<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Pertanian Kota Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/pertanian-kota/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/pertanian-kota/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Apr 2024 00:15:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Pertanian Kota Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/pertanian-kota/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Aquaponik: Revolusi Hijau untuk Meningkatkan Produktivitas di Lahan Terbatas</title>
		<link>https://langgam.id/aquaponik-revolusi-hijau-untuk-meningkatkan-produktivitas-di-lahan-terbatas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmi Awalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2024 00:09:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=202091</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertumbuhan penduduk yang cepat di Indonesia telah menyebabkan lahan pertanian dan perikanan semakin sempit, menjadi tantangan utama bagi para pengusaha di sektor ini. Seiring dengan peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat, permintaan akan pangan, khususnya ikan air tawar dan sayuran, semakin meningkat. Namun, ketersediaan lahan yang terbatas menjadi hambatan utama dalam memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Salah satu solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan sistem akuaponik, sebuah inovasi baru dalam bidang pertanian dan perikanan. Akuaponik menggabungkan budidaya perikanan dan budidaya sayuran hidroponik dalam satu sistem yang saling mendukung. Sistem ini meniru ekosistem alami di mana tanaman menggunakan kotoran</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aquaponik-revolusi-hijau-untuk-meningkatkan-produktivitas-di-lahan-terbatas/">Aquaponik: Revolusi Hijau untuk Meningkatkan Produktivitas di Lahan Terbatas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pertumbuhan penduduk yang cepat di Indonesia telah menyebabkan lahan pertanian dan perikanan semakin sempit, menjadi tantangan utama bagi para pengusaha di sektor ini. Seiring dengan peningkatan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat, permintaan akan pangan, khususnya ikan air tawar dan sayuran, semakin meningkat. </p>



<p>Namun, ketersediaan lahan yang terbatas menjadi hambatan utama dalam memenuhi permintaan pasar yang tinggi.</p>



<p>Salah satu solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan sistem akuaponik, sebuah inovasi baru dalam bidang pertanian dan perikanan. Akuaponik menggabungkan budidaya perikanan dan budidaya sayuran hidroponik dalam satu sistem yang saling mendukung. </p>



<p>Sistem ini meniru ekosistem alami di mana tanaman menggunakan kotoran ikan sebagai sumber nutrisi, sementara air yang telah dimurnikan oleh tanaman kembali ke lingkungan ikan.</p>



<p>Akuaponik menciptakan hubungan simbiosis mutualisme antara ikan dan tanaman. Air dari kolam ikan dialirkan melalui sistem pipa yang menopang pertumbuhan tanaman. Proses ini tidak hanya membersihkan air dari limbah ikan yang berbahaya, tetapi juga menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. </p>



<p>Dengan sistem ini, tanaman tidak perlu disiram secara manual setiap hari, karena air yang disirkulasikan secara otomatis mencukupi kebutuhan penyiraman.</p>



<p>Selain menghasilkan ikan dan sayuran secara bersamaan, keuntungan dari sistem akuaponik termasuk menjaga kebersihan air kolam dan menyediakan nutrisi yang cukup untuk tanaman. Namun, meskipun ada potensi bisnis yang menguntungkan, banyak masyarakat yang masih ragu untuk menerapkannya.</p>



<p>Oleh karena itu, rencana tesis saya bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan dan efisiensi biaya dari usaha akuaponik sebagai panduan bagi masyarakat dalam mengambil keputusan investasi di bidang ini.</p>



<p>Aquaponik, sebagaimana yang disebutkan oleh Food and Agriculture Organization, menawarkan sejumlah manfaat yang signifikan dari segi teknologi:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Efisiensi Penggunaan Air: Aquaponik menghemat air secara signifikan dibandingkan dengan budidaya tanaman konvensional berbasis tanah, karena air yang digunakan dalam sistem ini secara terus-menerus disirkulasikan antara tanaman dan ikan, mengurangi konsumsi air dan tagihan air.</li>



<li>Resilien Terhadap Penyakit: Karena tidak menggunakan media tanah, aquaponik tidak rentan terhadap penyakit yang umumnya ditularkan melalui tanah, seperti pythium atau busuk akar, membuatnya lebih tahan terhadap gangguan penyakit.</li>



<li>Kualitas Produk yang Lebih Baik: Produk hasil aquaponik, baik sayuran maupun ikan, cenderung memiliki kualitas yang lebih baik karena tidak memerlukan penggunaan pupuk atau pestisida kimia, menjadikannya lebih aman dan lebih sehat bagi konsumen.</li>



<li>Pengurangan Limbah: Sistem aquaponik menghasilkan sedikit limbah karena air yang digunakan secara efisien dan nutrisi yang tidak terpakai oleh tanaman diserap oleh ikan, menciptakan siklus yang efisien dalam penggunaan sumber daya.</li>



<li>Pemupukan Alami: Tanaman dalam aquaponik mendapatkan nutrisi dari kotoran ikan, menghilangkan kebutuhan akan pupuk tambahan, sehingga mengurangi biaya dan dampak lingkungan dari penggunaan pupuk kimia.</li>



<li>Penggunaan Lahan yang Efisien: Aquaponik dapat ditempatkan dalam ruangan, menghemat lahan secara efisien, sehingga cocok untuk daerah-daerah yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.<br>Meskipun demikian, ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan:</li>



<li>Biaya Awal yang Tinggi: Biaya awal dan biaya perawatan sistem aquaponik cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan metode budidaya lainnya seperti hidroponik atau budidaya tanaman dengan media tanah.</li>



<li>Kompleksitas Pengelolaan: Pengelolaan aquaponik memerlukan keahlian dan pengetahuan mendalam tentang sistem tersebut. Kesalahan kecil dalam pengelolaan bisa berpotensi menyebabkan kerugian besar, bahkan kemungkinan kegagalan sistem.<br>Melalui aquaponik, ikan air tawar seperti lele, mas, patin, dan nila dapat dibudidayakan bersama dengan tanaman seperti selada, kangkung, tomat, dan lainnya. Namun, perlu diingat untuk menghindari menanam tanaman yang memerlukan tingkat pH air yang tidak cocok bagi ikan, untuk menjaga keamanan dan kesehatan mereka.<br>Sistem aquaponik juga dapat berperan dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan, terutama dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Dengan memanfaatkan hubungan simbiotik antara ikan dan tanaman serta siklus alami, penggunaan bahan kimia sintetis bisa dikurangi secara signifikan atau bahkan dihilangkan sama sekali.</li>
</ol>



<p>*<strong>Dosen Teknik Pertanian dan Biosistem &#8211; Fateta Univ.Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aquaponik-revolusi-hijau-untuk-meningkatkan-produktivitas-di-lahan-terbatas/">Aquaponik: Revolusi Hijau untuk Meningkatkan Produktivitas di Lahan Terbatas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202091</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hidroponik Solusi Kebutuhan Sayur Sehat Keluarga</title>
		<link>https://langgam.id/hidroponik-solusi-kebutuhan-sayur-sehat-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmi Awalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 09:10:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu kebutuhan zat dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita terdapat pada tanaman sayur. Namun sumber tanaman sayur perlu menjadi perhatian kita, karena tidak semua sayur yang beredar di pasaran bisa dinyatakan sehat dan bebas dari pestisida. Salah satu sumber sayuran sehat bisa berasal dari tanaman hidroponik. Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Berbeda dengan sayuran yang dilakukan secara konvensional yang menggunakan media tanah, sayur hidroponik hanya membutuhkan air yang mengandung mineral untuk proses tumbuh kembangnya. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun dapat didaur ulang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hidroponik-solusi-kebutuhan-sayur-sehat-keluarga/">Hidroponik Solusi Kebutuhan Sayur Sehat Keluarga</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-black-color">S</mark>alah satu kebutuhan zat dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita terdapat pada tanaman sayur. Namun sumber tanaman sayur perlu menjadi perhatian kita, karena tidak semua sayur yang beredar di pasaran bisa dinyatakan sehat dan bebas dari pestisida.</p>



<p>Salah satu sumber sayuran sehat bisa berasal dari tanaman hidroponik. Sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. </p>



<p>Berbeda dengan sayuran yang dilakukan secara konvensional yang menggunakan media tanah, sayur hidroponik hanya membutuhkan air yang mengandung mineral untuk proses tumbuh kembangnya. </p>



<p>Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun dapat didaur ulang kembali. Selain kebutuhan akan air dan mineral, tanaman hidroponik juga membutuhkan lampu, sistem filtrasi untuk air dan udara, serta alat kontrol iklim. Semua komponen tersebut dibutuhkan untuk menunjang perkembangan tanaman hidroponik.</p>



<p>Umumnya, sayuran hidroponik ditanam dalam rumah kaca atau di luar ruangan dengan lahan yang terbatas. Karena tanaman hidroponik sangat dijaga cara dan tempat penanamannya serta tidak membutuhkan tanah, sayuran hidroponik tidak menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman dari serangan hama serangga. </p>



<p>Sehingga, dapat dikatakan kebanyakan produk tanaman hidroponik juga termasuk hasil dari tanaman organik. Beberapa keuntungan yang didapat dari menanam sayuran secara hidroponik di antaranya hanya memerlukan lebih sedikit air dibandingkan cara penanaman menggunakan media tanah, nutrisi, kelembapan (pH), dan lingkungan sebagai tempat tumbuhnya bisa dikendalikan, sayuran tumbuh lebih cepat karena pasokan oksigen (dari air) lebih banyak tersedia di daerah perakaran, hasil panen lebih banyak, bisa ditanam di mana saja, tidak memerlukan lahan yang luas untuk menanamnya, tidak memerlukan budidaya atau melakukan penyiangan, beberapa tanaman, khususnya selada dan stroberi seperti pertumbuhannya dapat dikondisikan dengan baik sehingga bisa mencapai ketinggian yang lebih baik untuk penanaman, budidaya, dan panen</p>



<p>Terlepas dari cara penanamannya, selama tanaman memiliki nutrisi (khususnya mineral dalam air) yang memadai untuk tumbuh, dan mendapatkan cahaya serta udara yang cukup, maka sayuran hidroponik dapat tumbuh dengan kandungan nutrisi yang baik.</p>



<p>Dalam sistem hidroponik, petani dapat mempertahankan kadar mineral secara konsisten yang terdapat didalam tanaman, berbeda halnya dengan sayuran yang ditanam dengan menggunakan media tanah. Sebab, petani membutuhkan perlakuan khusus seperti pemupukan untuk mengatasi kualitas tanah yang buruk.</p>



<p>Dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry terbitan tahun 2003 menyebutkan bahwa kandungan karotenoid pada sayuran hidroponik lebih rendah bila dibandingkan dengan yang ditanam biasa. Karotenoid, seperti beta karoten dan lutein, merupakan senyawa tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, karotenoid tidak diklasifikasikan sebagai vitamin ataupun mineral.</p>



<p>Di samping kelebihan yang terdapat pada tanaman hidroponik, juga memiliki kelemahan salah satunya berisiko terkena hama dan jamur. Walaupun resikonya lebih kecil terkena hama dan jamur tanaman hidroponik memiliki risiko lebih kecil untuk terkena hama, tetapi tidak menutup kemungkinan tanaman hidroponik juga menimbulkan masalah pada tanaman sayuran hidroponik. </p>



<p>Salah satu jamur yang menyerang pada tanaman hidroponik adalah Verticillium atau Fusarium yang jadi penyebab beberapa kondisi kesehatan seperti pada penyakit mata, hingga dapat menyebar dengan cepat melalui penanaman sistem hidroponik.</p>



<p>Perlu kita ingat juga bahwa nutrisi yang terkandung dalam sayuran ditanam secara hidroponik memiliki kandungan zat dan mineral yang bervariasi tergantung dari berbagai faktor, seperti varietas tanaman, musim, serta kapan sayuran tersebut akan dipanen.</p>



<p>Penanganan dan penyimpanan sayuran setelah dipanen juga mempengaruhi kandungan nutrisi. Penyimpanan yang buruk dapat menurunkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran. Sehingga ketika sayuran dikonsumsi, tidak memberikan dampak bagi kesehatan.</p>



<p>Terlepas dari mana yang lebih sehat, antara sayur hidroponik dengan sayur yang ditanam menggunakan media tanah, mengonsumsi sayuran pada dasarnya sangat penting bagi kesehatan karena sayuran mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan dapat menghalau dari bahaya berbagai penyakit. Pilihannya dikembalikan kepada kita yang akan mengkonsumsi sayuran.</p>



<p><br><strong>*Dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Unand</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hidroponik-solusi-kebutuhan-sayur-sehat-keluarga/">Hidroponik Solusi Kebutuhan Sayur Sehat Keluarga</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181421</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa PMM 2 UNAND Agroeduwisata ke We Farm Hidroponik</title>
		<link>https://langgam.id/mahasiswa-pmm-2-unand-agroeduwisata-ke-we-farm-hidroponik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2022 01:02:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Green Garden Hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=165287</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2 di Universitas Andalas mengikuti perjalanan agroeduwisata ke We Farm Hidroponik pada hari Minggu 13 November 2022. We Farm Hidroponik merupakan destinasi Agroeduwisata yang saat ini mulai banyak dikunjungi oleh berbagai komunitas petani di Sumatera Barat. We Farm Hidroponik didirikan oleh pasangan suami istri Wanda Arjulis dan Ns. Alwiya Rahmanoza pada tanggal 1 Mei 2020 di Nagari Paninjauan. Lokasi ini berdekatan dengan Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Usaha hidroponik ini berawal ketika pandemi Covid-19, yang mengharuskan semua orang untuk tidak berpergian dan memfokuskan kegiatan dari</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahasiswa-pmm-2-unand-agroeduwisata-ke-we-farm-hidroponik/">Mahasiswa PMM 2 UNAND Agroeduwisata ke We Farm Hidroponik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2 di Universitas Andalas mengikuti perjalanan agroeduwisata ke We Farm Hidroponik pada hari Minggu 13 November 2022.</p>
<p>We Farm Hidroponik merupakan destinasi Agroeduwisata yang saat ini mulai banyak dikunjungi oleh berbagai komunitas petani di Sumatera Barat. We Farm Hidroponik didirikan oleh pasangan suami istri Wanda Arjulis dan Ns. Alwiya Rahmanoza pada tanggal 1 Mei 2020 di Nagari Paninjauan.</p>
<p>Lokasi ini berdekatan dengan Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Usaha hidroponik ini berawal ketika pandemi Covid-19, yang mengharuskan semua orang untuk tidak berpergian dan memfokuskan kegiatan dari rumah. Berawal dari hobi dan membagikan foto serta video melalui beberapa sosial media, <em>owner</em> mencoba untuk menambah lubang tanam, hingga saat ini sudah mencapai hampir 3000 lubang tanam.</p>
<p>Saat ini Wefarm sudah membangun sebuah <em>green house. </em>Untuk mengefektifkan pemanfaatan lahan <em>green house</em>, penanaman sayur hidroponik pada modul hidroponik dengan sistem NFT (<em>Nutrient Transparant Film</em>) dibagi menjadi penanaman sayur remaja sebanyak 1.800 lubang tanam dan setelah berusia 10 hari setelah tanam (HST) dilakukan pemindahan pada modul sayur dewasa sebanyak 2.600 lubang tanam.</p>
<p>We Farm HIdroponik memproduksi berbagai sayur di antaranya pakcoy, bayam, kangkung, kale, dan beberapa jenis selada, yang sudah bisa di beli di beberapa swalayan di Padang Panjang dan Bukit Tinggi.</p>
<p>Pertengahan tahun 2022, Wefarm mulai banyak mendapatkan kunjungan dari berbagai komunitas, seperti KWT (Kelompok Wanita Tani), sekolah-sekolah untuk suatu project mata pelajaran, dan kunjungan dari pemerhati Hidroponik.</p>
<p>Hal itu jua lah yang menarik dosen modul nusantara yaitu Eli Ratni untuk menyusun program agroeduwisata untuk mahasiswa PMM 2 UNAND. Sebanyak 20 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia datang dan belajar langsung mengenai tanaman sayuran Hidroponik.</p>
<p>Mulai dari media tanam, nutrisi yang digunakan, dan perbedaan kualitas sayuran hidroponik dengan sayuran biasa. Mahasiswa juga disuguhi jus sayur kale dan jus Pakcoy, dengan rasa yang sangat lezat. Bahkan beberapa mahasiswa bertanya bagaimana membuat jus sayuran tanpa terasa seperti sayuran.</p>
<p>Mahasiswa juga menanyakan manfaat green house untuk tanaman Hidroponik. Sambil menjelaskan dan langsung menunjukkan situasi green house We Farm, mahasiswa bisa secara langsung belajar dan mendapat pengalaman yang menyenangkan tentang pertanian Hidroponik tersebut.</p>
<p>Saat ini We Farm juga merupakan mitra yang di damping oleh Universitas Andalas, adapun dosen yang terlibat adalah Fitri Mailani, Mulyanti RM, Risti Kurnia Dewi, Eli Ratni, Danny Hidayat dan Virtous S.</p>
<p><strong>Penulis: Fitri Mailani</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mahasiswa-pmm-2-unand-agroeduwisata-ke-we-farm-hidroponik/">Mahasiswa PMM 2 UNAND Agroeduwisata ke We Farm Hidroponik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165287</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lahan Semakin Sempit, Wali Kota Padang Ajak Warga Kelola Pertanian Kota</title>
		<link>https://langgam.id/lahan-semakin-sempit-walikota-padang-ajak-warga-kelola-pertanian-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Furqan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2019 03:56:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Kota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=19716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengajak masyarakat untuk mengrlola pertanian kota, mengingat lah pertanian di daerah perkotaan kian hari semakin sempit seiring bertambahnya penduduk dan pertumbuhan perumahan serta pemukiman. &#8220;Saat ini, permasalahan di Kota Padang, lah pertanian semakin menyusut,&#8221; ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Senin (2/11/2019). Mengatasi hal itu, kata Mahyeldi, butuh langkah cerdas, agar kebutuhan pangan di Kota Padang dapat tercukupi. Dikatakannya, dalam kurun waktu sembilan tahun belakangan, pertumbuhan penduduk di Kota Padang sangat signifikan, angkanya mencapai satu juta jiwa hingga 2019, dan perumahan juga semakin sempit. &#8220;Agar kita memiliki ketaahanan pangan, mari kita lakukan pertanian kota.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lahan-semakin-sempit-walikota-padang-ajak-warga-kelola-pertanian-kota/">Lahan Semakin Sempit, Wali Kota Padang Ajak Warga Kelola Pertanian Kota</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengajak masyarakat untuk mengrlola pertanian kota, mengingat lah pertanian di daerah perkotaan kian hari semakin sempit seiring bertambahnya penduduk dan pertumbuhan perumahan serta pemukiman.</p>
<p>&#8220;Saat ini, permasalahan di Kota Padang, lah pertanian semakin menyusut,&#8221; ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Senin (2/11/2019).</p>
<p>Mengatasi hal itu, kata Mahyeldi, butuh langkah cerdas, agar kebutuhan pangan di Kota Padang dapat tercukupi.</p>
<p>Dikatakannya, dalam kurun waktu sembilan tahun belakangan, pertumbuhan penduduk di Kota Padang sangat signifikan, angkanya mencapai satu juta jiwa hingga 2019, dan perumahan juga semakin sempit.</p>
<p>&#8220;Agar kita memiliki ketaahanan pangan, mari kita lakukan pertanian kota. Karena, kalau kita lihat, lahan pertanian semakin sempit, kebutuhan semakin tinggi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pertanian Kota, kata Mahyeldi, yaitu memanfaatkan teknologi sebagai penunjang, sehingga panjang dapat tercapai secara maksimal.</p>
<p>&#8220;Selain itu, lahan sempit juga bisa memanfaatkan dengan bercocok tanam menggunakan polybag, hidroponik dan lainnya,&#8221; kata Mahyeldi.</p>
<p>Tidak hanya itu, menurut Mahyeldi, oemanfaatan potensi alam juga mnejaid langkah cerdas dalam mengatasi berkurangannya lah pertanian di kota serta turunnya komunitas pangan.</p>
<p>Dicontohkannya, seperti menggunakan tanaman sebaga pakai bagi ikan, ayam serta ternak lainnya. &#8220;Dengan begitu kebutuhan akan tercukupi,&#8221; ucapnya. <strong>(*/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/lahan-semakin-sempit-walikota-padang-ajak-warga-kelola-pertanian-kota/">Lahan Semakin Sempit, Wali Kota Padang Ajak Warga Kelola Pertanian Kota</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">19716</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/50 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-28 08:09:22 by W3 Total Cache
-->