<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Seragam Sekolah Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/seragam-sekolah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/seragam-sekolah/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 16:29:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Seragam Sekolah Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/seragam-sekolah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>6 Fakta Siswa MA Al Furqan Padang Nunggak Seragam Rp300 Ribu hingga Dikeluarkan dari Sekolah</title>
		<link>https://langgam.id/6-fakta-siswa-ma-al-furqan-padang-nunggak-seragam-rp300-ribu-hingga-dikeluarkan-dari-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:31:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246883</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dua orang siswa Madrasah Aliyah (MA) Al Furqan (sekolah swasta setingkat SMA), terpaksa pindah sekolah karena tunggakan seragam sekolah Rp300 ribu. Kedua siswa ini merupakan anak yatim asal Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Pasaman bertempat tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).  Ketua Panti Asuhan Nur Ilahi, Renol Putra mengatakan, keputusan sepihak yang dilakukan pihak sekolah&#160;&#160;sangat disayangkan mengingat nominal yang dipermasalahkan tidaklah besar dibandingkan dengan hak pendidikan anak-anak tersebut.&#160; “Saya heran, kenapa gara-gara uang Rp300 ribu sampai-sampai anak harus dikeluarkan dari sekolah,&#8221; ujar Renol kepada Langgam.id beberapa waktu lalu.  Berikut sejumlah fakta yang dirangkum Langgam.id 1.&#160; Dipicu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/6-fakta-siswa-ma-al-furqan-padang-nunggak-seragam-rp300-ribu-hingga-dikeluarkan-dari-sekolah/">6 Fakta Siswa MA Al Furqan Padang Nunggak Seragam Rp300 Ribu hingga Dikeluarkan dari Sekolah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dua orang siswa Madrasah Aliyah (MA) Al Furqan (sekolah swasta setingkat SMA), terpaksa pindah sekolah karena tunggakan seragam sekolah Rp300 ribu. Kedua siswa ini merupakan anak yatim asal Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Pasaman bertempat tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). </p>



<p>Ketua Panti Asuhan Nur Ilahi, Renol Putra mengatakan, keputusan sepihak yang dilakukan pihak sekolah&nbsp;&nbsp;sangat disayangkan mengingat nominal yang dipermasalahkan tidaklah besar dibandingkan dengan hak pendidikan anak-anak tersebut.&nbsp;</p>



<p>“Saya heran, kenapa gara-gara uang Rp300 ribu sampai-sampai anak harus dikeluarkan dari sekolah,&#8221; ujar Renol kepada <strong>Langgam.id</strong> beberapa waktu lalu. </p>



<p><strong>Berikut sejumlah fakta yang dirangkum Langgam.id</strong></p>



<p><strong>1.&nbsp; Dipicu Uang Seragam Rp300 Ribu&nbsp;</strong></p>



<p>Kejadian kedua siswa diisukan dikeluarkan dari sekolah ini bermula pada Sabtu (9/5/2026). Saat itu, Renol tengah berada dalam perjalanan dari Jakarta menuju Padang. Di perjalanan, kepala sekolah menghubungi dirinya secara intensif untuk menagih biaya seragam dua anak pantinya masing-masing Rp300 ribu. yang dimaksud.</p>



<p>“Anak-anak ini memang disuruh berhenti dan mencari sekolah lain. Sebelum diberhentikan, kepala sekolah sudah berbicara kepada kami dan meminta uang Rp300 ribu tersebut,” katanya.&nbsp;</p>



<p>Renol menjelaskan, saat dirinya sedang dalam perjalanan, ia tidak dapat merespons panggilan telepon dari pihak sekolah secara langsung.&nbsp;</p>



<p>Ia kemudian meminta agar persoalan biaya ini dibahas secara tatap muka setelah sampai di Padang. Namun, pihak sekolah justru mengirim pesan singkat WhatsApp yang berisi instruksi agar kedua siswa keluar dari sekolah.</p>



<p><strong>2. Pindah Sekolah dan Malu&nbsp;</strong></p>



<p>Usai polemik tunggakan biaya seragam tersebut, kedua siswa ini terpaksa pindah sekolah. Kini melanjutkan pendidikan ke SMA Persatuan Guru Agama Islam (PGAI) Padang.</p>



<p>Kata Renol, keputusan untuk pindah sekolah itu murni keinginan dari kedua siswa tersebut. Karena setelah kejadian tunggakan seragam itu, mereka malu untuk kembali ke sekolah awal.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>“Jadi mereka memang tidak mau lagi sekolah di MAS Al Furqan atas keinginan sendiri,” ujarnya.</p>



<p>Renol menambahkan, kendala finansial yang sempat menghambat proses belajar-mengajar telah teratasi karena dibantu donatur. Termasuk biaya pendidikan di sekolah yang baru.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>“Untuk biaya sekolah, alhamdulillah sudah ada donatur yang membiayainya,” ungkapnya.</p>



<p><strong>3. Biaya Transportasi Bertambah</strong></p>



<p>Renol mengaku,&nbsp; setelah kedua siswa&nbsp; pindah ke PGAI Padang, kebutuhan biaya harian mereka mengalami peningkatan, terutama untuk transportasi dan uang jajan.</p>



<p>“Untuk anak SD kami memberikan uang harian Rp10 ribu, sedangkan anak SMP Rp15 ribu. Ketika kedua anak SMA ini masih sekolah di Al Furqan, uang hariannya juga Rp15 ribu. Namun setelah pindah ke PGAI Padang, biaya menjadi lebih besar karena jarak tempuh lebih jauh,” ujarnya.</p>



<p>Ia mengatakan, tambahan pengeluaran terjadi karena anak-anak harus menggunakan ojek terlebih dahulu menuju kawasan Siteba sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan angkot ke sekolah.</p>



<p>“Kalau dulu di Al Furqan, anak-anak masih bisa berjalan kaki dari panti ke simpang lalu naik angkot. Sekarang mereka harus naik ojek dulu ke Siteba, baru melanjutkan dengan angkot ke sekolah. Sekarang total biaya yang dibutuhkan Rp26 ribu perorangannya,” katanya.</p>



<p><strong>4. Disdik Sumbar Sebut Miskomunikasi</strong></p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fu’adi, mengatakan bahwa persoalan tersebut terjadi akibat miskomunikasi.</p>



<p>Menurutnya, secara kewenangan, sekolah madrasah berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Meski demikian, pihaknya telah melakukan koordinasi guna membantu menyelesaikan persoalan yang dialami kedua siswa tersebut.</p>



<p>“Secara kewenangan sekolah tersebut berada di bawah Kemenag. Namun, kami sudah berkoordinasi untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Kedua anak tersebut juga telah difasilitasi untuk pindah sekolah,” ujarnya.</p>



<p>Habibul menjelaskan, kedua siswa tersebut kini telah dipindahkan ke sekolah yang dinilai lebih kondusif, yakni PGAI di Kota Padang.</p>



<p>“Kedua anak itu kami fasilitasi pindah ke PGAI Padang,” katanya.</p>



<p><strong>5. Kepsek Ngaku Emosi Sesaat dan Bercanda&nbsp;</strong></p>



<p>Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al Furqan, Desmaelfa Sinar, memberikan klarifikasi mengenai kabar dikeluarkannya dua orang siswanya karena tugakkan biaya seragam sekolah Rp300 ribu.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Desmaelfa menjelaskan bahwa pada dasarnya pihak sekolah telah menggratiskan seluruh biaya pendidikan, kecuali biaya pendaftaran atau uang masuk.&nbsp;</p>



<p>“Saya sempat meminta kepada Ketua Panti, apakah bisa membantu membayarkan uang baju sebesar Rp300 ribu? Beliau menjawab tidak ada. Saya minta diusahakan terlebih dahulu,” ujarnya.&nbsp;</p>



<p>Desmaelfa mengaku dirinya didesak dari pihak penyedia jasa konveksi seragam sekolah. Hal ini yang membuat dirinya emosi saat menagih tunggakan biaya baju sekolah kepada dua siswa.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Kata Desmaelfa, pihak sekolah terus dimintai pertanggung jawaban pembayaran oleh vendor terkait pesanan seragam siswa ini.</p>



<p>Terkait instruksi pindah sekolah yang diterima oleh siswa, Desmaelfa mengakui bahwa ucapan tersebut terlontar secara spontan akibat suasana emosional saat berkomunikasi dengan pengurus panti.&nbsp;</p>



<p>Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk memberhentikan atau mengeluarkan anak didik tersebut secara formal.</p>



<p>“Saya katakan ‘cobalah pindahkan sekolah anak ini’. Itu hanya karena emosi sesaat, bukan niat hati nurani. Saya hanya bercanda, masalah sepele sebenarnya. Namun, kalimat itu rupanya dipegang teguh oleh Ketua Panti hingga akhirnya anak tersebut dipindahkan,” tambahnya.</p>



<p>Ia juga menekankan bahwa pihak sekolah tidak pernah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian siswa. Menurutnya, bahasa yang digunakan bersifat tersirat dan tidak bersifat administratif.</p>



<p><strong>6. Kepsek Disanksi Kemenag</strong></p>



<p>Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang memberikan sanksi teguran untuk Kepala Madrasah Aliyah Al-Furqan, Desmaelfa Sinar. Hal ini buntut heboh kasus penagihan tunggakan seragam sekolah dua siswa sebesar Rp 300 ribu yang berujung pindah sekolah.&nbsp;</p>



<p>“Kami sudah memberikan nasehat kepada yang bersangkutan agar jangan asal berbicara dan menjaga lisan. Begitupun harus bijak mengunakan media sosial,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Yasril .</p>



<p>Menurut Yasril, langkah penagihan yang dilakukan kepala sekolah sudah tepat dan sesuai standar operasional prosedur. Hanya saja, cara dan perkataan yang harus diperbaiki.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>“Harus menjaga perkataan, harus menjaga perasaan hati masyarakat. Memang perkataan yang bersangkutan terlanjur sedikit, itu tidak boleh, bisa merugikan,” kata dia.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Yasril mengatakan, semestinya seorang kepala sekolah tidak mengeluarkan ucapan pindah sekolah jika tunggakan belum dapat diselesaikan oleh seorang siswa atau wali siswa.</p>



<p>Yasril menambahkan,&nbsp;dalam waktu dekat Kantor Kemenag Kota Padang akan kembali memanggil dan melakukan BAP kepada Desmaelfa Sinar. Namun, saat ini kasus telah selesaikan dengan mempertemukan kedua belah pihak.&nbsp;</p>



<p>“Sudah diselasaikan dengan kedua pihak, sama komite sekolah. kira-kira sudah selesai dan sudah ada klarifikasi. Siswa juga sudah masuk sekolah lagi, meskipun di sekolah baru dengan sesuai keinginannya,” pungkasnya.&nbsp;&nbsp;<strong>(KSR)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/6-fakta-siswa-ma-al-furqan-padang-nunggak-seragam-rp300-ribu-hingga-dikeluarkan-dari-sekolah/">6 Fakta Siswa MA Al Furqan Padang Nunggak Seragam Rp300 Ribu hingga Dikeluarkan dari Sekolah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246883</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kepsek MA Al Furqan Soal Emosi Tagih Biaya Seragam Siswa: Saya Didesak Pembuat Baju</title>
		<link>https://langgam.id/kepsek-ma-al-furqan-soal-emosi-tagih-biaya-seragam-siswa-saya-didesak-pembuat-baju/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Buliza Rahmat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 09:33:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246785</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepala Madrasah Aliyah Al Furqan, Desmaelfa Sinar mengakui didesak dari pihak penyedia jasa konveksi seragam sekolah. Hal ini yang membuat dirinya emosi saat menagih tunggakan biaya baju sekolah kepada dua siswa.   Kata Desmaelfa, pihak sekolah terus dimintai pertanggung jawaban pembayaran oleh vendor terkait pesanan seragam siswa ini.&#160;&#160; &#8220;Hanya uang baju yang saya minta, karena baju dipesan sama orang. Saya didesak sama orang yang membuat baju. Karena desakan itulah saya memintanya kepada pimpinan panti,&#8221; ujarnya kepada Langgam.id, Selasa (12/5/2026). Biaya seragam sekolah masing-masing siswa sebesar Rp300 ribu. Dampak dari tunggakan ini, mereka juga dipindahkan dari sekolah, kini telah melanjutkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kepsek-ma-al-furqan-soal-emosi-tagih-biaya-seragam-siswa-saya-didesak-pembuat-baju/">Kepsek MA Al Furqan Soal Emosi Tagih Biaya Seragam Siswa: Saya Didesak Pembuat Baju</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Kepala Madrasah Aliyah Al Furqan, Desmaelfa Sinar mengakui didesak dari pihak penyedia jasa konveksi seragam sekolah. Hal ini yang membuat dirinya emosi saat menagih tunggakan biaya baju sekolah kepada dua siswa.  </p>



<p>Kata Desmaelfa, pihak sekolah terus dimintai pertanggung jawaban pembayaran oleh vendor terkait pesanan seragam siswa ini.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Hanya uang baju yang saya minta, karena baju dipesan sama orang. Saya didesak sama orang yang membuat baju. Karena desakan itulah saya memintanya kepada pimpinan panti,&#8221; ujarnya kepada <strong>Langgam.id</strong>, Selasa (12/5/2026).</p>



<p>Biaya seragam sekolah masing-masing siswa sebesar Rp300 ribu. Dampak dari tunggakan ini, mereka juga dipindahkan dari sekolah, kini telah melanjutkan pendidikan di PGAI Padang.</p>



<p>Dua siswa ini tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi yang beralamat di Jalan Perjuangan Raya, Kurao Pagang, Kota Padang. Seluruh biaya mereka ditanggung pihak panti.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Desmaelfa mengungkapkan, kedua siswa memiliki catatan tunggakan administratif yang cukup beragam, mulai dari uang ujian, uang masuk sekolah, hingga biaya pindah.&nbsp;</p>



<p>Namun, pihak sekolah mengklaim hanya memprioritaskan penagihan uang seragam karena adanya keterlibatan pihak ketiga.&nbsp;</p>



<p>Pihak sekolah juga menyatakan telah berupaya membujuk kedua siswa&nbsp; untuk kembali bersekolah di Madrasah Aliyah Al Furqan. Sebab, tunggakan telah dilunasi donatur.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saya sudah meminta anak ini untuk sekolah lagi karena uang seragam sudah dibayar oleh seseorang. Namun, dia tetap tidak mau karena mengaku merasa malu,&#8221; pungkasnya. <strong>(KSR) </strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kepsek-ma-al-furqan-soal-emosi-tagih-biaya-seragam-siswa-saya-didesak-pembuat-baju/">Kepsek MA Al Furqan Soal Emosi Tagih Biaya Seragam Siswa: Saya Didesak Pembuat Baju</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246785</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cek Fakta: Benarkah Seragam Sekolah Akan Diganti Setelah Lebaran 2024?</title>
		<link>https://langgam.id/cek-fakta-benarkah-seragam-sekolah-akan-diganti-setelah-lebaran-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2024 03:21:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anti-Hoaks]]></category>
		<category><![CDATA[Cek Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[Hoaks]]></category>
		<category><![CDATA[Nadiem Makarim]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=203104</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Baru-baru ini, beredar di media sosial X dengan akun @Nurulkjo1, berisi narasi yang menyebutkan bahwa Kemendikbud akan mengganti seragam sekolah setelah Lebaran 2024. Narasi yang diposting pada 23 April 2024, disertai dengan video seorang ibu-ibu pedagang seragam sekolah yang marah-marah karena merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut. &#8220;Gimana pak nadiem seragam sekolah tetap mau diganti?Rugi dong para pelaku usaha seragam sekolah yg Uda stok .siapa yg mau ganti?&#8221; demikian caption dari video yang diposting oleh akun @Nurulkjo1. Postingan ini kemudian mendapat balasan dari netizen. Salah satu akun @inspirasion membalas secara menohok, &#8220;CEO gojek dia kan.&#8221; Akun @Nurulkjo1 dalam kolom</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cek-fakta-benarkah-seragam-sekolah-akan-diganti-setelah-lebaran-2024/">Cek Fakta: Benarkah Seragam Sekolah Akan Diganti Setelah Lebaran 2024?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Baru-baru ini, beredar di media sosial X dengan akun @Nurulkjo1, berisi narasi yang menyebutkan bahwa Kemendikbud akan mengganti seragam sekolah setelah Lebaran 2024. </p>



<p>Narasi yang diposting pada 23 April 2024, disertai dengan video seorang ibu-ibu pedagang seragam sekolah yang marah-marah karena merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut.</p>



<p>&#8220;Gimana pak nadiem seragam sekolah tetap mau diganti?<br>Rugi dong para pelaku usaha seragam sekolah yg Uda stok .siapa yg mau ganti?&#8221; demikian caption dari video yang diposting oleh akun @Nurulkjo1.</p>



<p>Postingan ini kemudian mendapat balasan dari netizen. Salah satu akun <a href="https://twitter.com/inspirasion_">@inspirasion</a> membalas secara menohok, &#8220;CEO gojek dia kan.&#8221;<a href="https://twitter.com/inspirasion_"></a></p>



<p>Akun <a href="https://twitter.com/Nurulkjo1">@Nurulkjo1</a> dalam kolom komentara semakin memojokkan menteri, dengan ciutan, &#8216;akibat otak nya bisnis semuanya dibisnisin.&#8217;</p>



<p><a href="https://twitter.com/inspirasion_"></a></p>



<p><a href="https://twitter.com/inspirasion_"></a></p>



<p><strong>Hasil Cek Fakta:</strong></p>



<p>Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber terpercaya, <strong>narasi tersebut adalah TIDAK BENAR</strong>. Kemendikbud telah secara resmi membantah adanya perubahan aturan terkait seragam sekolah.</p>



<p><strong>Berikut beberapa poin penting yang perlu diketahui:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kemendikbud melalui akun Instagram resminya (@kemdikbud.ri) pada tanggal 14 April 2024 menyatakan bahwa tidak ada perubahan aturan mengenai seragam sekolah.</li>



<li>Aturan seragam sekolah masih mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 50 Tahun 2022.</li>



<li>Permendikbudristek No. 50 Tahun 2022 tersebut menjelaskan jenis-jenis seragam sekolah yang diperbolehkan, yaitu:
<ul class="wp-block-list">
<li>Seragam Nasional</li>



<li>Seragam Pramuka</li>



<li>Seragam Khas Sekolah</li>



<li>Baju Adat</li>
</ul>
</li>



<li>Tidak ada kewajiban bagi siswa untuk membeli seragam baru pada tahun 2024.</li>
</ul>



<p><strong>Kesimpulan:</strong></p>



<p>Informasi yang beredar tentang pergantian seragam sekolah setelah Lebaran 2024 adalah <strong>hoaks</strong>. </p>



<p><strong>Sumber informasi:</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Akun Instagram resmi Kemendikbud (@kemdikbud.ri): <a href="https://www.instagram.com/sa_trending_teens/p/C58yc_fogpV/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://www.instagram.com/sa_trending_teens/p/C58yc_fogpV/</a></li>



<li>Kompas.com: <a href="https://www.kompas.com/edu/read/2024/04/16/135332971/kemendikbud-tegaskan-tak-ada-perubahan-seragam-setelah-libur-lebaran-2024" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://www.kompas.com/edu/read/2024/04/16/135332971/kemendikbud-tegaskan-tak-ada-perubahan-seragam-setelah-libur-lebaran-2024</a></li>



<li>Liputan6.com: <a href="https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5573901/cek-fakta-klarifikasi-menteri-pendidikan-ubah-seragam-sekolah" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5573901/cek-fakta-klarifikasi-menteri-pendidikan-ubah-seragam-sekolah</a></li>



<li>Detikcom: <a href="https://www.detik.com/jatim/berita/d-7290775/aturan-baru-seragam-sekolah-2024-dari-kemendikbud" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://www.detik.com/jatim/berita/d-7290775/aturan-baru-seragam-sekolah-2024-dari-kemendikbud</a>.</li>
</ul>



<p><strong>Pemeriksa Fakta: Yose Hendra</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cek-fakta-benarkah-seragam-sekolah-akan-diganti-setelah-lebaran-2024/">Cek Fakta: Benarkah Seragam Sekolah Akan Diganti Setelah Lebaran 2024?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203104</post-id>	</item>
		<item>
		<title>11.931 Pelajar di Limapuluh Kota Terima Bantuan Seragam Sekolah Gratis dari Pemkab</title>
		<link>https://langgam.id/11-931-pelajar-di-limapuluh-kota-terima-bantuan-seragam-sekolah-gratis-dari-pemkab/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2023 08:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Limapuluh Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=186031</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemkab Limapuluh Kota merealisasikan program bantuan seragam sekolah gratis untuk pelajar SD dan SMP pada Sabtu (12/8/2023). Ada total sebanyak 11.931 pelajar yang menerima bantuan tersebut. Pelajar yang menerima bantuan itu adalah siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan SD dan SMP. Rinciannya yaitu, 5.324 siswa SD dan 6.607 siswa SMP yang tersebar di 13 kecamatan di Limapuluh Kota. Penyerahan seragam sekolah gratis dilakukan secara simbolis oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo di SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh, Sabtu (12/8/2023). Safaruddin mengungkapkan, bantuan baju seragam ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Limapuluh Kota untuk meringankan beban masyarakat. &#8220;Apalagi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/11-931-pelajar-di-limapuluh-kota-terima-bantuan-seragam-sekolah-gratis-dari-pemkab/">11.931 Pelajar di Limapuluh Kota Terima Bantuan Seragam Sekolah Gratis dari Pemkab</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pemkab Limapuluh Kota merealisasikan program bantuan seragam sekolah gratis untuk pelajar SD dan SMP pada Sabtu (12/8/2023). Ada total sebanyak 11.931 pelajar yang menerima bantuan tersebut.</p>



<p>Pelajar yang menerima bantuan itu adalah siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan SD dan SMP. Rinciannya yaitu, 5.324 siswa SD dan 6.607 siswa SMP yang tersebar di 13 kecamatan di Limapuluh Kota. </p>



<p>Penyerahan seragam sekolah gratis dilakukan secara simbolis oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo di SMP Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh, Sabtu (12/8/2023).</p>



<p>Safaruddin mengungkapkan, bantuan baju seragam ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Limapuluh Kota untuk meringankan beban masyarakat.</p>



<p>&#8220;Apalagi bantuan baju seragam ini juga program prioritas yang tertuang dalam visi misi serta program prioritas daerah,&#8221; tulis Safaruddin dalam akun Instagramnya, Sabtu (12/8/2023).</p>



<p>Ia menambahkan, bahwa penyerahan perlengkapan sekolah untuk siswa kelas 1 SD dan 7 SMP ini yang terdiri dari baju, celana, tas, topi, ikat pinggang, dan dasi secara gratis ini merupakan bukti komitmen pemda terhadap segala program yang telah dijanjikan kepada masyarakat.</p>



<p>Menurut Safaruddin, semua masyarakat berhak menerima pendidikan dan tidak ada anak putus sekolah hanya karena tidak memiliki seragam dan alat untuk menuntut ilmu. </p>



<p>Ia pun mengajak para pelajar untuk memanfaatkan bantuan tersebut dengan melahirkan prestasi akademik dan non akademik.</p>



<p>&#8220;Semoga anak-anak lebih rajin menuntut ilmu, disiplin, dan hormati orang tua maupun guru di sekolah,&#8221; harapnya.<strong> (*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/11-931-pelajar-di-limapuluh-kota-terima-bantuan-seragam-sekolah-gratis-dari-pemkab/">11.931 Pelajar di Limapuluh Kota Terima Bantuan Seragam Sekolah Gratis dari Pemkab</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">186031</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Solsel Bagikan 21.828 Stel Seragam Sekolah Gratis ke Pelajar TK hingga SMA</title>
		<link>https://langgam.id/pemkab-solsel-bagikan-21-828-stel-seragam-sekolah-gratis-ke-pelajar-tk-hingga-sma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 10:41:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=184744</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemkab Solok Selatan membagikan sebanyak 21.828 stel seragam sekolah gratis pada 2023 ini. Pembagian seragam sekolah gratis ini dilaksanakan pada Senin (24/7/2023) di RTH Solsel. Dikutip dari akun Instagram Pemkab Solsel, bahwa ada sebanyak 12.734 stel seragam sekolah dibagikan kepada murid TK, SD dan SMP di bawah Dinas Pendidikan Solsel. Sementara itu, sebanyak 9.094 stel seragam sekolah akan dibagikan kepada siswa madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan siswa baru SMA/SMK. Bupati Solsel, Khairunas mengatakan pembagian seragam gratis ini merupakan upaya Pemkab Solsel dalam peningkatan sumber daya manusia yang berkarakter, produktif dan kompetitif. Tujuannya terang Khairunas, untuk mempersiapkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-solsel-bagikan-21-828-stel-seragam-sekolah-gratis-ke-pelajar-tk-hingga-sma/">Pemkab Solsel Bagikan 21.828 Stel Seragam Sekolah Gratis ke Pelajar TK hingga SMA</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Pemkab Solok Selatan membagikan sebanyak 21.828 stel seragam sekolah gratis pada 2023 ini. Pembagian seragam sekolah gratis ini dilaksanakan pada Senin (24/7/2023) di RTH Solsel.</p>



<p>Dikutip dari akun Instagram Pemkab Solsel, bahwa ada sebanyak 12.734 stel seragam sekolah dibagikan kepada murid TK, SD dan SMP di bawah Dinas Pendidikan Solsel.</p>



<p>Sementara itu, sebanyak 9.094 stel seragam sekolah akan dibagikan kepada siswa madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan siswa baru SMA/SMK.  </p>



<p>Bupati Solsel, Khairunas mengatakan pembagian seragam gratis ini merupakan upaya Pemkab Solsel dalam peningkatan sumber daya manusia yang berkarakter, produktif dan kompetitif. </p>



<p>Tujuannya terang Khairunas, untuk mempersiapkan generasi Solsel yang berkualitas, berdaya saing dan memiliki akhlak yang baik di sektor pendidikan. </p>



<p>&#8220;Kepada wali murid kami berharap semoga program ini dapat membantu meringankan beban biaya sekolah untuk putra-putri kita. Sehingga mereka dapat bersekolah dan mengenyam pendidikan untuk mewujudkan cita-citanya,&#8221; harap Khairunas. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-solsel-bagikan-21-828-stel-seragam-sekolah-gratis-ke-pelajar-tk-hingga-sma/">Pemkab Solsel Bagikan 21.828 Stel Seragam Sekolah Gratis ke Pelajar TK hingga SMA</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184744</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Seragam Sekolah Gratis Tak Ada di Padang, Ini Alasannya</title>
		<link>https://langgam.id/program-seragam-sekolah-gratis-tak-ada-di-padang-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 10:17:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[PPDB 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183768</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgm.id &#8211; Meski di sejumlah daerah di Indonesia ada seragam sekolah gratis, namun di Padang tidak ada program tersebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padang menyerahkan kepada orang tua murid terkait pakaian sekolah ini. Kepala Disdikbud Padang, Yopi Krislova mengatakan, bahwa pengadaan seragam sekolah secara gratis di Kota Padang memang tidak dialokasikan di APBD. Hal ini terang Yopi, mengingat banyaknya siswa sekolah di Padang, sehingga tidak dapat terakomodir oleh anggaran daerah. &#8220;Siswa dan sekolah di Padang cukup banyak, namun tak dapat terakomodir oleh APBD kita,&#8221; ujar Yopi dikutip dari lama Facebook Diskominfo Padang, Jumat (7/7/2023). Yopi mengungkapkan, bahwa Pemko Padang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/program-seragam-sekolah-gratis-tak-ada-di-padang-ini-alasannya/">Program Seragam Sekolah Gratis Tak Ada di Padang, Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgm.id &#8211; </strong>Meski di sejumlah daerah di Indonesia ada seragam sekolah gratis, namun di Padang tidak ada program tersebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padang menyerahkan kepada orang tua murid terkait pakaian sekolah ini.</p>



<p>Kepala Disdikbud Padang, Yopi Krislova mengatakan, bahwa pengadaan seragam sekolah secara gratis di Kota Padang memang tidak dialokasikan di APBD. </p>



<p>Hal ini terang Yopi, mengingat banyaknya siswa sekolah di Padang, sehingga tidak dapat terakomodir oleh anggaran daerah.</p>



<p>&#8220;Siswa dan sekolah di Padang cukup banyak, namun tak dapat terakomodir oleh APBD kita,&#8221; ujar Yopi dikutip dari lama Facebook Diskominfo Padang, Jumat (7/7/2023).</p>



<p>Yopi mengungkapkan, bahwa Pemko Padang tidak memaksakan orang tua murid untuk membeli seragam sekolah anaknya.</p>



<p>&#8220;Untuk pakaian sekolah kita serahkan kepada orang tua murid,&#8221; terang Yopi.</p>



<p>Ia menjelaskan, bahwa pakaian seragam sekolah bisa saja menggunakan pakaian lama. Atau pakaian yang pernah digunakan oleh kakak dari anak yang akan masuk sekolah.</p>



<p>&#8220;Kita tidak memaksakan orang tua untuk membeli pakaian seragam putih merah atau putih biru,&#8221; sebutnya.</p>



<p>Meski begitu, terang Yopi, selain pakaian seragam putih merah atau putih biru, tiap sekolah memiliki pakaian seragam lain. Seperti batik, baju olahraga, baju muslim dan lainnya. </p>



<p>Baju-baju tersebut kata Yopi, diadakan di koperasi masing-masing sekolah. Baju tersebut memang dibeli di koperasi sekolah.</p>



<p>&#8220;Pakaian itu semua diadakan di koperasi masing-masing sekolah dan harus seragam,&#8221; tutur Yopi.</p>



<p>Diketahui saat ini, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD negeri sudah memasuki tahapan pendaftaran ulang bagi calon siswa yang lulus di tahap II. Tahap II ini diperuntukkan bagi sekolah yang belum terpenuhi daya tampungnya di tahap I.</p>



<p>Di PPDB SMP negeri, daftar ulang untuk sekolah yang masih ada daya tampungnya dan SMP filial baru saja selesai pada 5-6 Juli 2023.<strong> (yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/program-seragam-sekolah-gratis-tak-ada-di-padang-ini-alasannya/">Program Seragam Sekolah Gratis Tak Ada di Padang, Ini Alasannya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183768</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadi Tokoh yang Ikut Menolak, Fauzi Bahar Bersyukur MA Batalkan SKB Tiga Menteri</title>
		<link>https://langgam.id/jadi-tokoh-yang-ikut-menolak-fauzi-bahar-bersyukur-ma-batalkan-skb-tiga-menteri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 May 2021 08:26:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SKB 3 Menteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=103544</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Mantan Wali Kota Padang Fauzi Bahar bersyukur dengan putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang membatalkan Surat Bersama Tiga Menteri (SKB) yang mengatur tentang seragam di sekolah. Dia merupakan salah seorang tokoh yang menolak SKB tersebut Fauzi Bahar mengaku gembira karena merasa MA sebagai lembaga yudikatif telah memberikan keadilan dan perlindungan hak umat Islam untuk menerapkan pakaian di sekolah sesuai anjuran agamanya. &#8220;Kita tentu bersyukur. Ini Hadiah terbesar bagi kita khususnya Sumatra Barat dan umat Islam Indonesia pada umumnya. Berkah Lailatul Qadar buat kita, bagi saya ini THR,&#8221; katanya, Jumat (7/5/2021). Ia mengatakan, bersama sejumlah tokoh Sumbar gencar mengkritisi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jadi-tokoh-yang-ikut-menolak-fauzi-bahar-bersyukur-ma-batalkan-skb-tiga-menteri/">Jadi Tokoh yang Ikut Menolak, Fauzi Bahar Bersyukur MA Batalkan SKB Tiga Menteri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://langgam.id">Langgam.id</a> &#8211;</strong> Mantan Wali Kota Padang Fauzi Bahar bersyukur dengan putusan Mahkamah Agung (<a href="https://www.mahkamahagung.go.id/id">MA</a>) RI yang membatalkan Surat Bersama Tiga Menteri (SKB) yang mengatur tentang seragam di sekolah. Dia merupakan salah seorang tokoh yang menolak SKB tersebut</p>
<p>Fauzi Bahar mengaku gembira karena merasa MA sebagai lembaga yudikatif telah memberikan keadilan dan perlindungan hak umat Islam untuk menerapkan pakaian di sekolah sesuai anjuran agamanya.</p>
<p>&#8220;Kita tentu bersyukur. Ini Hadiah terbesar bagi kita khususnya Sumatra Barat dan umat Islam Indonesia pada umumnya. Berkah Lailatul Qadar buat kita, bagi saya ini THR,&#8221; katanya, Jumat (7/5/2021).</p>
<p>Ia mengatakan, bersama sejumlah tokoh Sumbar gencar mengkritisi dan menolak SKB tiga menteri tentang aturan berpakaian di sekolah yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tersebut.</p>
<p>Wali Kota Padang periode 2004-2014 itu semasa menjabat menjadi figur yang pertama kali mengeluarkan aturan Pemko Padang yang mengharuskan siswi muslim memakai pakaian muslimah. Sementara siswi nonmuslim diberi pilihan untuk menyesuaikan atau tidak.</p>
<p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://langgam.id/kabulkan-tuntutan-lkaam-sumbar-ma-batalkan-skb-3-menteri-soal-seragam-sekolah/">Kabulkan Tuntutan LKAAM Sumbar, MA Batalkan SKB 3 Menteri Soal Seragam Sekolah</a></p>
<p>Ia mengaku sangat kecewa ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memotori terbitnya SKB tiga menteri ini. Menurutnya, Menteri Nadiem Makarim telah mendapatkan informasi yang tidak utuh yang kemudian melatari keluarnya SKB ini.</p>
<p>Dalam dunia pendidikan terangnya, memang harus ada aturan yang sedikit memaksa kepada peserta didik agar karakternya lebih terbentuk.</p>
<p>&#8220;Untuk mengajarkan salat saja, anak umur tujuh tahun boleh dipukul. Kan itu buat kebaikan supaya ketika sudah dewasa tidak pernah meninggalkan kewajiban shalat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kini setelah MA membatalkan SKB ini, ia berharap penerapan berpakaian di sekolah, khususnya di Sumbar tidak lagi menjadi persoalan. Karena sejak ia menerapkan aturan berpakaian muslimah di sekolah di Kota Padang pada 2005 lalu tidak pernah jadi perdebatan luas.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, MA telah membatalkan SKB tiga menteri tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.</p>
<p>Tuntutan itu berdasarkan, perkara nomor: 17/P/HUM/2021, yang merupakan permohonan diajukan oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar.<strong> (Rahmadi/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jadi-tokoh-yang-ikut-menolak-fauzi-bahar-bersyukur-ma-batalkan-skb-tiga-menteri/">Jadi Tokoh yang Ikut Menolak, Fauzi Bahar Bersyukur MA Batalkan SKB Tiga Menteri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103544</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ASN Mentawai Bantu Seragam Sekolah Anak-anak Pengungsi yang Dituduh Dukun Santet</title>
		<link>https://langgam.id/asn-mentawai-bantu-seragam-sekolah-anak-anak-pengungsi-yang-dituduh-dukun-santet/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Furqan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2019 00:37:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun Santet]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[pns]]></category>
		<category><![CDATA[Seragam Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=17338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai, khususnya yang bertugas di Tuapeijat bantu seragam sekolah anak-anak pengungsi dari Pulitcoman yang dituduh dukun santet. Bantuan tersebut berupa seragam sekolah, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya, serta sejumlah pakaian yang layak pakai. Mala (36) salah seorang ASN Dinas Keperindag Mentawai menyebutkan, prihatin terhadap masalah yang terjadi di Pulitcoman, yang berdampak terhadap anak-anak yang masih di bawah umur. “Kita sangat kasihan melihat mereka (pengungsi), ini berdampak terhadap anak kecil yang belum tahu apa-apa. Sekolah mereka terlantar. Karena itu, kita (ASN) turut membantu perlengkapan sekolah untuk mereka,” ujarnya melalui</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/asn-mentawai-bantu-seragam-sekolah-anak-anak-pengungsi-yang-dituduh-dukun-santet/">ASN Mentawai Bantu Seragam Sekolah Anak-anak Pengungsi yang Dituduh Dukun Santet</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> – Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran <a href="https://langgam.id/?s=Mentawai">Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai</a>, khususnya yang bertugas di Tuapeijat bantu seragam sekolah anak-anak <a href="https://langgam.id/dituduh-dukun-santet-1-kaum-di-dusun-politcoman-mentawai-diusir-warga/">pengungsi dari Pulitcoman yang dituduh dukun santet</a>.</p>
<p>Bantuan tersebut berupa seragam sekolah, sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya, serta sejumlah pakaian yang layak pakai.</p>
<p>Mala (36) salah seorang ASN Dinas Keperindag Mentawai menyebutkan, prihatin terhadap masalah yang terjadi di Pulitcoman, yang berdampak terhadap anak-anak yang masih di bawah umur.</p>
<p>“Kita sangat kasihan melihat mereka (pengungsi), ini berdampak terhadap anak kecil yang belum tahu apa-apa. Sekolah mereka terlantar. Karena itu, kita (ASN) turut membantu perlengkapan sekolah untuk mereka,” ujarnya melalui rilis yang diterima <a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>, Jumat (25/10/2019).</p>
<p>Menurut Mala, tidak seharusnya anak-anak turut menjadi korban terhadap perlakukan seperti itu. Tapi, apa boleh buat, mereka yang masih lugu dan polos turut terkena imbas atas <a href="https://langgam.id/dituduh-dukun-santet-1-kaum-di-dusun-politcoman-mentawai-diusir-warga/">tudingan santet yang belum tentu kebenarannya itu</a>.</p>
<p>“Pas kita kasih baju sekolah, mereke tersenyum dan bertanya apakah besok mereka sudah bisa untuk sekolah. Hal itu sontak membuat saya sedih. Ya, mereka (anak-anak) masih sangat polos,” ungkap Mala.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) <a href="https://langgam.id/perkuat-ekonomi-masyarakat-bupati-mentawai-ajak-warganya-berwirausaha/">Kabupaten Kepulauan Mentawai</a>, Martinus menyebutkan, bahwa pihaknya sudah meminta dinas pendidikan untuk segera memberikan tempat agar anak-anak tersebut bisa sekolah kembali.</p>
<p>“Agar sepuluh orang anak-anak tersebut bisa sekolah dan (pendidikan) mereka tidak terlantar,” ujarnya kepada awak media. <strong>(*/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/asn-mentawai-bantu-seragam-sekolah-anak-anak-pengungsi-yang-dituduh-dukun-santet/">ASN Mentawai Bantu Seragam Sekolah Anak-anak Pengungsi yang Dituduh Dukun Santet</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17338</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/88 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 04:46:23 by W3 Total Cache
-->