<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Pengeroyokan Santri Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/pengeroyokan-santri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/pengeroyokan-santri/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Mar 2019 08:24:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Pengeroyokan Santri Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/pengeroyokan-santri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Alumni Minta Polda Ambil Alih Kasus Pengeroyokan Santri Nurul Ikhlas</title>
		<link>https://langgam.id/alumni-minta-polda-ambil-alih-kasus-pengeroyokan-santri-nurul-ikhlas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2019 11:02:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes Nurul Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=4225</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Alumni Pondok Pesantren Nurul Ikhlas (PPMNI) Tanah Datar dan keluarga korban minta Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat ambil alih kasus pengerokan yang berujung kematian terhadap Roby Al Halim, Rabu (20/03/2019). Sekira sepluh orang alumni Pondok Peantren (Ponpes) Nurul Ikhlas aksi di depan Mapolda Sumbar. Mereka meminta Polda dan Kejadi Sumbar ambil alih kasus pengeroyokan Roby yang saat ini masih dalam proses penyidikan Polresta Padang Panjang. Selain itu, aksi tersebut juga meminta Gubernur dan DPRD Sumbar memanggil dewan pembina yayasan serta pimpinan PPMNI Tanah Datar untuk mempertanggungjawabkan atas peristiwa yang terjadi di Ponpes, baik secara administrasi, moral ataupun sosial. Tidak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/alumni-minta-polda-ambil-alih-kasus-pengeroyokan-santri-nurul-ikhlas/">Alumni Minta Polda Ambil Alih Kasus Pengeroyokan Santri Nurul Ikhlas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Alumni Pondok Pesantren Nurul Ikhlas (PPMNI) Tanah Datar dan keluarga korban minta Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat ambil alih kasus pengerokan yang berujung kematian terhadap Roby Al Halim, Rabu (20/03/2019).</p>
<p>Sekira sepluh orang alumni Pondok Peantren (Ponpes) Nurul Ikhlas aksi di depan Mapolda Sumbar. Mereka meminta Polda dan Kejadi Sumbar ambil alih kasus pengeroyokan Roby yang saat ini masih dalam proses penyidikan Polresta Padang Panjang.</p>
<p>Selain itu, aksi tersebut juga meminta Gubernur dan DPRD Sumbar memanggil dewan pembina yayasan serta pimpinan PPMNI Tanah Datar untuk mempertanggungjawabkan atas peristiwa yang terjadi di Ponpes, baik secara administrasi, moral ataupun sosial.</p>
<p>Tidak hanya itu, mereka juga meminta evaluasi total sistim pendidikan di PPMNI.</p>
<p>Haprizal Roji, koordinator aksi menyebutkan, hingga saat ini belum ada perkembangan, padahal penyidikan sudah berjalan satu bulan lebih.</p>
<p>&#8220;Kasus ini sudah viral, sidah diliput semua media, korban meninggal dunia. Tapi, 17 orang itu (anak pelaku-red) tidak ditahan. Malah dititipkan kembali ke pesantren. Ini sangat lambat. Makanya, kami minta Polda Sumbar segera ambil alih kasus tersebut,&#8221; ujarnya, Rabu (20/03/2019).</p>
<p>Sebelumnya, dikatakan Haprizal, dia sudah bertemu Kasatreskrim Polresta Padang Panjang, Iptu Jonaidi Kalbert.</p>
<p>Haprizal menilai, keterangan dari berkas yang disampaikan Kalbert, tidak memuaskan. &#8220;Isinya Polres Padang Panjang sudah melakukan penyidikan, sudah memeriksa saksi-saksi, dan sudah melakukan reka ulang, setelah dibaca kami tidak puas,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Jika tidak ditanggapi polda dalam waktu dekat, Haprizal akan melapor ke Mabes Polri.</p>
<p>Aksi tersbut tidak hanya di Polda Sumbar, Alumni PPMNI juga unjuk rasa di kantor Kejati, Gubernur dan DPRD Sumbar.</p>
<p>Menanggapi aksi tersebut, Ihsan Al Fadli, kakak kandung Roby Al Halim membenarkan aksi itu atas nama keluarga dan alumni PPMNI.</p>
<p>&#8220;Kami tidak puas dengan hasil kerja polisi, kami juga sudah bicarakan hal itu, kami tidak terima,&#8221; ujar Fadly ketika dihubungi Langgam.id via telepon.</p>
<p>Fadly menilai, kasus yang menimpa adiknya merupakan kasus besar. Seharunya polisi menangani dengan cepat.</p>
<p>Tidak hadirnya keluarga dalam aksi tersebut, dikatakan Fadly, keluarga masih berduka. &#8220;Memang ada rencana aksi, tapi yang alumni saja turun. Kalau orang tua, tidak mungkin ikut, sedangkan pikiranya masih kacau, saya juga sedang tidak berada di Padang,&#8221; kata Ihsan.</p>
<p>Kasatreskrim Polresta Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi mengaku terkejut dengan aksi almni tersebut. &#8220;Itulah, nggak ngerti juga saya. Kami masih berkoordinasi dengan orang tua korban. Kalau soal proses, tentu tetap di Padang Panjang,&#8221; ujarnya kepada Langgam.id saat dihubingi via telepon.</p>
<p>Dikatakan Kalbert, terkait kasus Roby, sudah sampai tahap pengiriman berkas ke Kejaksaan Negeri Padang Panjang.</p>
<p>Saat ini, Polresta Padang Panjang masih menunggu respon dari kejaksaan. &#8220;Berkas sudah dikirim ke kejaksaan. Tentu kita akan menunggu dulu dari jaksa, apakah sudah lengkap atau masih ada kekurangan, itu prosesnya sekarang,&#8221; ungkap Kalbert.</p>
<p>Selain itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Syamsi mengatakan, proses hukum terhadap kasus Roby tetap dipercayakan kepada Polresta Padang Panjang.</p>
<p>&#8220;Polresta Padang Panjang, saya kira sudah melakukan penyidikan sesuai dengan prosedur, sudah dilakukan profesional, jadi percayakan saja kepada penyidik bahwa mereka telah melakukan sesuai aturan,&#8221; ujar Syamsi.</p>
<p>Dia menilai, unjuk rasa boleh saja dan akan diterima, karean itu proses penyampaian pendapat. &#8220;Tapi, Polda Sumbar akan tetap meyrahkan kasus itu ke Polresta Padang Panjang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kalau keluhannya lamban, dikatakan Syamsi, semua pemeriksaan pidana itu ada tahap-tahapnya. Apalagi itu terkait kasus anak di bawah umur. &#8220;Tentu prosesnya beda, kalau tahapnya sudah betul itu. Keluarga mohon bersabar, semua butuh proses,&#8221; ungkap Sayamsi. (Rahmadi/FZ)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/alumni-minta-polda-ambil-alih-kasus-pengeroyokan-santri-nurul-ikhlas/">Alumni Minta Polda Ambil Alih Kasus Pengeroyokan Santri Nurul Ikhlas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4225</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Santri Meninggal Akibat Kekerasan, Asrama Pendidikan Diminta Tingkatkan Pengawasan</title>
		<link>https://langgam.id/santri-meninggal-akibat-kekerasan-asrama-pendidikan-diminta-tingkatkan-pengawasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2019 03:24:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2577</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Lembaga pendidikan berbasis asrama diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang menghuni asrama. Kasus kekerasan yang terjadi pada Robby Al Halim di Tanah Datar diminta jadi kasus yan terakhir kali. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Pusat Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatra Barat (Sumbar) Firdaus Jamal, kepada Langgam.id, Senin (18/2/2019) . Pengeroyokan terhadap santri yang akhirnya meninggal dunia, berdasar informasi dari polisi terjadi berulang kali. &#8220;Kenapa sampai tidak terdeteksi oleh pembina asrama?&#8221; tanya Firdaus. Hal yang terjadi di dalam perkarangan pesantren, menurutnya, seharusnya cepat diketahui oleh pembina asrama. &#8220;Dipertanyakan kenapa lambat mengetahuinya,” kata Firdaus. Menurutnya, segala sesuatu yang terjadi di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/santri-meninggal-akibat-kekerasan-asrama-pendidikan-diminta-tingkatkan-pengawasan/">Santri Meninggal Akibat Kekerasan, Asrama Pendidikan Diminta Tingkatkan Pengawasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Lembaga pendidikan berbasis asrama diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang menghuni asrama. Kasus kekerasan yang terjadi pada Robby Al Halim di Tanah Datar diminta jadi kasus yan terakhir kali.</p>
<p>Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Pusat Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatra Barat (Sumbar) Firdaus Jamal, kepada Langgam.id, Senin (18/2/2019) .</p>
<p>Pengeroyokan terhadap santri yang akhirnya meninggal dunia, berdasar informasi dari polisi terjadi berulang kali. &#8220;Kenapa sampai tidak terdeteksi oleh pembina asrama?&#8221; tanya Firdaus.</p>
<p>Hal yang terjadi di dalam perkarangan pesantren, menurutnya, seharusnya cepat diketahui oleh pembina asrama. &#8220;Dipertanyakan kenapa lambat mengetahuinya,” kata Firdaus.</p>
<p>Menurutnya, segala sesuatu yang terjadi di Pesantren, semestinya menjadi tanggung jawab lembaga tersebut.</p>
<p>Dari sisi lain, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Andalas Elwi Daniel mengatakan, penyelesaian kasus yang melibatkan pelaku anak, tidak melalui peradilan biasa.</p>
<p>“Karena pelakunya anak di bawah 18 tahun, maka proses pemeriksaan tunduk pada ketentuan Undang-undang Perlindungan Anak dan Undang-undang Sistem Peradilan Anak,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, setiap pelaku akan dijatuhi sanksi sesuai dengan tindakannya. Karena terdapat rentetan penganiayaan dalam kasusu ini, maka polisi pasti akan tahu keterlibatan pelaku.</p>
<p>“Bisa jadi setiap pelaku beda sanksinya, pelaku akan mempertanggung jawabkan sesuai dengan apa yang mereka perbuat,” lanjutnya.</p>
<p>Ia menambahkan, hukuman yang akan dijatuhi dapat berupa penjara atau sanlsi lainnya, sesuai keputusan hakim . “Jika dipenjara, tentunya dipisahkan dari penjara orang dewasa,” kata Daniel. (Miftahul Jannah/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/santri-meninggal-akibat-kekerasan-asrama-pendidikan-diminta-tingkatkan-pengawasan/">Santri Meninggal Akibat Kekerasan, Asrama Pendidikan Diminta Tingkatkan Pengawasan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Santri Korban Pengeroyokan Meninggal, Jerat Pidana untuk Pelaku Bisa Bertambah</title>
		<link>https://langgam.id/santri-korban-pengeroyokan-meninggal-jerat-pidana-untuk-pelaku-bisa-bertambah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2019 08:51:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2542</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepolisian Resor Kota Padang Panjang melakukan otopsi terhadap jezanah Robby Al Halim (17), santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Tanah Datar, Sumatra Barat yang mengalami pengeroyokan oleh rekan-rekannya. Otopsi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatra Barat pada Senin (18/2/2019), beberapa jam setelah almarhum meninggal dunia. Kasatreskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi mengatakan, otopsi dilakukan dalam rangka kelengkapan proses penyidikan selanjutnya. Menurut Kalbert, dengan meninggalnya korban bisa ada penambahan pasal terhadap anak pelaku (sebutan tersangka untuk pelaku di bawah umur). Sebelumnya polisi menetapkan pelaku dapat dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 80 Juncto 76 C. &#8220;Bisa jadi ada pasal</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/santri-korban-pengeroyokan-meninggal-jerat-pidana-untuk-pelaku-bisa-bertambah/">Santri Korban Pengeroyokan Meninggal, Jerat Pidana untuk Pelaku Bisa Bertambah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kepolisian Resor Kota Padang Panjang melakukan otopsi terhadap jezanah Robby Al Halim (17), santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Tanah Datar, Sumatra Barat yang mengalami pengeroyokan oleh rekan-rekannya.</p>
<p>Otopsi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatra Barat pada Senin (18/2/2019), beberapa jam setelah almarhum meninggal dunia.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi mengatakan, otopsi dilakukan dalam rangka kelengkapan proses penyidikan selanjutnya.</p>
<p>Menurut Kalbert, dengan meninggalnya korban bisa ada penambahan pasal terhadap anak pelaku (sebutan tersangka untuk pelaku di bawah umur). Sebelumnya polisi menetapkan pelaku dapat dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 80 Juncto 76 C.</p>
<p>&#8220;Bisa jadi ada pasal baru, nanti kita lihat pada proses gelar perkara selanjutnya. Kita juga akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak kejaksaan negeri Padang Panjang,&#8221; katanya saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Sumbar pada Senin (18/2/2019).</p>
<p>Sementara itu, saat ini Polres Padang Panjang melakukan pengamanan terhadap 17 orang anak pelaku di kantor Polres Padang Panjang. Semua anak pelaku juga santri yang merupakan rekan seangkatan korban pada kelas X. Semuanya merupakan anak di bawah umur yaitu 15 dan 16 tahun.</p>
<p>&#8220;17 orang tersebut kita amankan. Kita lakukan pengawasan yang ketat. Tidak kita tahan agar mereka juga tidak mengalami trauma, karena masih anak di bawah umur,&#8221; katanya.</p>
<p>Korban dianiaya oleh anak pelaku pada hari Kamis, Jumat, dan pada Minggu (10/2/2019) dirawat di RSUD Padang Panjang. Lalu Senin (11/2/2019) di rawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR.M.Djamil Padang dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri.</p>
<p>Polisi juga menahan barang bukti berupa sepasang sepatu dan tangkai sapu yang diduga digunakan untuk memukul korban, serta satu helai baju milik korban.</p>
<p>Menurut polisi, dari keterangan saksi, motif pengeroyokan dilakukan anak pelaku karena korban diduga mengambil barang-barang milik anak pelaku.</p>
<p>&#8220;Karena para pelaku merasa kehilangan barang-barang, kemudian itu terjadi berulang, lalu merasa curiga pada korban sehingga melakukan pengeroyokan, kepada korban&#8221; katanya.</p>
<p>Kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak pesantren. Ada lima orang dari pihak pesantren diantaranya ustadny dan pengawas asrama untuk dimintai keterangan.</p>
<p>&#8220;Mengenai pihak pesantren kami akan melaksanakan penyidikan lebih lanjut, apakah terlibat atau tidak. Sekarang kita fokus pada kekerasan terlebih dahulu,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP Dr. M. Djamil Padang, Gustavianof, menuturkan korban Robby telah menjalani perawatan intensif di Ruangan Observasi Intensif (ROI), Instalasi Anestesiologi kurang lebih selama delapan hari.</p>
<p>&#8220;Yang jelas sejak awal datang sudah terjadi penurunan kesadaran sehingga dilakukan pemasangan alat di ruangan ROI. Sudah banyak juga dokter yang dilibatkan diantaranya dokter anestesi dan beberapa dokter bedah,&#8221; katanya.</p>
<p>Namun menurut Gustavianof, beberapa hari terakhir kondisinya semakin turun hingga meninggal pada pukul 06:22 WIB.</p>
<p>&#8220;Selain itu pihak kepolisian juga sudah meminta visum kepada kita beberapa hari yang lalu dalam artian luka, sedangkan untuk visum jenazah sekarang dilakukan di RS Bhayangkara, &#8221; tutup Gustav.</p>
<p>Menurut kakak kandung korban Ihsan Al Fadli (27), Robby dalam kesehariannya merupakan anak yang baik.</p>
<p>&#8220;Ia anaknya baik, tidak banyak ulah, dan penurut,&#8221; kata Ihsan.</p>
<p>Ihsan mengaku terakhir bertemu dengan adiknya tersebut pada bulan Januari lalu saat menghadiri acara pernikahan kakaknya. Saat ini ia jarang bertemu karena ia tinggal dan bekerja di Jakarta.</p>
<p>Menurut Ihsan, adiknya akan segera dimakamkan setelah selesai dilakukan otopsi di pemakaman Koto Laweh Padang Panjang.</p>
<p>Robby merupakan anak dari Yoserizal (58) seorang pengelola kedai kopi di Pasar Sayur Padang Panjang dan Ibunya Meiferi Silawati (53). Ia merupakan bungsu dari empat orang bersaudara. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/santri-korban-pengeroyokan-meninggal-jerat-pidana-untuk-pelaku-bisa-bertambah/">Santri Korban Pengeroyokan Meninggal, Jerat Pidana untuk Pelaku Bisa Bertambah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2542</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Santri Korban Pengeroyokan Akhirnya Meninggal</title>
		<link>https://langgam.id/santri-korban-pengeroyokan-akhirnya-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2019 03:58:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2536</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Robby Al Halim (17), santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Tanah Datar , Sumatra Barat, yang menjadi korban pengeroyokan oleh 17 orang temannya, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang pada Senin (18/2/2019. Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP Dr. M. Djamil Padang, Gustavianof, menuturkan korban Robby telah menjalani perawatan intensif di Ruangan Observasi Intensif (ROI), Instalasi Anestesiologi. Ia dirawat sejak Senin (11/2/2019). Namum, akhirnya Robby menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 06.22 WIB Senin ini dan sekarang sudah berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah. &#8220;Informasinya tadi pagi, saat ini korban masih berada di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/santri-korban-pengeroyokan-akhirnya-meninggal/">Santri Korban Pengeroyokan Akhirnya Meninggal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Robby Al Halim (17), santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Tanah Datar , Sumatra Barat, yang menjadi korban pengeroyokan oleh 17 orang temannya, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang pada Senin (18/2/2019.</p>
<p>Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP Dr. M. Djamil Padang, Gustavianof, menuturkan korban Robby telah menjalani perawatan intensif di Ruangan Observasi Intensif (ROI), Instalasi Anestesiologi. Ia dirawat sejak Senin (11/2/2019).</p>
<p>Namum, akhirnya Robby menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 06.22 WIB Senin ini dan sekarang sudah berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah.</p>
<p>&#8220;Informasinya tadi pagi, saat ini korban masih berada di kamar mayat,&#8221; ujar Gustavianof saat dikonfirmasi.</p>
<p>Untuk saat ini pihak korban masih dalam proses otopsi di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUP DR.M.Djamil. Keluarga dan kerabat korban juga terlihat menunggu hasil otopsi di sekitar ruangan.</p>
<p>Selain itu, Kasatreskrim Polres Padang Panjang, Ajun Komisaris Polisi Kalbert Jonaidi juga sudah berada di lokasi. Untuk saat ini kepolisian belum bisa memberikan keterangan.</p>
<p>&#8220;Kita tunggu dulu semua prosesnya selesai, nanti dijelaskan semua,&#8221; katanya. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/santri-korban-pengeroyokan-akhirnya-meninggal/">Santri Korban Pengeroyokan Akhirnya Meninggal</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2536</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Periksa 19 Orang Terkait Penganiayaan Santri di Tanah Datar</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-periksa-19-orang-terkait-penganiayaan-santri-di-tanah-datar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2019 03:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang telah memeriksa 19 orang terkait kasus penganiyaan seorang santri di Pondok Pesantren modern Nurul Ikhlas, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar. Hal ini terungkap dalam jumpa pers bersama Kabag Ops Polres Padang Panjang Kompol Rudi M, Kasat Reskrim Iptu Kalbert Jonaidi dan Kapolsek X Koto AKP Rita Suryanti di Mapolres Padang Panjang, Kamis (14/2/2019). Mereka yang diperiksa tersebut terdiri atas 17 orang yang diduga sebagao pelaku dan 2 saksi. “Pihak pondok pesantren membawa 19 orang diduga melakukan kekerasan dan pemeriksaan didampingi orangtua santri,” ujar Rudi, sebagaimana dilansir tribatanews di situs resmi Polri. Sementara, Kapolsek</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-periksa-19-orang-terkait-penganiayaan-santri-di-tanah-datar/">Polisi Periksa 19 Orang Terkait Penganiayaan Santri di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang telah memeriksa 19 orang terkait kasus penganiyaan seorang santri di Pondok Pesantren modern Nurul Ikhlas, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>Hal ini terungkap dalam jumpa pers bersama Kabag Ops Polres Padang Panjang Kompol Rudi M, Kasat Reskrim Iptu Kalbert Jonaidi dan Kapolsek X Koto AKP Rita Suryanti di Mapolres Padang Panjang, Kamis (14/2/2019).</p>
<p>Mereka yang diperiksa tersebut terdiri atas 17 orang yang diduga sebagao pelaku dan 2 saksi. “Pihak pondok pesantren membawa 19 orang diduga melakukan kekerasan dan pemeriksaan didampingi orangtua santri,” ujar Rudi, sebagaimana dilansir tribatanews di situs resmi Polri.</p>
<p>Sementara, Kapolsek X Koto AKP Rita menerangkan, kejadian diketahui pada hari Selasa tanggal 12 Februari yang dilaporkan langsung oleh Paman Korban ke Polsek X. Koto.</p>
<p>“Dari laporan tersebut, kemudian kami mengumpulkan barang bukti serta mendatangi TKP”, ujar AKP Rita.</p>
<p>Motif pemukulan kepada korban, menurutnya, dugaan sementara korban mengambil barang-barang milik temannya seperti uang, barang kecil lainnya yang membuat temannya merasa jengkel.</p>
<p>Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendalaman dan penyidikan lebih lanjut terhadap 17 orang pelaku terkait kasus penganiyaan tersebut.</p>
<p>“Karena korban dan pelaku masih digolongkan anak -anak, maka didalami oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Padang Panjang” ujar Kasat Reskrim Iptu Kalbert. (HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-periksa-19-orang-terkait-penganiayaan-santri-di-tanah-datar/">Polisi Periksa 19 Orang Terkait Penganiayaan Santri di Tanah Datar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Segera Tetapkan Tersangka, Santri yang Kritis Dianiaya 3 Hari</title>
		<link>https://langgam.id/polisi-segera-tetapkantersangka-santri-yang-kritis-dianiaya-3-hari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2019 14:23:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang segera melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka dalam kasus pengeroyokan Robby Alhalim, seorang santri di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar. Gelar perkara rencananya dilakukan pada Kamis (14/2/2019) malam, setelah sore harinya pihak kepolisian melakukan pra rekonstruksi di tempat kejadian perkara. Pra rekonstruksi diikuti oleh 19 orang yang diduga terlibat penganiayaan terhadap Robby. Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi, mengatakan dari hasil pemeriksaan dan pra rekonstruksi terhadap santri yang diduga terlibat, terungkap korban ternyata dianiaya tidak hanya dalam sehari. Akan tetapi, korban dianiaya selama 3 hari secara bergantian di pondok</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-segera-tetapkantersangka-santri-yang-kritis-dianiaya-3-hari/">Polisi Segera Tetapkan Tersangka, Santri yang Kritis Dianiaya 3 Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Kepolisian Resor (Polres) Padang Panjang segera melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka dalam kasus pengeroyokan Robby Alhalim, seorang santri di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>Gelar perkara rencananya dilakukan pada Kamis (14/2/2019) malam, setelah sore harinya pihak kepolisian melakukan pra rekonstruksi di tempat kejadian perkara. Pra rekonstruksi diikuti oleh 19 orang yang diduga terlibat penganiayaan terhadap Robby.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi, mengatakan dari hasil pemeriksaan dan pra rekonstruksi terhadap santri yang diduga terlibat, terungkap korban ternyata dianiaya tidak hanya dalam sehari. Akan tetapi, korban dianiaya selama 3 hari secara bergantian di pondok pesantren.</p>
<p>&#8220;Iya, dianiaya sejak hari Kamis, Jumat, dan Minggu. Itu dilakukan ketika malam hari dan orang yang terlibat bergantian. Ada santri yang ikut sejak awal dan ada yang hanya ikut pengeroyokan dalam satu hari saja,&#8221; ujar Kalbert saat dihubungi pada Kamis (14/2/2019).</p>
<p>Dalam kejadian tersebut polisi juga menahan sepasang sepatu dan satu buah tongkat yang merupakan gagang sapu sebagai alat bukti. Diduga kedua benda tersebut digunakan sebagai alat untuk menganiaya korban.</p>
<p>Bentuk kekerasan yang didapatkan Robby diantaranya pemukulan dan ditendang oleh para santri. Namun untuk memastikan harus menunggu hasil visum terlebih dahulu oleh pihak kepolisian.</p>
<p>Menurut Kalbert penganiayaan berawal dari beberapa santri merasa kehilangan barang-barang seperti uang dan kartu. Hal tersebut juga sudah terjadi berulang kali, sehingga membuat para santri jengkel. Puncaknya membuat para santri melakukan penganiayaan kepada korban.</p>
<p>Dikatakan Kalbert, bahwa semua yang diduga ikut menganiaya merupakan anak di bawah umur.</p>
<p>&#8220;Semuanya anak di bawah umur, ada yang 15 tahun, ada yang 16 tahun, dan hanya korban yang berusia 17 tahun,&#8221; kata Kalbert.</p>
<p>Sedangkan untuk penentuan tersangka kemungkinan akan diumumkan pada Jumat (15/2/2019) besok.</p>
<p>&#8220;Kami baru selesai melakukan pra rekonstruksi, nanti akan gelar perkara. Jadi, untuk memutuskan apakah 19 orang itu semuanya terlibat atau tidak, kita lihat dari hasil gelar perkara, besok. Mungkin akan kita umumkan tersangka,&#8221; katanya.</p>
<p>Dari keterangan Kalbert para santri yang melakukan penganiayaan jika terbukti menjadi tersangka, dapat dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, undang-undang peradilan anak, dan undang-undang tentang kekerasan secara bersama.</p>
<p>&#8220;Kalau pasalnya belum jelas, nanti kita tentukan setelah gelar perkara, mungkin besok kita sudah tahu hasilnya,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, hingga Kamis (14/2/2019) sore kondisi Robby Alhalim belum menunjukan perkembangan berarti pasca mendapat perawatan intensif selama 4 hari di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang. Pelbagai dokter spesialis dikerahkan untuk menanganinya di Ruangan Observasi Intensif (ROI) Instalasi Anestesiologi Terapi Intesif.</p>
<p>&#8220;Kami sudah bekerja keras. Dokter spesialis sudah melakukan pelayanan terhadap pasien tersebut sesuai standar. Tapi untuk perkembangan belum ada yang berarti, masih dianggap seperti saat dia datang. Kritis kondisinya,” kata Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP Dr. M. Djamil Padang, Gustavianof.</p>
<p>Dia menyebutkan untuk keadaan pasien memang mengalami trauma di beberapa bagian di tubuhnya. Namun, Gustavianof tidak bisa sebut secara rinci di bagian-bagian tubuh mana yang mengalami trauma karena dokter yang lebih tahu.</p>
<p>&#8220;Dia memang ada trauma di beberapa tempat, itu saja yang bisa disampaikan. Di bagian mananya, itu hanya hak dokter menyampaikan ke keluarga.Yang jelas kondisinya masih seperti kemarin,&#8221; katanya. (Rahmadi/HM)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/polisi-segera-tetapkantersangka-santri-yang-kritis-dianiaya-3-hari/">Polisi Segera Tetapkan Tersangka, Santri yang Kritis Dianiaya 3 Hari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2421</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenag Sumbar Selidiki Kasus Pengeroyokan Santri Nurul Ikhlas</title>
		<link>https://langgam.id/kemenag-sumbar-selidiki-kasus-pengeroyokan-santri-nurul-ikhlas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2019 08:48:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes Nurul Ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=2408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Provinsi Sumatra Barat selidiki kasus pengeroyokan terhadap RA (17), santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanah Datar. Hari ini, tim Kanwil Kemenag Sumbar akan datang ke lokasi, Kamis (14/02/2019). Kardinal, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Sumbar menyebutkan, pihaknya ingin memastikan apa yang sebenarnya taerjadi di lapangan. &#8220;Hari ini kami turun ke lapangan, agar kita tahu bagimana kejadian sebenarnya,&#8221; ujar Kardinal. Proses penelusuran juga dibantu Kemenag Tanah Datar dan akan meminta keterangan dari pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes). Dikatakan Kardinal, Kemenag Sumbar sudah datang ke RSUP M Djamil Padang melihat kondisi korban.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenag-sumbar-selidiki-kasus-pengeroyokan-santri-nurul-ikhlas/">Kemenag Sumbar Selidiki Kasus Pengeroyokan Santri Nurul Ikhlas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Provinsi Sumatra Barat selidiki kasus pengeroyokan terhadap RA (17), santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanah Datar. Hari ini, tim Kanwil Kemenag Sumbar akan datang ke lokasi, Kamis (14/02/2019).</p>
<p>Kardinal, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Sumbar menyebutkan, pihaknya ingin memastikan apa yang sebenarnya taerjadi di lapangan. &#8220;Hari ini kami turun ke lapangan, agar kita tahu bagimana kejadian sebenarnya,&#8221; ujar Kardinal.</p>
<p>Proses penelusuran juga dibantu Kemenag Tanah Datar dan akan meminta keterangan dari pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes). Dikatakan Kardinal, Kemenag Sumbar sudah datang ke RSUP M Djamil Padang melihat kondisi korban.</p>
<p>Kasus pengeroyokan yang terjadi Minggu (10/02/2019) malam itu ditangani oleh Polres Padang Panjang. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang santri yang diduga terlibat, telah diperiksa.</p>
<p>Pihak kepolisian juga telah mengumpulkan barang bukti, termasuk benda-benda yang diduga digunakan dalam pengeroyokan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau hasil pemeriksaannya sudah siap, kami akan beritahu kepada rekan-rekan media. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku sudah dilakukan semuanya,&#8221; ujar Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaid, Kamis (14/02/2019).</p>
<p>Keterangan pihak keluarga, hingga saat ini RA masih belum sadar. &#8220;Masih belum sadar, namun dilihat dari monitor, sudah semakin baik. Doakan untuk kesembuhan RA,&#8221; ujar Ihsan Al Fadli, kakak kandung RA yang juga alumni Ponpes Nurul Ikhlas. <strong>(Rahmadi/FZ)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kemenag-sumbar-selidiki-kasus-pengeroyokan-santri-nurul-ikhlas/">Kemenag Sumbar Selidiki Kasus Pengeroyokan Santri Nurul Ikhlas</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2408</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/65 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-28 15:10:32 by W3 Total Cache
-->