<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Sampah di Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/sampah-di-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/sampah-di-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Mar 2023 08:04:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Sampah di Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/sampah-di-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Transformasi Pengelolaan Sampah</title>
		<link>https://langgam.id/transformasi-pengelolaan-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 08:04:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=180235</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika Anda berada di lapangan bola, coba layangkan pandangan Anda ke sekeliling lapangan itu. Yang terlihat bukan saja rumput hijau tapi juga kertas-kertas dan botol air mineral yang berserakan. Hal yang sama juga tampak di lapak-lapak yang menjual makanan di sepanjang Jalan Permindo Pasar Raya di sore hari, mata Anda dengan mudah melihat tisu yang berserakan sekitar kursi dan meja di saat pelanggan tengah menyantap hidangan. Lebih miris lagi, ketika mengendarai motor saya menemukan tumpukan sampah di sebuah sekolah menengah di kota Padang, tiap hari tanpa ada yang memungutnya. Padahal tak jauh dari tempat itu berderet banyak mobil guru yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/transformasi-pengelolaan-sampah/">Transformasi Pengelolaan Sampah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika Anda berada di lapangan bola, coba layangkan pandangan Anda ke sekeliling lapangan itu. Yang terlihat bukan saja rumput hijau tapi juga kertas-kertas dan botol air mineral yang berserakan. Hal yang sama juga tampak di lapak-lapak yang menjual makanan di sepanjang Jalan Permindo Pasar Raya di sore hari, mata Anda dengan mudah melihat tisu yang berserakan sekitar kursi dan meja di saat pelanggan tengah menyantap hidangan. </p>



<p>Lebih miris lagi, ketika mengendarai motor saya menemukan tumpukan sampah di sebuah sekolah menengah di kota Padang, tiap hari tanpa ada yang memungutnya. Padahal tak jauh dari tempat itu berderet banyak mobil guru yang sedang parkir. </p>



<p>Hemat saya, tempat yang relatif bersih untuk sebuah kawasan bisnis dan perdagangan di kota Padang adalah kawasan Pondok. Para pemilik toko di sana menaruh sampah ke dalam karung atau kantong plastik berbahan kuat, bukan sekadar kantong kresek yang gampang dirobek oleh hewan seperti anjing dan burung.</p>



<p>Manajemen pengelolaan sampah di kota Padang dan lemahnya kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya menyumbang bagi ‘<em>jauhnya panggang dari api</em>’ untuk menjadikan kota Padang betul-betul bersih. Hal yang sama juga dihadapi banyak kota di Tanah Air, seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan lain-lain. </p>



<p>Tapi pada saat yang sama di berbagai kota di dunia bahkan dengan jumlah populasi yang lebih besar nyatanya mampu mengatasi persoalan sampah setelah mengalami berbagai ‘<em>trial and error</em>’, seperti Tokyo, Melbourne, London, Dubai dan Singapura.</p>



<p>Sudah waktunya kota Padang melakukan transformasi yang serius untuk menciptakan Padang kota bersih. Ini bisa dimulai dengan pengelolaan sampah secara revolusioner, bukan lagi berbau sloganistik atau terjebak dengan cara-cara lama. </p>



<p>Berkaca dari pengalaman kota-kota besar dunia yang berhasil mengatasi persoalan sampah, maka perubahan pengelolaan sampah secara revolusioner menghajatkan tiga hal yang dilakukan secara serempak sebagai berikut.</p>



<p><em>Pertama</em>, perubahan gaya hidup. Rumah tangga adalah tempat pertama produsen sampah. Semuanya berawal di sini. Perubahan gaya hidup dan pendekatan terhadap sampah bisa dimulai dengan mensortir jenis sampah dengan memisahkan sampah basah dari sampah kering yang bisa didaur ulang (botol minuman, kertas atau kaca). </p>



<p>Upaya pemisahan jenis sampah ini punya <em>benefit</em> yang luar biasa, baik untuk lingkungan (mengurangi sampah plastik), meringankan kerja petugas pemungut sampah (kering-basah) dan memudahkan proses daur ulang.</p>



<p>Pemisahan sampah ini adalah keniscayaan dan sudah diterapkan di banyak kota di dunia. Di Clayton, tempat saya berdomisili di negara bagian Victoria, Australia, ada tiga tong sampah di setiap rumah, yakni untuk sampah basah, sampah daur ulang dan sampah hijau (rumput atau tumbuhan). </p>



<p>Untuk sampah basah diambil sekali seminggu, sementara untuk sampah daur ulang dan sampah hijau dipungut sekali lima belas hari. Pada jadwal yang telah ditentukan, tong sampah tersebut ditaruh di pinggir jalan untuk dipungut oleh truk sampah dengan tangan robot.</p>



<p><em>Kedua</em>, penegakan regulasi. Dalam konteks ini, sebetulnya kota Padang sudah punya aturan yang jelas, misalnya denda atau hukuman buang sampah sembarangan. Mengacu pada Pasal 63 Perda Kota Padang No.21 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah, Warga Kota Padang yang kedapatan membuang sampah sembarangan bisa kena hukuman kurungan paling lama tiga bulan atau denda 5 juta Rupiah</p>



<p>Masalahnya, eksekusinya bisa dikatakan hampa. Patroli atas pelanggaran ini juga tidak dilakukan, atau sangat jarang. Regulasi di atas kertas atau di plang hanya sekadar himbauan yang nihil taring. Warga <em>lanteh angan</em> membuang sampah sembarangan sebab konsekunesi hukumnya tidak tampak. </p>



<p>Di Singapura buang sampah tidak pada tempatnya tidak hanya didenda mahal, dibui tapi juga bisa kena hukum cambuk. Di Brunei individu yang melakukan <em>dumping</em> (buang sampah bukan pada tempatnya) bisa didenda 1000 s/d 3000 ringgit Brunei (11 s/d 34 juta Rupiah).</p>



<p>Di Australia, denda membuang sampah sembarangan bisa mencapai AUD 5000 (51 juta Rupiah). Di jalan-jalan bebas hambatan di Australia sering ditemukan papan peringatan <em>No Littering</em> (Dilarang Membuang Sampah) beserta nomor telepon yang bisa dihubungi guna melaporkan pengemudi yang membuang sampah di sepanjang jalan.</p>



<p>Saya juga sering menyaksikan polisi di Australia melingkari tumpukan sampah dengan garis kuning yang berasal dari penghuni yang pindah rumah. Menumpuk barang-barang di pinggir jalan adalah ilegal. Ketika akan rekolasi ke rumah baru, saya harus menelpon dinas sampah untuk memungut barang-barang yang tidak bisa digunakan. Untuk jasa ini saya harus membayar AUD 150 (1.5 juta Rupiah). </p>



<p>Kita tak diperkenankan membuang sampah keras (<em>hard waste</em>) di pinggir jalan, kecuali pada waktu-waktu tertentu yang memang dibolehkan. Di negara bagian Victoria, pemerintah memberikan kesempatan dua kali setahun untuk membuang sampah keras (kursi, kasur, meja, dsb) dengan cara meletakkannya di pinggir jalan. Truk akan memungut barang-barang tersebut secara gratis. </p>



<p>Di luar waktu itu, kita harus membayar.</p>



<p><em>Ketiga</em>, penggunaan teknologi. Mau tak mau, kebutuhan teknologi untuk mengelola sampah sudah menjadi kebutuhan mendesak. Kita tak bisa mengandalkan tenaga manusia semuanya untuk menjaga kebersihan. Ada kebutuhan terhadap teknologi untuk efektivitas dan efisiensi kerja. </p>



<p>Hemat saya, kota Padang sudah saatnya memiliki truk penyapu jalan (<em>street sweeper</em>) yang besar dan truk pemungut sampah dengan tangan robot (<em>rubbish truck</em>). Keberadaan truk penyapu jalan bisa mencakup daerah-daerah yang lebih luas. </p>



<p>Untuk tahap awal bisa diterapkan pada jalan-jalan protokol lalu daerah-daerah di pinggir kota. Truk ini bekerja membersihkan dan menyapu jalanan. Sementara truk pemungut sampah bertangan robot diperlukan agar proses pemungutan sampah bisa berlangsung lebih cepat. </p>



<p>Tak perlu tenaga manusia mengambil sampah kemudian dipindahkan ke bak truk seperti cara-cara konvensional.</p>



<p>Operasi truk sampah bertangan robot ini membutuhkan infrastruktur yang memadai. Sebagai misal, ia hanya bisa mengangkat tong sampah dengan standar tertentu. Karenanya, untuk tahap awal operasionalisasi truk ini bisa di terapkan di kantor-kantor pemerintahan atau kawasan perumahan yang punya jalan lebar. </p>



<p>Pemko perlu bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyiapkan sarana tong sampah dengan standar yang dibutuhkan sebelum truk ini bisa menjangkau banyak kawasan di kota Padang.</p>



<p>Sebagai garda terdepan dan kota terbesar di Sumatera Barat, Pemko Padang harus mulai bergerak ke arah ini, termasuk menyiapkan anggarannya secara <em>multi years</em>. Kita sudah ketinggalan lima puluh tahun untuk manajemen pemungutan sampah. Amerika Serikat sudah memulainya sejak 1960-an. </p>



<p>Tidak ada dana bukan lagi alasan yang logis. Semuanya tergantung kemauan politik (<em>political will</em>) Pemko dan DPRD kota Padang guna menyulap kota ini bersih, untuk tidak mengatakan bebas sampah.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/transformasi-pengelolaan-sampah/">Transformasi Pengelolaan Sampah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">180235</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Libur Lebaran, Produksi Sampah di Sumbar Diprediksi Bertambah 49 Ton per Hari</title>
		<link>https://langgam.id/libur-lebaran-sampah-di-sumbar-diprediksi-capai-49-ton-per-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2022 08:16:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=154755</guid>

					<description><![CDATA[<p>KontainerLanggam.id &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah produksi sampah di momen mudik dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah mencapai 49,4 ton sehari. Kepala DLH Provinsi Sumbar Siti Aisyah menerangkan setiap hari rata-rata Sumbar menghasilkan sampah sebanyak 3.781 ton  perhari di luar momen Ramadan dan Idul Fitri. Kemudian jumlah itu meningkat setiap harinya di bulan Ramadan dengan titik penambahan tertinggi di momen mudik sebanyak 49,4 ton. &#8220;Peningkatan sampah akan terus terjadi selama momen lebaran hingga 49 ton, artinya ada peningkatan sebanyak sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa,&#8221; katanya di Padang, Selasa (26/4/2022).</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/libur-lebaran-sampah-di-sumbar-diprediksi-capai-49-ton-per-hari/">Libur Lebaran, Produksi Sampah di Sumbar Diprediksi Bertambah 49 Ton per Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>KontainerLanggam.id</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah produksi sampah di momen mudik dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah mencapai 49,4 ton sehari.</p>
<p dir="ltr">Kepala DLH Provinsi Sumbar Siti Aisyah menerangkan setiap hari rata-rata Sumbar menghasilkan sampah sebanyak 3.781 ton  perhari di luar momen Ramadan dan Idul Fitri. Kemudian jumlah itu meningkat setiap harinya di bulan Ramadan dengan titik penambahan tertinggi di momen mudik sebanyak 49,4 ton.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Peningkatan sampah akan terus terjadi selama momen lebaran hingga 49 ton, artinya ada peningkatan sebanyak sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa,&#8221; katanya di Padang, Selasa (26/4/2022).</p>
<p dir="ltr">Saat ini juga sudah mulai peningkatan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dikelola oleh DLH Sumbar. Pada TPA di Solok bisa terjadi peningkatan sampah sampai 10 dan 12 persen dalam sehari. Sementara TPA di Payakumbuh diprediksi bisa meningkat sampai 20 persen sehari.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Peningkatan sampah di TPA sudah mulai terjadi saat ini, biasanya sekarang petugas di TPA akan bekerja sampai malam,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Dia menjelaskan, peningkatan jumlah tersebut diambil dari prediksi Pemprov Sumbar bahwa akan ada sebanyak 1,8 juta pemudik pulang kampung. Terutama saat mulai liburan cuti lebaran sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.</p>
<p dir="ltr">Menurut dia peningkatan terjadi pada sampah rumah tangga karena meningkatnya konsumsi di rumah tangga, seperti menjamu para tamu saat lebaran. Peningkatan sampah mulai dari dari makanan, minuman, dan plastik. Dia mengimbau agar masyarakat menyediakan tempat sampah di sekitarnya rumah masing-masing.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Misalnya seperti di Kota Bukittinggi, pasti akan terjadi peningkatan jumlah orang di sana selama mudik, tentu hal itu juga bakal meningkatkan produksi sampah rumah tangga, misalnya karena menjamu tamu,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Kemudian peningkatan sampah juga terjadi di jalur lintas dan tempat-tempat wisata. Contohnya di jalur Padang &#8211; Bukittinggi akan terjadi penumpakan sampah di sejumlah titik. Dia mengimbau agar pemerintah daerah melakukan antisipasi dengan menyediakan tempat-tempat sampah di lokasi tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita juga mengimbau pemerintah kabupaten kota mensiagakan petugas, sebelum dan sesudah lebaran sampah harus cepat diambil,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/libur-lebaran-sampah-di-sumbar-diprediksi-capai-49-ton-per-hari/">Libur Lebaran, Produksi Sampah di Sumbar Diprediksi Bertambah 49 Ton per Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">154755</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemprov Sumbar Kerjasama dengan Perusahaan Asing dalam Pengolahan Sampah</title>
		<link>https://langgam.id/pemprov-sumbar-kerjasama-dengan-perusahaan-asing-dalam-pengolahan-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2021 10:21:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=111127</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) merencanakan kerjasama pengolahan sampah dengan perusahaan luar negeri. Pengolahan sampah itu dilakukan dengan teknologi ramah lingkungan. Kerjasama Pemprov Sumbar tersebut difasilitasi oleh Direktur Utama Microfinance Innovation Center for Resources and Alternatives (MICRA) Indones Muhammad Alfi Syahrin. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan penjajakan kerjasama adalah bentuk komitmen Pemprov Sumbar dalam pengendalian lingkungan karena direncanakan pengolahan sampah itu menggunakan mesin penghancur tanpa polusi dari Inggris. &#8220;Kita akan terus melakukan inovasi dalam mengendalikan lingkungan hidup, salah satunya terkait pengelolaan sampah. Kita berharap rencana kerjasama ini dapat terwujud,&#8221; katanya saat melakukan Zoom Meeting bersama Graham Clark, CEO Japan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemprov-sumbar-kerjasama-dengan-perusahaan-asing-dalam-pengolahan-sampah/">Pemprov Sumbar Kerjasama dengan Perusahaan Asing dalam Pengolahan Sampah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) merencanakan kerjasama pengolahan sampah dengan perusahaan luar negeri. Pengolahan sampah itu dilakukan dengan teknologi ramah lingkungan.</p>
<p dir="ltr">Kerjasama Pemprov Sumbar tersebut difasilitasi oleh Direktur Utama Microfinance Innovation Center for Resources and Alternatives (MICRA) Indones Muhammad Alfi Syahrin.</p>
<p dir="ltr">Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan penjajakan kerjasama adalah bentuk komitmen Pemprov Sumbar dalam pengendalian lingkungan karena direncanakan pengolahan sampah itu menggunakan mesin penghancur tanpa polusi dari Inggris.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita akan terus melakukan inovasi dalam mengendalikan lingkungan hidup, salah satunya terkait pengelolaan sampah. Kita berharap rencana kerjasama ini dapat terwujud,&#8221; katanya saat melakukan Zoom Meeting bersama Graham Clark, CEO Japan Risk Solution terkait rencana kerjasama Mesin Pengolahan Sampah, Selasa (26/6/2021).</p>
<p dir="ltr">Dijelaskan Mahyeldi, waste machine pyrocore merupakan salah satu mesin penghancur sampah tanpa melalui pembakaran dan ramah lingkungan yang berteknologi tinggi.</p>
<p dir="ltr">&#8220;InsyaAllah teknologi pyrocore akan kita hadirkan, sebelum itu kita akan berkoordinasi dengan menteri terkait dan bupati walikota se-Sumbar untuk detail teknisnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Gubernur Sumbar menyampaikan pada prinsipnya dalam pengelolaan sampah, sepanjang itu untuk kebaikan masyarakat Pemprov Sumbar akan menfasilitasi.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, Graham Clark menjelaskan, teknologi Pyrocore digunakan untuk solusi dalam penghancur sampah sehingga tidak menimbulkan polusi dan ramah terhadap lingkungan.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemprov-sumbar-kerjasama-dengan-perusahaan-asing-dalam-pengolahan-sampah/">Pemprov Sumbar Kerjasama dengan Perusahaan Asing dalam Pengolahan Sampah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111127</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemko Pariaman Serahkan Pengelolaan Sampah ke Masing-masing Desa</title>
		<link>https://langgam.id/pemko-pariaman-serahkan-pengelolaan-sampah-ke-masing-masing-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2020 05:47:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=28169</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Menyikapi persoalan sampah yang selalu menjadi polemik di lingkungan perkotaan ataupun desa serta kelurahan, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman akan terapkan pengelolaan sampah diserahkan ke masing-masing desa atau kelurahan. Diketahui selama ini, tanggungjawab pengelolaan sampah dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH). Namun, mulai 2020, Pemko Pariaman akan menerapkan bahwa pengelolaan sampah ada di masing-masing desa atau kelurahan, sesuai dengan Perda Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pegelolaan Sampah. “Seharusnya dari dulu semenjak keluar Perda tersebut, hal ini sudah dilakukan oleh Desa dan Kelurahan, akan tetapi itu tidak pernah terjadi dan masih kami yang melakukan melalui</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-pariaman-serahkan-pengelolaan-sampah-ke-masing-masing-desa/">Pemko Pariaman Serahkan Pengelolaan Sampah ke Masing-masing Desa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> – Menyikapi persoalan sampah yang selalu menjadi polemik di lingkungan perkotaan ataupun desa serta kelurahan, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman akan terapkan pengelolaan sampah diserahkan ke masing-masing desa atau kelurahan.</p>
<p>Diketahui selama ini, tanggungjawab pengelolaan sampah dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH).</p>
<p>Namun, mulai 2020, Pemko Pariaman akan menerapkan bahwa pengelolaan sampah ada di masing-masing desa atau kelurahan, sesuai dengan Perda Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pegelolaan Sampah.</p>
<p>“Seharusnya dari dulu semenjak keluar Perda tersebut, hal ini sudah dilakukan oleh Desa dan Kelurahan, akan tetapi itu tidak pernah terjadi dan masih kami yang melakukan melalui petugas kebersihan yang kami tempatkan di wilayah yang ada di Kota Pariaman ini,” ujar Kadis Perkim LH Kota Pariaman, Syukri melalui rilis yang diterima <a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>, Kamis (20/2/2020).</p>
<p>Dikatakannya, tentang pengelolaan sampah ini, kita akan luruskan, bahwa tugas dan tanggung jawab dari desa dan kelurahan, sesuai dengan isi dari Perda tersebut.</p>
<p>“Akan ada tujuh orang petugas kebersihan di masing-masing desa dan kelurahan, guna menjaga kebersihan lingkungan agar terlihat rapi dan indah,” jelasnya.</p>
<p>Sementara, untuk honor petugas kebersihan, kata Syukri, akan dibebankan ke masing-masing desa dan kelurahan tersebut.</p>
<p>“Dibayarkan oleh desa dan kelurahan masing-masing, dengan mempergunakan dana desa dan kelurahan yang telah ada,” ucapnya.</p>
<p>Ia berpesan, kepada seluruh masyarakat, agar bisa bersama-sama menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. “Jangan buang sampah sembaragan lagi di lingkungan kita, karena kebersihan itu adalah tanggung jawab kita bersama mulai dari pemerintahan terendah sampai ke pemerintahan tertinggi,” katanya. <strong>(*/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemko-pariaman-serahkan-pengelolaan-sampah-ke-masing-masing-desa/">Pemko Pariaman Serahkan Pengelolaan Sampah ke Masing-masing Desa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">28169</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dampak Sampah Plastik dalam Lukisan Mahasiswa di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/dampak-sampah-plastik-dalam-lukisan-mahasiswa-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2020 14:39:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=26855</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Resah akan keberadaan sampah plastik yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan, Salman, salah seorang mahasiswa jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Padang (UNP) sampaikan keluhannya melalui lukisan. Diketahui, Salman menampilkan sebanyak sepuluh lukisan, semuanya berkaitan tentang keberadaan sampah plastik yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar. Lukisan itu merupakan pameran akhir Salman sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Strata Satu (S1) di Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP. Menurut Salman, adanya ide untuk mengangkat persoalan sampah, karena hal itu sangat berdekatan dengan kehidupan sehari-hari. “Sampah plastik kerap dijumpai di lingkungan rumah, kawasan pantai, hingga berita hewan laut</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dampak-sampah-plastik-dalam-lukisan-mahasiswa-di-padang/">Dampak Sampah Plastik dalam Lukisan Mahasiswa di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Resah akan keberadaan sampah plastik yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan, Salman, salah seorang mahasiswa jurusan Seni Rupa<span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="http://unp.ac.id/"> Universitas Negeri Padang</a></span> (UNP) sampaikan keluhannya melalui lukisan.</p>
<p>Diketahui, Salman menampilkan sebanyak sepuluh lukisan, semuanya berkaitan tentang keberadaan sampah plastik yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar.</p>
<p>Lukisan itu merupakan pameran akhir Salman sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Strata Satu (S1) di Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP.</p>
<p>Menurut Salman, adanya ide untuk mengangkat persoalan sampah, karena hal itu sangat berdekatan dengan kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Sampah plastik kerap dijumpai di lingkungan rumah, kawasan pantai, hingga berita hewan laut yang mati akibat sampah plastik. Sehingga memantik keresahan di dalam diri saya untuk dituangkan dalam media kanvas,&#8221; ujarnya kepada Langgam.id di Padang, Senin (10/2/2020).</p>
<p>Lukisan yang dipajang Salman, menyajikan berbagai sudut pandangan terkait kondisi sampah plastik serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya, lukisan dengan judul ‘Coboy’.</p>
<p>Pantauan <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>,</span> lukisan dengan judul ‘Coboy’ tersebut menggambarkan seekor kura-kura terlilit tali yang ditunggangi sebuah objek yang menyerupai manusia. Objek tersebut telihat terbuat dari berbagai sampah plastik.</p>
<p>Bagian tangan objek yang menyerupai manusia itu digambarkan dalam bentuk sedotan, tertancap pada hidung kura-kura, ia lukiskan darah mengalir pada bagian hidung kura-kura tersebut.</p>
<p>Selain itu, juga ada beberapa lukisan lain dengan judul Benang Harapan, <em>The Predator</em>, Konsumtif, Bacot, Tempat Pendaratan, Citra, <em>More Human Then Human</em>, Transplantasi dan Awet.</p>
<p>Menurut Salman, penciptaan karya yang dipamerkan itu cukup rumit. Ia menggarapnya sejak Mei 2019 lalu. “Ini memvisualkan sampah plastik di atas kanvas dengan sapuan akrilik,” katanya. <strong>(Irwanda/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dampak-sampah-plastik-dalam-lukisan-mahasiswa-di-padang/">Dampak Sampah Plastik dalam Lukisan Mahasiswa di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26855</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Data DLH, Kota Payakumbuh Hasilkan Sampah 73 Ton Per Hari</title>
		<link>https://langgam.id/data-dlh-kota-payakumbuh-hasilkan-sampah-73-ton-per-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2020 16:31:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=26536</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh mencatat daerah itu menghasilkan sampah mencapai 73-73 ton setiap harinya. Hal ini disebabkan dengan meningkatnya curah hujan sejak beberapa bulan belakangan. Kepala DLH Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi menyebutkan, sampah Kota Payakumbuh dalam satu bulan mencapai 2.200 ton. “Dari data yang ada, memang ada kenaikan volume sampah. Biasanya, kalau kemarau sampah per bulan hanya 2.000 ton, atau sekira 66-68 ton per hari,” ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Jumat (7/2/2020). Peningkatan volume sampah saat penghujan merupakan hal yang bisa, karena pada musim penghujan, berat sampah-sampah yang berada di tempat pembuangan sampah bertambah, karena</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/data-dlh-kota-payakumbuh-hasilkan-sampah-73-ton-per-hari/">Data DLH, Kota Payakumbuh Hasilkan Sampah 73 Ton Per Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/kota-payakumbuh-sumatra-barat/">Kota Payakumbuh</a></span> mencatat daerah itu menghasilkan sampah mencapai 73-73 ton setiap harinya. Hal ini disebabkan dengan meningkatnya curah hujan sejak beberapa bulan belakangan.</p>
<p>Kepala DLH <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/kota-payakumbuh-sumatra-barat/">Kota Payakumbuh</a></span>, Dafrul Pasi menyebutkan, sampah Kota Payakumbuh dalam satu bulan mencapai 2.200 ton. “Dari data yang ada, memang ada kenaikan volume sampah. Biasanya, kalau kemarau sampah per bulan hanya 2.000 ton, atau sekira 66-68 ton per hari,” ujarnya melalui rilis yang diterima <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>,</span> Jumat (7/2/2020).</p>
<p>Peningkatan volume sampah saat penghujan merupakan hal yang bisa, karena pada musim penghujan, berat sampah-sampah yang berada di tempat pembuangan sampah bertambah, karena basah.</p>
<p>Selain itu, kata Dafrul, penyebab bertambahnya volume sampah karena hanyut dari daerah lain melalui sungai, sehingga ada timbunan sampah ketika air mulai menyusut.</p>
<p>&#8220;Memang timbunan sampah tidak seluruhnya dari daerah lain, tapi memang juga disebabkan karena perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan membuang langsung ke sungai,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Agar tidak terjadi banjir di musim penghujan, ia mengimbau agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya.</p>
<p>&#8220;Jangan karena ingin menuntaskan sampah di rumah tangga sendiri, kita membuang sampah ke gorong-gorong. Karena bisa menjadi permasalahan kota,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Setelah itu, masyarakat diharapkan dapat membuat sumber resapan air di rumah masing-masing, seperti membuat biopori atau dengan tidak menutup seluruh permukaan lahan di sekitar rumah dengan semen.</p>
<blockquote>
<h5><span style="font-size: 12pt;"><strong><em>&#8220;Terakhir masyarakat juga kami imbau agar menanam pohon di sekitar rumah, tidak hanya untuk menanggulangi banjir. Tapi juga bisa menambah ketersediaan udara bersih di Payakumbuh,&#8221; katanya. </em></strong></span></h5>
</blockquote>
<p><strong>(*/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/data-dlh-kota-payakumbuh-hasilkan-sampah-73-ton-per-hari/">Data DLH, Kota Payakumbuh Hasilkan Sampah 73 Ton Per Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">26536</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasca Hujan Deras, 300 Ton Sampah Menumpuk di Pantai Padang</title>
		<link>https://langgam.id/pasca-hujan-deras-300-ton-sampah-menumpuk-di-pantai-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2020 14:14:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=25415</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tumpukan sampah kembali mengotori kawasan pantai Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (29/1/2020). Sampah kiriman hulu sungai itu sampai ke laut lantaran hujan deras yang mengguyur Kota Padang, sepanjang Selasa (28/1/2020). Salah satu lokasi penumpukan sampah berada di Kawasan Muaro Lasak, Pantai Padang. Sampah tampak berserakan sepanjang sekitar 200 meter. Sampah-sampah itu bahkan menutupi pasir yang berada di bibir pantai. Selain itu, kawasan Muaro Padang juga tak luput dari tumpukan sampah. Sedikitnya, 30 orang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, diturunkan untuk membersihkan sampah di pantai Muaro Lasak. Pembersihan dilakukan secara manual dengan dibantu satu unit alat berat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pasca-hujan-deras-300-ton-sampah-menumpuk-di-pantai-padang/">Pasca Hujan Deras, 300 Ton Sampah Menumpuk di Pantai Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a> &#8211; Tumpukan sampah kembali mengotori kawasan pantai Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (29/1/2020). Sampah kiriman hulu sungai itu sampai ke laut lantaran hujan deras yang mengguyur Kota Padang, sepanjang Selasa (28/1/2020).</p>
<p>Salah satu lokasi penumpukan sampah berada di Kawasan Muaro Lasak, Pantai Padang. Sampah tampak berserakan sepanjang sekitar 200 meter. Sampah-sampah itu bahkan menutupi pasir yang berada di bibir pantai. Selain itu, kawasan Muaro Padang juga tak luput dari tumpukan sampah.</p>
<p>Sedikitnya, 30 orang petugas Dinas Lingkungan Hidup<span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="http://dlh.padang.go.id/"> (DLH)</a> </span>Kota Padang, diturunkan untuk membersihkan sampah di pantai Muaro Lasak. Pembersihan dilakukan secara manual dengan dibantu satu unit alat berat dari Dinas PUPR Padang.</p>
<h5><span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/dibuang-masyarakat-ke-sungai-puluhan-ton-sampah-bertumpuk-di-pantai-padang-masyarakat-ke-sungai-puluhan-ton-sampah-bertumpuk-di-pantai/"><span style="font-size: 12pt;">Baca juga : Dibuang Masyarakat ke Sungai, Puluhan Ton Sampah Bertumpuk di Pantai Padang</span></a></span></h5>
<p>Kasi Peralatan Dinas PUPR Kota Padang, Syamsu Rinal, mengatakan jumlah tumpukan sampah sepanjang pantai Padang diperkirakan mencapai 300 ton. Pihak DLH menurunkan sebanyak 10 armada pengangkut sampah yang sudah 20 kali berulang mengantar sampah.</p>
<p>&#8220;Jika dilalukan semuanya diperkirakan akan selesai dalam satu minggu. Tinggi sampah ini mencapai 3 meter dari tanah. Kalau hari hujan maka bisa bertambah lagi,&#8221; katanya saat berada di kawasan pantai Padang, Rabu (29/1/2020).</p>
<h5><span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/sampah-bertumpuk-di-pantai-padang-setelah-hujan-sebagian-dikubur-karena-kurang-armada/"><span style="font-size: 12pt;">Baca juga : Sampah Bertumpuk di Pantai Padang Setelah Hujan, Sebagian Dikubur karena Kurang Armada</span></a></span></h5>
<p>Dia mengatakan, semua sampah dari pantai ini akan dibawa ke pembuangan akhir di Aia Dingin, Lubuk Minturun. Kali ini sampah tidak dikubur seperti sebelumnya, hal itu sesuai dengan instruksi Wali Kota Padang.</p>
<p>&#8220;Pengerjaannya sampai seminggu. Setelah di Muaro Lasak, kami akan bersihkan sampah di kawasan Muaro Padang,&#8221; katanya. <strong>(Rahmadi/ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pasca-hujan-deras-300-ton-sampah-menumpuk-di-pantai-padang/">Pasca Hujan Deras, 300 Ton Sampah Menumpuk di Pantai Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">25415</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tahan Sampah ke Laut, Pemko Padang Akan Pasang Kubus Apung</title>
		<link>https://langgam.id/tahan-sampah-ke-laut-pemko-padang-akan-pasang-kubus-apung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 06:37:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=24916</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang akan memasang kubus apung di beberapa titik aliran sungai untuk mencegah sampah sampai ke laut, hal ini merupakan salah satu upaya agar sampah tidak berserakan di pantai. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon menyebutkan, pemasangan kubus apung bertujuan untuk menahan sampah-sampah dari aliran sungai agar tidak mengalir ke laut. Tahap awal, kubus apung tersebut akan dipasang di dua lokasi, yaitu kawasan Gurun Laweh dan Palinggam. Diperkirakan, kata Mairizon, pemasangan kubus apung itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp500 juta. “Prosesnya melalui tender, kita perkirakan pemasangan kubus apung tersebut bulan Mei 2020,” ujarnya melalui</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tahan-sampah-ke-laut-pemko-padang-akan-pasang-kubus-apung/">Tahan Sampah ke Laut, Pemko Padang Akan Pasang Kubus Apung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> – Pemerintah Kota (Pemko) Padang akan memasang kubus apung di beberapa titik aliran sungai untuk mencegah sampah sampai ke laut, hal ini merupakan salah satu upaya agar sampah tidak berserakan di pantai.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon menyebutkan, pemasangan kubus apung bertujuan untuk menahan sampah-sampah dari aliran sungai agar tidak mengalir ke laut.</p>
<p>Tahap awal,<span style="color: #993300;"> <a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/5-potret-tumpukan-sampah-di-pantai-muaro-lasak-padang/">kubus apung</a></span> tersebut akan dipasang di dua lokasi, yaitu kawasan Gurun Laweh dan Palinggam.</p>
<p>Diperkirakan, kata Mairizon, pemasangan kubus apung itu akan menghabiskan anggaran sekitar <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/rekam-orang-buang-sampah-sembarangan-di-padang-dapat-rp100-ribu/">Rp500 juta</a></span>. “Prosesnya melalui tender, kita perkirakan pemasangan kubus apung tersebut bulan Mei 2020,” ujarnya melalui rilis yang diterima <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>,</span> Sabtu (25/1/2020).</p>
<p>Namun, kata Mairizon, meskipun kubus apung telah dipasang, <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="http://dlh.padang.go.id/">DLH</a></span> berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://langgam.id/5-potret-tumpukan-sampah-di-pantai-muaro-lasak-padang/">Daerah Aliran Sungai</a></span> (DAS).</p>
<p>“Upaya yang kita lakukan ini harus kita imbangi dengan meningkatkan kesadaran untuk lebih peduli terhadap lingkungan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dijelaskannya, menumpuknya sampah beberapa waktu belakangan di pinggir pantai, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Kota Padang dalam menjaga lingkungan masih rendah.</p>
<p>Karena itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan.</p>
<p>“Jika masyarakat sadar dan kubus apung itu sudah terpasang, maka tumpukan sampah yang kerap terjadi di Pantai Padang setiap kali musim hujan akan dapat diminimalisir,” katanya. <strong>(*/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tahan-sampah-ke-laut-pemko-padang-akan-pasang-kubus-apung/">Tahan Sampah ke Laut, Pemko Padang Akan Pasang Kubus Apung</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24916</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rekam Orang Buang Sampah Sembarangan di Padang Dapat Rp100 Ribu</title>
		<link>https://langgam.id/rekam-orang-buang-sampah-sembarangan-di-padang-dapat-rp100-ribu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2020 10:52:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=24785</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bakal memberikan insentif sebesar Rp100 ribu kepada setiap orang yang bisa merekam dengan video oknum yang membuang sampah sembarangan. Perekam video bisa langsung mengirim aktivitas buang sampah sembarangan ke http://bit.ly/insentifsampah dengan mengisi formulir di https://forms.gle/XLrJqGjkJcAKCTyKA atau dengan scan code QR khusus yang telah disediakan DLH. Kepala DLH Kota Padang, Mairizon, mengatakan peraturan itu berdasarkan Perwako Nomor 109 Tahun 2019. Di sana, ada pasal yang menjelaskan soal insentif bagi masyarakat yang membantu melaporkan bagi pembuang sampah sembarangan. &#8220;Selama ini partisipasi masyarakat termasuk rendah dalam mengawasi dan mengelola lingkungan. Maka kita buat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rekam-orang-buang-sampah-sembarangan-di-padang-dapat-rp100-ribu/">Rekam Orang Buang Sampah Sembarangan di Padang Dapat Rp100 Ribu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://langgam.id/">Langgam.id</a> &#8211; Pemerintah Kota Padang melal<span style="color: #000000;">ui Dinas Lingkungan Hidup (</span>DLH), bakal memberikan insentif sebesar Rp100 ribu kepada setiap orang yang bisa merekam dengan video oknum yang membuang sampah sembarangan.</p>
<p>Perekam video bisa langsung mengirim aktivitas buang sampah sembarangan ke <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="http://bit.ly/insentifsampah">http://bit.ly/insentifsampah</a> </span>dengan mengisi formulir di <span style="color: #993300;"><a style="color: #993300;" href="https://forms.gle/XLrJqGjkJcAKCTyKA">https://forms.gle/XLrJqGjkJcAKCTyKA</a> </span>atau dengan scan code QR khusus yang telah disediakan DLH.</p>
<p>Kepala DLH Kota Padang, Mairizon, mengatakan peraturan itu berdasarkan Perwako Nomor 109 Tahun 2019. Di sana, ada pasal yang menjelaskan soal insentif bagi masyarakat yang membantu melaporkan bagi pembuang sampah sembarangan.</p>
<p>&#8220;Selama ini partisipasi masyarakat termasuk rendah dalam mengawasi dan mengelola lingkungan. Maka kita buat perangsang semacam insentif agar masyarakat ikut mengawasi para pembuang sampah tidak sesuai aturan ini,&#8221; katanya kepada langgam.id, Jumat (24/1/2020).</p>
<p>Peraturan ini menurutnya berlaku untuk seluruh wilayah di Kota Padang. Dalam rekaman itu, pihaknya meminta warga memprioritaskan video pelaku yang membuang sampah tidak pada tempatnya seperti di jalan dan dari atas jembatan ke sungai.</p>
<p>Video yang mendapatkan insentif harus memenuhi syarat tampak wajah oknum yang membuang sampah sembarangan, kemudian alamat pelaku. Hal ini agar DLH bisa memproses oknum tersebut untuk diajukan ke pengadilan dengan tindak pidana ringan melalui proses verifikasi dan penyelidikan oleh penyidik DLH.</p>
<blockquote>
<h5><span style="font-size: 12pt;"><strong><em>&#8220;Setiap masyarakat yang memvideoakan dengan baik, jelas orangnya, jelas perbuatannya, jelas tempat tinggalnya, maka kami berikan Rp 100 ribu,&#8221; katanya.</em></strong></span></h5>
</blockquote>
<p>Dia mengatakan saat ini peraturan tersebut sudah berlaku. Sebelumnya Perwako sudah disahkan juga pada bulan Desember 2019. Dana untuk membayar insentif jugaa diambilkan dari APBD Kota Padang.</p>
<p>Pelapor juga tidak perlu khawatir sebab semua identitas yang berkaitan dengan pelapor akan dirahasiakan. Prosesnya juga tidak sulit, setelah video diterima, DLH akan mempelajari video tersebut. Kemudian penyidik akan mendatangi orang dan alamat yang dilaporkan sebagai proses verifikasi.</p>
<p>Dengan adanya peraturan itu dia berharap agar masyarakat semakin sadar untuk menjaga lingkungan Kota Padang. Sehingga juga timbul efek jera agar tidak membuang sampah sembarangan.</p>
<p>Dia mengatakan sampah di Padang bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi juga harus ada kontrol dari masyarakat.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya sudah ada peraturan agar sampah diletakan hingga pukul 17:00 WIB,namun masih banyak yang membuang sembarangan, sehingga peraturan ini tidak berjalan, maka peraturan diberikan,&#8221; katanya. <strong>(Rahmadi/ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rekam-orang-buang-sampah-sembarangan-di-padang-dapat-rp100-ribu/">Rekam Orang Buang Sampah Sembarangan di Padang Dapat Rp100 Ribu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24785</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Direktur Bank Sampah Berkumpul di Padang</title>
		<link>https://langgam.id/direktur-bank-sampah-berkumpul-di-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2020 02:37:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah di Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=24484</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak 18 direktur bank sampah menghadiri pertemuan yang digelar di Padang. Pertemuan yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang tersebut dalam rangka persiapan menghadapi Hari Peduli Sampah. Sekretaris DLH Padang Masfetrin yang membuka pertemuan mengharapkan pengelola bank sampah di Padang dapat meningkatkan produksi keranjang belanja yang akan dibeli dan diserahkan kepada masyarakat di pasar tradisional. &#8220;Ini sebagai bentuk sosialisasi supaya masyarakat tidak lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja ke pasar,&#8221; katanya, sebagaimana dilansir siaran pers Humas Pemko Padang, Selasa (21/1/2020). Ia berharap produksi tersebut meningkat menjelang peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2020 pada Februari mendatang. Dalam pertemuan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/direktur-bank-sampah-berkumpul-di-padang/">Direktur Bank Sampah Berkumpul di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Sebanyak 18 direktur bank sampah menghadiri pertemuan yang digelar di Padang. Pertemuan yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang tersebut dalam rangka persiapan menghadapi Hari Peduli Sampah.</p>
<p>Sekretaris DLH Padang Masfetrin yang membuka pertemuan mengharapkan pengelola bank sampah di Padang dapat meningkatkan produksi keranjang belanja yang akan dibeli dan diserahkan kepada masyarakat di pasar tradisional.</p>
<p>&#8220;Ini sebagai bentuk sosialisasi supaya masyarakat tidak lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja ke pasar,&#8221; katanya, sebagaimana dilansir siaran pers Humas Pemko Padang, Selasa (21/1/2020).</p>
<p>Ia berharap produksi tersebut meningkat menjelang peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2020 pada Februari mendatang.</p>
<p>Dalam pertemuan yang digelar di ruangan Aula DLH Balai Baru, Kecamatan Kuranji itu juga dibahas sinergi dengan Pemko Padang. Serta, bentuk insentif yang dapat diterima oleh bank sampah.<br />
Hal ini agar kegiatan dapat keberlanjutan dan operasional bagi bank sampah yang baru terbentuk bisa meningkat.</p>
<p>Menurutnya, program satu kelurahan satu bank sampah masih belum optimal. &#8220;Melalui kecamatan dan kelurahan, diharapkan peran bank sampah yang saat ini sudah berjalan agar tidak henti hentinya menebarkan &#8220;virus&#8221;. Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dari bank sampah yang ada di Kota Padang,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia berharap diskusi dengan 18 direktur dan perwakilan bank sampah di Kota Padang itu Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi dan Kelembagaan Lingkungan Yenni Lusia itu bisa meningkatkan komunikasi dengan Pemko. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/direktur-bank-sampah-berkumpul-di-padang/">Direktur Bank Sampah Berkumpul di Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24484</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 21/90 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-17 22:04:23 by W3 Total Cache
-->