<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita perantau minang di australia Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/perantau-minang-di-australia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/perantau-minang-di-australia/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Jul 2023 04:26:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita perantau minang di australia Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/perantau-minang-di-australia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Kemudahan dan Jebakan Visa</title>
		<link>https://langgam.id/kemudahan-dan-jebakan-visa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jul 2023 01:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=184199</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pihaknya akan memberikan kemudahan visa bagi warga negara Indonesia (WNI) di negaranya. Bahkan, dia berjanji orang Indonesia bisa mendapatkan visa sepanjang 10 tahun di Australia. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan hubungan bisnis dan komersial antara Indonesia dan Australia. Saat ini, menurut Albanese, pihaknya sedang berupaya untuk memberikan perpanjangan akses ke visa bisnis bagi WNI di Australia selama tiga hingga lima tahun. &#8220;Untuk mendukung hubungan bisnis dan komersial kami yang berkembang, orang Indonesia akan mendapatkan akses ke visa bisnis yang diperpanjang dari tiga hingga lima tahun dan kami akan memprioritaskan pemegang e-paspor Indonesia untuk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemudahan-dan-jebakan-visa/">Kemudahan dan Jebakan Visa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pihaknya akan memberikan kemudahan visa bagi warga negara Indonesia (WNI) di negaranya. Bahkan, dia berjanji orang Indonesia bisa mendapatkan visa sepanjang 10 tahun di Australia. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan hubungan bisnis dan komersial antara Indonesia dan Australia.</p>



<p>Saat ini, menurut Albanese, pihaknya sedang berupaya untuk memberikan perpanjangan akses ke visa bisnis bagi WNI di Australia selama tiga hingga lima tahun. &#8220;Untuk mendukung hubungan bisnis dan komersial kami yang berkembang, orang Indonesia akan mendapatkan akses ke visa bisnis yang diperpanjang dari tiga hingga lima tahun dan kami akan memprioritaskan pemegang e-paspor Indonesia untuk mengakses smart gate kami,&#8221; ungkap Albanese saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (4/7/2023).</p>



<p>Ini tentu berita bagus bagi warga negara Indonesia. Tapi jangan terlena bahwa Australia adalah dengara dengan sistem yang ketat. Saya ingin memberikan perbandingan dengan kasus yang menimpa banyak mahasiswa India di Australia. Sekarang para mahasiswa dari lima negara bagian India— Punjab, Haryana, Uttarakhand, Uttar Pradesh, dan Jammu dan Kashmir—dilarang mendaftar di beberapa universitas Australia. </p>



<p>Pembatasan tersebut telah dibenarkan oleh perguruan tinggi ini karena berbagai alasan, termasuk tingkat penipuan visa yang tinggi, tingkat putus kuiah yang tinggi, dan publisitas yang tidak menguntungkan. Namun, lebih banyak universitas, seperti Deakin, La Trobe, Central Queensland University (CQU), dan banyak lainnya, juga telah membuat persyaratan penerimaan yang lebih ketat untuk semua mahasiswa dari negara bagian ini.</p>



<p>Apa alasan di balik larangan itu? Pemerintah Australia telah melaporkan bahwa tingkat penolakan untuk aplikasi visa mahasiswa dari India adalah 24,3%, tertinggi sejak 2012. Ini sebagian mencermati fakta bahwa sejumlah mahasiswa India telah melakukan penipuan dokumen untuk mendapatkan visa. Hal ini terurai sebagai berikut.</p>



<p><em>Pertama</em>, dokumen gelar palsu. Untuk memenuhi kesenjangan dalam pendidikan, para konsultan visa membantu banyak mahasiswa membuat dokumen gelar atau diploma palsu. <em>Kedua</em>, dokumen keuangan palsu. Sebagian besar kasus berasal dari daerah pedesaan. </p>



<p>Rata-rata mahasiswa tersebu dari keluarga petani. Australia secara ketat meminta bukti dana yang mencakup biaya kuliah 1 tahun. Belum lagi biaya perjalanan dan biaya hidup selama setahun kira-kira 21.000 dolar Australia. Uang sebanyak ini tidak mampu disediakan oleh kebanyakan para petani, sehingga konsultan membantu mereka memalsukan dokemen yang menunjukkan jumlah dana dengan nominal yang lebih tinggi. Dana yang ada setidaknya untuk 3 bulan hidup di Australia. </p>



<p>Di sinilah sebagian besar mahasiswa tertambat dengan kesulitan.</p>



<p><em>Ketiga</em>, sertifikat pengalaman palsu. Lagi-lagi untuk memenuhi kesenjangan, para konsultan menunjukkan slip gaji, laporan rekening, dan sertifikat pengalaman palsu. </p>



<p>Keempat, sejumlah universitas di Australia juga melaporkan bahwa sebagian besar mahasiswa India yang mendaftar dalam pelbagai program di kampus akhirnya berhenti di jalan (<em>drop out</em>). Ini ditengarai karena sejumlah faktor, termasuk tingkat kesulitan kuliah, biaya hidup yang tinggi di Australia, dan penyesuaian budaya. </p>



<p><em>Ke</em>lima, kriminalitas. Dalam beberapa tahun terakhir, ada juga sejumlah kasus mahasiswa India yang terlibat dalam kejahatan di Australia. Hal ini menyebabkan publisitas negatif bagi universitas-universitas Australia. Ini membuat banyak kampus enggan menerima mahasiswa dari negara-negara bagian India tersebut.</p>



<p>Larangan atas mahasiswa dari lima negara bagian India ini sangat kontroversial. Banyak yang menganggap ini tidak adil untuk menghukum semua mahasiswa India atas tindakan beberapa orang. Yang lain percaya bahwa larangan itu diperlukan untuk melindungi integritas program visa mahasiswa Australia. </p>



<p>Sejumlah besar mahasiswa yang brilian datang dari negara-negara bagian ini di India. Karenanya melarang seluruh negara bagian di India dipandang tidak adil.</p>



<p>Larangan ini memiliki dampak sangat signifikan bagi mahasiswa India yang sedang mempertimbangkan untuk belajar di Australia. Ini juga mungkin membuat lebih sulit bagi universitas Australia untuk menarik siswa berkualitas tinggi dari India. </p>



<p>Larangan ini juga cenderung memiliki dampak negatif pada hubungan antara Australia dan India. Penting bagi kedua negara untuk bekerja sama untuk menemukan solusi yang adil untuk semua pihak yang terlibat.</p>



<p>Pengalaman mahasiswa India ini seyogianya mengajarkan kita untuk tetap mengikuti regulasi keimigrasian di Australia untuk mendapatkan visa pada satu sisi dan menjaga pengawasan mutu (<em>quality control</em>) untuk bisa kuliah di kampus-kampus Australia di sisi lain. </p>



<p>Suka tidak suka, Australia masih menjadi salah satu negara tujuan pendidikan global yang favorit bagi banyak negara sekaligus negara Barat terdekat dari Indonesia, dibandingkan Amerika Serikat atau Eropa.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemudahan-dan-jebakan-visa/">Kemudahan dan Jebakan Visa</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">184199</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Geger Budaya</title>
		<link>https://langgam.id/geger-budaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jul 2023 04:14:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183594</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kuliah di luar negeri bagi banyak mahasiswa Indonesia memang menyuguhkan pengalaman sangat menarik dan sekaligus menegangkan. Studi di luar negeri memberi para mahasiswa Indonesia kesempatan fantastis untuk mempelajari keterampilan baru dan kemajuan secara akademis, tapi pada saat yang sama juga membuat mereka mengalami geger budaya (cultural shock) yang serius. Dalam artikel ini, saya membahas secuil wawasan dan pengalaman yang banyak dialami anak-anak Indonesia yang berkesempatan melanjutkan studi mereka di Australia. Salah satu hal pertama yang saya perhatikan adalah manajemen waktu dan bagaimana orang-orang tepat waktu di Australia. Di Indonesia, orang lebih fleksibel dengan waktu dan ketepatan waktu: mahasiswa datang terlambat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/geger-budaya/">Geger Budaya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kuliah di luar negeri bagi banyak mahasiswa Indonesia memang menyuguhkan pengalaman sangat menarik dan sekaligus menegangkan. Studi di luar negeri memberi para mahasiswa Indonesia kesempatan fantastis untuk mempelajari keterampilan baru dan kemajuan secara akademis, tapi pada saat yang sama juga membuat mereka mengalami geger budaya (<em>cultural shock</em>) yang serius. </p>



<p>Dalam artikel ini, saya membahas secuil wawasan dan pengalaman yang banyak dialami anak-anak Indonesia yang berkesempatan melanjutkan studi mereka di Australia.</p>



<p>Salah satu hal pertama yang saya perhatikan adalah manajemen waktu dan bagaimana orang-orang tepat waktu di Australia. Di Indonesia, orang lebih fleksibel dengan waktu dan ketepatan waktu: mahasiswa datang terlambat masuk kelas atau menghadiri rapat, dan acara sering dimulai lebih lambat dari yang dijadwalkan. Misalnya, mahasiswa datang ke kelas 10-20 menit terlambat atau bahkan dosen telat 10-15 menit terlambat. </p>



<p>Ironisnya, saya dulu juga seperti ini. Namun, di Australia sikap tepat waktu sangat dihargai. Sangat menantang untuk menyesuaikan diri dengan cara berpikir dan kerja yang baru ini. Tetapi ini memungkinkan mahasiswa Indonesia untuk menghargai manfaat mengelola waktu dengan benar, tepat waktu, dan menyelesaikan sesuatu juga tepat waktu.</p>



<p>Lingkungan sosial di Australia juga sangat berbeda dari apa yang biasa mahasiswa Indonesia lakukan di Tanah Air. Di Australia, terlepas dari dosen di kampus, orang-orang umumnya lebih pendiam atau tampak sibuk sepanjang waktu dengan pekerjaan atau urusan masing-masing. Ini menjadikan relatif sulit untuk memulai percakapan dengan orang asing.</p>



<p>Sewaktu saya kuliah di Canberra beberapa tahun silam, saya bertemu dengan beberapa orang yang ramah di sekitar Civic (pusat kota), di CityWalk dan Bunda Street, dan di semua toko tempat saya berbelanja. </p>



<p>Namun, di Indonesia, orang umumnya lebih ramah dan heboh. Kita biasa melihat orang-orang duduk berjam-jam tanpa melakukan apa-apa, bercanda atau bercerita, membahas sepak bola dan hal-hal lainnya. Perbedaan ini membukakan mata banyak mahasiwa Indonesia guna memahami bagaimana orang-orang dapat berinteraksi dan berhubungan satu sama lain.</p>



<p>Mereka yang usai studi di Australia, sebagai misal, dapat mencoba mengembangkan sistem yang akan menggabungkan cara-cara positif Australia yang dipelajari dengan cara hidup komunal masyarakat Indonesia. Canberra adalah kota yang tenang dan terorganisir dibandingkan dengan Jakarta, di mana hampir semua pemerintah dan aktivitas bisnis penuh sesak di sini. </p>



<p>Sebagai ibukota negara, penduduk Canberra tidak mencapai 500.000 jiwa. Canberra betul-betul murni sebagai pusat pemerintahan. Ini berbeda dengan Sydney dan Melbourne sebagai pusat bisnis dan perdagangan.</p>



<p>Jalan-jalan di Canberra lebih terorganisir dan sistem transportasi umum sangat efisien. Di Melbourne, moda transportasi publik sangat terintegral antara bus, trem dan kereta api. Anda tidak banyak lagi melihat kereta api  melintasi jalan sehingga mobil, truk dan motor harus berhenti dulu saat kereta api lewat. </p>



<p>Pemerintah negara bagian Victoria sejak beberapa tahun silam menggelontorkan dana miliaran dolar Australia untuk proyek <em>&#8216;level crossing removal</em>&#8216; hingga tahun 2030, yakni menghapus rel-rel kereta api yang melintasi jalan dan membangun rel baru di atas jalan sehingga mengurangi arus kemacetan yang disebabkan lalu lintas kereta api.</p>



<p>Sebaliknya, kota Padang adalah kota kecil dengan lalu lintas kacau dan sistem transportasi umum yang tidak memadai dan tidak terorganisir. Syukur sekarang sudah ada Trans Padang dan taksi atau ojek online. Selama ini angkot di kota Padang (bahkan sampai sekarang) berhenti di mana saja sehingga menyebabkan kemacetan dan gangguan lalu lintas yang tidak perlu.</p>



<p>Kuliah di Australia memberi mahasiswa Indonesia apresiasi yang lebih besar untuk menghadapi tantangan begitu pulang ke Tanah Air , dan kebutuhan untuk pembangunan berkelanjutan dan perbaikan infrastruktur, termasuk untuk upaya bergerak menuju kota terdesentralisasi di banyak kota di Tanah Air. </p>



<p>Standar pendidikan di Australia jauh lebih tinggi daripada di Indonesia. Fasilitas, sumber daya, dan metode pengajaran mereka kelas dunia. Terus terang saya kagum pada kedalaman pengetahuan yang dimiliki dosen di sini dan tingkat keterlibatan mereka dengan para mahasiswa berbilang bangsa.</p>



<p>Kuliah di Australia memberikan perubahan dan pengalaman yang menyegarkan dari apa yang biasa mahasiswa Indonesia lakukan; pergi ke kampus, duduk di kelas, mendengarkan kuliah dan setelah kuliah selesai pulang. Pengalaman di kampus Australia akan memotivasi mahasiswa kita untuk berjuang demi keunggulan dalam pendidikan di Indonesia dan untuk mencari peluang untuk studi lebih lanjut, pertumbuhan karier dan pengembangan diri.</p>



<p>Indonesia dan Australia memiliki perbedaan budaya yang mencolok. Orang berpakaian, menyapa, dan berinteraksi dengan berbagai cara. Individualisme sangat dihargai di Australia, sedangkan Indonesia memiliki budaya yang lebih beragam namun komunal. Sangat menarik untuk menyaksikan dan belajar tentang perbedaan -perbedaan ini, serta mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang beragam nilai dan kepercayaan budaya.</p>



<p>Saya ingin menyebut sedikit peta kampus di Australia. Universitas Melbourne dikenal sebagai kampus dengan pemegang hadial Nobel (<em>Noble Prize</em>) terbanyak. Bagi yang ingin kuliah bisnis, bisa memilih kuliah di kampus UNSW—The University of New South Wales. Kampus ini terkenal menghasilkan banyak konglomerat, termasuk di Indonesia. </p>



<p>Universitas Nasional Australian (ANU) dikenal sebagai kampus negeri terbaik di Australia. Banyak perdana menteri Australia jebolan ini. Di Tanah Air, Chatib Basri, Marie Pangestu dan Burhanuddin Muhtadi juga pernah kuliah di ANU. Adapun kampus terbesar adalah Monash University, cabangnya tersebar di seluruh dunia, termasuk cabang di Indonesia yang beberapa tahun lalu mulai dibuka.</p>



<p>Terlepas dari kejutan atau geger budaya tersebut, mahasiswa Indonesia sebetulnya dapat menghargai keindahan dan keragaman alam Australia selama kuliah di sana. Sydney tidak dapat disangkal adalah kota yang menakjubkan, tetapi pantai dan garis pantai Indonesia sebetulnya tidak tertandingi dalam hal keindahan alam dan keragaman budaya kita. </p>



<p>Perbandingan ini seharusnya memotivasi mahasiswa Indonesia untuk mempromosikan potensi Indonesia sebagai tujuan wisata dan menyoroti keindahan khas negara kita, dari garis pantai hingga dataran tinggi serta pengalaman tradisional dan budaya otentik yang ditawarkannya, bukan hanya Bali. </p>



<p>Mahasiswa Indonesia yang merasakan geger budaya sebetulnya mengalami perluasan wawasan dan membuat mereka lebih sadar akan keragaman di seluruh dunia. Mereka pada akhirnya juga memiliki apresiasi baru untuk Tanah Air sendiri, keindahkan dan potensi Indonesia.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/geger-budaya/">Geger Budaya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183594</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Dasar di Australia: Tanpa PR dan Buku</title>
		<link>https://langgam.id/sekolah-dasar-di-australia-tanpa-pr-dan-buku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 07:31:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Dasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=183181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya ingin berbagai sekilas tentang pendidikan dasar di Australia. Ini berdasarkan pengalaman kedua anak saya. Putra saya kini tengah mengecap bangku sekolah dasar, tepatnya kelas 4 SD, adapun putri saya sudah beajar di kelas 7 (SMP). Tulisan ini hanya fokus pada sekolah dasar. Pendidikan di Australia dimulai dari TK dan persiapan pada usia lima hingga enam tahun. Nama setiap tahap sekolah bervariasi, tergantung negara bagian atau teritori masing-masing. Berdasarkan kesepakatan antar negara bagian atau teritori, para siswa menempuh pendidikan sekitar 13 tahun sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Di Indonesia, anak-anak bersekolah dari usia 6 hingga 18 tahun, yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekolah-dasar-di-australia-tanpa-pr-dan-buku/">Sekolah Dasar di Australia: Tanpa PR dan Buku</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Saya ingin berbagai sekilas tentang pendidikan dasar di Australia. Ini berdasarkan pengalaman kedua anak saya. Putra saya kini tengah mengecap bangku sekolah dasar, tepatnya kelas 4 SD, adapun putri saya sudah beajar di kelas 7 (SMP). Tulisan ini hanya fokus pada sekolah dasar. Pendidikan di Australia dimulai dari TK dan persiapan pada usia lima hingga enam tahun. Nama setiap tahap sekolah bervariasi, tergantung negara bagian atau teritori masing-masing. </p>



<p>Berdasarkan kesepakatan antar negara bagian atau teritori, para siswa menempuh pendidikan sekitar 13 tahun sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Di Indonesia, anak-anak bersekolah dari usia 6 hingga 18 tahun, yang meliputi tahap sekolah dasar dan menengah. Jika kita membandingkan kurikulum sekolah di Australia dengan kurikulum di Indonesia atau negara-negara para imigran lainnya, kita bakal menemukan perbedaan besar, baik dalam materi maupun proses belajar mengajarnya.</p>



<p>Kurikulum di Indonesia dan negara-negara Arab sangat mengandalkan hafalan dengan kurikulum yang ketat setiap tahun. Siswa harus belajar, mengikuti ujian dan lulus demi memenuhi syarat untuk naik kelas. Oleh karena itu, para siswa di Indonesia dan Timur Tengah memiliki pengetahuan yang lebih baik dan luas tentang kebudayaan secara umum. </p>



<p>Ini berbeda dengan kurikulum Australia yang didasarkan pada pemahaman dan budaya kehidupan sehari-hari. Ini memberikan para peserta didik ruang yang cukup, jauh dari tekanan, dan peluang mengembangkan keterampilan diri.</p>



<p>Salah satu referensi resmi pertama yang membantu para mahasiswa internasional &nbsp;dan migran untuk memilih sekolah di Australia adalah <em>Myschool</em>, yang memberikan informasi tentang semua sekolah, terutama literasi siswa dan hasil tes matematika. Ini dikenal sebagai tes Naplan. Metode mengevaluasi sekolah dan mengklasifikasikannya secara nasional adalah salah satu perbedaan yang ditemuai warga asing dibandingkan dengan negara asal mereka.</p>



<p>Ujian Naplan tidak dimaksudkan untuk menjadi penilaian kompetensi sekolah di Australia. Sebaliknya, ujian&nbsp;ini berfungsi untuk memberikan penilaian tingkat atau kemampuan siswa. Tetapi bagi sementara orang tua, Naplan telah menjadi cara untuk mengevaluasi sekolah secara akademis. Ketika banyak orang tua berkewarganegaraan asing memilih menempatkan anak-anak mereka di sekolah-sekolah yang ketat secara akademis, warga Australia tidak memandang cara penilaian seperti itu.</p>



<p>Seusai mengetahui tingkat akademik sekolah lewat Naplan, para orang tua atau wali murid, khususnya para imigran, kerap kali menghadapi persoalan yang relatif membingungkan: apakah memilih sekolah negeri atau swasta untuk anak-anak mereka? Bagi mereka yang berasal dari Asia, termasuk Indonesia, pilihan ini cukup dilematis sebab sekolah umum kerap membagikan informasi atau hal-hal yang masih dianggap tabu kepada siswa, semisal isu LGBTQ. Karena itu, tidak jarang orang tua Muslim mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah Katolik karena tidak tersedianya sekolah Islam di mana mereka berdomisili.</p>



<p>Sebuah studi baru di Australia menunjukkan bahwa 30% anak-anak dan 40% remaja memilih sekolah swasta. Biaya sekolah sangat bervariasi, tergantung pada jenis sekolah swasta dan berbagai sektor yang dikelolanya. Orang tua murid merasakan mereka diperlakukan sebagai klien di sekolah swasta, sebab mereka membayar ribuan dolar agar anak-anak mereka bisa sekolah di sini. Mereka memiliki harapan besar dari sekolah yang mereka inginkan. Sementara, sekolah umum tidak memberi kesempatan luas atau mengakomodasi ekspektasi orang tua murid sebab mereka sudah punya pakem sendiri sesuai dengan aturan pendidikan di negara bagian atau teritori masing-masing. Statistik terbaru menunjukkan bahwa orang tua murid percaya bahwa sekolah swasta di Australia akan memberikan pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak mereka, dan akan mempersiapkan mereka untuk sukses dalam hidup, meski belum ada bukti konklusif atas klaim ini.</p>



<p>Hal yang paling mengejutkan bagi banyak orang tua dari negara-negara asing adalah metode pengajaran di tingkat dasar. Tidak ada buku wajib, program, dan silabus untuk setiap semester. Banyak wali murid yang tidak tahu atau paham bagaimana mendukung anak-anak mereka untuk belajar di rumah, kecuali mereka pergi ke sekolah dan bertanya kepada guru tentang topik yang dibahas minggu ini di kelas, sehingga mereka dapat menindaklanjutinya di rumah dari bahan-bahan lain atau eksternal.</p>



<p>Komunikasi antara orang tua dan para guru sangat sedikit dan jarang secara fisik. Pola komunikasi lebih memanfaatkan pola-pola digital. Sebagai misal, sekolah dasar di mana putra saya sekolah menggunakan aplikasi <em>Seesaw</em>, sementara sekolah menengah tempat putri saya belajar memakai aplikasi <em>Compass</em>. Lewat aplikasi ini, orang tua bisa memantau kegiatan anak mereka di sekolah, termasuk foto-foto mereka.&nbsp;Yang paling membedakan sekolah di Australia dan Indonesia adalah bahwa sekolah dasar di Australia menerapkan kebijakan tiada PR (<em>No Home Work Policy</em>), sesuatu yang kontras dibandingkan dengan sekolah-sekolah di Indonesia, negara-negara Arab, Asia Selatan bahkan Afrika yang terbiasa dengan materi pendidikan yang ketat dan intens.</p>



<p>Sekolah-sekolah di Australia memiliki peran penting dalam membangun harmoni budaya antara budaya di Australia mengingat posisi Australia sebagai negara tujuan para imigran. Kurikulum Australia menekankan untuk mengajar siswa tentang budaya First Nations, yakni masyarakat pribumi Australia, Aborigin. Kaum imigran mendapat manfaat dari pendekatan ini. Mereka menemukan sesuatu yang baru saat mempelajarinya lewat anak-anak mereka. Pada gilirannya, mempromosikan pendidikan tentang First Nations di Australia membantu siswa mengembangkan pemahaman mereka tentang perbedaan budaya dan menghormati keragaman budaya Australia.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sekolah-dasar-di-australia-tanpa-pr-dan-buku/">Sekolah Dasar di Australia: Tanpa PR dan Buku</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">183181</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berjalan ke Sekolah</title>
		<link>https://langgam.id/berjalan-ke-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2023 00:16:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=182919</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebulan lalu saya ikut mengantarkan putri saya ke sekolah dalam rangka Walk to School Day&#160;(Hari Berjalan ke Sekolah) di Australia. Ini adalah tahun ke-24 negara kangguru ini merayakan Hari Berjalan Kaki, yang jatuh pada 19 Mei saban tahun. Digagas pertama kali oleh Dewan Pejalan Kaki Australia, Hari Berjalan ke Sekolah adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan, keselamatan di jalan raya, transportasi, dan dampak terhadap lingkungan sebagai konsekuensi dari berjalan kaki secara teratur atau dengan transportasi alternatif semisal bersepeda ke sekolah. South Oakleigh College di Baker Road terletak di jalan yang sibuk. Bagi pihak sekolah, aktivitas berjalan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berjalan-ke-sekolah/">Berjalan ke Sekolah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebulan lalu saya ikut mengantarkan putri saya ke sekolah dalam rangka <em>Walk to School Day</em>&nbsp;(Hari Berjalan ke Sekolah) di Australia. Ini adalah tahun ke-24 negara kangguru ini merayakan Hari Berjalan Kaki, yang jatuh pada 19 Mei saban tahun. Digagas pertama kali oleh Dewan Pejalan Kaki Australia, Hari Berjalan ke Sekolah adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan, keselamatan di jalan raya, transportasi, dan dampak terhadap lingkungan sebagai konsekuensi dari berjalan kaki secara teratur atau dengan transportasi alternatif semisal bersepeda ke sekolah.</p>



<p>South Oakleigh College di Baker Road terletak di jalan yang sibuk. Bagi pihak sekolah, aktivitas berjalan kaki ke sekolah sebetulnya sudah dilakukan banyak siswa setiap hari. “Kami mendorong anak-anak untuk berjalan ke sekolah, jika mereka bisa,” kata guru olahraga Leah Orgill. “Di masa lalu, kami memiliki poster yang menunjukkan trek berjalan yang aman yang menunjukkan di mana anak-anak dapat menyeberang jalan atau di mana ada petugas penyeberangan (<em>crossing supervisor</em>) yang membantu anak-anak sekolah atau ketika ada lampu lalu lintas&#8221; Orgill menjelaskan.</p>



<p>Ketika para siswa datang ke sekolah, para guru akan bertanya kepada mereka, &#8220;Bagaimana kamu sampai ke sekolah? Apakah kamu menggunakan tempat penyeberangan?&#8221; Hal paling penting adalah para siswa menyeberang dengan aman, lebih-lebih ketika mereka jauh dari sekolah. Ini sudah tertanam dalam pikiran anak-anak dan terwujud ke dalam rutinitas mereka, terutama bagi mereka yang melakukannya setiap hari.</p>



<p>Salah seorang siswa Kelas 8 yang secara teratur berjalan atau bersepeda ke sekolah adalah Shally Sharma. Ia sering ditemukan mengendarai skuternya ke sekolah. Ketika guru kelasnya menanyakannya mengapa suka menggunakan skuter ke sekolah, ia menjawab, &#8220;Saya suka mengendarai skuter. Saya sering membawanya ke taman skuter sepulang sekolah, sampai-sampai sepatu sekolah saya rusak,&#8221; kata Shally.</p>



<p>Ia juga mengingatkan, &#8220;Kiat mengendarai skuter adalah juangan lupa mengenakan helm. Saya berusaha jangan sampai jatuh, sebab bila jatuh maka ini merusak laptop di ransel saya. Kalau tidak yakin, lebih baik berjalan kaki saja.&#8221;</p>



<p>Siswa lain yang memberikan testimoni adalah Alina Ghulami, seorang siswa Kelas 7. Ia sangat menikmati udara pagi saat berjalan ke sekolah. &#8220;Saya suka menikmati udara segar sebelum sekolah,&#8221; kata Alina. &#8220;Saya berusaha untuk tidak ngobrol dengan orang asing atau berjalan di tengah jalan, dan memperhatikan kedua sisi jalan sebelum menyeberang.&#8221; Siswa lain, Jayda Webber, sering berjalan ke sekolah dengan adik perempuannya, Maylee.</p>



<p>&#8220;Saya pikir berjalan ke sekolah itu bagus karena itu membuat Anda bugar,&#8221; kata Jayda.</p>



<p>&#8220;Saya selalu menggunakan tempat penyeberangan, dan jika tidak ada maka saya akan melihat kedua arah sebelum menyeberang.&#8221;</p>



<p>Ketika saya dan juga para wali murid berbincang dengan kepala sekolah, Helen Koziaris, ia mengatakan South Oakleigh College sudah lama berpartisipasi untuk mempromosikan kesehatan fisik dan mental. “Ketika kita memiliki kesehatan raga yang baik, maka ini berpengaruh suasana belajar yang baik dan kesehatan mental yang baik. Semuanya mendorong lingkungan yang baik untuk belajar” katanya. Ia melanjutkan, “Kita juga memberikan setiap anak dua potong buah saat istirahat untuk mendorong hidup sehat, sekalian menambah semangat mereka untuk berjalan ke sekolah.</p>



<p>Inilah inisiatif hebat yang kami lakukan. Kami mendorong semua anak untuk berjalan ke sekolah dengan aman.&#8221;</p>



<p>Anak-anak sekolah sangat menyadari bahwa berjalan ke sekolah memberikan dampak positif bagi lingkungan, penggunaan transportasi umum yang lebih baik dengan berkurangnya ketergantungan atas mobil pribadi dan mendorong orang tua atau wali murid untuk berjalan lebih banyak. Tak kalah pentingnya ini mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar sekolah.</p>



<p>&#8220;Latihan terbaik untuk semua orang Australia adalah berjalan secara teratur,&#8221; kata CEO Dewan Pejalan Kaki Australia Harold Scruby. “Anak -anak membutuhkan setidaknya 60 menit aktivitas fisik sehari. “Kita harus mendorong mereka untuk berjalan menuju sekolah, meskipun tidak sepenuhnya.&#8221;</p>



<p>Natalie German, seorang polisi senior di kantor polisi South Oakleigh, mengatakan berjalan ke sekolah bisa menjadi cara yang bagus bagi anak-anak untuk belajar bagaimana berprilaku selamat ketika berada di jalan raya saat berjalan. &#8220;Berjalan ke sekolah adalah cara yang bagus untuk tetap aktif, tetapi anak-anak perlu ditemani oleh orang dewasa jika memungkinkan. Anak-anak harus memegang tangan orang tua mereka sampai usia 10 saat menyeberang jalan,&#8221; katanya. “Kita ingin orang-orang menyadari bahaya saat mereka berjalan melewati jalan masuk, tetap berada di jalur pejalan kaki, jaga keselamatan di sekitar mobil dan lalu lintas. Begitu juga, penting bagi pengemudi agar berhati-hati di jalan saat anak-anak kita berjalan di atas trotoar menuju sekolah&#8221; ia menjelaskan.</p>



<p>Saya merasakan bahwa aktivitas berjalan ke sekolah ini di Australia dilakoni secara serius oleh sekolah dengan melibatkan pelbagai pihak berwenang lainnya, seperti polisi, organisasi pecinta lingkungan dan kelompok swadaya masyarakat. Tujuannya bukan seremonial tapi betul-betul dipahami para peserta didik bahwa ini berdampak positif bagi lingkungan, kesehatan dan keselamatan di jalan raya. </p>



<p>Saya membayangkan ini juga bisa dimulai, meski dengan langkah-langkah kecil di Tanah Air dengan melibatkan wali murid, guru, pihak kepolisian dan pemerintah.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/berjalan-ke-sekolah/">Berjalan ke Sekolah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182919</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rombongan Perantau Minang dari Sidney Disambut di Pariaman</title>
		<link>https://langgam.id/rombongan-perantau-minang-dari-sidney-disambut-di-pariaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2022 04:37:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=166565</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Rombongan perantau Minang dari Sidney, Australia yang tergabung ke dalam Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Sidney mengunjungi Pariaman, Sabtu (17/12/2022). Sekdako Pariaman mewakili wali kota menyambut rombongan tersebut. Asnizarti, ketua romongan dari Sidney mengatakan, kunjungan silaturahmi itu dalam rangka pulang basamo para perantau di Sidney. Menurutnya, para peserta terdiri dari perantau minang yang telah puluhan tahun menetap di Sidney Australia dan telah mempunyai keluarga di sana. &#8220;Maksud dan tujuan kami mengadakan pulang basamo ini adalah untuk memperkenalkan tanah kelahiran leluhur kami kepada anak-anak kami,&#8221; katanya, sebagaimana dirilis Diskominfo di situs resmi Pemko. Upaya tersebut, menurutnya, supaya generasi muda di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rombongan-perantau-minang-dari-sidney-disambut-di-pariaman/">Rombongan Perantau Minang dari Sidney Disambut di Pariaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Rombongan perantau Minang dari Sidney, Australia yang tergabung ke dalam Keluarga Minang Saiyo (IKMS) Sidney mengunjungi Pariaman, Sabtu (17/12/2022). Sekdako Pariaman mewakili wali kota menyambut rombongan tersebut.</p>
<p>Asnizarti, ketua romongan dari Sidney mengatakan, kunjungan silaturahmi itu dalam rangka pulang basamo para perantau di Sidney.</p>
<p>Menurutnya, para peserta terdiri dari perantau minang yang telah puluhan tahun menetap di Sidney Australia dan telah mempunyai keluarga di sana.</p>
<p>&#8220;Maksud dan tujuan kami mengadakan pulang basamo ini adalah untuk memperkenalkan tanah kelahiran leluhur kami kepada anak-anak kami,&#8221; katanya, sebagaimana dirilis Diskominfo di situs resmi Pemko.</p>
<p>Upaya tersebut, menurutnya, supaya generasi muda di sana juga mengetahui seperti apa Ranah Minang dan budayanya. &#8220;Sehingga, nantinya mereka juga bisa menyampaikan kepada anak cucu kami sebagai generasi penerus IKMS berikutnya. sekaligus memberikan bantuan kepada Anak Yatim Piatu yang ada di Panti Asuhan Aisyiah Pariaman,&#8221; kata Asnizarti.</p>
<p>IKMS, menurutnya, merupakan wadah yang dibuat oleh perantau minang di Sidney yang bernama Surau Sidney, sebagai tempat untuk menjalin keakraban dan silaturahmi sesama muslim dan perantau Minang di sana.</p>
<p>&#8220;Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan ke depannya, mudah-mudahan terjalin kerjasama dengan pemerintah Kota Pariaman dalam bidang pendidikan, untuk mengakrabkan anak-anak Kota Pariaman dengan anak-anak perantau Minang di Sidney,&#8221; kata Asnizarti.</p>
<p>Sekda Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan terima kasih kepada rombongan IKMS yang telah datang ke Kota Pariaman untuk menjalin tali silaturahmi dengan Pemerintah Kota Pariaman, serta memberikan bantuan kepada warga Kota Pariaman dan anak-anak Panti Asuhan Aisyiah Pariaman.</p>
<p>“Kami berharap, kegiatan seperti ini menjadi simbol bagi seluruh keluarga besar IKMS Sydney untuk terus menebar ras kepedulian terhadap sesama. Khususnya dunsanak-dunsanak kita yang berada di kampung halaman, sehingga ikut membantu meringankan beban Pemerintah Kota Pariaman dalam mengatasi berbagai masalah sosial di Kota Pariaman,&#8221; kata Yota Balad.</p>
<p>Ia berharap, ke depan IKMS Sidney ikut berpatisipasi aktif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberdayaan perempuan di kampung halaman.</p>
<p>Rombongan dari Sidney disambut di Rumah Dinas Wali Kota Pariaman dengan diiringi kesenian tradisional gandang tasa dan tari pasambahan. (*/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/rombongan-perantau-minang-dari-sidney-disambut-di-pariaman/">Rombongan Perantau Minang dari Sidney Disambut di Pariaman</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">166565</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Turnamen Futsal Minang Saiyo Cup 2022 Digelar di Australia</title>
		<link>https://langgam.id/turnamen-futsal-minang-saiyo-cup-2022-digelar-di-australia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2022 06:21:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<category><![CDATA[Turnamen Futsal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=150460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Turnamen Futsal Minang Saiyo Cup 2022 Digelar di Australia. Langgam.id &#8211; Turnamen futsal Minang Saiyo Cup 2022 digelar di Lakemba, Sydney Australia baru-baru ini. Seiring melonggarnya aturan Covid-19 serta ajang bermaafan jelang puasa Ramadhan, kelompok masyarakat Indonesia-Australia dari berbagai belahan Sydney berkumpul di Australia National Sports Club Centre. Ketua panitia Minang Saiyo Cup 2022 Dirga Adnan mengatakan, turnamen serupa direncanakan menjadi agenda rutin setiap awal tahun. &#8220;Akan selalu bertepatan dengan akhir musim panas atau awal musing gugur,&#8221; kata Dirga dalam keterangan tertulis yang diterima Langgam.id, Jumat (10/3/2022). Minang Saiyo Cup 2022 Futsal Tournament</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/turnamen-futsal-minang-saiyo-cup-2022-digelar-di-australia/">Turnamen Futsal Minang Saiyo Cup 2022 Digelar di Australia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p dir="ltr">Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Turnamen Futsal Minang Saiyo Cup 2022 Digelar di Australia.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Turnamen futsal Minang Saiyo Cup 2022 digelar di Lakemba, Sydney Australia baru-baru ini. Seiring melonggarnya aturan Covid-19 serta ajang bermaafan jelang puasa Ramadhan, kelompok masyarakat Indonesia-Australia dari berbagai belahan Sydney berkumpul di Australia National Sports Club Centre.</p>
<p>Ketua panitia Minang Saiyo Cup 2022 Dirga Adnan mengatakan, turnamen serupa direncanakan menjadi agenda rutin setiap awal tahun.</p>
<p>&#8220;Akan selalu bertepatan dengan akhir musim panas atau awal musing gugur,&#8221; kata Dirga dalam keterangan tertulis yang diterima <em>Langgam.id</em>, Jumat (10/3/2022).</p>
<p>Minang Saiyo Cup 2022 Futsal Tournament digelar sehari penuh Minggu (6/3/2022). Peserta berasal dari kelompok masyarakat Indonesia-Australia berbagai belahan Sydney seperti Eastern Suburbs, Western Suburbs, Northern Beaches hingga The Shire.</p>
<p>&#8220;Semua berpartisipasi dalam Minang Saiyo Cup ini. Sebuah event yang sudah lama dinantikan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, generasi pertama, kedua dan ketiga dari keturunan Indonesia di Sydney begitu menikmati turnamen. Mereka terlihat menyemangati tim yang didukung.</p>
<p>Turnamen futsal itu diikuti 10 tim dan dibagi menjadi dua group yakni A dan B. Masing-masing group meterapkan sistem setengah kompetisi.</p>
<p>Pemain generasi kedua dan ketiga dari orang Indonesia yang berdomisili di Sydney. Umumnya mereka telah menjadi warga negara Australia.</p>
<p>Meski cuaca kurang bersahabat, lanjutnya, hujan dan panas datang silih berganti, namun tidak menghalangi semangat tim untuk berlaga. Tim mempertunjukan keahlian menggiring sikulit bundar di bawah sorakan supporter masing-masing.</p>
<p>Semua tim telah menampilkan permainan terbaik mereka. Namun, sebuah pertandingan harus tetap memilih salah satu tim untuk menang.</p>
<p>Pada Minang Saiyo Cup 2022 Futsal Tournament di Australia, FC BAMBU RUNCING keluar sebagai juara. Posisi runner-up ditempati oleh INVINCIBLES 04.</p>
<p>Sementara SAMPOERNA FC harus puas di posisi ketiga. Pemenang menerima tropi bergilir, tropi juara 1, 2 dan 3serta hadiah uang tunai.</p>
<p>Panitia juga memilih satu pemain terbaik untuk menerima golden boot. Sepatu emas dikatongi oleh Dzulfikar Pasaribu dari tim INVINCIBLES 04.</p>
<p>Selain menerima golden boot, pemain terbaik juga mendapat tropi. Semua hadiah akan diserahkan pada Malam Inagurasi Minang Saiyo Sydney pada 12 Maret 2022 di Lakemba Senior Citizen Centre.</p>
<p>Menurut Perwakilan Indonesian Community Council (ICC NSW) Sonny Arifien, meski sebuah ajang kompetisi, para pemain diingatkan agar tidak lupa jika Minang Saiyo Cup 2022 Futsal Tournament sebuah friendly games.</p>
<p>&#8220;Turnamen futsal ini medium untuk saling mengenal berbagai kelompok masyarakat keturunan Indonesia yang berdomisili di Sydney,&#8221; kata Ketua Minang Saiyo Sydney Zulfan Tadjoeddin.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/perantau-minang-bangun-surau-di-australia-arcandra-tahar-tempat-didik-putra-putri-kita/">Perantau Minang Bangun Surau di Australia, Arcandra Tahar: Tempat Didik Putra-Putri Kita</a></strong></p>
<p>Selain perlombaan futsal, aneka kuliner nusantara disediakan di gerai makanan untuk menanggulangi rasa lapar. Ada sate Padang dan soto Padang. Ada pula siomay, kue pukis dan perkedel jangung. Tersedia pula hotdog dan beraneka ragam kue-kue jajanan pasar lainnya.</p>
<h4>&#8212;</h4>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/turnamen-futsal-minang-saiyo-cup-2022-digelar-di-australia/">Turnamen Futsal Minang Saiyo Cup 2022 Digelar di Australia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">150460</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perantau Minang Bangun Surau di Australia, Arcandra Tahar: Tempat Didik Putra-Putri Kita</title>
		<link>https://langgam.id/perantau-minang-bangun-surau-di-australia-arcandra-tahar-tempat-didik-putra-putri-kita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2020 14:41:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora minang]]></category>
		<category><![CDATA[Minang Diaspora Network]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=38222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Perantau Minang membangun surau di Sydney, Australia. Upaya ini didukung Tokoh Perantau Arcandra Thahar. Menurut mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, surau bisa jadi tempat mendidik putra-putri para perantau. Arcandra mengatakan, surau bisa menjadi tempat mendidik seseorang berani dan siap berkompetensi. &#8220;Masjid atau surau bisa mendidik putra-putri kita mempunyai sikap yang insya Allah bisa digunakan untuk menjalani hidup,&#8221; ujarnya dalam dialog interaktif melalui aplikasi Zoom, Rabu (29/4/2020) sore. Dialog interaktif tersebut digelar Minang Diaspora, Surau Sydney, Minang Saiyo, ACT dan PDT Travel. Turut mengikuti, Prof Ismet Fanani Guru Besar Deakin Unversity asal Koto Panjang,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perantau-minang-bangun-surau-di-australia-arcandra-tahar-tempat-didik-putra-putri-kita/">Perantau Minang Bangun Surau di Australia, Arcandra Tahar: Tempat Didik Putra-Putri Kita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Perantau Minang membangun surau di Sydney, Australia. Upaya ini didukung Tokoh Perantau Arcandra Thahar. Menurut mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu, surau bisa jadi tempat mendidik putra-putri para perantau.</p>
<p>Arcandra mengatakan, surau bisa menjadi tempat mendidik seseorang berani dan siap berkompetensi. &#8220;Masjid atau surau bisa mendidik putra-putri kita mempunyai sikap yang insya Allah bisa digunakan untuk menjalani hidup,&#8221; ujarnya dalam dialog interaktif melalui aplikasi Zoom, Rabu (29/4/2020) sore.</p>
<p>Dialog interaktif tersebut digelar Minang Diaspora, Surau Sydney, Minang Saiyo, ACT dan PDT Travel. Turut mengikuti, Prof Ismet Fanani Guru Besar Deakin Unversity asal Koto Panjang, Tanah Datar, Prof Fasli Jalal, mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Prof Jurnalis Uddin, mantan Rektor Unand.</p>
<p>Menurutnya dalam menimba ilmu, tak mesti didapat dari sekolah. Juga ada peran masjid atau surau. Kehadiran Surau Sydney Australia diharapkan bisa memulai untuk dijadikan landasan.</p>
<p>&#8220;Mempunyai jiwa yang punya <em>skill</em>, ilmu dan pengalaman teknologi. Tentu ini bisa membimbing mereka ke depan menjadi manusia yang diharapkan tidak saja seorang muslim, juga seorang mukmin yang baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Arcandra mengatakan, perlu menonjolkan referensi untuk menjadi pemuda yang kuat dan bisa dipercaya. &#8220;Jadi sewaktu masuk kepada sebuah <em>society</em> dan kita untuk mendapat amanah, maka surau bisa mendidik manusia menjadi orang yang kuat. Yang kedua surau bisa mendidik manusia menjadi yang dipercaya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Surau yang didirikan para perantau Minang di Sydney, Australia masih terus dikebut sejak mulai dibangun pada tahun 2015. Pengurus diaspora setempat menyebut, pembangunannya masih terkendala biaya.</p>
<p>Setidaknya, dana yang dibutuhkan dalam proses pembangunan mencapai Rp20 miliar, sementara yang terkumpul baru Rp5 miliar. Namun para perantau Minang di Sydney, Australia optimis surau tersebut dapat terwujud di tahun 2021 mendatang.</p>
<p>Selain didukung Arcandra, Surau Sidney Australia ini terus mendapat dukungan, seperti dari Sandiaga Salahuddin Uno.<strong> (Irwanda/SS)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/perantau-minang-bangun-surau-di-australia-arcandra-tahar-tempat-didik-putra-putri-kita/">Perantau Minang Bangun Surau di Australia, Arcandra Tahar: Tempat Didik Putra-Putri Kita</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38222</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sandiaga Uno Dukung Gagasan Pendirian Surau Sydney Australia</title>
		<link>https://langgam.id/sandiaga-uno-dukung-gagasan-pendirian-surau-sydney-australia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2020 16:18:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=24468</guid>

					<description><![CDATA[<p>PalantaLanggam &#8211; Mantan Calon Wakil Presiden RI yang bertarung dalam Pemilu 2019, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung gagasan pendirian surau oleh perantau Minang di Sydney Australia. Menurut rencana, perantau Minang akan membeli sebuah gedung di Sydney untuk dijadikan surau yang bakal diberi nama Surau Sydney Australia (SSA). &#8220;Saya sangat mendukung ide pembelian gedung untuk dijadikan surau atau masjid ini dan Insya Allah akan berusaha untuk hadir dalam acara fundraising yang akan diadakan tahun ini di Sydney,&#8221; ujar Sandiaga Uno. Ia juga mengaku sangat kagum dengan semangat juang masyarakat Minang yang ada di Sydney dalam memperjuangan surau atau masjid dan Insya Allah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sandiaga-uno-dukung-gagasan-pendirian-surau-sydney-australia/">Sandiaga Uno Dukung Gagasan Pendirian Surau Sydney Australia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://langgam.id/">PalantaLanggam</a> &#8211; </strong>Mantan Calon Wakil Presiden RI yang bertarung dalam Pemilu 2019, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung gagasan pendirian surau oleh perantau Minang di Sydney Australia.</p>
<p>Menurut rencana, perantau Minang akan membeli sebuah gedung di Sydney untuk dijadikan surau yang bakal diberi nama Surau Sydney Australia (SSA).</p>
<blockquote>
<h5><span style="font-size: 12pt;"><strong><em>&#8220;Saya sangat mendukung ide pembelian gedung untuk dijadikan surau atau masjid ini dan Insya Allah akan berusaha untuk hadir dalam acara fundraising yang akan diadakan tahun ini di Sydney,&#8221; ujar Sandiaga Uno.</em></strong></span></h5>
</blockquote>
<p>Ia juga mengaku sangat kagum dengan semangat juang masyarakat Minang yang ada di Sydney dalam memperjuangan surau atau masjid dan Insya Allah akan mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan Muslim untuk mendukung program mulia tersebut.</p>
<p>Selasa (21/1), pengurus Surau sebagai bagian dari Keluarga Besar Minang Saiyo Sydney Australia yang dipimpin Nirwan Kamaluddin menemui Sandiaga Uno di Gedung Recapital, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.</p>
<p>Audiensi tersebut juga dalam rangka mengantarkan undangan kepada Sandiaga Uno untuk menghadiri acara <em>fund raising</em> dalam rangka pendirian Surau Sydney Australia. Hadir dalam audiensi itu antara lain, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, anggota DPR Nevi Zuarina Irwan Prayitno, mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Ketua Yayasan Universitas Yarsi Jurnalis Udin, wartawan senior Hasril Chaniago.</p>
<p>Lalu, Direktur Eksekutif MDN-G (<a href="https://www.minangdiaspora.org/">Minang Diaspora Network Global</a>) Burmalis Ilyas, Dosen FE Unand dan alumni Australia Henmaidi Alfian, ustadz Boby dari ACT (Aksi Cepat Tanggap), ustadz Agus Yunanto yang sering mengisi ceramah agama untuk Masyarakat Minang Saiyo Sydney Australia dan tokoh-tokoh Minang dan Indonesia lainnya di Jakarta.</p>
<p>Nirwan menjelaskan, rencana pembelian gedung untuk dijadikan Surau atau masjid sudah dirancang sejak lama dan dana sudah terkumpul sekitar 500 ribu Dolar Australia atau Rp.5 miliar.</p>
<p>Selain sebagai sarana ibadah, ungkapnya, rencana Surau ini juga dijadikan sebagai sarana untuk melestarikan adat, budaya, bahasa Minang dikalangan generasi muda Minang Saiyo Sydney Australia.</p>
<p>Menurut Nirwan, <em>fund raising</em> Insya Allah akan diadakan tahun ini di Sydney Australia dengan mengundang banyak tokoh-tokoh Minang dan Indonesia, serta semua masyarakat Minang, Indonesia dan muslim di seluruh pelosok dunia.</p>
<p>Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas mengatakan akan berusaha untuk mempromosikan dan mengajak seluruh masyarakat Minang, masyarakat Indonesia dan muslim di seluruh dunia untuk mendukung terwujudnya Surau Sydney Australia ini.</p>
<p>Selain Surau, saat ini ada juga usaha dari masyarakat Minang Melbourne untuk membangun surau atau masjid di Melbourne, Australia.</p>
<p>Dalam pelaksanaan pertemuan Minang sedunia pertama kali di Melbourne, 28 September 2018 lalu sudah mulai dikumpulkan dana untuk Surau Melbourne Australia.</p>
<blockquote>
<h5><span style="font-size: 12pt;"><strong><em>&#8220;Itu akan terus diperjuangkan bersama-sama dengan Surau Sydney Australia,&#8221; ujar Burmalis.</em></strong></span></h5>
</blockquote>
<p>Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang didampingi Nevi yang juga Anggota DPR RI sangat mendukung program Surau ini. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jurnalis Uddin, Ketua Yayasan YARSI yang juga Pembina MDN-G dan Fasli Jalal, mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional.</p>
<p>Fasli Jalal pernah mengutarakan ide <em>fund raising</em> ini dalam pertemuan dengan Ketua Surau Sydney Australia Novri Latief di Sekretariat Yayasan Diaspora Minang tahun lalu.</p>
<blockquote>
<h5><span style="font-size: 12pt;"><strong><em>&#8220;Alhamdulillah sudah banyak yang ikut sebagai donatur surau ini. Alhamdulillah ide tersebut Insya Allah akan dilaksanakan tahun ini,&#8221; pungkasnya. </em></strong></span></h5>
</blockquote>
<p><strong>(Osh)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sandiaga-uno-dukung-gagasan-pendirian-surau-sydney-australia/">Sandiaga Uno Dukung Gagasan Pendirian Surau Sydney Australia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24468</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Semalam Berasa Ranah Minang di Australia</title>
		<link>https://langgam.id/semalam-berasa-ranah-minang-di-australia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2019 22:35:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora minang]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau Minang]]></category>
		<category><![CDATA[perantau minang di australia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=17829</guid>

					<description><![CDATA[<p>Palanta Langgam &#8211; Perantau atau diaspora Minang Sydney Australia yang tergabung dalam wadah Minang Saiyo Sydney (MSS) mengadakan pementasan seni tradisional Minang yang menampilkan silek, randai, talempong, saluang dan diiringi oleh band yang mengiringi penyanyi top Minang, Ratu Sikumbang, beberapa waktu lalu di Petersham Town Hall 107 Crystal St, Petersham NSW, Sydney, Australia. Perantau Minang Sydney sangat terhibur dengan lantunan suara merdu Ratu Sikumbang dan indahnya tari-tarian kesenian Minangkabau Menurut Ketua Minang Saiyo Sydney Yusuf Rizal, acara tahunan Minang Saiyo Sydney guna melepas rindu terhadap kampung halaman sambil melestarikan nilai-nilai adat dan seni budaya minang di rantau orang. Untuk tim kesenian</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/semalam-berasa-ranah-minang-di-australia/">Semalam Berasa Ranah Minang di Australia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palanta Langgam &#8211; </strong>Perantau atau diaspora Minang Sydney Australia yang tergabung dalam wadah Minang Saiyo Sydney (MSS) mengadakan pementasan seni tradisional Minang yang menampilkan silek, randai, talempong, saluang dan diiringi oleh band yang mengiringi penyanyi top Minang, Ratu Sikumbang, beberapa waktu lalu di Petersham Town Hall 107 Crystal St, Petersham NSW, Sydney, Australia.</p>
<p>Perantau Minang Sydney sangat terhibur dengan lantunan suara merdu Ratu Sikumbang dan indahnya tari-tarian kesenian Minangkabau</p>
<p>Menurut Ketua Minang Saiyo Sydney Yusuf Rizal, acara tahunan Minang Saiyo Sydney guna melepas rindu terhadap kampung halaman sambil melestarikan nilai-nilai adat dan seni budaya minang di rantau orang.</p>
<p>Untuk tim kesenian diisi oleh grup tari Bundo Kanduang bersama tim kesenian Universitas Jambi.</p>
<p>Marlis Buestami Koto yang juga merupakan Vice Presiden Minang Diaspora Network Global mengatakan bahwa Minang Saiyo Sydney pernah mengadakan konser akbar di Opera House Sydney dan dihadir banyak penonton.</p>
<p>Menurutnya, dalam beberapa waktu ke depan akan diusahakan agar Minang Festival bisa diadakan di Opera House Sydney guna mempromosikan seni budaya minang sekaligus promosi pariwisata dan Investasi di Sumatra Barat.</p>
<p>Acara juga dihadiri oleh Konsul Jendral RI di Sydney Heru Subono dan jajaran KJRI Sydnet. Mereka, kata Marlis, sangat mendukung acara seni budaya minang ini.</p>
<p>&#8220;Selain untuk ajang promosi budaya dan wisata juga sekaligus menanamkan nilai nilai adat dan budaya kepada generasi minang yang ada di Sydney,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Menurut Direktur Eksekutif MDN-G, Burmalis Ilyas, Australia terutama Sydney merupakan salah satu kota dimana cukup banyak perantau Minang bermukim di sana dan baru kemudian disusul oleh Melbourne.</p>
<p>Diaspora atau perantau Minang Sydney, Melbourne, Perth dan perantau Minang Australia pada umumnya sangat aktif dalam promosi budaya dan kuliner minang di Australia.</p>
<p>Pada bulan September 2018 lalu pertemuan Minang Sedunia yang pertama kali di dunia dan Minangkabau Festival diadakan di kota Melbourne, Australia.</p>
<p>Di Sydney juga terdapat rumah makan Padang atau minang seperti Warung Ita, Dapur Ibu Alya dan lain-lain.</p>
<p>Perantau Minang Sydney saat ini sedang berusaha untuk membangun Surau Sydney Australia dan mengharapkan banyak dukungan dari masyarakat minang dan muslim pada umumnya. (Osh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/semalam-berasa-ranah-minang-di-australia/">Semalam Berasa Ranah Minang di Australia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17829</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/76 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 14:05:56 by W3 Total Cache
-->