<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Perbankan Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/perbankan-sumbar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/perbankan-sumbar/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jul 2025 19:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Perbankan Sumbar Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/perbankan-sumbar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>April 2025, Aset Perbankan Sumbar Tembus Rp83,63 Triliun</title>
		<link>https://langgam.id/april-2025-aset-perbankan-sumbar-tembus-rp8363-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 19:44:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=228909</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat mencatatkan kinerja positif hingga April 2025, dengan pertumbuhan aset perbankan mencapai Rp83,63 triliun. Angka ini tumbuh 2,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menjelaskan bahwa sektor jasa keuangan di daerah ini masih stabil dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional. &#8220;Pertumbuhan sektor jasa keuangan turut mendorong PDRB Sumatera Barat triwulan I-2025 yang tercatat sebesar 4,66 persen (yoy),&#8221; ujar Roni Nazra dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (2/7/2025). Selain pertumbuhan aset, penyaluran kredit oleh perbankan juga mengalami kenaikan sebesar 3,76 persen secara tahunan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/april-2025-aset-perbankan-sumbar-tembus-rp8363-triliun/">April 2025, Aset Perbankan Sumbar Tembus Rp83,63 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong><em> – </em>Sektor jasa keuangan di Sumatera Barat mencatatkan kinerja positif hingga April 2025, dengan pertumbuhan aset perbankan mencapai Rp83,63 triliun. Angka ini tumbuh 2,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>



<p>Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, menjelaskan bahwa sektor jasa keuangan di daerah ini masih stabil dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional.</p>



<p>&#8220;Pertumbuhan sektor jasa keuangan turut mendorong PDRB Sumatera Barat triwulan I-2025 yang tercatat sebesar 4,66 persen (yoy),&#8221; ujar Roni Nazra dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (2/7/2025).</p>



<p>Selain pertumbuhan aset, penyaluran kredit oleh perbankan juga mengalami kenaikan sebesar 3,76 persen secara tahunan (yoy), dengan total nilai mencapai Rp73,25 triliun. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp56,48 triliun, tumbuh 1,05 persen (yoy).</p>



<p>Roni menambahkan, kondisi perbankan secara umum berada dalam situasi yang sehat dengan tingkat risiko kredit yang terkendali. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang berada di angka 2,60 persen, menurun dari 2,64 persen pada April tahun sebelumnya.</p>



<p>Kredit untuk sektor UMKM tercatat sebesar Rp31,53 triliun atau 43,05 persen dari total kredit yang disalurkan. Angka ini tumbuh tipis sebesar 0,58 persen dibandingkan tahun lalu.</p>



<p>Sementara itu, perbankan syariah menunjukkan performa yang sangat positif. Aset perbankan syariah per April 2025 tercatat sebesar Rp13,28 triliun atau meningkat signifikan sebesar 27,32 persen (yoy). DPK yang dihimpun mencapai Rp11,00 triliun (tumbuh 13 persen), dan pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp11,22 triliun (tumbuh 26,71 persen). Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) turun menjadi 1,55 persen dari 1,67 persen.</p>



<p>Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total aset BPR mencapai Rp2,80 triliun, meningkat 10,18 persen secara tahunan. Penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp2,22 triliun atau tumbuh 10,55 persen, dengan lebih dari 72 persen disalurkan untuk UMKM.</p>



<p>&#8220;Secara umum, kinerja sektor jasa keuangan di Sumbar menunjukkan peran penting dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah dengan risiko yang tetap terjaga,&#8221; jelasnya. (*/f)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/april-2025-aset-perbankan-sumbar-tembus-rp8363-triliun/">April 2025, Aset Perbankan Sumbar Tembus Rp83,63 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228909</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kinerja 2024, Aset Perbankan Sumbar Tembus Rp83,99 Triliun</title>
		<link>https://langgam.id/kinerja-2024-aset-perbankan-sumbar-tembus-rp8399-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Feb 2025 09:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=221560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja perbankan di Sumatra Barat sepanjang tahun 2024 masih tumbuh positif dengan pertumbuhan aset 3,50 persen atau mencapai Rp83,99 triliun meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp81,15 triliun. Kepala Perwakilan OJK Sumbar Roni Nazra mengungkapkan kinerja industri perbankan di Sumatra Barat masih tumbuh positif meski masih dibayangi tekanan likuiditas dan ketidakpastian ekonomi global. &#8220;Secara umum kita lihat, kinerja perbankan Sumbar masih tumbuh positif. Aset bahkan mencapai Rp83,99 triliun,&#8221; katanya, dalam konferensi pers, Senin (10/2/2025). Selain itu, penyaluran kredit juga tumbuh 5,27 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp73,36 triliun dibandingkan periode</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kinerja-2024-aset-perbankan-sumbar-tembus-rp8399-triliun/">Kinerja 2024, Aset Perbankan Sumbar Tembus Rp83,99 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja perbankan di Sumatra Barat sepanjang tahun 2024 masih tumbuh positif dengan pertumbuhan aset 3,50 persen atau mencapai Rp83,99 triliun meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp81,15 triliun.</p>



<p>Kepala Perwakilan OJK Sumbar Roni Nazra mengungkapkan kinerja industri perbankan di Sumatra Barat masih tumbuh positif meski masih dibayangi tekanan likuiditas dan ketidakpastian ekonomi global.</p>



<p>&#8220;Secara umum kita lihat, kinerja perbankan Sumbar masih tumbuh positif. Aset bahkan mencapai Rp83,99 triliun,&#8221; katanya, dalam konferensi pers, Senin (10/2/2025).</p>



<p>Selain itu, penyaluran kredit juga tumbuh 5,27 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp73,36 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp69,68 triliun.</p>



<p>Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp56,12 triliun atau tumbuh 4,18 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp53,87 triliun.</p>



<p>Ia memaparkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan/NPL perbankan Sumbar masih terjaga di angka 2,23 persen atau di bawah ambang batas regulator yaitu 5 persen. Sedangkan rasio intermediasi atau loan to deposit ratio/LDR mencapai 138,82 persen.</p>



<p>&#8220;LDR juga cukup bagus, artinya banyak dana dari luar (Provinsi) yang diserap untuk membiayai kredit di Sumatra Barat,&#8221; kata Roni.</p>



<p>Meski masih tumbuh positif, ia mengingatkan kinerja perbankan sepanjang tahun 2025 ini masih akan dibayangi kondisi ketatnya likuiditas. Sehingga, manajemen perbankan harus putar otak untuk mendapatkan dana guna memenuhi kebutuhan pembiayaan. (*/Fs)</p>



<p></p>



<p>  </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kinerja-2024-aset-perbankan-sumbar-tembus-rp8399-triliun/">Kinerja 2024, Aset Perbankan Sumbar Tembus Rp83,99 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221560</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proyeksi Perbankan Sumbar 2025, OJK: Likuiditas Kian Ketat</title>
		<link>https://langgam.id/proyeksi-perbankan-sumbar-2025-ojk-likuiditas-kian-ketat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2025 09:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[OJK Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=221471</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai likuiditas perbankan sepanjang tahun ini masih akan ketat, menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah serta gejolak ekonomi global terutama dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebabkan terjadinya migrasi modal asing dari pasar Indonesia. Kepala Perwakilan OJK Sumatra Barat Roni Nazra menyebutkan perbankan terutama bank-bank BPD akan merasakan betul ketatnya likuiditas sepanjang tahun ini. &#8220;Kita lihat (dari berbagai indikator) memang likuiditas tahun ini makin ketat. Seperti kebijakan efisiensi anggaran, tentu saja berdampak ke sektor jasa keuangan. Saya kira BPD, dalam hal ini Bank Nagari tentu juga mengalami kesulitan likuiditas,&#8221; kata Roni, Senin (10/2/2025).</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/proyeksi-perbankan-sumbar-2025-ojk-likuiditas-kian-ketat/">Proyeksi Perbankan Sumbar 2025, OJK: Likuiditas Kian Ketat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai likuiditas perbankan sepanjang tahun ini masih akan ketat, menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah serta gejolak ekonomi global terutama dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebabkan terjadinya migrasi modal asing dari pasar Indonesia.</p>



<p>Kepala Perwakilan OJK Sumatra Barat Roni Nazra menyebutkan perbankan terutama bank-bank BPD akan merasakan betul ketatnya likuiditas sepanjang tahun ini.</p>



<p>&#8220;Kita lihat (dari berbagai indikator) memang likuiditas tahun ini makin ketat. Seperti kebijakan efisiensi anggaran, tentu saja berdampak ke sektor jasa keuangan. Saya kira BPD, dalam hal ini Bank Nagari tentu juga mengalami kesulitan likuiditas,&#8221; kata Roni, Senin (10/2/2025).</p>



<p>Meski kesulitan dana, karena ketatnya likuiditas, ia menilai secara umum kinerja perbankan Sumbar masih tumbuh positif. </p>



<p>Pada 2024 misalnya, aset perbankan Sumbar masih tumbuh 3,50 persen menjadi Rp83,99 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy) sebesar Rp81,15 triliun. Kredit tumbuh 5,27 persen menjadi Rp73,36 triliun, dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4,18 persen menjadi Rp56,12 triliun.</p>



<p>Ia menyebutkan kesulitan likuiditas menyebabkan adanya gap penyaluran kredit dan penghimpunan DPK yang cukup besar. &#8220;Itu bisa kita lihat di komposisi dana, dalam dua tahun terakhir pertumbuhan giro negatif. Ini mengindikasikan sektor usaha tidak tumbuh,&#8221; katanya.</p>



<p>Untuk ketahui, DPK perbankan berasal dari deposito (dana mahal), serta tabungan dan giro (dana murah).   Sepanjang 2024, deposito perbankan Sumbar mencapai Rp15,36 triliun atau tumbuh 5,3 persen. Tabungan masih tumbuh 5,8 persen menjadi Rp33,92 triliun, sedangkan giro malah anjlok 5,1 persen menjadi Rp6,83 triliun.</p>



<p>Roni menjelaskan penurunan giro mengindikasikan tidak tumbuhnya sektor usaha, sebab rekening giro banyak digunakan oleh pelaku usaha, perusahaan dan kantor lembaga pemerintah untuk kemudahan dalam transaksi keuangan.</p>



<p>Meski begitu, ia menilai peluang pertumbuhan sektor perbankan masih terbuka lebar, terutama di pembiayaan pertanian yang masih belum optimal.</p>



<p>Ia menyebutkan meski pertanian masih menjadi kekuatan utama dalam struktur perekonomian Sumbar dengan kontribusi 21,94 persen terhadap perekonomian Sumbar, tetapi penyaluran kredit perbankan masih tergolong kecil hanya Rp11,86 triliun.</p>



<p>Angka itu, jauh lebih rendah dari penyaluran kredit ke sektor perdagangan yang mencapai Rp16,92 triliun. Padahal kontribusi sektor perdagangan terhadap ekonomi Sumbar hanya 16,57 persen.</p>



<p>Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat juga disarankan untuk memprioritaskan pengembangan sektor pertanian, sekaligus mengarahkan investasi di bidang hilirisasi produk pertanian mencakup pertanian pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan guna menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah. (*/Fs)   </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/proyeksi-perbankan-sumbar-2025-ojk-likuiditas-kian-ketat/">Proyeksi Perbankan Sumbar 2025, OJK: Likuiditas Kian Ketat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221471</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Per Oktober, OJK Catat Aset Perbankan Sumbar Tembus Rp84,17 Triliun</title>
		<link>https://langgam.id/per-oktober-ojk-catat-aset-perbankan-sumbar-tembus-rp8417-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 08:24:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=218571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja perbankan di Sumatra Barat tumbuh positif sepanjang tahun ini. Sampai Oktober 2024, aset perbankan Sumbar bahkan mencapai Rp84,17 triliun atau tumbuh 5,07 persen. Kepala Perwakilan OJK Sumbar Roni Nazra mengatakan secara umum kinerja perbankan di Sumatra Barat tumbuh positif dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. &#8220;Kinerja sektor keuangan di Sumbar, khususnya perbankan masih tumbuh positif. Aset tumbuh mencapai Rp84,17 triliun. Begitu juga dengan DPK dan kredit juga tumbuh positif,&#8221; katanya, dalam siaran resmi, dikutip Minggu (22/12/2024). OJK mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan Sumbar tumbuh 4,84 persen menjadi Rp57,19 triliun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/per-oktober-ojk-catat-aset-perbankan-sumbar-tembus-rp8417-triliun/">Per Oktober, OJK Catat Aset Perbankan Sumbar Tembus Rp84,17 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja perbankan di Sumatra Barat tumbuh positif sepanjang tahun ini. Sampai Oktober 2024, aset perbankan Sumbar bahkan mencapai Rp84,17 triliun atau tumbuh 5,07 persen.</p>



<p>Kepala Perwakilan OJK Sumbar Roni Nazra mengatakan secara umum kinerja perbankan di Sumatra Barat tumbuh positif dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.</p>



<p>&#8220;Kinerja sektor keuangan di Sumbar, khususnya perbankan masih tumbuh positif. Aset tumbuh mencapai Rp84,17 triliun. Begitu juga dengan DPK dan kredit juga tumbuh positif,&#8221; katanya, dalam siaran resmi, dikutip Minggu (22/12/2024).</p>



<p>OJK mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan Sumbar tumbuh 4,84 persen menjadi Rp57,19 triliun dan penyaluran kredit tumbuh 6,68 persen menjadi 73,35 triliun.</p>



<p>Sedangkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan/NPL terjaga di angka 2,34 persen. Meski sedikit meningkat dari tahun sebelumnya, namun rasio itu masih terjaga di bawah lewat aman regulator yang dipatok 5 persen.</p>



<p>Rasio intermediasi atau loan to deposit ratio/LDR sebesar 128,26 persen. Rasio itu menunjukkan dana dari luar Sumbar ikut berkontribusi untuk disalurkan dalam bentuk kredit di daerah itu.</p>



<p>Sedangkan, kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR) maupun BPRS juga cukup meyakinkan, meski dibayangi NPL tinggi.</p>



<p>Aset BPR/BPRS Sumbar tumbuh 7,49 persen menjadi Rp2,6 triliun, dengan penghimpunan DPK Rp2 triliun atau tumbuh 5,6 persen, serta penyaluran kredit mencapai Rp2,09 persen atau tumbuh sebesar 9,05 persen.</p>



<p>NPL BPR/BPRS Sumbar cukup mengkhawatirkan karena mencapai angka 10,99 persen, jauh melewati angka aman yang ditetapkan OJK. Sebelumnya, NPL tahunan BPR masih berada di rentang 6 persen pada 2021, 6,17 persen pada 2022, dan 6,94 persen pada 2023. (*/Fs) </p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/per-oktober-ojk-catat-aset-perbankan-sumbar-tembus-rp8417-triliun/">Per Oktober, OJK Catat Aset Perbankan Sumbar Tembus Rp84,17 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218571</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aset Perbankan Sumbar Rp83,41 Triliun, OJK Nilai Kinerja Sektor Keuangan Tumbuh Positif</title>
		<link>https://langgam.id/aset-perbankan-sumbar-rp8341-triliun-ojk-nilai-kinerja-sektor-keuangan-tumbuh-positif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 03:03:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=218030</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat menilai kondisi sektor jasa keuangan di Sumatera Barat posisi September 2024 tumbuh positif dengan tingkat risiko yang masih terjaga. Kepala Perwakilan OJK Sumbar Roni Nazra menyebutkan kinerja sektor jasa keuangan tersebut telah turut mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat yang menunjukkan kinerja positif, tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan III-2024 (yoy) tercatat sebesar 4,33 persen. &#8220;OJK menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sumatra Barat tumbuh positif dan berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,&#8221; katanya, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (14/12/2024). Ia menjelaskan per September 2024, total aset perbankan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aset-perbankan-sumbar-rp8341-triliun-ojk-nilai-kinerja-sektor-keuangan-tumbuh-positif/">Aset Perbankan Sumbar Rp83,41 Triliun, OJK Nilai Kinerja Sektor Keuangan Tumbuh Positif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat menilai kondisi sektor jasa keuangan di Sumatera Barat posisi September 2024 tumbuh positif dengan tingkat risiko yang masih terjaga. </p>



<p>Kepala Perwakilan OJK Sumbar Roni Nazra menyebutkan kinerja sektor jasa keuangan tersebut telah turut mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat yang menunjukkan kinerja positif, tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan III-2024 (<em>yoy</em>) tercatat sebesar 4,33 persen.</p>



<p>&#8220;OJK menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sumatra Barat tumbuh positif dan berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,&#8221; katanya, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (14/12/2024). </p>



<p>Ia menjelaskan per September 2024, total aset perbankan Sumbar adalah sebesar Rp83,41 triliun atau tumbuh sebesar 5,56 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (<em>yoy</em>) yang hanya Rp79,01 triliun.</p>



<p>Selain itu, total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp72,95 triliun atau tumbuh 7,00 persen (<em>yoy</em>) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp68,17 triliun. </p>



<p>Sementara itu, total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) adalah sebesar Rp56,61 triliun atau hanya tumbuh sebesar 5,52 persen (<em>yoy</em>) dari tahun sebelumnya Rp53,64 triliun. Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,35 persen, atau naik dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.</p>



<p>Adapun, penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,68 triliun, tumbuh sebesar 3,88 persen (<em>yoy</em>). Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM ini mencapai 43,43 persen dari total kredit perbankan di Sumatera Barat.</p>



<p>Untuk perbankan syariah pada posisi September 2024, total aset adalah sebesar Rp56,61 triliun, atau tumbuh sebesar 16,89 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (<em>yoy</em>), total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp10,62 triliun atau tumbuh sebesar 11,87 persen (<em>yoy</em>), dan total penyaluran pembiayaan adalah sebesar Rp10,06 triliun atau tumbuh 20,31 persen (<em>yoy</em>). Risiko pembiayaan juga masih terjaga dengan rasio NPF 1,53 persen, atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.</p>



<p>Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Sumatera Barat pada posisi September 2024 juga tumbuh dengan baik. Total aset adalah sebesar Rp2,66 triliun atau tumbuh 7,33 persen dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya (<em>yoy</em>), total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp1,99 triliun atau tumbuh 6,22 persen (<em>yoy</em>), dan total penyaluran kredit/pembiayaan adalah sebesar Rp2,07 triliun atau tumbuh 9,02 persen (<em>yoy</em>) menjadi, dengan 71,88 persen merupakan kredit/pembiayaan bagi UMKM. Risiko kredit/pembiayaan tercatat dengan rasio NPL/NPF 11,04 persen atau naik dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aset-perbankan-sumbar-rp8341-triliun-ojk-nilai-kinerja-sektor-keuangan-tumbuh-positif/">Aset Perbankan Sumbar Rp83,41 Triliun, OJK Nilai Kinerja Sektor Keuangan Tumbuh Positif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218030</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pasca Berakhirnya Program Restrukturisasi Kredit, NPL Perbankan Sumbar Melonjak</title>
		<link>https://langgam.id/pasca-berakhirnya-program-restrukturisasi-kredit-npl-perbankan-sumbar-melonjak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 05:11:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=206911</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) perbankan Sumatra Barat melonjak pasca berakhirnya program restrukturisasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Maret 2024 lalu. Data terbaru OJK, per April 2024, NPL perbankan Sumbar mencapai 2,64 persen atau dengan nominal kredit mencapai Rp1,86 triliun. Angka itu naik 23 basis poin dari bulan sebelumnya atau pada Maret yang masih sebesar 2,39 persen atau dengan nonimal Rp1,68 triliun. Bahkan pada akhir Desember tahun lalu, NPL perbankan Sumbar hanya 1,89 persen dengan nominal kredit bermasalah Rp1,31 triliun. Meski begitu, OJK menilai rasio tersebut masih dalam batas terkendali, atau masih jauh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pasca-berakhirnya-program-restrukturisasi-kredit-npl-perbankan-sumbar-melonjak/">Pasca Berakhirnya Program Restrukturisasi Kredit, NPL Perbankan Sumbar Melonjak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Rasio kredit bermasalah atau <em>nonperforming loan</em> (NPL) perbankan Sumatra Barat melonjak pasca berakhirnya program restrukturisasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Maret 2024 lalu.</p>



<p>Data terbaru OJK, per April 2024, NPL perbankan Sumbar mencapai 2,64 persen atau dengan nominal kredit mencapai Rp1,86 triliun. </p>



<p>Angka itu naik 23 basis poin dari bulan sebelumnya atau pada Maret yang masih sebesar 2,39 persen atau dengan nonimal Rp1,68 triliun. Bahkan pada akhir Desember tahun lalu, NPL perbankan Sumbar hanya 1,89 persen dengan nominal kredit bermasalah Rp1,31 triliun.</p>



<p>Meski begitu, OJK menilai rasio tersebut masih dalam batas terkendali, atau masih jauh dari lampu merah regulator yang menetapkan batasan di angka 5 persen.</p>



<p>Kepala OJK Perwakilan Sumbar Roni Nazra mengatakan meski di tengah ancaman suku bunga tinggi global dan tekanan lainnya di industri perbankan. Secara umum kinerja perbankan di Sumbar masih sangat baik.</p>



<p>&#8220;Secara umum, kinerja industri keuangan di Sumbar masih tumbuh positif dengan risiko yang masih tetap terjaga,&#8221; sebutnya dalam siaran resmi, dikutip Rabu (3/7/2024).</p>



<p>Ia menjabarkan kinerja industri perbankan (Bank Umum dan Bank Perekonomian Rakyat/BPR) di Sumatra Barat tumbuh positif. Pada April 2024, aset perbankan Sumbar tumbuh 5,58 persen (<em>yoy</em>) menjadi sebesar Rp81,79 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp77,46 triliun.</p>



<p>Kemudian penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 7,12 persen (<em>yoy</em>) menjadi sebesar Rp70,58 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp65,89 triliun.</p>



<p>Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 4,77 persen (<em>yoy</em>) menjadi sebesar Rp55,89 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp53,34 triliun. </p>



<p>Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,64 persen, dan rasio intermediasi atau loan to deposit ratio (LDR) di angka 126,30 persen.</p>



<p>Adapun, penyaluran kredit perbankan di Sumbar untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,35 triliun, tumbuh sebesar 8,40 persen (<em>yoy</em>). Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM ini mencapai 44,42 persen dari total kredit perbankan di seluruh Sumatra Barat. (*/Fs)</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pasca-berakhirnya-program-restrukturisasi-kredit-npl-perbankan-sumbar-melonjak/">Pasca Berakhirnya Program Restrukturisasi Kredit, NPL Perbankan Sumbar Melonjak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206911</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sampai September 2023, Perbankan Salurkan Kredit ke UMKM Sumbar Rp30,5 Triliun</title>
		<link>https://langgam.id/sampai-september-2023-perbankan-salurkan-kredit-ke-umkm-sumbar-rp305-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2023 00:20:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kredit Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=192484</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sepanjang tahun ini, hingga September 2023, penyaluran kredit perbankan ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatra Barat sudah mencapai Rp30,5 triliun atau tumbuh 10,72 persen secara year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,54 triliun. Plt Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatra Barat Guntar Kumala mengatakan per September 2023 penyaluran kredit ke UMKM Sumbar sudah mencapai Rp30,5 triliun atau dengan porsi mencapai 44,74 persen dari total penyaluran kredit. &#8220;Dari total penyaluran kredit di Sumbar sebesar Rp68,17 triliun, sebanyak 44,74 persen atau mencapai Rp30,5 triliun disalurkan ke UMKM,&#8221; katanya dalam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sampai-september-2023-perbankan-salurkan-kredit-ke-umkm-sumbar-rp305-triliun/">Sampai September 2023, Perbankan Salurkan Kredit ke UMKM Sumbar Rp30,5 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Sepanjang tahun ini, hingga September 2023, penyaluran kredit perbankan ke sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatra Barat sudah mencapai Rp30,5 triliun atau tumbuh 10,72 persen secara year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,54 triliun.</p>



<p>Plt Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatra Barat Guntar Kumala mengatakan per September 2023 penyaluran kredit ke UMKM Sumbar sudah mencapai Rp30,5 triliun atau dengan porsi mencapai 44,74 persen dari total penyaluran kredit.</p>



<p>&#8220;Dari total penyaluran kredit di Sumbar sebesar Rp68,17 triliun, sebanyak 44,74 persen atau mencapai Rp30,5 triliun disalurkan ke UMKM,&#8221; katanya dalam keterangan resmi, dikutip langgam, Senin (27/11/2023).</p>



<p>Menurutnya, sektor UMKM menjadi prioritas penyaluran kredit perbankan di daerah itu, karena potensi pengembangan UMKM sangat besar dan pengaruhnya sangat besar terhadap perekonomian Sumatra Barat.</p>



<p>Adapun, aset perbankan di Sumatra Barat sampai bulan September tahun ini mencapai Rp79 triliun atau tumbuh 5,10 persen <em>year on year</em> (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya.</p>



<p>Guntar mengatakan secara umum kinerja perbankan di Sumbar tumbuh positif sepanjang tahun ini. &#8220;Kinerja industri perbankan (Bank Umum dan Bank Perekonomian Rakyat) di Sumatra Barat tumbuh positif,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Aset perbankan Sumbar tumbuh 5,10 persen (yoy) menjadi sebesar Rp79,01 triliun. Tahun sebelumnya aset perbankan daerah itu sebesar Rp75,18 triliun.</p>



<p>Kemudian penyaluran kredit tumbuh 6,83 persen (yoy) dari Rp63,8 triliun tahun lalu menjadi sebesar Rp68,17 triliun. Sementara itu penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) masih terkontraksi sebesar 3,11 persen (yoy) menjadi sebesar Rp53,63 triliun dari tahun sebelumnya yang masih sebesar Rp55,35 triliun.</p>



<p>Adapun, risiko kredit bermasalah atau <em>nonperforming loan</em> (NPL) masih terjaga dengan rasio 2,09 persen, dan rasio intermediasi atau <em>loan to deposit ratio</em> (LDR) 127,11 persen. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sampai-september-2023-perbankan-salurkan-kredit-ke-umkm-sumbar-rp305-triliun/">Sampai September 2023, Perbankan Salurkan Kredit ke UMKM Sumbar Rp30,5 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192484</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perbankan Sumbar Salurkan Rp30,29 Triliun Kredit ke UMKM</title>
		<link>https://langgam.id/perbankan-sumbar-salurkan-rp3029-triliun-kredit-ke-umkm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 00:58:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[OJK Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=191271</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit oleh perbankan di Sumatra Barat kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tumbuh signifikan. Per Agustus 2023, kredit untuk wong cilik itu tumbuh hingga 11,44 persen mencapai Rp30,29 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Plt Kepala OJK Sumbar Untung Santoso mengatakan porsi kredit UMKM di daerah itu terus meningkat dengan pertumbuhan yang kian terjaga. &#8220;Penyaluran kredit untuk pelaku usaha UMKM mencapai Rp30,29 triliun atau 44,58 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan di Sumatera Barat, dan tumbuh sebesar 11,44 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,&#8221; katanya dalam keterangan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perbankan-sumbar-salurkan-rp3029-triliun-kredit-ke-umkm/">Perbankan Sumbar Salurkan Rp30,29 Triliun Kredit ke UMKM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Langgam.id &#8211; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit oleh perbankan di Sumatra Barat kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tumbuh signifikan. Per Agustus 2023, kredit untuk wong cilik itu tumbuh hingga 11,44 persen mencapai Rp30,29 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>



<p>Plt Kepala OJK Sumbar Untung Santoso mengatakan porsi kredit UMKM di daerah itu terus meningkat dengan pertumbuhan yang kian terjaga.</p>



<p>&#8220;Penyaluran kredit untuk pelaku usaha UMKM mencapai Rp30,29 triliun atau 44,58 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan di Sumatera Barat, dan tumbuh sebesar 11,44 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,&#8221; katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (6/11/2023).</p>



<p>Ia mengatakan secara umum kinerja penyaluran kredit juga cukup baik, di angka pertumbuhan kredit perbankan sebesar 7,99 persen (<em>yoy/year on year</em>) menjadi sebesar Rp67,94 triliun. </p>



<p>Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) terkontraksi sebesar 1,80 persen (<em>yoy</em>) menjadi sebesar Rp54,03 triliun. Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,21 persen, dan rasio LDR 125,75 persen.</p>



<p>Adapun, aset perbankan Sumatra Barat per Agustus 2023 mencapai Rp79,26 triliun atau tumbuh 6,75 persen (yoy/year on year) dari periode yang sama tahun sebelumnya.</p>



<p>Untung dalam keterangan tertulisnya mengatakan kinerja perbankan Sumbar tumbuh positif sepanjang tahun ini, meski di tengah tekanan ekonomi global.</p>



<p>&#8220;Kondisi sektor jasa keuangan di provinsi Sumatra Barat sampai dengan posisi Agustus 2023 tumbuh positif dengan tingkat risiko yang masih terjaga dalam menghadapi meningkatnya suku bunga global,&#8221; tulisnya.</p>



<p>Menurutnya, Kinerja sektor jasa keuangan tersebut turut mendukung pertumbuhan ekonomi Sumbar yang menunjukkan kinerja positif tercermin dari meningkatnya pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II-2023 (<em>yoy</em>) sebesar 5,14 persen, dari sebesar 4,80 persen pada triwulan I-2023. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perbankan-sumbar-salurkan-rp3029-triliun-kredit-ke-umkm/">Perbankan Sumbar Salurkan Rp30,29 Triliun Kredit ke UMKM</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191271</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kinerja Industri Jasa Keuangan di Sumbar Tumbuh Positif</title>
		<link>https://langgam.id/kinerja-industri-jasa-keuangan-di-sumbar-tumbuh-positif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2022 02:12:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[OJK Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=165821</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kinerja industri jasa keuangan di Sumatra Barat (Sumbar) posisi Oktober 2022 tumbuh positif di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan pelemahan ekonomi global. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Yusri mengatakan, aset perbankan Sumbar tumbuh 7,41 persen (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 5,09 persen (yoy). &#8220;Kredit tumbuh sebesar 7,25 persen (yoy) dengan profil risiko yang masih terjaga pada level terkendali dengan Non Performing Loans (NPL) gross tercatat sebesar 2,00 persen,&#8221; ujar Yusri saat media gathering bersama awak media di Batusangkar, Jumat (2/12/2022). Sementara itu untuk perbankan syariah Sumbar, Yusri menyebutkan, juga menunjukan kinerja yang menggembirakan. Aset</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kinerja-industri-jasa-keuangan-di-sumbar-tumbuh-positif/">Kinerja Industri Jasa Keuangan di Sumbar Tumbuh Positif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kinerja industri jasa keuangan di Sumatra Barat (Sumbar) posisi Oktober 2022 tumbuh positif di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan pelemahan ekonomi global.</p>
<p>Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Yusri mengatakan, aset perbankan Sumbar tumbuh 7,41 persen (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 5,09 persen (yoy).</p>
<p>&#8220;Kredit tumbuh sebesar 7,25 persen (yoy) dengan profil risiko yang masih terjaga pada level terkendali dengan Non Performing Loans (NPL) gross tercatat sebesar 2,00 persen,&#8221; ujar Yusri saat media gathering bersama awak media di Batusangkar, Jumat (2/12/2022).</p>
<p>Sementara itu untuk perbankan syariah Sumbar, Yusri menyebutkan, juga menunjukan kinerja yang menggembirakan. Aset dan Pembiayaan Perbankan Syariah tercatat tumbuh masing-masing sebesar 15,29 persen (yoy) dan 23,23 persen (yoy).</p>
<p>&#8220;Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,75% (yoy) dan Rasio Non Performing Finance (NPF) masih terjaga di posisi 1,93 persen,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, untuk kinerja BPR dan BPRS di Sumbar juga mengalami pertumbuhan positif. Kredit tumbuh sebesar 7,89 persen (yoy) dengan Rasio Non Performing Loans (NPL) sebesar 7,13 persen.</p>
<p>Dari sisi penghimpunan dana, lanjut Yusri, Dana pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,14 persen. Fungsi intermediasi BPR dan BPRS cukup baik terlihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 94,73 persen dan rasio permodalan (CAR) yang terjaga pada 28,81 persen.</p>
<p>&#8220;Untuk Industri Keuangan Non Bank, khususnya Perusahaan Pembiayaan, pada Oktober 2022, Piutang Pembiayaan mengalami pertumbuhan 6,88 persen (yoy), dan Non Performing Loans mengalami perbaikan menjadi 2,59 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,89 persen,&#8221; bebernya.</p>
<p>Sedangkan dari Industri Pasar Modal, jumlah Single Investor Identification (SID) terus mengalami peningkatan. Pada posisi Oktober 2022, SID didominasi oleh Investor Reksa Dana yang mencapai 131.978 Investor dan kemudian disusul oleh Investor Saham sebanyak 61.215 investor dan Investor Surat Berharga Negara (SBN) baru tercatat sebanyak 5.433 investor.</p>
<p>Dari 61.215 investor saham 69,21 persen dinominasi oleh investor dengan usia 30 tahun ke bawah. Jumlah SID Investor Saham tumbuh sebesar 32,91 persen (yoy) dengan total nilai transaksi sampai dengan Oktober 2022 adalah sebesar Rp14,27 triliun, turun sebesar 7,67 persen (yoy).</p>
<p>Yusri menjelaskan, kebijakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan bagi debitur yang terdampak penyebaran Covid-19 dinilai telah memberikan dampak positif bagi perkembangan industri jasa keuangan di Sumatera Barat serta juga pelaku usaha dan masyarakat yang terdampak.</p>
<p>Sampai dengan posisi Oktober 2022, Industri Perbankan di Sumbar telah memberikan restrukturisasi kredit atau pembiayaan kepada 64.832 Debitur dengan outstanding sebesar Rp4,98 triliun.</p>
<p>&#8220;Selama periode restrukturisasi kredit atau pembiayaan perbankan berjalan, restrukturisasi kredit atau pembiayaan dengan jumlah debitur tertinggi berada pada posisi bulan Juni 2020 dengan total 151.807 debitur,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Sedangkan jumlah outstanding kredit/pembiayaan tertinggi pada bulan September 2020 sebesar Rp10,15 Triliun. Pada posisi Juni 2022 Perusahaan Pembiayaan telah memberikan restrukturisasi pembiayaan kepada 95.388 Debitur dengan outstanding sebesar Rp3,71 triliun,&#8221; sambung Yusri.</p>
<p>Selama periode restrukturisasi perusahaan pembiayaan, jumlah debitur dan outstanding pembiayaan masih terus mengalami peningkatan setiap bulannya, sejak awal program restrukturisasi bulan Mei 2020 yang hanya berjumlah 3.451 debitur dengan outstanding Rp18,29 Miliar.</p>
<p>Selain itu, lanjut Yusri, OJK juga mendorong perbankan berperan aktif dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional, antara lain melalui penyaluran KUR. Untuk penyaluran KUR, posisi Oktober 2022, outstanding KUR yang telah disalurkan perbankan Sumbar tercatat Rp8,33 triliun kepada 146.870 debitur.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kinerja-industri-jasa-keuangan-di-sumbar-tumbuh-positif/">Kinerja Industri Jasa Keuangan di Sumbar Tumbuh Positif</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">165821</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Aset Perbankan Syariah Sumbar Sentuh Rp7,95 Triliun</title>
		<link>https://langgam.id/aset-perbankan-syariah-sumbar-sentuh-rp795-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 May 2022 05:41:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=156420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kinerja perbankan syariah di Sumatra Barat terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan dua digit. Per Maret 2022, aset perbankan syariah Sumbar sudah mencapai Rp7,95 triliun. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip langgam, Kamis (26/5/2022) mencatatkan sepanjang kuartal pertama tahun ini, aset perbankan syariah Sumbar tumbuh 16,44 persen dari Rp6,83 triliun tahun lalu menjadi Rp7.95 triliun. Kinerja aset itu didorong optimalnya pertumbuhan penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan yang tetap moncer di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah Sumbar tumbuh 15,51 persen menjadi Rp7,5 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aset-perbankan-syariah-sumbar-sentuh-rp795-triliun/">Aset Perbankan Syariah Sumbar Sentuh Rp7,95 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kinerja perbankan syariah di Sumatra Barat terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan dua digit. Per Maret 2022, aset perbankan syariah Sumbar sudah mencapai Rp7,95 triliun.</p>
<p>Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikutip langgam, Kamis (26/5/2022) mencatatkan sepanjang kuartal pertama tahun ini, aset perbankan syariah Sumbar tumbuh 16,44 persen dari Rp6,83 triliun tahun lalu menjadi Rp7.95 triliun.</p>
<p>Kinerja aset itu didorong optimalnya pertumbuhan penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan yang tetap moncer di tengah upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19.</p>
<p>Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah Sumbar tumbuh 15,51 persen menjadi Rp7,5 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,5 triliun. Pembiayaan juga tumbuh signifikan mencapai 18,59 persen dari Rp5,13 triliun menjadi Rp6,09 triliun.</p>
<p>Optimalnya kinerja pembiayaan juga dibarengi dengan membaiknya rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) di angka 1,86 persen, jauh di bawah angka nasional yang mencapai 2,71 persen. Rasio intermediasi bank atau rasio likuiditas (loan to deposit ratio/LDR) berada di angka 81,12 persen, di mana masih terbuka ruang yang cukup untuk memaksimalkan pembiayaan. Angka itu juga lebih baik dari rasio LDR perbankan syariah nasional yang berada di angka 79,96 persen.</p>
<p>Kepala Perwakilan OJK Sumbar Yusri mengatakan perkembangkan perbankan syariah Sumbar menunjukkan kinerja positif dan diprediksi akan terus membaik mengingat besarnya peluang pengembangan ekonomi syariah di daerah itu.</p>
<p>&#8220;Peluang perbankan syariah masih akan bagus, karena potensi pengembangan ekonomi syariah yang besar di Sumbar,&#8221; katanya.</p>
<p>Apalagi, komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan ekonomi syariah cukup tinggi dengan membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di Sumbar, serta upaya konversi BPD ke syariah.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/aset-perbankan-syariah-sumbar-sentuh-rp795-triliun/">Aset Perbankan Syariah Sumbar Sentuh Rp7,95 Triliun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">156420</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/81 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-12 23:57:16 by W3 Total Cache
-->