<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Sumatera Barat Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/sumatera-barat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/sumatera-barat/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2026 10:47:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Sumatera Barat Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/sumatera-barat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Polisi Hanya Aksi Bakar-bakar di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Walhi Sumbar: Gimmick Belaka</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-hanya-aksi-bakar-bakar-di-lokasi-tambang-emas-ilegal-walhi-sumbar-gimmick-belaka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ghaffar Ramdi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 10:46:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248155</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat menilai, langkah penertiban aktivitas tambang emas ilegal yang hanya berfokus pada pembakaran, penyitaan alat, dan penangkapan pekerja lapangan belum dapat disebut sebagai penegakan hukum yang substansial. Perwakilan Walhi Sumbar, Indah mengatakan, pola penindakan seperti itu justru terkesan sebagai langkah sesaat untuk meredam gejolak sosial di tengah masyarakat, tanpa memberikan efek jera terhadap aktor utama di balik maraknya tambang emas ilegal.&#160; &#8220;Dengan hanya membakar kapal saja belum bisa dikatakan sebagai penegakan hukum yang substansial. Penertiban seperti ini terkesan gimmick belaka, hanya untuk meredakan gejolak sosial yang ada dan sifatnya sementara dan tidak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-hanya-aksi-bakar-bakar-di-lokasi-tambang-emas-ilegal-walhi-sumbar-gimmick-belaka/">Polisi Hanya Aksi Bakar-bakar di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Walhi Sumbar: Gimmick Belaka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat menilai, langkah penertiban aktivitas tambang emas ilegal yang hanya berfokus pada pembakaran, penyitaan alat, dan penangkapan pekerja lapangan belum dapat disebut sebagai penegakan hukum yang substansial.</p>



<p>Perwakilan Walhi Sumbar, Indah mengatakan, pola penindakan seperti itu justru terkesan sebagai langkah sesaat untuk meredam gejolak sosial di tengah masyarakat, tanpa memberikan efek jera terhadap aktor utama di balik maraknya tambang emas ilegal.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Dengan hanya membakar kapal saja belum bisa dikatakan sebagai penegakan hukum yang substansial. Penertiban seperti ini terkesan gimmick belaka, hanya untuk meredakan gejolak sosial yang ada dan sifatnya sementara dan tidak memberi efek jera,&#8221; ujarnya, Rabu (27/5/2026).</p>



<p>Menurut Indah, penindakan yang hanya menyasar pekerja di lapangan maupun pemusnahan alat operasional tidak menyentuh akar persoalan. Aktivitas tambang emas, akan terus berulang selama para pemodal, cukong dan pihak diduga membekingi masih bebas beroperasi.</p>



<p>&#8220;Selagi pemodal masih berkeliaran, pembeking siap siaga, maka aktivitas tambang emas berpotensi terus berulang,&#8221; kata dia.</p>



<p>Ia menilai pola penegakan hukum yang tebang pilih juga berisiko memicu konflik sosial di tengah masyarakat.</p>



<p>&#8220;Sebab, warga hanya melihat pekerja lapangan yang menjadi sasaran penindakan, sementara aktor intelektual di balik praktik tambang ilegal dinilai tidak tersentuh,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Walhi Sumbar menegaskan bahwa penertiban alat berat memang menjadi bagian penting dalam upaya memutus rantai kejahatan lingkungan akibat tambang emas ilegal. Namun langkah itu dinilai belum cukup jika tidak diiringi penindakan menyeluruh terhadap seluruh jaringan yang terlibat.</p>



<p>&#8220;Kejahatan lingkungan membutuhkan penindakan yang holistik. Tidak hanya bicara soal penertiban dan mengamankan alat, operator, maupun pekerja kasar saja, tetapi juga harus menyasar aktor intelektual, cukong, dan pemodal besar di balik layar,&#8221; ucapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Selain aspek penegakan hukum, Walhi Sumbar juga mendesak pemerintah untuk serius melakukan pemulihan lingkungan dan ekosistem yang rusak akibat aktivitas pertambangan ilegal.</p>



<p>Kata Indah, rehabilitasi dan reklamasi lahan bekas tambang harus menjadi bagian dari agenda penanganan tambang emas ilegal di Sumbar.</p>



<p>&#8220;Selama ini penyitaan alat maupun pemusnahan fasilitas tambang tidak membuat para pelaku utama berhenti beroperasi. Aktivitas tambang emas ilegal tetap berjalan dengan pola yang berulang,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Indah juga menyoroti lemahnya pengembangan kasus dalam sejumlah penertiban tambang emas ilegal. Tidak jarang aparat datang ke lokasi setelah adanya laporan masyarakat atau viral di media sosial, namun alat berat sudah lebih dulu dipindahkan dari lokasi.</p>



<p>&#8220;Ketika polisi pergi ke lokasi tambang, alat berat sudah tidak ada. Penanganannya sering berhenti sampai di situ saja tanpa ada pengembangan lebih lanjut,&#8221; imbuhnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Karena itu, lanjut Indah, Walhi Sumbar mendorong aparat penegak hukum untuk tidak hanya melakukan operasi penertiban simbolik.</p>



<p>&#8220;Melainkan membongkar jaringan pendanaan dan pihak-pihak yang selama ini diduga melindungi aktivitas tambang ilegal di berbagai daerah di Sumbar,&#8221; pungkasnya.<strong> (WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-hanya-aksi-bakar-bakar-di-lokasi-tambang-emas-ilegal-walhi-sumbar-gimmick-belaka/">Polisi Hanya Aksi Bakar-bakar di Lokasi Tambang Emas Ilegal, Walhi Sumbar: Gimmick Belaka</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248155</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Emas, Peti dan Nasib Sumbar ke Depan</title>
		<link>https://langgam.id/emas-peti-dan-nasib-sumbar-ke-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khairul Jasmi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 09:24:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248127</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kematian paling pilu, mungkin yang tertimbun di tambang emas ilegal seperti di Sijunjung. Di Peru, jauh di sana, kepergian ayah mencari emas, dianggap setengah dari kematian. Al labor me voy, no sé si volveré” — Aku berangkat bekerja, entah apakah akan bisa kembali lagi. (Pepatah penambang emas tradisional di Pegunungan Andes, Peru) Kita punya juga: dek ameh kameh, dek padi manjadi. Masih ada:&#160; ka tambang babungo ameh,&#160; Ka sawah babungo ampiang, ka rimbo babungo kayu, ka sungai babungo pasia, ka lauik babungo karang, Soal ungkapan kita nomor satu, nomor dua sekaligus. Tentang hasil? Nanti dulu. Kita sudah tahu,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/emas-peti-dan-nasib-sumbar-ke-depan/">Emas, Peti dan Nasib Sumbar ke Depan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kematian paling pilu, mungkin yang tertimbun di tambang emas ilegal seperti di Sijunjung. Di Peru, jauh di sana, kepergian ayah mencari emas, dianggap setengah dari kematian.</p>



<p><em>Al labor me voy, no sé si volveré”</em> — Aku berangkat bekerja, entah apakah akan bisa kembali lagi. (Pepatah penambang emas tradisional di Pegunungan Andes, Peru)</p>



<p>Kita punya juga: <em>dek ameh kameh, dek padi manjadi</em>. Masih ada:&nbsp;</p>



<p><em>ka tambang babungo ameh,</em>&nbsp;</p>



<p><em>Ka sawah babungo ampiang,</em></p>



<p><em>ka rimbo babungo kayu,</em></p>



<p><em>ka sungai babungo pasia,</em></p>



<p><em>ka lauik babungo karang,</em></p>



<p>Soal ungkapan kita nomor satu, nomor dua sekaligus. Tentang hasil? Nanti dulu. Kita sudah tahu, mungkin bagaimana emas mengatur dunia. Juga rakyatnya. Di dunia, emas paling banyak dipakai rakyat, ada di India, banyak disimpan, China.&nbsp;</p>



<p>Negara paling banyak punya emas, Amerika Serikat.&nbsp;Bank Central Amerika, The Fed di Eccles Building, 20th Street and Constitution Avenue N.W., Washington, DC 20551, terlihat berwibawa. Dari sini bisnis uang diatur, namun emas Amerika disimpan di tempat lain dalam sebuah brankas besar yang terbuat dari baja, dijaga sejumlah satpam tangguh. Emas yang disimpan dalam suhu stabil itu, didatangkan dari berbagai tambang di dunia. Penyimpanan emas itu “ada di deretan perbukitan Kentucky utara, di sebuah pangkalan militer berpenjagaan ketat, pemerintah AS menyimpan timbunan emas terbesarnya. The Fort Knox Bullion Depository,” tulis Jack Weatherford dalam buku Sejarah Uang.</p>



<p>Bayangkan brankas itu. Dindingnya setebal benteng kerajaan. Pintunya seberat gajah dewasa. Kuncinya dipegang banyak tangan, tak satu pun bisa membukanya sendirian. Di dalamnya, batangan-batangan emas tersusun rapi seperti roti tawar di toko, tapi setiap potongnya bernilai lebih dari rumah orang kebanyakan. Termasuk rumah saya.</p>



<p>Suhunya dijaga seperti merawat bayi, pasutri baru di rumah KPR yang belum lunas. Kelembapannya diatur seperti mengasuh anggrek, di taman kecil rumah KPR tado. Tentara berjaga seperti semut menjaga ratunya. Emas itu tidur nyenyak di Kentucky, bermimpi tentang dunia yang membutuhkannya. Dan, dijamin tak sama dengan mimpi kita yang tidurnya lelap setipis apapun kasurnya.</p>



<p>Emas dibutuhkan dunia. Jila biaya sekolah anak tersendat, subang dilego ke toko emas oleh emak. Kita punya banyak emas di Minangkabau, tapi dikelola secara serampangan. Dibiarkan. Bumi merana dan yang kaya yang serampangan tadi. Pemerintah bermain dengan APBD, seperti semut pada gula. Pemimpin Iran berkata, “tak ada anggaran,” merupakan sebuah kebodohan. Sudah lama semestinya, royalti emas memperkaya pundi-pundi APBD Sumbar.&nbsp;</p>



<p>Sementara itu, rakyat berkata, mereka mau berhenti asal dicarikan kerja. Ini juga salah. Minta dicarikan kerja. Ini sehabis-habis main. Semestinya: kami baru akan mencari emas lagi, setelah kami urus izin. Pemerintaj tolong bantu, jangan dipersulit, jangan dilama-lamakan. Tak ada larangan cari emas adal ada izin. Nah, pemerintah kita, di sini lalainya</p>



<p>Emas kita banyak, Salido, Gunung Arum, Supayang, Sirukam, Sungai Abu, Hiliran Gumanti, Sungai Pagu, Abai, Batanghari, Palangki, Silungkang, Singkarak, Sulit Air, Timbulun, Rambatan, Simawang, Mangani, Mahat, Pangkalan, Ladang Padi, Bonjol, hampir seluruh Pasaman, Ophir, Masang, Air Bangis, dan hampir semua wilayah Pasaman Barat&nbsp; dan Pasaman serta lokasi lain, seperti di daerah Agam.&nbsp;</p>



<p>Bayangkan, banyak tapi tak satu pun orang mau masuk. Industri saja sejak zaman Belanda hanya satu, Semen Padang. Tanda-tanda apa itu? SOP tanah ulayat tidak duduk, maka kabar yang tersiar, “Sumbar susah.”</p>



<p>Yang susah itu pemimpin formal dan informal, yang kena dampak rakyat. Susah cari kerja.&nbsp;</p>



<p>Maka maraklah tambang liar. Lalu siapa di balik gajah-gajah besi itu?. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sumbar sendiri mengakui adanya dugaan keterlibatan oknum dalam membekingi aktivitas pertambangan emas tanpa izin. Pengakuan yang datang terlambat, seperti hujan yang baru turun setelah hutan Sumatera terbakar. </p>



<p>Pemerintah daerah?. “Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama pemerintah kabupaten/kota hanya sibuk menyaksikan tragedi demi tragedi, seolah yang dipersiapkan bagi masyarakat hanyalah liang kubur.” Kalimat Walhi itu seperti pisau, dingin, tapi menusuk tepat di ulu hati. </p>



<p>Biarlah negeri ini, seperti sekarang saja. Biarlah kami begini-begini saja, asal anak sekolah, berobat gratis, negeri aman. Ini standar minimalis, seperti rumah KPR type 35. Tuhan tak suka orang yang tak maksimal berusaha, namanya ikhtiar. Ingat kisah Nabi Musa? Sampai ke titik tanah kering terakhir, bertemu bibir pantai. Tak ada lagi tempat lari. Ikhtiar sudah selesai, Fir’un semakin dekat. Ikhtiar itu sampai batas logika. Indak tamakan dek utak lai, bukan berhenti pada, “yo baa lai jano awak, sanggo iko talok nye, itu namanya malas berpikir.&nbsp;</p>



<p>Nabi Musa sudah habis segala ikhtiar, maka di sana Tuhan bertindak.&nbsp; Kalau laut akan terbelah juga kenapa mesti dipukul dulu, di situ ternyata masih ada ikhtiar. Nabi saja seperti itu diberlakukan Allah.&nbsp;</p>



<p>Kita bukan nabi. Manusia biasa. Al Qur’an membuat urutan:&nbsp; ikhtiar dulu, doa menyertai, lalu pasrah, tapi pasrah bukan sejak awal. Urutannya penting dan disengaja oleh Al-Qur’an. Yang hendak saya sampaikan, “bagaimana ya APBD kita kecil.” Mengurus rakyat tidak demikian. Uruskan izinnya sampai dapat.</p>



<p>Dan:&nbsp; Majalah National Geographic edisi Indonesia, Januari 2009, tampil dengan cover depan seorang perempuan yang seluruh wajahnya dibalur emas. Bahkan emas itu memenuhi jemarinya yang sedang mengusap wajahnya sendiri. Itulah kisah emas nan jelita itu. Di kita, jadi kisah maut, entah bagaimana nasib Sumbar ke depan. <strong>(**)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/emas-peti-dan-nasib-sumbar-ke-depan/">Emas, Peti dan Nasib Sumbar ke Depan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prakiraan Cuaca Sumbar: Hujan Sedang-Le­bat Berpotensi di Solok Selatan dan Dharmasraya</title>
		<link>https://langgam.id/prakiraan-cuaca-sumbar-hujan-sedang-lebat-berpotensi-di-solok-selatan-dan-dharmasraya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 06:52:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Prakiraan Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; BMKG memperkirakan cuaca di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada 27 hingga 29 Mei 2026 secara umum didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.  Meski demikian, sejumlah daerah diprediksi berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan sedang-lebat, terutama pada siang hingga malam hari. Berdasarkan prakiraan yang dirilis BMKG Minangkabau pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 08.30 WIB, kondisi cuaca pada 27 Mei 2026 diperkirakan cerah berawan hingga berawan sejak pagi hari. Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Pasaman Barat, Pasaman, dan Lima Puluh Kota. Sementara pada malam hari, potensi hujan ringan meluas ke wilayah Agam selain</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/prakiraan-cuaca-sumbar-hujan-sedang-lebat-berpotensi-di-solok-selatan-dan-dharmasraya/">Prakiraan Cuaca Sumbar: Hujan Sedang-Le­bat Berpotensi di Solok Selatan dan Dharmasraya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; BMKG memperkirakan cuaca di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) pada 27 hingga 29 Mei 2026 secara umum didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. </p>



<p>Meski demikian, sejumlah daerah diprediksi berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan sedang-lebat, terutama pada siang hingga malam hari.</p>



<p>Berdasarkan prakiraan yang dirilis BMKG Minangkabau pada Rabu, 27 Mei 2026 pukul 08.30 WIB, kondisi cuaca pada 27 Mei 2026 diperkirakan cerah berawan hingga berawan sejak pagi hari. Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Pasaman Barat, Pasaman, dan Lima Puluh Kota.</p>



<p>Sementara pada malam hari, potensi hujan ringan meluas ke wilayah Agam selain Pasaman Barat, Pasaman, dan Lima Puluh Kota. Adapun suhu udara berkisar antara 18 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembaban udara 60 hingga 98 persen.&nbsp;</p>



<p>Kecepatan angin diperkirakan mencapai 6 hingga 28 kilometer per jam dari arah tenggara hingga barat laut. BMKG menyatakan tidak ada peringatan dini cuaca untuk tanggal tersebut.</p>



<p>Memasuki 28 Mei 2026, potensi hujan diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.</p>



<p>Pada malam hari, BMKG memprediksi hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Padang dan Padang Pariaman.&nbsp;</p>



<p>Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.</p>



<p>BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Mentawai dan Dharmasraya pada 28 Mei 2026.&nbsp;</p>



<p>Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 19 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembaban udara 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6 hingga 32 kilometer per jam.</p>



<p>Selanjutnya pada 29 Mei 2026, cuaca di Sumatera Barat diprediksi kembali didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya pada siang hingga malam hari.</p>



<p>Suhu udara pada 29 Mei diperkirakan berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembaban udara 60 hingga 98 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 6 hingga 32 kilometer per jam. Untuk tanggal tersebut, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/prakiraan-cuaca-sumbar-hujan-sedang-lebat-berpotensi-di-solok-selatan-dan-dharmasraya/">Prakiraan Cuaca Sumbar: Hujan Sedang-Le­bat Berpotensi di Solok Selatan dan Dharmasraya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248112</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan </title>
		<link>https://langgam.id/gerebek-tambang-emas-ilegal-di-sijunjung-hingga-solok-polisi-hanya-bakar-bakar-tak-ada-pelaku-diamankan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Hadiansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 08:37:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248068</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi melakukan penertiban aktivitas tambang emas ilegal di sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), Senin (25/5/2026). Dalam penertiban itu, petugas hanya membakar dua unit kapal kayu berukuran besar.  Disinyalir, kapal tersebut digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal. Hanya saja, tidak ada satu pun pelaku yang diamankan, mulai penggerebekan di Kabupaten Solok, Kota Solok hingga Kabupaten Sijunjung.&#160;&#160; Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Okta Rahmansyah mengatakan, penertiban dilakukan sebagai tindak lanjut memberantas aktivitas tambang ilegal di Sumbar.&#160;&#160; &#8220;Kami telah melakukan penertiban di beberapa daerah, khususnya di Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Sijunjung,&#8221; kata Okta kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).&#160;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerebek-tambang-emas-ilegal-di-sijunjung-hingga-solok-polisi-hanya-bakar-bakar-tak-ada-pelaku-diamankan/">Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Polisi melakukan penertiban aktivitas tambang emas ilegal di sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), Senin (25/5/2026). Dalam penertiban itu, petugas hanya membakar dua unit kapal kayu berukuran besar. </p>



<p>Disinyalir, kapal tersebut digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal. Hanya saja, tidak ada satu pun pelaku yang diamankan, mulai penggerebekan di Kabupaten Solok, Kota Solok hingga Kabupaten Sijunjung.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Okta Rahmansyah mengatakan, penertiban dilakukan sebagai tindak lanjut memberantas aktivitas tambang ilegal di Sumbar.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami telah melakukan penertiban di beberapa daerah, khususnya di Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Sijunjung,&#8221; kata Okta kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).&nbsp;</p>



<p>Khusus di Kabupaten Sijunjung, penertiban difokuskan di kawasan Batu Gando sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan hingga kawasan Batang Ombilin dan Batang Palangki.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Hendra Yose menambahkan, aktivitas tambang emas ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran sungai dan membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.</p>



<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal, serta tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku,&#8221; tegasnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kegiatan penertiban ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan,&#8221; sambung Hendra.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Di sisi lain, kepolisian juga mengungkap penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di Kabupaten Solok yang diduga diperuntukkan untuk aktivitas tambang emas ilegal. Satu orang sebagai pelangsir BBM diamankan. <strong>(WAN) </strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gerebek-tambang-emas-ilegal-di-sijunjung-hingga-solok-polisi-hanya-bakar-bakar-tak-ada-pelaku-diamankan/">Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sijunjung hingga Solok: Polisi Hanya Bakar-bakar, Tak Ada Pelaku Diamankan </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248068</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polemik Seleksi Paskibraka 2026, DPRD Sumbar Tunggu Surat Pengaduan </title>
		<link>https://langgam.id/polemik-seleksi-paskibraka-2026-dprd-sumbar-tunggu-surat-pengaduan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 06:19:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Paskibraka]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi Paskibraka]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=248050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; DPRD Sumatera Barat (Sumbar) belum memanggil Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, terkait polemik penyelenggaraan penerimaan peserta seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Sawal Dt. Putiah, mengatakan saat ini belum ada agenda rapat kerja maupun pemanggilan terhadap pihak Kesbangpol. &#8220;Belum ada pemanggilan. Jadwal rapat kerja belum ada,&#8221; ujarnya kepada Langgam.id, Selasa (26/5/2026). Sawal menjelaskan, DPRD Sumbar dapat menindaklanjuti persoalan tersebut apabila terdapat surat resmi yang masuk dari pihak yang merasa dirugikan dalam proses seleksi Paskibraka. &#8220;Harusnya ada surat masuk dari peserta ini yang merasa dirugikan. Jadi surat disampaikan ke Ketua DPRD,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polemik-seleksi-paskibraka-2026-dprd-sumbar-tunggu-surat-pengaduan/">Polemik Seleksi Paskibraka 2026, DPRD Sumbar Tunggu Surat Pengaduan </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; DPRD Sumatera Barat (Sumbar) belum memanggil Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, terkait polemik penyelenggaraan penerimaan peserta seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026.</p>



<p>Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Sawal Dt. Putiah, mengatakan saat ini belum ada agenda rapat kerja maupun pemanggilan terhadap pihak Kesbangpol.</p>



<p>&#8220;Belum ada pemanggilan. Jadwal rapat kerja belum ada,&#8221; ujarnya kepada <strong>Langgam.id</strong>, Selasa (26/5/2026).</p>



<p>Sawal menjelaskan, DPRD Sumbar dapat menindaklanjuti persoalan tersebut apabila terdapat surat resmi yang masuk dari pihak yang merasa dirugikan dalam proses seleksi Paskibraka.</p>



<p>&#8220;Harusnya ada surat masuk dari peserta ini yang merasa dirugikan. Jadi surat disampaikan ke Ketua DPRD, kemudian surat itu diteruskan ke Komisi I nantinya,&#8221; kata dia.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Sebelumnya, poses rekrutmen Paskibraka tersebut dipersoalkan seorang orang tua peserta seleksi, M. Yusuf. Ia mempertanyakan sistem penilaian yang dilakukan oleh Kesbangpol setelah nilai anaknya mengalami perubahan usai tahapan tes pantukhir atau pemantauan akhir.</p>



<p>Yusuf menjelaskan, anaknya bernama Nazwa Rahma Pratama, siswi SMA Negeri 5 Padang, awalnya memperoleh nilai 88 setelah mengikuti tahapan pantukhir. Namun, setelah pengumuman kandidat yang akan dikirim ke tingkat nasional, nilai disebut berubah menjadi 74,71.</p>



<p>&#8220;Biasanya setelah pantukhir selesai, nilai sudah final. Namun anak kami mempertanyakan kenapa nilainya bisa berubah,&#8221; jelasnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sumbar, Mursalim mengungkapkan, persoalan tersebut terjadi akibat miskomunikasi dalam memahami proses penilaian yang masih berlangsung di aplikasi seleksi.</p>



<p>&#8220;Ini miskomunikasi. Nilai ini masih berjalan di aplikasi. Mereka beranggapan nilai yang dilihat di aplikasi sudah final, padahal masih ada tiga nilai lagi yang belum masuk,&#8221; kata Mursalim.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Ia menjelaskan, nilai awal 88 yang terlihat pada aplikasi merupakan nilai dari unsur penilaian Kesbangpol saja. Setelah seluruh unsur penilai memasukkan nilai masing-masing, hasil akhir peserta mengalami perubahan menjadi 74.&nbsp;</p>



<p>Proses penilaian dilakukan secara terbuka dan diawasi langsung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Selain itu, penginputan nilai dilakukan di hadapan seluruh peserta.</p>



<p>&#8220;Penilaian itu diawasi oleh BPIP dan nilai diinput di depan semua orang, termasuk para peserta,&#8221; imbuhnya. <strong>(WAN)</strong> </p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polemik-seleksi-paskibraka-2026-dprd-sumbar-tunggu-surat-pengaduan/">Polemik Seleksi Paskibraka 2026, DPRD Sumbar Tunggu Surat Pengaduan </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">248050</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapi Kurban Prabowo di Sumbar 2026, Kalahkan Rekor Jokowi 2 Periode</title>
		<link>https://langgam.id/lampaui-rekor-jokowi-sapi-kurban-prabowo-di-sumbar-unggul-70-kilogram/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 07:24:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi kurban presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247894</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tradisi sapi kurban presiden di Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sejarah baru pada Idul Adha 2026. Seekor sapi jenis Brangus berbobot 1,27 ton milik peternak asal Kabupaten Agam, resmi menjadi sapi kurban presiden terberat sepanjang sejarah pengadaan kurban kepresidenan di Sumbar. Dari data yang dihimpun Langgam.id dari berbagai sumber, sapi kurban presiden di Sumbar pada era Presiden Prabowo Subianto berhasil melampaui rekor tertinggi yang pernah dicapai pada masa Presiden Joko Widodo selama dua periode kepemimpinan 2014–2024. Rekor terbaru itu berasal dari sapi jenis Brangus milik Arief Muchlas Aulia, peternak asal Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam. Sapi dengan bobot mencapai</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lampaui-rekor-jokowi-sapi-kurban-prabowo-di-sumbar-unggul-70-kilogram/">Sapi Kurban Prabowo di Sumbar 2026, Kalahkan Rekor Jokowi 2 Periode</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Tradisi sapi kurban presiden di Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sejarah baru pada Idul Adha 2026. Seekor sapi jenis Brangus berbobot 1,27 ton milik peternak asal Kabupaten Agam, resmi menjadi sapi kurban presiden terberat sepanjang sejarah pengadaan kurban kepresidenan di Sumbar.</p>



<p>Dari data yang dihimpun <strong>Langgam.id </strong>dari berbagai sumber, sapi kurban presiden di Sumbar pada era Presiden Prabowo Subianto berhasil melampaui rekor tertinggi yang pernah dicapai pada masa Presiden Joko Widodo selama dua periode kepemimpinan 2014–2024. </p>



<p>Rekor terbaru itu berasal dari sapi jenis Brangus milik Arief Muchlas Aulia, peternak asal Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam. Sapi dengan bobot mencapai 1,27 ton tersebut dialokasikan untuk wilayah Kabupaten Agam pada momentum Idul Adha 2026. </p>



<p>Kehadiran sapi jumbo itu sekaligus memperkuat perhatian publik terhadap perkembangan sapi kurban presiden di Sumbar yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan kualitas dan bobot ternak.</p>



<p>Rekor baru ini lahir di tengah perubahan pola distribusi hewan kurban pada masa Presiden Prabowo. Jika sebelumnya pengadaan kurban cenderung terpusat dengan satu ekor sapi besar untuk tingkat provinsi, kini pola distribusi dilakukan secara lebih luas dengan penyaluran hingga 20 ekor sapi ke berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.</p>



<p>Kebijakan tersebut dinilai memberi dampak langsung terhadap geliat peternakan lokal. Para peternak di daerah mulai terdorong menghasilkan ternak dengan kualitas unggul dan bobot ekstrem karena peluang distribusi menjadi lebih besar.</p>



<p>Selain sapi Brangus 1,27 ton dari Kabupaten Agam, pada periode Presiden Prabowo juga tercatat beberapa sapi berbobot jumbo lainnya. Pada tahun 2025 misalnya, seekor sapi jenis Simental berbobot 1,1 ton disalurkan ke Kabupaten Tanah Datar.</p>



<p>Sementara pada tahun 2026, Kota Padang juga menerima dua sapi berbobot besar yakni sapi jenis Belgian Blue seberat 1,1 ton dan sapi Simental bernama “Marlboro” dengan bobot serupa.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan era Presiden Joko Widodo, tradisi pengadaan sapi kurban berbobot di atas satu ton sebenarnya sudah dimulai sejak 2015. Pada masa itu, sapi kurban presiden umumnya dipusatkan untuk penyembelihan di Masjid Raya Sumbar.</p>



<p>Berdasarkan data pengadaan selama dua periode pemerintahan Jokowi, bobot tertinggi sapi kurban presiden di Sumbar berada pada angka 1,2 ton. Rekor tersebut tercatat dalam tiga tahun berbeda.</p>



<p>Pada tahun 2016, sapi jenis Limosin dari Kabupaten Limapuluh Kota mencapai bobot 1,2&nbsp;ton. Rekor serupa kembali muncul pada tahun 2021 melalui sapi Simental asal Kabupaten Agam.</p>



<p>Kemudian pada tahun 2023, sapi jenis Limosin Cross dari Kota Padang Panjang kembali menyamai bobot tertinggi tersebut dengan capaian 1,2 ton. Namun capaian itu kini resmi terlampaui. Sapi Brangus era Presiden Prabowo  pada Idul Adha 2026 unggul 70 kilogram lebih berat dibanding rekor tertinggi pada masa Presiden Jokowi.</p>



<p>Perbandingan data tersebut memperlihatkan bagaimana perubahan sistem distribusi kurban ikut membuka peluang lahirnya peternak-peternak lokal dengan kemampuan menghasilkan sapi berbobot sangat besar di berbagai daerah. <strong>(WAN)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lampaui-rekor-jokowi-sapi-kurban-prabowo-di-sumbar-unggul-70-kilogram/">Sapi Kurban Prabowo di Sumbar 2026, Kalahkan Rekor Jokowi 2 Periode</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247894</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Calon Haji Embarkasi Padang Asal Pasaman Wafat di Tanah Suci </title>
		<link>https://langgam.id/calon-haji-embarkasi-padang-asal-pasaman-wafat-di-tanah-suci/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 11:54:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jemaah Calon Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247736</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seorang jemaah haji Embarkasi Padang yang tergabung dalam Kloter PDG 10 wafat di Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2826) pukul 17.30 waktunya setempat.  Jemaah itu bernama Syamsu Kari Sudin, berusia 58 tahun. Almarhum diketahui asal Kabupaten Pasaman.&#160; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jemaah tersebut.&#160;&#160; &#8220;Kami turut berduka cita atas wafatnya almarhum. Semoga beliau husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Rifki, Jumat (22/5/2826)&#160; Rifki mengungkapkan jemaah wafat di Saudi German Hospital diduga karena memiliki riwayat sakit jantung.&#160;&#160; &#8220;Semoga wafatnya almarhum dalam perjalan ibadah suci menjadi khatimah dan mendapat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/calon-haji-embarkasi-padang-asal-pasaman-wafat-di-tanah-suci/">Calon Haji Embarkasi Padang Asal Pasaman Wafat di Tanah Suci </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Seorang jemaah haji Embarkasi Padang yang tergabung dalam Kloter PDG 10 wafat di Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2826) pukul 17.30 waktunya setempat. </p>



<p>Jemaah itu bernama Syamsu Kari Sudin, berusia 58 tahun. Almarhum diketahui asal Kabupaten Pasaman.&nbsp;</p>



<p>Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jemaah tersebut.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kami turut berduka cita atas wafatnya almarhum. Semoga beliau husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” kata Rifki, Jumat (22/5/2826)&nbsp;</p>



<p>Rifki mengungkapkan jemaah wafat di Saudi German Hospital diduga karena memiliki riwayat sakit jantung.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Semoga wafatnya almarhum dalam perjalan ibadah suci menjadi khatimah dan mendapat kemuliaan tamu Allah SWT,&#8221; ucapnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Rifki selalu mengingatkan jemaah haji, terutama lanjut usia, agar menjaga kondisi kesehatan menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.</p>



<p>Menurutnya, cuaca panas dan aktivitas fisik yang tinggi di Tanah Suci dapat memengaruhi kondisi kesehatan jemaah apabila tidak diantisipasi sejak dini.</p>



<p>&#8220;Kurangi aktivitas fisik yang menguras tenaga. Jika ingin beribadah di Masjidil Haram, diutamakan malam hari dan tetap didampingi petugas, terutama bagi jemaah lansia,&#8221; imbuhnya. <strong>(WAN)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/calon-haji-embarkasi-padang-asal-pasaman-wafat-di-tanah-suci/">Calon Haji Embarkasi Padang Asal Pasaman Wafat di Tanah Suci </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247736</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertamina Blokir Ratusan Barcode Kendaraan di Sumbar, Indikasi Transaksi Palsu BBM</title>
		<link>https://langgam.id/pertamina-blokir-ratusan-barcode-kendaraan-di-sumbar-indikasi-transaksi-palsu-bbm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 10:28:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Antrean Biosolar di Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247643</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), blokir barcode kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi menyimpang dan pemalsuan data kendaraan dalam pengisian BBM.   Area Manager Communication, Relations &#38; CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, ratusan nomor polisi kendaraan telah dilakukan pemblokiran. Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.&#160;&#160; &#8220;Pertamina terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi melalui monitoring transaksi dan pemblokiran QR code kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi anomali maupun pemalsuan data kendaraan,&#8221; kata Fahrougi, Kamis (21/5/2026) Fahrougi menambahkan, sanksi pembinaan kepada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sumbar yang ditemukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertamina-blokir-ratusan-barcode-kendaraan-di-sumbar-indikasi-transaksi-palsu-bbm/">Pertamina Blokir Ratusan Barcode Kendaraan di Sumbar, Indikasi Transaksi Palsu BBM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), blokir barcode kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi menyimpang dan pemalsuan data kendaraan dalam pengisian BBM.  </p>



<p>Area Manager Communication, Relations &amp; CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, ratusan nomor polisi kendaraan telah dilakukan pemblokiran. Pengawasan ini dilakukan untuk menjaga penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Pertamina terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi melalui monitoring transaksi dan pemblokiran QR code kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi anomali maupun pemalsuan data kendaraan,&#8221; kata Fahrougi, Kamis (21/5/2026)</p>



<p>Fahrougi menambahkan, sanksi pembinaan kepada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sumbar yang ditemukan melakukan pelanggaran penyaluran BBM subsidi.</p>



<p>Ia menegaskan, Pertamina tidak akan menoleransi segala bentuk penyalahgunaan maupun pelanggaran terkait distribusi BBM subsidi.</p>



<p>&#8220;Tidak ada toleransi dengan segala bentuk penyalahgunaan maupun pelanggaran terkait penyaluran BBM subsidi. Kita terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait,&#8221; katanya. <strong>(WAN)&nbsp;</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pertamina-blokir-ratusan-barcode-kendaraan-di-sumbar-indikasi-transaksi-palsu-bbm/">Pertamina Blokir Ratusan Barcode Kendaraan di Sumbar, Indikasi Transaksi Palsu BBM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247643</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sejumlah Bus Tak Bisa Melintas, Imbas Truk Patah Gardan di Tikungan Sitinjau Lauik</title>
		<link>https://langgam.id/sejumlah-bus-tak-bisa-melintas-di-tikungan-panorama-i-sitinjau-lauik-imbas-as-roda-truk-patah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 04:05:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sitinjau Lauik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247453</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sejumlah bus berdimensi panjang, termasuk milik perusahaan otobus NPM tidak bisa melintasi tikungan Panorama I Sitinjau Lauik, Kota Padang, Rabu (20/5/2026). Hal ini imbas mogoknya satu unit truk karena patah gardan.   Bus dari arah Solok tersebut kini tertahan di badan jalan. Dari video yang beredar yang dilihat Langgam.id, cukup banyak unit bus yang berhenti. Mulai bus pariwisata hingga AKAP (antar kota antar provinsi).&#160; &#8220;Bus tidak berani turun (arah Padang) karena bodi ekor busnya&#160; kandas ke aspal,&#8221; ujar Kapolsek Lubuk Kilangan, AKP Wildan Al Kautsar Ananputra kepada Langgam.id, Rabu (20/5/2026).&#160; Kandasnya bodi ekor bus diakibatkan penyempitan di tikungan Panorama</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sejumlah-bus-tak-bisa-melintas-di-tikungan-panorama-i-sitinjau-lauik-imbas-as-roda-truk-patah/">Sejumlah Bus Tak Bisa Melintas, Imbas Truk Patah Gardan di Tikungan Sitinjau Lauik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Sejumlah bus berdimensi panjang, termasuk milik perusahaan otobus NPM tidak bisa melintasi tikungan Panorama I Sitinjau Lauik, Kota Padang, Rabu (20/5/2026). Hal ini imbas mogoknya satu unit truk karena patah gardan.  </p>



<p>Bus dari arah Solok tersebut kini tertahan di badan jalan. Dari video yang beredar yang dilihat <strong>Langgam.id</strong>, cukup banyak unit bus yang berhenti. Mulai bus pariwisata hingga AKAP (antar kota antar provinsi).&nbsp;</p>



<p>&#8220;Bus tidak berani turun (arah Padang) karena bodi ekor busnya&nbsp; kandas ke aspal,&#8221; ujar Kapolsek Lubuk Kilangan, AKP Wildan Al Kautsar Ananputra kepada <strong>Langgam.id</strong>, Rabu (20/5/2026).&nbsp;</p>



<p>Kandasnya bodi ekor bus diakibatkan penyempitan di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. Sebab, truk yang alami as roda patah persis mogok dan melintang di tikungan.&nbsp;</p>



<p>Dimensi truk juga panjang. Sehingga membuat bus-bus atau kendaraan besar sulit bermanuver di tikungan. Dari video yang beredar, antrean kendaraan mulai terjadi, mulai kendaraan dari arah Kota Padang maupun Kabupaten Solok.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Wildan menyebutkan, upaya penguraian arus lalu lintas terus dilakukan kepolisian di lapangan. Sistem buka tutup diberlakukan.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Buka tutup seperti biasa. Kami prioritaskan mana yang padat agar (antrean kendaraan) cepat terurai,&#8221; ungkapnya. <strong>(WAN)</strong>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sejumlah-bus-tak-bisa-melintas-di-tikungan-panorama-i-sitinjau-lauik-imbas-as-roda-truk-patah/">Sejumlah Bus Tak Bisa Melintas, Imbas Truk Patah Gardan di Tikungan Sitinjau Lauik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247453</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Truk Patah Gardan di Tikungan Panorama I Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Padang-Solok Tersendat</title>
		<link>https://langgam.id/as-roda-truk-patah-di-tikungan-panorama-i-sitinjau-lauik-lalu-lintas-padang-solok-tersendat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 03:21:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sitinjau Lauik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[truk patah as]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=247449</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Arus lalu lintas tersendat di Sitinjau Lauik yang merupakan jalur penghubung Padang-Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (20/5/2026). Kondisi ini imbas mogoknya satu unit truk karena patah gardan. Posisi truk persis berada di tikungan Panorama I atau yang lebih dikenal dengan tikungan viral. Antrean kendaraan pun terjadi sejak pukul 09.45 WIB.&#160;&#160; &#8220;Arus lalu lintas tersendat. (Antrean) masih dalam batas wajar,&#8221; ujar Kapolsek Lubuk Kilangan, AKP Wildan Al Kautsar Ananputra kepada Langgam.id, Rabu (20/5/2026).&#160; Dari video yang beredar, terlihat truk mogok di posisi kiri jika dari arah Solok. Dimensi truk yang panjang, membuat badan jalan menjadi sempit.&#160;&#160; Situasi tersebut</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/as-roda-truk-patah-di-tikungan-panorama-i-sitinjau-lauik-lalu-lintas-padang-solok-tersendat/">Truk Patah Gardan di Tikungan Panorama I Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Padang-Solok Tersendat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Arus lalu lintas tersendat di Sitinjau Lauik yang merupakan jalur penghubung Padang-Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (20/5/2026). Kondisi ini imbas mogoknya satu unit truk karena patah gardan.</p>



<p>Posisi truk persis berada di tikungan Panorama I atau yang lebih dikenal dengan tikungan viral. Antrean kendaraan pun terjadi sejak pukul 09.45 WIB.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Arus lalu lintas tersendat. (Antrean) masih dalam batas wajar,&#8221; ujar Kapolsek Lubuk Kilangan, AKP Wildan Al Kautsar Ananputra kepada <strong>Langgam.id</strong>, Rabu (20/5/2026).&nbsp;</p>



<p>Dari video yang beredar, terlihat truk mogok di posisi kiri jika dari arah Solok. Dimensi truk yang panjang, membuat badan jalan menjadi sempit.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Situasi tersebut menyulitkan kendaraan diemensi panjang dari arah Kota Padang untuk bermanuver melintasi tanjakan. Truk yang mogok ini juga diketahui bermuatan berat.&nbsp;</p>



<p>Wildan menambahkan, upaya penguraian kepadatan arus lalu lintas terus dilakukan kepolisian di lapangan. Sistem buka tutup diberlakukan.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Buka tutup seperti biasa. Kami prioritaskan mana yang padat agar (antrean kendaraan) cepat terurai,&#8221; ucapnya. <strong>(WAN)&nbsp;</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/as-roda-truk-patah-di-tikungan-panorama-i-sitinjau-lauik-lalu-lintas-padang-solok-tersendat/">Truk Patah Gardan di Tikungan Panorama I Sitinjau Lauik, Lalu Lintas Padang-Solok Tersendat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">247449</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 25/65 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-12 00:36:15 by W3 Total Cache
-->