<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Sekolah Dasar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/sekolah-dasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/sekolah-dasar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Nov 2025 02:13:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Sekolah Dasar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/sekolah-dasar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>SD Telkom Padang Gelar Market Day “Wujudkan Impian dengan Semangat Wirausaha &#038; Public Speaking”</title>
		<link>https://langgam.id/sd-telkom-padang-gelar-market-day-wujudkan-impian-dengan-semangat-wirausaha-public-speaking/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 15:02:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Dasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=237788</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Sekolah lingkungan SD Telkom Padang penuh dengan semangat hari ini. Suasana ramah jual-beli dan interaksi aktif mewarnai kegiatan tahunan Market Day yang bukan sekadar bazar, melainkan pembelajaran nyata untuk siswa. Tema tahun ini, “Wujudkan Impian dengan Semangat Wirausaha &#38; Public Speaking”, menjadi pijakan utama seluruh rangkaian acara yang dirancang agar siswa aktif sebagai penjual, pembeli, pemasar, sekaligus komunikator. Mulai dari siswa kelas 1 dan 2 yang menjual barang jadi dan cenderamata, hingga siswa kelas 3 dan 4 yang menawarkan makanan ringan seperti donat, ice cream, dan puding. Sementara itu, siswa kelas 5 dan 6 menghadirkan makanan berat seperti</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sd-telkom-padang-gelar-market-day-wujudkan-impian-dengan-semangat-wirausaha-public-speaking/">SD Telkom Padang Gelar Market Day “Wujudkan Impian dengan Semangat Wirausaha &amp; Public Speaking”</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PalantaLanggam &#8211; </strong>Sekolah lingkungan SD Telkom Padang penuh dengan semangat hari ini. Suasana ramah jual-beli dan interaksi aktif mewarnai kegiatan tahunan Market Day yang bukan sekadar bazar, melainkan pembelajaran nyata untuk siswa.</p>



<p>Tema tahun ini, “Wujudkan Impian dengan Semangat Wirausaha &amp; Public Speaking”, menjadi pijakan utama seluruh rangkaian acara yang dirancang agar siswa aktif sebagai penjual, pembeli, pemasar, sekaligus komunikator.</p>



<p>Mulai dari siswa kelas 1 dan 2 yang menjual barang jadi dan cenderamata, hingga siswa kelas 3 dan 4 yang menawarkan makanan ringan seperti donat, ice cream, dan puding. Sementara itu, siswa kelas 5 dan 6 menghadirkan makanan berat seperti sate, spageti, nasi ayam bakar dan es kelapa muda.</p>



<p>Tahun ini hadir pula inovasi: stand-stand khusus seperti kegiatan bimbingan karir (bimkar) Cooking Club Junior dengan rujak, sandwich, puding; bimkar Eco Ranger yang menjual hasil panen sayuran hidroponik; serta stand Perpustakaan sekolah yang mempromosikan buku digital. Pilihan produk yang beragam ini tidak hanya menunjukkan kreativitas siswa, tetapi juga keterlibatan mereka dalam pengorganisasian tugas dan tanggung jawab kelompok.</p>



<p>Market Day dirancang lebih dari sekadar transaksi jual-beli. Tujuan utamanya adalah membangun jiwa kewirausahaan siswa melalui pengalaman langsung: menjual, memasarkan, menghitung uang secara jujur, dan melayani pembeli dengan sopan. Selain itu, melalui tema public speaking dan promosi kreatif, siswa dilatih mengekspresikan diri, bertukar ide dengan teman maupun mitra, dan memperkuat kemampuan bekerja sama secara solid.</p>



<p>Suasana bazar semakin hidup dengan rangkaian kegiatan edukatif dan pertunjukan seni. Ada penampilan tim tahfiz yang menyambung bacaan ayat-ayat pendek dari juz 30, story telling, solo song, pencak silat, tari piring, three-voice junior &amp; senior, student band, hingga teacher band dari SD Telkom Padang. Riuh tepuk tangan, musik, dan tawa siswa serta orang tua menjadi bukti bahwa kegiatan ini tidak hanya ramai tetapi penuh makna.</p>



<p>Semua siswa SD Telkom Padang dari kelas 1 hingga 6 sebanyak 688 orang aktif berpartisipasi. Guru dan karyawan sekolah sebanyak 51 orang ikut membantu mensukseskan acara. Setiap kelas dibagi menjadi empat kelompok yang bergilir menjadi penjual dan pembeli antar-stand. Keterlibatan seluruh warga sekolah memperkuat semangat kolaborasi dan kebersamaan.</p>



<p>Market Day telah menjadi agnda rutin sekolah sejak tahun 2019. Kegiatan ini diadakan sebagai upaya menanamkan nilai-karakter seperti kemandirian, kreativitas, tanggung jawab, dan semangat kewirausahaan pada siswa sejak dini. Melalui aktivitas nyata, siswa belajar menerapkan teori dalam kehidupan sehari-hari: berjualan, menghitung keuntungan, dan bekerja sama dalam tim. Selain itu, kegiatan ini mendukung profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka karena mengasah karakter jujur, gotong-royong, tanggung jawab, serta pengalaman belajar yang bermakna.</p>



<p>Tahap persiapan dimulai beberapa hari sebelum pelaksanaan: guru, siswa, dan orang tua bekerja sama memilih produk, membuat video promosi kreatif hingga menyebarkannya melalui media sosial sekolah. Pada hari H, acara dibuka secara formal dengan penampilan tari pasambahan dari bimkar Sanggar Rang Mudo Kaciak, dilanjutkan lagu Indonesia Raya, Mars YPT, dan Mars Telkom Schools.</p>



<p>Sambutan kepala sekolah serta pemotongan pita secara simbolis oleh kepala sekolah, pengawas sekolah dan tamu undangan menandai dimulainya transaksi. Selama kegiatan, sekolah berubah menjadi pusat kegiatan jual-beli: siswa melayani pembeli dengan percaya diri dan sopan-santun, pembayaran bisa secara tunai maupun QRIS, dan penjualan disiarkan melalui panel layar datar interaktif. Suasana penuh keceriaan dan antusiasme membuat proses belajar berlangsung sekaligus menyenangkan.</p>



<p>Siswa sangat antusias menawarkan produk, melayani pembeli, dan menikmati proses belajar sambil bermain bersama teman serta pengunjung.<br>Guru-guru aktif membimbing dan mendampingi, orang tua hadir dengan semangat mendukung anak-anak mereka. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara siswa, guru dan orang tua dalam suasana yang menyenangkan.</p>



<p>Hasilnya: Market Day berhasil meningkatkan semangat kewirausahaan dan kerja sama antar siswa. Mereka lebih kreatif dalam mempromosikan produk, lebih mandiri dalam menanggung tugas, dan lebih percaya diri dalam berinteraksi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menumbuhkan karakter pelajar Pancasila: jujur, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab.</p>



<p>“Saya sangat bangga melihat antusiasme anak-anak saat berdagang hari ini. Tidak hanya belajar berwirausaha, mereka juga belajar bekerja sama dengan teman, adanya rasa tanggung jawab dan melayani pembeli dengan sopan. Ini pengalaman yang bermakna bagi mereka.” Wali Kelas 5 A, Hirma Meuthia</p>



<p>Pada kesempatan yang sama, salah seorang orang tua siswa yang turut aktif terlibat mendukung kegiatan market day menuturkan “Sebagai orang tua, saya senang sekali anak anak aktif terlibat dalam kegiatan Market Day. Melihat siswa memilih produk, belajar komunikasi dengan mitra untuk memasarkan produk, menjual produk produk, menghitung uang dan melayani pembeli, membuat saya yakin bahwa karakter kemandirian dan tanggung-jawab benar-benar tumbuh sejak dini.” ujar Rahmi</p>



<p>“Kegiatan seperti ini sangat penting. Anak-anak bukan hanya belajar teori di kelas, tetapi langsung praktek di lapangan itu yang membuat perbedaan besar. Terima kasih kepada sekolah atas penyelenggaraan yang mendidik dan menyenangkan ini untuk semua siswa.” Nurwiyeni , Orang tua siswa Kelas 6</p>



<p>Dengan berakhirnya Market Day tahun ini, SD Telkom Padang membawa pulang sebuah kemenangan bukan sekadar angka penjualan, tetapi kemenangan dalam bentuk pengalaman hidup dan karakter siswa yang semakin tangguh menghadapi masa depan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sd-telkom-padang-gelar-market-day-wujudkan-impian-dengan-semangat-wirausaha-public-speaking/">SD Telkom Padang Gelar Market Day “Wujudkan Impian dengan Semangat Wirausaha &amp; Public Speaking”</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">237788</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Dasar di Australia: Tanpa PR dan Buku</title>
		<link>https://langgam.id/sekolah-dasar-di-australia-tanpa-pr-dan-buku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 07:31:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Dasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya ingin berbagai sekilas tentang pendidikan dasar di Australia. Ini berdasarkan pengalaman kedua anak saya. Putra saya kini tengah mengecap bangku sekolah dasar, tepatnya kelas 4 SD, adapun putri saya sudah beajar di kelas 7 (SMP). Tulisan ini hanya fokus pada sekolah dasar. Pendidikan di Australia dimulai dari TK dan persiapan pada usia lima hingga enam tahun. Nama setiap tahap sekolah bervariasi, tergantung negara bagian atau teritori masing-masing. Berdasarkan kesepakatan antar negara bagian atau teritori, para siswa menempuh pendidikan sekitar 13 tahun sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Di Indonesia, anak-anak bersekolah dari usia 6 hingga 18 tahun, yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekolah-dasar-di-australia-tanpa-pr-dan-buku/">Sekolah Dasar di Australia: Tanpa PR dan Buku</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Saya ingin berbagai sekilas tentang pendidikan dasar di Australia. Ini berdasarkan pengalaman kedua anak saya. Putra saya kini tengah mengecap bangku sekolah dasar, tepatnya kelas 4 SD, adapun putri saya sudah beajar di kelas 7 (SMP). Tulisan ini hanya fokus pada sekolah dasar. Pendidikan di Australia dimulai dari TK dan persiapan pada usia lima hingga enam tahun. Nama setiap tahap sekolah bervariasi, tergantung negara bagian atau teritori masing-masing. </p>



<p>Berdasarkan kesepakatan antar negara bagian atau teritori, para siswa menempuh pendidikan sekitar 13 tahun sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Di Indonesia, anak-anak bersekolah dari usia 6 hingga 18 tahun, yang meliputi tahap sekolah dasar dan menengah. Jika kita membandingkan kurikulum sekolah di Australia dengan kurikulum di Indonesia atau negara-negara para imigran lainnya, kita bakal menemukan perbedaan besar, baik dalam materi maupun proses belajar mengajarnya.</p>



<p>Kurikulum di Indonesia dan negara-negara Arab sangat mengandalkan hafalan dengan kurikulum yang ketat setiap tahun. Siswa harus belajar, mengikuti ujian dan lulus demi memenuhi syarat untuk naik kelas. Oleh karena itu, para siswa di Indonesia dan Timur Tengah memiliki pengetahuan yang lebih baik dan luas tentang kebudayaan secara umum. </p>



<p>Ini berbeda dengan kurikulum Australia yang didasarkan pada pemahaman dan budaya kehidupan sehari-hari. Ini memberikan para peserta didik ruang yang cukup, jauh dari tekanan, dan peluang mengembangkan keterampilan diri.</p>



<p>Salah satu referensi resmi pertama yang membantu para mahasiswa internasional &nbsp;dan migran untuk memilih sekolah di Australia adalah <em>Myschool</em>, yang memberikan informasi tentang semua sekolah, terutama literasi siswa dan hasil tes matematika. Ini dikenal sebagai tes Naplan. Metode mengevaluasi sekolah dan mengklasifikasikannya secara nasional adalah salah satu perbedaan yang ditemuai warga asing dibandingkan dengan negara asal mereka.</p>



<p>Ujian Naplan tidak dimaksudkan untuk menjadi penilaian kompetensi sekolah di Australia. Sebaliknya, ujian&nbsp;ini berfungsi untuk memberikan penilaian tingkat atau kemampuan siswa. Tetapi bagi sementara orang tua, Naplan telah menjadi cara untuk mengevaluasi sekolah secara akademis. Ketika banyak orang tua berkewarganegaraan asing memilih menempatkan anak-anak mereka di sekolah-sekolah yang ketat secara akademis, warga Australia tidak memandang cara penilaian seperti itu.</p>



<p>Seusai mengetahui tingkat akademik sekolah lewat Naplan, para orang tua atau wali murid, khususnya para imigran, kerap kali menghadapi persoalan yang relatif membingungkan: apakah memilih sekolah negeri atau swasta untuk anak-anak mereka? Bagi mereka yang berasal dari Asia, termasuk Indonesia, pilihan ini cukup dilematis sebab sekolah umum kerap membagikan informasi atau hal-hal yang masih dianggap tabu kepada siswa, semisal isu LGBTQ. Karena itu, tidak jarang orang tua Muslim mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah Katolik karena tidak tersedianya sekolah Islam di mana mereka berdomisili.</p>



<p>Sebuah studi baru di Australia menunjukkan bahwa 30% anak-anak dan 40% remaja memilih sekolah swasta. Biaya sekolah sangat bervariasi, tergantung pada jenis sekolah swasta dan berbagai sektor yang dikelolanya. Orang tua murid merasakan mereka diperlakukan sebagai klien di sekolah swasta, sebab mereka membayar ribuan dolar agar anak-anak mereka bisa sekolah di sini. Mereka memiliki harapan besar dari sekolah yang mereka inginkan. Sementara, sekolah umum tidak memberi kesempatan luas atau mengakomodasi ekspektasi orang tua murid sebab mereka sudah punya pakem sendiri sesuai dengan aturan pendidikan di negara bagian atau teritori masing-masing. Statistik terbaru menunjukkan bahwa orang tua murid percaya bahwa sekolah swasta di Australia akan memberikan pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak mereka, dan akan mempersiapkan mereka untuk sukses dalam hidup, meski belum ada bukti konklusif atas klaim ini.</p>



<p>Hal yang paling mengejutkan bagi banyak orang tua dari negara-negara asing adalah metode pengajaran di tingkat dasar. Tidak ada buku wajib, program, dan silabus untuk setiap semester. Banyak wali murid yang tidak tahu atau paham bagaimana mendukung anak-anak mereka untuk belajar di rumah, kecuali mereka pergi ke sekolah dan bertanya kepada guru tentang topik yang dibahas minggu ini di kelas, sehingga mereka dapat menindaklanjutinya di rumah dari bahan-bahan lain atau eksternal.</p>



<p>Komunikasi antara orang tua dan para guru sangat sedikit dan jarang secara fisik. Pola komunikasi lebih memanfaatkan pola-pola digital. Sebagai misal, sekolah dasar di mana putra saya sekolah menggunakan aplikasi <em>Seesaw</em>, sementara sekolah menengah tempat putri saya belajar memakai aplikasi <em>Compass</em>. Lewat aplikasi ini, orang tua bisa memantau kegiatan anak mereka di sekolah, termasuk foto-foto mereka.&nbsp;Yang paling membedakan sekolah di Australia dan Indonesia adalah bahwa sekolah dasar di Australia menerapkan kebijakan tiada PR (<em>No Home Work Policy</em>), sesuatu yang kontras dibandingkan dengan sekolah-sekolah di Indonesia, negara-negara Arab, Asia Selatan bahkan Afrika yang terbiasa dengan materi pendidikan yang ketat dan intens.</p>



<p>Sekolah-sekolah di Australia memiliki peran penting dalam membangun harmoni budaya antara budaya di Australia mengingat posisi Australia sebagai negara tujuan para imigran. Kurikulum Australia menekankan untuk mengajar siswa tentang budaya First Nations, yakni masyarakat pribumi Australia, Aborigin. Kaum imigran mendapat manfaat dari pendekatan ini. Mereka menemukan sesuatu yang baru saat mempelajarinya lewat anak-anak mereka. Pada gilirannya, mempromosikan pendidikan tentang First Nations di Australia membantu siswa mengembangkan pemahaman mereka tentang perbedaan budaya dan menghormati keragaman budaya Australia.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekolah-dasar-di-australia-tanpa-pr-dan-buku/">Sekolah Dasar di Australia: Tanpa PR dan Buku</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah di Padang Tidak Bebankan Tugas Anak yang Belajar Mandiri</title>
		<link>https://langgam.id/sekolah-di-padang-tidak-bebankan-tugas-anak-yang-belajar-mandiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2022 04:46:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Tatap Muka]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=147817</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Sekolah di Padang Tidak Bebankan Tugas Anak yang Belajar Mandiri. Langgam.id &#8211; Sejumlah sekolah dasar di Kota Padang tidak akan membebani siswa yang belum melakukan vaksinasi dengan tugas. Hal itu dinilai sebagai upaya agar orang tua segera mengizinkan anaknya divaksin. Sebelumnya, berdasarkan edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, siswa yang belum vaksinasi tidak dibolehkan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). &#8220;Berdasarkan hasil rapat kemarin, kepala sekolah sepakat untuk tidak kasih tugas. Jadi sepenuhnya dibimbing oleh orang tua atau wali murid,&#8221; kata pihak SDN 01 Bandar Buat M. Furqon kepada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekolah-di-padang-tidak-bebankan-tugas-anak-yang-belajar-mandiri/">Sekolah di Padang Tidak Bebankan Tugas Anak yang Belajar Mandiri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Sekolah di Padang Tidak Bebankan Tugas Anak yang Belajar Mandiri.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Sejumlah sekolah dasar di Kota Padang tidak akan membebani siswa yang belum melakukan vaksinasi dengan tugas. Hal itu dinilai sebagai upaya agar orang tua segera mengizinkan anaknya divaksin.</p>
<p>Sebelumnya, berdasarkan edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, siswa yang belum vaksinasi tidak dibolehkan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).</p>
<p>&#8220;Berdasarkan hasil rapat kemarin, kepala sekolah sepakat untuk tidak kasih tugas. Jadi sepenuhnya dibimbing oleh orang tua atau wali murid,&#8221; kata pihak SDN 01 Bandar Buat M. Furqon kepada langgam.id, Kamis (10/2/2022).</p>
<p>Furqon mengatakan, saat ini pihaknya hanya menyelenggarakan PTM untuk siswa yang sudah divaksinasi saja. &#8220;Itu keputusan kita. Supaya orang tua mau membawa anaknya untuk vaksinasi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Furqon mengatakan, terkait polemik edaran Disdikbud itu, hari ini Pemko Padang akan melakukan koordinasi dengan DPRD Kota Padang terkait tindak lanjut yang akan dilakukan.</p>
<p>Hal serupa juga ditetapkan di SDN 37 Anduring, Kecamatan Kuranji. Salah seorang guru di SDN Teti mengatakan, pihaknya tetap mengacu pada edaran Disdikbud.</p>
<p>Kata Teti, sekolahnya belum sepenuhnya siswa menerima vaksinasi. Ia mengatakan, sekolah akan tetap selenggarakan PTM walau siswa yang hadir sedikit.</p>
<p>&#8220;Kalau ada datang tiga orang tetap kita ajar,&#8221; katanya.</p>
<p>Saat dimintai keterangan lebih lanjut, hingga berita ini diturunkan, Kepala Disdikbud Kota Padang Habibul Fuadi belum memberi tanggapan. Langgam.id sudah berupaya untuk menghubungi Fuadi, namun tidak merespon.</p>
<p>Ketua Komisi IV DPRD Padang Mastilizal Aye mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemko Padang untuk mencarikan solusi terbaik. Surat edaran, lanjutnya, upaya yang diambil Pemko dalam merespon situasi terkini.</p>
<p>&#8220;Belakangan ini setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan siswa terpapar Covid-19. Ini adalah langkah darurat yang dipilih,&#8221; kata dia.</p>
<p>Menurutnya, situasi pendidikan anak akan lebih berbahaya apabila orang tua menolak anaknya divaksin. Kendati demikian, ia tidak menampik semua orang tua mampu memberikan bimbingan belajar secara mandiri terhadap anaknya.</p>
<p>Demi kelancaran pendidikan anak, Mastilizal menekankan, orang tua tidak usah khawatir apabila anaknya divaksinasi. Informasi miring tentang vaksin di sosial media belum ada pembuktian sejauh ini.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/disdikbud-padang-pastikan-tak-ada-sekolah-daring-untuk-anak-yang-tak-divaksin/">Disdikbud Padang Pastikan Tak Ada Sekolah Daring untuk Anak yang Tak Divaksin</a></strong></p>
<p>&#8220;Kami akan terus mengupayakan agar anak yang belajar mandiri di rumah tetap mendapat akses pendidikan memadai. Pemko kami minta tidak lepas tangan,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekolah-di-padang-tidak-bebankan-tugas-anak-yang-belajar-mandiri/">Sekolah di Padang Tidak Bebankan Tugas Anak yang Belajar Mandiri</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147817</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Dasar di Padang Mengaku Masih Menunggu Jadwal Vaksinasi</title>
		<link>https://langgam.id/sekolah-dasar-di-padang-mengaku-masih-menunggu-jadwal-vaksinasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2022 05:47:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Tatap Muka]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=147716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang Panjang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Sekolah Dasar di Padang Mengaku Masih Menunggu Jadwal Vaksinasi. Langgam.id &#8211; Sejumlah sekolah dasar di Kota Padang mengaku masih menunggu jadwal vaksinasi. Sementara itu, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap dilaksanakan, Rabu (9/2/2022). Berdasarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 07 Februari itu, sekolah hanya dibolehkan menggelar PTM untuk siswa yang sudah divaksin. Sementara sejauh ini belum seluruh siswa di Padang melaksanakan vaksinasi. &#8220;Vaksinasi tahap satu sudah selesai. Sudah 40 persen. Untuk tahap dua tanggal 14 ini,&#8221; kata Kepala SDN 02 Cupak Tangah Siti Mardiah yang ditemui di sekolahnya. Alasan tetap menggelar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekolah-dasar-di-padang-mengaku-masih-menunggu-jadwal-vaksinasi/">Sekolah Dasar di Padang Mengaku Masih Menunggu Jadwal Vaksinasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang Panjang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Sekolah Dasar di Padang Mengaku Masih Menunggu Jadwal Vaksinasi.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Sejumlah sekolah dasar di Kota Padang mengaku masih menunggu jadwal vaksinasi. Sementara itu, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap dilaksanakan, Rabu (9/2/2022).</p>
<p>Berdasarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 07 Februari itu, sekolah hanya dibolehkan menggelar PTM untuk siswa yang sudah divaksin. Sementara sejauh ini belum seluruh siswa di Padang melaksanakan vaksinasi.</p>
<p>&#8220;Vaksinasi tahap satu sudah selesai. Sudah 40 persen. Untuk tahap dua tanggal 14 ini,&#8221; kata Kepala SDN 02 Cupak Tangah Siti Mardiah yang ditemui di sekolahnya.</p>
<p>Alasan tetap menggelar PTM, jelasnya, karena capaian vaksinasi di sekolahnya tengah digencarkan. Dua hari terakhir pihaknya selalu sosialisasi kepada wali murid agar anaknya divaksin.</p>
<p>&#8220;Tanggal 14 jadwal vaksin kedua. Jadi yang belum vaksin, hari itu akan dilaksanakan,&#8221; kata Mardiah.</p>
<p>Mardiah mengatakan, sejauh ini, belum ditemukan orang tua murid yang menolak anaknya divaksin. &#8220;Kalau memang tidak bisa karena kondisi kesehatan, ya, tidak bisa dipaksakan,&#8221; katanya.</p>
<p>Di SDN 18 Anduring, PTM masih tetap diberlakukan. Petugas Tata Usaha Citra Dina mengatakan, pihaknya belum mendapat arahan dari kepala sekolah sebab masih kondisi sakit.</p>
<p>Selain itu, kata Citra, SDN 18 Anduring masih menunggu vaksinasi yang dijadwalkan pada 17 Februari mendatang. Siswa di sana berjumlah 55 orang, dan 19 orang sudah melaksanakan vaksinasi.</p>
<p>Kondisi serupa juga terlihat di SDN 24 Jati. Sekolah itu baru akan melakukan vaksinasi pada 14 Februari mendatang.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/se-disdikbud-padang-ptm-diberikan-kepada-siswa-yang-telah-divaksin/">SE Disdikbud Padang, PTM Diberikan kepada Siswa yang Telah Divaksin</a></strong></p>
<p>Salah seorang wali murid Edi mengatakan, dirinya tidak keberatan jika anaknya divaksin. &#8220;Kalau aturan seperti itu, kita aman-aman saja. Yang jelas pendidikan anak tidak terkendala,&#8221; katanya.</p>
<p>Edi mengatakan, anaknya akan mengikuti vaksinasi sesuai jadwal dari sekolah. &#8220;Kemarin, karena anak karena anak saya demam, jadi tidak bisa. Tunggu sembuh dulu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang Panjang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekolah-dasar-di-padang-mengaku-masih-menunggu-jadwal-vaksinasi/">Sekolah Dasar di Padang Mengaku Masih Menunggu Jadwal Vaksinasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147716</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/65 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-23 16:53:46 by W3 Total Cache
-->