan kondisi DAS tersebut salah satunya dengan cara konservasi DAS.</p>



<p>Untuk menjaga keberlangsungan lingkungan hidup dan ekosistem, upaya konservasi tanah dan air sangat penting dilakukan. Namun hal tersebut menghadapi banyak tantangan dan hambatan seperti terjadinya deforestasi, dan degradasi lahan yang terus dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sampai ke aturan yang tidak ada kejelasan dan regulasinya.</p>



<p>Dalam konteks konservasi tanah dan air, pada dasarnya meningkatkan kapasitas dan daya dukung DAS, karena DAS dinilai sebagai unit paling representatif dalam penyelenggaraan perlindungan dan pemeliharaan fungsi tanah pada lahan. </p>



<p>Dalam PP/32 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS antara lain menyebutkan, DAS merupakan suatu wilayah daratan sebagai satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungai. Ia berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air dari curah hujan ke danau atau ini ke laut secara alami. </p>



<p>Dari definisi tersebut dapat dipahami bersama tak satu pun jengkal tanah keluar dari zona wilayah DAS. Karena kondisi DAS, sudah dapat dipastikan akan memberikan dampak pada daerah hulu hingga pesisir<br>Bila dilihat dari sisi bentang alam, DAS merupakan satu bentuk intervensi spasial dalam mewujudkan konservasi tanah dan air.</p>



<p>Segala intervensi tersebut dikaitkan upaya konservasi tanah dan air, dengan meningkatkan daya dukung DAS. Bila kondisi hulu rusak, maka akan berdampak pada daerah hilir dengan terjadi banjir. Dapat dikatakan bahwa pengelolaan DAS haruslah terintegrasi karena merupakan satu kesatuan tak terpisahkan.</p>



<p>Salah satu upaya yang bisa dilakukan pada wilayah hulu, adalah dengan model teknologi yang bisa diterapkan mendukung konservasi. Contoh, penerapan terasiring pada sistem pertanian di hulu dengan tingkat kecuraman tinggi atau agroforestri pada wilayah dimungkinkan. Penerapan teknologi dilakukan secara tepat di masing-masing wilayah.</p>



<p>Bila kita melihat Pasal 12 UU 37/2014 tentang Konservasi Tanah dan Air, dikatakan bahwa konservasi itu meliputi upaya perlindungan, pemulihan, peningkatan dan atau pemeliharaan fungsi tanah dan lahan. Sasarannya, bukan hanya pada kawasan lindung saja tapi termasuk kawasan budidaya termasuk gambut, sabana hingga pesisir.</p>



<p>Pada konteks lahan budidaya maka diperlukan intervensi penggunaan teknologi tepat guna. Dengan konservasi tanah dan air ini bisa memberi nilai manfaat kepada masyarakat, seperti tanam porang pada garis-garis batas terasiring di lahan-lahan pertanian di hulu atau rehabilitasi mangrove di pesisir.</p>



<p>Sebenarnya UU Konservasi Tanah dan Air sudah detail mengatur bagaimana pelaksanaan konservasi tanah dan air. Sebagai contoh, upaya peningkatan atau pemulihan lahan, setidaknya dapat dilakukan dengan tiga metode yakni, secara agronomi, vegetatif dan sipil teknik. (1) Metode agronomi dengan pemberian mulsa, pengaturan pola tanam, pengayaan tanaman, pengolahan tanah konservasi, penanaman mengikuti pola kontur, pemupukan hingga pemberian amelioran. (2) Metode vegetatif dengan memperbanyak tanaman konservasi tanah dan air. Dan (3) metode sipil teknik dengan membuat bangunan konservasi tanah dan air.<br><strong>*Dosen Fateta Unand dan Pemerhati Lingkungan</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/konservasi-das/">Konservasi DAS</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182289</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Merawat Sungai, Merawat Masa Depan</title>
		<link>https://langgam.id/merawat-sungai-merawat-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmi Awalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2023 13:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=180139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sungai sebagai salah satu sumber air mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat, perlu dijaga kelestariannya dan kelangsungan fungsinya dengan mengamankan daerah sekitarnya. Garis sempadan sungai merupakan garis batas luar pengamanan sungai yang membatasi adanya pendirian bangunan di tepi sungai dan ditetapkan sebagai perlindungan sungai. Jaraknya bisa berbeda di tiap sungai, tergantung kedalaman sungai, keberadaan tanggul, posisi sungai, serta pengaruh air laut. (Wikipedia). Ketika suatu kota mengingkari keberadaan sungai dan menjadikannya halaman belakang, tempat membuang sampah, limbah, dan hajat, sungai menjadi jamban terpanjang di dunia. Air sungai berubah menjadi sumber malapetaka, berwarna hitam pekat, menebar aroma tak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/merawat-sungai-merawat-masa-depan/">Merawat Sungai, Merawat Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sungai sebagai salah satu sumber air mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat, perlu dijaga kelestariannya dan kelangsungan fungsinya dengan mengamankan daerah sekitarnya. </p>



<p>Garis sempadan sungai merupakan garis batas luar pengamanan sungai yang membatasi adanya pendirian bangunan di tepi sungai dan ditetapkan sebagai perlindungan sungai. Jaraknya bisa berbeda di tiap sungai, tergantung kedalaman sungai, keberadaan tanggul, posisi sungai, serta pengaruh air laut. (Wikipedia).</p>



<p>Ketika suatu kota mengingkari keberadaan sungai dan menjadikannya halaman belakang, tempat membuang sampah, limbah, dan hajat, sungai menjadi jamban terpanjang di dunia. Air sungai berubah menjadi sumber malapetaka, berwarna hitam pekat, menebar aroma tak sedap, dan sumber penyakit lingkungan. </p>



<p>Badan sungai menyusut dijejali banyaknya bangunan hunian tak berizin. Kondisi lingkungan di hulu dan di sepanjang bantaran sungai memburuk dan mempercepat terjadinya pendangkalan sungai. Puncak kemurkaannya terjadi pada musim hujan dimana air sungai meluap membanjiri permukiman dan melumpuhkan tatanan kota. </p>



<p>Prioritas kelangsungan kehidupan kota yang banyak dilalui sungai sangat tergantung pada kemampuan manusia menjaga keberadaan air sungai beserta ekosistem tepian sungai dari hulu ke hilir. Pembangunan kota juga harus memprioritaskan keberlanjutan keberadaan sungai untuk memberikan manfaat besar bagi kehidupan kota itu sendiri.</p>



<p>Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28/PRT/M/2018 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau menetapkan garis sempadan sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan berjarak 10 meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai dengan kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan 3 meter, 15 meter (3-20 meter), dan 30 meter (lebih dari 20 meter).</p>



<p>Garis sempadan sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan minimal berjarak 3 meter dari tepi luar kaki tanggul. Garis sempadan sungai adalah garis maya di kiri dan kanan palung sungai yang diterapkan sebagai batas perlindungan sungai.</p>



<p>Penataan sungai bisa dilakukan dengan memadukan pendekatan antara normalisasi dan naturalisasi dengan serasi. Badan sungai dilebarkan agar kapasitas air meningkat dan sempadan optimal. </p>



<p>Garis sempadan sungai harus mempertimbangkan karakteristik geomorfologi sungai, tata ruang kota, kondisi sosial budaya masyarakat setempat, dan ketersediaan jalan akses bagi kegiatan pengawasan dan pemeliharaan sungai. </p>



<p>Badan sungai dikeruk, diperdalam, dan diperlebar dengan konsekuensi merelokasi permukiman di bantaran seminimal mungkin. Warga perlu diedukasi dan didorong secara sukarela berpindah ke tempat terdekat yang aman dari bencana, ke permukiman hunian (vertikal) di pusat kota yang lebih layak huni dan terpadu. </p>



<p>Keberadaan lahan kota yang terbatas memaksa tepi badan sungai di tanggul (piel beton) agar tidak longsor sehingga terkesan masif. Bentuk su¬ngai diupayakan seperti kondisi alami, tampang melintang bervariasi, dan ditumbuhi tanaman lebat sebagai hidrolis ekologis alami, mencegah erosi dasar dan tebing sungai, serta meredam banjir. </p>



<p>Saat hujan, tanaman di sepanjang sungai akan menghambat kecepatan aliran, muka air naik dan menggenangi bantaran yang secara alami memang dibutuhkan untuk ekosistem pendukung kelangsungan keanekaragaman hayati tepian sungai.</p>



<p>Tapi yang terjadi diberbagai tempat saat ini, banyaknya bangunan liar yang ada disepanjang sungai sudah membuat sempadan sungai tidak berfungsi dengan semestinya. Tengok saja, menjamurnya lokasi kuliner dan wisata alam yang bangunannya terletak di pinggir sungai sudah beralih fungsi untuk bangunan, gedung, objek wisata atau lahan parkir dan peruntukan aktivitas lainnya. </p>



<p>Sayangnya, manfaat atau fungsi sempadan sungai tersebut selama ini seolah disepelekan oleh pemerintah. Pemerintah tidak tegas menindak para pelaku usaha yang menggunakan sempadan sungai untuk membangun usaha bisnisnya. </p>



<p>Perlunya penegakan aturan dan hukum yang tegas bagi mereka yang melanggar. Tentunya hal ini akan memberikan dampak yang besar bagi lingkungan sekitar.</p>



<p>Dalam rangka pengamanan terhadap daerah sekitarnya, maka perlu menetapkan lebar atau wilayah sempadan sungai, sebagai penyangga kelestarian fungsi sungai. Sehingga kelestarian sungai, berupa kelestarian sumber daya air yang terkandung di dalamnya serta sistem hidrologinya dapat terjaga dengan baik. </p>



<p>Selain itu, penetapan lebar sempadan sungai merupakan wujud perlindungan pemerintah kepada masyarakat, yaitu perlindungan terhadap daya rusak air. Misalnya ancaman terjadinya bencana banjir. Dapat dikatakan sempadan sungai sebagai kawasan rawan bencana, yang sangat berbahaya bagi masyarakat apabila dimanfaatkan sebagai kawasan pemukiman, pedagangan, serta pengembangan lokasi wisata demi pembangunan dan pendapatan asli daerah. </p>



<p>Dengan tetap menjaga pelestarian sungai sebagai sumber penghidupan, merawat sungai adalah merawat masa depan kita bersama**</p>



<p><br><strong>*Dosen Fateta Universitas Andalas, Pegiat Lingkungan</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/merawat-sungai-merawat-masa-depan/">Merawat Sungai, Merawat Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180139</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemko Padang Canangkan Program Ubah Wajah Batang Arau Bersama Andrinof Chaniago</title>
		<link>https://langgam.id/pemko-padang-canangkan-program-ubah-wajah-batang-arau-bersama-andrinof-chaniago/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2022 11:58:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Arau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=162620</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Wakil Komisaris PT. Bank Mandiri, Andrinof Chaniago mencanangkan program tiga bulan mengubah wajah Batang Arau. Wacana program itu juga telah dibahas Pemko Padang bersama mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) tersebut. &#8220;Atas nama Pemerintah Kota Padang, kita menyambut baik niatan beliau yang berkenan ikut membantu mengubah wajah Batang Arau. Kita tahu Batang Arau merupakan salah satu sungai besar yang ada di Kota Padang. Semoga melalui upaya ini kondisi air sungai tersebut menjadi lebih baik, terutama sekali bersih dari sampah,&#8221; ujar Hendri dikutip dari rilis Humas Pemko Padang, Selasa (27/9/222). Lalu, Hendri menyebutkan, bahwa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-padang-canangkan-program-ubah-wajah-batang-arau-bersama-andrinof-chaniago/">Pemko Padang Canangkan Program Ubah Wajah Batang Arau Bersama Andrinof Chaniago</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Wakil Komisaris PT. Bank Mandiri, Andrinof Chaniago mencanangkan program tiga bulan mengubah wajah Batang Arau.</p>
<p>Wacana program itu juga telah dibahas Pemko Padang bersama mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) tersebut.</p>
<p>&#8220;Atas nama Pemerintah Kota Padang, kita menyambut baik niatan beliau yang berkenan ikut membantu mengubah wajah Batang Arau. Kita tahu Batang Arau merupakan salah satu sungai besar yang ada di Kota Padang. Semoga melalui upaya ini kondisi air sungai tersebut menjadi lebih baik, terutama sekali bersih dari sampah,&#8221; ujar Hendri dikutip dari rilis Humas Pemko Padang, Selasa (27/9/222).</p>
<p>Lalu, Hendri menyebutkan, bahwa Pemko Padang juga akan terus melakukan berbagai upaya dalam merevitalisasi Batang Arau.</p>
<p>&#8220;Berbagai upaya sudah kita lakukan, termasuk mengedukasi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai tersebut agar tidak membuang sampah ke sungai. Alhamdulillah, semoga dengan adanya rencana dan gagasan dari Pak Andrinof kali ini semakin menguatkan upaya kita bersama-sama mengubah wajah Batang Arau,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Andrinof meneyebutkan, Batang Arau merupakan salah satu sungai yang pernah menjadi ikon wisata dan memiliki catatan history di Kota Padang.</p>
<p>&#8220;Sungai Batang Arau punya sejarah yang unik. Dahulu, di sepanjang kawasan sungai tersebut pernah menjadi tempat berdagangnya para saudagar. Cukup sayang sekali jika potensi sungai ini tidak dimanfaatkan,&#8221; ujar Andrinof.</p>
<p>Kemudian, Andrinof mengatakan, bahwa ia memiliki program untuk mengubah wajah Batang Arau dalam rentang waktu tiga bulan.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/batang-arau-paling-tercemar-di-pesisir-barat-sumatra-walhi-sumbar-minta-segera-dipulihkan/">Batang Arau Paling Tercemar di Pesisir Barat Sumatra, Walhi Sumbar Minta Segera Dipulihkan</a></strong></p>
<p>&#8220;Salah satu dari berbagai upaya yang akan kita lakukan yaitu mengedukasi masyarakat yang tinggal di sepanjang pinggir sungai dari hulu ke hilir. Semoga dapat kita realisasikan dalam waktu dekat,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-padang-canangkan-program-ubah-wajah-batang-arau-bersama-andrinof-chaniago/">Pemko Padang Canangkan Program Ubah Wajah Batang Arau Bersama Andrinof Chaniago</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162620</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Balita di Padang Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai</title>
		<link>https://langgam.id/3-balita-di-padang-ditemukan-meninggal-dunia-di-sungai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2022 11:29:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=160432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tiga orang balita ditemukan meninggal dunia di aliran sungai kawasan Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (9/8/2022). Korban merupakan kakak beradik, sebelumnya dinyatakan hilang dari rumah. Balita malang ini di antaranya saudara kembar Rahma Mai Putri dan Rahmi Mai Putri berusia 4 tahun. Kemudian, Romi Ichsan masih berusia 2,3 tahun. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Basril menyebutkan, korban sudah tidak berada di rumah sekitar pukul 08.00 WIB. &#8220;Diduga korban mandi-mandi di kali dekat rel kereta api,&#8221; ujar Basril kepada langgam.id, Selasa (9/8/2022). Pihak keluarga, kata Basril,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-balita-di-padang-ditemukan-meninggal-dunia-di-sungai/">3 Balita di Padang Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Tiga orang balita ditemukan meninggal dunia di aliran sungai kawasan Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (9/8/2022). Korban merupakan kakak beradik, sebelumnya dinyatakan hilang dari rumah.</p>
<p>Balita malang ini di antaranya saudara kembar Rahma Mai Putri dan Rahmi Mai Putri berusia 4 tahun. Kemudian, Romi Ichsan masih berusia 2,3 tahun.</p>
<p>Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Basril menyebutkan, korban sudah tidak berada di rumah sekitar pukul 08.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Diduga korban mandi-mandi di kali dekat rel kereta api,&#8221; ujar Basril kepada <em>langgam.id</em>, Selasa (9/8/2022).</p>
<p>Pihak keluarga, kata Basril, sempat melakukan pencarian terhadap keberadaan korban. Salah seorang saksi kemudian menemukan pakaian anak-anak tersebut.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/sama-sama-kehilangan-anak-di-sungai-ridwan-kamil-kunjungi-keluarga-ikhsan-di-padang/">Sama-sama Kehilangan Anak di Sungai, Ridwan Kamil Kunjungi Keluarga Ikhsan di Padang</a></strong></p>
<p>&#8220;Pakaian itu berada di dekat kali. Dilakukan pencarian dan ditemukan korban sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia,&#8221; ucapnya.</p>
<p>—</p>
<h4>Ikuti berita Kota Padang – berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update </strong>di tautan <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a> atau mengikuti Langgam.id di Google News pada <a href="https://news.google.com/publications/CAAiEOFfL6UhA3p22pJaSaYeHlsqFAgKIhDhXy-lIQN6dtqSWkmmHh5b?ceid=ID:id&amp;oc=3">tautan ini</a>.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-balita-di-padang-ditemukan-meninggal-dunia-di-sungai/">3 Balita di Padang Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">160432</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bertahun Kotor, Kini Banda Jati Mulai Dibersihkan Pemko Padang</title>
		<link>https://langgam.id/bertahun-kotor-kini-banda-jati-mulai-dibersihkan-pemko-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2022 12:43:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=159545</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Banda atau Kali Jati di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Padang kini mulai dibersihkan setelah beberapa tahun belakangan dibiarkan kotor begitu saja. Bahkan, sungai di tengah Kota Padang itu kerap menyebabkan luapan air saat hujan deras datang. Banda yang menjadi kawasan pusat lalu lalang warga Kota Padang dan kerap macet itu dibersihkan melalui program Padang Bagoro yang digagas Wali Kota Padang, Hendri Septa. Banda itu mulai dibersihkan 17 Juli 2022 oleh jajaran Pemko Padang dan warga sekitar, dan kini kondisinya sudah mulai tacelak. Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, letak Banda Jati cukup strategis, berada di pusat kota. Di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bertahun-kotor-kini-banda-jati-mulai-dibersihkan-pemko-padang/">Bertahun Kotor, Kini Banda Jati Mulai Dibersihkan Pemko Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Banda atau Kali Jati di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Padang kini mulai dibersihkan setelah beberapa tahun belakangan dibiarkan kotor begitu saja. Bahkan, sungai di tengah Kota Padang itu kerap menyebabkan luapan air saat hujan deras datang.</p>
<p>Banda yang menjadi kawasan pusat lalu lalang warga Kota Padang dan kerap macet itu dibersihkan melalui program Padang Bagoro yang digagas Wali Kota Padang, Hendri Septa.</p>
<p>Banda itu mulai dibersihkan 17 Juli 2022 oleh jajaran Pemko Padang dan warga sekitar, dan kini kondisinya sudah mulai tacelak.</p>
<p>Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, letak Banda Jati cukup strategis, berada di pusat kota. Di sepanjang sisi Banda Jati terdapat sekolah, rumah sakit umum, serta perkantoran. Di sepanjang bandar tersebut juga banyak pemukiman penduduk dan toko.</p>
<p>&#8220;Tentunya kita berkeinginan Banda Jati bersih dan nyaman, karena itulah kami bersama-sama menggorokannya, Alhamdulillah kini sudah bersih kembali,&#8221; ujar Hendri dikutip dari rilis Diskominfo Padang, Selasa (26/7/2022).</p>
<p>Setelah dilaksanakannya program Padang Bergoro, kata Hendri, Dinas PUPR akan terus membersihkan Banda Jati secara keseluruhan. Warga di sekitar lokasi diharapkan ikut berperan aktif menjaga kebersihannya.</p>
<p>&#8220;Mari kita rawat dan jaga Banda Jati. Jangan membuang sampah ke dalam banda,&#8221; ucap Hendri.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto mengatakan, pihaknya turut menerjunkan personel dalam membersihkan Banda Jati. Sekitar 20 orang diturunkan untuk menyapu bersih sendimen dan tanaman liar yang menutup banda tersebut.</p>
<p>&#8220;Kita membersihkan secara manual. Selain untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota, sebentar lagi kita akan menggelar Rakernas Apeksi, tentu kita tidak ingin kota kita terlihat kotor oleh para tamu yang datang,&#8221; ujar Tri.</p>
<p>Banda Jati sepanjang lebih kurang 2 kilometer itu kata Try, akan terus dibersihkan. Puluhan pekerja turun langsung membersihkan sendimen dan sampah. Diprediksi, seluruh sampah dan sendimen sudah terangkat semua hingga akhir Juli 2022.</p>
<p>Dikatakan Try, pihaknya tidak membersihkan sendimen dengan menggunakan alat berat, sebab berisiko besar. Karena, sisi penahan banda usianya sudah cukup tua, bahkan sudah ada yang rapuh dan berlubang.</p>
<p>&#8220;Kalau kita paksakan dengan alat berat, penahan banda akan roboh, karena itu kita kerjakan secara manual,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bertahun-kotor-kini-banda-jati-mulai-dibersihkan-pemko-padang/">Bertahun Kotor, Kini Banda Jati Mulai Dibersihkan Pemko Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159545</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Paparkan Bahaya Mikroplastik yang Ditemukan di Sungai Kota Padang</title>
		<link>https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-paparkan-bahaya-mikroplastik-yang-ditemukan-di-sungai-kota-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2022 11:55:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspedisi Sungai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroplastik]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan adanya mikroplastik dalam sungai di Padang. Langgam.id &#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan dua sungai utama di Kota Padang, Batang Arau dan Batang Kuranji tercemar mikroplastik. Bahkan, berdasarkan penelusuran tim ekspedisi, Batang Arau merupakan sungai yang paling parah terpapar mikroplastik di sepanjang pantai Barat Sumatra. Sementara, Batang Kuranji juga termasuk sungai yang terdapat kandungan mikroplastik cukup tinggi, 144 partikel mikroplastik dalam 100 liter airnya. Padahal, kata tim ekspedisi yang juga Direktur Eksekutif Ecological Observation &#38; Wetland Conservation (Ecoton), lembaga riset lahan basah dan lingkungan, Prigi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-paparkan-bahaya-mikroplastik-yang-ditemukan-di-sungai-kota-padang/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Paparkan Bahaya Mikroplastik yang Ditemukan di Sungai Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan adanya mikroplastik dalam sungai di Padang.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan dua sungai utama di Kota Padang, Batang Arau dan Batang Kuranji tercemar mikroplastik. Bahkan, berdasarkan penelusuran tim ekspedisi, Batang Arau merupakan sungai yang paling parah terpapar mikroplastik di sepanjang pantai Barat Sumatra.</p>
<p>Sementara, Batang Kuranji juga termasuk sungai yang terdapat kandungan mikroplastik cukup tinggi, 144 partikel mikroplastik dalam 100 liter airnya. Padahal, kata tim ekspedisi yang juga Direktur Eksekutif Ecological Observation &amp; Wetland Conservation (Ecoton), lembaga riset lahan basah dan lingkungan, Prigi Arisandi, air Batang Kuranji dijadikan bahan baku oleh PDAM Kota Padang.</p>
<p>Dalam diskusi yang diselenggarakan di sekretariat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar, Jumat (13/5/2022), tim ekspedisi yang akan mengunjungi 68 sungai di seluruh Indonesia itu memaparkan bahaya mikroplastik bagi manusia dan biota air.</p>
<p>Menurut Prigi, ukuran mikroplastik yang seukuran plankton (kurang dari lima mm) dapat termakan oleh biota air seperti ikan. &#8220;Dan ikan akan berakhir dikonsumsi manusia, mikroplastik dalam ikan akan mengendap dalam tubuh manusia yang memakan ikan,&#8221; ujar Prigi, Jumat (13/5/2022).</p>
<p>Bahaya mikroplastik yang tidak kalah mencemaskan, sebut Prigi, yaitu sifatnya yang dapat mengikat pada molekul air. &#8220;Ukuran dan berat mikroplastik yang kecil bisa masuk ke siklus hidrologi dan nantinya dapat berpindah lewat perantara hujan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lalu, berdasarkan studi terbaru, ditemukan perpindahan mikroplastik ke lokasi yang minim aktivitas manusia, seperti di pegunungan bahkan di kutub utara.</p>
<p>Penerima penghargaan <a href="https://www.goldmanprize.org/recipient/prigi-arisandi/">Goldman Environmental Prize 2011 </a>yang disebut-sebut sebagai nobel pejuang lingkungan ini mengatakan, efek kontaminasi mikroplastik bagi manusia dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Tidak hanya itu, efek mikroplastik juga dapat memicu penurunan IQ pada manusia.</p>
<p>&#8220;Secara kimiawi, dapat melepaskan zat-zat kimia dan menstransfernya dalam tubuh, seperti senyawa pengganggu hormon yang bisa mengganggu kehamilan, berat lahir kurang, asma dan kanker prostat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Temuan Ecoton di sungai Bengawan Solo pada 2021 (lihat Ekspedisi 3 Sungai), ikan yang ada di muara sungai itu terkontaminasi mikroplastik. Mikroplastik yang mengendap dalam tubuh ikan itu berasal dari <em>polimer polyester</em> (PE).</p>
<p>&#8220;Ini adalah bahan yang digunakan untuk kemasan produk-produk kosmetik dan sabun pembersih,&#8221; ungkap Prigi.</p>
<p>Lalu, penelitian Ecoton pada 2021 terhadap 102 responden, lanjut Prigi, seluruhnya terkontaminasi mikroplastik. &#8220;Rata-rata dari temuan itu, terdapat 17,5 partikel mikroplastik,&#8221; paparnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/jadi-bahan-baku-pdam-air-batang-kuranji-padang-juga-tercemar-mikroplastik/">Jadi Bahan Baku PDAM, Air Batang Kuranji Padang Juga Tercemar Mikroplastik</a></strong></p>
<p>Prigi melanjutka, mikroplastik tidak hanya bisa tersebar lewat air atau makanan yang dikonsumsi manusia. Mengacu pada riset LIPI dalam rentang Maret 2018-Februari 2019, misalnya, udara di DKI Jakarta mengandung mikroplastik sebanyak 3-40 partikel/m2.</p>
<p>&#8220;Kondisi pencemaran ini dapat masuk melalui sistem pernapasan yang dibuktikan dengan adanya temuan mikroplastik pada paru-paru manusia,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-paparkan-bahaya-mikroplastik-yang-ditemukan-di-sungai-kota-padang/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Paparkan Bahaya Mikroplastik yang Ditemukan di Sungai Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155704</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Uji Mikroplastik di Batang Arau Padang</title>
		<link>https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-uji-mikroplastik-di-batang-arau-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2022 11:17:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Arau Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspedisi Sungai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroplastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Sampel Mikroplastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155494</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hasil sementara pengecekan sample, diperkirakan Batang Arau mengandung mikroplastik. Langgam.id &#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara melakukan uji mikroplastik di Sungai Batang Arau, Kota Padang, Selasa (10/5/2022). Dari hasil pengecekan sampel air Batang Arau, tim ekspedisi mengindikasikan sungai itu mengandung mikroplastik. Dari pengecekan di lapangan, tim ekspedisi yang terdiri dari dua orang peneliti senior Ecoton, Prigi Arisandi dan Amiruddin Muttaqin menemukan banyaknya sampah plastik di Batang Arau. “Ada lebih kurang 40 merek produk dari hasil audit brand perusahaan yang tidak mengelola sampah produk mereka,” ujar Amiruddin. Menurut Amiruddin, perusahaan sebenarnya memiliki</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-uji-mikroplastik-di-batang-arau-padang/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Uji Mikroplastik di Batang Arau Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hasil sementara pengecekan sample, diperkirakan Batang Arau mengandung mikroplastik.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara melakukan uji mikroplastik di Sungai Batang Arau, Kota Padang, Selasa (10/5/2022). Dari hasil pengecekan sampel air Batang Arau, tim ekspedisi mengindikasikan sungai itu mengandung mikroplastik.</p>
<p>Dari pengecekan di lapangan, tim ekspedisi yang terdiri dari dua orang peneliti senior Ecoton, Prigi Arisandi dan Amiruddin Muttaqin menemukan banyaknya sampah plastik di Batang Arau.</p>
<p>“Ada lebih kurang 40 merek produk dari hasil audit brand perusahaan yang tidak mengelola sampah produk mereka,” ujar Amiruddin.</p>
<p>Menurut Amiruddin, perusahaan sebenarnya memiliki tanggung jawab agar sampah plastik tidak mencemari sungai. “Setiap perusahaan itu punya tanggung jawab mengelola sampah yang mereka hasilkan. Tapi selama ini selalu dibiarkan tanpa ada sanksi yang tegas,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk melihat secara detail adanya kandungan mikroplastik di Batang Arau, kata Amiruddin, harus diuji di laboratorium.</p>
<p>&#8220;Nanti setelah ada hasil lab, baru akan kita ketahui seberapa tercemarnya sungai Batang Arau oleh mikroplastik,” jelasnya.</p>
<p>Batang Arau, sebut Amiruddin, merupakan sungai ke-15 yang dikunjungi dalam ekspedisi Sungai Nusantara. Dalam ekspedisi, mereka mengendarai sepeda motor dan akan meneliti kualitas air di 68 sungai yang tersebar di Sumatra hingga Papua.</p>
<p>Dari 15 sungai yang sudah diteliti, semuanya masuk dalam kategori tercemar. “Ada yang tercemar karena limbah plastik, pertambangan dan limbah kimia industri,” paparnya.</p>
<p>Diketahui, Ekspedisi Sungai Nusantara merupakan kegiatan yang diinisaisi oleh Ecoton, sebuah lembaga riset yang konsen terhadap konservasi lahan basah dan sungai. Sebelum ini, Ecoton juga melakukan ekspedisi 3 Sungai di Jawa yang berkolaborasi dengan WhatchDoc.</p>
<p>Amiruddin mengatakan, ekspedisi bertujuan untuk mendorong masyarakat menjaga sungai dan mendorong negara dalam menjaga lingkungan. Selain itu, ekspedisi Sungai Nusantara juga ingin melihatkan kepada pemerintah bahwa banyak sungai yang terkontaminasi mikroplastik.</p>
<p>“Kita ingin mikroplastik ini dimasukkan dalam baku mutu kualitas air sungai,” katanya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/ahli-hidrologi-asal-jerman-sebut-kualitas-air-batang-arau-padang-buruk-ini-sebabnya/">Ahli Hidrologi Asal Jerman Sebut Kualitas Air Batang Arau Padang Buruk, Ini Sebabnya</a></strong></p>
<p>Setelah melakukan uji mikroplastik di Batang Arau, Prigi Arisandi mengatakan akan melakukan aksi di atas Jembatan Siti Nurbaya. Dia mengajak masyarakat dan aktivis lingkungan untuk menyuarakan penyelamatan Batang Arau dari mikroplastik.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-uji-mikroplastik-di-batang-arau-padang/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Uji Mikroplastik di Batang Arau Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155494</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ahli Hidrologi Asal Jerman Sebut Kualitas Air Batang Arau Padang Buruk, Ini Sebabnya</title>
		<link>https://langgam.id/ahli-hidrologi-asal-jerman-sebut-kualitas-air-batang-arau-padang-buruk-ini-sebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2022 07:41:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Arau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=148550</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ahli Hidrologi asal Jerman menyebut bahwa kualitas air di Batang Arau, Kota Padang, buruk. Langgam.id &#8211; Ahli Hidrologi asal Jerman, Michel Rohmann mengatakan, bahwa kualitas air di Batang Arau, Kota Padang, buruk. Hal ini disebabkan karena tidak ada pengelolaan lingkungan yang baik. Selain itu terangnya, faktor lain juga disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dan tidak adanya kebijakan pemerintah untuk menjaga kualitas sungai. Michael mengatakan, berdasarkan studi yang ia lakukan, saat ini kualitas air Batang Arau jauh di atas ambang batas normal. &#8220;Kita ingin menjadikan kualitas air di Batang Arau diturunkan dari level</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ahli-hidrologi-asal-jerman-sebut-kualitas-air-batang-arau-padang-buruk-ini-sebabnya/">Ahli Hidrologi Asal Jerman Sebut Kualitas Air Batang Arau Padang Buruk, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ahli Hidrologi asal Jerman menyebut bahwa kualitas air di Batang Arau, Kota Padang, buruk.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Ahli Hidrologi asal Jerman, Michel Rohmann mengatakan, bahwa kualitas air di Batang Arau, Kota Padang, buruk. Hal ini disebabkan karena tidak ada pengelolaan lingkungan yang baik.</p>
<p>Selain itu terangnya, faktor lain juga disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dan tidak adanya kebijakan pemerintah untuk menjaga kualitas sungai.</p>
<p>Michael mengatakan, berdasarkan studi yang ia lakukan, saat ini kualitas air Batang Arau jauh di atas ambang batas normal.</p>
<p>&#8220;Kita ingin menjadikan kualitas air di Batang Arau diturunkan dari level empat menjadi level dua,&#8221; ujarnya saat melakukan pertemuan bertajuk Penyelamatan Batang Arau, di Ruang Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang, Kamis (17/2/2022).</p>
<p>Ia menjelaskan, buruknya kualitas air di Batang Arau terlihat dari kawasan Lubuk Begalung hingga ke Muaro Padang. Sepanjang daerah aliran sungai itu kata dia, berakibat terhadap kualitas air sungai.</p>
<p>Sementara itu, Tenaga Ahli Pendamping Michael, Doki Waediman mengatakan, hampir 90 persen limbah rumah tangga yang ada di Kota Padang, berakhir di Batang Arau.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan topografi, semua anak sungai berakhir di Batang Arau,&#8221; katanya kepada <em>langgam.id</em>.</p>
<p>Alumnus Teknik Lingkungan Unand ini menyebut, selain tempat berakhirnya limbah rumah tangga, maraknya masyarakat yang membuang sampah turut memperburuk air Batang Arau.</p>
<p>Doki mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian untuk mencari solusi penyelamatan Batang Arau.</p>
<p>&#8220;Dua tahun ini kita fokus studi dan penelitian, setelah itu pemerintah akan dapat menerapkannya dalam bentuk kebijakan,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang Marizon mengutarakan hal serupa. Kata dia, selama ini tidak ada kebijakan pemerintah yang fokus membenahi kualitas air Batang Arau.</p>
<p>&#8220;Kewenangan pengelolaan itu berada di Badan Wilayah Sungai,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dengan adanya program penyelamatan Batang Arau, ia berharap pemerintah bisa mengambil langkah untuk menyelamatkan Batang Arau.</p>
<p>&#8220;Semua pihak memang harus terlibat, tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Kegiatan penyelamatan Batang Arau merupakan kerja sama yang dilakukan Pemko Padang dengan Kota Hildesheim di Jerman.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/kelola-sungai-batang-arau-padang-terima-bantuan-rp170-juta-dari-jerman/">Kelola Sungai Batang Arau, Padang Terima Bantuan Rp170 Juta dari Jerman</a></strong></p>
<p>Dalam kerja sama itu, Michel Rohmann ditunjuk sebagai ahli hidrologi yang didatangkan dari lembaga riset bernama Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ).</p>
<p>Michell akan meneliti Batang Arau dan pengelolaan sampah di Padang selama dua tahun, yang sudah dimulai sejak Maret 2021 lalu.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ahli-hidrologi-asal-jerman-sebut-kualitas-air-batang-arau-padang-buruk-ini-sebabnya/">Ahli Hidrologi Asal Jerman Sebut Kualitas Air Batang Arau Padang Buruk, Ini Sebabnya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">148550</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cegah Warga Buang Sampah ke Sungai, DLH Padang Pasang Baliho Larangan</title>
		<link>https://langgam.id/cegah-warga-buang-sampah-ke-sungai-dlh-padang-pasang-baliho-larangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2021 13:36:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=139834</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memasang baliho larangan membuang sampah di sungai di sejumlah tempat strategis. Pemasangan baliho ini dilakukan DLH agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya yaitu di TPS (tempat pembuangan sampah). Kepala DLH Kota Padang Mairizon mengatakan, baliho-baliho larangan membuang sampah ini dipasang di beberapa titik dekat sungai. &#8220;Kita pasang baliho seperti di Banjir Kanal, dan lainnya,&#8221; terang Mairizon dalam keterangan tertulis Pemko Padang, Sabtu (27/11/2021). Mairizon menambahkan, bahwa DLH Padang selalu menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. Serta tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. &#8220;Semoga dengan begitu kesadaran</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cegah-warga-buang-sampah-ke-sungai-dlh-padang-pasang-baliho-larangan/">Cegah Warga Buang Sampah ke Sungai, DLH Padang Pasang Baliho Larangan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memasang baliho larangan membuang sampah di sungai di sejumlah tempat strategis.</p>
<p>Pemasangan baliho ini dilakukan DLH agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya yaitu di TPS (tempat pembuangan sampah).</p>
<p>Kepala DLH Kota Padang Mairizon mengatakan, baliho-baliho larangan membuang sampah ini dipasang di beberapa titik dekat sungai.</p>
<p>&#8220;Kita pasang baliho seperti di Banjir Kanal, dan lainnya,&#8221; terang Mairizon dalam keterangan tertulis Pemko Padang, Sabtu (27/11/2021).</p>
<p>Mairizon menambahkan, bahwa DLH Padang selalu menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. Serta tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan begitu kesadaran warga meningkat,&#8221; ujar Mairizon.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/petugas-lps-bongkar-sampah-di-kontainer-dlh-padang-beri-teguran-tertulis/">Petugas LPS Bongkar Sampah di Kontainer, DLH Padang Beri Teguran Tertulis </a></strong></p>
<p>Seperti diketahui, larangan membuang sampah tidak pada tempatnya termuat dalam Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah.</p>
<p>Dimana, setiap orang yang sengaja membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan, akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan. Atau denda paling banyak Rp5 juta.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cegah-warga-buang-sampah-ke-sungai-dlh-padang-pasang-baliho-larangan/">Cegah Warga Buang Sampah ke Sungai, DLH Padang Pasang Baliho Larangan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">139834</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/89 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-07-10 23:12:18 by W3 Total Cache
-->