<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Sapi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/sapi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/sapi/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Sep 2025 12:09:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Sapi Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/sapi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Kematian Puluhan Sapi di Mentawai Diduga akibat Virus Jembrana, Vaksinasi Dimulai</title>
		<link>https://langgam.id/kematian-puluhan-sapi-di-mentawai-diduga-akibat-virus-jembrana-vaksinasi-dimulai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 12:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=234766</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Desa Sipora Jaya di Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, sedang dilanda keresahan yang mendalam. Kepala Desa Lutfi Anto melaporkan kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, bahwa sebanyak 21 ekor sapi dari 100 ekor ternak milik warga telah mati dalam sepekan terakhir, tanpa ada penjelasan yang jelas mengenai penyebabnya. Kejadian ini memicu kekhawatiran yang meluas di kalangan peternak. Menurut Lutfi dalam pesan WhatsApp-nya kepada Alex, sapi-sapi tersebut menunjukkan gejala yang sangat mencurigakan, yang akhirnya diketahui sebagai infeksi Virus Jembrana, virus mematikan yang umumnya menyerang Sapi Bali. &#8220;Kami sudah melaporkan ke dinas terkait di kabupaten,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kematian-puluhan-sapi-di-mentawai-diduga-akibat-virus-jembrana-vaksinasi-dimulai/">Kematian Puluhan Sapi di Mentawai Diduga akibat Virus Jembrana, Vaksinasi Dimulai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Desa Sipora Jaya di Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, sedang dilanda keresahan yang mendalam. Kepala Desa Lutfi Anto melaporkan kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, bahwa sebanyak 21 ekor sapi dari 100 ekor ternak milik warga telah mati dalam sepekan terakhir, tanpa ada penjelasan yang jelas mengenai penyebabnya. Kejadian ini memicu kekhawatiran yang meluas di kalangan peternak.</p>



<p>Menurut Lutfi dalam pesan WhatsApp-nya kepada Alex, sapi-sapi tersebut menunjukkan gejala yang sangat mencurigakan, yang akhirnya diketahui sebagai infeksi Virus Jembrana, virus mematikan yang umumnya menyerang Sapi Bali. &#8220;Kami sudah melaporkan ke dinas terkait di kabupaten, namun hingga saat ini belum ada respon yang memadai. Masyarakat semakin resah, karena jumlah sapi yang mati terus bertambah setiap harinya,&#8221; ungkap Lutfi.</p>



<p>Sejak tanggal 15 September 2025, wabah ini mulai menyebar di desa tersebut. Gejala yang muncul pada sapi yang terinfeksi antara lain adalah pembesaran dubur yang menjadi merah, diare dengan tinja berdarah, serta cairan yang keluar secara berlebihan dari hidung dan mulut. Kondisi ini mengindikasikan bahwa virus tersebut sudah meresap dan menyebabkan kerusakan parah pada tubuh sapi.</p>



<p>Merespons laporan tersebut, Alex Indra Lukman segera berkoordinasi dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. &#8220;Alhamdulillah, Pak Dirjen dan tim langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan ini. Hari Senin, tim kesehatan hewan dari Balai Veteriner Bukittinggi langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi di desa tersebut,&#8221; ujar Alex, Seasa (23/9/2025).</p>



<p>Yonathan, salah satu tokoh muda di Desa Sipora Jaya, juga mengonfirmasi kedatangan tim kesehatan hewan ke lokasi. &#8220;Sapi-sapi yang belum terjangkit virus, langsung divaksin dan diberikan suntikan vitamin. Kehadiran tim ini sedikit mengurangi keresahan warga, meskipun kami tetap cemas dengan kematian sapi yang terus berlanjut,&#8221; ujar Yonathan dengan rasa khawatir.</p>



<p>Selain itu, tim kesehatan hewan juga memberikan saran agar sapi yang sudah mati segera dikuburkan dengan kedalaman minimal 1 meter untuk mencegah penularan lebih lanjut.</p>



<p>Kepala Desa Lutfi Anto, yang turut merasakan dampak dari wabah ini, mengucapkan terima kasih atas respon cepat dari Alex Indra Lukman yang telah memfasilitasi penanganan medis untuk sapi-sapi yang belum terjangkit. &#8220;Kami sangat berterima kasih kepada Pak Alex Indra Lukman. Berkat bantuan beliau, vaksinasi dan pemberian suntikan vitamin bisa segera dilakukan. Semoga dengan langkah-langkah ini, penularan Virus Jembrana bisa dihentikan, dan peternak di Desa Sipora Jaya dapat kembali tenang,&#8221; tutup Lutfi.</p>



<p>Dengan vaksinasi yang telah dimulai dan penanganan medis yang lebih terorganisir, warga berharap wabah ini bisa segera dikendalikan, dan peternakan di Kepulauan Mentawai tidak terus terancam oleh penyakit yang mematikan ini. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kematian-puluhan-sapi-di-mentawai-diduga-akibat-virus-jembrana-vaksinasi-dimulai/">Kematian Puluhan Sapi di Mentawai Diduga akibat Virus Jembrana, Vaksinasi Dimulai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">234766</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemotongan Sapi di Padang Diprediksi Naik Jelang Ramadan, Pemko Jamin Kesehatan Hewan</title>
		<link>https://langgam.id/pemotongan-sapi-di-padang-diprediksi-naik-jelang-ramadan-pemko-jamin-kesehatan-hewan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2025 08:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=222291</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani mengatakan bahwa jelang Ramadan, terjadi peningkatan pemotongan sapi di Kota Padang, khususnya di Rumah Potong Hewan (RPH) Aia Pacah. Ia menjelaskan bahwa pada dua hingga tiga hari jelang Ramadan, biasanya jumlah sapi yang dipotong di RPH tersebut mencapai sekitar 30 ekor per hari. Pada hari-hari biasa, ungkap Yoice, RPH Aia Pacah milik Pemko Padang memotong sekitar 15-20 ekor sapi setiap harinya. Sebagian besar sapi yang dipotong di Kota Padang, terang Yoice, berasal dari Lampung dan telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Kemudian, kata Yoice, setiap sapi yang akan disembelih</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemotongan-sapi-di-padang-diprediksi-naik-jelang-ramadan-pemko-jamin-kesehatan-hewan/">Pemotongan Sapi di Padang Diprediksi Naik Jelang Ramadan, Pemko Jamin Kesehatan Hewan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani mengatakan bahwa jelang Ramadan, terjadi peningkatan pemotongan sapi di Kota Padang, khususnya di Rumah Potong Hewan (RPH) Aia Pacah.</p>



<p>Ia menjelaskan bahwa pada dua hingga tiga hari jelang Ramadan, biasanya jumlah sapi yang dipotong di RPH tersebut mencapai sekitar 30 ekor per hari.</p>



<p>Pada hari-hari biasa, ungkap Yoice, RPH Aia Pacah milik Pemko Padang memotong sekitar 15-20 ekor sapi setiap harinya. </p>



<p>Sebagian besar sapi yang dipotong di Kota Padang, terang Yoice, berasal dari Lampung dan telah dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). </p>



<p>Kemudian, kata Yoice, setiap sapi yang akan disembelih di RPH Aia Pacah akan diperiksa kesehatannya terlebih dahulu.</p>



<p>&#8220;Hanya sapi yang memenuhi standar kesehatan yang akan dipotong. Pemko Padang memastikan bahwa sapi yang dipotong di kota ini aman untuk dikonsumsi oleh warga,&#8221; ucap Yoice dilansir dari infopublik.id, Jumat (21/2/2025).</p>



<p>Ia mengatakan, peningkatan pemotongan sapi juga diperkirakan akan terjadi pada 2-3 hari menjelang Idul Fitri, dengan rata-rata pemotongan mencapai 40 ekor sapi per hari.</p>



<p>&#8220;Selain sehat, pemotongan hewan di RPH Aia Pacah juga dijamin halal. Rumah potong hewan ini telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,&#8221; bebernya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemotongan-sapi-di-padang-diprediksi-naik-jelang-ramadan-pemko-jamin-kesehatan-hewan/">Pemotongan Sapi di Padang Diprediksi Naik Jelang Ramadan, Pemko Jamin Kesehatan Hewan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222291</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Presiden Resmi Beli Sapi Asal Padang Panjang Jadi Hewan Kurban di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/presiden-resmi-beli-sapi-asal-padang-panjang-jadi-hewan-kurban-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 10:54:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183298</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membeli sapi asal Padang Panjang milik Aipda Eko Setiawan sebagai hewan kurban pada Idul Adha 1444 H untuk Sumatra Barat (Sumbar). Pemeriksaan terakhir dan akad jual beli langsung dilakukan pemilik sapi bersama perwakilan Sekretariat Presiden, Puput Hariadi dan Petugas Administrasi, Tomi Agustinofal pada Senin (26/6/2023). Sebelum melakukan akad jual beli, rombongan bersama Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran ikut melihat sapi jantan jenis Limousin Cross dengan ciri warna coklat dengan corak hitam tersebut di kandang peternak Aipda Eko di Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT). Pada kesempatan itu, Fadly mengucapkan terima</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/presiden-resmi-beli-sapi-asal-padang-panjang-jadi-hewan-kurban-di-sumbar/">Presiden Resmi Beli Sapi Asal Padang Panjang Jadi Hewan Kurban di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membeli sapi asal Padang Panjang milik Aipda Eko Setiawan sebagai hewan kurban pada Idul Adha 1444 H untuk Sumatra Barat (Sumbar).</p>



<p>Pemeriksaan terakhir dan akad jual beli langsung dilakukan pemilik sapi bersama perwakilan Sekretariat Presiden, Puput Hariadi dan Petugas Administrasi, Tomi Agustinofal pada Senin (26/6/2023).</p>



<p>Sebelum melakukan akad jual beli, rombongan bersama Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran ikut melihat sapi jantan jenis Limousin Cross dengan ciri warna coklat dengan corak hitam tersebut di kandang peternak Aipda Eko di Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT).</p>



<p>Pada kesempatan itu, Fadly mengucapkan terima kasih kepada tim dari Sekretariat Presiden yang sudah memilih sapi asal peternak Kota Padang Panjang yang diberi nama “Arjuna” untuk menjadi hewan kurban Presiden Jokowi di Sumbar.</p>



<p>“Kita berharap dengan terpilihnya sapi milik Aipda Eko ini bisa menjadi motivasi semua peternak yang ada di Kota Padang Panjang untuk bisa melakukan hal yang sama. Kepada Pak Eko kami juga mengucapkan terima kasih sudah menjaga dengan baik si Arjuna ini sehingga bisa menjadi hewan kurban pilihan Presiden Jokowi untuk Sumbar,” ucap Fadly dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/6/2023).</p>



<p>Selain itu, tim dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas melakukan penimbangan terhadap sapi tersebut. Berdasarkan pengukuran lingkar dada dan diakadkan dengan berat 1.040 kg.</p>



<p>“Kami dari perwakilan Sekretariat Presiden sudah melihat kondisi fisik sapinya yang bagus dan sehat, serta sesuai syariat agama juga memenuhi persyaratan. Kami juga menjalankan pesan yang disampaikan Presiden Jokowi untuk mencari peternak dengan skala kecil,” beber Tomi.</p>



<p>Rencananya, sapi kurban Presiden Jokowi ini bakal diserahkan ke Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah  pada Kamis (29/6/2023) di Masjid Raya Sumbar melalui DPKH Sumbar. Kemudian, kembali diserahkan kepada pelaksana kurban untuk dibagikan kepada masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/presiden-resmi-beli-sapi-asal-padang-panjang-jadi-hewan-kurban-di-sumbar/">Presiden Resmi Beli Sapi Asal Padang Panjang Jadi Hewan Kurban di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183298</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sapi Milik Polisi di Padang Panjang Terpilih Jadi Kurban Presiden Jokowi</title>
		<link>https://langgam.id/sapi-milik-polisi-di-padang-panjang-terpilih-jadi-kurban-presiden-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 06:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Seekor sapi jenis Limousin Cross berbobot 1.080 Kg milik seorang polisi di Polsek Padang Panjang, Aipda Eko Setiawan, terpilih jadi hewan kurban Presiden Joko Widodo pada Idul Adha tahun ini di Sumbar. Diperkirakan harga sapi milik Eko yang juga seorang peternak di Padang Panjang, tepatnya di Kelurahan Koto Katik ini, mencapai Rp100 juta. Sapi ini terpilih menjadi hewan kurban Presiden Jokowi usai diusulkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang, Ade Nafrita mengatakan, bahwa dua hingga tiga hari ke depan, Staf Kepresidenan akan turun langsung ke Padang Panjang untuk melakukan pemeriksaan, penimbangan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sapi-milik-polisi-di-padang-panjang-terpilih-jadi-kurban-presiden-jokowi/">Sapi Milik Polisi di Padang Panjang Terpilih Jadi Kurban Presiden Jokowi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Seekor sapi jenis Limousin Cross berbobot 1.080 Kg milik seorang polisi di Polsek Padang Panjang, Aipda Eko Setiawan, terpilih jadi hewan kurban Presiden Joko Widodo pada Idul Adha tahun ini di Sumbar.</p>



<p>Diperkirakan harga sapi milik Eko yang juga seorang peternak di Padang Panjang, tepatnya di Kelurahan Koto Katik ini, mencapai Rp100 juta. Sapi ini terpilih menjadi hewan kurban Presiden Jokowi usai diusulkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar.</p>



<p>Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang, Ade Nafrita mengatakan, bahwa dua hingga tiga hari ke depan, Staf Kepresidenan akan turun langsung ke Padang Panjang untuk melakukan pemeriksaan, penimbangan serta akad terhadap sapi tersebut.</p>



<p>&#8220;Sapi ini sudah diseleksi beberapa kali sejak sebulan lalu. Sejak dinyatakan terpilih, hingga saat ini perawatan dan pengawasan yang intens terus dilakukan Dispangtan serta instansi terkait baik provinsi maupun dari pusat. Baru kemudian dibawa ke Masjid Raya Sumbar untuk dikurbankan,&#8221; ujar Ade dikutip dari rilis Pemko Padang Panjang, Selasa (20/6/2023).</p>



<p>Ade menjelaskan, ini merupakan sapi yang dibudidayakan sendiri oleh peternak Padang Panjang. Ia mengharapkan hal tersebut bisa menjadi contoh bagi peternak lainnya.</p>



<p>&#8220;Dengan populasi yang terbatas, kita bisa juga menghasilkan sapi yang unggul di Padang Panjang,&#8221; bebernya.</p>



<p>Eko yang bertugas di KSPK Unit 2 Polsek Padang Panjang ini mengatakan bahwa ia membeli sapi tersebut dua tahun lalu di Pasar Ternak Koto Baru Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.</p>



<p>&#8220;Dulu dibeli masih bujang. Tidak ada rahasia khusus untuk merawatnya, yang terpenting kita disiplin dalam waktu pemberian makan,&#8221; tuturnya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sapi-milik-polisi-di-padang-panjang-terpilih-jadi-kurban-presiden-jokowi/">Sapi Milik Polisi di Padang Panjang Terpilih Jadi Kurban Presiden Jokowi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183050</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kotoran Sapi Lahirkan Cuan</title>
		<link>https://langgam.id/kotoran-sapi-lahirkan-cuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2022 13:38:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=162678</guid>

					<description><![CDATA[<p>Persoalan pupuk yang dialami saat ini di Indonesia terus menjadi masalah bagi petani yaitu sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, harga pupuk non subsidi yang mengalami kenaikan, sementara harga komodi pertanian tidak stabil. Persoalan umum tentang pupuk menjadi hambatan bagi petani dalam melakukan budidaya pertanian untuk mencapai hasil yang maksimal. Salah satu usaha yang dilakukan untuk membantu petani dalam memenuhi kebutuhan akan pupuk, dilakukan dengan pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk kandang atau pupuk organik. Kotoran sapi, dari namanya saja sudah dipastikan kotor, menjijikkan dan mempunyai bau yang tidak sedap sehingga timbul keinginan untuk membuangnya. Sehingga tidak heran kalau kotoran sapi sering menimbulkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kotoran-sapi-lahirkan-cuan/">Kotoran Sapi Lahirkan Cuan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcap " style="background-color: #ffffff; color: #000000; border-color: #ffffff;">P</span>ersoalan pupuk yang dialami saat ini di Indonesia terus menjadi masalah bagi petani yaitu sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, harga pupuk non subsidi yang mengalami kenaikan, sementara harga komodi pertanian tidak stabil.</p>
<p>Persoalan umum tentang pupuk menjadi hambatan bagi petani dalam melakukan budidaya pertanian untuk mencapai hasil yang maksimal. Salah satu usaha yang dilakukan untuk membantu petani dalam memenuhi kebutuhan akan pupuk, dilakukan dengan pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk kandang atau pupuk organik.</p>
<p>Kotoran sapi, dari namanya saja sudah dipastikan kotor, menjijikkan dan mempunyai bau yang tidak sedap sehingga timbul keinginan untuk membuangnya.</p>
<p>Sehingga tidak heran kalau kotoran sapi sering menimbulkan banyak masalah jika tidak ditangani secara baik dan benar. Selama usaha penggemukan sapi berlangsung akan banyak limbah yang dihasilkan dan tertimbun di sekitar kandang terutama bagi para petani di pedesaan.</p>
<p>Pengelolaan limbah kotoran sapi yang baik sangat perlu dilakukan agar lingkungan menjadi bersih dan tidak menimbulkan penyakit bagi masyarakat.</p>
<p>Oleh karena itu, kotoran sapi tersebut harus diolah dan diproses menjadi bentuk lain yaitu salah satunya pupuk kandang atau pupuk organik, sehingga tidak dibiarkan menumpuk begitu saja disekitar kandang dan diperoleh manfaatnya.</p>
<p>Kotoran ternak merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan. Salah satu jenis budidaya peternakan adalah ternak sapi. Seekor sapi dapat menghasilkan kotoran sebanyak 10 – 15 kg setiap harinya.</p>
<p>Lingkungan menjadi tempat untuk beraktivitas sehari-hari sehingga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman sangat mempengaruhi kualitas kegiatan masyarakat.</p>
<p>Kotoran sapi yang belum diolah atau dimanfaatkan langsung dapat menyebabkan kematian atau kelayuan pada tanaman, istilah petani kotoran sapinya panas, karena kotoran sapi mengandung unsur carbon (C) yang lebih tinggi dari unsur nitrogen (N).</p>
<p>Jika C/N rendah maka proses penguraian (dekomposisi) akan terhenti sehingga kotoran sapi telah matang, istilah petani kotoran sapinya dingin, maka baik dijadikan pupuk.</p>
<p>Zat-zat yang terkandung dalam kotoran sapi dapat memperbaiki struktur tanah dan unsur hara tanah jika dilalukan pengelolaan yang baik. Pengolahan limbah kotoran sapi menjadi kompos merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan.</p>
<p>Selain pengelolaannya yang tidak terlalu rumit, metode ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi peternak maupun petani.</p>
<p>Kotoran sapi yang dibiarkan begitu saja merupakan sumber masalah bagi lingkungan, namun dengan pengelolaan yang tepat akan menjadi sumber penghasilan bagi petani atau peternak.</p>
<p>Kotoran sapi yang telah diolah menjadi kompos, tidak harus langsung digunakan dalam waktu dekat, tetapi juga dapat disimpan (dikemas) untuk diperjual belikan. Kotoran sapi yang telah diolah menjadi kompos akan bernilai ekonomis, bisa mencapai Rp 2000/kg.</p>
<p>Pupuk kandang yang diperjualbelikan atau yang belum digunakan dalam waktu dekat, bisa dimasukkan/ dikemas dalam karung/ kantong plastik. Biasanya pupuk kandang ini dicampur terlebih dahulu dengan sedikit tanah atau humus dan kapur agar pupuk kandang lebih kering dan gembur dan kualitasnya lebih tinggi.</p>
<p><strong>*Dalam Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Skim Membantu Nagari Membangun yang difasilitasi oleh LPPM Unand</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kotoran-sapi-lahirkan-cuan/">Kotoran Sapi Lahirkan Cuan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">162678</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Sumbar Soroti Bantuan Ternak tidak Sesuai Spesifikasi</title>
		<link>https://langgam.id/dprd-sumbar-soroti-bantuan-ternak-tidak-sesuai-spesifikasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2022 03:33:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144419</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Bantuan sektor peternakan mendapat sorotan dari Ketua DPRD Sumbar Supardi. Pasalnya, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam perjanjian. Ia pun meminta seluruh unsur terkait untuk mengawasi bantuan-bantuan pemerintah daerah. &#8220;Jika hal tersebut terjadi silahkan laporkan kepada DPRD dan dinas terkait,&#8221; ujar supardi, sebagaimana dicuplik dari dprd.sumbarprov, Sabtu (8/1/2022). Menurutnya, mencairkan bantuan dari pemerintah tidak semudah membalikan telapak tangan. Bahkan, lanjut Supardi, itu termasuk pokok pikiran dewan yang dititipkan kepada dinas terkait. &#8220;Harusnya apa yang disepakati itu lah yang  diterima masyarakat,&#8221; tukasnya. Dia mengatakan anggaran bantuan yang digelontor untuk masyarakat bernilai miliaran rupiah, sehingga apa yang dijanjikan harus sesuai.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dprd-sumbar-soroti-bantuan-ternak-tidak-sesuai-spesifikasi/">DPRD Sumbar Soroti Bantuan Ternak tidak Sesuai Spesifikasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Bantuan sektor peternakan mendapat sorotan dari Ketua DPRD Sumbar Supardi. Pasalnya, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam perjanjian.</p>
</div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;">Ia pun meminta seluruh unsur terkait untuk mengawasi bantuan-bantuan pemerintah daerah. &#8220;Jika hal tersebut terjadi silahkan laporkan kepada DPRD dan dinas terkait,&#8221; ujar supardi, sebagaimana dicuplik dari <em>dprd.sumbarprov,</em> Sabtu (8/1/2022).</div>
<div align="justify">
<div dir="\&quot;auto\&quot;"></div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;">Menurutnya, mencairkan bantuan dari pemerintah tidak semudah membalikan telapak tangan. Bahkan, lanjut Supardi, itu termasuk pokok pikiran dewan yang dititipkan kepada dinas terkait.</div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;"></div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;">&#8220;Harusnya apa yang disepakati itu lah yang  diterima masyarakat,&#8221; tukasnya.</div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;"></div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;">Dia mengatakan anggaran bantuan yang digelontor untuk masyarakat bernilai miliaran rupiah, sehingga apa yang dijanjikan harus sesuai.</div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;"></div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;">&#8220;Jika ada tidak memenuhi spesifikasi yang ditegur pertama adalah kepala dinas oleh gubernur, bantuan-bantuan yang direalisasikan oleh pemerintah salah satunya bersumber dari uang pajak yang dibayar oleh masyarakat,&#8221; katanya.</div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;"></div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;">Menurutnya lagi, jika bantuan itu terkelola dengan baik ekonomi membaik, maka penerimaan pajak untuk pemerintahpun meningkat.</div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;"></div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;">Supardi mengingatkan bagi penerima manfaat jangan  main tanda tangan saja kepada pihak ketiga untuk memenuhi laporan administrasi, harusnya diperiksa terlebih dahulu.</div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;"></div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;">Sementara itu anggota DPRD Sumbar Fraksi Gerindra Hidayat mengingatkan rekanan yang ikut dalam proses tender harus bertanggung jawab jika ditunjuk untuk melakukan suatu pekerjaan. Harusnya masyarakat harus menerima apa yang telah dijanjikan.</div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;"></div>
<div dir="\&quot;auto\&quot;">&#8220;Jangan asal menunjuk rekanan, nanti imbasnya kepada kepala dinas,&#8221; kata Hidayat.</div>
<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sumbar, Erinaldi mengatakan, persoalan tersebut merupakan hal yang telah di diduga dikemudian hari.</p>
<p>Ia menyebutkan, memang ada beberapa kendala, salah satunya tidak sesuai spek teknis.</p>
<p>&#8220;Ini yang tidak diterima tim seleksi kita yang diterima hanya 40%, sehingga nantinya  ada penggantian dari rekanan,&#8221; pungkasnya.</p>
</div>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dprd-sumbar-soroti-bantuan-ternak-tidak-sesuai-spesifikasi/">DPRD Sumbar Soroti Bantuan Ternak tidak Sesuai Spesifikasi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144419</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peternakan Sapi Sirukam Solok bisa Jadi Percontohan di Sumatera</title>
		<link>https://langgam.id/peternakan-sapi-sirukam-solok-bisa-jadi-percontohan-di-sumatera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2021 23:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=142891</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id-Peternakan sapi Sirukam di Kabupaten Solok bisa menjadi percontohan di Pulau Sumatera. Selain sebagai peternakan, lokasi juga memiliki sejumlah wahana termasuk menjadi tempat wisata. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy saat meninjau peternakan PT. Sirukam Lumbung Nagari di Nagari Sirukam, Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok, Minggu (26/12/2021). Audy mengapresiasi PT. Sirukam Lumbung Nagari yang punya banyak jenis usaha dibidang peternakan dan perkebunan, mulai dari peternakan sapi perah, sapi potong, kambing, domba, ayam kukuak balenggek, lebah galo-galo dan ikan. Bahkan dalam satu lahan juga menanami serai wangi, kopi lengkap dengan pengelolaannya. Selain itu juga menyediakan hotel</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peternakan-sapi-sirukam-solok-bisa-jadi-percontohan-di-sumatera/">Peternakan Sapi Sirukam Solok bisa Jadi Percontohan di Sumatera</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id-</strong>Peternakan sapi Sirukam di Kabupaten Solok bisa menjadi percontohan di Pulau Sumatera. Selain sebagai peternakan, lokasi juga memiliki sejumlah wahana termasuk menjadi tempat wisata.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy saat meninjau peternakan PT. Sirukam Lumbung Nagari di Nagari Sirukam, Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok, Minggu (26/12/2021).</p>
<p>Audy mengapresiasi PT. Sirukam Lumbung Nagari yang punya banyak jenis usaha dibidang peternakan dan perkebunan, mulai dari peternakan sapi perah, sapi potong, kambing, domba, ayam kukuak balenggek, lebah galo-galo dan ikan.</p>
<p>Bahkan dalam satu lahan juga menanami serai wangi, kopi lengkap dengan pengelolaannya. Selain itu juga menyediakan hotel sapi.</p>
<p>&#8220;Kedepan, saya berharap PT. Sirukam ini bisa menjadi proyek percontohan bidang peternakan di Pulau Sumatera,&#8221; ujarnya lewat keterangan tertulis.</p>
<p>Selain itu, ia berkomitmen akan terus mendukung dan berkontribusi terhadap suksesi program Pemerintah Pusat untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi peternakan secara berkelanjutan. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama untuk wilayah Sumbar.</p>
<p>&#8220;Disamping peternakan, usaha ini juga dapat dijadikan sebagai objek wisata edukasi masyarakat, sehingga memiliki income untuk meringankan biaya operasional,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Sumbar Erinaldi mengatakan peternakan ini meskipun dikembangan secara pribadi oleh PT. Sirukam Lumbung Nagari tentu juga berdampak positif bagi daerah dan masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya PT. Sirukam Lumbung Nagari akan memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat terutama dari segi edukasi dan penyediaan lapangan kerja serta pemenuhan kebutuhan pasokan daging di Sumbar,&#8221; katanya.</p>
<p>Pengembangan sektor peternakan sapi di Sumbar menurutnya memiliki prospek yang bagus. Apalagi kebutuhan daging secara nasional semakin meningkat, perlu adanya upaya percepatan ke depan agar sektor ini dapat semakin berkembang.</p>
<p>&#8220;Ini sangat membanggakan, kita sudah memiliki peternakan yang dikelola secara profesional, tidak hanya berhenti di sapi perah tetapi banyak pengembangan lainnya, kedepan kita akan dorong sektor ini agar semakin berkembang,&#8221; ujarnya. <strong>(*/Rahmadi)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peternakan-sapi-sirukam-solok-bisa-jadi-percontohan-di-sumatera/">Peternakan Sapi Sirukam Solok bisa Jadi Percontohan di Sumatera</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142891</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Peternakan Sumbar Datangkan 300 Ekor Sapi dari Makassar via Jalur Laut</title>
		<link>https://langgam.id/dinas-peternakan-sumbar-datangkan-300-ekor-sapi-dari-makassar-via-jalur-laut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2021 07:17:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=142173</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatra Barat (Sumbar) melakukan program subsidi sapi indukan bunting kepada para peternak. Program subsidi sapi indukan ini dilakukan guna mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri. Sekitar 300 ekor sapi indukan betina ini didatangkan dari Makassar melalui jalur laut dan sampai ke Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Senin (20/12/2021) malam. Pengiriman ini pertama kali dilakukan setelah vakum beberapa lama. &#8220;Terakhir, pengiriman ini dilakukan pada 2005 lalu. Ini sebagai awal dan pembuka bagi kita. Tahun depan rencana ada lagi 1.500 sapi indukan dikirim ke Sumbar,&#8221; kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, drh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinas-peternakan-sumbar-datangkan-300-ekor-sapi-dari-makassar-via-jalur-laut/">Dinas Peternakan Sumbar Datangkan 300 Ekor Sapi dari Makassar via Jalur Laut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatra Barat (Sumbar) melakukan program subsidi sapi indukan bunting kepada para peternak.</p>
<p>Program subsidi sapi indukan ini dilakukan guna mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri.</p>
<p>Sekitar 300 ekor sapi indukan betina ini didatangkan dari Makassar melalui jalur laut dan sampai ke Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Senin (20/12/2021) malam.</p>
<p>Pengiriman ini pertama kali dilakukan setelah vakum beberapa lama.</p>
<p>&#8220;Terakhir, pengiriman ini dilakukan pada 2005 lalu. Ini sebagai awal dan pembuka bagi kita. Tahun depan rencana ada lagi 1.500 sapi indukan dikirim ke Sumbar,&#8221; kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar, drh Erinaldi, Selasa (21/12/2021).</p>
<p>Nantinya, kata dia, sapi-sapi tersebut akan diserahkan kepada 150 kelompok tani yang ada di Sumbar. Sebelumnya, peternakan itu telah didata.</p>
<p>&#8220;Sapi-sapi ini adalah paket, jika dalam perjalanan dia melahirkan anak, kelompok tani itu berhak juga atas anak sapi yang sudah lahir,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Padang, drh Iswan Haryanto mengatakan, ada beberapa tahapan yang harus dipastikan pada pengiriman sapi indukan betina pertama ini.</p>
<p>Pertama, sebelum bersandar, pihaknya melakukan karantina dan pemeriksaan menyeluruh saat semua sapi masih berada di atas kapal.</p>
<p>Kemudian terangnya, pihak karantina baru mengizinkan kapal untuk membongkar muatan jika kondisi tersebut sudah dipastikan baik.</p>
<p>Setelah itu, sapi-sapi tersebut masuk ke dalam instalasi (pemeriksaan karantina darat) guna memastikan kondisi sapi yang ada di kloter ini sehat, baru setelah itu boleh lalu lintas di Sumbar.</p>
<p>&#8220;Setelah dipastikan sehat baru boleh turun, lalu masuk kandang instalasi diistirahatkan. Saat di instalasi, kita akan mengambil sampel dan memeriksanya di laboratorium sambil pengasingan dan pengamatan. Setelah oke dan sehat baru dilepaskan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Secara nasional, penambahan populasi sapi akan bertambah, sekaligus akan bertambah sumber input produksi sebagai investasi.</p>
<p>Serta menjadi pondasi menuju swasembada daging sapi yang dicanangkan tercapai di tahun 2022 dengan adanya program subsidi sapi indukan ini.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/pemprov-sumbar-dorong-pelabuhan-teluk-bayur-agar-bisa-tampung-kapal-lebih-banyak/">Pemprov Sumbar Dorong Pelabuhan Teluk Bayur Agar Bisa Tampung Kapal Lebih Banyak</a></strong></p>
<p>Dalam upaya peningkatan populasi, selain penambahan indukan, juga dilakukan beberapa upaya oleh Kementan.</p>
<p>Yaitu, percepatan peningkatan populasi sapi melalui sapi kerbau indukan komoditi andalan negeri (Sikomandan).</p>
<p>Lalu penguatan tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan dengan menghasilkan bibit sapi/kerbau yang berkualitas. Serta menekan jumlah pemotongan betina produktif.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dinas-peternakan-sumbar-datangkan-300-ekor-sapi-dari-makassar-via-jalur-laut/">Dinas Peternakan Sumbar Datangkan 300 Ekor Sapi dari Makassar via Jalur Laut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">142173</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mengumpulkan Cuan Kotoran Sapi di Solok Selatan</title>
		<link>https://langgam.id/mengumpulkan-cuan-kotoran-sapi-di-solok-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 00:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kehutanan Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[KKI Warsi]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=126959</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Petani Nagari Pakan Rabaa Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat kini bernafas lega. Pasalnya, mereka bisa menghasilkan cuan dari hasil mengolah kotoran sapi. Pupuk yang digunakan petani di nagari ini berasal dari bahan limbah kotoran sapi yang diolah oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kompos Pakan Rabaa yang menghasilkan pupuk kompos. Kini dari 30 ekor sapi yang dikelola KUPS mampu menghasilkan kompos sebanyak 1 ton/bulan. “Pupuk ini dapat dibeli oleh anggota kelompok dan masyarakat nagari dengan harga Rp 800,-/kg,” kata ketua KUPS Arlis, kemarin. Dikatakannya dengan usaha kompos ini, KUPS Kompos Pakan Rabaa masuk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengumpulkan-cuan-kotoran-sapi-di-solok-selatan/">Mengumpulkan Cuan Kotoran Sapi di Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Petani Nagari Pakan Rabaa Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat kini bernafas lega. Pasalnya, mereka bisa menghasilkan cuan dari hasil mengolah kotoran sapi.</p>
<p>Pupuk yang digunakan petani di nagari ini berasal dari bahan limbah kotoran sapi yang diolah oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kompos Pakan Rabaa yang menghasilkan pupuk kompos.</p>
<p>Kini dari 30 ekor sapi yang dikelola KUPS mampu menghasilkan kompos sebanyak 1 ton/bulan. “Pupuk ini dapat dibeli oleh anggota kelompok dan masyarakat nagari dengan harga Rp 800,-/kg,” kata ketua KUPS Arlis, kemarin.</p>
<p>Dikatakannya dengan usaha kompos ini, KUPS Kompos Pakan Rabaa masuk sebagai KUPS Kategori Gold dari Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan KLHK. Pencapaian yang baik mengingat umur KUPS yang baru satu tahun berjalan, kategori Gold diberikan kepada KUPS yang sudah melakukan produksi dan pemasaran</p>
<p>Dengan keberhasilannya KUPS Kompos Pakan Rabaa ini, dengan produksi yang mereka hasikan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal masyarakat nagari. Termasuk kepastian terhadap pasokan pupuk dengan harga terjangkau dan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian. Pertumbuhan ekonomi masyarakat nagari pada dasarnya berkolerasi dengan upaya pengamanan hutan yang ada disekitar mereka.</p>
<p>Korelasi peningkatan ekonomi masyarakat dari pertanian dan pemeliharaan hutan ini, menjadikan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Barat bersama Kepala KPHL Hulu Batanghari memberikan bantuan pada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Kompos.</p>
<p>Penyerahan bantuan yang dilakukan hari ini (16/9) oleh Kepala Dinas Kehutanan Sumbar dan KPHL Hulu Batanghari berupa satu buah alat pencacah rumput, satu unit alat pencacah kompos, dan satu unit kendaraan roda tiga.</p>
<p>Nagari Pakan Rabaa, Kabuparten Solok Selatan adalah salah satu hulu Sungai Batanghari. Untuk melindungi hulu sungai, sejak tahun 2015 masyarakat telah mengusulkan 4.260 ha hutan mereka untuk dikelola dengan skema Hutan Nagari.</p>
<p>Lanskap Batanghari Hulu, tempat hutan nagari pakan Rabaa merupakan hulu sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera. Keberadaan hutan di Lanskap Batanghari Hulu dan membawa berkah untuk masyarakat disekitar hingga hilirnya.</p>
<p>“Ini adalah bukti gotong royong masyarakat yang sangat baik. Kegiatan KUPS bersama LPHN ini sudah melampaui target, karena efek dari usaha kompos ini tidak hanya dirasakan oleh LPHN/KUPS saja.. tapi sudah dirasakan oleh masyarakat nagari,” kata Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yoswardi saat serah terima alat bantuan kepada pengelola KUPS.</p>
<p>Dengan bantuan ini, diharapkan produksi KUPS akan semakin meningkat. Tahun sebelumnya, 2020 KUPS Kompos Pakan Rabaa juga sudah menerima bantuan dari BPDAS Batanghari berupa satu unit alat pencacah dan satu unit alat pengayak. Inilah yang menghasilkan produksi kompos sampai 1 ton/bulan.</p>
<p>Melihat potensi ketersediaan bahan baku kompos yakni jerami dan kotoran sapi, membuat penyuluh KPHL Hulu Batanghari dan fasilitator KKI Warsi mengajukan permohonan bantuan alat tambahan.</p>
<p>Bahan baku utama pupuk kompos yakni jerami dan rumput sisa makanan sapi memiliki ketersedian berlimpah di nagari. Begitu juga kotoran sapi yang dihasilkan dari tiga puluh ekor sapi yang sebelumnya hanya berjumlah sepuluh ekor yang berasal dari. Bantuan program internasional yang disalurkan oleh KKI Warsi pada tahun 2014.</p>
<p>“Pada saat ini <em>alhamdulillah</em> kami sudah bisa membuat dan memasarkan pupuk kompos dengan mandiri, walau pun pasarnya masih lokal. Kendala kami selama ini adalah pengangkutan pupuk yang berkarung-karung harus diantar bolak-balik ke pembeli dengan sepeda motor. Namun dengan adanya bantuan Viar dari pemerintah, bisa diangkut <em>sakali</em> banyak,” tutur Bendahara KUPS sekaligus pengolah pupuk kompos Elvita Surianti.</p>
<p>Karena memiliki harga yang murah, petani Nagari Pakan Rabaa yang rata-rata adalah petani sawah dan hortikultura berebut mendapatkan pupuk kompos ini. Pengelola KUPS Kompos sering kewalahan menerima pesanan.</p>
<p>“Semoga dengan bantuan dari Dinas Kehutanan ini, produksi kita makin meningkat dan makin banyak petani yang bisa kita suplai pupuk kompos,” katanya.</p>
<p>Potensi pupuk kompos ini harus dikelola dengan baik, karena sudah terbukti bahwa usaha ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi pada kelompok, tapi juga masyarakat nagari. Pada saat ini Pakan Rabaa sedang menghadapi tantangan <em>ilegal logging</em> dan penamanan emas liar di lokasi pengelolaan hutan nagari.</p>
<p>Harapan ke depannya, melalui akses pupuk yang lebih murah dan mudah dapat berdampak pada peningkatan produksi pertanian.</p>
<p>“Pupuk kompos pun lebih ramah lingkungan dan juga makin meningkatkan ekonomi masyarakat nagari. Dengan ini harapan kita praktik-praktik ilegal di hutan nagari, bisa dihilangkan karena perekonomian masyarakat sudah sangat terbantu oleh pertanian lokal,” kata Koordinator Program KKI Warsi Rainal Daus.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mengumpulkan-cuan-kotoran-sapi-di-solok-selatan/">Mengumpulkan Cuan Kotoran Sapi di Solok Selatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126959</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemprov Sumbar Berencana Bangun Industri Sapi Perah di Solok</title>
		<link>https://langgam.id/pemprov-sumbar-berencana-bangun-industri-sapi-perah-di-solok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2021 04:40:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=117251</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy mengatakan, Sumbar memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu hal yang bisa dikembangkan adalah industri sapi perah. Dia menyampaikan hal itu saat mengunjungi destinasi Ekowisata Bukit Tabuah Solok Radjo di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Rabu (14/7/2021). Menurut Audy, kalau dilihat dari situasi dan kondisi lingkungan kawasan Ekowisata Bukit Tambuah ini, selain cocok untuk tanaman kopi, namun ada baiknya juga cocok untuk perindustrian sapi perah. &#8220;Karena memang dari kebutuhan suhu iklim alam yang sejuk sapi perah sangat cocok di daerah ini. Dibuat tempat perindustrian susu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemprov-sumbar-berencana-bangun-industri-sapi-perah-di-solok/">Pemprov Sumbar Berencana Bangun Industri Sapi Perah di Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://langgam.id">Langgam.id</a> &#8211;</strong> Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Audy Joinaldy mengatakan, Sumbar memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu hal yang bisa dikembangkan adalah industri sapi perah.</p>
<p dir="ltr">Dia menyampaikan hal itu saat mengunjungi destinasi Ekowisata Bukit Tabuah Solok Radjo di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Rabu (14/7/2021).</p>
<p dir="ltr">Menurut Audy, kalau dilihat dari situasi dan kondisi lingkungan kawasan Ekowisata Bukit Tambuah ini, selain cocok untuk tanaman kopi, namun ada baiknya juga cocok untuk perindustrian sapi perah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Karena memang dari kebutuhan suhu iklim alam yang sejuk sapi perah sangat cocok di daerah ini. Dibuat tempat perindustrian susu sapi perah, ada ekowisatanya, juga ada distribusinya,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ia mengatakan, akan membuatkan strategi ini secara bertahap, semua pihak akan bekerja sama dengan Pemprov Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Sebab menurut Audy, dilihat dari kondisi lingkungan kawasan Ekowisata Bukit Tabuah, suhu iklimnya cocok untuk pengembangan sapi perah.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sementara untuk  sapi potong belum tentu cocok untuk daerah ini, karena lebih cocok itu untuk sapi perah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p dir="ltr">Sebelumnya dikatakan Audy, salah satu dari bos dari PT Cimory Indonesia telah datang. Dia mempunyai keinginan membuat Cimory di Sumbar.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ketika itu saya sempat bertemu dengan ownernya langsung, namun karena kondisi PPKM mereka jadi batal. Mungkin setelah ini kalau produksi susu sapi perah ini berhasil dan kalau Cimory tertarik, bisa kita buat usaha ini. Bisa kita jual ke Cimory buat menambah produksinya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p dir="ltr">Disamping itu, Audy juga mengatakan, di kawasan itu lahannya cukup luas, sangat cocok untuk lahan bisnis. Sebab PED-nya sangat kuat atau jumlah hasil produksi susu akan dibeli oleh pembeli.</p>
<p dir="ltr">Tentu dengan hal demikian dapat untuk memajukan dan menjadikan Sumbar sebagai sentra di pulau Sumatera sesuai dengan apa yang dicita-citakan untuk kedepan natinya.</p>
<h2 dir="ltr">Peluang Besar</h2>
<p dir="ltr">Selain itu, ia juga menyebutkan dengan alam indah dan sejuk, dapat menghasilkan bawang, sayur mayur. Hal itu merupakan peluang besar.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Dengan demikian cara tersebut Pak Menteri Pertanian sangat setuju dengan cara ini. Untuk sumber dananya bisa dialokasikan dari APBD Provinsi atau APBN diarahkan ke situ untuk dibuat kelompok pengembangan ternak sapi perah,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Audy mengungkapkan, perlu disiapkan dahulu pengelola sapi perah buat memajukan Ekowisata Bukit Tabuah. Untuk produksi hijauan atau makanan dari sapi itu bekerja sama dengan masyarakat untuk menanam rumputnya, nanti dibeli ke masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Hal itu menurutnya, juga dapat menambah sumber pemasukan bagi masyarakat. Apalagi lokasi itu berhawa sejuk, proses penghijauan sangat subur.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Objek wisata Bukit Tabuah, Nagari Air Dingin memang sangat cocok untuk pengelolahan program Perhutanan Sosial dan pengembangan sapi perah.  Mudah-mudahan dapat dijadikan contoh bagi masyarakat,&#8221; harap Audy.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemprov-sumbar-berencana-bangun-industri-sapi-perah-di-solok/">Pemprov Sumbar Berencana Bangun Industri Sapi Perah di Solok</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117251</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/84 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-20 11:35:34 by W3 Total Cache
-->