<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita RSUP M Djamil Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/rsup-m-djamil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/rsup-m-djamil/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2026 04:55:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita RSUP M Djamil Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/rsup-m-djamil/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Keluarga Bayi Alceo Kembali Lapor Polisi, Perkarakan Dugaan Kejanggalan Dokumen Kematian</title>
		<link>https://langgam.id/keluarga-bayi-alceo-kembali-lapor-polisi-perkarakan-dugaan-kejanggalan-dokumen-kematian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 04:55:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246687</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika kembali membuat laporan ke Polda Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (10/5/2026). Kali ini, perkara yang diadukan tentang dugaan ketidaksesuaian surat keterangan kematian yang diterbitkan RSUP M Djamil Padang. Dalam laporan tersebut, keluarga menyertakan dugaan adanya pemalsuan keadaan dalam surat resmi yang ditandatangani salah seorang pejabat manajemen rumah sakit berinisial CM. Kuasa hukum keluarga, Suharizal mengatakan, hasil penelusuran awal ditemukan adanya perbedaan antara waktu kematian dengan tanggal yang tercantum pada surat keterangan kematian. Pada surat kematian tertulis 3 Maret 2026. Padahal, bayi tiga tahun ini meninggal 3 April 2026. Keluarga menilai, perbedaan waktu pada surat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/keluarga-bayi-alceo-kembali-lapor-polisi-perkarakan-dugaan-kejanggalan-dokumen-kematian/">Keluarga Bayi Alceo Kembali Lapor Polisi, Perkarakan Dugaan Kejanggalan Dokumen Kematian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika kembali membuat laporan ke Polda Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (10/5/2026). Kali ini, perkara yang diadukan tentang dugaan ketidaksesuaian surat keterangan kematian yang diterbitkan RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Dalam laporan tersebut, keluarga menyertakan dugaan adanya pemalsuan keadaan dalam surat resmi yang ditandatangani salah seorang pejabat manajemen rumah sakit berinisial CM.</p>



<p>Kuasa hukum keluarga, Suharizal mengatakan, hasil penelusuran awal ditemukan adanya perbedaan antara waktu kematian dengan tanggal yang tercantum pada surat keterangan kematian.</p>



<p>Pada surat kematian tertulis 3 Maret 2026. Padahal, bayi tiga tahun ini meninggal 3 April 2026. Keluarga menilai, perbedaan waktu pada surat bukan sekadar kekeliruan administrasi.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Ketidaksesuaian serupa muncul pada lebih dari satu dokumen yang diterima keluarga. Maka itukeluarga memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 391 ayat (1) KUHP,&#8221; ujar Suharizal dalam keteranganya dikutip, Senin (11/5/2026).&nbsp;</p>



<p>Ia mengungkapkan, dokumen kematian memiliki fungsi penting karena menjadi dasar pengurusan berbagai kebutuhan administras. Di antaranya pengurusan dokumen kependudukan, hingga klaim asuransi.</p>



<p>Karena adanya dugaan kekeliruan tersebut, proses administrasi yang dilakukan keluarga disebut belum dapat dilanjutkan.</p>



<p>&#8220;Dokumen itu menjadi dasar untuk pengurusan administrasi. Kalau ada persoalan pada surat, tentu proses berikutnya ikut terhambat,&#8221; jelasnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Sebelumnya, pada laporan pertama, keluarga telah polisikan&nbsp; delapan orang yang terdiri dari dua orang direksi dan enam tenaga medis yang menangani bayi Alceo. Laporan itu terkait dugaan kelalaian dalam pelayanan medis.</p>



<p>Suharizal membeberkan, dua hari sebelum bayi Alceo meninggal, sempat terjadi perbedaan pandangan antara keluarga dengan pihak rumah sakit. Keluarga sempat mengajukan permintaan rujukan untuk perawatan ke Singapura.</p>



<p>&#8220;Permintaan itu tidak dikabulkan. Situasi itu terjadi satu hingga dua hari sebelum meninggal. Kami masih menelaah sejumlah dokumen lain dan tidak menutup kemungkinan akan ada laporan tambahan dalam waktu dekat,&#8221; pungkasnya.  <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/keluarga-bayi-alceo-kembali-lapor-polisi-perkarakan-dugaan-kejanggalan-dokumen-kematian/">Keluarga Bayi Alceo Kembali Lapor Polisi, Perkarakan Dugaan Kejanggalan Dokumen Kematian</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246687</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Balita Dianiaya Ayah Tiri Tak Ditangggung BPJS, Pemkab Solok Cari Solusi</title>
		<link>https://langgam.id/pengobatan-balita-dianiaya-ayah-tiri-tak-ditangggung-bpjs-pemkab-solok-cari-solusi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 11:36:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=246514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Solok akan mencari solusi pembiayaan pengobatan Sena Celin Adipraja, balita tiga tahun yang dianiaya ayah tirinya. Korban alami luka di sekujur tubuh hingga dirawat di ruangan PICU anak RSUP M Djamil Padang. Wakil Bupati Solok, Candra, mengakui korban secara administrasi belum terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tempat tinggalnya asal di Bogor. Termasuk di kampung halaman di Purwokerto. &#8220;Keluarga ini tinggal di Bogor, tapi anak ini belum masuk KK, tidak diurus orang tua. Sehingga tidak memiliki BPJS,&#8221; kata Candra dihubungi Langgam.id, Jumat (8/5/2026). Pemerintah Kabupaten Solok, kata Candra, bisa saja berkoordinasi dengan pemerintah di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengobatan-balita-dianiaya-ayah-tiri-tak-ditangggung-bpjs-pemkab-solok-cari-solusi/">Pengobatan Balita Dianiaya Ayah Tiri Tak Ditangggung BPJS, Pemkab Solok Cari Solusi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Solok akan mencari solusi pembiayaan pengobatan Sena Celin Adipraja, balita tiga tahun yang dianiaya ayah tirinya. Korban alami luka di sekujur tubuh hingga dirawat di ruangan PICU anak RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Wakil Bupati Solok, Candra, mengakui korban secara administrasi belum terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tempat tinggalnya asal di Bogor. Termasuk di kampung halaman di Purwokerto.</p>



<p>&#8220;Keluarga ini tinggal di Bogor, tapi anak ini belum masuk KK, tidak diurus orang tua. Sehingga tidak memiliki BPJS,&#8221; kata Candra dihubungi <strong>Langgam.id</strong>, Jumat (8/5/2026).</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Solok, kata Candra, bisa saja berkoordinasi dengan pemerintah di tempat tinggal korban untuk pengurusan pemindahan administrasi kependudukan.</p>



<p>Namun informasinya, ibu kandung korban tidak mau pindah domisili. Hal ini lantaran Kabupaten Solok hanya kampung halaman dari ayah tiri korban atau pelaku dalam kasus kekerasan anak tersebut.</p>



<p>&#8220;Seandainya dimasukan di sini bisa juga, tapi pertanyaan apakah mau tinggal di sini? Ini yang belum jelas, dan kabarnya tidak mau,&#8221; kata dia.</p>



<p>Candra menegaskan, dalam kondisi ini pemerintah harus hadir. Apalagi korban yang masih balita telah jadi korban kekerasan, negara harus menjamin.</p>



<p>&#8220;Korban kekerasan adalah anak negara, ditanggung negara. Kita akan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk korban yang mendapatkan tindakan yang tidak manusiawi ini,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Maka itu, Candra telah perintahkan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Solok untuk melakukan ppengawalan dalam mencari solusi jalan keluar pembiayaan pengobatan korban. Begitupun agar berkoordinasi dengan Baznas.</p>



<p>&#8220;Anak ini harus kita tangani bersama, ini bicara terkait kemanusian. Anak sekecil itu mendapatkan kekerasan di luar nalar. RSUP M Djamil Padang kabarnya juga memiki yayasan yang bisa membantu,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sebelumnya, dalam kasus ini polisi telah menangkap dan menetapkan tersangka ayah tiri korban bernama Putra Rahmadani (34). Kekerasan ini dilakukan pelaku kepada korban berulang kali pada tanggal 17 dan 19 April 2026.</p>



<p>Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Albeth Solomo Ainulaki mengatakan, korban dianiaya karena pelaku kesal diminta bikin susu, sehingga aktivitas pelaku bermain ponsel terganggu. Korban disebut juga merusak ponsel pelaku.</p>



<p>Kepada ibu korban, pelaku berdalih luka yang dialami anaknya diakibatkan oleh santet. Jika diceritakan ke orang, kondisinya akan semakin parah.</p>



<p>&#8220;Tanggal 28 April, pelaku membawa istri dan anaknya ini untuk pulang kampung ke Solok. Alasanya agar si anak yang kata pelaku disantet bisa diobati di kampung,&#8221; ujar Albeth.</p>



<p>Ia menyebutkan ketika sampai di Kota Padang dari Purwokerto, korban mengalami kejang. Kondisi ini lalu diketahui oleh seorang pedagang gorengan, kemudian menyarankan agar korban segera dibawa ke puskesmas.</p>



<p>&#8220;Warga mengarahkan untuk bawa ke puskesmas, pelaku menolak membawa anaknya. Warga semakin ramai, akhirnya dipaksa. Saat di puskesmas, dibuka baju, tubuh anak ini penuh luka,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>&#8220;Pelaku tetap berdalih bahwa kondisi anaknya ini diakibatkan oleh santet,&#8221; sambung Albeth. <strong>(*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pengobatan-balita-dianiaya-ayah-tiri-tak-ditangggung-bpjs-pemkab-solok-cari-solusi/">Pengobatan Balita Dianiaya Ayah Tiri Tak Ditangggung BPJS, Pemkab Solok Cari Solusi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">246514</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUP M Djamil Pasang Badan di Kasus Bayi Alceo, Beri Bantuan Hukum Usai Dokter hingga Dirut Dipolisikan</title>
		<link>https://langgam.id/rsup-m-djamil-pasang-badan-di-kasus-bayi-alceo-beri-bantuan-hukum-usai-dokter-hingga-dirut-dipolisikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 15:49:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245996</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Manajemen RSUP M Djamil Padang akan memberikan bantuan hukum kepada dokter hingga direkrut utama yang dipolisikan oleh keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika. Bayi 14 bulan itu diduga meninggal dunia karena kelalaian penanganan medis. Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promkes RSUP M Djamil Padang, Rizki Rasyidi mengatakan, manajemen rumah sakit sangat menghormati langkah hukum yang diambil oleh pihak keluarga sebagai bagian dari hak setiap warga negara. &#8220;Terkait dilaporkannya unsur direksi, kami memandang hal ini sebagai bagian dari proses yang harus dijalani secara objektif dan transparan,&#8221; kata Rizki kepada Langgam.id, Selasa (28/4/2026). Menurutnya, RSUP M Djamil Padang memiliki tanggung jawab</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rsup-m-djamil-pasang-badan-di-kasus-bayi-alceo-beri-bantuan-hukum-usai-dokter-hingga-dirut-dipolisikan/">RSUP M Djamil Pasang Badan di Kasus Bayi Alceo, Beri Bantuan Hukum Usai Dokter hingga Dirut Dipolisikan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Manajemen RSUP M Djamil Padang akan memberikan bantuan hukum kepada dokter hingga direkrut utama yang dipolisikan oleh keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika. Bayi 14 bulan itu diduga meninggal dunia karena kelalaian penanganan medis.</p>



<p>Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promkes RSUP M Djamil Padang, Rizki Rasyidi mengatakan, manajemen rumah sakit sangat menghormati langkah hukum yang diambil oleh pihak keluarga sebagai bagian dari hak setiap warga negara.</p>



<p>&#8220;Terkait dilaporkannya unsur direksi, kami memandang hal ini sebagai bagian dari proses yang harus dijalani secara objektif dan transparan,&#8221; kata Rizki kepada Langgam.id, Selasa (28/4/2026).</p>



<p>Menurutnya, RSUP M Djamil Padang memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendampingan kepada tenaga kesehatan yang menjalankan tugasnya sesuai dengan standar profesi dan prosedur yang berlaku.</p>



<p>&#8220;Rumah sakit akan memberikan dukungan, termasuk pendampingan hukum kepada para dokter yang dilaporkan, sepanjang tindakan yang dilakukan berada dalam koridor profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,&#8221; ucapnya.</p>



<p>&#8220;Kami juga memastikan bahwa proses ini akan dihadapi secara proporsional, dengan tetap menjunjung tinggi asas keadilan, transparansi, dan profesionalitas,&#8221; sambungnya lagi.</p>



<p>Rizki menegaskan, direksi RSUP M Djamil Padang tetap berkomitmen untuk kooperatif, mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan. Serta memberikan data dan keterangan yang dibutuhkan oleh pihak berwenang.</p>



<p>&#8220;Kami juga memastikan bahwa pelayanan kepada pasien tetap berjalan optimal dan tidak terganggu oleh proses ini. Di sisi lain, kami terus melakukan evaluasi internal melalui audit medis yang saat ini masih berproses, guna memastikan seluruh tindakan pelayanan telah sesuai dengan standar yang berlaku,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Diketahui, laporan keluarga dari bayi Alceo itu teregistrasi nomor LP/B/96/IV/2026/SPKT/Polda Sumbar. Total ada delapan orang berstatus terlapor.</p>



<p>Ayah dari Alceo, Doris Flantika menyebutkan, alasan direksi RSUP M Djamil juga ikut dilaporkan dalam kasus ini karena yang dialami anaknya selama masa perawatan tidak terlepas dari tanggung jawab pimpinan rumah sakit tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami berkeyakinan, kan instansi ini dipimpin oleh seseorang, apa yang terjadi di instansi itu tidak terlepas dari sepengetahuan pimpinannya,&#8221; kata Doris.</p>



<p>&#8220;Jadi pimpinan itu berkewajiban untuk merapikan kesalahan-kesalaan yang ada di sistem. Jangan biarkan kesalahan di sistem berlarut-larut. Sementara ini sudah berlarut. Makanya kami minta Pak Dovy dan Pak Bestari ikut bertanggung jawab atas kasus ini,&#8221; tambahnya.<strong> (ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rsup-m-djamil-pasang-badan-di-kasus-bayi-alceo-beri-bantuan-hukum-usai-dokter-hingga-dirut-dipolisikan/">RSUP M Djamil Pasang Badan di Kasus Bayi Alceo, Beri Bantuan Hukum Usai Dokter hingga Dirut Dipolisikan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245996</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Surat Terbuka Orang Tua Bayi Alceo untuk Presiden Prabowo, Desak Investigasi Independen RSUP M Djamil</title>
		<link>https://langgam.id/surat-terbuka-orang-tua-bayi-alceo-untuk-presiden-prabowo-desak-investigasi-independen-rsup-m-djamil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 13:16:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Orang tua bayi Alceo Hanan Flantika menyampaikan surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto. Mereka meminta agar dilakukan investigasi independen terkait meninggalnya sang buah hati di RSUP M Djamil Padang. Balita berumur 14 bulan itu diduga meninggal karena kelalaian standar operasional prosedur (SOP), saat menjalani perawatan medis akibat luka bakar. Dengan berurai air mata, ayah Alceo, Doris Flantika mengatakan, investasi independen diperlukan untuk mengungkap kasus tersebut secara terang benderang. Dia berharap agar investigasi tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia untuk melakukan audit etik dan profesional di RSUP M Djamil Padang. &#8220;Kami tidak menuduh tanpa dasar.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/surat-terbuka-orang-tua-bayi-alceo-untuk-presiden-prabowo-desak-investigasi-independen-rsup-m-djamil/">Surat Terbuka Orang Tua Bayi Alceo untuk Presiden Prabowo, Desak Investigasi Independen RSUP M Djamil</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Orang tua bayi Alceo Hanan Flantika menyampaikan surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto. Mereka meminta agar dilakukan investigasi independen terkait meninggalnya sang buah hati di RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Balita berumur 14 bulan itu diduga meninggal karena kelalaian standar operasional prosedur (SOP), saat menjalani perawatan medis akibat luka bakar.</p>



<p>Dengan berurai air mata, ayah Alceo, Doris Flantika mengatakan, investasi independen diperlukan untuk mengungkap kasus tersebut secara terang benderang.</p>



<p>Dia berharap agar investigasi tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia untuk melakukan audit etik dan profesional di RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>&#8220;Kami tidak menuduh tanpa dasar. Namun, berdasarkan apa yang kami alami secara langsung. terdapat dugaan kuat adanya kelalaian dalam pelayanan medis, mulai dari proses penanganan awal hingga tindakan lanjutan yang menurut kami tidak dilakukan dengan standar kehati-hatian yang semestinya,&#8221; kata Doris, Selasa (28/4/2026).</p>



<p>Ia juga meminta perlindungan kepada Presiden Prabowo untuk keluarga pasien dalam mencari keadilan tanpa intimidasi. Kemudian, mengevaluasi sistem pelayanan rumah sakit pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang pada keluarga lain.</p>



<p>&#8220;Hari ini, kami tidak hanya kehilangan anak. Kami juga dihadapkan pada sistem yang terasa sulit ditembus, seolah kebenaran harus diperjuangkan sendirian oleh rakyat kecil. Melalui surat terbuka ini, kami memohon dengan hormat kepada Bapak Presiden,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Doris juga mengungkapkan selama proses perawatan anaknya, ia tidak mendapatkan penjelasan medis yang utuh dan transparan. Begitu juga soal penanganan yang cepat dan responsif sesuai kondisi darurat</p>



<p>&#8220;Kepastian prosedur yang sesuai standar keselamatan pasien. Yang kami dapatkan hanyalah kebingungan, keterlambatan, dan pada akhirnya, kehilangan,&#8221; katanya sembari mengusap air mata.</p>



<p>&#8220;Kami tidak bisa mengembalikan nyawa anak kami. Namun kami percaya, negara masih bisa mencegah agar tragedi ini tidak menjadi cerita yang berulang. Kami tidak mencari sensasi. Kami mencari keadilan,&#8221; katanya lagi.</p>



<p>Seperti diketahui, kasus meninggalnya Alceo telah masuk ke ranah hukum dan saat ini dalam tahap penyelidikan. Laporan keluarga teregistrasi nomor LP/B/96/IV/2026/SPKT/Polda Sumbar.</p>



<p>Dalam laporan tersebut, delapan orang sebagai terlapor tersebut terdiri dari dua jajaran direksi RSUP M Djamil Padang. Dua orang tersebut yakni Direktur Utama Dovy Djanas dan Direktur Medik dan Keperawatan Bestari Jaka Budiman.</p>



<p>Sedangkan enam orang terlapor lainnya merupakan dokter spesialis dan dokter residen di RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Di sisi lain, RSUP M Djamil telah membentuk tim audit invetigasi internal dan audit klinis untuk mengungkap fakta dari kasus meninggalnya Alceo. (ICA)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/surat-terbuka-orang-tua-bayi-alceo-untuk-presiden-prabowo-desak-investigasi-independen-rsup-m-djamil/">Surat Terbuka Orang Tua Bayi Alceo untuk Presiden Prabowo, Desak Investigasi Independen RSUP M Djamil</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245989</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Daftar 8 Orang Terlapor Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil, Termasuk Dokter hingga Dirut</title>
		<link>https://langgam.id/daftar-8-orang-terlapor-kasus-bayi-meninggal-di-rsup-m-djamil-termasuk-dokter-hingga-dirut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 08:05:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245970</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak delapan orang masuk daftar sebagai terlapor dalam kasus meninggalnya bayi 14 bulan bernama Alceo Hanan Flantika di RSUP M Djamil Padang. Penyelidikan kasus sudah dimulai usai laporan orang tua balita ini diterima Polda Sumatra Barat (Sumbar). Laporan itu teregistrasi nomor LP/B/96/IV/2026/SPKT/Polda Sumbar.Dalam laporan, delapan orang sebagai terlapor tersebut terdiri dari dua jajaran direksi RSUP M Djamil Padang. Dua orang tersebut yakni Direktur Utama Dovy Djanas dan Direktur Medik dan Keperawatan Bestari Jaka Budiman. Sedangkan enam orang terlapor lainnya merupakan dokter spesialis dan dokter residen di RSUP M Djamil Padang. &#8220;Iya betul, dua orang jajaran direksi dilaporkan juga,&#8221;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/daftar-8-orang-terlapor-kasus-bayi-meninggal-di-rsup-m-djamil-termasuk-dokter-hingga-dirut/">Daftar 8 Orang Terlapor Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil, Termasuk Dokter hingga Dirut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Sebanyak delapan orang masuk daftar sebagai terlapor dalam kasus meninggalnya bayi 14 bulan bernama Alceo Hanan Flantika di RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Penyelidikan kasus sudah dimulai usai laporan orang tua balita ini diterima Polda Sumatra Barat (Sumbar).</p>



<p>Laporan itu teregistrasi nomor LP/B/96/IV/2026/SPKT/Polda Sumbar.<br>Dalam laporan, delapan orang sebagai terlapor tersebut terdiri dari dua jajaran direksi RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Dua orang tersebut yakni Direktur Utama Dovy Djanas dan Direktur Medik dan Keperawatan Bestari Jaka Budiman. Sedangkan enam orang terlapor lainnya merupakan dokter spesialis dan dokter residen di RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>&#8220;Iya betul, dua orang jajaran direksi dilaporkan juga,&#8221; kata ayah dari Alceo, Doris Flantika, Selasa (28/4/2026).</p>



<p>Doris mengungkap, alasan direksi RSUP M Djamil juga ikut dilaporkan karena kasus yang dialami anaknya selama masa perawatan tidak terlepas dari tanggung jawab pimpinan rumah sakit tersebut.</p>



<p>&#8220;Kami berkeyakinan, kan instansi ini dipimpin oleh seseorang, apa yang terjadi di instansi itu tidak terlepas dari sepengetahuan pimpinannya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>&#8220;Jadi pimpinan itu berkewajiban untuk merapikan kesalahan-kesalaan yang ada di sistem. Jangan biarkan kesalahan di sistem berlarut-larut. Sementara ini sudah berlarut. Makanya kami minta Pak Dovy dan Pak Bestari ikut bertanggung jawab atas kasus ini,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Sementara itu, langgam.id sudah mencoba konfirmasi ke direksi RSUP M Djamil terkait laporan ini. Namun hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban.</p>



<p>Sebelumnya, pada Senin (28/4/2026), Doris bersama istrinya Nuri Khairma telah menjalani pemeriksaan pertama sebagai pelapor dalam kasus ini di Polda Sumbar. Pemeriksaan berlangsung cukup lama, mulai dari siang hingga malam.<strong> (ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/daftar-8-orang-terlapor-kasus-bayi-meninggal-di-rsup-m-djamil-termasuk-dokter-hingga-dirut/">Daftar 8 Orang Terlapor Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil, Termasuk Dokter hingga Dirut</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245970</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Mulai Selidiki Kasus Bayi Alceo Meninggal di RSUP M Djamil Padang, 8 Orang Dilaporkan</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-mulai-selidiki-kasus-bayi-alceo-meninggal-di-rsup-m-djamil-padang-8-orang-dilaporkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 01:59:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245961</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polda Sumatra Barat (Sumbar) mulai melakukan penyelidikan kasus meninggalnya bayi 14 bulan bernama Alceo Hanan Flantika di RSUP M Djamil Padang. Penyelidikan ini berdasarkan laporan orang tua dari balita malang tersebut. Laporan itu teregistrasi nomor LP/B/96/IV/2026/SPKT/Polda Sumbar. Pelapor atau ayah dari Alceo, Doris Flantika, melaporkan delapan orang yang menangani anaknya selama masa perawatan di RSUP M Djamil Padang. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan, membenarkan laporan kasus ini telah diterima dan telah ditindaklanjuti. &#8220;Ya, saat ini laporan masih lidik (penyelidikan),&#8221; kata Andry, dikutip Selasa (28/4/2026). Andry mengungkapkan, dalam tahap proses penyelidikan, penyidik bakal meminta</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-mulai-selidiki-kasus-bayi-alceo-meninggal-di-rsup-m-djamil-padang-8-orang-dilaporkan/">Polisi Mulai Selidiki Kasus Bayi Alceo Meninggal di RSUP M Djamil Padang, 8 Orang Dilaporkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Polda Sumatra Barat (Sumbar) mulai melakukan penyelidikan kasus meninggalnya bayi 14 bulan bernama Alceo Hanan Flantika di RSUP M Djamil Padang. Penyelidikan ini berdasarkan laporan orang tua dari balita malang tersebut.</p>



<p>Laporan itu teregistrasi nomor LP/B/96/IV/2026/SPKT/Polda Sumbar. Pelapor atau ayah dari Alceo, Doris Flantika, melaporkan delapan orang yang menangani anaknya selama masa perawatan di RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan, membenarkan laporan kasus ini telah diterima dan telah ditindaklanjuti.</p>



<p>&#8220;Ya, saat ini laporan masih lidik (penyelidikan),&#8221; kata Andry, dikutip Selasa (28/4/2026).</p>



<p>Andry mengungkapkan, dalam tahap proses penyelidikan, penyidik bakal meminta keterangan dari pelapor hingga terlapor.</p>



<p>Pada Senin (24/4/2026) siang, pemeriksaan awal dilakukan kepada pelapor yakni Doris Flantika.</p>



<p>&#8220;Laporan adalah dugaan perkara malpraktik yang tertuang dalam pasal 440, UU nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan,&#8221; ucap Andry.</p>



<p>Dalam surat laporan tercatat delapan orang yang dilaporkan yakni berinisial R, S, B, A, T, R, DY, dan DI. Tidak dijelaskan jabatan atau profesi para terlapor di RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Sebelumnya, Ayah dari Alceo, Doris Flantika mengatakan, laporan ditujukan kepada petugas medis yang menangani anaknya. Dalam pelaporannya, ia membawa sejumlah barang bukti berupa foto kondisi anaknya saat dirawat hingga air mandi pasien di RSUP M Djamil yang keruh.</p>



<p>&#8220;Kami sangat yakin hukum di Indonesia adil dan berimbang. Kami yakin pihak kepolisian akan bekerja secara profesional. Mudah-mudahan dalam waktu cepat kasus ini akan ditangani pihak kepolisian dan ditentukan pihak yang bersalah,&#8221; kata Doris. <strong>(ICA)</strong></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-mulai-selidiki-kasus-bayi-alceo-meninggal-di-rsup-m-djamil-padang-8-orang-dilaporkan/">Polisi Mulai Selidiki Kasus Bayi Alceo Meninggal di RSUP M Djamil Padang, 8 Orang Dilaporkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245961</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Bayi Alceo Resmi Polisikan Petugas RSUP M Djamil Padang, Sang Ayah Optimistis Hukum Adil</title>
		<link>https://langgam.id/keluarga-bayi-alceo-resmi-polisikan-petugas-rsup-m-djamil-padang-sang-ayah-optimistis-hukum-adil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 12:50:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245797</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kasus Alceo Hanan Flantika, bayi 14 bulan yang diduga meninggal akibat kelalaian penanganan medis di RSUP M Djamil Padang, akhirnya masuk ke ranah hukum. Orang tua balita tersebut resmi melapor ke Polda Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (23/4/2026). Ayah dari Alceo, Doris Flantika mengatakan, laporan ditujukan kepada petugas medis yang menangani anaknya. Ada lebih dari satu orang yang dipolisikan, namun ia tidak merincikannya. &#8220;Yang dilaporkan lebih dari satu orang, mereka petugas yang langsung menangani Alceo,&#8221; ujar Doris di Polda Sumbar. Dalam pelaporannya itu, Doris mengungkapkan membawa sejumlah barang bukti berupa foto kondisi anaknya saat dirawat hingga air mandi pasien</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/keluarga-bayi-alceo-resmi-polisikan-petugas-rsup-m-djamil-padang-sang-ayah-optimistis-hukum-adil/">Keluarga Bayi Alceo Resmi Polisikan Petugas RSUP M Djamil Padang, Sang Ayah Optimistis Hukum Adil</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kasus Alceo Hanan Flantika, bayi 14 bulan yang diduga meninggal akibat kelalaian penanganan medis di RSUP M Djamil Padang, akhirnya masuk ke ranah hukum. Orang tua balita tersebut resmi melapor ke Polda Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (23/4/2026).</p>



<p>Ayah dari Alceo, Doris Flantika mengatakan, laporan ditujukan kepada petugas medis yang menangani anaknya. Ada lebih dari satu orang yang dipolisikan, namun ia tidak merincikannya.</p>



<p>&#8220;Yang dilaporkan lebih dari satu orang, mereka petugas yang langsung menangani Alceo,&#8221; ujar Doris di Polda Sumbar.</p>



<p>Dalam pelaporannya itu, Doris mengungkapkan membawa sejumlah barang bukti berupa foto kondisi anaknya saat dirawat hingga air mandi pasien di RSUP M Djamil yang keruh.</p>



<p>&#8220;Pihak kepolisian juga menanyakan ada saksi, ya kami ada saksi. Yang dilaporkan rangkaian yang kami alami, dugaan kelalaian,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Keluarga belum memutuskan untuk melaporkan manajemen atau direksi RSUP M Djamil Padang. Namun Doris tak menampik, berjalannya waktu laporan akan terus berkembang ke arah itu.</p>



<p>&#8220;Kami sangat yakin hukum di Indonesia adil dan berimbang. Kami yakin pihak kepolisian akan bekerja secara profesional. Mudah-mudahan dalam waktu cepat kasus ini akan ditangani pihak kepolisian dan ditentukan pihak yang bersalah,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya membenarkan pelaporan yang dilakukan dalam kasus dugaan kelalaian di RSUP M Djamil.</p>



<p>&#8220;Saat ini dikonfirmasi oleh pihak Ditreskrimsus bahwa sedang dilakukan klasifikasi secara lisan. Nanti perkembangan selanjutnya akan kami update dan sampaikan,&#8221; kata Susmelawati. (ICA)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/keluarga-bayi-alceo-resmi-polisikan-petugas-rsup-m-djamil-padang-sang-ayah-optimistis-hukum-adil/">Keluarga Bayi Alceo Resmi Polisikan Petugas RSUP M Djamil Padang, Sang Ayah Optimistis Hukum Adil</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245797</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata</title>
		<link>https://langgam.id/keluarga-bayi-meninggal-bakal-polisikan-rsup-m-djamil-padang-dan-petugas-terlibat-berharap-sanksi-pidana-hingga-perdata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 01:27:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Orang tua dari balita bernama Alceo Hanan Flantika melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan hingga Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), buntut kematian anak mereka yang diduga akibat kelalaian Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan medis. Alceo, bayi 14 bulan itu meninggal dunia pada 3 April 2026, saat menjalani perawatan selama sepekan di RSUP M Djamil Padang karena alami luka bakar. Keluarga meminta lembaga terkait mengusut tuntas kasus ini. &#8220;Usut kasus ini sampai tuntas, kami ingin ada sanksi pidana dan perdata untuk orang-orang yang sudah melakukan kesalahan,&#8221; kata Doris Flantika, Rabu (22/4/2026). Selain melayangkan surat ke sejumlah lembaga, Doris</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/keluarga-bayi-meninggal-bakal-polisikan-rsup-m-djamil-padang-dan-petugas-terlibat-berharap-sanksi-pidana-hingga-perdata/">Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Orang tua dari balita bernama Alceo Hanan Flantika melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan hingga Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), buntut kematian anak mereka yang diduga akibat kelalaian Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan medis.</p>



<p>Alceo, bayi 14 bulan itu meninggal dunia pada 3 April 2026, saat menjalani perawatan selama sepekan di RSUP M Djamil Padang karena alami luka bakar. Keluarga meminta lembaga terkait mengusut tuntas kasus ini.</p>



<p>&#8220;Usut kasus ini sampai tuntas, kami ingin ada sanksi pidana dan perdata untuk orang-orang yang sudah melakukan kesalahan,&#8221; kata Doris Flantika, Rabu (22/4/2026).</p>



<p>Selain melayangkan surat ke sejumlah lembaga, Doris mengungkapkan bahwa ia juga telah memutuskan menempuh jalur hukum. Laporan resmi dijadwalkan dilakukan pada Kamis (23/4/2026) di Polda Sumbar.</p>



<p>&#8220;Kami berharap pihak berwenang melakukan tindakan yang tegas kepada orang-orang yang bersalah ini. Kami melaporkan lembaganya (rumah sakit) dan personal,&#8221; terangnya.</p>



<p>Personal yang akan dilaporkan ke polisi mulai dari direktur, perawat hingga petugas yang menangani Alceo selama masa perawatan.</p>



<p>&#8220;Dilaporkan pihak-pihak yang menurut kami diduga sudah melakukan kesalahan SOP, kelalaian. Akan kami sebut semua nama-nama itu, kami laporkan ke Polda,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Doris berharap dengan kejadian yang dialami anaknya ini, RSUP M Djamil Padang berbenah dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada siapa saja tanpa pengecualian ke depannya.</p>



<p>&#8220;RSUP M Djamil Padang yang merupakan rumah sakit kebangaan kita semua warga Sumbar, harus bisa memberikan pelayanan terbaik bagi siapa pun yang ingin berobat ke sana. Mereka harus mampu mengunakan peralatan terbaik di situ supaya orang yang sakit bisa segera sembuh,&#8221; katanya. (<strong>ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/keluarga-bayi-meninggal-bakal-polisikan-rsup-m-djamil-padang-dan-petugas-terlibat-berharap-sanksi-pidana-hingga-perdata/">Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245764</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja</title>
		<link>https://langgam.id/dirut-rsup-m-djamil-padang-janji-transparan-soal-kasus-balita-meninggal-sebut-tim-sedang-bekerja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 12:23:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Balita meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245712</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Tim audit klinis RSUP M Djamil sedang bekerja untuk mengungkap fakta dari kasus meninggalnya bocah bernama Alceo Hanan Flantika. Hal itu dinyatakan oleh Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas. &#8220;Tim ini sudah bekerja. Apakah sudah SOP dilakukan atau tidak oleh tim medis,&#8221; kata Dovy saat konferensi pers, Selasa (21/4/2026). Diketahui, bayi berumur 14 bulan ini meninggal usai jalani perawatan medis karena alami luka bakar. Keluarga menilai terjadi dugaan kelalaian standar operasional prosedur (SOP) hingga malpratik yang dilakukan RSUP M Djamil Padang. Dovy menegaskan, RSUP M Djamil Padang berkomitmen menyelesaikan kasus ini dan memastikan tim audit bekerja</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dirut-rsup-m-djamil-padang-janji-transparan-soal-kasus-balita-meninggal-sebut-tim-sedang-bekerja/">Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Tim audit klinis RSUP M Djamil sedang bekerja untuk mengungkap fakta dari kasus meninggalnya bocah bernama Alceo Hanan Flantika.</p>



<p>Hal itu dinyatakan oleh Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas. &#8220;Tim ini sudah bekerja. Apakah sudah SOP dilakukan atau tidak oleh tim medis,&#8221; kata Dovy saat konferensi pers, Selasa (21/4/2026).</p>



<p>Diketahui, bayi berumur 14 bulan ini meninggal usai jalani perawatan medis karena alami luka bakar. Keluarga menilai terjadi dugaan kelalaian standar operasional prosedur (SOP) hingga malpratik yang dilakukan RSUP M Djamil Padang.</p>



<p>Dovy menegaskan, RSUP M Djamil Padang berkomitmen menyelesaikan kasus ini dan memastikan tim audit bekerja secara transparan dan tanpa intervensi.</p>



<p>Ia meminta publik untuk bersabar, hasil dari tim audit investigasi dan klinis bekerja ditargetkan selesai secepatnya.</p>



<p>&#8220;Yang jelas kami berkomitmen, kalau ditemukan tidak sesuai SOP, kami secara tegas akan melakukan tindakan sesuai aturan berlaku. Ini jadi perhatian kami,&#8221; katanya.</p>



<p>&#8220;Mari kita tunggu tim audit ini bekerja. Kita percayakan semua, tanpa intervensi, dan semuanya transparan,&#8221; sambungnya.</p>



<p>Menurut Dovy, tim audit akan menelaah sesuai dengan dua somasi yang dilayangkan oleh keluarga pasien, yakni persoalan keluhan pelayanan.</p>



<p>&#8220;Sudah kami lakukan langkah-langkah terkait dengan keluhan atau somasi keluarga terhadap layanan yang dilakukan. Tentunya dengan kondisi ini kami merasakan kesedihan keluarga. Ini menjadi hal yang segera ditanggapi serius,&#8221; katanya.<strong> (ICA)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dirut-rsup-m-djamil-padang-janji-transparan-soal-kasus-balita-meninggal-sebut-tim-sedang-bekerja/">Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245712</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang: Hasil Audit hanya Dilaporkan ke Kemenkes, Tak Diumumkan</title>
		<link>https://langgam.id/kasus-bayi-meninggal-di-rsup-m-djamil-padang-hasil-audit-hanya-dilaporkan-ke-kemenkes-tak-diumumkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 11:50:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[RSUP M Djamil]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=245710</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP)&#160; M Djamil Padang membentuk tim audit investigasi dan audit klinis untuk mengungkap fakta dari kasus meninggalnya Alceo Hanan Flantika. Pihak keluarga menduga ada faktor kelalaian standar operasional prosedur (SOP) hingga malpraktik dalam meninggalnya bayi yang berusia 14 bulan itu.&#160; Ketua Tim Audit Investigasi Internal RSUP M Djamil Padang, Bestari Jaka Budiman mengatakan, tim audit terdiri komite etik, komite keperawatan hingga komite tenaga kesehatan.&#160; &#8220;Tim ini sudah bekerja. Hasilnya akan dilaporkan ke atasan kami yakni kementerian. Jadi tidak diumumkan,&#8221; kata Bestari saat konferensi pers, Selasa (21/4/2026).&#160; Bestari menyebutkan, tim yang dibentuk ini akan melakukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-bayi-meninggal-di-rsup-m-djamil-padang-hasil-audit-hanya-dilaporkan-ke-kemenkes-tak-diumumkan/">Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang: Hasil Audit hanya Dilaporkan ke Kemenkes, Tak Diumumkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id &#8211; Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP)&nbsp; M Djamil Padang membentuk tim audit investigasi dan audit klinis untuk mengungkap fakta dari kasus meninggalnya Alceo Hanan Flantika. Pihak keluarga menduga ada faktor kelalaian standar operasional prosedur (SOP) hingga malpraktik dalam meninggalnya bayi yang berusia 14 bulan itu.&nbsp;</p>



<p>Ketua Tim Audit Investigasi Internal RSUP M Djamil Padang, Bestari Jaka Budiman mengatakan, tim audit terdiri komite etik, komite keperawatan hingga komite tenaga kesehatan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Tim ini sudah bekerja. Hasilnya akan dilaporkan ke atasan kami yakni kementerian. Jadi tidak diumumkan,&#8221; kata Bestari saat konferensi pers, Selasa (21/4/2026).&nbsp;</p>



<p>Bestari menyebutkan, tim yang dibentuk ini akan melakukan audit secara menyeluruh yang menyangkut persoalan pelayan. Hasil akan ditargetkan secepatnya didapat dalam satu minggu kedepan.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Siapa yang melayani, apa saja tugas-tugasnya. Mulai pasien masuk, dilakukan tindakan, perawatan, kami lakukan audit secara hati-hati dan transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,&#8221; ungkapnya.&nbsp;</p>



<p>Sementara itu Direktur RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas menegaskan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan kasus ini dan memastikan tim audit bekerja secara transparan dan tanpa intervensi.&nbsp;</p>



<p>Ia meminta publik untuk bersabar, hasil dari tim audit investigasi dan klinis bekerja ditargetkan selesai secepatnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Yang jelas kami berkomitmen, kalau ditemukan tidak sesuai SOP, kami secara tegas akan melakukan tindakan sesuai aturan berlaku. Ini jadi perhatian kami,&#8221; kata Dovy.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Mari kita tunggu tim audit ini bekerja. Kita percayakan semua, tanpa intervensi, dan semuanya transparan,&#8221; sambungnya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Dovy menambahkan, tim audit juga akan menindaklanjuti laporan dari pihak keluarga yang telah dilayangkan dalam surat somasi ke RSUP M Djamil, terutama prihal keluhan pelayanan.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>&#8220;Sudah kami lakukan langkah-langkah terkait dengan keluhan atau somasi keluarga terhadap layanan yang dilakukan. Tentunya dengan kondisi ini kami merasakan kesedihan keluarga. Ini menjadi hal yang segera ditanggapi serius,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sebelumnya, viral di sosial media unggahan Nuri Kharima ibu dari bayi Alceo Hanan Flantika yang mengungkapkan adanya dugaan kelalaian selama penanganan medis sehingga berujung dengan meninggalnya sang buah hati.&nbsp;</p>



<p>Diketahui, Alceo masuk RSUP M Djamil pada 26 Maret 2026 usai dirujuk dari IGD Rumah Sakit Hermina. Ia mengalami luka bakar akibat tersiram air panas. Hasil pemeriksaan awal tingkat luka yang dialami Alceo grade 2A dengan luas 23 persen, namun kondisi ini cukup rentan terhadap kulit bayi yang masih sensitif.</p>



<p>Saat dirawat di RSUP M Djamil Nuri mengeluhkan pelayanan dari rumah sakit, mulai dari administrasi rumah sakit yang berbelit-belit, pelayanan dari petugas medis, hingga kebersihan. &#8220;Bayangkan saja, anak saya dimandikan di air yang tidak steril bekas pakai. Padahal Alceo masih ada bekas luka,&#8221; katanya.</p>



<p>Nuri mengungkapkan, tiga hari dirawat anaknya kemudian demam sehingga tidak dimandikan, tapi tidak juga dilakukan ganti perban. Keesokan harinya, Alceo menangis mengerang karena gatal hebat, rembesan air luka sudah nampak kekuningan keluar dari perban.</p>



<p>Nuri juga sempat melapor ke petugas ada warna kebiruan di tangan anak, namun petugas hanya bilang karena terhimpit. Kondisi Alceo kembali menurun, sehingga harus dibawa ke ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Namun, saat itu ketersediaan PICU RSUP M Djamil penuh.Setelah mendapatkan perawatan intensif, Alceo meninggal pada 3 April 2026. (fx)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kasus-bayi-meninggal-di-rsup-m-djamil-padang-hasil-audit-hanya-dilaporkan-ke-kemenkes-tak-diumumkan/">Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang: Hasil Audit hanya Dilaporkan ke Kemenkes, Tak Diumumkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">245710</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/83 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-07-08 03:07:08 by W3 Total Cache
-->