<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Sahur Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/sahur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/sahur/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Mar 2025 08:18:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Sahur Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/sahur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Waktu Puasa Dimulai dari Imsak atau Azan Subuh? Begini Penjelasannya</title>
		<link>https://langgam.id/waktu-puasa-dimulai-dari-imsak-atau-azan-subuh-begini-penjelasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2025 08:17:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=223152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Saat bulan Ramadan, sekitar 10 menit jelang azan subuh berkumandang, di sejumlah daerah Indonesia, terdengar suara orang mengumumkan waktu imsak sudah masuk melalui pengeras suara di masjid. Tidak itu saja, di brosur imsakiyah Ramadan, juga tertera jadwal imsak. Saat imsak, masyarakat kita mulai menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa. Apakah tradisi waktu imsak ini ada tuntunannya? Dan benarkah waktu memulai puasa adalah waktu imsak? Dilansir dari situs mui.or.id, bila merujuk pengertian puasa pada literatur fikih, sebenarnya puasa dimulai sejak terbitnya fajar sampai matahari terbenam. Waktu terbitnya fajar sendiri merupakan waktu azan subuh dikumandangkan. Misalnya, merujuk pada</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/waktu-puasa-dimulai-dari-imsak-atau-azan-subuh-begini-penjelasannya/">Waktu Puasa Dimulai dari Imsak atau Azan Subuh? Begini Penjelasannya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Saat bulan Ramadan, sekitar 10 menit jelang azan subuh berkumandang, di sejumlah daerah Indonesia, terdengar suara orang mengumumkan waktu imsak sudah masuk melalui pengeras suara di masjid. </p>



<p>Tidak itu saja, di brosur imsakiyah Ramadan, juga tertera jadwal imsak. Saat imsak, masyarakat kita mulai menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa.</p>



<p>Apakah tradisi waktu imsak ini ada tuntunannya? Dan benarkah waktu memulai puasa adalah waktu imsak?</p>



<p>Dilansir dari situs mui.or.id, bila merujuk pengertian puasa pada literatur fikih, sebenarnya puasa dimulai sejak terbitnya fajar sampai matahari terbenam. Waktu terbitnya fajar sendiri merupakan waktu azan subuh dikumandangkan.</p>



<p>Misalnya, merujuk pada kitab Fiqh ash-Shiyam karya Syekh Yusuf al-Qaradlawi yang menerangkan bahwa pengertian puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sepanjang hari yakni dari terbitnya fajar sampai mentari terbenam. (Lihat Yusuf al-Qaradlawi, Fiqhus Shiyam, hlm 10)</p>



<p>Artinya, waktu memulai puasa sebenarnya berawal dari terbit fajar atau azan subuh, bukan dari waktu imsak. Nah, lalu bagaimana dengan tradisi imsak yang dimulai sejak 10 menit sebelum adzan subuh?</p>



<p>Ternyata, tradisi imsak terinspirasi dari hadits riwayat imam Bukhari pada bab, “berapa lama waktu antara selesainya sahur dan azan subuh?” Selengkapnya:</p>



<p>عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَزَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَسَحَّرَا، فَلَمَّا فَرَغَا مِنْ سَحُورِهِمَا قَامَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصَّلَاةِ، فَصَلَّى، فَقُلْنَا لِأَنَسٍ : كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِي الصَّلَاةِ ؟ قَالَ : كَقَدْرِ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً.</p>



<p>Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi SAW dan Zaid bin Tsabit makan sahur bersama. Setelah keduanya selesai makan sahur, beliau lalu bangkit melaksanakan salat.” Kami bertanya kepada Anas, “Berapa rentang waktu antara selesainya makan sahur hingga keduanya melaksanakan salat?” Anas bin Malik menjawab, “Kira-kira waktu seseorang membaca lima puluh ayat.” (HR Bukhari no 542)</p>



<p>Berdasarkan hadits di atas, waktu antara selesainya sahur dan salat subuh adalah 50 ayat. Karenanya, ulama di Indonesia memperkirakan bahwa pembacaan 50 ayat sekitar 10 menit.</p>



<p>Lebih jauh, Imam Al-Mawardi di dalam karyanya al-Iqna’ berpendapat:</p>



<p>وزمان الصّيام من طُلُوع الْفجْر الثَّانِي إِلَى غرُوب الشَّمْس لَكِن عَلَيْهِ تَقْدِيم الامساك يَسِيرا قبل طُلُوع الْفجْر وَتَأْخِير (الْفطر) يَسِيرا بعد غرُوب الشَّمْس ليصير مُسْتَوْفيا لامساكمَا بَينهمَا</p>



<p>“Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar (saat waktu shalat Subuh) sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi, lebih baik bila orang yang berpuasa menahan diri dari yang membatalkan puasa (imsak) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak keduanya.” (Lihat Ali bin Muhammad Al-Mawardi, Al-Iqna’, hlm 74)</p>



<p>Jadi, waktu dimulainya puasa bukan dari waktu imsak (10 menit sebelum azan subuh) melainkan dari terbitnya fajar alias saat azan subuh mulai berkumandang.</p>



<p>Namun, akan lebih baik bila kita menahan diri beberapa saat lebih awal sebelum adzan subuh seperti yang dipraktikkan Nabi SAW pada hadits di atas. </p>



<p>Dengan demikian, tradisi imsak di Indonesia pada dasarnya memiliki tuntunan syariat dari sunnah Nabi Muhammad SAW dan argumentasi para ulama terdahulu. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/waktu-puasa-dimulai-dari-imsak-atau-azan-subuh-begini-penjelasannya/">Waktu Puasa Dimulai dari Imsak atau Azan Subuh? Begini Penjelasannya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223152</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Tidur Setelah Sahur? Ini Bahayanya Bagi Kesehatan</title>
		<link>https://langgam.id/bolehkah-tidur-setelah-sahur-ini-bahayanya-bagi-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Mar 2024 09:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sahur]]></category>
		<category><![CDATA[Tidur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=199232</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Waktu tidur yang sebentar selama Ramadan, membuat beberapa orang mudah mengantuk usai menyantap hidangan sahur. Akibatnya, ada orang kembali tidur selepas makan sahur. Akan tetapi, tidur setelah sahur bukanlah tidur yang berkualitas karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Selain memiliki efek buruk dari tinjauan medis, ternyata tidur setelah makan tidaklah dianjurkan dalam ajaran agama. Dilansir dari NU Online, praktisi medis dr Naila Mafazah mengatakan bahwa terdapat beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan jika seseorang kerap tidur setelah makan. Salah satunya adalah risiko Gastroesofageal Reflux Disease (GERD), yakni ketika asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus. “Kita harus bisa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bolehkah-tidur-setelah-sahur-ini-bahayanya-bagi-kesehatan/">Bolehkah Tidur Setelah Sahur? Ini Bahayanya Bagi Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Waktu tidur yang sebentar selama Ramadan, membuat beberapa orang mudah mengantuk usai menyantap hidangan sahur. Akibatnya, ada orang kembali tidur selepas makan sahur. </p>



<p>Akan tetapi, tidur setelah sahur bukanlah tidur yang berkualitas karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Selain memiliki efek buruk dari tinjauan medis, ternyata tidur setelah makan tidaklah dianjurkan dalam ajaran agama. </p>



<p>Dilansir dari NU Online, praktisi medis dr Naila Mafazah mengatakan bahwa terdapat beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan jika seseorang kerap tidur setelah makan. </p>



<p>Salah satunya adalah risiko Gastroesofageal Reflux Disease (GERD), yakni ketika asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus. </p>



<p>“Kita harus bisa membiasakan diri menahan untuk tidak tidur setelah makan karena dapat menyebabkan beberapa penyakit, salah satunya penyakit GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease,” ujar dr Naila </p>



<p>Ia menjelaskan, bahwa GERD terjadi karena katup yang menutup asam lambung di antara lambung dan esofagus tidak berfungsi secara sempurna, sehingga asam lambung dan makanan naik lagi ke esofagus. </p>



<p>“Makanya, pada pasien dengan diagnosa GERD, dia akan mengeluhkan dada terasa panas. Selain itu, tidur setelah makan juga menyebabkan keluhan seperti nyeri perut, perut terasa kembung bahkan bisa sampai keluhan sleep apnea atau kondisi ketika napas akan terhenti selama beberapa detik,” bebernya.</p>



<p>Naila mengungkapkan, jeda waktu yang dianjurkan sebelum tidur setelah makan adalah minimal 3 jam untuk menghindari keluhan seperti nyeri perut, perut kembung, dan sleep apnea. </p>



<p>Sementara itu, alumni Ushuluddin Universitas Al-Azhar Mesir M Tholhah Al-Fayyadl, menjelaskan bahwa menurut fiqih mazhab Syafi&#8217;i, tidur setelah makan termasuk dalam kategori makruh karena adanya larangan dari Rasulullah. </p>



<p>“Menurut fiqih mazhab Syafi’i, makruh hukumnya tidur setelah makan karena ada larangan dari Rasulullah,” ucapnya.</p>



<p>Ia mengatakan bahwa Rasulullah menyarankan agar setelah makan, sebaiknya diisi dengan zikir kepada Allah untuk mencerahkan hati yang menjadi gelap akibat makanan. </p>



<p>“Rasulullah bersabda, dinginkanlah makan kalian dengan zikir kepada Allah dan menjalankan shalat, dan janganlah kalian tidur setelah makan karena hal itu menjadikan hati kalian keras (HR Imam At-Thabrani),” ujarnya.</p>



<p>Selain itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa minimal setelah makan, seseorang disarankan untuk membaca tasbih 100x, shalat 4 rakaat, atau membaca Al-Qur&#8217;an 1 juz. </p>



<p>“Imam Sufyan Ats-Tsauri diceritakan bahwa beliau setelah makan melanjutkan dengan shalat malam. Ini adalah contoh dari Salafuna Saleh yang hendaknya kita teladani,” terangnya. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bolehkah-tidur-setelah-sahur-ini-bahayanya-bagi-kesehatan/">Bolehkah Tidur Setelah Sahur? Ini Bahayanya Bagi Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199232</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cocok Buat Sahur, Ini 8 Pilihan Makanan yang Bisa Bikin Kenyang Lebih Lama</title>
		<link>https://langgam.id/cocok-buat-sahur-ini-8-pilihan-makanan-yang-bisa-bikin-kenyang-lebih-lama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 07:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=198928</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tubuh memerlukan energi yang cukup agar bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal selama berpuasa. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memperhatikan jenis asupan saat sahur. Sahur merupakan bagian penting dari berpuasa. Selain sunah, sahur juga menjaga tingkat energi sepanjang hari. Beberapa makanan super yang tercantum di sini akan melepas energi secara perlahan ke seluruh tubuh dan membuat kenyang lebih lama. Dikutip Tempo.co dari Gulf News, berikut beberapa makanan sahur yang bisa dinikmati selama berpuasa. 1. TelurSelain mengandung protein, telur juga salah satu makanan yang mudah diolah sehingga cocok untuk sahur. Rasanya juga enak. 2. AlpukatBuah kaya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cocok-buat-sahur-ini-8-pilihan-makanan-yang-bisa-bikin-kenyang-lebih-lama/">Cocok Buat Sahur, Ini 8 Pilihan Makanan yang Bisa Bikin Kenyang Lebih Lama</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Tubuh memerlukan energi yang cukup agar bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal selama berpuasa. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memperhatikan jenis asupan saat sahur. </p>



<p>Sahur merupakan bagian penting dari berpuasa. Selain sunah, sahur juga menjaga tingkat energi sepanjang hari. </p>



<p>Beberapa makanan super yang tercantum di sini akan melepas energi secara perlahan ke seluruh tubuh dan membuat kenyang lebih lama.</p>



<p>Dikutip Tempo.co dari Gulf News, berikut beberapa makanan sahur yang bisa dinikmati selama berpuasa.</p>



<p><strong>1. Telur</strong><br>Selain mengandung protein, telur juga salah satu makanan yang mudah diolah sehingga cocok untuk sahur. Rasanya juga enak.</p>



<p><strong>2. Alpukat</strong><br>Buah kaya nutrisi ini harus menjadi makanan utama saat sahur. Selain menambah rasa, alpukat sangat tinggi seratnya. Serat adalah nutrisi yang sulit dicerna, dapat berkontribusi besar pada penurunan berat badan dan mengurangi lonjakan gula darah. Manfaat lain adalah membuat kenyang lebih lama karena energi dilepaskan perlahan sepanjang hari sehingga sempurna untuk jadi makanan sahur.</p>



<p><strong>3. Oatmeal</strong><br>Sebagai orang Indonesia yang makanan pokoknya adalah nasi, kita cenderung mengonsumsi nasi saat sahur seperti makan pagi saat sarapan. Nasi memang membuat kita kenyang, tapi terlalu banyak nasi bisa membuat kita jadi mengantuk dan akhirnya kerap tidak bisa konsentrasi saat bekerja. Untuk menyiasati penggunaan nasi yang berlebihan, kamu bisa mengonsumsi oatmeal. Makanan yang terbuat dari biji gandum ini bisa dikonsumsi langsung dengan campuran sayuran atau dicampur susu. Kombinasikan oatmeal sesuai dengan selera, ya.</p>



<p><strong>4. Nasi Merah</strong><br>Masih tetap sulit mengganti nasi dengan oatmeal? Tenang, kamu sebenarnya bisa tetap makan nasi, kok. Tapi, ganti nasi putih biasa dengan nasi merah, ya. Beras merah bisa diolah menjadi nasi dengan kandungan karbohidrat yang cukup. Selain itu, beras merah juga mengandung serat yang cukup untuk menunda rasa lapar saat siang hari.</p>



<p><strong>5. Ubi dan Singkong</strong><br>Alternatif lain untuk pengganti nasi yang memberikan rasa kenyang lebih lama adalah ubi dan singkong. Kamu bisa mengolah bahan ini menjadi makanan atau kudapan yang hangat. Kalau malas mengolahnya jadi makanan, cukup rebus atau goreng sebelum disajikan hangat.</p>



<p><strong>6. Jagung</strong><br>Dibandingkan dengan nasi putih, jagung juga memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Olah jagung menjadi beberapa makanan atau cukup direbus lalu dicampur susu dan keju. Selain itu, kamu juga bisa mengolah jagung menjadi nasi yang nikmat.</p>



<p><strong>7. Ikan Berlemak</strong><br>Ikan berlemak seperti salmon atau tuna adalah makanan yang tepat untuk sahur. Kamu bisa memasak ikan ini secara langsung atau dicampur dengan sayuran. Salmon sangat cocok untuk sahur karena mengandung protein, vitamin, mineral, dan omega-3 yang baik untuk tubuh.</p>



<p><strong>8. Kurma</strong><br>Tidak semua orang bisa makan sahur dengan mudah setiap harinya. Ada kalanya saat makan sahur kita jadi mual dan ingin muntah. Untuk menyiasati kondisi ini, kamu bisa mengonsumsi kurma saat sahur sebagai alternatif pengganti makanan lain.</p>



<p>Kurma bisa dimakan secara langsung atau dibuat menjadi jus dengan dicampur dengan susu atau buah lain sesuai selera. Kandungan gula alami pada kurma akan membuat tubuh tetap berenergi selama seharian penuh sebelum akhirnya saat berbuka puasa tiba. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/cocok-buat-sahur-ini-8-pilihan-makanan-yang-bisa-bikin-kenyang-lebih-lama/">Cocok Buat Sahur, Ini 8 Pilihan Makanan yang Bisa Bikin Kenyang Lebih Lama</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198928</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 22/57 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-05-08 05:56:22 by W3 Total Cache
-->