<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Pesantren Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/pesantren/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/pesantren/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Sep 2025 07:33:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Pesantren Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/pesantren/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Sumbar Bakal Miliki Peraturan Daerah Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren</title>
		<link>https://langgam.id/sumbar-bakal-miliki-peraturan-daerah-fasilitasi-penyelenggaraan-pesantren/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 06:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Ranperda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=234452</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; DPRD Sumbar, pemerintah provinsi dan Kanwil Kementerian Agama telah merumuskan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Fasilitisasi Penyelenggaraan Pesantren. Finalisasi ranperda ini dibahas dalam Rapat Kerja Pembahasan Akhir Ranperda oleh Komisi V DPRD dan dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria di gedung DPRD Sumbar, Kamis (18/9/2025). Dalam rapat kerja itu hadir Sekretaris Daerah Sumbar, Harry Yuswandi, Ketua dan Anggota fraksi Komisi V, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, Kepala Bidang Papkis, Joben, dan Ketua Tim Kerja Pondok Pesantren, Syahrizal. Plt Kakanwil Kemenag Sumbar, Edison menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur, Ketua DPRD serta anggota, pimpinan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-bakal-miliki-peraturan-daerah-fasilitasi-penyelenggaraan-pesantren/">Sumbar Bakal Miliki Peraturan Daerah Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>DPRD Sumbar, pemerintah provinsi dan Kanwil Kementerian Agama telah merumuskan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Fasilitisasi Penyelenggaraan Pesantren.</p>



<p>Finalisasi ranperda ini dibahas dalam Rapat Kerja Pembahasan Akhir Ranperda oleh Komisi V DPRD dan dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria di gedung DPRD Sumbar, Kamis (18/9/2025).</p>



<p>Dalam rapat kerja itu hadir Sekretaris Daerah Sumbar, Harry Yuswandi, Ketua dan Anggota fraksi Komisi V, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, Kepala Bidang Papkis, Joben, dan Ketua Tim Kerja Pondok Pesantren, Syahrizal.</p>



<p>Plt Kakanwil Kemenag Sumbar, Edison menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur, Ketua DPRD serta anggota, pimpinan OPD terkait yang telah memberikan perhatian penuh kepada pondok pesantren.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya ranperda ini tentu akan memberikan peluang besar bagi pondok pesantren untuk bisa menerima kucuran dana hibah dari APBD. Selama ini teknis hibah untuk pesantren tertuang dalam peraturan gubernur (pergub. Ini tentu masih terbatas,&#8221; ujar Edison dalam keterangan tertulisnya.</p>



<p>Edison menjelaskan bahwa penyusunan ranperda ini sejalan amanat Undang-undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Dimana pemerintah pusat dan daerah berkewajiban menyediakan dan membantu pendanaan serta fasilitasi pengembangan pesantren.</p>



<p>&#8220;Selama ini, fasilitasi penyelenggaran pesantren masih dalam bentuk Pergub, sehingga bantuannya terbatas, hanya Rp50 juta. Dengan adanya perda ini nanti akan membuka peluang bagi pesantren untuk menerima hibah dari pemerintah daerah,&#8221; ucap Edison yang juga Kabag TU Kemenag Sumbar ini.</p>



<p>Menurut Edison, pesantren memiliki peranan yang sangat penting sebagai pusat pembinaan moral dan etika. Sehinga sangat relevan dengan falsafah adat Minangkabau, adat basandi syara&#8217; syara&#8217; basandi kitabullah.</p>



<p>&#8220;Pesantren memiliki kekhasan yang telah mengakar serta hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Sumatra Barat memiliki populasi yang tersebar di wilayah nagari dan pedesaan, yang menuntut pesantren memiliki model pendidikan yang fleksibel dan dapat diakses  masyarakat,&#8221; bebernya.</p>



<p>Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Papkis), joben mengatakan bahwa secara umum ranperda ini meliputi fasilitasi dan dukungan sarana prasarana, dukungan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan serta fasilitas lainnya.</p>



<p>&#8220;Jika ranperda ini disahkan menjadi perda, maka Sumatra Barat menjadi provinsi ke-14 yang akan memiliki peraturan daerah tentang penyelenggaaraan pesantren. Ini tentu peluang besar untuk pengembangan pesantren,&#8221; tutur Joben.</p>



<p>Dalam forum yang dihadiri perwakilan fraksi Komisi V DPRD Sumbar ini, setiap fraksi menyampaikan dukungan terhadap ranperda tersebut.<strong> (*)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-bakal-miliki-peraturan-daerah-fasilitasi-penyelenggaraan-pesantren/">Sumbar Bakal Miliki Peraturan Daerah Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">234452</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesantren: Masih Relevankah di Masa Modernisasi Sekarang?</title>
		<link>https://langgam.id/pesantren-masih-relevankah-di-masa-modernisasi-sekarang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 16:11:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=231139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Fauzul Ikhsan Dafiq Di tengah derasnya arus modernisasi, globalisasi digital, dan fragmentasi nilai-nilai tradisi, pesantren berdiri sebagai institusi yang mempertahankan otoritas keilmuan Islam sekaligus nilai-nilai spiritualitas. Relevansi pesantren tidak ditentukan oleh usia lembaganya, melainkan oleh kemampuannya membaca zaman. Muncul sebuah pertanyaan didalam fikiran kita, apakah pesantren bisa menyerap modernitas tanpa kehilangan ruh etik dan nilai konservatifnya? Dalam praktiknya, pesantren terbagi menjadi dua kutub utama yaitu, pesantren tradisional (salafiyah) dan pesantren modern (khalafiyah). Salafiyah masih sangat berpegang pada kitab kuning dan metode talaqqi klasik seperti pesantren Mustafawiyah purba baru Sumatera Utara, sementara khalafiyah sudah mengintegrasikan kurikulum formal dari negara, bahkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesantren-masih-relevankah-di-masa-modernisasi-sekarang/">Pesantren: Masih Relevankah di Masa Modernisasi Sekarang?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh: Fauzul Ikhsan Dafiq</p>



<p>Di tengah derasnya arus modernisasi, globalisasi digital, dan fragmentasi nilai-nilai tradisi, pesantren berdiri sebagai institusi yang mempertahankan otoritas keilmuan Islam sekaligus nilai-nilai spiritualitas. Relevansi pesantren tidak ditentukan oleh usia lembaganya, melainkan oleh kemampuannya membaca zaman. Muncul sebuah pertanyaan didalam fikiran kita, apakah pesantren bisa menyerap modernitas tanpa kehilangan ruh etik dan nilai konservatifnya?</p>



<p>Dalam praktiknya, pesantren terbagi menjadi dua kutub utama yaitu, pesantren tradisional (salafiyah) dan pesantren modern (khalafiyah). Salafiyah masih sangat berpegang pada kitab kuning dan metode talaqqi klasik seperti pesantren Mustafawiyah purba baru Sumatera Utara, sementara khalafiyah sudah mengintegrasikan kurikulum formal dari negara, bahkan membuka jurusan sains, teknologi, hingga diplomasi. Pesantren seperti Gontor, Al-Falah, dan Daar al- Ulum Asahan kisaran adalah contoh institusi yang tidak hanya mempertahankan basis keagamaan kuat, tetapi juga mengadopsi metodologi pembelajaran abad ke-21.</p>



<p>Namun, transformasi ke arah modernisasi tidak berjalan tanpa rintangan. Konflik internal, kekerasan, afiliasi ideologis ekstrem, dan penyalahgunaan kekuasaan kyai menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa diabaikan.</p>



<p>Konflik Kepemimpinan dan Otoritas Kyai<br>Struktur kepemimpinan pesantren yang berpusat pada figur kyai menimbulkan persoalan saat terjadi suksesi. Banyak pesantren yang belum memiliki struktur manajemen yang mapan ketika kyai wafat, konflik antar anak atau menantu sering terjadi. Menurut studi di pesantren Sukabumi yang saya kutip dari jurnal.unas.ac.id, penyelesaian konflik dilakukan melalui mekanisme nonformal seperti tabayyun atau islah, tetapi kerap tidak efektif karena minimnya transparansi dan tidak adanya lembaga kontrol internal.</p>



<p>Kekerasan Fisik dan Bullying<br>Dalam banyak pesantren, budaya senioritas masih menjadi norma yang dilegitimasi. Santri baru dianggap harus ngembleng diri melalui ujian fisik dan mental. Namun, praktik ini telah berulang kali menelan korban. Kasus tragis sebagaimana yang saya kutip dari majalah tempo.co seperti kematian Bintang Maulana di Ponpes Tartilul Qur’an Kediri dan tragedi pondok pesantren darul Arafah Sumatera Utara menunjukkan bahwa kekerasan fisik masih membayangi pendidikan pesantren. Ironisnya, dalam beberapa kasus, pimpinan pesantren lebih memilih meredam kasus daripada menyerahkannya kepada hukum positif yang mana itu akan menjadi sebuah hal yang dianggap sepele dan dianggap budaya yang baik oleh oknum yang melakukan perbuatan tersebut.</p>



<p>Ideologi Radikal dan Ketertutupan<br>Studi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagaimana dirilis situs resmi kementerian agama (2022), mencatat 198 pesantren di Indonesia terindikasi terpapar radikalisme. Dalam sejumlah kasus, santri tidak mendapatkan paham radikal dalam proses pendidikan formalnya, melainkan direkrut setelah mereka lulus. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan pasca pendidikan dan lemahnya moderasi pemahaman agama dalam beberapa lingkungan pesantren.</p>



<p>Contoh lainnya, adanya kelompok yang mempromosikan ide khilafah dan menolak sistem negara Pancasila secara terselubung. Pemerintah sempat membubarkan sejumlah pesantren mereka karena menyelenggarakan program pendidikan tanpa izin dan menyebarkan ideologi yang tidak sesuai dengan konstitusi negara.</p>



<p>Kekerasan Seksual dan Pengabaian Hak Santri<br>Salah satu sisi tergelap di dunia pesantren adalah kekerasan seksual. Masih ada budaya diam atau bahkan normalisasi terhadap perlakuan seksual menyimpang oleh ustaz atau pengasuh. Contohnya, kasus viral di Blitar memperlihatkan bagaimana seorang ustadz melempar santri 14 tahun dengan kayu berpaku hingga meninggal dunia. Bahkan, di beberapa pesantren, santriwati mengalami pencabulan sistematis bertahun-tahun oleh pengurus hingga mereka kabur melalui jendela asrama.</p>



<p>Dari beberapa kejadian itu dapat kita lihat bahwasanya masih adanya pelaku yang menunjukkan lemahnya pengawasan dan nihilnya sistem perlindungan korban di banyak pesantren. Status kyai yang setara &#8220;ulama karismatik&#8221; menjadikan korban kerap tidak didengar dan bahkan disalahkan.</p>



<p>Relevansi: Bertahan atau Menyesuaikan?<br>Dalam konteks ini, relevansi pesantren bukan sekadar pertanyaan eksistensi, melainkan pertanyaan kapasitas institusional:</p>



<p>Mampukah pesantren melindungi santrinya?<br>Mampukah ia bertransformasi secara epistemologis, tanpa melepaskan nilai etik sufistiknya?<br>Dapatkah ia menjadi benteng melawan ekstremisme, atau alih-alih menjadi ladangnya?</p>



<p>Modernisasi pesantren seharusnya tidak hanya berarti digitalisasi kelas atau pembukaan jurusan IT. Ia harus mencakup beberapa aspek contohnya, reformasi manajemen berbasis akuntabilitas, kode etik perlindungan anak dan perempuan, Kurikulum moderasi beragama, keterbukaan terhadap evaluasi eksternal, dan penegakan hukum atas pelanggaran internal. Tanpa hal-hal ini, pesantren hanya menjadi lembaga pendidikan yang memelihara masa lalu bukan institusi yang mendidik manusia untuk masa depan.</p>



<p>Penutup dari saya sebagai penulis dan hal yang perlu kita ingat bersama adalah pesantren akan tetap bisa menjadi sebuah oase spiritual dan benteng moral bangsa, jika mereka mau berefleksi dan berubah. Jika tidak, mereka hanya akan dikenang sebagai institusi sakral yang ditinggalkan zaman yang mana dihormati tapi tidak diteladani. Relevansi bukan sebuah warisan ia harus diperjuangkan, diperbaharui, dan dipertanggungjawabkan terutama di hadapan mereka yang mempercayakan hidup dan masa depan anak-anak mereka kepada lembaga yang disebut pondok pesantren.</p>



<p>Orang tua juga harus ingat, pondok pesantren juga bukan hanya sekedar tempat penitipan anak, akan tetapi sebuah lembaga tempat belajar yang sakral. Banyak orang tua ketika anaknya bandel, tidak bisa diatur mereka memilih memasukkan anaknya kedalam pondok pesantren dengan sebuah harapan anaknya akan berubah menjadi baik. Padahal, harus kita sadari mau bagaimana pun sebuah pendidikan di luar sana tetap pendidikan yang paling utama adalah dari sebuah keluarga. (*)</p>



<p><em>Fauzul Ikhsan Dafiq, mahasiswa UIN Bukittinggi</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pesantren-masih-relevankah-di-masa-modernisasi-sekarang/">Pesantren: Masih Relevankah di Masa Modernisasi Sekarang?</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231139</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenag Terbitkan Panduan Masa Ta’aruf Santri Baru, Kenalkan Pesantren Secara Optimal</title>
		<link>https://langgam.id/kemenag-terbitkan-panduan-masa-taaruf-santri-baru-kenalkan-pesantren-secara-optimal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=223372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Ta’aruf Mahasantri/Santri Pondok Pesantren. Langkah ini diambil untuk memastikan masa orientasi santri baru di pesantren berjalan optimal dan membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru. Direktur Pesantren, Basnang Said, menjelaskan bahwa awal kedatangan santri baru ke pesantren merupakan fase krusial, baik bagi santri maupun keluarga. Oleh karena itu, perlu ada pengaturan pelaksanaan masa ta’aruf agar dapat berjalan optimal dalam mengenalkan dunia pesantren. &#8220;Karena itu, perlu ada pengaturan pelaksanaan masa ta’aruf santri agar dapat berjalan optimal dalam mengenalkan dunia pesantren,&#8221; terang Basnang Said dikutip, Jumat (7/3/2025). Kasubdit Pesantren Salafiyah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenag-terbitkan-panduan-masa-taaruf-santri-baru-kenalkan-pesantren-secara-optimal/">Kemenag Terbitkan Panduan Masa Ta’aruf Santri Baru, Kenalkan Pesantren Secara Optimal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Ta’aruf Mahasantri/Santri Pondok Pesantren. Langkah ini diambil untuk memastikan masa orientasi santri baru di pesantren berjalan optimal dan membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru.</p>



<p>Direktur Pesantren, Basnang Said, menjelaskan bahwa awal kedatangan santri baru ke pesantren merupakan fase krusial, baik bagi santri maupun keluarga. Oleh karena itu, perlu ada pengaturan pelaksanaan masa ta’aruf agar dapat berjalan optimal dalam mengenalkan dunia pesantren.</p>



<p>&#8220;Karena itu, perlu ada pengaturan pelaksanaan masa ta’aruf santri agar dapat berjalan optimal dalam mengenalkan dunia pesantren,&#8221; terang Basnang Said dikutip, Jumat (7/3/2025).</p>



<p>Kasubdit Pesantren Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan bahwa petunjuk teknis ini memiliki lima tujuan utama, yaitu mengenalkan lingkungan pesantren, mulai dari asrama, masjid, ruang kelas, dapur, dan fasilitas lainnya. Hal ini membantu santri baru merasa nyaman dan tahu di mana harus beraktivitas.</p>



<p>Kemudian, mengenalkan nilai-nilai moderasi beragama dengan menumbuhkan budaya dan jiwa inklusif, ramah, anti kekerasan dan perundungan, anti pelecehan seksual, dan menghargai harkat-martabat kemanusiaan.</p>



<p>Selanjutnya,<strong> </strong>mengenalkan pola kebiasaan hidup bersih, sehat, dan halal dengan menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab, serta mental mandiri berprestasi. Lalu, menumbuhkan rasa bangga terhadap pesantren dengan menanamkan pemahaman nilai-nilai pesantren, sehingga santri mencintai dan menjaga nama baik pesantrennya.</p>



<p>Terakhir, memperkenalkan metode pembelajaran dengan sistem pembelajaran di pesantren berbeda dengan sekolah umum. Ada sistem sorogan, bandongan, dan halaqah yang perlu dipahami santri baru.</p>



<ol class="wp-block-list"></ol>



<p>&#8220;Masa ta’aruf membantu mereka menyesuaikan diri dengan metode tersebut agar lebih mudah mengikuti pelajaran,&#8221; tandas Yusi Damayanti.</p>



<p>Dengan adanya panduan ini, diharapkan masa ta’aruf dapat menjadi momen yang berkesan dan bermanfaat bagi santri baru, serta membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan pesantren secara optimal. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenag-terbitkan-panduan-masa-taaruf-santri-baru-kenalkan-pesantren-secara-optimal/">Kemenag Terbitkan Panduan Masa Ta’aruf Santri Baru, Kenalkan Pesantren Secara Optimal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>GALI Geliatkan Pemahaman Alquran Secara Utuh</title>
		<link>https://langgam.id/gali-geliatkan-pemahaman-alquran-secara-utuh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yose Hendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2022 00:24:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Alquran]]></category>
		<category><![CDATA[Andrinof Chaniago]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Tahfiz Alquran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=163897</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Mata Siska Julita, 17, berbinar-binar dengan rona bahagia terpancar di wajahnya. Santriwati kelas 11 SMA Pondok Pesantren DR. M. Natsir ini dinobatkan menjadi Juara I Kategori Luar Biasa Lomba Al-Hujurat ayat 1-18 yang diinisiasi oleh Gerakan Aksi Literasi Islami (GALI). “Senang sekali berhasil juara di kategori paling tinggi. Lomba ini sangat memotivasi saya untuk lebih mendalami dan memahami Alquran lagi,” kata Siska, usai penyerahan hadiah final di komplek Pondok Pesantren M. Natsir, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, tempo hari. Siska, piatu sedari kecil, di momen itu, suara mungilnya kembali melafalkan Quran surat Al Hujurat. Begitu terdengar</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gali-geliatkan-pemahaman-alquran-secara-utuh/">GALI Geliatkan Pemahaman Alquran Secara Utuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Mata Siska Julita, 17, berbinar-binar dengan rona bahagia terpancar di wajahnya. Santriwati kelas 11 SMA Pondok Pesantren DR. M. Natsir ini dinobatkan menjadi Juara I Kategori Luar Biasa Lomba Al-Hujurat ayat 1-18 yang diinisiasi oleh Gerakan Aksi Literasi Islami (GALI).</p>
<p>“Senang sekali berhasil juara di kategori paling tinggi. Lomba ini sangat memotivasi saya untuk lebih mendalami dan memahami Alquran lagi,” kata Siska, usai penyerahan hadiah final di komplek Pondok Pesantren M. Natsir, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, tempo hari.</p>
<p>Siska, piatu sedari kecil, di momen itu, suara mungilnya kembali melafalkan Quran surat Al Hujurat. Begitu terdengar merdu di tengah kesejukan udara Lembah Gumanti. Ia juga menyampaikan arti tiap-tiap ayat dalam surat tersebut kepada khalayak yang hadir saat itu.</p>
<p>“Lomba bacaan dan memahami surat Al Hujurat yang digagas Pak Andrinof, sangat relevan. karena kita masih haus ilmu, sangat bermotivasi karena kita berhubungan dengan orang tua,” kata Siska.</p>
<p>Menurutnya, lomba seperti ini sangat bagus apalagi buat anak pesantren. “Ini menumbuhkan semangat menghafal sekaligus memahami Alquran,” tukasnya.</p>
<p>Pondok Pesantren Dr. M Natsir terdiri dari SMA dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan jumlah siswa 240 orang. Santri dan santriwatinya juga datang dari jauh seperti dari Jambi, Kerinci, Padang. Di pondok pesantren itu diajarkan kitab kuning, tafsir, nahu, saraf, hadisk.</p>
<p>Pondok pesantren yang mengambil nama tokoh Islam sekaligus Pahlawan Nasional kelahiran Alahan Panjang itu, menjadi satu dari 5 titik atau lokasi inkubasi GALI.</p>
<p>“Gerakan Aksi Literasi Islami ini bagus karena memotivasi anak untuk belajar atau membaca. Dan memotivasi untuk berpikir kritis sesuai nilai-nilai Islam,” ujar Kepala SMA Pondok Pesantren Dr. M. Natsir Musnir.</p>
<p>GALI didirikan oleh mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Andrinof A. Chaniago pada awal bulan September lalu, sebagai jalan mempraktekkan cara beragama lebih baik.</p>
<p>Melalui GALI, Alquran bukan sekedar jadi hafalan, tapi bagaimana memahaminya dengan benar, yang kemudian dijadikan rujukan dalam berkehidupan berbangsa bernegara.<br />
Salah satu caranya, menurut Andrinof, adalah, dengan gerakan literasi. Semua kelompok akan disasar, mulai dari kelompok pengajian, jamaah ceramah, hingga santri dan santriwati pondok pesantren.</p>
<p>Untuk langkah awal, kata Andrinof, seri GALI isi Al-Quran digelar dengan menyasar 5 sekolah agama atau pondok pesantren di Sumatra Barat yakni Pondok Pesantren DR. M Natsir di Alahan Panjang, Solok, Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek di Banuhampu, Agam, Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. DR. HAMKA II Padang, dan dua lembaga MDA/TPA di Kabupaten Tanah Datar yakni Rumah Tahfidz Nurbaya Said dan Rumah Tahfidz Noerma Noer.</p>
<p>Dijelaskan Andrinof, seri Gali isi Al-Qur&#8217;an bertujuan untuk mendorong generasi muda muslim memahami secara imbang dasar-dasar ilmu agama sebagai bekal untuk mendalami isi Al-Qur&#8217;an secara solid dan utuh.</p>
<p>Perlombaan dengan konsep In House Competition digelar 6 September hingga 5 Oktober ini, menguji bacaan dan pemahaman Alquran surat ke 49 Al-Hujurat para santri dan santriwati.</p>
<p>Ada 4 kategori yang dipertandingkan dalam lomba itu, yakni Santri Harapan, dengan menghafal Al Hujurat ayat 11-13, lengkap dengan artinya. Lalu, kategori Santri Terpuji, hafal QS. Al Hujurat ayat 6-13, lengkap dengan artinya. Selanjutnya, kategori Istimewa, hafal QS. Al Hujurat sampai ayat 13, lengkap dengan artinya.</p>
<p>Kategori puncak, Santri Luar Biasa, hafal Al Hujurat sampai ayat 18, lengkap dengan artinya.</p>
<p>“Saya bangga untuk anak-anak yang ikut karena luar biasa semangatnya. Mudahan ini jadi awal yang baik, bagaimana kita memperlakukan Alquran. Perintah ke kita, Alquran dijadikan untuk pedoman, ajakan, bukan hafalan. Hafalan ini hanya langkah awal. Jadi jangan dibanggakan hafalan sekian jus. Bukan itu, yang penting pemahamannya. Alquan memandu perilaku kita, bukan hafalan. Tahapan awal dari seri GALI adalah jalan menuju pemahaman,” ungkap Andrinof yang kini menjabat Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri.</p>
<p>GALI, katanya, membuat formulanya yakni menghafal ayat dan artinya. “Nantinya tinggal dilanjutkan pemahaman lebih jauh, misal keterkaitan ayat, keterkaitan hadis, sehingga pemahaman kita lebih dalam.Tujuan selanjutnya, kalau ada berbakat jadi dai, mubaligh, baca tafsir Hamka, tafsir lain, sehingga ceramah yang disampaikan nantinya menyejukkan,” bebernya.</p>
<p><strong>Gerah Melihat Fenomena Alquran tidak Dijadikan Pedoman</strong></p>
<p>Andrinof mengaku, gagasan GALI dilatarberlakangi perenungan dirinya dari perlbagai aspek  masalah dalam memahami Islam. Dia menyigi, maraknya sekolah tafiz, sadar atau tidak sadar, itu dianggap hal tertinggi dalam menguasai Alquran. Padahal sifatnya menghafal.</p>
<p>Dalam kehidupan nyata berbangsa bernegara, umat Islam terkadang beraktivitas, bersuara atau praktik kehidupa lainnya tidak mencerminkan ajaran dalam Alquran.</p>
<p>Misalnya saja pelbagai ujaran kebencian menyasar para pemimpin, fitnah, prasangka. Dikatakannya, pada sebagian (cara beragama Islam), ada mungkin sudah benar, tapi pasif. Yang membahayakan, yang salah, ingin mempengaruhi orang.</p>
<p>“Jumlahnya cukup banyak. Gerakan tafiz, sampai dimasukkan ke sistem. Misal untuk kursi sekolah unggul, cukup sekian jus hafalannya. Relevansinya apa?<br />
Belum tentu mempengaruhi orang baik. Islam itu intinya kan mengajarkan orang berbuat baik, mencegah kemungkaran,” bilang Andrinof.</p>
<p>Menurutnya, bagaimana seharusnya beribadah setelah salat, bagaimana beribadah sesudah bulan puasa, tetap menjadi bagian orang bertaqwa. Paling baik dari taqwa adalah bersabar, mau memaafkan orang lain, dan lainnya. Berbuat bagi pada semua makhluk hidup, itu yang harus dipraktikkan dalam kehidupan.</p>
<p>“Ajaran Islam ini utuh. Disuruh ngejar akhirat, tapi jangan lupa dunia. Asal jangan berbuat kerusakan. Begitu lengkap ajaran Islam, tapi banyak yang tidak menjalankannya,” teran anggota Tim Penasihat Transisi Ibu Kota Negara Negara (IKN) Nusantara ini.</p>
<p>“Dalam alquran tidak ada ditekankan yang namanya menghafal. Semua tafsir untuk memahami. Orang latah mengajarkan menghafal, tidak mendorong pemahaman. Berkali-kali katam, tapi kan tidak paham. Kisah Buya Hamka misalnya, memaafkan Sukarno yang masa hidup pernah memenjaranya. Memaafkan itu lebih baik. Dalam kriteria taqwa, memaafkan itu level paling tinggi,” sambungnya.</p>
<p>Nah, muatan soal taqwa itu dia dapati di QS Al Hujurat. Sehingga surat 49 dengan jumlah 18 ayat ini, dipilih untuk diperlombakan dalam seri GALI isi dalam In House Competition edisi perdana.</p>
<p>Andrinof menjelaskan, sejumlah kekayaan pesan dalam QS 49 Al-Hujurat, antara lain, jangan meninggikan suara ketika berbicara dengan pemimpin; jangan cepat menelan informasi yang belum dicek kebenarannya; damaikan secara adil dua pihak yang berperang; jangan merendahkan orang lain; jangan mencela dan mengolok-olok orang lain; jangan memanggil orang lain dengan panggilan yang mengandung ejekan.</p>
<p>Lalu, jangan mudah berprasangka (buruk); jangan mencari-cari keburukan orang; jangan saling menggunjing.</p>
<p>“Status tertinggi bagi pemeluk Islam adalah muttaqin. Bukan ayah-ibu kita siapa, golongan kita apa, suku-bangsa kita apa, daerah asal kita mana, pangkat-jabatan kita apa,” ujar Andrinof.</p>
<p>Menurut Andrinof, pesan dalam Al-Hujurat, penting untuk fondasi kehidupan kita. “Pelajari itu taqwa supaya hidup kita sesuai dengan ajaran Islam,” tukasnya.</p>
<p>Harapan GALI ini mengubah cara beragama lebih baik. “GALI ini ajakan aksi literasi, ajakan rajin membaca, ajakan mencari petunjuk. Ini sesuai ajaran Islam,” pungkasnya.</p>
<p>“Ini kegiatan yang inspiratif. Terasa manfaatnya, karena menyebabkan santri &#8211; santriwati berlomba menghafal, belajar dan memahami Al-quran. Kita ingin GALI ini terus berlanjut,” tukas Pimpinan Ponpes DR. M Natsir Darman BA.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gali-geliatkan-pemahaman-alquran-secara-utuh/">GALI Geliatkan Pemahaman Alquran Secara Utuh</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163897</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Sumbar, Wamentan Dorong Korporatisasi Pertanian Berbasis Pesantren</title>
		<link>https://langgam.id/kunjungi-sumbar-wamentan-dorong-korporatisasi-pertanian-berbasis-pesantren/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2021 10:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=139820</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengungkapkan, akan terus mendorong korporatisasi pertanian berbasis pesantren. Hal ini terangnya, untuk meningkatkan rantai pasok produk pertanian tanah air dalam upaya mengimplementasikan kemandirian ekonomi. &#8220;Kedatangan kami, ingin melihat langsung produk unggulan yang dihasilkan Pondok Pesantren Nurul Yakin. Kami juga mendorong agar produk unggulan yang ada di daerah menjadi komoditas ekspor,&#8221; ujarnya saat mengunjungi Sumbar, Sabtu (27/11/2021). Harvick mengatakan, model korporatisasi pertanian berbasis pesantren ini menjadi bukti bahwa peluang usaha di sektor pertanian masih terbuka lebar. Dirinya juga mengapresiasi sistem-sistem canggih yang telah diterapkan dalam penanganan produk. Pada kesempatan itu, Harvick mendorong anak muda</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kunjungi-sumbar-wamentan-dorong-korporatisasi-pertanian-berbasis-pesantren/">Kunjungi Sumbar, Wamentan Dorong Korporatisasi Pertanian Berbasis Pesantren</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengungkapkan, akan terus mendorong korporatisasi pertanian berbasis pesantren.</p>
<p>Hal ini terangnya, untuk meningkatkan rantai pasok produk pertanian tanah air dalam upaya mengimplementasikan kemandirian ekonomi.</p>
<p>&#8220;Kedatangan kami, ingin melihat langsung produk unggulan yang dihasilkan Pondok Pesantren Nurul Yakin. Kami juga mendorong agar produk unggulan yang ada di daerah menjadi komoditas ekspor,&#8221; ujarnya saat mengunjungi Sumbar, Sabtu (27/11/2021).</p>
<p>Harvick mengatakan, model korporatisasi pertanian berbasis pesantren ini menjadi bukti bahwa peluang usaha di sektor pertanian masih terbuka lebar.</p>
<p>Dirinya juga mengapresiasi sistem-sistem canggih yang telah diterapkan dalam penanganan produk.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Harvick mendorong anak muda untuk mengambil peranan di sektor pertanian. Sebab katanya, selain bisa menjadi peluang usaha juga sekaligus dapat membangun desa.</p>
<p>Sementara itu, Wagub Sumbar Audy Joinaldy berharap sinergitas antara Kementerian Pertanian dan Pemprov Sumbar dapat tercipta untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.</p>
<p>Menurutnya, Sumbar memiliki potensi yang sangat besar untuk pertanian. Potensi ini bisa terus didongkrak dengan dukungan dari Kementerian Pertanian.</p>
<p>Ia mengakui ketahanan pangan di Sumbar tetap kokoh meski berada di masa pandemi covid-19.</p>
<p><strong>Baca juga:<a href="https://langgam.id/bmkg-sumbar-berpotensi-hujan-ringan-hingga-3-hari-ke-depan/"> BMKG: Sumbar Berpotensi Hujan Ringan hingga 3 Hari ke Depan</a></strong></p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, kita berharap kerjasama dengan pemerintah pusat bisa terus terjalin baik, untuk mendongkrak potensi pertanian di Sumbar,&#8221; harapnya.</p>
<p>Audy mendukung upaya peningkatan animo anak-anak muda untuk mengambil peran pada sektor pertanian. Hal ini bertujuan untuk mendorong generasi muda mengoptimalkan potensi.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kunjungi-sumbar-wamentan-dorong-korporatisasi-pertanian-berbasis-pesantren/">Kunjungi Sumbar, Wamentan Dorong Korporatisasi Pertanian Berbasis Pesantren</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">139820</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenag Terbitkan Panduan Belajar Tatap Muka di Pesantren dan Madrasah</title>
		<link>https://langgam.id/kemenag-terbitkan-panduan-belajar-tatap-muka-di-pesantren-dan-madrasah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ahmad Bil Wahid]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2021 13:05:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=124945</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kementerian Agama RI menerbitkan panduan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dalam panduan itu, madrasah dibolehkan menggelar PTM setelah mendapat rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 di daerah masing-masing. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, M Ali Ramdhani mengatakan, edaran itu terbit pada 30 Agustus 2021. &#8220;Secara umum, pelaksanaan PTM terbatas Tahun Pelajaran 2021/2022 harus memperhatikan kebijakan pemerintah tentang PPKM dan mengacu pada ketentuan dalam SKB Empat Menteri,” tegas Ali Ramdhani seperti dikutip dari laman Sekretaris Kabinet, Jumat (03/09/2021). Baca juga: Pemko Padang Diminta Pikir Ulang Rencana Pembelajaran Tatap Muka Dia menjelaskan, pesantren dan lembaga pendidikan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenag-terbitkan-panduan-belajar-tatap-muka-di-pesantren-dan-madrasah/">Kemenag Terbitkan Panduan Belajar Tatap Muka di Pesantren dan Madrasah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Kementerian Agama RI menerbitkan panduan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dalam panduan itu, madrasah dibolehkan menggelar PTM setelah mendapat rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.</p>
<p>Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, M Ali Ramdhani mengatakan, edaran itu terbit pada 30 Agustus 2021.</p>
<p>&#8220;Secara umum, pelaksanaan PTM terbatas Tahun Pelajaran 2021/2022 harus memperhatikan kebijakan pemerintah tentang PPKM dan mengacu pada ketentuan dalam SKB Empat Menteri,” tegas Ali Ramdhani seperti dikutip dari laman Sekretaris Kabinet, Jumat (03/09/2021).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/pemko-padang-diminta-pikir-ulang-rencana-pembelajaran-tatap-muka/">Pemko Padang Diminta Pikir Ulang Rencana Pembelajaran Tatap Muka</a></strong></p>
<p>Dia menjelaskan, pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berasrama, harus menyiapkan fasilitas atau sarana prasarana pembelajaran, proses kedatangan santri, pola ibadah, pola pikir, pola ibadah, pola interaksi, serta pola belajar santri agar memenuhi standar protokol kesehatan.</p>
<p>“Dalam pelaksanaannya, madrasah, pesantren, serta lembaga pendidikan keagamaan Islam berasrama maupun tidak berasrama, harus berkoordinasi dengan Satuan Tugas Covid-19 daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan atau dinas kesehatan setempat,” lanjutnya.</p>
<p><strong>Berikut Ketentuan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka pada Madrasah (RA, MI, MTs, dan MA/MAK):</strong></p>
<p>1. Pelaksanaan PTM terbatas di Madrasah pada Tahun Pelajaran 2021/2022 mengacu pada ketentuan dalam SKB Empat Menteri.</p>
<p>2. Pelaksanaan PTM terbatas di Madrasah pada Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.</p>
<p>3. Selain rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 juga mendapatkan rekomendasi “Siap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas” dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota berdasarkan ketentuan yang diatur dalam SKB Empat Menteri dan hasil monitoring terhadap isian daftar periksa kesiapan PTM terbatas yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam;</p>
<p><strong>Ketentuan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Berasrama:</strong></p>
<p>1. Pendidikan Pesantren berasrama meliputi: a. Pendidikan Diniyah Formal (PDF); b. Satuan Pendidikan Muadalah (SPM); c. Ma’had Aly; d. Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS); e. Pendidikan Madrasah atau Satuan Pendidikan yang Terintegrasi dengan Pesantren/Madrasah atau Sekolah dalam Pesantren; f. Perguruan Tinggi yang Terintegrasi dengan Pesantren/Perguruan Tinggi dalam Pesantren; dan g. Pendidikan Pesantren Berbentuk Kajian Kitab Kuning (Nonformal).</p>
<p>2. Pendidikan Keagamaan Islam berasrama meliputi: a. Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) tertentu; dan b. Lembaga Pendidikan Al Quran (LPQ) tertentu.</p>
<p>3. Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam berasrama dalam melaksanakan aktivitasnya di masa pandemi Covid-19 harus memperhatikan kebijakan pemerintah tentang PPKM dan berpedoman pada ketentuan terkait dalam SKB Empat Menteri.</p>
<p>4. Pimpinan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam berasrama berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan atau dinas kesehatan setempat untuk memastikan bahwa lingkungan dan asrama/fasilitas pembelajarannya aman dari Covid-19 dan telah memenuhi standar protokol kesehatan dibuktikan dengan Surat Rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.</p>
<p>5. Pimpinan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam berasrama harus menerapkan prosedur pelaksanaan aktivitas pembelajaran di pesantren sejak penyiapan fasilitas/sarana prasarana pembelajaran dan proses kedatangan santri masuk pesantren, pola ibadah, pola pikir, pola ibadah, pola interaksi, serta pola belajar santri yang memenuhi standar protokol kesehatan.</p>
<p>6. Pimpinan yang membidangi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota bertanggung jawab memastikan kesiapan pesantren untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas secara aman sesuai protokol kesehatan.</p>
<p>7. Pimpinan yang membidangi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan/atau dinas kesehatan setempat dalam melaksanakan pengawasan dan pemantauan terhadap pesantren yang melaksanakan aktivitasnya di masa pandemi Covid-19 untuk memastikan pelaksanaan ketentuan sebagaimana diatur dalam SKB Empat Menteri.</p>
<p>8. Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam berasrama yang tidak memenuhi persyaratan dan/atau tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana diatur dalam SKB Empat Menteri tidak diizinkan melakukan aktivitas PTM terbatas dan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenag-terbitkan-panduan-belajar-tatap-muka-di-pesantren-dan-madrasah/">Kemenag Terbitkan Panduan Belajar Tatap Muka di Pesantren dan Madrasah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124945</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gubernur Sumbar Motivasi Lulusan Pesantren Kuliah ke Timur Tengah</title>
		<link>https://langgam.id/gubernur-sumbar-motivasi-lulusan-pesantren-kuliah-ke-timur-tengah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2021 01:39:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=117427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Gubernur Mahyeldi memotivasi lulusan pesantren di Sumatra Barat (Sumbar) untuk melanjutkan pendidikan ke negara-negara Timur Tengah. Menurutnya, Pemprov Sumbar sedang menyiapkan tim untuk menjalin hubungan dengan sejumlah negara di kawasan tersebut. Mahyeldi mengatakan, hal ini bisa jadi salah satu jalan bagi lulusan pesantren untuk bisa menimba ilmu di sana. &#8220;Anggota tim yang dibentuk itu diantaranya adalah keturunan Minang yang telah merantau di Timur Tengah. Mereka yang nanti dibekali Surat Keputusan (SK) sebagai perwakilan resmi Pemprov Sumbar,&#8221; katanya, Kamis (15/7/2021). Surat tersebut, menurutnya, akan memudahkan mereka membantu Pemprov Sumbar untuk menjalin komunikasi, menjajaki semua kemungkinan kerjas ama baik dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gubernur-sumbar-motivasi-lulusan-pesantren-kuliah-ke-timur-tengah/">Gubernur Sumbar Motivasi Lulusan Pesantren Kuliah ke Timur Tengah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Gubernur Mahyeldi memotivasi lulusan pesantren di Sumatra Barat (Sumbar) untuk melanjutkan pendidikan ke negara-negara Timur Tengah. Menurutnya, <a href="http://sumbarprov.go.id">Pemprov</a> Sumbar sedang menyiapkan tim untuk menjalin hubungan dengan sejumlah negara di kawasan tersebut.</p>
<p>Mahyeldi mengatakan, hal ini bisa jadi salah satu jalan bagi lulusan pesantren untuk bisa menimba ilmu di sana. &#8220;Anggota tim yang dibentuk itu diantaranya adalah keturunan Minang yang telah merantau di Timur Tengah. Mereka yang nanti dibekali Surat Keputusan (SK) sebagai perwakilan resmi Pemprov Sumbar,&#8221; katanya, Kamis (15/7/2021).</p>
<p>Surat tersebut, menurutnya, akan memudahkan mereka membantu Pemprov Sumbar untuk menjalin komunikasi, menjajaki semua kemungkinan kerjas ama baik dengan Duta Besar Indonesia di negara tersebut atau langsung dengan pemerintah setempat.</p>
<p>Gubernur menyampaikan hal tersebut saat menghadiri <em>batagak kudo-kudo</em> (pembangunan awal) Masjid Al-Humaidi Pondok Pesantren Darul Hadits Pasaman Barat. Menurutnya, Pemprov Sumbar juga tengah menjajaki kemungkinan menjalin hubungan <em>sister city</em> atau kota kembar dengan beberapa kota di Timur Tengah. Lewat program itu, akan dimungkinkan pula pertukaran pelajar antara dua daerah.</p>
<p>Ia mengatakan cukup banyak masyarakat asal Sumbar yang merantau di berbagai negara di dunia termasuk Timur Tengah. Mereka terhimpun dalam sebuah jaringan Minang Diaspora dan bersedia memberikan bantuan bagi orang-orang yang ingin menuntut ilmu di Timur Tengah.</p>
<p>&#8220;Jadi banyak cara jika ada kemauan. Namun agar cita-cita untuk kuliah di luar negeri itu bisa tercapai maka segalanya harus dipersiapkan sejak dini, terutama untuk kemampuan Bahasa Arab,&#8221; katanya, sebagaimana dirilis Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar.</p>
<p>Lingkungan pondok pesantren, menurutnya, sangat mendukung untuk bisa mengembangkan kemampuan dalam berbahasa tersebut. Sehingga nanti tidak terlalu sulit untuk melanjutkan pendidikan ke negara di Timur Tengah.</p>
<h2>Keunggulan Lulusan Pesantren</h2>
<p>Sementara itu Kepala Kemenag Pasaman Barat Muhammad Nur mengatakan lulusan pesantren harus memiliki keunggulan tertentu dibandingkan lulusan sekolah lain. Keunggulan itu bisa dalam hal tahfidz Qur&#8217;an maupun penghafal hadist atau ahli dalam kitab-kitab lain.</p>
<p>Namun tidak boleh pula mendikotomi ilmu. Hanya menitikberatkan pada ilmu agama tetapi meninggalkan ilmu pendukung lain seperti teknologi, pertanian atau peternakan.</p>
<p>&#8220;Tidak semua lulusan pesantren akan menjadi ulama karena itu perlu pula <em>live skil, </em>ilmu terapan yang bisa menjadi pendukung untuk mendapatkan pekerjaan di bidang lain,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia memuji pengelola pesantren Yayasan Darul Hadits yang mau mengembangkan berbagai usaha di lingkungan sendiri seperti usaha perikanan dan peternakan. Usaha itu juga bisa menjadi lahan ilmu bagi siswa pesantren.</p>
<p>Pimpinan Yayasan Darul Hadits, Khairul Nasri, mengatakan pondok pesantren itu bisa berdiri karena banyak bantuan dari donatur yang sebagian besar dikenalnya saat menjalani pendidikan di Timur Tengah.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan nanti selain donatur, Pemprov Sumbar juga bisa membantu pengembangan pesantren,&#8221; katanya. (Rahmadi/SS)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/gubernur-sumbar-motivasi-lulusan-pesantren-kuliah-ke-timur-tengah/">Gubernur Sumbar Motivasi Lulusan Pesantren Kuliah ke Timur Tengah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117427</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sodomi Santri, Pengasuh Pesantren di Solok Imingi Korban dengan Game</title>
		<link>https://langgam.id/sodomi-santri-pengasuh-pesantren-di-solok-imingi-korban-dengan-game/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2021 10:08:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=107260</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepolisian Resor (Polres) Arosoka memburu salah seorang pengasuh yang diduga melakukan tindakan sodomi terhadap sejumlah santri di Pondok Pesantren M Natsir, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar). Terduga pelaku diketahui kabur setelah kasus ini terungkap. Kasat Reskrim Polres Arosoka, Iptu Rifki Yudha Ersanda mengatakan, hasil penyelidikan sementara terduga pelaku melakukan aksi pencabulan di lingkungan pondok pesantren. Sebelum melakukan aksinya, pengasuh ini membujuk korban. &#8220;Terduga pelaku membeli tablet, kemudian korban diiming-imingi main game. Perbuatan cabul ini dilakukan di lingkungan pondok pesantren itu,&#8221; kata Rifki dihubungi langgam.id, Kamis (3/6/2021). Baca juga: Korban Sodomi Pengasuh Pesantren di Solok 3 Orang, Polisi: Kemungkinan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sodomi-santri-pengasuh-pesantren-di-solok-imingi-korban-dengan-game/">Sodomi Santri, Pengasuh Pesantren di Solok Imingi Korban dengan Game</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kepolisian Resor (Polres) Arosoka memburu salah seorang pengasuh yang diduga melakukan tindakan sodomi terhadap sejumlah santri di Pondok Pesantren M Natsir, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar). Terduga pelaku diketahui kabur setelah kasus ini terungkap.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Arosoka, Iptu Rifki Yudha Ersanda mengatakan, hasil penyelidikan sementara terduga pelaku melakukan aksi pencabulan di lingkungan pondok pesantren. Sebelum melakukan aksinya, pengasuh ini membujuk korban.</p>
<p>&#8220;Terduga pelaku membeli tablet, kemudian korban diiming-imingi main game. Perbuatan cabul ini dilakukan di lingkungan pondok pesantren itu,&#8221; kata Rifki dihubungi langgam.id, Kamis (3/6/2021).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/korban-sodomi-pengasuh-pesantren-di-solok-3-orang-polisi-kemungkinan-ada-yang-lain/">Korban Sodomi Pengasuh Pesantren di Solok 3 Orang, Polisi: Kemungkinan Ada yang Lain</a></strong></p>
<p>Ia mengungkapkan, sementara total korban yang melaporkan sebanyak tiga orang santri. Namun pihaknya menduga tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah.</p>
<p>Kasus ini terungkap berawal dari salah seorang santri menceritakan perbuatan pengasuh tersebut kepada keluarganya. Sebelumnya, pihak keluarga curiga lantaran korban mengalami sakit ketika buang air besar.</p>
<p>&#8220;Informasi korban awalnya merasa sakit saat BAB, ditanya pihak keluarga ternyata ada tindakan pelecahan seksual. Dengan dasar itu, keluarga korban membuat laporan,&#8221; ujarnya</p>
<p>Rifki mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan terduga pelaku. Sedangkan untuk para korban telah dilakukan tindakan visum.</p>
<p>&#8220;Para korban sudah visum, namun hasil otentik kesehatan belum kami terima. Dan kami masih kami masih melacak keberadaannya,&#8221; jelasnya. <strong>(Irwanda/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sodomi-santri-pengasuh-pesantren-di-solok-imingi-korban-dengan-game/">Sodomi Santri, Pengasuh Pesantren di Solok Imingi Korban dengan Game</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107260</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Korban Sodomi Pengasuh Pesantren di Solok 3 Orang, Polisi: Kemungkinan Ada yang Lain</title>
		<link>https://langgam.id/korban-sodomi-pengasuh-pesantren-di-solok-3-orang-polisi-kemungkinan-ada-yang-lain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2021 07:03:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=107221</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Polisi menyelidiki adanya dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan salah seorang pengasuh Pondok Pesantren M Natsir, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar). Pencabulan ini dialami para santri laki-laki. Kasat Reskrim Polres Arosoka, Iptu Rifki Yudha Ersanda mengatakan, total sementara korban sebanyak tiga orang anak. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut bertambah. &#8220;Sementara total korban yang kami terima ada tiga santri, tapi tidak menutup kemungkinan adanya korban lainnya yang belum teridentifikasi. Jadi masih kami dalami perkaranya,&#8221; kata Rifki dihubungi langgam.id, Kamis (3/6/2021). Baca juga: Seorang Pengasuh di Pesantren M Natsir Solok Diduga Sodomi Santri Ia menyebutkan untuk sementara para korban seluruhnya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/korban-sodomi-pengasuh-pesantren-di-solok-3-orang-polisi-kemungkinan-ada-yang-lain/">Korban Sodomi Pengasuh Pesantren di Solok 3 Orang, Polisi: Kemungkinan Ada yang Lain</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Polisi menyelidiki adanya dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan salah seorang pengasuh Pondok Pesantren M Natsir, Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar). Pencabulan ini dialami para santri laki-laki.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Arosoka, Iptu Rifki Yudha Ersanda mengatakan, total sementara korban sebanyak tiga orang anak. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut bertambah.</p>
<p>&#8220;Sementara total korban yang kami terima ada tiga santri, tapi tidak menutup kemungkinan adanya korban lainnya yang belum teridentifikasi. Jadi masih kami dalami perkaranya,&#8221; kata Rifki dihubungi langgam.id, Kamis (3/6/2021).</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/seorang-pengasuh-di-pesantren-m-natsir-solok-diduga-sodomi-santri/">Seorang Pengasuh di Pesantren M Natsir Solok Diduga Sodomi Santri</a></strong></p>
<p>Ia menyebutkan untuk sementara para korban seluruhnya merupakan santri laki-laki. Pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah adanya santri perempuan yang mengalami tindakan pencabulan dari pengasuh pesantren itu.</p>
<p>&#8220;Sasarannya sementara yang kami identifikasi, para korban santri cowok. Kami belum tau ada korban santri perempuan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Rifki mengungkapkan dari hasil pemeriksaan sementara, perbuatan pencabulan dilakukan di lingkungan pondok pesantren. Hanya saja saat ini, terduga pelaku melarikan usai dilaporkan.</p>
<p>&#8220;Kami tidak tau keberdayaannya (pelaku), sedang kami cari. kami masih melacak keberadaannya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebelumnya, kasus ini terungkap setelah salah seorang santri mengalami sakit saat buang air besar. Pihak keluarga curiga kemudian akhirnya korban bercerita.</p>
<p>Informasi korban awalnya merasa sakit saat BAB, ditanya pihak keluarga ternyata ada tindakan pelecahan seksual. Dengan dasar itu, keluarga korban membuat laporan,&#8221; ujarnya. <strong>(Irwanda/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/korban-sodomi-pengasuh-pesantren-di-solok-3-orang-polisi-kemungkinan-ada-yang-lain/">Korban Sodomi Pengasuh Pesantren di Solok 3 Orang, Polisi: Kemungkinan Ada yang Lain</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107221</post-id>	</item>
		<item>
		<title>7 Petak Bangunan Ponpes Ar Risalah Padang Terbakar</title>
		<link>https://langgam.id/7-petak-bangunan-ponpes-ar-risalah-padang-terbakar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2021 16:40:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=106515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kebakaran melanda bangunan yang berada di kawasan Pondok Pesantren Wakaf Ar Risalah Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (28/5/2021). Api mulai membakar sejumlah bangunan sekitar pukul 21.00 WIB. Setidaknya terdapat tujuh petak bangunan habis dilahap api. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran ini, sementara untuk para santri diketahui tidak ada di pondok pesantren. Menurut Ketua Yayasan Pondok Pesantren Wakaf Ar Risalah Padang, Ustaz Arwim, bangunan yang terbakar biasa digunakan untuk usaha foto copy hingga laundry. Saat terbakar,  bangunan dalam kondisi kosong. &#8220;Itu digunakan untuk foto copy dan laundry. Santri belum datang, baru karyawan yang ada di sini. Kondisi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/7-petak-bangunan-ponpes-ar-risalah-padang-terbakar/">7 Petak Bangunan Ponpes Ar Risalah Padang Terbakar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Kebakaran melanda bangunan yang berada di kawasan Pondok Pesantren Wakaf Ar Risalah Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (28/5/2021). Api mulai membakar sejumlah bangunan sekitar pukul 21.00 WIB.</p>
<p>Setidaknya terdapat tujuh petak bangunan habis dilahap api. Tidak ada korban jiwa dari kebakaran ini, sementara untuk para santri diketahui tidak ada di pondok pesantren.</p>
<p>Menurut Ketua Yayasan Pondok Pesantren Wakaf Ar Risalah Padang, Ustaz Arwim, bangunan yang terbakar biasa digunakan untuk usaha foto copy hingga laundry. Saat terbakar,  bangunan dalam kondisi kosong.</p>
<p>&#8220;Itu digunakan untuk foto copy dan laundry. Santri belum datang, baru karyawan yang ada di sini. Kondisi bangunan juga kosong,&#8221; kata Arwim di lokasi, Jumat (28/5/2021).</p>
<p>Sebelumnya, Arwim mendapat informasi kebakaran dari petugas keamanan pondok pesantren. Petugas keamanan tersebut diketahui sedang melakukan patroli.</p>
<p>&#8220;Biasanya kan satpam kami patroli, jadi mungkin ada yang korsleting listrik, kemungkinan. Jadi dikasih tau, sudah mulai terbakar maka kami ambil tindakan listrik diputus langsung,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sejumlah warga dan karyawan pondok pesantren berupaya memadamkan api agar tidak menjalar ke bangunan lain. Petugas pemadam kebakaran yang mendapat informasi kebakaran mengerahkan tiga unit armada pemadam.</p>
<p>Kepala Seksi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Syahrul menyebutkan, api berkobar cepat lantaran isi dalam bangunan mudah terbakar. Bangunan yang terbakar merupakan unit usaha milik Pondok Pesantren Wakaf Ar Risalah.</p>
<p>&#8220;Di sini ada tujuh unit bangunan yang merupakan milik usaha mereka. Ada tempat foto copy juga, laundry juga serta toserba,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Proses pemadaman dilakukan petugas cukup cepat. Hanya saja, lokasi pondok pesantren yang cukup jauh dari pusat kota memakan waktu petugas untuk sampai di lokasi.</p>
<p>&#8220;Lokasi jauh dan medan sulit karena daerah perbukitan. Kami kerahkan armada di pos terdekat tadi,&#8221; tuturnya. <strong>(Irwanda/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/7-petak-bangunan-ponpes-ar-risalah-padang-terbakar/">7 Petak Bangunan Ponpes Ar Risalah Padang Terbakar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106515</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/99 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 14:10:32 by W3 Total Cache
-->