<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Rawan Longsor Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/rawan-longsor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/rawan-longsor/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Nov 2022 04:35:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Rawan Longsor Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/rawan-longsor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Tinjau Longsor Lambung Bukit, Wako Padang: Waspadai Titik Lain</title>
		<link>https://langgam.id/tinjau-longsor-lambung-bukit-wako-padang-waspadai-titik-lain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2022 03:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=165637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wali Kota Padang Hendri Septa mengimbau warga di sekitar Batu Busuak, Lambung Bukit, Kecamatan Pauh waspadai titik-titik longsor. Hal itu disampaikan saat meninjau lokasi bencana longsor, Senin (28/11/2022). Menurut Hendri Septa, kawasan Lambung Bukit memang rawan bencana longsor apalagi intensitas hujan tinggi. Bahkan, setelah pemantauan, terlihat titik lain yang juga berpotensi terjadi longsor. &#8220;Beberapa titik dikhawatirkan bisa terjadi longsor di kawasan ini. Untuk itu melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait kita akan berupaya mencegahnya ke depan,&#8221; kata Hendri Septa. Wako juga menyebut, persoalan longsor Lambung Bukit menjadi prioritas pihaknya ke depan. Pasalnya sewaktu terjadi longsor terdapat sekitar 50</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tinjau-longsor-lambung-bukit-wako-padang-waspadai-titik-lain/">Tinjau Longsor Lambung Bukit, Wako Padang: Waspadai Titik Lain</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Wali Kota Padang Hendri Septa mengimbau warga di sekitar Batu Busuak, Lambung Bukit, Kecamatan Pauh waspadai titik-titik longsor. Hal itu disampaikan saat meninjau lokasi bencana longsor, Senin (28/11/2022).</p>
<p>Menurut Hendri Septa, kawasan Lambung Bukit memang rawan bencana longsor apalagi intensitas hujan tinggi. Bahkan, setelah pemantauan, terlihat titik lain yang juga berpotensi terjadi longsor.</p>
<p>&#8220;Beberapa titik dikhawatirkan bisa terjadi longsor di kawasan ini. Untuk itu melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait kita akan berupaya mencegahnya ke depan,&#8221; kata Hendri Septa.</p>
<p>Wako juga menyebut, persoalan longsor Lambung Bukit menjadi prioritas pihaknya ke depan. Pasalnya sewaktu terjadi longsor terdapat sekitar 50 KK yang terisolir karena longsornya tebing di lingkar Batu Busuak-Sungkai.</p>
<p>&#8220;Lalu lintas di jalan Batu Busuak Lambung Bukit pun pasca longsor juga terganggu lantaran material longsor yang menimbun badan jalan. Insya Allah kita akan mencari solusinya ke depan demi mencegah kembali terjadinya longsor di kawasan tersebut,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Wako mengingatkan seluruh warga Kota Padang untuk selalu waspada mengingat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa minggu ini.</p>
<p>&#8220;Mari kita selalu waspada dan jaga diri. Semoga kita terhindar dari segala bencana,&#8221; kata Wako.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/2-titik-longsor-di-sitinjau-lauik-lumpuhkan-jalur-padang-solok/">2 Titik Longsor di Sitinjau Lauik Lumpuhkan Jalur Padang-Solok</a></strong></p>
<p>Dalam kesempatan itu hadir mendampingi Wali Kota Padang, yakni sejumlah pimpinan OPD terkait, Camat Pauh Yoserizal dan Lurah se-Kecamatan Pauh.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tinjau-longsor-lambung-bukit-wako-padang-waspadai-titik-lain/">Tinjau Longsor Lambung Bukit, Wako Padang: Waspadai Titik Lain</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165637</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kata Ahli Geologi Soal Ancaman Longsor Sitinjau Lauik</title>
		<link>https://langgam.id/kata-ahli-geologi-soal-ancaman-longsor-sitinjau-lauik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Sep 2022 04:32:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Sitinjau Lauik]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sitinjau Lauik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=161659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ahli Geologi Sumatra Barat (Sumbar) Ade Edward angkat bicara soal ancaman bencana longsor di Sitinjau Lauik yang terus terjadi, apalagi di saat cuaca ekstrem. Sejumlah langkah mesti cepat dilakukan pihak terkait untuk mengurangi resiko bencana. Menurut Ade, langkah yang mesti dilakukan dengan perlu dilakukan rapid assessment. Pengkajian cepat untuk mengetahui secara lebih rinci kondisi geologis di lokasi longsor. &#8220;Seperti posisi dan dimensi bidang gelincir, seberapa banyak volume tanah batuan yang dalam kondisi labil siap untuk longsor dan hal-hal terkait stabilitas lereng sekitarnya,&#8221; kata Ade kepada langgam.id, Minggu (4/9/2022). &#8220;Dengan diketahui kondisi geologisnya secara lebih detil akan dapat ditentukan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-ahli-geologi-soal-ancaman-longsor-sitinjau-lauik/">Kata Ahli Geologi Soal Ancaman Longsor Sitinjau Lauik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Ahli Geologi Sumatra Barat (Sumbar) Ade Edward angkat bicara soal ancaman bencana longsor di Sitinjau Lauik yang terus terjadi, apalagi di saat cuaca ekstrem. Sejumlah langkah mesti cepat dilakukan pihak terkait untuk mengurangi resiko bencana.</p>
<p>Menurut Ade, langkah yang mesti dilakukan dengan perlu dilakukan<em> rapid assessment</em>. Pengkajian cepat untuk mengetahui secara lebih rinci kondisi geologis di lokasi longsor.</p>
<p>&#8220;Seperti posisi dan dimensi bidang gelincir, seberapa banyak volume tanah batuan yang dalam kondisi labil siap untuk longsor dan hal-hal terkait stabilitas lereng sekitarnya,&#8221; kata Ade kepada langgam.id, Minggu (4/9/2022).</p>
<p>&#8220;Dengan diketahui kondisi geologisnya secara lebih detil akan dapat ditentukan langkah antisipasi dalam penguatan risiko bencana,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a class="ajax" href="https://langgam.id/malam-mencekam-di-sitinjau-lauik-longsor-hingga-kecelakaan-beruntun/">Malam Mencekam di Sitinjau Lauik: Longsor hingga Kecelakaan Beruntun</a></strong></p>
<p>Ade mengungkapkan, ancaman longsor sebaiknya ditangani sejak dini agar tidak menimbulkan korban. Apalagi lokasi longsor berada di jalur transportasi sibuk.</p>
<p>Sitinjau Lauik menjadi penghubung Kota Padang, Solok dan sekitarnya. Kawasan ini, kata Ade, merupakan batuan bukit barisan yang didominasi oleh pelapukan batuan vulkanik.</p>
<p>&#8220;Berupa tanah liat lempung pasiran dengan fragmen batuan berukuran kerikil sampai bongkah bongkahan-bongkahan besar,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ade menyebutkan, Tanah liat dan lempung pasiran bersifat sangat plastis. Jika terkena air sehingga pada tebing akan mudah memicu gerakan tanah.</p>
<p>&#8220;(Lokasi longsor) kondisinya memang sudah pada tingkat risiko tinggi untuk terjadi longsoran susulan,&#8221; jelasnya. (*/SS)</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update </strong>di tautan <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a> atau mengikuti Langgam.id di Google News pada <a href="https://news.google.com/publications/CAAiEOFfL6UhA3p22pJaSaYeHlsqFAgKIhDhXy-lIQN6dtqSWkmmHh5b?ceid=ID:id&amp;oc=3">tautan ini</a>.</h4>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-ahli-geologi-soal-ancaman-longsor-sitinjau-lauik/">Kata Ahli Geologi Soal Ancaman Longsor Sitinjau Lauik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161659</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ini 12 Titik Rawan Longsor di Jalur Mudik Sumbar, Masyarakat Diminta Waspada</title>
		<link>https://langgam.id/ini-12-titik-rawan-longsor-di-jalur-mudik-sumbar-masyarakat-diminta-waspada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2022 03:29:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=154347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Dishub Sumbar mencatat ada sebanyak 12 ruas jalan yang rawan longsor di wilayah Provinsi Sumbar. Langgam.id &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mencatat ada sebanyak 12 ruas jalan yang rawan longsor di wilayah Provinsi Sumbar. Masyarakat yang mudik diminta waspada dan hati-hati saat melewati jalur tersebut. Kepala Dishub Sumbar Heri Noviardi menjelaskan pada lebaran tahun 2022 ini pemerintah pusat memperbolehkan masyarakat untuk mudik di kampung halaman. &#8220;Pemprov mencatat data perkiraan akan ada sebanyak 1,8 juta perantau Minang yang akan pulang ke kampung,&#8221; katanya, Kamis (21/4/2022). Bagi pemudik yang melewati jalan darat,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ini-12-titik-rawan-longsor-di-jalur-mudik-sumbar-masyarakat-diminta-waspada/">Ini 12 Titik Rawan Longsor di Jalur Mudik Sumbar, Masyarakat Diminta Waspada</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Dishub Sumbar mencatat ada sebanyak 12 ruas jalan yang rawan longsor di wilayah Provinsi Sumbar.</p>
</div>
<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mencatat ada sebanyak 12 ruas jalan yang rawan longsor di wilayah Provinsi Sumbar.</p>
<p dir="ltr">Masyarakat yang mudik diminta waspada dan hati-hati saat melewati jalur tersebut.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dishub Sumbar Heri Noviardi menjelaskan pada lebaran tahun 2022 ini pemerintah pusat memperbolehkan masyarakat untuk mudik di kampung halaman.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Pemprov mencatat data perkiraan akan ada sebanyak 1,8 juta perantau Minang yang akan pulang ke kampung,&#8221; katanya, Kamis (21/4/2022).</p>
<p dir="ltr">Bagi pemudik yang melewati jalan darat, diingatkan terkait adanya jalur rawan longsor. Pihaknya mencatat ada sejumlah ruas jalan rawan longsor yang tersebar di 19 kabupaten dan kota.</p>
<p dir="ltr">Kemudian Heri mengingatkan bagi para pemudik yang datang ke Sumbar agar hati-hati di jalan. Pengemudi harus perhatikan jalur rawan macet, rawan kecelakaan, dan longsor di sejumlah titik.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Medan jalan kita di Sumbar banyak jalan yang tanjakan tinggi, ada jurang dan sebagainya, jadi masyarakat tolong perhatikan rambu-rambu,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Kemudian pengemudi diminta mengecek betul-betul kesehatan kendaraan baik mesin, oli, lampu dan lainnya. Termasuk dokumen kendaraan harus dibawa dengan lengkap.</p>
<p dir="ltr">Selanjutnya terang Heri, pemudik juga dapat mengunakan informasi cuaca dan iklim dari internet atau dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).</p>
<p dir="ltr">Sehingga pemudik dapat memperkirakan bagaimana perjalanan yang akan ditempuh nantinya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kemudian manfaatkan juga GPS, nanti di sana ada jalur merah, jalur kuning, jalur biru, informasi di sana bisa digunakan,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Pihaknya nanti juga bakal menempatkan petugas yang akan bersiaga di lokasi rawan longsor ini.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/bakal-meningkat-lonjakan-pemudik-diperkirakan-capai-18-juta/">Bakal Meningkat, Lonjakan Pemudik Diperkirakan Capai 1,8 Juta</a></strong></p>
<p dir="ltr">Berikut ini daftar lokasi jalan rawan longsor di Sumbar berdasarkan pemetaan oleh Dishub Sumbar.</p>
<p dir="ltr"><strong>Arah Timur</strong><br />
1. Padang &#8211; Lubuk Selasih<br />
2. Lubuk Selasih &#8211; Padang Aro<br />
3. Muaro Kalaban &#8211; Sawahlunto<br />
4. Muaro Kalaban &#8211; Kiliranjao</p>
<p dir="ltr"><strong>Arah Barat</strong><br />
1. Bukittinggi &#8211; Lubuk Sikaping</p>
<p dir="ltr"><strong>Arah Utara</strong><br />
1. Sicincin &#8211; Padang Panjang<br />
2. Sicincin &#8211; Malalak<br />
3. Manggopoh &#8211; Padang Luar<br />
4. Payakumbuh &#8211; Batas Riau</p>
<p dir="ltr"><strong>Arah Selatan</strong><br />
1. Padang &#8211; Painan<br />
2. Painan &#8211; Tapan<br />
3. Tapan &#8211; Batas Jambi (Kerinci)</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ini-12-titik-rawan-longsor-di-jalur-mudik-sumbar-masyarakat-diminta-waspada/">Ini 12 Titik Rawan Longsor di Jalur Mudik Sumbar, Masyarakat Diminta Waspada</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">154347</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Padang &#8211; Bukittinggi Via Malalak Kembali Dihantam Longsor</title>
		<link>https://langgam.id/jalur-padang-bukittinggi-via-malalak-kembali-dihantam-longsor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2020 08:39:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=78033</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Jalur Padang &#8211; Bukittinggi via Sicincin- Malalak- Balingka (Simaka), tepatnya di Batu Baapik, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, kembali dihantam longsor, Jumat (27/11) dini hari. Longsor ini menyisakan material menimbun jalan sepanjang 100 meter, dengan ketinggian sekitar 4 meter yang mengakibatkan jalan provinsi itu putus total. Camat Malalak, Ricky Eka Putra mengatakan longsor susulan terjadi akibat hujan lebat yang mendera wilayah itu. Longsor susulan dini hari tadi, katanya, lebih parah dari kejadian awal yang terjadi, Kamis (26/11) dini hari. “Pembersihan material longsor dilaksanakan hari ini, karena alat berat sudah berada di lokasi sejak kemarin,” ujarnya, sebagaimana</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jalur-padang-bukittinggi-via-malalak-kembali-dihantam-longsor/">Jalur Padang &#8211; Bukittinggi Via Malalak Kembali Dihantam Longsor</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Jalur Padang &#8211; Bukittinggi via Sicincin- Malalak- Balingka (Simaka), tepatnya di Batu Baapik, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, kembali dihantam longsor, Jumat (27/11) dini hari.</p>
<p>Longsor ini menyisakan material menimbun jalan sepanjang 100 meter, dengan ketinggian sekitar 4 meter yang mengakibatkan jalan provinsi itu putus total.</p>
<p>Camat Malalak, Ricky Eka Putra mengatakan longsor susulan terjadi akibat hujan lebat yang mendera wilayah itu.</p>
<p>Longsor susulan dini hari tadi, katanya, lebih parah dari kejadian awal yang terjadi, Kamis (26/11) dini hari.</p>
<p>“Pembersihan material longsor dilaksanakan hari ini, karena alat berat sudah berada di lokasi sejak kemarin,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari <em>AMC</em>.</p>
<p>Pihaknya juga sudah mengusulkan penambahan alat berat kepada Pemprov Sumbar untuk mengatasi kejadian ini.</p>
<p>Ia menjelaskan, longsor awal terjadi dini hari kemarin dan sudah dilakukan penanganan, baik secara manual maupun menggunakan alat berat.</p>
<p>Namun, sorenya terjadi longsor susulan dan pembersihan terpaksa dihentikan.</p>
<p>“Tingginya intensitas hujan di Malalak sejak semalam, maka dini hari tadi longsor susulan kembali terjadi dengan kapasitas lebih besar,” terangnya.</p>
<p>Dengan begitu, akses masyarakat dari Bukittinggi-Padang Pariaman atau sebaliknya ditutup, meski sudah dilakukan sejak kemarin sore, supaya tidak ada pengguna jalan melewati jalur tersebut.</p>
<p>“Kita akan upayakan hari ini sudah ada penambahan alat berat, supaya bisa mempercepat penanganan,” sebutnya.</p>
<p>Dia jua mengingatkan masyarakat untuk tidak melewati jalur itu, karena cuaca masih mendung sehingga kondisinya jelas mengkhawatirkan.</p>
<p>Sebelumnya, kemarin, akses jalur Simaka sempat tidak bisa dilewati kendaraan karena tertimbun longsor. Longsor di Batu Baapik Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu. <strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/jalur-padang-bukittinggi-via-malalak-kembali-dihantam-longsor/">Jalur Padang &#8211; Bukittinggi Via Malalak Kembali Dihantam Longsor</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPBD Pasaman Barat: Waspadai Sungai Meluap Bila Hujan Lebih 3 Jam</title>
		<link>https://langgam.id/bpbd-pasaman-barat-waspadai-sungai-meluap-bila-hujan-lebih-3-jam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2020 01:43:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=77860</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat meminta masyarakat mewaspadai sungai meluap bila hujan telah lebih tiga jam. Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi sejak beberapa hari belakangan, membuat Pasaman Barat rawan banjir dan longsor. Sekretaris BPBD Kabupaten Pasaman Barat Gustirizal mengatakan, berdasarkan peta kerawanan bencana di Pasaman Barat, longsor dan banjir menjadi ancaman terbesar saat ini. Beberapa titik di Kecamatan Talamau dan Gunung Tuleh, harus menjadi perhatian dan diwaspadai, terlebih kawasan permukiman masyarakat dan jalur lintas antara Kabupaten Pasaman Barat dengan Kabupaten Pasaman, tepatnya di Talu dan Sinuruik. &#8220;Saat curah hujan tinggi pengendara dan masyarakat yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-pasaman-barat-waspadai-sungai-meluap-bila-hujan-lebih-3-jam/">BPBD Pasaman Barat: Waspadai Sungai Meluap Bila Hujan Lebih 3 Jam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) <a href="http://pasamanbaratkab.go.id">Kabupaten</a> Pasaman Barat meminta masyarakat mewaspadai sungai meluap bila hujan telah lebih tiga jam. Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi sejak beberapa hari belakangan, membuat Pasaman Barat rawan banjir dan longsor.</p>
<p>Sekretaris BPBD Kabupaten Pasaman Barat Gustirizal mengatakan, berdasarkan peta kerawanan bencana di Pasaman Barat, longsor dan banjir menjadi ancaman terbesar saat ini. Beberapa titik di Kecamatan Talamau dan Gunung Tuleh, harus menjadi perhatian dan diwaspadai, terlebih kawasan permukiman masyarakat dan jalur lintas antara Kabupaten Pasaman Barat dengan Kabupaten Pasaman, tepatnya di Talu dan Sinuruik.</p>
<p>&#8220;Saat curah hujan tinggi pengendara dan masyarakat yang berada di sekitar rawan longsor harus berhati-hati, &#8221; katanya, Kamis (26/11/2020).</p>
<p>Selain itu, beberapa aliran sungai dikhawatirkan meluap, apabila hujan lebih dari tiga jam. Salah satu aliran Sungai Batang Pasaman, Batang Bayang, Batang Sikabau, Batang Ampu, dan beberapa aliran sungai kecil lainnya. Sementara itu, masyarakat yang beraktivitas di pinggir aliran sungai seperti nelayan, pencari ikan atau petani harus perhatikan situasi volume air, jika sedang naik diminta menjauh, karena khawatir terjadi banjir bandang. &#8220;Masyarakat sudah tau dengan tanda tanda alam, jadi harus lebih terbiasa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan data dari BMKG, Kabupaten Pasaman Barat akan dilanda cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi beberapa minggu kedepan. Berdasarkan kebiasaan tahun sebelumnya, di akhir tahun Pasaman Barat sering terjadi bencana banjir atau longsor dibeberapa titik rawan.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah hingga saat ini belum ada laporan bencana, kami berharap jangan ada bencana alam, sebab kita sedang sibuk melawan covid-19,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Disisi lain, nelayan dan masyarakat yang bermukim di pinggir pantai dan nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca di laut, agar tidak mengancam keselamatan saat beraktivitas di laut atau banjir rob. (Ian/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpbd-pasaman-barat-waspadai-sungai-meluap-bila-hujan-lebih-3-jam/">BPBD Pasaman Barat: Waspadai Sungai Meluap Bila Hujan Lebih 3 Jam</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan, Pengguna Jalan Diminta Waspadai Sejumlah Titik Longsor di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/musim-hujan-pengguna-jalan-waspadai-sejumlah-titik-longsor-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2019 06:21:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Natal dan Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=21540</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id -Jumlah kendaraan yang melintas di jalan Sumatra Barat diprediksi meningkat karena adanya momen libur Natal dan tahun baru. Masyarakat diharapkan waspada terhadap adanya potensi longsor di sejumlah titik. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini daerah Sumbar mengalami puncak musim hujan. Hujan dengan intensitas tinggi itu dapat mengakibatkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Rumainur mengatakan ada sejumlah titik yang perlu diwaspadai oleh pengendara saat melintas. &#8220;Salah satu jalan utama di Sumbar yang patut diwaspadai longsor yaitu jalur Padang-Bukitttingi. Terutama di titik yang berada di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/musim-hujan-pengguna-jalan-waspadai-sejumlah-titik-longsor-di-sumbar/">Musim Hujan, Pengguna Jalan Diminta Waspadai Sejumlah Titik Longsor di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id </strong>-Jumlah kendaraan yang melintas di jalan Sumatra Barat diprediksi meningkat karena adanya momen libur Natal dan tahun baru. Masyarakat diharapkan waspada terhadap adanya potensi longsor di sejumlah titik.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini daerah Sumbar mengalami puncak musim hujan. Hujan dengan intensitas tinggi itu dapat mengakibatkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.</p>
<p>Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Rumainur mengatakan ada sejumlah titik yang perlu diwaspadai oleh pengendara saat melintas.</p>
<p>&#8220;Salah satu jalan utama di Sumbar yang patut diwaspadai longsor yaitu jalur Padang-Bukitttingi. Terutama di titik yang berada di dekat Kota Padang Panjang,&#8221; katanya saat dihubungi <a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>, Selasa (24/12/2019).</p>
<p>Dilanjutkannya, jalan yang perlu diwaspadai juga titik longsor yaitu jalan Padang menuju Kabupaten Solok di daerah Sitinjau Lauik. Kemudian jalan sepanjang Padang ke Muaro Labuah, Kabupaten Solok Selatan.</p>
<p>Sementara arah selatan, jalan yang perlu diwaspadai Padang hingga sebelum masuk Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Kemudian jalan dari Padang ke Kabupaten Pasaman tepatnya di daerah Palupuah.</p>
<p>Sementara jalan dari Padang menuju Dharmasraya menurutnya masih terpantau aman hingga saat ini. Begitu juga dengan jalur alternatif Padang-Bukittinggi lewat Malalak.</p>
<p>&#8220;Jalan di Malalak sejauh ini aman-aman saja, tidak ada jejak longsor yang baru, kendaraan cukup banyak tapi lancar, baru agak macet simpang 3 Balingka,&#8221; katanya.</p>
<p>Kemudian juga sedikit terganggu di daerah Koto Alam Limapuluh Kota. Petugas juga sudah menimbun jalan yang sebelumnya retak.</p>
<p>Bagi para pengguna jalan, Rumainur mengingatkan kepada masyarakat yang liburan agar betul-betul memperhatikan kondisi jalan yang dilalui. Hal itu untuk mewaspadai adanya potensi bahaya seperti longsor.</p>
<p>&#8220;Kalau hujan turun agar perhatikan dinding-dinding curam disekitar jalan raya dan kalau berjalan malam hari lalu hujan, maka sebaiknya menepi dulu ke rest area sambil menanti hujan reda,&#8221; ujarnya. <strong>(Rahmadi/HM)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/musim-hujan-pengguna-jalan-waspadai-sejumlah-titik-longsor-di-sumbar/">Musim Hujan, Pengguna Jalan Diminta Waspadai Sejumlah Titik Longsor di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21540</post-id>	</item>
		<item>
		<title>148 Kecamatan di Sumbar Berpotensi Gerakan Tanah pada April 2019</title>
		<link>https://langgam.id/148-kecamatan-di-sumbar-berpotensi-gerakan-tanah-pada-april-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2019 02:34:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=4875</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan peringatan dini dan potensi gerakan tanah untuk April 2019. Lembaga di bawah Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut merilis peringatan dini dan potensi gerakan untuk berbagai wilayah di Indonesia pada 26 Maret 2019 lalu melalui situs resminya. Untuk wilayah Sumatra Barat, dari data tersebut, 148 kecamatan di 16 kabupaten dan kota berpotensi gerakan tanah menengah dan menengah hingga tinggi. Dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, hanya tiga kota yang tak berpotensi, yakni Pariaman, Padang Panjang dan Payakumbuh. Untuk wilayah Agam 14 kecamatan berpotensi menengah dan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/148-kecamatan-di-sumbar-berpotensi-gerakan-tanah-pada-april-2019/">148 Kecamatan di Sumbar Berpotensi Gerakan Tanah pada April 2019</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan peringatan dini dan potensi gerakan tanah untuk April 2019.</p>
<p>Lembaga di bawah Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut merilis peringatan dini dan potensi gerakan untuk berbagai wilayah di Indonesia pada 26 Maret 2019 lalu melalui situs resminya.</p>
<p>Untuk wilayah Sumatra Barat, dari data tersebut, 148 kecamatan di 16 kabupaten dan kota berpotensi gerakan tanah menengah dan menengah hingga tinggi. Dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, hanya tiga kota yang tak berpotensi, yakni Pariaman, Padang Panjang dan Payakumbuh.</p>
<p>Untuk wilayah Agam 14 kecamatan berpotensi menengah dan menengah-tinggi, Dharmasraya 4 kecamatan, Mentawai 10, Bukittinggi 3, Padang 7, Sawahlunto 4, Kota Solok 1, Limapuluh Kota 12, Padang Pariaman 13, Pasaman 12, Pasaman Barat 10, Pesisisr Selatan 15, Sijunjung 8, Solok 14, Solsel 7, dan Tanah Datar 14 kecamatan. Selengkapnya bisa diakses di <a href="http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gerakan-tanah/peringatan-dini-gerakan-tanah/2723">link ini</a>.</p>
<p>Menurut PVMBG, daerah dengan potensi menengah, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.</p>
<p>Sementara, daerah dengan potensi gerakan tanah tinggi, jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/148-kecamatan-di-sumbar-berpotensi-gerakan-tanah-pada-april-2019/">148 Kecamatan di Sumbar Berpotensi Gerakan Tanah pada April 2019</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4875</post-id>	</item>
		<item>
		<title>146 Kecamatan di Sumbar Berpotensi Gerakan Tanah pada Februari 2019</title>
		<link>https://langgam.id/146-kecamatan-di-sumbar-berpotensi-gerakan-tanah-pada-februari-2019/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2019 02:17:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Rawan Longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2001</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id&#8211; Badang Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis peringatan dini dan potensi gerakan untuk berbagai wilayah di Indonesia, 1 Februari 2019 melalui situs resminya. Untuk wilayah Sumatra Barat, dari data tersebut, 146 kecamatan di 16 kabupaten dan kota berpotensi menengah hingga tinggi. Untuk wilayaah Agam 14 kecamatan berpotensi menengah dan menengah-tinggi, Dharmasraya 3 kecamatan, Mentawai 10, Bukittinggi 2, Padang 7, Sawahlunto 4, Kota Solok 1, Limapuluh Kota 12, Padang Pariaman 13, Pasaman 12, Pasaman Barat 10, Pessel 15, Sijunjung 8, Solok 14, Solsel 7, dan Tanah Datar 14 kecamatan. Menurut Badan Geologi, daerah dengan potensi menengah, gerakan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/146-kecamatan-di-sumbar-berpotensi-gerakan-tanah-pada-februari-2019/">146 Kecamatan di Sumbar Berpotensi Gerakan Tanah pada Februari 2019</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong>&#8211; Badang Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis peringatan dini dan potensi gerakan untuk berbagai wilayah di Indonesia, 1 Februari 2019 melalui <a href="http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gerakan-tanah/peringatan-dini-gerakan-tanah/2626">situs resminya</a>.</p>



<p>Untuk wilayah Sumatra Barat, dari data tersebut, 146 kecamatan di 16 kabupaten dan kota berpotensi menengah hingga tinggi.</p>



<p>Untuk wilayaah Agam 14 kecamatan berpotensi menengah dan menengah-tinggi, Dharmasraya 3 kecamatan, Mentawai 10, Bukittinggi 2, Padang 7, Sawahlunto 4, Kota Solok 1, Limapuluh Kota 12, Padang Pariaman 13, Pasaman 12, Pasaman Barat 10, Pessel 15, Sijunjung 8, Solok 14, Solsel 7, dan Tanah Datar 14 kecamatan.</p>



<p>Menurut Badan Geologi, daerah dengan potensi menengah, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.</p>



<p>Sementara, daerah dengan potensi gerakan tanah tinggi, jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali. (HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/146-kecamatan-di-sumbar-berpotensi-gerakan-tanah-pada-februari-2019/">146 Kecamatan di Sumbar Berpotensi Gerakan Tanah pada Februari 2019</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2001</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/71 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-02 20:50:54 by W3 Total Cache
-->