<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Pengelolaan Sampah Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/pengelolaan-sampah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/pengelolaan-sampah/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Mar 2024 03:16:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Pengelolaan Sampah Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/pengelolaan-sampah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>PT Supreme Energy Bantu Kontainer Sampah untuk DLH Kota Padang</title>
		<link>https://langgam.id/pt-supreme-energy-bantu-kontainer-sampah-untuk-dlh-kota-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2024 02:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemko Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=200253</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; PT Supreme Energy Muara Laboh menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan Kota Padang dengan mendonasikan satu unit kontainer bak sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor DLH Kota Padang pada Kamis (28/3/2024) lalu dan diterima oleh Sekretaris DLH didampingi Kepala Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan (P2HL). Kepala DLH Kota Padang, Fadelan FM, menyambut baik bantuan ini dan mengapresiasi dukungan pihak swasta dalam upaya menjaga kebersihan kota. &#8220;Kontainer bak sampah ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Padang,&#8221; ujar Fadelan, dikutip dari Infopublik, Minggu (31/3/2024). Ia berharap dengan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pt-supreme-energy-bantu-kontainer-sampah-untuk-dlh-kota-padang/">PT Supreme Energy Bantu Kontainer Sampah untuk DLH Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; PT Supreme Energy Muara Laboh menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan Kota Padang dengan mendonasikan satu unit kontainer bak sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang.</p>



<p>Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor DLH Kota Padang pada Kamis (28/3/2024) lalu dan diterima oleh Sekretaris DLH didampingi Kepala Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan (P2HL).</p>



<p>Kepala DLH Kota Padang, Fadelan FM, menyambut baik bantuan ini dan mengapresiasi dukungan pihak swasta dalam upaya menjaga kebersihan kota.</p>



<p>&#8220;Kontainer bak sampah ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Padang,&#8221; ujar Fadelan, dikutip dari Infopublik, Minggu (31/3/2024).</p>



<p>Ia berharap dengan adanya bantuan ini, masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan.</p>



<p>Fadelan juga berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam menjaga kebersihan Kota Padang. Ia mengatakan bantuan ini berdampak meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Padang.</p>



<p>Kemudian, mendorong masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, dan menginspirasi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kebersihan kota.</p>



<p>Bantuan kontainer bak sampah dari PT Supreme Energy merupakan langkah positif dalam meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Padang. Diharapkan kerjasama ini dapat terus berlanjut dan membawa dampak positif bagi kebersihan dan kesehatan masyarakat. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pt-supreme-energy-bantu-kontainer-sampah-untuk-dlh-kota-padang/">PT Supreme Energy Bantu Kontainer Sampah untuk DLH Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200253</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebelum Darurat Sampah</title>
		<link>https://langgam.id/sebelum-darurat-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 01:16:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=185450</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa minggu lalu Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menutup TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September 2023 akibat overload&#160;atau kelebihan muatan sampah. Keputusan itu menuai polemik hingga sempat terjadi penumpukan sampah di sejumlah titik, dan pro kontra pembangunan TPS Cangkringan yang belakangan batal. Akhirnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul, kembali dibuka secara terbatas. Pemda DIY juga sudah menunjuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani, Sleman, sebagai alternatif. Informasi ini mengingatkan saya kepada suasana yang sama di Sumatera Barat. Siap atau tidak, boleh jadi sejumlah kota di ranah Minang bakal menghadapi hal yang sama. Hanya soal waktu saja. Kota</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sebelum-darurat-sampah/">Sebelum Darurat Sampah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa minggu lalu Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menutup TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September 2023 akibat <em>overload</em>&nbsp;atau kelebihan muatan sampah. Keputusan itu menuai polemik hingga sempat terjadi penumpukan sampah di sejumlah titik, dan pro kontra pembangunan TPS Cangkringan yang belakangan batal. Akhirnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul, kembali dibuka secara terbatas. Pemda DIY juga sudah menunjuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani, Sleman, sebagai alternatif.</p>



<p>Informasi ini mengingatkan saya kepada suasana yang sama di Sumatera Barat. Siap atau tidak, boleh jadi sejumlah kota di ranah Minang bakal menghadapi hal yang sama. Hanya soal waktu saja. Kota Bukittinggi menempati peringkat dua penyumbang sampah terbesar di Indonesia pada tahun 2020. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, produksi sampah di Bukittinggi pada 2020 mencapai 374,9 kilogram per kapita per tahun (Kompas, 20/5/2022).</p>



<p>Saya ingin berbagi pengalaman bagaimana Australia mengatasi persoalan sampah, dalam hal ini adalah negara bagian Victoria dengan ibukota Melbourne. Yang bisa kita terapkan dengan cepat adalah penggunaan teknologi, bukan lagi bersandarkan cara-cara manual. Permasalahan intinya adalah bagaimana mengatasi kedaruratan tumpukan sampah dengan teknologi pemusnah sampah.</p>



<p>Ada banyak teknologi pemusnah sampah yang bisa diterapkan, bahkan sudah banyak diterapkan di negara lain. Dari beberapa teknologi tersebut, ada yang menggunakan proses biologi seperti fermentasi dan <em>anaerobic digestion</em>&nbsp;(khusus sampah organik). Ada juga yang menggunakan teknologi termal seperti insinerasi/pembakaran, gasifikasi, dan pirolisis. Tentunya semua teknologi bagus. Tetapi kita harus melihat kebutuhan yang sesuai, misalnya dengan TPA Air Dingin di kota Padang. Seperti prosesnya cepat dan bisa menangani semua jenis sampah secara bersamaan, karena tipikal sampah yang ada di TPA Air Dingin &nbsp;adalah sampah campuran.</p>



<p>Dari sekian teknologi yang ada, teknologi termal adalah solusi cepat dan tepat untuk mengatasi persoalan ini dilihat dari sisi kecepatan prosesnya yang hanya membutuhkan waktu hitungan jam saja. Berbeda dengan proses biologi yang membutuhkan waktu hingga mingguan bahkan lebih dari sebulan. Kemudian teknologi termal bisa menangani sampah campuan, tidak hanya sampah organik saja. Teknologi ini, khususnya gasifikasi juga telah diterapkan di kota Surabaya yang sudah beroperasi dan di Solo sebentar lagi akan beroperasi. Menariknya, teknologi ini sekaligus bisa menghasilkan listrik sebagai nilai tambah dalam pengolahan sampah.</p>



<p>Di Australia warga pada umumnya paham bahwa sampah harus dipisah-pisah antara sampah organik dan non-orgamik sebelum dibuang ke pusat daur ulang. Sekitar lebih 50% sampah diproses menjadi enerji panas untuk memanasi ruangan di musim dingin.</p>



<p>Di Australia manajemen sampah merupakan sebuah industri yang bernilai miliaran dolar. Secara keseluruhan 52% sampah diubah menjadi tenaga listrik 47% didaur ulang dan sisanya sekitar 1% ditimbun dalam tanah. Australia bahkan mendidik anak-anak tentang budaya mengelola sampah. Hari nasional sampah digunakan anak-anak untuk membersihkan sampah dan lingkungan. Anak-anak juga dilatih menulis makalah tentang pengelolaan sampah. Sementara warga yang membuang sampah di pusat daur ulang mendapat kupon potongan harga.</p>



<p>Kita bisa memulai ini di Sumatera Barat lewat kebiasaan. Pertama-tama warga harus membersihkan terlebih dahulu sampah tersebut sebelum diantar sendiri ke pusat daur ulang. Sampai di pusat daur ulang warga harus memasukkan masing-masing jenis sampah tersebut kedalam kotak-kota yang sudah diberi tulisan sesuai dengan sampah yang akan diproses. Untuk sampah organik warga harus mengubahnya menjadi kompos. Untuk keperluan itu pemerintah (pusat/daerah) memberikan subsidi pembelian alat pemroses kompos bertenaga listrik. Sedangkan sampah nonorganik yang tak dapat digunakan kembali dibungkus dalam kantong khusus untuk dibakar.</p>



<p>Persoalan dasar yang dihadapi kota Padang, misalnya, adalah bagaimana mengubah persepsi warga tentang sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Untuk itu perlu sosialiasi yang memakan waktu dan tenaga menjelaskan tentang konsep 3R (<em>reduce, reuse, recycle</em>). <em>Reduce</em>&nbsp;adalah pengurangan sampah seperti mengurangi penggunaan sampah sekali pakai seperti kantong plastik. <em>Reuse</em>&nbsp;atau penggunaan kembali seperti kaleng biskuit yang bisa digunakan kembali sebagai tempat penyimpan barang kecil. <em>Recycle</em>&nbsp;atau daur ulang kain berwarna menjadi boneka atau sepatu. Proses ini memerlukan kesabaran dan ketelatenan.</p>



<p>Kita di Padang sebetulnya memiliki sejumlah bank sampah di sejumlah RT. Ini sangat membantu menyalurkan sampah nonorganik berupa kertas ke pengepul. Namun pemerintah kota perlu bekerja sama dengan perusahaan yang bersedia membeli sampah-sampah non-organik lainnya.</p>



<p>Mengatasi sampah bukan saja menyangkut menggerakan kebiasaan dan penyadaran warga, tapi juga menyangkut investasi. Pemda selalu berdalih tingginya biaya investasi. Kalau kita hanya menghitung terkait sampah saja mungkin iya. Tetapi tentunya kita harus memperhitungkan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kemudian waktu, biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan selama bertahun-tahun tanpa solusi yang jelas juga harus diperhitungkan. Harapannya semoga pemerintah daerah segera sadar akan kondisi dan situasi ini dan harus bagaimana menanganinya.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sebelum-darurat-sampah/">Sebelum Darurat Sampah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">185450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Memupuk Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Pemilahan Sampah</title>
		<link>https://langgam.id/memupuk-kesadaran-masyarakat-akan-pentingnya-pemilahan-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmi Awalina]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 09:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=178122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemilahan sampah dari sumber menjadi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan persentase daur ulang sampah dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA. Apabila tiap individu masyarakat terbiasa memilah sampah sedari rumah walaupun hanya dengan membedakan antara sampah organik dan anorganik, maka proses pengelolaan di TPS ataupun TPST 3R akan menjadi lebih mudah. Idealnya pemilahan dilakukan dengan membedakan sampah menjadi minimal 6 jenis, antara lain sampah organik, kaca, B3, kertas atau karton, plastik, dan residu. Untuk memudahkan pemilahan sampah sebaiknya kita perlu mengidentifikasi jenis sampah atau potensi sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Selanjutnya mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/memupuk-kesadaran-masyarakat-akan-pentingnya-pemilahan-sampah/">Memupuk Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Pemilahan Sampah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pemilahan sampah dari sumber menjadi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan persentase daur ulang sampah dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA. </p>



<p>Apabila tiap individu masyarakat terbiasa memilah sampah sedari rumah walaupun hanya dengan membedakan antara sampah organik dan anorganik, maka proses pengelolaan di TPS ataupun TPST 3R akan menjadi lebih mudah. Idealnya pemilahan dilakukan dengan membedakan sampah menjadi minimal 6 jenis, antara lain sampah organik, kaca, B3, kertas atau karton, plastik, dan residu.</p>



<p>Untuk memudahkan pemilahan sampah sebaiknya kita perlu mengidentifikasi jenis sampah atau potensi sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Selanjutnya mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah atau Limbah Bahan Berbahaya Beracun (Limbah B3). </p>



<p>Itulah fungsi ketiga tempat sampah diatas, yaitu sebagai wadah penempatan sementara berdasarkan jenis sampah organik, sampah anorganik dan Limbah B3. Bila memungkinkan jumlah wadah tersebut bisa lebih dari tiga, kelompok sampah anorganik bisa dibagi lagi seperti sampah plastik diberi tempat tersendiri, begitu juga dengan sampah kaleng, kaca, karet dan sebagainya. </p>



<p>Wadah sampah perlu diberi label untuk memudahkan dalam penempatan sampah sehingga tidak tercampur, sebaiknya perlu juga diberi warna, seperti warna HIJAU untuk sampah basah, KUNING untuk sampah kering dan MERAH untuk limbah B3. </p>



<p>Jika penempatan sampah telah sesuai maka rantai pertama dalam aktivitas pengelolaan sampah dapat dinyatakan aman karena tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar. Selanjutnya sampah siap diangkut ke tujuannya masing-masing, seperti TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah.</p>



<p>Bagi sampah anorganik yang bisa didaur ulang kembali, sampah tersebut bisa dibawa ke bank sampah untuk ditabung ataupun diolah sesuai dengan kreatifitas yang diinginkan.</p>



<p>Sementara limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3 (bahan, zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya). </p>



<p>Di lingkungan rumah limbah B3 bisa ditemukan seperti bola lampu bekas, baterai bekas, oli bekas dan sejenisnya. Penjelasan lebih rinci terkait Limbah B3 diatur dalam PP 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah B3. Dengan mengetahui jenis sampah yang dihasilkan maka penempatannya harus juga disesuaikan, jangan sampai tercampur dengan sampah jenis lainnya. </p>



<p>Jangan menempatkan sampah organik di tempat sampah anorganik, apalagi di tempat limbah B3, atau sebaliknya. Sebab bercampurnya jenis sampah dapat mengurangi kualitas sampah itu sendiri terutama sampah yang akan didaur-ulang dan bisa menjadi nilai tambah ekonomis. </p>



<p>Jika pemilihan sampah telah dilakukan dengan benar berarti kita telah patuh terhadap Undang-Undang dan Peraturan terkait pengelolaan sampah. Kita sudah dapat berkontribusi membuat aktivitas pengelolaan sampah berjalan lebih efektif dan efisien serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.</p>



<p>Bila dilakukan pekerjaan memilah sampah itu sangat mudah namun kebanyakan rumah tangga tidak melakukannya. Hanya 9,3% rumah tangga di Indonesia yang sering dan selalu melakukan pemilahan sampah, 19% kadang-kadang dan 71,7% tidak melakukan (Hasil Survei SUSENAS 2017). </p>



<p>Ketika sosialisasi sudah dilakukan diharapkan masyarakat secara sadar bisa menempatkan sampah sesuai petunjuk yang terdapat pada wadah sampahnya. Memang mengubah kebiasaan itu terasa berat, butuh proses dan waktu yang lama. </p>



<p>Memunculkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk itu keterlibatan semua pihak termasuk anak-anak, bahkan semua institusi, dilakukan secara terus-menerus dan menyeluruh. </p>



<p>Sebab aktivitas pemilihan sampah itu wajib dilakukan oleh setiap orang pada sumbernya, demikian amanat yang tertuang dalam Permen LH 81/2012.</p>



<p><strong>*Rahmi Awalina adalah Dosen Fateta Unand dan Penggiat Lingkungan</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/memupuk-kesadaran-masyarakat-akan-pentingnya-pemilahan-sampah/">Memupuk Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Pemilahan Sampah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178122</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selama Libur Lebaran, Volume Sampah di Padang Naik 10 Persen</title>
		<link>https://langgam.id/selama-libur-lebaran-volume-sampah-di-padang-naik-10-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 May 2022 00:17:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2022]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155358</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kota Padang mencatat volume sampah di daerah itu ikut naik selama libur panjanh Lebaran tahun ini. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon mengatakan konsumsi masyarakat meningkat signifikan, sehingga berkontribusi pula meningkatkan produksi sampah. &#8220;Saat Lebaran konsumsi masyarakat meningkat. Sehingga sampah yang dihasilkan juga meningkat,&#8221; ungkapnya. Kenaikan volume sampah saat Lebaran terbilang signifikan mencapai 10 persen. &#8220;Jumlah sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga, kemudian sampah yang dihasilkan pedagang, salah satunya sampah kelapa muda,&#8221; ungkap Mairizon. Diakui Kepala DLH itu, tingginya volume sampah membuat petugas kebersihan bekerja ekstra agar tidak terjadi penumpukan sampah di TPS. Dirinya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selama-libur-lebaran-volume-sampah-di-padang-naik-10-persen/">Selama Libur Lebaran, Volume Sampah di Padang Naik 10 Persen</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Kota Padang mencatat volume sampah di daerah itu ikut naik selama libur panjanh Lebaran tahun ini.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon mengatakan konsumsi masyarakat meningkat signifikan, sehingga berkontribusi pula meningkatkan produksi sampah.</p>
<p>&#8220;Saat Lebaran konsumsi masyarakat meningkat. Sehingga sampah yang dihasilkan juga meningkat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kenaikan volume sampah saat Lebaran terbilang signifikan mencapai 10 persen.</p>
<p>&#8220;Jumlah sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga, kemudian sampah yang dihasilkan pedagang, salah satunya sampah kelapa muda,&#8221; ungkap Mairizon.</p>
<p>Diakui Kepala DLH itu, tingginya volume sampah membuat petugas kebersihan bekerja ekstra agar tidak terjadi penumpukan sampah di TPS. Dirinya berharap, masyarakat untuk dapat mengelola sampah sehingga mampu menekan volume sampah agar tidak menumpuk.</p>
<p>Selain itu, Mairizon juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar Kota Padang tetap bersih dan indah.</p>
<p>&#8212;</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selama-libur-lebaran-volume-sampah-di-padang-naik-10-persen/">Selama Libur Lebaran, Volume Sampah di Padang Naik 10 Persen</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155358</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TPA Air Dingin Diprediksi Lebihi Kapasitas 2026, Ini Rencana Wali Kota Padang Mengatasinya</title>
		<link>https://langgam.id/tpa-air-dingin-diprediksi-lebihi-kapasitas-2026-ini-rencana-wali-kota-padang-mengatasinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2022 14:29:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Padang]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Air Dingin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=148593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: TPA Air Dingin diprediksi over kapasitas tahun 2026, dan tak akan mampu lagi menampung sampah masyarakat Kota Padang. Langgam.id &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memprediksi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin di Kecamatan Koto Tangah akan melebihi kapasitas pada tahun 2026, dan tak akan mampu lagi menampung sampah yang dihasilkan masyarakat. Menanggapi hal itu, Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, salah satu upaya agar TPA Air Dingin tak over kapasitas, maka masyarakat diimbau agar mengurangi penggunaan produk sekali pakai. Menurut Hendri, saat ini sampah masyarakat Kota Padang yang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tpa-air-dingin-diprediksi-lebihi-kapasitas-2026-ini-rencana-wali-kota-padang-mengatasinya/">TPA Air Dingin Diprediksi Lebihi Kapasitas 2026, Ini Rencana Wali Kota Padang Mengatasinya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: TPA Air Dingin diprediksi over kapasitas tahun 2026, dan tak akan mampu lagi menampung sampah masyarakat Kota Padang.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memprediksi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin di Kecamatan Koto Tangah akan melebihi kapasitas pada tahun 2026, dan tak akan mampu lagi menampung sampah yang dihasilkan masyarakat.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, salah satu upaya agar TPA Air Dingin tak over kapasitas, maka masyarakat diimbau agar mengurangi penggunaan produk sekali pakai.</p>
<p>Menurut Hendri, saat ini sampah masyarakat Kota Padang yang dihasilkan setiap hari mencapai 550 ton.</p>
<p>&#8220;Itu semua (sampah) berakhir di TPA Air Dingin, dan kita tidak punya tempat lain,&#8221; ujar Hendri di Balai Kota Padang, Kamis (17/2/2022).</p>
<p>Hendri mengaku, saat ini Pemko Padang juga tengah mencari jalan keluar atau solusi persoalan sampah di Kota Padang, termasuk rencana menjadikannya energi terbarukan.</p>
<p>Apalagi, kata Hendri, saat ini 3,7 ton sampah di TPA Air Dingin tidak terkelola.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan Hendri, Pemko Padang juga sudah membicarakan persoalan sampah itu dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).</p>
<p>Selain itu, sebut Hendri, Pemko Padang juga telah MoU dengan PT Semen Padang untuk menjadikan sampah sebagai sumber energi terbarukan.</p>
<p>Pemko, lanjut Hendri, akan mendorong PT Semen Padang untuk mau berinvestasi membangun sumber energi dari sampah.</p>
<p>&#8220;Semen Padang tertarik untuk menggantikan penggunaan sumber energi dari batu bara. Kami mendorong ini, agar PT Semen Indonesia berinvestasi saja, toh mereka juga yang akan makai energinya,&#8221; ungkap Hendri.</p>
<p>Tapi, sebut Hendri, pemanfaatan sampah untuk sumber energi yang sudah berjalan 50 persen itu terkendala kenuangan.</p>
<p>&#8220;Dibutuhkan dana senilai Rp350 miliar untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah itu. Sementara, Semen Padang baru menyanggupi Rp89 miliar, masih terkendala di investasinya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Jika PT Semen Padang mau mengelola sampah itu, kata Hendri, maka Pemko Padang akan menyerahkan sepenuhnya sampah itu untuk dijadikan energi listrik.</p>
<p>&#8220;Silakan pakai sampah 3,7 ton itu. Juga ada 550 ton tambahannya setiap hari. Kalau kurang, kita akan minta sampah dari kabupaten dan kota lain,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Hendri berharap, kerjasama itu segera terealisasikan, karena 2026 sudah dekat.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/hasil-riset-kota-padang-krisis-pengelolaan-sampah/">Hasil Riset: Kota Padang Krisis Pengelolaan Sampah</a></strong></p>
<p>&#8220;Jangan sampai over dulu, baru kita kocar kacir,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tpa-air-dingin-diprediksi-lebihi-kapasitas-2026-ini-rencana-wali-kota-padang-mengatasinya/">TPA Air Dingin Diprediksi Lebihi Kapasitas 2026, Ini Rencana Wali Kota Padang Mengatasinya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">148593</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Solusi dari Mahyeldi untuk Pengelolaan Sampah di Sumbar: Pola Pikir Kita Harus Diubah</title>
		<link>https://langgam.id/solusi-dari-mahyeldi-untuk-pengelolaan-sampah-di-sumbar-pola-pikir-kita-harus-diubah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2022 10:24:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=145566</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Mahyeldi meminta, mindset tentang sampah harus diubah, agar persolaan sampah dapat diselesaikan. Langgam.id &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) akan terus berupaya meningkatkan pengelolaan sampah di daerah itu. Terbaru, juga ada penandatanganan MoU tentang kerjasama Percepatan Investasi Pemanfaatan Sampah dengan Universitas Bung Hatta (UBH). Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, tentang pengelolaan sampah di Sumbar, merupakan PR bersama, bukan hanya masyarakat saja, namun pemerintah pun harus andil dalam hal tersebut. &#8220;Kalau mindset kita tentang sampah masih seperti yang lama, maka permasalahan sampah sampai saat ini tidak akan selesai. Oleh karena itu, kita harus</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/solusi-dari-mahyeldi-untuk-pengelolaan-sampah-di-sumbar-pola-pikir-kita-harus-diubah/">Solusi dari Mahyeldi untuk Pengelolaan Sampah di Sumbar: Pola Pikir Kita Harus Diubah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Mahyeldi meminta, mindset tentang sampah harus diubah, agar persolaan sampah dapat diselesaikan.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) akan terus berupaya meningkatkan pengelolaan sampah di daerah itu. Terbaru, juga ada penandatanganan MoU tentang kerjasama Percepatan Investasi Pemanfaatan Sampah dengan Universitas Bung Hatta (UBH).</p>
<p>Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, tentang pengelolaan sampah di Sumbar, merupakan PR bersama, bukan hanya masyarakat saja, namun pemerintah pun harus andil dalam hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau mindset kita tentang sampah masih seperti yang lama, maka permasalahan sampah sampai saat ini tidak akan selesai. Oleh karena itu, kita harus mengubah pola pikir kita,&#8221; ujar Mahyeldi, Selasa (18/1/2022).</p>
<p>Mahyeldi berharap, adanya MoU dengan UBH dan juga digelarnya <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) terkait pengelolaan sampah, akan lahir kebijakan yang menyangkut tentang optimalisasi penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Padang dan di Sumbar umumnya.</p>
<p>&#8220;Saya dan kita semua yang hadir di sini, sudah pasti berharap kegiatan ini akan mampu menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berkualitas dalam penganganan permasalahan sampah. Sehingga, pengelolaan sampah bisa dilaksanakan dengan efektif, bahkan bukan tidak mungkin melahirkan peluang-peluang ekonomi yang baru,&#8221; ungkap Mahyeldi.</p>
<p>Sementara itu, Dubes RI untuk Nowergia, Todung Mulya Lubis yang hadir sebagai pembicara dalam FGD itu menyebutkan, pemanfaatan sampah harus dilakukan secara holistik.</p>
<p>Pendekatan holistis ini, kata Todung, melibatkan semua pemangku kepentingan, stakeholder, pemerintah, dan dunia usaha.</p>
<p>&#8220;Saya betul-betul berharap semua pemangku kepentingan akan mendukung dan bersama-sama bergandengan tangan menyukseskan proyek ini. Semoga Sumbar menjadi rule model untuk provinsi lain,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dalam FGD itu, juga dibahasa tentang investasi pemanfaatan sampah untuk diolah dengan prosedur yang baik.</p>
<p>Kemudian, optimalisasi pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui program digital platform untuk memilih sampah rumah tangga, pasar, perkantoran, dan industri.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/bakar-sampah-siang-bolong-diduga-picu-kebakaran-lahan-di-air-dingin-padang/">Bakar Sampah Siang Bolong Diduga Picu Kebakaran Lahan di Air Dingin Padang</a></strong></p>
<p>Lalu, juga dibahas seputar pemilahan sampah berdasarkan warna kantong plastik serta transportasi.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/solusi-dari-mahyeldi-untuk-pengelolaan-sampah-di-sumbar-pola-pikir-kita-harus-diubah/">Solusi dari Mahyeldi untuk Pengelolaan Sampah di Sumbar: Pola Pikir Kita Harus Diubah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145566</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sumbar Segera Miliki Insenerator B3, 7 Ton Limbah Rumah Sakit Bisa Dimusnahkan Sehari</title>
		<link>https://langgam.id/sumbar-segera-miliki-insenerator-b3-7-ton-limbah-rumah-sakit-bisa-dimusnahkan-sehari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2021 01:35:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=116386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) segera memiliki insenerator atau alat pemusnah sampah limbah B3 dengan kapasitas mencapai 7 ton perhari. Alat tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI. Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, insenerator mampu memusnahkan 300 kilogram sampah perjam. Alat ini bisa terus-menerus beroperasi selama satu hari penuh sehingga kapasitasnya bisa mencapai 7 ton per hari. &#8220;Insenerator dapat digunakan secara maksimal. Maka perlu dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang memadai, di antaranya jalan yang cukup lebar menuju lokasi. sehingga truk pengangkut sampah B3 bisa melewatinya,&#8221; katanya saat meninjau insenerator di TPA Air Dingin, Koto Tangah, Padang, Minggu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-segera-miliki-insenerator-b3-7-ton-limbah-rumah-sakit-bisa-dimusnahkan-sehari/">Sumbar Segera Miliki Insenerator B3, 7 Ton Limbah Rumah Sakit Bisa Dimusnahkan Sehari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) segera memiliki insenerator atau alat pemusnah sampah limbah B3 dengan kapasitas mencapai 7 ton perhari. Alat tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI.</p>
<p dir="ltr">Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, insenerator mampu memusnahkan 300 kilogram sampah perjam. Alat ini bisa terus-menerus beroperasi selama satu hari penuh sehingga kapasitasnya bisa mencapai 7 ton per hari.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Insenerator dapat digunakan secara maksimal. Maka perlu dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang memadai, di antaranya jalan yang cukup lebar menuju lokasi. sehingga truk pengangkut sampah B3 bisa melewatinya,&#8221; katanya saat meninjau insenerator di TPA Air Dingin, Koto Tangah, Padang, Minggu (11/7/2021).</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://langgam.id/dlh-sumbar-imbau-petugas-kpps-buang-limbah-apd-sesuai-protokol-kesehatan/"><strong>DLH Sumbar Imbau Petugas KPPS Buang Limbah APD Sesuai Protokol Kesehatan</strong></a></p>
<p dir="ltr">Ia juga memastikan persiapan fasilitas-fasilitas penunjang, karena tanpa itu, alat tidak bisa bekerja secara maksimal. Dalam rencana, pada awal 2022 semua fasilitas tersebut telah terbangun. Sehingga, insenerator bisa segera beroperasi untuk memusnahkan limbah B3 dari seluruh rumah sakit di Sumbar.</p>
<h2 dir="ltr">Agar Efektif</h2>
<p dir="ltr"><a href="https://dlh.sumbarprov.go.id/">Kepala Dinas</a> Lingkungan Hidup Sumbar Siti Aisyah mengatakan, insenerator itu tidak bisa beroperasi hanya satu atau dua jam saja perhari.  Hal itu tidak efektif dan efesien karena menyebabkan pemborosan BBM.</p>
<p>&#8220;Agar lebih efektif alat itu harus bekerja cukup lama atau bahkan nonstop selama 24 jam. Sehingga biaya operasional bisa lebih murah,&#8221; ujarnya, sebagaimana dirilis Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar.</p>
<p>Untuk itu maka perlu koordinasi agar seluruh sampah B3 di Sumbar. Baik dari rumah sakit atau dari fasilitas lain yang menghasilkan limbah harus dimusnahkan di insenerator tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas PU Sumbar Fathul bari menyebutkan pihaknya akan segera berupaya membangun jalan agar lokasi insenerator tersebut bisa terjangkau oleh truk truk yang berkapasitas besar.</p>
<p>Menurutnya untuk operasional butuh jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 7 meter. Untuk itu butuh dana sekitar Rp4 miliar. &#8220;Namun karena alat ini segera digunakan, maka di perubahan bisa kita upayakan cor di titik-titik tertentu agar bisa dilewati truk,&#8221; katanya. Sementara pembangunan jalan yang lebih representatif akan dikerjakan pada 2022. (Rahmadi/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sumbar-segera-miliki-insenerator-b3-7-ton-limbah-rumah-sakit-bisa-dimusnahkan-sehari/">Sumbar Segera Miliki Insenerator B3, 7 Ton Limbah Rumah Sakit Bisa Dimusnahkan Sehari</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116386</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sampah Batok Kelapa Meningkat Drastis, Ini Kata DLHK Padang</title>
		<link>https://langgam.id/sampah-batok-kelapa-meningkat-drastis-ini-kata-dlhk-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 May 2021 02:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Kota Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=102381</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat terjadi penambahan volume sampah batok kepala selama bulan Ramadan 1442 hijriah. “Ya, selama Ramadan ini volume sampah batok kelapa meningkat drastis. Sementara sampah lainnya masih normal,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon, Jumat (30/4/2021). Sejauh ini, volume sampah masih berkisar antara 400 sampai 500 ton. Hanya saja, volume sampah batok kelapa mengalami peningkatan. Disebutkan Mairizon, jika di hari biasanya volume sampah batok kelapa hanya 4 truk sehari, bulan Ramadan ini bisa mencapai 7-8 truk sehari. Baca juga: Tak Pakai Masker, 1.000 Lebih Warga Terjaring Razia di Padang Begitupun</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sampah-batok-kelapa-meningkat-drastis-ini-kata-dlhk-padang/">Sampah Batok Kelapa Meningkat Drastis, Ini Kata DLHK Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat terjadi penambahan volume sampah batok kepala selama bulan Ramadan 1442 hijriah.</p>
<p>“Ya, selama Ramadan ini volume sampah batok kelapa meningkat drastis. Sementara sampah lainnya masih normal,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang <a href="https://infopublik.id/mediacenter/5446">Mairizon</a>, Jumat (30/4/2021).</p>
<p>Sejauh ini, volume sampah masih berkisar antara 400 sampai 500 ton. Hanya saja, volume sampah batok kelapa mengalami peningkatan.</p>
<p>Disebutkan Mairizon, jika di hari biasanya volume sampah batok kelapa hanya 4 truk sehari, bulan Ramadan ini bisa mencapai 7-8 truk sehari.</p>
<p><a href="https://langgam.id/tak-pakai-masker-1-000-lebih-warga-terjaring-razia-di-padang/"><strong>Baca juga: Tak Pakai Masker, 1.000 Lebih Warga Terjaring Razia di Padang</strong></a></p>
<p>Begitupun jumlah trip pengangkutannya juga bertambah dari biasanya 3 trip, sekarang menjadi 4-5 trip.</p>
<p>Untuk proses pengangkutannya, petugas kebersihan langsung melakukan penjemputan ke sumber lokasi sampah. Diantaranya di kawasan Pantai Padang, Ujung Gurun dan kawasan lainnya di Kota Padang.</p>
<p>“Petugas kita langsung menjemputnya ke lokasi. Oleh karena itu, kita mengimbau kepada pedagang agar bisa meletakkan sampahnya dengan baik dan tidak membuangnya di sembarangan tempat,” imbau Mairizon.<strong>(*/Ela)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sampah-batok-kelapa-meningkat-drastis-ini-kata-dlhk-padang/">Sampah Batok Kelapa Meningkat Drastis, Ini Kata DLHK Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Klaim Produksi Sampah di Kota Padang Turun Selama Ramadan</title>
		<link>https://langgam.id/dlh-klaim-produksi-sampah-di-kota-padang-turun-selama-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2021 01:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=99237</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mengklaim terjadi penurunan produksi sampah pada Ramadan tahun ini. Penurun tersebut disebabkan melemahnya ekonomi masyrakata selama pandemi covid-19. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon mengatakan, jika pada bulan Ramadan sebelum adanya pandemi covid-19, jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin lebih 500 ton sehari. &#8220;Namun pada Ramadan tahun ini jumlah sampah hanya di kisaran 450 hingga 500 ton sehari,&#8221; katanya, Kamis (15/4/2021). &#8220;Biasanya di bulan puasa sebelum pandemi, kenaikan jumlah sampah perhari mencapai 10 persen dari hari normal, namun kami melihat di puasa kali ini tidak</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dlh-klaim-produksi-sampah-di-kota-padang-turun-selama-ramadan/">DLH Klaim Produksi Sampah di Kota Padang Turun Selama Ramadan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mengklaim terjadi penurunan produksi sampah pada Ramadan tahun ini. Penurun tersebut disebabkan melemahnya ekonomi masyrakata selama pandemi covid-19.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang <a href="https://www.facebook.com/DiskominfoKotaPadang/">Mairizon</a> mengatakan, jika pada bulan Ramadan sebelum adanya pandemi covid-19, jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin lebih 500 ton sehari.</p>
<p>&#8220;Namun pada Ramadan tahun ini jumlah sampah hanya di kisaran 450 hingga 500 ton sehari,&#8221; katanya, Kamis (15/4/2021).</p>
<p>&#8220;Biasanya di bulan puasa sebelum pandemi, kenaikan jumlah sampah perhari mencapai 10 persen dari hari normal, namun kami melihat di puasa kali ini tidak terjadi kenaikan signifikan,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Mairizon menduga, penurunan produksi sampah warga karena berbagai faktor. Salah satunya melemahnya ekonomi warga di masa pandemi covid-19.</p>
<p><a href="https://langgam.id/dianggap-meresahkan-pemko-padang-larang-sarang-burung-walet-dekat-pemukiman/"><strong>Baca juga: Dianggap Meresahkan, Pemko Padang Larang Sarang Burung Walet Dekat Pemukiman</strong></a></p>
<p>&#8220;Sampah berbanding lurus dengan konsumsi masyarakat dan konsumsi masyarakat berbanding lurus dengan pendapatan atau daya beli masyarakat. Selama pandemi, pendapatan masyarakat menurun karena banyak kegiatan ekonomi yang berhenti atau berkurang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, ia tetap mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarang. &#8220;Buanglah sampah di tempatnya. Mari kita jaga kebersihan dan keindahan kota,&#8221; imbau.</p>
<p>Ia juga mengajak warga untuk tidak membakar sampah. Serta membuang sampah di TPS sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.<strong>(*/Ela)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/dlh-klaim-produksi-sampah-di-kota-padang-turun-selama-ramadan/">DLH Klaim Produksi Sampah di Kota Padang Turun Selama Ramadan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99237</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ekskavator Rusak, Aktivitas Bongkar Sampah di TPA Air Dingin Padang Terganggu</title>
		<link>https://langgam.id/ekskavator-rusak-aktivitas-bongkar-sampah-di-tpa-air-dingin-padang-terganggu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2021 09:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=94469</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Aktivitas bongkar sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Dingin, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) terganggu. Hal ini lantaran alat ekskavator yang biasa digunakan untuk bongkar sampah dari atas truk rusak. Rusaknya alat ekskavator Informasinya telah terjadi sejak dua hari belakangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Mairizon membenarkan hal tersebut. &#8220;Ada gangguan pada aktivitas bongkar sampah di TPA Air Dingin. Kerusakan alat ekskavator terjadi karena ada salah satu kabel yang bocor sehingga tidak bisa berfungsi,&#8221; katanya kepada wartawan, Kamis (11/3/2021). Menanggapi permasalahan itu, kata Mairizon, pihaknya telah menghubungi teknisi untuk melakukan perbaikan. Hingga sore ini, antrian kendaraan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ekskavator-rusak-aktivitas-bongkar-sampah-di-tpa-air-dingin-padang-terganggu/">Ekskavator Rusak, Aktivitas Bongkar Sampah di TPA Air Dingin Padang Terganggu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Aktivitas bongkar sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Dingin, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) terganggu. Hal ini lantaran alat ekskavator yang biasa digunakan untuk bongkar sampah dari atas truk rusak.</p>
<p>Rusaknya alat ekskavator Informasinya telah terjadi sejak dua hari belakangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Mairizon membenarkan hal tersebut.</p>
<p>&#8220;Ada gangguan pada aktivitas bongkar sampah di TPA Air Dingin. Kerusakan alat ekskavator terjadi karena ada salah satu kabel yang bocor sehingga tidak bisa berfungsi,&#8221; katanya kepada wartawan, Kamis (11/3/2021).</p>
<p>Menanggapi permasalahan itu, kata Mairizon, pihaknya telah menghubungi teknisi untuk melakukan perbaikan. Hingga sore ini, antrian kendaraan truk sampah yang menunggu waktu bongkar mencapai 36 unit.</p>
<p>&#8220;Alat yang berada di TPA Air Dingin itu ada dua unit yakni alat dozer dan ekskavator ini. Kerusakan ini tidak pertama kali terjadi, karena alat itu terus digunakan untuk beroperasi di TPA Air Dingin,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Antrean truk pengangkut sampah di jalan menuju pintu masuk TPA Air Dingin ini dilakukan karena mencegah terjadinya penumpukan sampah, selagi alat ekskavator rusak. Jika tidak, bisa menghambat akses jalan.</p>
<p>Mairizon mengatakan dengan rusaknya alat ekskavator itu tentu berdampak terhadap aktivitas pengangkutan sampah dan pembongkaran sampah. Namun gangguan yang dialami tidak terlalu signifikan.</p>
<p>&#8220;Gangguan itu pasti, namun sampah-sampah yang berada di TPS atau pun sampah yang ada di masyarakat sudah kami angkut semua hari ini, jadi gangguannya hanya pada proses pembongkaran,&#8221; tuturnya. <strong>(Irwanda/ABW)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ekskavator-rusak-aktivitas-bongkar-sampah-di-tpa-air-dingin-padang-terganggu/">Ekskavator Rusak, Aktivitas Bongkar Sampah di TPA Air Dingin Padang Terganggu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94469</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/86 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 14:03:03 by W3 Total Cache
-->