<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Sampah Organik Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/sampah-organik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/sampah-organik/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Nov 2025 04:16:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Sampah Organik Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/sampah-organik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Didampingi Dosen FH Unand, Nagari Cubadak Kejar Target Pengelolaan Sampah Mandiri 2028</title>
		<link>https://langgam.id/didampingi-dosen-fh-unand-nagari-cubadak-kejar-target-pengelolaan-sampah-mandiri-2028/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 04:12:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[FH Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=238202</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Nagari Cubadak, Kabupaten Tanah Datar bertekad mencapai kemandirian dalam pengelolaan sampah rumah tangga pada tahun 2028. Target ini didorong oleh potensi peningkatan volume sampah signifikan, terutama yang bersumber dari aktivitas kos-kosan, kontrakan, dan limbah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Untuk mendukung upaya tersebut, tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Andalas (Unand) yang diketuai oleh Sucy Delyarahmi hadir memberikan sosialisasi dan pelatihan pada Kamis (23/10/2025). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh Wali Nagari Cubadak, Anggerno Parawito, perwakilan Badan Perwakilan Rakyat Nagari (BPRN), serta seluruh Perangkat Nagari di Nagari Cubadak. Dalam sambutannya, Wali Nagari Anggerno Parawito menyampaikan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/didampingi-dosen-fh-unand-nagari-cubadak-kejar-target-pengelolaan-sampah-mandiri-2028/">Didampingi Dosen FH Unand, Nagari Cubadak Kejar Target Pengelolaan Sampah Mandiri 2028</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id &#8211; Nagari Cubadak, Kabupaten Tanah Datar bertekad mencapai kemandirian dalam pengelolaan sampah rumah tangga pada tahun 2028. Target ini didorong oleh potensi peningkatan volume sampah signifikan, terutama yang bersumber dari aktivitas kos-kosan, kontrakan, dan limbah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).</p>



<p>Untuk mendukung upaya tersebut, tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Andalas (Unand) yang diketuai oleh Sucy Delyarahmi hadir memberikan sosialisasi dan pelatihan pada Kamis (23/10/2025).</p>



<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh Wali Nagari Cubadak, Anggerno Parawito, perwakilan Badan Perwakilan Rakyat Nagari (BPRN), serta seluruh Perangkat Nagari di Nagari Cubadak.</p>



<p>Dalam sambutannya, Wali Nagari Anggerno Parawito menyampaikan bahwa Nagari Cubadak kini menghadapi potensi pencemaran lingkungan. &#8220;Keadaan diperburuk dengan terus meningkatnya volume sampah rumah tangga. Selain itu, kami juga menghadapi masalah klasik terkait ketidaksesuaian retribusi dengan Peraturan Daerah (Perda) terbaru yang sering kali merugikan nagari,&#8221; ujar Anggerno.</p>



<p>Anggerno menyebutkan, Nagari Cubadak memiliki 2 IPAL yang saat ini diakomodasi oleh BPN untuk pembiayaannya, namun ditakutkan tahun depan tidak diakomodasi lagi oleh BPN. Seterusnya Anggerno menambahkan, sejak tahun 2020 pengelolaan sampah tidak lagi masuk dalam skala prioritas nagari, sehingga Pemerintah Nagari tidak dapat mengalokasikan dana secara optimal.</p>



<p>Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan pendampingan berkelanjutan dari Unand, berupa pembuatan Peraturan Nagari mengenai irigasi dan mengenai IPAL, serta juga dalam menghadirkan teknologi terbarukan berbasis pengolahan sampah.</p>



<p>Menanggapi tantangan tersebut, Syofiarti, salah satu pemateri dari Dosen Fakultas Hukum Unand, menjelaskan bahwa Nagari Cubadak sudah memiliki landasan hukum yang kuat untuk bertindak. &#8220;Di Kabupaten Tanah Datar telah terbit Perda Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah, Perda ini memberikan kewenangan kepada nagari untuk menyelenggarakan kegiatan pengurangan, pembilahan, dan pengumpulan sampah skala nagari, yang dapat dijadikan dasar untuk membentuk Peraturan Nagari (Pernag)”, ujar Syofiarti, dalam keterangan tertulis yang diterima Langgam.id.</p>



<p>Syofiarti secara khusus menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya untuk menekan timbulan sampah. Ia menekankan perlunya menghidupkan kembali fungsi Bank Sampah di Nagari Cubadak sebagai solusi konkret dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.<br>Selain aspek regulasi, disampaikan pula edukasi teknis oleh Regina, pemateri kedua yang merupakan dosen dari Fakultas Teknik Unand.</p>



<p>“Yang harus kita usahakan adalah bagaimana kita dapat mengurangi sampah di sumber dengan berbagai teknologi yang tepat guna,” ujar Regina. Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan sampah yang tidak tepat, dapat memberikan dampak buruk kepada kesehatan manusia.</p>



<p>Regina menekankan pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal dalam keseluruhan proses pengelolaan sampah. “Sampah organik seperti yang dihasilkan dari pertanian, dapat dilakukan komposting. Untuk anorganik, pemanfaatannya bisa melalui bank sampah, atau bekerja sama dengan pihak ketiga,” ujar Regina.</p>



<p>Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian dari FH Unand menyatakan kesiapan penuh untuk mendampingi Nagari Cubadak dalam menyusun Peraturan Nagari (Pernag) tentang pengelolaan sampah. Komitmen ini merupakan upaya keberlanjutan dari kegiatan pengabdian demi mendukung terwujudnya kemandirian pengelolaan sampah di Nagari Cubadak pada tahun 2028. (*)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/didampingi-dosen-fh-unand-nagari-cubadak-kejar-target-pengelolaan-sampah-mandiri-2028/">Didampingi Dosen FH Unand, Nagari Cubadak Kejar Target Pengelolaan Sampah Mandiri 2028</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">238202</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Budidayakan Maggot, Cara Warga Kubu Gulai Bancah Bukittinggi Atasi Tumpukan Sampah Organik</title>
		<link>https://langgam.id/budidayakan-maggot-cara-warga-kubu-gulai-bancah-bukittinggi-atasi-tumpukan-sampah-organik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2022 08:13:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=164572</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Turunkan volume sampah rumahan, warga Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kota Bukittinggi, membudidaya maggot. Maggot merupakan larva atau dikenal dengan nama Black Soldier Fly (BSF) yang dinilai bagus mengurai sampah organik. Bahkan, satu kilogram maggot mampu mengurai satu kilogram sampah organik. Tentu hal tersebut mampu mengurai volume sampah rumahan. &#8220;Karena maggot ini kaya manfaat, salah satunya pengurai sampah. Maka kami melakukan budi daya maggot,&#8221; ujar Ketua TKM Pokdarwis Ambacang Saiyo, Tarmizi St Basa. Menurut Tarmizi, budi daya maggot tersebut telah dikembangkan sejak beberapa bulan terakhir. Sementara, bahan makanan maggot dari sampah organik yang diambil dari rumah-rumah warga. &#8220;Kalau sampah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/budidayakan-maggot-cara-warga-kubu-gulai-bancah-bukittinggi-atasi-tumpukan-sampah-organik/">Budidayakan Maggot, Cara Warga Kubu Gulai Bancah Bukittinggi Atasi Tumpukan Sampah Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Turunkan volume sampah rumahan, warga Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kota Bukittinggi, membudidaya maggot. Maggot merupakan larva atau dikenal dengan nama <em>Black Soldier Fly</em> (BSF) yang dinilai bagus mengurai sampah organik.</p>
<p>Bahkan, satu kilogram maggot mampu mengurai satu kilogram sampah organik. Tentu hal tersebut mampu mengurai volume sampah rumahan.</p>
<p>&#8220;Karena maggot ini kaya manfaat, salah satunya pengurai sampah. Maka kami melakukan budi daya maggot,&#8221; ujar Ketua TKM Pokdarwis Ambacang Saiyo, Tarmizi St Basa.</p>
<p>Menurut Tarmizi, budi daya maggot tersebut telah dikembangkan sejak beberapa bulan terakhir. Sementara, bahan makanan maggot dari sampah organik yang diambil dari rumah-rumah warga.</p>
<p>&#8220;Kalau sampah organik, kita jemput langsung ke rumah warga. Tentu ini sangat membantu warga untuk membuang sampah yang seharusnya dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/dua-warga-mentawai-binaan-yayasan-semen-padang-ikuti-pelatihan-pembuatan-maggot-bfs-di-50-kota/">Dua Warga Mentawai Binaan Yayasan Semen Padang Ikuti Pelatihan Pembuatan Maggot BFS di 50 Kota</a></strong></p>
<p>Tarmizi menambahkan, maggot juga memiliki banyak protein dan sangat bagus untuk pakan ikan dan ayam. &#8220;Bagian yang terpenting dari maggot adalah protein dan ternak sangat menyukainya,&#8221; katanya. <strong>(Kim)</strong></p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/budidayakan-maggot-cara-warga-kubu-gulai-bancah-bukittinggi-atasi-tumpukan-sampah-organik/">Budidayakan Maggot, Cara Warga Kubu Gulai Bancah Bukittinggi Atasi Tumpukan Sampah Organik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164572</post-id>	</item>
		<item>
		<title>70 Persen Sampah Organik di Padang Tidak Terkelola</title>
		<link>https://langgam.id/70-persen-sampah-organik-di-padang-tidak-terkelola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 May 2022 05:04:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Organik]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155396</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: 70 Persen Sampah Organik di Padang Tidak Terkelola Langgam.id &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat, 70 persen sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Padang merupakan sampah organik. Namun, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih rendah. Kepala DLH Marizon mengatakan, seluruh sampah rumah tangga dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sampah plastik dan organik tidak dipisah sehingga berakhir begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). &#8220;Dalam sehari ada 500-600 ton sampah yang berakhir di TPA. Sebanyak 70 persen adalah sampah organik,&#8221; katanya. Menurutnya, pemanfaatan sampah oleh masyarakat, seperti memilah sampah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/70-persen-sampah-organik-di-padang-tidak-terkelola/">70 Persen Sampah Organik di Padang Tidak Terkelola</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: 70 Persen Sampah Organik di Padang Tidak Terkelola</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat, 70 persen sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Padang merupakan sampah organik. Namun, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih rendah.</p>
<p>Kepala DLH Marizon mengatakan, seluruh sampah rumah tangga dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Sampah plastik dan organik tidak dipisah sehingga berakhir begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).</p>
<p>&#8220;Dalam sehari ada 500-600 ton sampah yang berakhir di TPA. Sebanyak 70 persen adalah sampah organik,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, pemanfaatan sampah oleh masyarakat, seperti memilah sampah sebelum membuang ke TPS masih sangat minim. Bahkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah di TPS liar dan di pinggir jalan.</p>
<p>Marizon mengatakan, DLH tidak bisa mengatur pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Dengan anggaran Rp 70 miliar per tahun, Marizon mengatakan uang itu hanya mencukupi operasional pengelolaan sampah di sektor hilir saja.</p>
<p>&#8220;Untuk sektor hulu, ada program edukasi, bagaimana bank sampah diperbanyak, komposer diperbanyak, tapi itu yang tidak terakomodasi dengan anggaran yang ada,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/selama-libur-lebaran-volume-sampah-di-padang-naik-10-persen/">Selama Libur Lebaran, Volume Sampah di Padang Naik 10 Persen</a></strong></p>
<p>Dari 70 persen sampah organik yang dihasilkan tersebut, kata Marizon, baru 10 persen yang berhasil dikelola menjadi kompos. &#8220;Persoalan ini tidak hanya di Kota Padang saja, tapi jamak di seluruh Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/70-persen-sampah-organik-di-padang-tidak-terkelola/">70 Persen Sampah Organik di Padang Tidak Terkelola</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155396</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/45 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 14:38:33 by W3 Total Cache
-->